📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERBANDINGAN METODE GUSTAFSON-KESSEL DAN FUZZY C-MEANS CLUSTERING DALAM PENGELOMPOKAN KEJADIAN GEMPA BUMI TEKTONIK BERDASARKAN BEBERAPA FITUR GEMPA BUMI
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kejadian gempa bumi tektonik beserta objek tertanggung yang terdampak menggunakan pendekatan clustering. Proses pengelompokan ini memanfaatkan beberapa karakteristik atau fitur kejadian gempa bumi tektonik serta atribut khusus dari objek tertanggung yang bersesuaian. Secara spesifik, penelitian ini menggunakan empat fitur, yaitu: magnitudo momen (moment magnitude) gempa bumi tektonik; kedalaman gempa dalam kilometer; percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration atau PGA); serta harga pertanggungan properti (sum insured) dalam rupiah atau IDR. Dalam tugas akhir ini dibahas metode clustering Gustafson-Kessel serta perbandingannya dengan Fuzzy C-Means Clustering. Pemilihan algoritma Gustafson-Kessel dilandasi oleh keunggulannya dalam memperhitungkan efek korelasi antar variabel atau fitur, suatu aspek yang tidak terakomodasi dalam Fuzzy C-Means Clustering. Hasil analisis clustering menggunakan algoritma Gustafson-Kessel dan Fuzzy C-Means Clustering menunjukkan bahwa pengelompokan optimal diperoleh dengan tiga kelas risiko, yaitu: risiko sangat tinggi; risiko tinggi; dan risiko moderat. Lebih lanjut, berdasarkan data yang digunakan dalam tugas akhir ini, ditemukan bahwa metode clustering Gustafson-Kessel lebih unggul dibandingkan metode Fuzzy C-Means Clustering karena mempertimbangkan korelasi yang mungkin terjadi antar variabel/fitur sehingga memberikan nilai Partition Coefficient yang lebih tinggi.
KARAKTERISASI RESERVOIR DENGAN INTEGRASI METODE AMPLITUDE VARIATION WITH OFFSET (AVO), INVERSI ACCOUSTIC IMPEDANCE (AI/SI), ANALISIS SEISMIK STRATIGRAFI, SERTA PEMETAAN FASIES PADA LAPANGAN
Lapangan “WTS” yang terletak di Cekungan Kutai menyajikan tantangan eksplorasi signifikan akibat karakteristik reservoirnya yang kompleks. Formasi ini didominasi oleh endapan thin layer channel fill dengan tingkat anisotropi batuan yang tinggi, sehingga mempersulit proses identifikasi persebaran litologi dan kandungan hidrokarbon yang akurat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi reservoir secara komprehensif guna menentukan zona prospek hidrokarbon. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengaplikasikan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan analisis Amplitude Versus Offset (AVO), penggunaan atribut seismik, dan metode inversi seismik. Terdapat juga metode untuk meningkatkan nilai signal to noise ratio dari data seismik menggunakan pre-conditioning. Secara umum, metodologi yang digunakan berfokus pada tiga komponen utama: analisis atribut AVO untuk mendeteksi anomali fluida, kalkulasi atribut amplitudo Root Mean Square (RMS) untuk memetakan fitur sedimen, dan inversi seismik post-stack untuk menghasilkan volume impedansi akustik (AI/SI). Integrasi data sumur dan analisis petrofisika dilakukan untuk mengkalibrasi hasil analisis seismik guna membangun model reservoir yang andal dan menentukan parameter elastik yang paling sensitif dalam membedakan litologi serta fluida. Hasil analisis berhasil mengidentifikasi fasies yang berkaitan erat dengan sistem pengendapan sedimen, yang terbagi menjadi dua jalur channel utama dan satu struktur slope fan pada interval reservoir 1010, sementara dua channel pada interval reservoir 1050. Analisis parameter elastik menunjukkan impedansi akustik (AI) merupakan properti paling efektif dalam memisahkan fluida. Berdasarkan korelasi data sumur, berhasil ditentukan nilai cutoff kuantitatif untuk dua interval reservoir utama. Pada interval 1010, zona prospek hidrokarbon diidentifikasi dengan nilai P-impedance < 8000 (ms*g/cc), sementara untuk interval 1050, cutoff hidrokarbon ditetapkan pada Pimpedance < 8200 (ms*g/cc).
