πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PRODUKSI UMBI BENIH KENTANG G0 (SOLANUM TUBEROSUM L.) VARIETAS GRANOLA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM AEROPONIK

Produksi umbi benih kentang G0 (Solanum tuberosum L.) varietas Granola menggunakan sistem aeroponik merupakan salah satu cara dalam menghasilkan benih kentang G0 yang tahan penyakit dan bebas virus. Sistem aeroponik dipilih karena memiliki banyak keunggulan dalam produksi umbi benih, terutama pada saat pemanenan umbi dengan produktivitas tinggi. Varietas Granola dipilih karena ketahanannya terhadap penyakit dan dikonsumsi dengan jumlah besar di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan efisiensi produksi umbi benih G0 varietas Granola untuk kelayakan scale – up production dan pemodelan pertumbuhan tanaman di aeroponik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kultivasi in vitro, aklimatisasi, dan penanaman di aeroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju multiplikasi dari plantlet kentang varietas Granola adalah sebesar 3,34 nodus/eksplan. Metode paling optimal pada aklimatisasi yaitu menggunakan metode non – hardening dan tidak ada pemotongan akar dengan laju pertumbuhan batang sebesar 0,311 cm/hari dan laju pertumbuhan akar sebesar 0,259 cm/hari. Pemodelan pertumbuhan tanaman kentang dari tinggi batang dan panjang akar mengikuti kurva sigmoid. Pada saat pemanenan, usia kelompok yang paling muda memiliki perolehan dan produktivitas lebih tinggi dari kelompok lainnya yaitu sebesar 12,12 umbi/tanaman dan 24,24 umbi/tanaman/tahun. Kualitas umbi benih kentang G0 yang paling tinggi yaitu umbi dengan diameter ? 2 cm yaitu sebanyak 63,57%. Berat basah dan kadar air dari umbi benih G0 masih dalam rentang optimal. Analisis kelayakan umbi benih kentang G0 varietas Granola layak dan efisien untuk diproduksi dalam skala besar dengan profit sebesar Rp 316.321.014 pertahun.

2025
πŸ‘€ Penulis: Kirana Rinny Ayundini
🏷️ Aeroponik 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI PENGARUH KONSENTRASI MAGNESIUM, TEMPERATUR, DAN PENAMBAHAN SEED PADA PROSES KRISTALISASI EVAPORATIF TERHADAP KEMURNIAN KRISTAL NIKEL SULFAT HEKSAHIDRAT DENGAN KUALITAS BATTERY-GRADE DAN ANALISIS KINETIKANYA

