📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERBANDINGAN PERFORMA KALIBRATOR PARTIAL DISCHARGE DALAM PENENTUAN MUATAN LISTRIK PADA ELEKTRODA JARUM PELAT PADA ISOLASI UDARA DAN GAS SF6

Akurasi pengukuran Partial Discharge (PD) merupakan faktor krusial dalam diagnostik kondisi isolasi peralatan tegangan tinggi. Keandalan hasil kuantifikasi PD sangat bergantung pada keseluruhan rantai pengukuran, termasuk jenis kalibrator, sensor, dan medium isolasi yang digunakan. Penelitian ini menyajikan studi perbandingan komparatif untuk mengevaluasi konsistensi dan keandalan sistem pengukuran PD. Metodologi pengujian dilakukan pada celah elektroda jarum-pelat untuk membangkitkan pelepasan korona, mengacu pada standar IEC 60270. Tiga jenis kalibrator yang berbeda digunakan untuk mengkalibrasi tiga jenis sensor (Detektor RC, HFCT, dan Antena UHF) pada dua medium isolasi yang berbeda: udara dan gas SF6. Analisis utama berfokus pada perbandingan nilai muatan yang dihitung melalui metode faktor skala kalibrasi dengan metode integrasi numerik langsung menggunakan MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan kalibrator memiliki pengaruh yang sangat signifikan, di mana setiap kalibrator menghasilkan model respons sistem yang unik. Satu dari tiga kalibrator secara konsisten menunjukkan linearitas tertinggi dan deviasi terendah antara kedua metode perhitungan di semua kondisi. Disimpulkan bahwa kuantifikasi PD yang andal merupakan fungsi interaksi kompleks antara kalibrator, sensor, dan lingkungan uji, serta menegaskan bahwa pemilihan kalibrator yang tepat adalah kunci untuk validitas model pengukuran.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rafky Sulaiman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Numerik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Elektro

PENGEMBANGAN ARSITEKTUR STEREO MATCHING EFISIEN SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM PERSEPSI TIGA DIMENSI PADA KENDARAAN OTONOM

komponen yang sangat krusial untuk menjamin keselamatan. Citra hasil kamera stereo yang diproses dengan metode stereo matching menjadi salah satu opsi metode yang dapat dieksplorasi terutama akibat harganya yang relatif terjangkau. Namun demikian, keterbatasan perangkat komputasi yang disematkan kendaraan otonom membuat algoritma harus disusun seefisien mungkin agar dapat berjalan secara real time. Oleh karena itu, tesis ini membahas pengembangan arsitektur stereo matching efisien untuk mengekstrak informasi tiga dimensi citra pada persepsi kendaraan otonom. Arsitektur deep learning berbasis LightStereo digunakan untuk menyusun metode stereo matching efisien. Terdapat tiga usulan untuk meningkatkan kecepatan komputasi dengan tetap menjaga akurasi arsitektur: Kombinasi agregasi dua dimensi dan tiga dimensi efisien untuk menangkap hubungan disparitas secara lokal dan global dari cost volume, Agregasi resolusi tinggi dan rendah efisien secara paralel untuk meningkatkan kemampuan estimasi disparitas baik pada bagian citra bertekstur maupun kurang bertekstur, dan usulan LinearLog loss untuk mengurangi rerata eror disparitas keseluruhan. Dengan usulan tersebut, disusun arsitektur efisien EFSNet yang memiliki waktu inferensi kurang dari 20 milidetik dengan tetap mempertahankan nilai end point error kurang dari 0.72 piksel pada dataset SceneFlow. Hasil ini membuat arsitektur yang diajukan termasuk dalam arsitektur paling efisien pada benchmark tersebut. Terakhir, tesis ini juga mengeksplorasi hasil persepsi tiga dimensi dari arsitektur yang diusulkan pada perangkat embedded. Hasilnya, secara rata-rata, algoritma dapat melakukan inferensi citra setereo dalam waktu 101 milidetik dengan eror estimasi jarak objek sebesar 0.933 m.