EVALUASI PERSAMAAN MONONOBE TERHADAP INTENSITAS HUJAN AKTUAL DURASI SINGKAT
Penentuan intensitas hujan rencana yang akurat merupakan tahap krusial dalam perancangan infrastruktur hidrologis untuk mitigasi risiko bencana seperti banjir dan longsor. Persamaan Mononobe adalah salah satu metode empiris yang sering digunakan di Indonesia untuk mengestimasi intensitas hujan durasi singkat, namun aplikasinya memerlukan validasi terhadap karakteristik hujan lokal untuk menghindari kesalahan desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Persamaan Mononobe serta membandingkan penggunaan seri data tahunan dan seri data parsial dalam mengestimasi intensitas hujan rencana durasi singkat (1-6 jam) untuk periode ulang 20 tahun. Pada penelitian ini digunakan data curah hujan dengan ketelitian 10 menit yang didapatkan dari stasiun pengukuran site tambang PT XYZ. Metodologi penelitian mencakup agregasi data hujan historis beresolusi 10 menit menjadi data hujan maksimum durasi 1 hingga 6 jam. Untuk setiap durasi, dibentuk seri tahunan dan seri parsial yang kemudian dianalisis menggunakan metode Distribusi Gumbel untuk mendapatkan curah hujan rencana. Nilai ini selanjutnya digunakan dalam Persamaan Mononobe untuk menghasilkan intensitas hujan rencana yang dibandingkan dengan data aktual. Hasil analisis menunjukkan bahwa Persamaan Mononobe secara konsisten menghasilkan nilai yang cenderung underestimate untuk periode ulang 2, 5, 10, dan 20 tahun, walaupun ada beberapa skenario yang menunjukkan hasil yang overestimate. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi kegagalan pada infrastruktur yang dirancang menggunakan metode ini. Selain itu, teridentifikasi pola deviasi yang unik, di mana kesesuaian terbaik antara nilai rencana dan aktual terjadi pada durasi 2 jam. Disimpulkan bahwa penggunaan Persamaan Mononobe tanpa adanya penyesuaian dengan karakteristik hujan lokal tidak disarankan karena hasil perkiraan yang telah dilakukan tidak dapat mengakomodasi hujan maksimum yang terjadi.
KINERJA PENGEMBANGAN BANDARA PENGUMPAN STUDI KASUS :BANDARA H. ASAN SAMPIT KALIMANTAN TENGAH
Bandar Udara H. Asan Sampit merupakan salah satu bandara pengumpan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang memiliki peranan strategis dalam mendukung konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, dengan meningkatnya permintaan transportasi udara, terutama dalam jangka waktu hingga tahun 2040, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dan kelayakan pengembangan fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) bandara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas eksisting serta merumuskan kebutuhan pengembangan fasilitas bandara berdasarkan proyeksi pergerakan pesawat, penumpang, dan barang menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA), ICAO dan Peraturan Kementerian Perhubungan. Data yang digunakan meliputi data primer melalui pengambilan langsung di lapangan serta data sekunder berupa data pergerakan pesawat, penumpang, dan barang selama lima tahun terakhir. Proyeksi permintaan dilakukan dengan metode regresi linier yang mempertimbangkan pertumbuhan penumpang Kotawaringin Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas eksisting runway, taxiway, apron, dan terminal penumpang belum memadai untuk mengakomodasi pertumbuhan pergerakan hingga tahun 2041. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan fasilitas sesuai tahapan dalam Rencana Induk Bandara H. Asan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 188 Tahun 2022. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional, pengembangan kapasitas fasilitas bandara harus dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan dimensi runway, optimalisasi konfigurasi apron, penambahan luas terminal penumpang, serta penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pelayanan. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis bagi pengambil kebijakan dalam merencanakan pengembangan jangka panjang Bandara H.Asan Sampit.
