📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STUDI MEKANISME PEMBENTUKAN DIFFUSION ALUMINIDE COATING BERBASIS SLURRY 25% SOLID PADA PADUAN AL0,75COCRCUFENI

Seiring dengan berkembangnya teknologi di berbagai sektor industri, kebutuhan akan material berkinerja tinggi yang mampu bertahan di lingkungan ekstrim semakin meningkat. Salah satu material yang menjanjikan adalah high entropy alloy Al0,75CoCrCuFeNi, yang diketahui memiliki stabilitas termal dan ketahanan oksidasi yang baik. Dalam kondisi operasi suhu tinggi dan lingkungan oksidatif, paduan ini berpotensi membentuk Al2O3 dan Cr2O3 yang protektif. Namun, berdasarkan penelitian sebelumnya, lapisan oksida yang terbentuk tidak sepenuhnya protektif terhadap oksidasi dan korosi suhu tinggi. Upaya peningkatan ketahanan oksidasi dan korosi dapat dilakukan dengan meningkatkan kandungan Al atau Cr dalam paduan. Meski demikian, perubahan komposisi ini dapat memengaruhi sifat mekanik paduan secara keseluruhan. Sebagai alternatif, penerapan coating menjadi salah satu solusi yang efektif. Salah satu metode yang umum digunakan adalah slurry aluminizing, yaitu proses pelapisan dengan mendifusikan aluminium ke dalam substrat melalui tahapan pemanasan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari mekanisme pembentukan lapisan. Proses aluminizing dilakukan menggunakan metode slurry dengan komposisi 25% solid. Percobaan dimulai dengan pembuatan paduan Al0,75CoCrCuFeNi menggunakan tanur busur listrik, diikuti homogenisasi pada suhu 1100 ? selama 10 jam. Paduan kemudian dipotong menjadi kupon, diamplas, dan dibersihkan. Slurry 25% solid dibuat dengan mencampurkan 20 ml akuades, 2 g polivinil alkohol dan 7,334 g serbuk aluminium, yang kemudian dilapiskan pada kupon. Aluminizing dilakukan dengan memanaskan sampel pada suhu 400 ? selama 1 jam, dilanjutkan pada suhu 700 ?, 800 ?, dan 900 ? selama 1, 2, 4, dan 8 jam. Paduan yang telah di-coating kemudian dikarakterisasi menggunakan mikroskop optik, SEM-EDS dan EPMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminizing pada paduan Al0,75CoCrCuFeNi menghasilkan coating berupa aluminida yang terbentuk melalui mekanisme inward dan outward diffusion. Suhu dan durasi proses memberikan pengaruh yang berbeda terhadap jumlah aluminium yang terdifusi ke dalam substrat: peningkatan durasi proses pada 700 °C meningkatkan jumlah aluminium yang terdifusi; pada 800 °C, jumlah aluminium yang terdifusi mengalami fluktuasi; dan pada 900 °C, tidak memberikan peningkatan signifikan. Sementara peningkatan suhu dari 700–900 °C menurunkan jumlah aluminium yang terdifusi ke dalam substrat. Pada tahap awal proses, hanya terbentuk diffusion zone (DZ); namun, seiring meningkatnya suhu dan durasi, terbentuk pula interdiffusion zone (IDZ), yang memiliki kandungan aluminium lebih rendah dibandingkan DZ. Difusi keluar unsur-unsur substrat yang terjadi: pada 700 °C, Ni berdifusi pada jam ke-4, diikuti Cu pada jam ke-8 ; pada 800 °C, Cu dan Ni berdifusi pada jam ke-1, diikuti oleh Co, Cr, dan Fe pada jam ke-4; dan pada 900 °C, semua unsur berdifusi sejak jam ke-1.