2025
👤 Penulis: Izzun Nafis Ibadik
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Persepsi Tiga Dimensi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Otomotif

MODUL AKUISISI DATA DAN ANALOG FRONT END POTENSIOSTAT/GALVANOSTAT UNTUK ALAT UJI MATERIAL SUPERKAPASITOR

Superkapasitor adalah teknologi terdepan dari penyimpanan energi. Dibandingkan dengan baterai biasa, superkapasitor unggul dalam umur pemakaian, performa baik dalam berbagai suhu, dan charge-discharge yang sangat cepat. Pesatnya perkembangan superkapasitor memberikan dorongan bagi para peneliti untuk mencari komposisi material superkapasitor yang paling ideal. Terdapat masalah pada Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB (Institut Teknologi Bandung), yaitu keterbatasan jumlah alat ukur yang menyebabkan antrian dalam pengujian sampel material yang dibuat. Setelah analisis untuk pemilihan alternatif konsep dilakukan, diperoleh bahwa konsep perangkat potensiostat/galvanostat yang akan dikembangkan adalah: sistem terdiri dari dua blok utama, potensiostat/galvaostat dan laptop yang terhubung menggunakan kabel, dengan pemrosesan data dilakukan pada laptop dan data acquisition system berfungsi sebagai penyimpanan sementara. Blok utama potensiostat/galvanostat akan memiliki enam buah blok sistem, terdiri dari analog front end, control circuit, microcontroller, modul akuisisi data, power supply, dan indikator LED. Sementara blok utama laptop akan memiliki empat buah blok sistem, terdiri dari modul komunikasi, pemrosesan data, penyimpanan data, dan antarmuka. Dokumen ini menyajikan rancangan dan implementasi sub-sistem Data Acquisition System (DAQ) dan Analog Front-End (AFE) untuk perangkat potentiostat/galvanostat khusus untuk pengujian karakterisasi elektrokimia material superkapasitor. Sistem ini dirancang untuk mendukung teknik pengukuran elektrokimia seperti Cyclic Voltammetry (CV), Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), dan Galvanostatic Charge-Discharge (GCD). Sistem ini mengintegrasikan ADC internal dari mikrokontroler NXP Kinetis K64 pada Teensy 3.5, inti prosesor ARM Cortex-M4, dan penguat operasional UA741 untuk melakukan pengukuran tegangan dan arus secara akurat dalam analisis elektrokimia. Hasil pengujian yang didapatkan adalah perangkat dapat melakukan pengujian CV, EIS, dan GCD dengan rentang pembacaan tegangan -10V sampai +10V (resolusi 0,02V), rentang pembacaan arus 1mA sampai 100mA (resolusi 0,01mA), dengan error pembacaan masing-masing maksimal 44mV dan 0,18mA, pada frekuensi hingga 100kHz.

2025
👤 Penulis: Bright Christian Kusuma
🏷️ Elektrokimia 🏷️ Superkapasitor 🏷️ Perangkat Pengukuran Elektrokimia

PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASA LIMBAH PADI DENGAN TEKNOLOGI TOREFAKSI TERINTEGRASI PLTS : STUDI KASUS MERAUKE

Penelitian ini membahas perancangan sistem pembangkit listrik tenaga biomassa berbasis limbah tanaman padi dengan teknologi torrefaksi yang terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dengan studi kasus di Kabupaten Merauke, Indonesia. Saat ini, sekitar 93% sistem kelistrikan Merauke masih bergantung pada bahan bakar minyak, yang menyebabkan tingginya biaya operasional dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Dengan potensi ketersediaan biomassa tanaman padi sebesar ±342.026,39 ton/tahun (setara ±239.418,47 ton/tahun setelah torrefaksi) dan rata-rata radiasi matahari 5,38 kWh/m²/hari, integrasi kedua sumber energi terbarukan ini dianalisis secara teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses torrefaksi meningkatkan kualitas bahan bakar dengan menaikkan kandungan karbon dan nilai kalor dari 14–16 MJ/kg menjadi 18–22 MJ/kg. Simulasi sistem menghasilkan nilai Net Present Cost (NPC) terendah Rp 5,9 triliun dan Levelized Cost of Energy (LCOE) Rp 2.057/kWh, dengan konfigurasi 100% energi terbarukan. Sistem ini mampu menghemat biaya bahan bakar hingga Rp 808,2 miliar per tahun dibandingkan sistem eksisting, serta secara signifikan menurunkan emisi polutan berbahaya seperti karbon monoksida (CO), unburned hydrocarbons, sulfur dioksida (SO?), dan nitrogen oksida (NO?). Meskipun emisi karbon dioksida (CO?) meningkat, emisi tersebut bersifat netral karbon karena diserap kembali melalui proses fotosintesis tanaman padi

2025
👤 Penulis: Uti Muhadis
🏷️ Torrefaksi 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Surya 🏷️ Karbon Dijamah