OPTIMISASI MULTIOBJEKTIF YANG INTERAKTIF PADA MASALAH DISTRIBUSI SUKU CADANG
Manajemen persediaan suku cadang sepeda motor merupakan tantangan penting di industri otomotif khususnya di Indonesia karena memiliki volume pasar yang sangat besar. Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah distribusi suku cadang dengan menentukan nilai optimal jumlah kuantitas pemesanan dan safety stock (SS) untuk berbagai jenis suku cadang secara simultan pada satu periode pemesanan. Optimisasi dilakukan dengan mempertimbangkan tiga tujuan, yaitu meminimalkan total biaya, memaksimalkan tingkat layanan pelanggan atau cycle service level (CSL), dan memaksimalkan perputaran persediaan atau inventory turnover (ITO). Dengan demikian, jumlah pemesanan dan SS yang optimal di setiap suku cadang dapat meminimalkan risiko kekurangan persediaan sekaligus mengurangi potensi penumpukan barang. Penelitian ini bekerjasama dengan PT. Daya Anugrah Mandiri atau lebih dikenal Daya Motor yang merupakan salah satu distributor honda terbesar di Indonesia. Proses optimisasi diawali dengan melakukan prediksi estimasi permintaan suku cadang untuk periode berikutnya menggunakan metode Prophet. Selanjutnya, solusi Pareto optimal dari permasalahan optimisasi diperoleh melalui Reference Vector Guided Evolutionary Algorithm (RVEA) dan Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA II). Setelah itu, satu solusi final dipilih melalui metode interaktif Sinkronisasi NIMBUS yang melibatkan pengambil keputusan sehingga solusi final yang diberikan tidak hanya optimal tetapi juga selaras dengan preferensi pengambil keputusan dan kebutuhan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NSGA II menghasilkan solusi yang lebih unggul dibanding RVEA. Model optimisasi ini memberikan rekomendasi nilai safety stock (SS) dan jumlah kuantitas pemesanan (Sugor) untuk 50 jenis suku cadang di salah satu cabang Daya Motor. Model optimisasi yang dikembangkan beserta hasilnya dapat berfungsi sebagai alat bantu keputusan yang efektif dan selaras dengan prioritas strategis perusahaan.
PENGARUH PARTIKEL ZEOLIT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TANAH DAN SERAPAN LOGAM BERAT PADA KOMPOS SAMPAH ORGANIK DALAM PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTANS)
Sampah menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Pada 2023, Indonesia menghasilkan 15.464.683,44 ton sampah, dengan 31,69% tidak terkelola. Sampah yang tidak terkelola dapat menimbulkan kontaminasi pencemaran logam pada jenis sampah organik dan anorganik lainnya. Saat jenis sampah organik tercemar logam dimanfaatkan sebagai kompos, logam berat seperti Zn, Pb, dan Cd dapat mencemari tanah dan memengaruhi tanaman seperti kangkung (Ipomoea reptans). Zeolit, sebagai adsorben dan penukar ion, berpotensi meremediasi tanah tercemar logam berat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ukuran partikel zeolit dalam meningkatkan kualitas tanah dan penyerapan logam baik di tanah maupun di tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan kombinasi dosis pupuk (0, 15, 20, 25 ton/ha) dan jenis zeolit (tanpa, mikro, makro). Parameter yang diamati meliputi pH, suhu, kelembaban, kadar air, bulk density, porositas, KTK, serta kandungan Pb dan Zn di tanah dan tanaman. Hasil menunjukkan bahwa pada tanah tercemar Zn, P0Z2 (tanpa pupuk; zeolit makro) menghasilkan pH tertinggi 6,43. Suhu dan kelembaban optimal (24–25°C dan 82,50%) terjadi pada P2Z2 (pupuk 25 ton/ha; zeolit makro). Kadar air optimal (67,09%) terdapat pada P3Z0 (pupuk 25 ton/ha; tanpa zeolit). Pada tanah Pb, perlakuan P1Z1 (pupuk 15 ton/ha; zeolit mikro) menghasilkan pH 5,90–5,95, dengan suhu dan kelembaban stabil di P2Z1 (pupuk 20 ton/ha; zeolit mikro). Kadar air optimal (81,7%) pada P3Z1 (pupuk 25 ton/ha; zeolit mikro). Zeolit mikro mampu meningkatkan KTK dan lebih efektif mengimobilisasi Pb di tanah. Zeolit makro mampu menahan Zn lebih baik (67,63 ppm) dibanding zeolit mikro (48,43 ppm). Zeolit mikro mampu menurunkan Pb dalam tanah lebih efektif (120,50 ppm) dibanding zeolit makro (182,50 ppm) dan tanpa perlakuan zeolit (205,50 ppm). Namun, pada tanaman, kadar Pb yang terdeteksi tetap melebihi ambang batas aman konsumsi (SNI 7387:2009) pada seluruh perlakuan zeolit, termasuk mikro (9 ppm), makro (7,25 ppm), maupun tanpa zeolit (3 ppm), menunjukkan bahwa zeolit tidak efektif menurunkan akumulasi Pb dalam jaringan tanaman kangkung. Ukuran partikel zeolit berpengaruh terhadap kualitas tanah dan kemampuan imobilisasi logam berat di tanah, tetapi belum efektif menurunkan kadar Pb dalam tanaman ke tingkat aman konsumsi. Zeolit makro efektif menahan Zn di tanah, sedangkan zeolit mikro lebih efektif menurunkan Pb dalam tanah dan meningkatkan KTK.