2025
👤 Penulis: Zulfatun Khasanah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN SISTEM PENDETEKSIAN AWAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Observasi awan yang akurat dan beresolusi tinggi merupakan komponen krusial untuk prakiraan cuaca dan studi iklim. Namun, metode observasi manual yang bersifat subjektif dan sistem otomatis tradisional yang berbasis ambang batas memiliki keterbatasan signifikan. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem purwarupa berbasis artificial intelligence (AI) untuk melakukan deteksi awan secara otomatis, objektif, dan komprehensif dari citra langit berbasis darat. Sistem ini mengintegrasikan dua arsitektur deep learning state-of-the-art: model CloudDeepLabV3+ yang dimodifikasi secara pragmatis untuk segmentasi semantik tutupan awan dan model YOLOv8 untuk klasifikasi jenis awan ke dalam tujuh kategori. Purwarupa ini diimplementasikan sebagai aplikasi web interaktif menggunakan kerangka kerja Streamlit yang menyediakan fungsionalitas unggah media, konfigurasi region of interest (ROI) secara manual maupun otomatis, serta manajemen riwayat dan ekspor laporan. Proses pelatihan model dilakukan dalam dua tahap (first training dan fine-tuning) menggunakan gabungan set data publik untuk meningkatkan kemampuan generalisasi. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan kinerja yang solid, dengan model segmentasi mencapai mIoU sebesar 74,32% dan model klasifikasi mencapai akurasi top-1 sebesar 71,5% serta akurasi top-5 sebesar 98,4% pada gabungan set data pengujian. Sebuah studi kasus kemudian dilakukan untuk memvalidasi aplikasi ini dengan menganalisis peristiwa anomali pembentukan awan konvektif di Bandung pada 15 Mei 2025. Hasil observasi dari sistem purwarupa (tutupan awan 98,12% dengan dominasi awan Cumulonimbus / Nimbostratus, Stratocumulus / Stratus / Altostratus, dan Cirrus / Cirrostratus) terbukti sangat konsisten dengan analisis dinamika atmosfer multi-skala dari data re-analisis ERA5 yang mengidentifikasi gelombang ekuatorial sebagai pemicu utama. Studi ini berhasil mendemonstrasikan bahwa sistem purwarupa AI yang dikembangkan tidak hanya fungsional secara teknis, tetapi juga valid secara ilmiah sebagai instrumen observasi yang andal, serta mampu memberikan data tutupan dan jenis awan yang objektif untuk mendukung analisis meteorologi yang lebih dalam.

2025
👤 Penulis: Yafi' Amri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Cuaca 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

IDENTIFIKASI WILAYAH PERALIHAN KOTA-DESA (URBAN-RURAL FRINGE) DI KAWASAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA

Urbanisasi yang berlangsung secara masif masih menjadi tantangan serius bagi wilayah-wilayah metropolitan, salah satunya terkait pengelolaan tata ruang yang responsif terhadap dinamika perubahan spasial. Kawasan Metropolitan Bandung Raya sebagai pusat kegiatan nasional dan pertumbuhan ekonomi mengalami perkembangan wilayah yang pesat, menciptakan kompleksitas spasial dan heterogenitas kawasan yang tinggi. Pemetaan urban–rural fringe yang mendelineasikan batas wilayah di luar batas-batas administratif menuntut adanya pengembangan metode dan pendekatan baru yang mampu merepresentasikan dinamika spasial secara lebih adaptif terhadap perubahan karakteristik kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zonasi, karakteristik, serta transformasi spasio-temporal wilayah peralihan kota-desa (urban-rural fringe) melalui pemetaan wilayah menggunakan pendekatan Spatial Clustering K-Means di Kawasan Metropolitan Bandung Raya. Analisis difokuskan pada tiga variabel utama, yaitu proporsi lahan terbangun, kepadatan penduduk, dan intensitas cahaya malam, yang dikompilasi dalam grid spasial berukuran 500 x 500 m dengan cakupan analisis spasio-temporal selama periode sepuluh tahun (2015-2024). Hasil penelitian menunjukkan pola konsentris pada zona fringe yang terdistribusi mengelilingi kawasan pusat kota (urban core) serta koridor-koridor utama di wilayah metropolitan. Transformasi wilayah dari rural menuju fringe dan selanjutnya ke urban berlangsung secara bertahap, dengan ekspansi kawasan fringe paling intens terjadi pada periode 2015-2019, dan cenderung melambat pada 2019- 2024. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dalam pemetaan wilayah urban-rural fringe dengan integrasi metode penginderaan jauh dan spatial clustering yang sebelumnya masih sangat terbatas dalam kajian spasial di Indonesia. Pemetaan urban-rural fringe yang dihasilkan dapat menjadi dasar informasi geospasial yang penting bagi pertimbangan dalam perumusan kebijakan tata ruang sebagai upaya untuk mengendalikan dan menekan urban sprawl serta mengoptimalkan distribusi pembangunan di seluruh Kawasan Metropolitan Bandung Raya.

2025
👤 Penulis: Zabrina Ramadhani Aristawati
🏷️ Urbanisasi 🏷️ Kawasan Metropolitani 🏷️ Pemetaan Geospasial

ANALISIS PENGARUH BAKTERI CITROBACTER FREUNDII DALAM BIOREMEDIASI AIR ASAM TAMBANG SECARA OPEN SYSTEM.