REKONSTRUKSI CITRA MENGGUNAKAN AKTIVITAS GELOMBANG OTAK (ELEKTROENSEFALOGRAFI) BERBASIS VARIATIONAL AUTOENCODER DAN DIFFUSION PADA DATASET MINDBIGDATA MNIST-2B

Elektroensefalografi (EEG) merupakan teknik non-invasif yang merekam aktivitas listrik otak melalui elektroda yang ditempatkan di kulit kepala. Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan dalam bidang medis dan neurosains, seperti untuk diagnosis gangguan neurologis, pemantauan tidur, serta pengembangan antarmuka manusiakomputer. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul minat besar terhadap pemanfaatan sinyal EEG untuk rekonstruksi citra, yakni proses visualisasi apa yang dilihat atau dibayangkan seseorang berdasarkan aktivitas otaknya. Pendekatan ini berpotensi membuka pemahaman lebih dalam mengenai representasi visual internal manusia serta memperluas aplikasi BCI (Brain-Computer Interface) di bidang kognitif dan klinis. Penelitian ini mengusulkan sistem rekonstruksi citra berbasis sinyal EEG yang menggabungkan VAE (Variational Autoencoder) dan latent diffusion, serta mengevaluasinya pada dataset MindBigData MNIST-2B. Studi ini merupakan yang pertama dalam mengaplikasikan pendekatan tersebut pada dataset ini, yang sebelumnya belum pernah digunakan dalam riset rekonstruksi citra berbasis EEG. Sistem ini dirancang untuk mempelajari representasi laten dari kedua domain (EEG dan citra), serta menghubungkannya melalui proses latent diffusion. VAE dipilih karena kemamiii puannya dalam menghasilkan representasi laten yang efisien, sementara model latent diffusion digunakan untuk menjembatani kesenjangan semantik antar modalitas secara progresif dan stabil. Model yang dikembangkan mencapai akurasi klasifikasi visual sebesar 25%, melampaui performa sebelumnya sebesar 10% pada dataset MNIST-8B yang merupakan superset dari MNIST-2B. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan VAE dan diffusion mampu menangkap kompleksitas sinyal EEG pada dataset tersebut. Model yang dikembangkan juga mampu merekonstruksi citra digit dari sinyal EEG dengan kualitas visual yang menjanjikan, terutama pada ruang laten berdimensi rendah. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi BCI yang lebih intuitif serta mendorong studi lanjutan dalam decoding persepsi visual manusia secara lebih akurat.

2025
👤 Penulis: Farras Mohammad Hibban Faddila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Rekonstruksi Citra 🏷️ Elektroensefalografi

KOMPILASI DAN VISUALISASI DATA HIDROLIK SUNGAI DI DAERAH KHUSUS JAKARTA SEBAGAI BAGIAN DARI DATA MASUKAN KAJIAN TANGGUL LAUT

Penelitian ini menganalisis perilaku hidraulik sungai-sungai utama di Provinsi Daerah Khusus Jakarta serta keterkaitannya dengan kejadian banjir, dengan fokus pada parameter tinggi muka air (TMA), debit aliran, dan curah hujan. Data yang digunakan mencakup pengamatan harian selama 18 tahun terakhir dari pos-pos pemantauan yang tersebar di wilayah hulu hingga hilir. Hasil analisis menunjukkan adanya pola kenaikan TMA dan debit yang signifikan pada periode hujan tinggi, terutama di titik-titik hilir sungai yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk, sehingga berpotensi menjadi lokasi rawan banjir. Fenomena banjir besar juga diidentifikasi memiliki keterkaitan kuat dengan curah hujan tinggi di wilayah hulu dan hilir secara bersamaan, namun proses analisis tidak bisa dilakukan lebih jauh karena keterbatasan data yang diterima. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian data memiliki kekosongan (missing data) dan anomali yang tidak dapat dijelaskan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sementara data kosong di Dinas Sumber Daya Air (SDA) sebagian besar memiliki justifikasi teknis terkait gangguan alat atau kondisi lapangan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas data hidrologi untuk mendukung perencanaan pengendalian banjir yang berbasis bukti. Rekomendasi diarahkan pada penguatan sistem monitoring, perbaikan infrastruktur sungai, dan integrasi data antar lembaga sebagai langkah strategis untuk mitigasi banjir yang lebih efektif.