GEOLOGI, PEMODELAN RESERVOIR STATIS, DAN PENGHITUNGAN SUMBER DAYA ZONA 1 DAN ZONA 2, LAPANGAN EL PATRON, FORMASI TALANGAKAR, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Optimalisasi produksi dan penemuan sumber daya hidrokarbon baru menjadi hal yang penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional sebagai tanggapan terhadap meningkatnya permintaan energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi dan pemodelan reservoir statis pada zona 1 dan zona 2, Lapangan El Patron, Formasi Talangakar di Cekungan Sumatra Selatan. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan, menentukan sebaran properti petrofisika secara vertikal dan lateral, menghitung volume sumber daya hidrokarbon, dan menentukan lapisan paling potensial untuk pengembangan lebih lanjut. Metodologi penelitian meliputi analisis fasies, petrofisika, dan pemodelan reservoir statis tiga dimensi berdasarkan data inti batuan, log tali kawat, dan seismik. Pemodelan struktur menggunakan metode corner point gridding, pemodelan fasies menggunakan object modelling, pemodelan rock type dengan Sequential Initial Simulation (SIS), pemodelan volume shale menggunakan Sequential Gaussian Simulation (SGS), dan pemodelan porositas dengan Sequential Gaussian Simulation (SGS). Studi ini mengidentifikasi sebelas litofasies yang berbeda, yang dikategorikan ke dalam lima asosiasi fasies, meliputi Meandering Fluvial Channel, Levee Heterolithic, Flood Plain, Tidal Bar, dan Interdistributary Bay, yang mengindikasikan lingkungan pengendapan Sistem Fluvio-Tidal secara keseluruhan. Perhitungan volumetrik memperkirakan total sumber daya Gas Awal di Tempat (Original Gas In Place - OGIP) sebesar 354 Bscf di dalam zona 1 dan zona 2. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa Zona 1 mengandung sebagian besar dari volume ini, dengan perkiraan 349 Bscf, yang menempatkannya sebagai interval paling prospektif untuk kegiatan pengembangan selanjutnya.