Air Asam Tambang (AAT) merupakan permasalahan lingkungan yang umum terjadi pada wilayah pertambangan, ditandai dengan pH rendah dan tingginya konsentrasi logam terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri C. freundii dalam meremediasi AAT sintetis, yaitu larutan buatan yang diformulasikan dengan komposisi kimia tertentu untuk menyerupai karakteristik alami dari AAT. Kultivasi bakteri dilakukan menggunakan Organic Medium 79 kemudian dilanjutkan dengan tahap running bioremediasi pada wadah berisi 4 L AAT sintetis, dengan dua variasi pH awal,yaitu pH 3 dan pH 5, dalam sistem terbuka. Sistem terbuka yang dimaksud adalah kondisi percobaan yang dilakukan pada wadah tanpa penutup, dan langsung terpapar oleh lingkungan. Sampel yang memiliki pH 3 kemudian dibagi menjadi 2 variasi, yaitu pH 3 yang ditambahkan dengan bakteri dan pH 3 yang tidak ditambahkan dengan bakteri yang digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua variasi pH awal yang ditambahkan bakteri terjadi kenaikan pH dan penurunan Eh yang signifikan, dengan peningkatan nilai pH 3 sebesar 3,49 unit dari nilai awal pH 3, sedangkan pada pH 3 tanpa penambahan bakteri memiliki nilai pH stabil di 3 dan Eh stabil di kisaran 224 mV. Adanya penurunan Eh pada sampel pH 3 dan pH 5 yang ditambah bakteri, mengindikasikan pergeseran kondisi larutan dari oksidatif menjadi reduktif akibat aktivitas metabolisme C. freundii. Selain itu, terjadi fluktuasi konsentrasi besi total, mangan total, dan sulfat, menunjukkan bahwa bakteri ini berpotensi digunakan sebagai agen bioremediasi AAT.

2025
👤 Penulis: A'yun Maghfiroh
🏷️ Bioremediasi Air Asam Tambang 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENENTUAN PROBABILITAS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER

Analisis kestabilan lereng umumnya menggunakan perhitungan deterministik dengan faktor keamanan (FK), namun pendekatan ini sering tidak mencerminkan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan menentukan probabilitas kestabilan lereng menggunakan regresi logistik biner berdasarkan parameter geoteknik, seperti geometri lereng dan kondisi air tanah. Data sebanyak 46 sampel dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil menunjukkan bahwa model probabilistik mampu memprediksi kondisi kestabilan lereng dengan akurasi 93,5%, lebih tinggi dibandingkan pendekatan empiris dengan akurasi 69,6%. Hasil ini mengindikasikan bahwa regresi logistik biner lebih adaptif dalam mengenali kondisi aktual lereng, baik stabil maupun tidak stabil.

2025
👤 Penulis: Muhammad Harsya Mashaga
🏷️ Regresi Logistik Biner 🏷️ Analisis Geoteknik Lereng 🏷️ Kecerdasan Buatan (Algoritma Regresi Logistik)

STUDI PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA)SEBAGAI INHIBITOR KOROSI UNTUK BAJA KARBON DALAM LINGKUNGANASAM DAN EFEK SINERGINYA DENGAN ION HALIDA.