2025
👤 Penulis: Zahrani Fitriana Putri Nabila
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Data Masukan

PEMODELAN NUMERIK PARAMETER METOCEAN MENGGUNAKAN MIKE 21/3 PADA LOKASI FPSO DI PERAIRAN KUPANG

Tugas akhir ini bertujuan menyusun basis data parameter metocean untuk mendukung desain fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di perairan Kupang. Pemodelan numerik dilakukan dengan perangkat lunak MIKE 21/3 melalui penggabungan modul Hydrodynamic (HD) dan Spectral Waves (SW). Proses penelitian diawali dengan pengumpulan serta pengolahan data sekunder angin, arus, gelombang, dan pasang surut dari berbagai sumber tepercaya. Hasil simulasi kemudian dievaluasi dengan cara membandingkan output model terhadap data sekunder. Evaluasi menunjukkan bahwa nilai non-dimensional error pasang surut berada pada kisaran 4.89% hingga 7.29%, nilai error gelombang berkisar antara 6.19% hingga 9.45%, sedangkan nilai error arus laut terhadap arus total lebih tinggi, yakni 30.13% hingga 42.35%. Karakteristik pasang surut di lokasi penelitian tergolong mixed semi-diurnal, sedangkan pola arus dominan di permukaan memperlihatkan konsistensi arah dari sektor barat–barat laut menuju timur–timur laut. Kecepatan arus permukaan rata-rata tahunan tercatat antara 0.17 hingga 0.20 m/s, dengan kecepatan maksimum tahunan berkisar 0.49 hingga 0.67 m/s. Sementara itu, kecepatan angin rata-rata adalah 5.553 m/s, dengan kecepatan maksimum instan mencapai 18.434 m/s. Hasil analisis ekstrem terhadap data angin menggunakan distribusi GEV memperkirakan kecepatan angin dengan periode ulang 100 tahun sebesar 17.39 m/s. Untuk gelombang, analisis ekstrem dengan distribusi Log-Normal menghasilkan estimasi tinggi gelombang signifikan pada periode ulang 100 tahun sebesar 3.21 m.

2025
👤 Penulis: Fadia Putri Ichwani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Ekstrem 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN PERKUATAN DERMAGA PROYEK PELABUHAN BENOA MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE TURAP TERJANGKAR DAN STONE COLUMN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN EFEK LIKUIFAKSI

Kondisi tanah pasir lepas yang menyusun stratigrafi Pelabuhan Benoa rentan terhadap likuifaksi pada BH-03, BH-04, BH-05, dan BH-06. Studi desain ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem penahan tanah menggunakan kombinasi perkuatan stone column dan anchored sheet pile melalui pendekatan numerik berbasis metode elemen hingga (FEM) menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Analisis dilakukan pada berbagai kondisi muka air laut (Low Water Level dan High Water Level) dengan skenario konstruksi bertahap. Dalam perencanaan ini, material yang digunakan meliputi turap beton prategang W600 A1000 Kelas A, baja tarik mutu tinggi tipe Dywidag untuk tie rod dengan diameter D43 mm, serta tiang spun pile prategang dengan diameter 800 mm dan panjang 16 meter Kelas C sebagai anchor pile. Evaluasi mencakup deformasi lateral, faktor keamanan (SF), gaya tarik tie rod, momen lentur sheet pile dan anchor pile, serta parameter likuifaksi ditinjau dengan Pore Water Pressure metode LPI dan Liquefaction Severity Number (LSN). Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur memenuhi kriteria desain yang ditetapkan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rafif Rabbani
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Likuifaksi Tanah