UJI BIODISTRIBUSI LIPOSOM-PEG2000-DSPE PADA MENCIT DIABETIK NEFROPATI SECARA IN VIVO DAN EX VIVO
Diabetik nefropati (DN) adalah salah satu komplikasi mikrovaskular utama pada penderita diabetes yang ditandai dengan gangguan filtrasi glomerulus dan fibrosis ginjal. Transforming Growth Factor-Beta 1 (TGF-?1) berperan penting dalam proses fibrosis ginjal yang berkontribusi terhadap perkembangan DN. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi biodistribusi sediaan Liposom-PEG2000-DSPE pada model hewan mencit diabetik nefropati serta mengevaluasi sirkulasi sistemiknya pada mencit normal. Model mencit diabetik nefropati dibuat dengan induksi streptozotocin (STZ) yang diberikan secara intraperitoneal. Evaluasi dilakukan melalui analisis parameter metabolik, seperti kadar glukosa darah dan albumin urin, serta ekspresi protein TGF-?1 dalam urin sebagai indikator fibrosis ginjal. Liposom-PEG2000-DSPE disintesis menggunakan metode hidrasi lapisan tipis, kemudian dikarakterisasi berdasarkan ukuran partikel dan stabilitasnya. Uji sirkulasi dilakukan dengan pelabelan fluoresen menggunakan DiD dan dianalisis dengan Glomax Microplate Reader untuk mengukur keberadaannya dalam darah. Uji biodistribusi dilakukan menggunakan alat In Vivo Imaging System (IVIS) secara in vivo dan ex vivo terhadap organ utama seperti ginjal, hati, limpa, paru-paru, dan jantung. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa Liposom-PEG2000-DSPE memiliki waktu sirkulasi yang lebih panjang dibandingkan Liposom tanpa PEG, serta distribusi yang lebih baik ke ginjal. Studi ini diharapkan menunjukkan bahwa modifikasi PEGylation pada Liposom dapat meningkatkan efisiensi penghantaran ke ginjal serta memperpanjang waktu sirkulasinya dalam darah, sehingga berpotensi digunakan sebagai sistem penghantaran obat yang lebih efektif untuk pengobatan diabetik nefropati.
BIOMINERALISASI NIKEL(II) KARBONAT MELALUI PEMANFAATAN ENZIM KARBONAT ANHIDRASE SEBAGAI KATALIS DAN MEKANISME UREOLISIS DALAM DAUR ULANG LIMBAH BATERAI NMC BERBASIS TEKNOLOGI CARBON CAPTURE, UTILIZATION, AND STORAGE (CCUS)
Untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060, Indonesia mendorong penggunaan kendaraan listrik. Transisi ini diproyeksikan dapat mengahsilkan 189.432 ton limbah baterai pada tahun 2035 yang pada baterai nikel-mangan-kobalt (NMC) berpotensi menyumbang 19.416 ton nikel. Teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) dapat dimanfaatkan untuk menyintesis ulang prekursor seperti NiCO? melalui enzim karbonat anhidrase (CA) dan urease yang mempercepat konversi CO? dan meningkatkan pH larutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi biomineralisasi NiCO? melalui injeksi CO? dan ureolisis, serta menganalisis pengaruh enzim dan NH?OH terhadap karakteristik partikel. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap utama. Tahap pertama adalah seleksi 69 isolat bakteri ureolitik berdasarkan aktivitas urease. Tiga isolat terbaik diuji laju pertumbuhannya, dan isolat tercepat digunakan pada tahap selanjutnya. Tahap kedua melibatkan injeksi CO? ke dalam larutan NiSO? dengan variasi NH?OH 0,67 M dan 1,00 M serta enzim CA 0% dan 10% dari kultur Pseudomonas sp. SKC-25 (JP2). Kadar nikel diukur menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS), dan presipitat dikarakterisasi dengan Scanning electron microscope–energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDS), X-ray diffraction (XRD), fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), dan particle size analyzer (PSA). Tahap ketiga mengevaluasi pengaruh NH?OH terhadap biomineralisasi ureolisis dalam medium nutrient broth (NB) dengan NiSO? dan urea 20 g/L. Sampel diambil setiap 24 jam selama lima hari untuk mendapatkan nilai kadar nikel, serapan pada spektrum cahaya, dan pH. Presipitat akhir dikarakterisasi seperti pada tahap kedua. Konsentrasi NH?OH dan enzim CA berpengaruh signifikan terhadap konversi nikel. Penambahan 10% enzim CA meningkatkan konversi nikel hingga lebih dari 98%, sedangkan peningkatan konsentrasi NH?OH justru menurunkan efisiensi presipitasi. Namun, interaksi antar keduanya tidak signifikan, menandakan pengaruh independen. Enzim CA 10% juga memperkecil ukuran dan mempersempit distribusi partikel, terlihat dari penurunan tingkat sebaran ukuran dari 2,744 menjadi 2,094 pada NH?OH 0,67 M. Sebaliknya, peningkatan NH4OH memperbesar ukuran dan memperlebar distribusi. Citra SEM menunjukkan partikel sferis berpori dengan enzim, dan partikel kasar tak beraturan pada NH4OH tinggi. Dalam biomineralisasi berbasis ureolisis, penambahan NH?OH menurunkan efisiensi presipitasi dari 32,18% menjadi 23,08%, disertai pembentukan partikel yang lebih kasar dan distribusi ukuran lebih lebar.