Korosi merupakan permasalahan serius dalam industri yang dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan kerugian ekonomi. Salah satu metode yang umum digunakan untuk mengendalikan korosi adalah dengan penambahan inhibitor korosi. Namun, sebagian besar inhibitor konvensional bersifat toksik dan tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan alternatif berupa green inhibitor dari bahan alami. Ekstrak daun kratom (Mitragyna speciosa), yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan fenolik, memiliki potensi sebagai inhibitor korosi ramah lingkungan. Untuk meningkatkan efektivitasnya, penambahan garam halida seperti kalium iodida (KI) dapat digunakan karena diketahui dapat memfasilitasi adsorpsi inhibitor ke permukaan logam. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada pengujian ekstrak daun kratom sebagai inhibitor korosi baja karbon dalam larutan asam dan studi efek sinerginya dengan ion halida. Serangkaian percobaan dilakukan untuk menilai efektivitas inhibitor ekstrak daun kratom dalam meminimalisir korosi pada baja. Senyawa dalam daun kratom diekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol yang dibantu dengan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Uji perendaman dilakukan menggunakan larutan HCl 1 M dengan variasi konsentrasi inhibitor sebanyak 6 level (0 gpl, 1 gpl, 3 gpl, 5 gpl, 7 gpl dan 9 gpl) dan variasi konsentrasi kalium iodida sebanyak 4 level (0 M; 0,005 M; 0,01 M; dan 0,015 M). Uji elektrokimia yang dilakukan yaitu open circuit potential (OCP), electrochemical impedance spectroscopy (EIS), dan potentiodynamic polarization (PDP). Kemudian dilakukan uji karakterisasi permukaan baja menggunakan scanning electron microscope (SEM) dan karakterisasi senyawa organik menggunakan fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) dan ultraviolet-visible spectroscopy (UV-Vis). Berdasarkan uji perendaman, didapatkan nilai efisiensi inhibisi optimum pada konsentrasi inhibitor 7 gpl dengan nilai efisiensi 92,084% dan dengan penambahan KI 0,015 M efisiensinya meningkat hingga 98,688%. Dari hasil uji elektrokimia, diketahui inhibitor merupakan mixed-type inhibitor dengan model rangkaian lisrik ekuivalennya L-Rs-(CPEi(Ri(CPEdl/Rp))). Pada uji karakterisasi permukaan diketahui sampel yang direndam pada larutan blank permukaannya lebih kasar dibandingkan dengan sampel yang direndam pada larutan yang mengandung inhibitor. Dari hasil uji karakterisasi produk korosi disimpulkan terdapat senyawa organik dari ekstrak daun kratom yang teradsorpsi pada permukaan baja.

2025
👤 Penulis: Inaya Rahita
🏷️ Korosi 🏷️ Inhibitor Korosi Ramah Lingkungan 🏷️ Ekstrak Daun Kratom

STUDI PERBANDINGAN METODE ESTIMATOR LINEAR PADA PEMODELAN GEOMETRI ENDAPAN SISA HASIL PENGOLAHAN TIMAH DI BLOK II PT XYZ

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah penghasil timah terbesar di Indonesia dengan cadangan logam timah sebesar 91% yang didominasi oleh timah sekunder (aluvial) di Pulau Bangka. Penambangan timah di wilayah ini menghasilkan material produk sampingan atau sisa hasil pengolahan yang masih mengandung mineral berharga dan berpotensi diproses kembali. Oleh karena itu, diperlukan kajian pemodelan geometri dan estimasi volume sisa hasil pengolahan guna mendukung pemanfaatan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan geometri batas bawah sisa hasil pengolahan, mengestimasi volume, serta membandingkan hasil dari berbagai metode estimator linear. Metode yang digunakan meliputi nearest neighbor point, inverse distance weighting, moving average, ordinary kriging, dan ordinary cokriging, dengan perangkat lunak utama Isatis.neo serta perangkat lunak pendukung Micromine Origin & Beyond dan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan rata-rata elevasi batas bawah 23,9 m dan volume 6,09 juta m³. Validasi silang mengindikasikan ordinary cokriging sebagai metode paling akurat, sedangkan penampang melintang menunjukkan nearest neighbor point dan inverse distance weighting paling mirip dengan interpolasi lubang bor. Perhitungan volume menempatkan in

2025
👤 Penulis: Rahmat Hafez Haderyansyah
🏷️ Geometri Endapan Timah 🏷️ Estimasi Volume Sisa Hasil Pengolahan 🏷️ Analisis Metode Estimator Linear

PEMODELAN DISTRIBUSI SPASIAL LOGAM TANAH JARANG BERDASARKAN DATA GEOKIMIA PERMUKAAN DI BELINYU, BANGKA

Wilayah bekas penambangan timah di Belinyu, Bangka, menyimpan potensi signifikan sebagai sumber sekunder logam tanah jarang (rare-earth elements, REE) yang terakumulasi pada sisa hasil pengolahan (tailing). Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asosiasi geokimia unsur yang mengontrol keberadaan REE, dan memodelkan distribusi spasialnya guna mengidentifikasi zona prospek tinggi dengan tingkat akurasi kuantitatif. Sebanyak 32 titik data geokimia permukaan sekunder dianalisis melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, chondrite-normalization, serta interpolasi geostatistika ordinary kriging. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif antara total REE dengan thorium (Th) dan zirkonium (Zr), yang konsisten dengan keterikatan pada mineral berat resisten seperti monasit, xenotim, dan zirkon. Pola distribusi REE ternormalisasi memperlihatkan pengayaan dominan jenis light REE (LREE) serta anomali europium (Eu) negatif yang mengindikasikan batuan sumber granitik. Model spasial ordinary kriging berhasil memetakan beberapa zona prospek tinggi dengan estimasi konsentrasi total REE hingga ±590 ppm, yang berasosiasi erat dengan konsentrasi tinggi Th dan Zr. Penelitian ini menunjukkan hubungan geokimia REE dan menghasilkan peta potensi awal yang dapat dijadikan landasan strategis bagi perencanaan eksplorasi lanjutan, evaluasi sumber daya, dan optimasi pemanfaatan sumber sekunder berbasis material sisa hasil pengolahan timah.

