📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

IDENTIFIKASI ZONA CLAY REAKTIF DARI LOG SUMUR MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING UNTUK APLIKASI INJEKSI AIR SALINITAS RENDAH

Low Salinity Water Injection (LSWI) is an effective enhanced oil recovery (EOR) method, particularly in sandstone formations containing reactive clay minerals. However, LSWI may pose risks such as inefficiency, clay swelling, and formation damage if the injection design assumes the reservoir rock to be homogeneous, while in reality it exhibits lateral and vertical heterogeneity in mineral composition. Therefore, identifying the distribution and type of clay minerals is an essential step before selecting optimal injection zones. This study aims to identify clay types using well log data through a machine learning approach, estimate the Cation Exchange Capacity (CEC), and recommend optimal LSWI injection zones. The data were obtained from eight wells located in two structures (B and T) of Field S, South Sumatra. The well log parameters used include Gamma Ray (GR), Bulk Density (RHOB), Neutron Porosity (CNL), and Photoelectric Factor (PEF). Classification was carried out using Euclidean Distance, K-Means, and Proximity Similarity Classification (PSC) methods, based on clay mineral petrophysical references from the literature. The classification results indicate variations in clay distribution across wells and reservoir zones. Several wells such as B-4 and T-4 are dominated by smectite with high CEC values (>80 meq/100g), while wells T-1, T-3, and S-1 are dominated by illite and kaolinite with low to moderate CEC values. Zones containing stable clay are recommended for injection, while smectite-rich zones may still be utilized with preflush treatment. This approach enables efficient identification of reactive clay solely from well log data, without the need for core or XRD analysis, and can serve as a foundation for designing safer and more targeted LSWI strategies.

2025
👤 Penulis: Ridoya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KAJIAN ASUPAN ZAT BESI MELALUI POLA KONSUMSI HARIAN PADA MAHASISWA DI KOTA BANDUNG

Zat besi merupakan mikronutrien esensial yang berperan penting dalam berbagai fungsi fiologis, seperti pengangkutan oksigen dan respirasi seluler. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif perlu memiliki pola makan yang seimbang sebagai upaya mitigasi defisiensi zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data asupan zat besi harian pada mahasiswa di Kota Bandung dibandingkan terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kelompok usia dan jenis kelamin. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional yang melibatkan 444 responden mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung. Data dikumpulkan menggunakan metode food recall 24 jam yang disampaikan secara online. Konversi asupan makanan menjadi satuan gram dilakukan menggunakan acuan literatur. Kuantifikasi zat besi dalam masing-masing sampel mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dan website Fat Secret. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum mencapai tingkat kecukupan asupan zat besi harian yang direkomendasikan sesuai AKG. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata 68,81 % responden laki-laki mengalami defisiensi zat besi serta rata-rata 82,53 % responden perempuan mengalami defisiensi zat besi. Temuan bisa menjadi indikasi awal kemungkinan perlunya suplementasi zat besi dan edukasi terkait pola konsumsi pangan yang tinggi zat besi di kalangan mahasiswa.

2025
👤 Penulis: Sherli Novika
🏷️ Nutrisi 🏷️ Pola Konsumsi Pangan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Makanan

ANALISIS PERMASALAHAN BREAKDOWN DAN NEAR-WELLBORE FRICTION SERTA SOLUSI DAN IMPLEMENTASI PADA SUMUR HORIZONTAL MULTI-STAGE HYDRAULIC FRACTURING

This study analyzes breakdown and near-wellbore friction (NWB) issues in the application of multi-stage hydraulic fracturing (MSF) technology using the plug and perf method in horizontal wells. The study uses field data from horizontal wells that utilize MSF technology to increase production in low-permeability reservoirs. Breakdown issues in well F are caused by ineffective perforation, while NWB is influenced by tortuosity and ineffective perforation as well. Solutions implemented for breakdown issues include re-perforation, use of a swinging pump, reducing interval length, extending jetting time duration, using nitrated fluids, and adjusting fluid composition by replacing KCl brine with linear gel. To address NWB issues, perforation quality was improved through more efficient design, cement quality improvements, and the use of sand slugs to reduce friction. The implementation of these solutions demonstrated improved breakdown success, reduced friction, and better proppant distribution, with cost efficiency of up to 40% compared to some vertical wells. The recommendations from this study include improving cement quality, extending AJP duration using nitrified, and optimizing pumping rate to enhance future MSF success. This study is expected to contribute to the optimization of hydraulic fracturing design and implementation in horizontal wells.