Permintaan global terhadap kendaraan listrik (electric vehicle, EV) terus mengalami pertumbuhan. Baterai ion-litium dengan material katoda Nikel Mangan Kobalt Oksida (NMC) merupakan salah satu jenis baterai ion-litium untuk EV yang menjadi pilihan paling populer karena unggul dari segi densitas energi. Dalam proses sintesis material prekursor katoda baterai NMC, magnesium (Mg) selalu menjadi elemen ikutan nikel (Ni). Dalam penelitian ini, dipelajari pengaruh konsentrasi Mg dalam larutan prekursor kristalisasi evaporatif nikel sulfat heksahidrat (NiSO4Β·6H2O), temperatur, dan dosis penambahan seed terhadap kemurnian dan rasio mol Ni/Mg dalam produk kristal NiSO4Β·6H2O yang diperoleh. Serangkaian percobaan kristalisasi evaporatif telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh temperatur, konsentrasi Mg, dan dosis penambahan seed terhadap persen kristalisasi Ni dan rasio mol Ni/Mg pada produk kristal yang diperoleh. Matriks percobaan kristalisasi evaporatif dirancang dengan Metode Taguchi L16 (43), yaitu dengan variasi temperatur pada 40, 50, 60, 70 oC, konsentrasi Mg dalam larutan prekursor pada 1800, 3200, 4400, dan 5600 mg/L, serta dosis penambahan seed sebanyak 0, 0,13, 0,7, dan 1,3 gram / 100 mL larutan. Dilakukan percobaan lanjutan untuk mendapatkan produk kristal dengan variasi rasio mol Ni/Mg pada larutan prekursor sebanyak 40, 50, 60, dan 70. Dilakukan analisis Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) terhadap hasil pelarutan kembali produk kristal untuk menentukan persen kristalisasi Ni dan Mg. Berdasarkan data hasil analisis kadar Ni dan Mg dalam kristal yang diperoleh, ditentukan kondisi optimum proses kristalisasi NiSO4Β·6H2O, signifikansi pengaruh variabel percobaan dengan metode ANOVA, dan kinetika kristalisasi Ni dan Mg. Hasil percobaan dan analisis menunjukkan bahwa kondisi optimum kristalisasi NiSO4Β·6H2O dicapai pada temperatur 40 oC, rasio mol Ni/Mg = 40, dan dosis penambahan seed = 0,7 gram / 100 mL larutan. Temperatur dan dosis penambahan seed berpengaruh signifikan terhadap persen kristalisasi Ni dengan kontribusi masing-masing sebesar 39,14% dan 34,12%. Konsentrasi Mg dalam larutan prekursor paling signifikan berpengaruh terhadap rasio mol Ni/Mg pada produk NiSO4Β·6H2O dengan persen kontribusi 98,74%. Rasio mol Ni/Mg pada produk kristal pada kondisi optimum tersebut = 33,43 (memenuhi spesifikasi battery grade, yaitu lebih dari 32,67). Kinetika kristalisasi baik Ni, maupun Mg mengikuti model kinetika Tobin yang mengindikasikan signifikansi pengaruh tumbukan antar kristal terhadap kinetika kristalisasi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Julius Sihol Anthony Sinaga
🏷️ Kristalisasi Evaporatif 🏷️ Material Prekursor Baterai Ion-Litium 🏷️ Analisis Kinetika Kristalisasi

MENGOPTIMALKAN EKSPRESI JALUR MEVALONAT ATAS DALAM BACILLUS SUBTILIS

Ketertarikan kepada terpenoid terus meningkat dalam berbagai bidang studi karena kegunaannya yang berbagai macam. Namun, rendahnya penghasilan terpenoid dalam proses produksi menjadi suatu kendala yang mendorong ilmuwan untuk meneliti dan bereksperimen untuk memecahkan masalah tersebut. Dari penelitian sebelumnya, upaya untuk meningkatkan tingkat produksi terpenoid dengan cara memodifikasi jalur mevalonat dilakukan dengan memasukan tiga gen yang berkaitan (atoB, mvaA, mvaS) yang sebelumnya telah dikonstruksi dalam Escherichia coli, ditransformasikan ke dalam Bacillus subtilis dan ekspresi dari gen tersebut diamati dengan SDSPAGE dan GC-MS. Dalam penelitian ini, teknik western blotting dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut ekspresi gen-nya serta pengulangan pada analisis GC-MS. Namun, kedua metode tersebut tidak dapat memberikan hasil yang pasti terkait peningkatan dari produksi terpenoid. Upaya lain untuk mengoptimasi analisis dari ekspresi adalah untuk memasukkan gen green fluorescent protein (gfp) pada plasmid rekombinan dengan metode CPEC. Beberapa masalah ditemukan selama linearisasi vektor yang mengakibatkan percobaan tidak dapat dilakukan lebih lanjut. Metode analisis ekspresi gen yang lebih sensitif perlu diterapkan dan optimasi lebih lanjut terhadap rancangan primer untuk metode Circular Polymerase Extension Cloning (CPEC) dapat dilakukan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nadhira Ismi Rasulla
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN USULAN STRATEGI PENINGKATAN TAHAP PERTUMBUHAN BISNIS PADA HANSI.ID