KAJIAN OBSERVASIONAL RASIO BOWEN PADA MUSIM KERING DI WILAYAH PERKOTAAN TROPIS STUDI KASUS JAKARTA TIMUR

Pertukaran energi antara permukaan dan atmosfer di wilayah urban tropis memiliki karakteristik unik akibat pengaruh tutupan lahan, kelembapan, dan dinamika atmosfer lokal. Jakarta Timur, sebagai kawasan urban padat di wilayah tropis, mengalami musim kemarau yang ditandai oleh suhu tinggi dan kelembapan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai, variasi temporal, dan vertikal rasio Bowen sebagai indikator pembagian energi antara fluks panas sensibel dan laten, serta mengevaluasi pengaruh fenomena sea breeze terhadap fluktuasi nilai tersebut. Data yang digunakan diperoleh dari observasi suhu, kelembapan, dan radiasi di Menara Radio Muara Jakarta selama periode 9 Juli hingga 24 September 2023. Estimasi rasio Bowen dilakukan menggunakan pendekatan gradien vertikal berdasarkan data suhu dan kelembapan pada lima level ketinggian. Proses analisis mencakup pembersihan data, perhitungan parameter psikrometrik, serta pemisahan hari sea breeze dan non-sea breeze berdasarkan data angin. Uji Welch’s t-test digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan nilai rasio Bowen pada kedua kondisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio Bowen di wilayah studi tergolong rendah, dengan rata-rata harian sekitar 0,11 dan puncak siang hari berkisar antara 0,15-0,20. Nilai ini menunjukkan peran signifikan fluks panas laten meskipun dalam kondisi musim kemarau. Analisis vertikal menunjukkan nilai rasio Bowen lebih tinggi di lapisan bawah (20-30 m) dan cenderung negatif di lapisan atas (40–60 m), menandakan pengaruh adveksi kelembapan dari laut. Namun, uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan nilai rasio Bowen antara hari sea breeze dan non-sea breeze tidak signifikan secara statistik (p > 0,05), meskipun secara fisik sea breeze meningkatkan kelembapan dan kecepatan angin. Penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika energi di atmosfer urban tropis bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh interaksi lokal dan regional.

2025
👤 Penulis: Shieva Amelia Savitri
🏷️ Hidrologi 🏷️ Klimatologi Urban 🏷️ Meteorologi

ANALISIS RISK ASSESTMENT BERDASARKAN RESIDUAL LIFE DAN RE-ENGINEERING DESAIN PADA PIPA BAWAH LAUT DI PERAIRAN LAUT JAWA

Pipa bawah laut merupakan infrastruktur penting dalam distribusi minyak dan gas dari fasilitas lepas pantai ke daratan. Seiring bertambahnya usia operasional, risiko degradasi akibat korosi meningkat dan dapat mengurangi integritas struktural. Upaya analisis ini bertujuan mengevaluasi kelayakan pipa eksisting berdasarkan residual life dan penilaian risiko dari paduan probabilitas kegagalan dan konsekuensinya. Analisis dimulai dengan pengumpulan data gelombang, arus, dan batimetri sebagai dasar desain. Ketebalan dinding pipa dihitung menggunakan DNV-ST-F101 dan diverifikasi dengan API 5L. Evaluasi kestabilan dilakukan mengacu pada DNV-RP-F109. Analisis bentang bebas dilakukan berdasarkan DNV-RP-F105 guna menghindari kegagalan akibat beban hidrodinamika. Sistem proteksi katodik dirancang menggunakan DNVRP- F103 dan ISO 15589-2, melalui perhitungan kebutuhan arus, jumlah anoda, dan jarak penempatannya. Residual life dinilai dari ketebalan aktual pipa hasil inspeksi setelah 20 tahun operasi, sedangkan evaluasi risiko dilakukan secara semi-kuantitatif berdasarkan ASME B31.4. Hasil menunjukkan ketebalan minimum pipa sebesar 12,7 mm tanpa pelindung beton. Panjang bentang bebas yang diizinkan sebesar 23,387 m. Jumlah anoda yang dibutuhkan sebanyak 99 buah dengan jarak 300 meter. Hasil analisis risiko termasuk kategori risiko tinggi. Oleh karena itu, diperlukan inspeksi lanjutan, re-engineering desain, dan langkah mitigasi untuk menjaga integritas pipa.

2025
👤 Penulis: Adinda Tresnaasih
🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Desain Pipa Bawah Laut 🏷️ Korosi Pipa

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI BAHAN ADITIF PANGAN VANILIN DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

Vanila merupakan aditif pangan yang paling populer digunakan dalam industri seperti makanan, perasa, dan wewangian, dengan vanilin sebagai komponen utamanya. Senyawa utama dari vanilin ini dapat diperoleh dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan limbah TKKS yang belum termanfaatkan dengan maksimal. TKKS mengandung banyak senyawa yang masih bisa dimanfaatkan, seperti lignoselulosa. Lignin, salah satu komponen lignoselulosa, dapat dikonversi secara biologis menjadi vanilin dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pretreatment serta mikroba yang digunakan terhadap perolehan vanilin. Pretreatment pertama dilakukan dengan melakukan alkali pretreatment dengan 2% NaOH (w/v), perbandingan massa TKKS terhadap pelarut 1:10, dan temperatur 90°C selama 3 jam. Sebagian cairan samping pretreatment pertama dipurifikasi menjadi asam ferulat murni. Pretreatment kedua merupakan organosolv pretreatment dengan pelarut campuran aqua dm : butanol : asam format (2:6:2), perbandingan massa TKKS terhadap pelarut 1:10, dan temperatur 180°C selama 80 menit. Tahap kedua adalah melakukan fermentasi dengan variasi mikroba, yaitu Bacillus megaterium, Streptomyces sp., dan Pycnoporus cinnabarus selama 120 jam pada 35°C dan 110 rpm. Dari penelitian ini diperoleh bahwa mikroba terbaik untuk fermentasi asam ferulat menjadi vanilin adalah Streptomyces sp.. Substrat dengan rata-rata perolehan vanilin terhadap TKKS tertinggi adalah kraft dengan Pycnoporus cinnabarinus dan diikuti oleh cairan organosolv dengan Bacillus megaterium.