2025
👤 Penulis: Budi Gilbert Stephan Simbolon
🏷️ Geokimia Permukaan 🏷️ Model Distribusi Spasial 🏷️ Pengembangan Potensi Sumberdaya

TENSILE AND ELASTIC-BASED DESIGN OF FENICRCOAL HIGH-ENTROPY ALLOY VIA MOLECULAR DYNAMICS–MACHINE LEARNING

High-entropy alloys (HEAs), particularly FeNiCrCoAl, have attracted significant attention due to their exceptional mechanical performance across a wide temperature range. However, optimising the composition to achieve desirable mechanical characteristics remains challenging due to the complex interactions between elements. This study aims to investigate the effect of compositional and temperature variations on the tensile and elastic properties—specifically, ultimate tensile strength (UTS), Young’s modulus (E), and hardness—using computational approaches. The scope includes simulations across composition ranges of 5–35 at% for each element and temperature variations from 100 K to 1200 K. Molecular dynamics (MD) simulations were employed to conduct uniaxial tensile tests and calculate elastic constants (C11, C12, and C44), from which UTS, E, and hardness values were derived. The simulations were carried out using the LAMMPS software, covering a total of 1812 datasets with different compositions across 12 temperature points each (100 K increment). The resulting dataset was used to train machine learning (ML) models—namely, random forest (RF), artificial neural networks (ANNs), and support vector machine (SVM)—to predict mechanical properties and evaluate feature importance. The models were assessed based on evaluation metrics and supported by correlation analysis. The results demonstrated that the mechanical properties of FeNiCrCoAl deteriorate with increasing temperature, with each elemental composition showing distinct influences. Fe, Ni, and Co primarily affect tensile strength, Al and Fe dominate Young's modulus, and Cr and Al impact hardness most significantly. Among the evaluated ML models, random forest achieved optimal performance for UTS prediction with an R² score of 0.973 and RMSE of 0.23. At the same time, feature importance and Spearman's rank correlation analysis confirmed the dominant elemental contributions to UTS, Young's modulus, and hardness. By integrating molecular dynamics and machine learning approaches, this work established a comprehensive framework for mechanical property design in FeNiCrCoAl high-entropy alloys, identifying optimal compositions from both mechanical and statistical perspectives: for improved UTS (Cr 5–9 at.% and Al 5–8 at.%), enhanced Young's modulus (Cr 5–8 at.% and Co 5–8 at.%), with alternative formulations via (FeNiAl)100-x-yCoxCry, and increased hardness (Cr and Al adjusted to 15–35 at.%).

2025
👤 Penulis: Panya Magasankappa Wongso
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ High-Entropy Alloys 🏷️ Simulasi Molekuler

STUDI KEBERLANJUTAN PEMANFAATAN WILAYAH PESISIR UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN (KASUS STUDI: MODELING BINS KARAWANG)

Permintaan global terhadap sumber protein, terutama dari sektor perikanan, semakin meningkat, sehingga memacu pengembangan akuakultur sebagai komponen vital dalam sistem ketahanan pangan berkelanjutan. Kawasan pesisir dipandang sebagai lokasi yang memiliki potensi strategis untuk budidaya, meskipun isu keberlanjutan masih harus diatasi. Dalam konteks tersebut, studi ini memfokuskan pada analisis pemanfaatan ruang pesisir melalui implementasi program Modeling Budidaya Ikan Nila Salin (BINS), yang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi ikan nila salin, tetapi juga menekankan perlunya menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat setempat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan perwakilan BLUPPB Karawang dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumen pendukung sebagai data sekunder. Hasil temuan menunjukkan bahwa Modeling BINS Karawang di wilayah pesisir Karawang telah menerapkan praktik yang baik dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai produksi budidaya yang optimal, BINS memanfatkan teknologi yang ramah lingkungan, serta strategi efisiensi sumber daya yang mencakup pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah (IPAL) yang dirancang agar limbah budidaya tidak membebani ekosistem. Sistem ini sudah terintegrasi dengan monitoring untuk menjamin kualitas lingkungan, termasuk air, tetap terjaga. Kawasan mangrove juga dimanfaatkan untuk menyerap karbon alami sekitar kawasan, termasuk Modeling BINS serta habitat bagi berbagai jenis fauna pesisir. Tata kelola kegiatan budidaya disusun secara terstruktur dan efisien melalui pembagian peran yang jelas, serta dibarengi dengan kemitraan antarlembaga untuk memperluas distribusi hasil budidaya ke pasar. Selain memberikan dampak ekologis positif, program BINS turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penciptaan lapangan kerja yang layak. Disimpulkan bahwa praktik budidaya di pesisir yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dapat membawa dampak positif.