Industri fesyen di Indonesia, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memiliki peranan penting dalam ekonomi Indonesia. Industri ini berkontribusi sebesar 18,02% atau setara dengan 116 miliar rupiah pada tahun 2019. Akan tetapi, tren ini menunjukkan ketatnya persaingan pasar pada industri ini. Hansi.ID, sebuah UMKM bidang fesyen yang telah berdiri sejak tahun 2021, menghadapi tantangan seperti peningkatan penjualan yang rendah dan kesibukan pemilik meningkat. Hal ini berdampak terhadap keberjalanan bisnis Hansi.ID. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi peningkatan pertumbuhan bisnis pada Hansi.ID. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode semi-structured interview kepada dua dari empat pemilik Hansi.ID untuk mengumpulkan data primer. Pengolahan data melibatkan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola tertentu dan menggabungkan tema serupa, serta menggunakan ICE scoring model untuk menentukan prioritas strategi. Pertumbuhan bisnis dievaluasi berdasarkan the five stages of small business growth yang berfokus pada lima dimensi, yaitu management style, organization, formal systems, major strategy, dan business and owner. Penelitian ini menunjukkan bahwa tiga faktor pada Hansi.ID berada pada tahap 1 dan sisanya berada pada tahap 2. Penelitian menghasilkan 13 rancangan strategi, tetapi hanya 5 strategi dengan nilai prioritas tertinggi yang diusulkan kepada Hansi.ID. Hasil dari penelitian merupakan strategi yang dapat dilakukan oleh Hansi.ID untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memastikan pengembangan yang berkelanjutan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Margaret M. N. Situmorang
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Pengendalian Risiko

PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE LITHOLOGY (PEIL) DAN FLUID RHO UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT PADA FORMASI KAIS, LAPANGAN β€œJKT”, CEKUNGAN SALAWATI

Lapangan β€œJKT” merupakan salah satu lapangan hidrokarbon yang terletak di Cekungan Salawati, yang termasuk salah satu cekungan penghasil hidrokarbon di Indonesia bagian timur. Penelitian ini berfokus pada Formasi Kais, yaitu berupa build up carbonate. Formasi Kais ini berada di Cekungan Salawati yang memiliki struktur tektonik yang kompleks sehingga diperlukannya metode yang dapat mengkarakterisasi reservoir pada lapangan ini. Analisis berbagai parameter elastik telah dilakukan pada data sumur, menunjukkan bahwa AI dan Vp/Vs, SI dan Vp/Vs merupakan parameter elastik yang sensitif. Digunakan metode AVO UrsenbachStewart dan New AVO Grana untuk mendapatkan Rp, Rs, dan RVpVs. Metode inversi yang digunakan Linear Programming Sparse Spike (LPSS) digunakan untuk mendapatkan model parameter elastik yang baik. Hasilnya menunjukkan distribusi litologi dan indikasi keberadaan fluida secara lateral, yang di indikasi oleh nilai AI dan Vp/Vs yang rendah. Namun hasil inversi parameter elastik umumnya cenderung bias serta menunjukkan hubungan data yang linear, sedangkan parameter petrofisika seperti porositas, dan densitas memiliki hubungan yang non linear. Maka dari itu, dilakukan pendekatan inversi dengan atribut Pseudo Elastic Impedance Lithology (PEIL) dan Fluid Rho yang mampu mendekati tren non linear parameter petrofisik terhadap fluid tren dan compaction tren. Hasilnya atribut PEIL berkorelasi baik terhadap densitas dan porositas. Fluid Rho berkorelasi baik dengan indikasi keberadaan hidrokarbon. Atribut PEIL kemudian ditransformasikan menjadi volume pseudo densitas dan pseudo porositas. Dan didukung dengan indikasi keberadaan hidrokarbon dengan nilai fluid rho yang rendah yang memberikan gambaran akurat tentang kondisi reservoir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reservoir di bagian atas Formasi Kais memiliki porositas tinggi, densitas rendah, dan nilai Fluid Rho rendah yang mengindikasikan keberadaan hidrokarbon.