2025
👤 Penulis: Made Anjelita Devi Larasati
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI BAHANADITIF PANGAN VANILIN DARI LIMBAH TANDANKOSONG SAWIT

Vanila merupakan aditif pangan yang paling populer digunakan dalam industri seperti makanan, perasa, dan wewangian, dengan vanilin sebagai komponen utamanya. Senyawa utama dari vanilin ini dapat diperoleh dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan limbah TKKS yang belum termanfaatkan dengan maksimal. TKKS mengandung banyak senyawa yang masih bisa dimanfaatkan, seperti lignoselulosa. Lignin, salah satu komponen lignoselulosa, dapat dikonversi secara biologis menjadi vanilin dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pretreatment serta mikroba yang digunakan terhadap perolehan vanilin. Pretreatment pertama dilakukan dengan melakukan alkali pretreatment dengan 2% NaOH (w/v), perbandingan massa TKKS terhadap pelarut 1:10, dan temperatur 90°C selama 3 jam. Sebagian cairan samping pretreatment pertama dipurifikasi menjadi asam ferulat murni. Pretreatment kedua merupakan organosolv pretreatment dengan pelarut campuran aqua dm : butanol : asam format (2:6:2), perbandingan massa TKKS terhadap pelarut 1:10, dan temperatur 180°C selama 80 menit. Tahap kedua adalah melakukan fermentasi dengan variasi mikroba, yaitu Bacillus megaterium, Streptomyces sp., dan Pycnoporus cinnabarus selama 120 jam pada 35°C dan 110 rpm. Dari penelitian ini diperoleh bahwa mikroba terbaik untuk fermentasi asam ferulat menjadi vanilin adalah Streptomyces sp.. Substrat dengan rata-rata perolehan vanilin terhadap TKKS tertinggi adalah kraft dengan Pycnoporus cinnabarinus dan diikuti oleh cairan organosolv dengan Bacillus megaterium.

2025
👤 Penulis: Diandra Hasna Putri
🏷️ Vanilin 🏷️ Lignin 🏷️ Proses Produksi Limbah Sawit

PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA DAN PERANCANGAN STRATEGI PEMBINAAN VENDOR DENGAN METODE FUZZY BEST WORST METHOD (FBWM) DAN TOMADA DE DECISAO INTERATIVA MULTICRITERIO (TODIM) DI LINGKUNGAN PT PLN (PERSERO)