SIMULASI DAN ANALISIS HIDROGEOKIMIA PREDIKSI PERUBAHAN KIMIA AIR TANAH PADA TAMBANG BAWAH TANAH PB-ZN DI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PHREEQC
Tambang bawah tanah komoditas Pb-Zn yang berada Sumatera Utara memiliki potensi mempengaruhi kualitas air tanah akibat interaksi antara air dan mineral di bawah permukaan. Penelitian ini mensimulasikan dan menganalisis proses hidrogeokimia air tanah pada tambang bawah tanah Pb-Zn di Sumatera Utara menggunakan perangkat lunak PHREEQC dengan metode inverse modeling dan forward modeling. Data kualitas air dari tujuh sumur pantau dan air hujan digunakan untuk mengidentifikasi reaksi geokimia, jenis mineral yang berperan, serta memprediksi komposisi kimia air tanah. Hasil simulasi menunjukkan mayoritas unsur memiliki error sangat kecil (<1%), namun unsur Fe, Mn, K, dan Na menunjukkan deviasi signifikan hingga >90% pada beberapa sampel. Analisis diagram Piper mengklasifikasikan seluruh sampel sebagai tipe Ca–HCO? yang mencerminkan interaksi dengan batuan karbonat dan karakteristik air tanah muda. Perbandingan dengan baku mutu air di Indonesia menunjukkan sebagian besar unsur masih dalam batas aman, kecuali Fe dan Zn yang pada data lapangan dan hasil simulasi melebihi ambang batas. Temuan ini menegaskan perlunya penyesuaian parameter dan validasi lanjutan untuk meningkatkan akurasi model.
SIMULASI POTENSI PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG PADA DANAU PASCATAMBANG BATUBARA PT XYZ
Penambangan batubara dengan sistem tambang terbuka akan meninggalkan lubang pascatambang (void) yang terisi air dan membentuk danau pascatambang (pit lake). Salah satu tantangan utamanya adalah potensi pembentukan Air Asam Tambang (AAT) akibat oksidasi mineral sulfida yang terekspos, yang dapat menurunkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menyimulasikan potensi pembentukan AAT dan memprediksi kualitas air di danau pascatambang PT XYZ. Metode yang digunakan adalah pemodelan geokimia menggunakan perangkat lunak PHREEQC, dengan memanfaatkan data sekunder seperti kualitas air hujan, air lindian, mineralogi batuan, dan topografi tambang. Simulasi dilakukan secara bertahap mengikuti proses pengisian danau oleh air hujan dan air limpasan yang berinteraksi dengan batuan dinding pit. Tahap selanjutnya adalah inverse modeling untuk mengidentifikasi model reaksi geokimia (pelarutan dan pengendapan mineral) yang mengubah air hujan (larutan awal) menjadi air lindian (larutan akhir) berdasarkan data uji kinetik. Model reaksi yang diperoleh kemudian divalidasi melalui forward modeling, di mana kualitas air hujan disimulasikan untuk memastikan hasilnya sesuai dengan data kualitas air lindian. Hasil penelitian menunjukkan danau pascatambang akan terisi penuh dalam waktu 5 tahun 7 bulan. Pada kondisi penuh, kualitas air danau hasil simulasi memiliki pH akhir sebesar 3.27.