2025
πŸ‘€ Penulis: Fandi Ahmad
🏷️ Karbonat 🏷️ Hidrokarbon 🏷️ Analisis Karakteristik Reservoir

PENENTUAN MMP CO2 MENGGUNAKAN MODEL UJI SLIMTUBE DENGAN SIMULASI RESERVOIR

Produksi minyak harian Indonesia yang masih belum mencapai target 1 juta BOPD, menjadi suatu tantangan yang harus dijawab. Masalah ini mendorong untuk menemukan metode yang bisa meningkatkan recovery minyak. Injeksi CO2 menjadi salah satu metode terbaik untuk bisa menjawab persoalan ini. Injeksi CO2 menjadi jawaban dari tantangan ini, karena CO2 mampu meningkatkan tekanan dari reservoir sekaligus meningkatkan efisiensi mikroskopik. Namun kelayakan dan keefektifan dari CO2 dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah MMP atau tekanan terendah ketika gas yang diinjeksikan menyatu dengan minyak. MMP inilah salah satu parameter penting untuk kesuksesan dari injeksi CO2, sehingga nilainya perlu untuk diketahui. MMP bisa ditentukan melalui pembuatan model simulasi reservoir mengikuti uji slimtube di laboratorium dengan mengukur recovery factor saat pore volume sebesar 1.2 PV. Hasil simulasi menunjukkan bahwa MMP murni dari kasus ini adalah 1600 psi, penambahan 10% konsentrasi CH4 memungkinkan menjadi 1800 psi dan penambahan 20 % memungkinkan MMP menjadi 2000 psi. Setiap penambahan 10% konsentrasi CH4, MMP akan meningkat sekitar 12.5% dari MMP CO2 dengan CH4 lebih kecil.

2025
πŸ‘€ Penulis: Fiyo Ferdian Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PELATIH ATLET PANJAT TEBING JUNIOR MELALUI EDUKASI PEMULIHAN OLAHRAGA ( SPORT RECOVERY ) PROVINSI DKI JAKARTA 2025

Latar Belakang: Sport recovery merupakan bagian penting dalam proses latihan atlet, khususnya pada cabang olahraga panjat tebing atlet usia junior yang memiliki risiko cedera tinggi. Pelatih memiliki peran penting dalam menerapkan prinsip pemulihan yang tepat, namun belum semua pelatih memahami strategi pemulihan secara komprehensif. Sehingga penting edukasi mengenai sport recovery diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pelatih dalam mendukung performa dan pencegahan cedera atlet. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest dalam kerangka Community Participatory Based Research (CPBR). Melibatkan 22 pelatih panjat tebing usia junior di DKI Jakarta sebagai subjek. Menggunakan instrumen kuesioner tingkat pengetahuan edukasi sport recovery. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah edukasi, serta menghitung effect size untuk mengukur besar pengaruh. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan pelatih dari nilai rata-rata pretest sebesar 27,18 menjadi 31,95 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p = 0.000 (< 0.05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai effect size sebesar 1.75 menunjukkan bahwa edukasi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan pengetahuan pelatih. Indikator keempat menunjukkan peningkatan tertinggi dengan selisih skor sebesar +54 poin. Kesimpulan: Edukasi pemulihan olahraga (sport recovery) terbukti efektif dan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pelatih panjat tebing usia junior di DKI Jakarta. Diperlukan integrasi materi pemulihan olahraga dalam pelatihan pelatih untuk mendukung performa atlet dan mencegah risiko cedera sejak usia dini.

2025
πŸ‘€ Penulis: Elisa Mayasari
🏷️ Pengetahuan Pelatih 🏷️ Pemulihan Olahraga 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EKSPLORASI POTENSI SENYAWA BIOAKTIF TERHADAP SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS BERDASARKAN ANALISIS NETWORK PHARMACOLOGY, MOLECULAR DOCKING, DAN IN VITRO

Systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kompleks yang ditandai oleh disregulasi sistem imun dan ekspresi protein abnormal. Senyawa bioaktif berpotensi menjadi agen terapeutik, namun target molekuler spesifik dan mekanisme kerjanya pada SLE belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memvalidasi target molekuler potensial senyawa bioaktif terhadap SLE melalui pendekatan network pharmacology, molecular docking, dan uji in vitro. Target senyawa bioaktif diperoleh dari SwissTargetPrediction, sedangkan target SLE dari GeneCards dan DisGeNET. Analisis interseksi menggunakan Cytoscape mengidentifikasi STAT3, ESR1, dan MMP-9 sebagai hub gene utama. Dari berbagai kandidat, Epigallocatechin gallate (EGCG) dipilih untuk uji lanjutan karena menunjukkan afinitas ikatan tinggi dan interaksi stabil terhadap ketiga target pada analisis molecular docking. Uji in vitro dilakukan menggunakan sel PBMC yang diinduksi LPS sebagai model inflamasi. Induksi LPS meningkatkan sekresi MMP-9 secara signifikan dibanding kontrol negatif (p = 0,011), mengonfirmasi keberhasilan model. Perlakuan EGCG (5–20 ????M) hanya menunjukkan tren penurunan MMP-9 dibanding kontrol positif tanpa perbedaan signifikan. Temuan ini memberikan dasar awal bagi eksplorasi EGCG sebagai kandidat terapi potensial untuk SLE, dengan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi efek biologis, menentukan dosis optimal, serta mengevaluasi profil farmakokinetik dan toksisitasnya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ajeng Mardlatillah Kirana Dewi
🏷️ Network Pharmacology 🏷️ Molecular Docking 🏷️ Hidrologi

EVALUASI KESELAMATAN PEJALAN KAKI SAAT MENGGUNAKAN PONSEL DI TROTOAR PUBLIK

Penggunaan ponsel saat berjalan di trotoar publik semakin umum dan dapat menimbulkan risiko keselamatan akibat terganggunya perhatian pejalan kaki terhadap lingkungan sekitar. Fenomena ini perlu dikaji lebih lanjut untuk memahami besarnya ancaman terhadap keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat risiko keselamatan pejalan kaki yang menggunakan ponsel saat berjalan di trotoar publik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuesioner dengan instrumen smombie scale yang disebarkan kepada 394 responden untuk mengidentifikasi tingkat risiko akibat penggunaan ponsel saat berjalan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji beda, dan CB-SEM. Hasil dari penelitian ini akan digunakan sebagai dasar dalam perancangan intervensi yang bertujuan mengurangi potensi bahaya bagi pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% responden tergolong memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan atau gangguan keselamatan saat menggunakan ponsel di trotoar publik. Risiko yang paling sering dialami cenderung bersifat ringan, seperti tidak mendengar saat orang lain berbicara, melewatkan sinyal penyeberangan, atau menabrak pejalan kaki lain. Meskipun demikian, risiko-risiko tersebut tetap berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti kecelakaan lalu lintas. Tingginya tingkat risiko ini didorong oleh tingginya ketergantungan responden terhadap ponsel yang digunakan tidak hanya saat keadaan statis tetapi juga dinamis. Beberapa aktivitas seperti membalas pesan, mendengarkan musik, dan menggunakan fitur navigasi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan risiko, sedangkan aktivitas menelepon dan melihat media sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, intervensi dikembangkan dalam bentuk poster edukatif yang menghasilkan 3 poster dengan tone yang berbeda, yaitu netral, fokus pada dampak negatif, dan fokus pada manfaat.

2025
πŸ‘€ Penulis: Putri Rizki Dwi Hamsy Harahap
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Lalu Lintas 🏷️ Psikologi Komunikasi

EVALUASI KESELAMATAN PEJALAN KAKI SAAT MENGGUNAKAN PONSEL DI TROTOAR PUBLIK

Penggunaan ponsel saat berjalan di trotoar publik semakin umum dan dapat menimbulkan risiko keselamatan akibat terganggunya perhatian pejalan kaki terhadap lingkungan sekitar. Fenomena ini perlu dikaji lebih lanjut untuk memahami besarnya ancaman terhadap keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat risiko keselamatan pejalan kaki yang menggunakan ponsel saat berjalan di trotoar publik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuesioner dengan instrumen smombie scale yang disebarkan kepada 394 responden untuk mengidentifikasi tingkat risiko akibat penggunaan ponsel saat berjalan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji beda, dan CB-SEM. Hasil dari penelitian ini akan digunakan sebagai dasar dalam perancangan intervensi yang bertujuan mengurangi potensi bahaya bagi pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% responden tergolong memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan atau gangguan keselamatan saat menggunakan ponsel di trotoar publik. Risiko yang paling sering dialami cenderung bersifat ringan, seperti tidak mendengar saat orang lain berbicara, melewatkan sinyal penyeberangan, atau menabrak pejalan kaki lain. Meskipun demikian, risiko-risiko tersebut tetap berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti kecelakaan lalu lintas. Tingginya tingkat risiko ini didorong oleh tingginya ketergantungan responden terhadap ponsel yang digunakan tidak hanya saat keadaan statis tetapi juga dinamis. Beberapa aktivitas seperti membalas pesan, mendengarkan musik, dan menggunakan fitur navigasi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan risiko, sedangkan aktivitas menelepon dan melihat media sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, intervensi dikembangkan dalam bentuk poster edukatif yang menghasilkan 3 poster dengan tone yang berbeda, yaitu netral, fokus pada dampak negatif, dan fokus pada manfaat.