2025
👤 Penulis: Selina Christy Tamado Sihite
🏷️ Kawasan Pesisir 🏷️ Akuakultur 🏷️ Manajemen Lingkungan

ANALISIS PERSEPSI DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENERAPAN COMMUNITY-BASED TOURISM (CBT) PADA PROGRAM KAMPUNG WISATA KREATIF (KWK) CIGADUNG, KOTA BANDUNG

Pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism/CBT) menjadi pendekatan strategis dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal dalam mengelola potensi wilayahnya. Di tengah maraknya pembangunan yang dilakukan untuk pengembangan pariwisata, CBT diterapkan sebagai salah satu bentuk alternatif pengembangan pariwisata yang meminimalisasi dampak negatif dari pembangunan masif tersebut dan memaksimalkan keuntungan pariwisata untuk masyarakat setempat. Konsep ini pun menjadi salah satu pendekatan pengembangan pariwisata di Indonesia, seperti program kampung wisata kreatif yang diterapkan di Kota Bandung dengan fokus untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan masyarakat setempat dari adanya aktivitas pariwisata. Namun, sebagai aktor utama dalam pengembangan CBT, masyarakat seringkali tidak sepenuhnya paham akan konsep ini yang dapat menyebabkan terhambatnya keberlangsungan dan pengembangan pariwisata berbasis CBT. Oleh karena itu, untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dari penyelenggaraan pariwisata berbasis CBT, pengidentifikasian persepsi masyarakat akan konsep ini dan keterlibatan mereka dalam penyelenggaraannya perlu untuk dilakukan. Penelitian ini pun dilakukan untuk menganalisis persepsi serta tingkat partisipasi masyarakat dalam penerapan CBT pada salah satu Program Kampung Wisata Kreatif (KWK) Cigadung di Kota Bandung. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat dapat menilai keberhasilan dari penerapan konsep CBT juga sejauh mana keterlibatan mereka pada konsep tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan yang dapat membantu proses evaluasi dan peningkatan keberhasilan program KWK Cigadung. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 180 responden kuesioner yang dipilih melalui metode stratified random sampling serta didukung dengan data kualitatif melalui wawancara dan tinjauan literatur. Data yang diambil dari 12 orang pada setiap RW di Kelurahan Cigadung ini dianalisis untuk mendapatkan persepsi mereka terhadap keberlangsungan program CBT serta mengidentifikasi keterlibatannya dalam proses pelaksanaan dan pengembangan konsep CBT di KWK Cigadung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap program cenderung netral menuju negatif karena keterbatasan dalam wawasan dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan KWK Cigadung. Tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori partisipasi Tokenism yang menunjukan bahwa keterlibatan mereka masih terbatas pada pelaksanaan program, belum mencapai proses pengambilan keputusan strategis. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi CBT sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi, kemawasan masyarakat, iidukungan kelembagaan, dan keterbukaan akses terhadap ruang partisipasi. Temuan ini memperkuat pentingnya perancangan strategi pelibatan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan model partisipasi dalam konteks perencanaan pariwisata di tingkat komunitas.