STUDI MEKANISME RESISTENSI VANKOMISIN TERHADAP D-ALA-D-SER MELALUI SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER
Vankomisin adalah antibiotik glikopeptida krusial untuk mengobati infeksi bakteri gram positif, termasuk MRSA, dengan menargetkan dipeptida d-ala-d-ala pada prekursor pembentukkan dinding sel bakteri. Akan tetapi, mutasi genetik pada bakteri dapat mengubah target ini menjadi d-ala-d-ser yang menyebabkan resistensi dan penurunan afinitas vankomisin. Meskipun penurunan afinitas ini relatif kecil (sekitar 7 kali lipat) dibandingkan dengan mutasi d-ala-d-lak, pemahaman mekanisme resistensi tetap penting untuk menurunkan prevalensi resistensi. Oleh karena itu, simulasi dinamika molekuler digunakan untuk menganalisis interaksi pada tingkat atomik, memberikan wawasan detail tentang mekanisme molekuler yang mendasari resistensi ini. Pada penelitian ini, mekanisme resistensi dianalisis menggunakan AMBER, Discovery Studio Visualizer 2024, dan Chimera 1.18. Analisis dilakukan dengan menggunakan prekursor peptidoglikan berupa N-acetyl dengan durasi analisis 200ns. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penurunan afinitas yang diukur dengan energi bebas pengikatan, berkisar dua kali lipat. Analisis interaksi mengungkapkan bahwa stabilitas kompleks resisten terganggu akibat ketidakstabilan empat ikatan hidrogen kunci yang berada di luar batas jarak ideal dengan pelepasan ligan terjadi secara progresif. Hipotesis mengenai penalti entropi akibat benturan sterik antara gugus hidroksil vankosamin dengan serin tidak berpengaruh secara signifikan. Interaksi tambahan seperti ikatan C5-hidroksil dan ikatan halogen terdeteksi, tetapi hanya terbentuk dalam persentase yang sangat kecil, mengindikasikan kontribusi yang tidak signifikan terhadap stabilitas ikatan. Studi ini menyimpulkan bahwa mekanisme resistensi utama disebabkan oleh destabilisasi ikatan hidrogen kunci yang menurunkan afinitas dan bukan karena penalti entropi atau interaksi tambahan yang kuat.
USULAN RANCANGAN MODEL BISNIS TWO-SIDED PLATFORM WAITHUB BERDASARKAN VALUE PROPOSITIONS UNTUK INDUSTRI BEAUTY SERVICE
WaitHub merupakan platform antrean digital yang awalnya dikembangkan untuk sektor publik, tetapi menghadapi hambatan adopsi saat berekspansi ke industri beauty service yang layanannya bersifat personal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang model bisnis WaitHub berdasarkan value propositions agar sesuai dengan kebutuhan spesifik industri ini. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, wawancara eksploratif, analisis tematik, validasi kebutuhan melalui survei, serta perumusan sistem berbasis value proposition canvas, rekayasa kebutuhan, dan model bisnis two-sided platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan (end-customer) menginginkan informasi layanan dan harga yang transparan, pemesanan waktu layanan yang fleksibel, pilihan kapster atau stylist sesuai preferensi, serta antrean yang minim. Sementara itu, merchant membutuhkan sistem yang efisien untuk pencatatan data dan penjadwalan layanan. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rancangan value propositions yang mengakomodasi kebutuhan kedua pihak. Rancangan ini diterjemahkan ke dalam fitur fungsional, seperti reservasi slot waktu, pemilihan kapster atau stylist, pengaturan mode interaksi, dan rekap operasional dalam bentuk dashboard. Rancangan tersebut selanjutnya dipetakan ke dalam two-sided platform business model canvas (BMC) yang terdiri dari 22 blok utama. Model ini mencakup segmen pelanggan, value propositions, filter, rules, saluran distribusi, saluran distribusi, sumber daya kunci, struktur biaya, dan pendapatan. Skema monetisasi terdiri atas platform fee per transaksi,biaya langganan untuk fitur dasar dan pro, serta biaya pemasangan iklan digital. Model bisnis yang disusun telah divalidasi dengan CEO WaitHub dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh blok model bisnis valid. Namun, terdapat catatan pada blok rules, yang disesuaikan dengan penambahan aturan mengenai batas maksimal reschedule dan pengalihan uang muka menjadi koin WaitHub.