2025
πŸ‘€ Penulis: Putri Rizki Dwi Hamsy Harahap
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Lalu Lintas 🏷️ Analisis Risiko

PERFORMANCE EVALUATION OF LOW TENSION POLYMER FLOODING: CASE STUDY AT β€œB” STRUCTURE IN β€œS” FIELD

Mature oil fields typically recover less than 50% of the original oil in place (OOIP) after primary and secondary recovery. To overcome this limitation, Low Tension Polymer Flooding (LTPF) has been proposed as one of the enhanced oil recovery (EOR) methods. LTPF integrates the mobility control effect of polymer with the interfacial tension (IFT) reduction capability of surfactant. This study evaluates the potential application of LTPF in the β€œB” Structure on the onshore β€œS” Field. Reservoir simulations were conducted using tNavigator!" on a model comprising four production wells (B-1 to B-4) and seven injection wells (INJ-1 to INJ-7) arranged in a regular five-spot pattern. Various injection scenarios were tested, including polymer concentrations of 0.175 to 0.7 lb/stb, as well as surfactant concentrations of 0.175 lb/stb to 0.35 lb/stb. The effects of surfactant flooding were represented by modifying relative permeability curves to reflect reductions in IFT, which in turn decrease residual oil saturation (????#$). The simulation results revealed that polymer flooding implemented independently was the most effective EOR method for the β€œB” Structure. At a polymer concentration of 0.7 lb/stb and an injection rate of 250 stb/d per injector, the recovery factor increased from 59.9% under baseline conditions to 64.02%, demonstrating that polymer flooding had a more significant impact on oil recovery compared to the other tested scenarios. In contrast, the LTPF cases combining polymer with low surfactant concentrations did not provide meaningful incremental oil recovery within the tested range. These findings suggest that, under the given reservoir conditions, polymer concentration plays a more dominant role than surfactant addition, and that implementing polymer flooding independently may represent a more practical EOR strategy.

2025
πŸ‘€ Penulis: Siti Rahil Alanda
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI PENGARUH HEAT STRESS TERHADAP ASPEK FISIOLOGI, KOGNITIF, DAN BIOMEKANIKA PADA AKTIVITAS TUKANG SAPU

Petugas kebersihan merupakan individu yang melakukan berbagai tugas kebersihan untuk menjaga kebersihan dan kerapian ruang publik, fasilitas umum, maupun area tertentu lainnya. Salah satu petugas yang bekerja di luar ruangan adalah tukang sapu. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tukang sapu di kawasan Institut Teknologi Bandung, ditemukan bahwa 50% tukang sapu mengaku merasakan nyeri pada bahu, 50% merasakan nyeri pada pinggang, 33% merasakan nyeri pada punggung, dan 33% merasakan nyeri pada tangan. Selain itu, 83% tukang sapu mengaku merasa ketidaknyamanan saat bekerja akibat cuaca panas di siang hari. Nyeri pada bagian tubuh merupakan salah satu gejala dari gangguan muskuloskeletal. Gejala terkait cuaca panas berhubungan erat dengan aspek lingkungan kerja. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh dari heat stress terhadap aspek fisiologi dan kognitif, serta mengevaluasi aspek biomekanika pada aktivitas tukang sapu. Metode yang digunakan untuk menilai risiko heat stress adalah Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Aspek fisiologi diukur melalui heart rate pekerja, aspek biomekanika dievaluasi menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA), aspek kognitif diukur dengan kuesioner NASA- RTLX dan kecepatan kerja. Penelitian ini melibatkan 35 partisipan yang bekerja sebagai tukang sapu, berjenis kelamin laki-laki, dan berada pada rentang usia 24 – 48 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,001) pada nilai WBGT di kondisi pagi hari dan siang hari. Perbedaan heat ini menyebabkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada kondisi fisiologis dan kognitif pekerja tukang sapu antara kondisi pagi hari dan siang hari. Aktivitas tukang sapu memiliki prevalensi keluhan muskuloskeletal paling banyak pada bagian punggung bawah, pergelangan tangan, dan bahu. Dari hasil penelitian ini, dirancang usulan perbaikan berupa penyediaan area teduh, perbaikan waktu kerja dan waktu istirahat, perbaikan postur kerja, perbaikan alat kerja, dan rotasi kerja. Pekerja tukang sapu perlu mengadaptasi rutinitas kerja dan kebijakan baru apabila solusi dijalankan. Berdasarkan hasil penelitian, pihak pelaksana perlu mengadakan sosialisasi dan pelatihan untuk memastikan rekomendasi solusi dapat berjalan dengan efektif.