2025
👤 Penulis: Mochammad Bintang Naufal
🏷️ Pariwisata Berbasis Komunitas 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN HORIZONTAL DRAINHOLE TERHADAP ALIRAN AIR TANAH TRANSIEN DAN KESTABILAN LERENG TAMBANG

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aliran air tanah transien terhadap kestabilan lereng tambang, dengan melihat dampak perubahan tekanan air pori terhadap Faktor Keamanan (FK) lereng pada variasi nilai konduktivitas hidraulik jenuh (Ks) dan konfigurasi horizontal drainhole. Analisis ini krusial untuk memahami respons lereng terhadap sistem penyaliran dari waktu ke waktu dan merancang strategi mitigasi longsor yang efektif di area pertambangan. Metodologi penelitian ini menggunakan analisis dua dimensi dengan perangkat lunak Rocscience Slide2 pada model lereng konseptual homogen yang terdiri dari lima jenjang. Analisis air tanah dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Berhingga yang didasarkan pada Persamaan Richard untuk aliran air tanah dalam 2 dimensi. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan menggunakan Metode Kesetimbangan Batas dengan perhitungan FK menggunakan Metode Bishop dengan Kriteria Keruntuhan Mohr-Coulomb. Analisis dilakukan dalam dua skenario utama. Pertama, tanpa horizontal drainhole dengan variasi nilai konduktivitas hidraulik jenuh (Ks). Kedua, dengan pemasangan horizontal drainhole pada berbagai variasi panjang (25 m, 50 m, 75 m, dan 100 m) pada nilai Ks yang konstan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan nilai konduktivitas hidraulik jenuh (Ks) secara signifikan mempercepat laju penurunan tekanan air pori yang berdampak terhadap peningkatan Faktor Keamanan (FK) lereng. Namun, nilai Ks tidak memengaruhi nilai FK pada fase akhir yang cenderung menuju kondisi tunak (steady-state). Pemasangan horizontal drainhole terbukti efektif dalam mempercepat penurunan muka air tanah dan meningkatkan FK pada tahap awal, di mana laju peningkatan FK sebanding dengan penambahan panjang drainhole. Meskipun demikian, disimpulkan bahwa pada kondisi tunak diakhir, nilai FK akhir antara lereng dengan dan tanpa drainhole tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kondisi air tanah sudah diluar area boundary bidang longsoran kritis.

2025
👤 Penulis: Stewart Sohahau
🏷️ Analisis Kestabilan Lengkang Tambang 🏷️ Hidrologi 🏷️ Teknik Geologi

ANALISIS SARANA PENYALIRAN PADA ULTIMATE PIT LIMIT (UPL) TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT XYZ KALIMANTAN UTARA

Salah satu dampak dari kegiatan penambangan khususnya metode open pit adalah terdapat perubahan topografi yang membentuk lubang besar yang berpotensi menjadi tempat penampungan air atau biasanya disebut dengan void. Kegiatan operasi penambangan PT XYZ diperkirakan berakhir pada tahun 2027, sehingga perlu dilakukan perhitungan lama waktu pengisian void agar air limpasan dapat ditangani dengan baik. Sistem penyaliran pada area tambang juga perlu dianalisis untuk mengendalikan air agar tidak mengganggu kegiatan pascatambang. Metodologi melibatkan pengolahan data curah hujan harian periode 2015–2025, data topografi, dan karakteristik daerah tangkapan hujan. Perhitungan waktu pengisian void menggunakan trapezoidal rule untuk volume dan pendekatan statistik deskriptif untuk curah hujan rencana pada pessimistic approach (P25), most likely (P50), dan optimistic approach (P75), sedangkan debit limpasan dianalisis dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik Soil Conservation Service (HSS SCS) mengacu pada SNI 2415:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu pengisian void adalah 4,7 tahun (worst case scenario), 3,7 tahun (base case scenario), dan 3 tahun (best case scenario). Untuk menangani air limpasan direkomendasikan pembangunan tanggul pada elevasi 34 m dengan panjang 6 m dan tinggi 2 m, dilengkapi pintu air berukuran 0,45 m × 1 m, serta saluran terbuka berbentuk trapesium dengan dimensi lebar atas 1,4 m, lebar bawah 0,65 m dan kedalaman air 0,65 m (B = 1,4 m; b = 0,65 m; y = 0,65 m; ? = 60°)

2025
👤 Penulis: Gabe Jumagar Simanjuntak
🏷️ Analisis Sarana Penyaliran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Batubara 🏷️ Hidrologi

STUDI KESTABILAN FASA DAN PERILAKU OKSIDASI ISOTERMAL PADUAN ENTROPI TINGGI AL0,75COCRCUFEMO0,5NITI0,5V0,4 PADA TEMPERATUR 700°C