ANALISIS VALUE STREAM MAPPING UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PROSES PRODUKSI PADA CV BAROKAH MARDHIYYA
Penelitian ini difokuskan untuk melihat aliran proses produksi pada CV Barokah Mardhiyya (Pabrik BM) yang merupakan pabrik maklun obat herbal. Perusahaan ini tergolong masih baru dan memiliki banyak peluang perbaikan yang dapat dilakukan. Kerap kali terdapat pelanggan maklun yang tidak jadi memesan karena lamanya waktu produksi yang menyebabkan adanya antrean dalam memproses pesanan pelanggan. Sehingga penting untuk memetakan terlebih dahulu bagaimana aliran proses produksi saat ini dan apa perbaikan terdekat yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan adalah perancangan Value Stream Mapping (VSM) yang menggambarkan aliran proses produksi dan keluhan yang harus segera diperbaiki pada aliran proses produksi. Dari sekian banyak proses produksi yang ada dalam aliran tersebut, dapat diidentifikasi proses mana yang memberikan nilai tambah, tidak memberikan nilai tambah namun diperlukan, dan proses pemborosan yang dapat dihilangkan/diperbaiki. Pembuatan VSM dimulai dengan menggambarkan kondisi saat ini, kemudian mewawancarai karyawan untuk mendapatkan informasi dimana letak perbaikan yang dapat dilakukan dari keluhan yang dirasakan. Setelah itu direncanakan perbaikan yang ingin dilakukan. Apabila perbaikan yang diinginkan membutuhkan pembuatan alat bantu, digunakan metode design thinking untuk merancang alat bantu tersebut. Pada penelitian ini, pembuatan alat bantu menggunakan prinsip poka-yoke yaitu alat bantu yang dapat mencegah kesalahan kerja pada proses pengisian cairan dan penutupan botol. Setelah itu, VSM kondisi masa depan dibuat untuk menggambarkan perbaikan yang diinginkan. VSM akan ditinjau ulang secara berkala untuk melihat apakah kondisi masa depan yang diinginkan sudah tercapai atau belum, untuk kemudian dibuat ulang VSM kondisi masa depan yang diinginkan selanjutnya. Implementasi usulan perbaikan berupa perancangan alat bantu pencegah kesalahan pada proses pengisian botol diharapkan meningkatkan performa hingga 30 menit. Karyawan tidak lagi menemui tumpahan cairan akibat adanya botol terguling ketika melakukan pengisian cairan ke dalam botol. Usulan penambahan karyawan dapat mengurangi waktu produksi sebesar 21,67% sampai 30,09% dan membuat aliran produksi lebih lancar dengan mengurangi penumpukan antar proses produksi.
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PROYEK KONSTRUKSI JAKARTA SEWERAGE SYSTEM (JSS) DI PT ADHI KARYA
Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi dan mengurangi pencemaran air di Jakarta. Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan proyek ini adalah perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal, sehingga menghambat efisiensi waktu dan biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan SDM pada proyek JSS Zona 1 Paket 6 di PT Adhi Karya serta menyusun strategi perencanaan yang efektif dalam mendukung percepatan proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui wawancara dengan pihak manajemen proyek serta analisis dokumen teknis seperti Bill of Quantity (BoQ) dan Analisis Harga Satuan (AHS). Data yang diperoleh diolah menggunakan Microsoft Project dan metode kalkulator HR dengan mempertimbangkan beban kerja, produktivitas, serta biaya tenaga kerja. Analisis mencakup perhitungan kebutuhan SDM, estimasi biaya, serta simulasi skenario percepatan menggunakan overtime, fast tracking, dan crashing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan proyek lebih banyak disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja dibanding faktor teknis. Perhitungan kebutuhan SDM mengindikasikan tambahan pekerja sebanyak 619 orang dengan biaya Rp19,77 miliar. Skenario lembur dapat menghemat ±4.668 hari namun menimbulkan biaya tinggi, sedangkan fast tracking memberikan penghematan ±2.252 hari dengan biaya relatif lebih murah. Kombinasi strategi crashing menghasilkan potensi percepatan hingga ±5.349 hari dengan dominasi pendekatan fast tracking sebagai opsi paling efisien. Kesimpulannya, perencanaan SDM yang sistematis dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proyek JSS. Strategi percepatan yang direkomendasikan adalah memprioritaskan fast tracking berbiaya rendah, menambahkan tenaga kerja pada aktivitas kritis, serta menggunakan lembur secara selektif. Pendekatan ini tidak hanya mendukung ketepatan jadwal proyek, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan sistem pengelolaan air limbah di Jakarta.