2025
πŸ‘€ Penulis: Jessica Pricilia Kwan
🏷️ Heat Stress 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

IDENTIFIKASI VOID DENGAN METODE INDEKS SPEKTRAL DAN OBIA MEGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2 DI KECAMATAN SATUI, KALIMANTAN SELATAN

Indonesia didominasi dengan metode penambangan terbuka, metode penambangan ini menghasilkan bukaan bekas tambang (void) yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Bukaan bekas tambang harus diidentifikasi sebagai upaya penanggulangan serta perencanaan tambang itu kedepannya. Pada penelitian ini, data yang digunakan merupakan citra satelit Sentinel 2. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan void serta memvalidasi keberadaan void berdasarkan keberadaan endapan batubara. Void dapat diidentifikasi melalui klasifikasi tutupan lahan dengan menggunakan 2 metode yaitu Index Spectral Analisis dan Object Based Image Analysis. Kedua metode dibandingkan dan didapatkan metode dengan akurasi terbaik yaitu Object Based Image Analysis. Klasifikasi void didasari oleh bentuk dan nilai spektrum, dimana void memiliki elongation dan circularity derajat kebundaran yang unik serta memiliki nilai spektrum NDWI > 0. Keberadaan void kemudian divalidasi kembali berdasarkan kelurusan geologi, kesesuaian bentuk void dan batas WIUP. Penelitian ini mengasilkan 49 void yang berada dalam WIUP dan 9 void berada diluar WIUP. Pemetaan void ini dapat dijadikan bahan acuan dan perencanaan penentuan kebijakan pertambangan kedepannya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Randy Caesario Simangunsong
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Spektral 🏷️ Geologi Pertambangan

PEMETAAN KEMAMPUAN LAJU ALIRAN PRODUKSI PADA JARINGAN PIPA UNTUK SENSITIVITAS UKURAN PIPA: STUDI KASUSΒ LAPANGANΒ X

Heavy oil Field X in Jambi, that was produced in 2004, has experienced production losses ranging from 6 to 63 BFPD along its pipeline. Production facilities consist of 4-in flowline connecting 17 wells to the three PAD manifolds, which are subsequently routed through an 8-in trunkline to the central facility.,The internal pipeline network of Field X has not undergone cleaning for over two decades. Paraffin wax deposition and pipeline degradation are predicted to be the primary issues. Production data on 10th of June 2025, with a flow loss of 9.17 BFPD, were used to evaluate the operational performance of the pipeline network by assessing the wellhead pressure capacity using PipeSIM software. Technical assumptions include an internal diameter reduction of the 8-inch trunkline by 3.75” at PAD-5 and 2.25” at PAD-1 & PAD-7, 1” reduction in 4-inch flowlines, and extreme holdup factor. The matching results indicated friction factors for PAD-1, PAD-7, and PAD-5 of 1.55, 13.5, and 15.4, respectively. Suggesting severe internal pipeline problems and implying that the actual deposition may be greater than the assumed values. The analysis identified several 4-inch flowlines with substantial accumulation, particularly from wells M–10, M–31, and M–45 (PAD–1), M–47 (PAD-5), as well as M–08 (PAD–7). A pipe size sensitivity analysis predicted that the installed 8-inch trunkline resulted in the smallest production loss (8.23 BFPD) compared to the 6-inch (8.49 BFPD) and 4-inch (11.22 BFPD) trunklines. Therefore, the 8-inch trunkline is recommended to remain in use, provided that internal cleaning of the pipleine is carried out.