Pengembangan material tahan suhu tinggi krusial untuk mendukung industri strategis nasional, khususnya sektor energi dan dirgantara. High-entropy alloy (HEA) menawarkan alternatif yang menjanjikan dibandingkan superalloy konvensional yang mahal dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku oksidasi isotermal dan kestabilan fasa dari paduan HEA komposisi non-ekuatomik Al0,75CoCrCuFeMo0,5NiTi0,5V0,4. Ruang lingkup penelitian ini meliputi analisis pengaruh variasi waktu penahanan (20 menit hingga 81 jam) pada suhu 700°, temperatur operasional relevan untuk aplikasi seperti turbin gas dan boiler, terhadap evolusi struktur mikro, kinetika oksidasi, serta sifat kekerasan paduan. Metodologi penelitian diawali dengan fabrikasi paduan Al0,75CoCrCuFeMo0,5NiTi0,5V0,4 dari bahan baku logam murni (?99,9%) menggunakan mini DC electric arc furnace di bawah atmosfer argon untuk menghasilkan button as-cast. Sebagian button kemudian di homogenisasi pada suhu 1000°C selama 3 jam untuk menyeragamkan struktur mikronya. Sampel dari kondisi as-homogenized kemudian dipotong dan diuji oksidasi isotermal dalam tanur horizontal pada suhu 700°C dengan variasi waktu 20 menit, 1 jam, 9 jam, 25 jam, 49 jam, dan 81 jam. Karakterisasi dilakukan untuk menganalisis hasilnya, meliputi pengamatan struktur mikro dengan scanning electron microscope-energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDS), identifikasi fasa menggunakan X-ray diffraction (XRD), serta pengujian kekerasan dengan vickers hardness tester. Hasil penelitian menunjukkan paduan membentuk struktur larutan padat multi fasa yang terdiri dari fasa FCC (kaya Cu), BCC (A2, kaya Cr, Fe, Mo, V), dan B2 (kaya Al, Ni, Ti). Kinetika oksidasi berlangsung multi tahap dengan tahap awal mengikuti hukum laju linear sebesar 3,7104 ?m/jam (1,0307×10-7 cm/s) menghasilkan oksida non-protektif, diikuti spalling setelah 25 jam, serta pertumbuhan kembali lapisan oksida dengan laju lebih lambat akibat perubahan komposisi permukaan. Tahap awal didominasi pembentukan oksida Al, Cr, dan Ti, diikuti spinel kompleks (Cr2NiO4, CoCr2O4), Fe3O4, TiO2, dan lapisan tipis Al2O3 internal. Pada periode lebih panjang, oksida luar didominasi spinel Co-Cr dengan degradasi morfologi dan spallation masif yang mengurangi efektivitas perlindungan. Oksidasi juga memicu perubahan fraksi fasa B2 dari 39,56% menjadi 29,77% pada 9 jam sebelum meningkat ke 32,28% pada 81 jam, selaras dengan tren kekerasan yang meningkat pada tahap awal akibat precipitation hardening (658,33 HV menjadi 694,67 HV pada 20 menit) lalu menurun hingga 625,67 HV pada 81 jam akibat coarsening dan pelarutan presipitat.

2025
👤 Penulis: Juan Ariel Zhillan Ramadhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN MODEL FINANSIAL PENGEMBANGAN BUDIDAYA MIKROALGA DI KABUPATEN SUBANG

Tim proyek yang terdiri dari PT X dan dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB memiliki rencana untuk mengindustrialisasi budidaya mikroalga menggunakan sistem photobioreactor (PBR), sebagai pengembangan dari skala laboratorium menuju implementasi di wilayah Kabupaten Subang. Inisiatif ini bertujuan mendukung skema Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) melalui pemanfaatan mikroalga untuk memperoleh carbon credit yang dapat diperdagangkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model finansial dan mengevaluasi kelayakan proyek budidaya mikroalga di Kabupaten Subang sebagai bagian dari upaya mendukung implementasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Model finansial dirancang berdasarkan data teknis dan asumsi pasar dari tim proyek, kemudian digunakan untuk menghitung indikator kelayakan finansial seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Hasil awal menunjukkan bahwa proyek tidak layak secara finansial, terutama karena struktur pendapatan yang terbatas. Oleh karena itu, dilakukan strategi perbaikan berupa penambahan sumber pendapatan dari produk turunan, yaitu biofertilizer. Model bisnis alternatif dirancang dan diintegrasikan ke dalam model finansial baru, yang hasilnya menunjukkan peningkatan kelayakan proyek.

2025
👤 Penulis: Albertus Ganendra Rakayudha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 340 dari 6754
💬