Dalam mewujudkan visi dan misinya serta mendukung pemenuhan kelistrikan nasional, PT PLN (Persero) perlu didukung oleh manajemen rantai pasok. Dalam pengelolaan vendor, evaluasi kinerja vendor di PT PLN (Persero) belum dilakukan secara optimal. Berdasarkan data historis tahun 2023–2024 yang bersumber dari sistem e-Procurement PLN, Laporan Evaluasi Kinerja Vendor, serta wawancara dengan Bidang Manajemen Vendor Divisi Manajemen Rantai Pasok PT PLN (Persero), persentase evaluasi kinerja vendor masih sangat rendah dibandingkan dengan total jumlah vendor. PT PLN (Persero) memiliki 12.383 vendor, namun evaluasi kinerja baru dilakukan terhadap 2,15% dari total keseluruhan vendor. Penyebab tidak optimalnya pelaksanaan evaluasi kinerja vendor adalah karena pada kondisi saat ini sistem evaluasi kinerja vendor masih bersifat terdesentralisasi, dengan kriteria dan indikator evaluasi yang belum distandarkan antar jenis pekerjaan. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi kinerja tersebut, strategi pembinaan vendor juga belum dirumuskan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem penilaian kinerja vendor serta perancangan strategi pembinaan vendor berdasarkan nilai kinerja vendor di PT PLN (Persero). Pendekatan penelitian ini dilakukan dengan memetakan model eksisting, mengidentifikasi kelemahan serta akar permasalahannya. Permasalahan yang ditemukan akan diperbaiki melalui pengembangan berdasarkan model acuan. Pengembangan sistem penilaian kinerja vendor dilakukan dengan menetapkan kriteria dan sub-kriteria. Terdapat 7 kriteria dan 15 sub kriteria pada pengembangan sistem penilaian kinerja vendor dimana seluruh kriteria dan sub kriteria tersebut sudah dilakukan validasi model yang konsensus. Pada sistem penilaian kinerja, bobot terbesar ada pada kriteria Kualitas sebesar 23%, disusul dengan kriteria Delivery dengan bobot sebesar 21%, K3L 13%, Sanksi dan Layanan Purna Jual 12%, Inovasi 10%, dan Informasi 9%. ii Pendekatan yang dilakukan untuk pengembangan strategi pembinaan vendor adalah dengan kategorisasi yang dilakukan dengan menggunakan matriks model Govindan, K., dkk (2023), yang kemudian dari matriks 4 kuadran dikembangkan menjadi matriks 3 dimensi dengan 8 oktan dimana sumbu x adalah nilai spend untuk penyedia tersebut, sumbu y adalah nilai kinerja penyedia, dan sumbu z adalah rating keuangan. 5. Berdasarkan hasil validasi model strategi pembinaan vendor, terdapat 8 oktan atau kategori area dimana masing-masing oktan ditentukan strategi pembinaan vendor meliputi long-term collaboration, compensation, supplier switching, supplier development, dan economic improvement. Pada 8 oktan atau kategori area juga dilakukan prioritasisasi terhadap pembinaan vendor dengan melihat nilai kinerja yang rendah sebagai prioritas utama pembinaan, kemudian berdasarkan nilai spend yang tinggi dan terakhir rating keuangan yang masih rendah. Selanjutnya, berdasarkan sistem penilaian kinerja vendor yang dikembangkan, dilakukan penilaian kinerja meliputi 7 vendor pada pengadaan cubicle, 20 vendor pada pengadaan cable power, 20 vendor pada pengadaan tiang, 7 vendor pada pengadaan kwh meter, 4 vendor pada pengadaan SUTET, 48 vendor pada pengadaan trasmisi, dan 64 vendor pada pengadaan gardu induk. Berdasarkan hasil penilaian, dapat dilihat pada kriteria-kriteria mana yang menjadi kelemahan dalam performa vendor, sehingga dapat menjadi fokus pembinaan untuk memperbaiki kinerja vendor. Sebanyak 32% dari total vendor yang masih terdapat peluang perbaikan kinerja. Adanya penilaian dengan menggunakan TODIM dapat mengubah kategorisasi dan strategi pembinaan vendor jika dibandingkan dengan histori nilai kinerja vendor.

2025
👤 Penulis: Dania Sita Ardhiana Reswari
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kualitas Dan Kuantitatif

ANALISIS PERBANDINGAN KESEHATAN POHON REVEGETASI LAHAN REKLAMASI TAHUN 2019 & HUTAN NON-REVEGETASI SERTA REKOMENDASI REKAYASA TEMPAT TUMBUH DI PT CITRA PALU MINERALS, SULAWESI TENGAH