2025
πŸ‘€ Penulis: Salman Zuhdy Izzaturrohman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Minyak 🏷️ Analisis Pipa Dan Sistem Produksi

EVALUASI DAMPAK HEAT STRESS TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KESEHATAN PEKERJA KONSTRUKSI

Dalam beberapa dekade terakhir, terdapat tantangan global berupa tekanan panas (heat stress) yang mempengaruhi produktivitas dan kesehatan pekerja, terutama pekerja luar ruangan. Heat stress adalah kondisi fisiologis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu akibat paparan panas yang berlebihan. Pekerja konstruksi yang terpapar heat stress memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi untuk mengalami penuruan fokus dan koordinasi, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi kerja. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan evaluasi dampak heat stress terhadap produktivitas dan kesehatan pekerja konstruksi dan usulan perbaikan untuk meminimalkan atau menghilangkan risiko tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dampak heat stress pada produktivitas dan kesehatan pekerja konstruksi dan merancang usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengukuran suhu dan survei persepsi pekerja konstruksi terhadap produktivitas dan kesehatan pekerja. Metode ini menggunakan alat WBGT Meter sebagai alat ukur suhu dan high occupational temperature health and productivity suppression (HOTHAPS) sebagai dasar pertanyaan survei. Alat WBGT Meter digunakan selama survei dilakukan pada pekerja konstruksi. WBGT Meter diatur merekam suhu setiap 30 detik. Hasil WBGT dipisahkan menjadi dua kategori, yaitu WBGT pagi dan WBGT siang. Kuesioner HOTHAPS memiliki tujuh bagian pertanyaan, yang terdiri dari informasi umum, tipe pekerjaan, paparan panas pada pekerja, dampak terhadap kesehatan, dampak terhadap produktivitas, dampak terhadap pakaian, dan mekanisme penanggulangan. Hasil penelitian dibagi menjadi dua, dari pengukuran dan survei. Dari pengukuran didapatkan nilai WBGT pagi dan siang pada kategori extreme cautions dan terbukti ada perbedaan signifikansi dari kedua waktu tersebut, serta pada pengukuran discomfort index diketahui bahwa sebagian besar pekerja mengalami ketidaknyamanan termal pada tempat kerja. Berdasarkan survei, didapati bahwa pekerja mengalami beberapa dampak yang mempengaruhi produktivitas; pekerja mengambil cuti karena panas (68,31%), pekerja meraasa tidak terlalu produtktif ketika bekerja (78,18%), pekerja membutuhkan waktu yang vi lama untuk menyelesaikan pekerjaan (36,88%) dan mempengaruhi kesehatan; Pekerja mengalami keringat berlebih (82,60%), kram otot (68,83%), pusing (87,01%). Usulan perbaikan ditentukan berdasarkan hasil analisis dampak produktivitas dan kesehatan pekerja serta menggunakan tools hieararchy control. Terdapat tujuh usulan perbaikan yang dihasilkan, yaitu penyediaan air minum yang cukup, sistem pengawasan oleh rekan kerja, pengadaan tempat teduh, edukasi terkait paparan panas, pengadaan waktu istirahat tambahan, cooling vests, dan pakaian kerja khusus. Dilakukan validasi dengan wawancara semi- terstruktur untuk menentukan usulan yang paling sesuai untuk pekerja, didapatkan dua usulan terpilih, yaitu penyediaan air minum yang cukup dan pengadaan tempat teduh.

2025
πŸ‘€ Penulis: Salsabila Najhan Safira
🏷️ Heat Stress 🏷️ Kesehatan Pekerja Konstruksi 🏷️ Produktivitas Pekerja
Halaman 352 dari 6754
πŸ’¬