Salah satu kewajiban dari perusahaan tambang adalah melakukan restorasi karena penambangan merusak ekosistem dan berdampak signifikan terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Untuk mengetahui keberhasilan restorasi ekosistem yang telah dijalankan oleh perusahaan tambang, penilaian terhadap kesehatan pohon dapat dilakukan melalui kegiatan inventarisasi pohon, penilaian terhadap kesehatan pohon dan tajuknya, yang nantinya akan dijadikan dasar rekomendasi untuk tindakan rekayasa, yaitu rekomendasi spesies target baru yang dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas kegiatan revegetasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penampakan tegakan, kesehatan pohon dan rasio tajuk hidup pada lahan reklamasi Tahun 2019 dengan hutan non-revegetasi di PT Citra Palu Minerals (CPM), Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) dan Visual Crown Ratio (VCR), dengan prinsip sensus pada lahan revegetasi 2019, dan random sampling dengan plot 20 x 20 m di hutan non-revegetasi. Data yang digunakan meliputi nama dan jumlah spesies, kesehatan pohon dan kondisi tajuk, dan uji statistik non-parametrik chi-square untuk perbedaan tipe kerusakan. Chi-square test menunjukkan perbedaan signifikan pada jenis kerusakan antara lahan revegetasi 2019 dan hutan non-revegetasi. Rataan skor FHM pada lahan revegetasi 2019 (6,37) menunjukkan kondisi kesehatan pohon yang lebih buruk dibandingkan dengan hutan non-revegetasi (4,77), demikian juga rataan skor VCR pada lahan revegetasi 2019 (3,00) lebih rendah dibandingkan hutan non-revegetasi (3,33), dengan 1189 kerusakan yang ditemukan pada 473 individu di lahan revegetasi 2019, dan 329 kerusakan pada 118 individu di hutan non-revegetasi. Hal ini disebabkan oleh usia tegakan revegetasi yang masih sangat muda, sehingga belum mampu secara optimal melakukan regulasi air dan nutrisi serta perbaikan sel secara alami. Untuk revegetasi yang lebih baik, diperlukan rekomendasi rekayasa berupa perlakuan terhadap tempat tumbuh, pencegahan dan penanggulangan kerusakan, serta rekomendasi spesies untuk revegetasi dari famili Lamiaceae, Anacardiaceae, dan Euphorbiaceae. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tegakan hutan non-revegetasi lebih sehat, dan memiliki tajuk yang lebih baik. Diharapkan ada pemantauan terhadap lahan revegetasi, penelitian dengan pembagian jenis tegakan yang lebih spesifik, dan pelaksanaan rekomendasi rekayasa.

2025
👤 Penulis: Muhammad Bintang Ramadhan
🏷️ Lokalais 🏷️ Restorasi Alam 🏷️ Analisis Kesehatan Pohon

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI CIWARU, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN

Sungai Ciwaru sudah dikenal dengan fenomena banjir yang terus terjadi setiap tahunnya. Pada Sungai Ciwaru, banjir yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh adanya input pasang surut melainkan disebabkan oleh meluapnya Sungai Ciwaru sebagai akibat dari berkurangnya kapasitas penampang Sungai Ciwaru akibat sedimentasi. Penanganan banjir secara menyeluruh dari hulu ke hilir sungai diperlukan untuk meminimalisir limpasan banjir di wilayah Sungai Ciwaru. Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis dan merencanakan desain struktur penanggulangan banjir pada Sungai Ciwaru, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Debit desain yang digunakan diestimasikan dengan hidrograf satuan sistesis metode SCS-Snyder yang diverifikasi terhadap kondisi pengukuran debit di lapangan. Adapun debit desain yang digunakan adalah debit hulu Sungai Ciwaru periode ulang 20 tahun sebesar 25.19 m3/s. Struktur yang direncanakan adalah tanggul atau sheet piles pada tepi sungai. Pemodelan hidraulika dilakukan dengan menggunakan perangkat HEC-HMS dan HEC-RAS. Fitur yang digunakan dalam pemodelan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS adalah 1D (satu dimensi) yang meninjau perbandingan antara tinggi muka air banjir dengan elevasi tepi sungai. Kondisi eksisting kapasitas aliran Sungai Ciwaru mampu mengalirkan debit bankfull dengan periode ulang 1.1 tahun. Sehingga, setiap tahunnya kemungkinan besar (90.9%) akan ada setidaknya satu ruas atau lebih Sungai Ciwaru yang melimpas. Metode pengendalian banjir pada Sungai Ciwaru dilakukan secara bertahap. Mulai dari skenario normalisasi. Untuk alternatif 1 panjang sungai yang dinormalisasi sebesar 2,922.3 m dengan lebar 8 m, sedangkan alternatif 2 panjang sungai yang dinormalisasi sebesar 2,922.3 m dengan lebar 10 m. Karena masih terdapat ruas yang melimpas/overflow (32.26%) maka dilakukan penanganan berupa pemasangan sheet piles pada ruas Sungai Ciwaru yang masih melimpas, dimana persentase overflow yang didapatkan tidak ada yang melimpas (0.00%). Alternatif 1 memerlukan tinggi elevasi sheet piles +3.58 m dan panjang 972 m, sedangkan alternatif 2 memerlukan tinggi elevasi sheet piles +4.25 m dengan panjang 3,671 m. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk alternatif 1 sebesar Rp.9,492,778,000 dan untuk alternatif 2 sebesar Rp. 10,207,918,000.

2025
👤 Penulis: Abdul Ghany
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Risiko Banjir
Halaman 342 dari 6754
💬