2025
👤 Penulis: Firda Jati Wulan
🏷️ Hydraulik Fracturing 🏷️ Tortuosi Karbonat 🏷️ Optimasi Teknik Fracking

STUDI SENSITIVITAS PARAMETER OPERASIONAL TERHADAP PEROLEHAN MINYAK DALAM PROSES INJEKSI CO?-WATER ALTERNATING GAS (WAG)

The increasing of energy demand amid the continuously declining oil production demands additional oil recovery from existing reserves. Enhanced oil recovery (EOR) becomes an effective solution to this problem, and gas injection, with its advantages over other methods, is a promising EOR method for enhancing oil recovery. However, due to its very low density, several problems often occur during the implementation of this method, such as gas channeling or the tendency of gas to move to the upper part of the reservoir, that can reduce the sweep efficiency. By combining the advantages of gas injection and water injection, water-alternating-gas (WAG) is proposed to be the solution for this sweep efficiency issues. This study is conducted to examine the sensitivity of several parameters in WAG injection to the achieved oil recovery of this method. The study was carried out over 12 years, with the first 2 years of production occurred naturally and the following 10 years by performing WAG injection. Sensitivity analysis was performed by varying several parameter values; the sequence of WAG injection with either water or gas is injected first, WAG ratio of 5:1, 3:1, 2:1, 1:1, 1:2, 1:3, and 1:5, WAG cycle with durations of 2 months, 4 months, 6 months, 8 months, and 12 months per cycle; as well as well-completion pattern including normal five-spot pattern, normal seven-spot pattern, and normal nine-spot pattern. The simulation showed that WAG injection preceeded by water injection resulted in higher oil recovery, WAG ratio with a larger gas portion produced the highest oil production, WAG cycle with a longer cycle durations yielded the highest oil recovery factor, and the normal five-spot pattern performed better compared to the two other well pattern.

2025
👤 Penulis: Ahmad Rizki Fauzi
🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Gas Injection 🏷️ Wag (Water-Alternating-Gas) Method

PENGEMBANGAN MODEL OPTIMASI DISTRIBUSI MATERIAL PEMELIHARAAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH DI PT PLN (PERSERO)

PT PLN (Persero) menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga keandalan distribusi, terutama dalam pemeliharaan jaringan tegangan menengah yang bergantung pada ketersediaan material distribusi utama (MDU). Permasalahan utama meliputi ketidaksesuaian antara permintaan dan stok, yang menyebabkan keterlambatan pengiriman, serta tingginya biaya logistik. Hal ini karena kurangnya integrasi antar unit, lemahnya perencanaan frekuensi permintaan, dan belum adanya model sistematis dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model distribusi material tegangan menengah menggunakan pendekatan metode Wagner-within yang telah dimodifikasi. Modifikasi dilakukan dengan mengintegrasikan variabel-variabel penting seperti biaya penyimpanan, biaya transportasi, jarak antar unit (UP3 dan ULP), serta frekuensi permintaan dalam cakupan waktu tertentu. Fokus studi dilakukan pada PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah (UID Kalselteng), khususnya pada dua wilayah kerja yaitu UP3 Barabai dan UP3 Tanah Bumbu. Model yang dikembangkan dengan permintaan deterministik, dan menyusun formulasi matematis untuk menentukan frekuensi pemesanan material guna meminimalkan total biaya distribusi. Hasil penelitian menunjukkan metode Wagner-within yang dibandingkan dengan metode Silver-meal menghasilkan hasil biaya yang lebih minimum dan frekuensi pengiriman yang lebih sedikit. Lalu metode Wagner-within dibandingkan dengan model kondisi eksisting mampu mengurangi biaya logistik secara signifikan. Penurunan presentase biaya logistik sekitar 38% dan 45% jika dibandingkan dengan metode pengiriman eksisting. Dengan begitu metode pengembangan ini efektif dalam menurunkan biaya logistik yang ada pada perusahaan.

2025
👤 Penulis: Deka Rahmatullah
🏷️ Optimasi Distribusi Material 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Elektromedis

PERANCANGAN KONTEN DAN EVALUASI PROTOTIPE MODUL VIRTUAL REALITY (VR) PELATIHAN KESELAMATAN TERKAIT BAHAYA KETINGGIAN PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI

Keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan di setiap sektor industri, termasuk sektor konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi. Pelatihan keselamatan merupakan salah satu metode pencegahan yang paling banyak digunakan untuk meningkatkan keselamatan pekerja. Namun dalam penerapannya, masih terdapat banyak tantangan dari pelaksanaan metode pelatihan keselamatan yang sudah ada, terutama dalam mengatasi bahaya kerja di ketinggian. Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Motiolabs Digital Indonesia selaku perusahaan pengembang perangkat lunak dan teknologi digital di Bandung mempelopori penerapan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai solusi baru metode pelatihan keselamatan di industri konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konten pelatihan keselamatan berbasis VR, mengukur efektivitas dan usability-nya, serta membandingkan efektivitasnya dengan pelatihan keselamatan konvensional berbasis video. Metode VR dianggap memiliki potensi untuk memberikan pengalaman pelatihan yang lebih interaktif dan realistis, sehingga dapat meningkatkan pemahaman pekerja tentang bahaya kerja di ketinggian. Penelitian mencakup pembahasan tentang perancangan konten dan evaluasi prototipe modul pelatihan keselamatan VR. Perancangan konten dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja spiral product development process, yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan kebutuhan, pengembangan konsep, desain tingkat sistem, desain detail, pembuatan prototipe, pengujian, serta produksi dan peluncuran. Evaluasi dilakukan dengan eksperimen between-subjects untuk masing-masing 12 partisipan dari setiap metode pelatihan keselamatan, video dan VR. Hal-hal yang diukur pada pengujian meliputi performansi, beban kerja mental pada saat pelatihan, dan usability metode pelatihan keselamatan. Performansi diukur melalui pemberian pre-test dan post-test kepada partisipan. Beban kerja mental diukur secara subjektif dan objektif melalui kuesioner NASA-RTLX dan pengukuran Heart Rate Variability (HRV). Usability diukur secara kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner System Usability Scale (SUS), kuesioner Virtual Reality System Usability Questionnaire (VRSUQ), dan Concurrent Think-Aloud (CTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelatihan video dan VR terbukti meningkatkan pemahaman, meski tidak signifikan, dengan rata-rata peningkatan secara berurutan adalah 2.5 dan 2. Beban kerja mental antara kedua metode pelatihan keselamatan yang diukur melalui HRV dan NASA-RTLX juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan rata-rata menunjukkan bahwa pelatihan menggunakan VR memberikan beban yang lebih besar. Namun dari segi pengukuran usability, diperoleh bahwa metode pelatihan video memberikan hasil yang signifikan lebih baik dibandingkan metode pelatihan VR, dengan rata-rata secara berurutan adalah 79.4 dan 61.3. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode pelatihan VR dianggap lebih berpotensi untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman pelatihan jika memiliki performa usability yang lebih baik sehingga pengembangan modul pelatihan juga difokuskan pada metode VR. Dihasilkan 15 rancangan perbaikan yang dibuat berdasarkan keluhan partisipan pada CTA dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip usability heuristics. Berdasarkan rancangan perbaikan yang telah dibuat, Motiolabs perlu menyempurnakan modul pelatihan VR agar siap dari segi kualitas dan kesesuaiannya dengan kondisi nyata di konstruksi.

2025
👤 Penulis: Aziza Ramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KAJIAN ASUPAN NATRIUM MELALUI POLA KONSUMSI HARIAN PADA MAHASISWA DI KOTA BANDUNG

Asupan natrium yang berlebih dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Di berbagai negara, asupan natrium secara umum telah melebihi batas rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data asupan natrium harian pada mahasiswa di Kota Bandung dibandingkan terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kelompok usia dan jenis kelamin serta batas asupan harian natrium menurut WHO. Pada penelitian ini, 436 responden mahasiswa dari 23 perguruan tinggi di Kota Bandung ikut berperan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode food recall 24 jam yang disampaikan secara online. Konversi asupan makanan menjadi satuan gram dilakukan menggunakan acuan literatur. Kuantifikasi natrium dalam sampel mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dan website Fat Secret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 62,4% responden mengalami kelebihan asupan natrium. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden belum memiliki pola asupan natrium yang sesuai AKG sehingga perlu dipertimbangkan upaya korektif, misalnya reformulasi produk pangan tinggi natrium, pemberian edukasi, serta rekomendasi perbaikan pola makan sebagai upaya mitigasi risiko kesehatan akibat asupan natrium berlebih.

2025
👤 Penulis: Nabila Putri Syahirani
🏷️ Nutrisi 🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Analisis Data Kualitatif

RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN UTANG DI KALANGAN PEMUDA

Penelitian ini mengkaji bagaimana anak muda mengelola utang dan membuat keputusan keuangan dalam konteks ekonomi digital yang berkembang pesat. Studi ini mengeksplorasi kondisi literasi keuangan saat ini, tantangan perilaku, serta tingkat paparan risiko keuangan di kalangan generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipandu oleh PRISMA 2020 V2, artikel-artikel dikumpulkan dari basis data Scopus. Setelah proses penyaringan, sebanyak 18 artikel berkualitas tinggi dipilih untuk dianalisis secara kualitatif. Temuan penelitian menyoroti isu-isu utama seperti perilaku keuangan impulsif, kurangnya pendidikan keuangan yang terarah, serta peran layanan keuangan digital dalam membentuk pengambilan keputusan anak muda. Melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, studi ini juga mengidentifikasi tren riset dan kesenjangan konseptual terkait risiko dan literasi keuangan generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas pemahaman mengenai bagaimana kerentanan finansial berkembang pada anak muda, serta memberikan arahan untuk strategi edukasi keuangan dan pengembangan kebijakan yang lebih berlandaskan pendekatan perilaku.

2025
👤 Penulis: Syifa Putri Jaslin
🏷️ Keuangan Digital 🏷️ Manajemen Risiko Keuangan 🏷️ Literasi Keuangan

DESAIN MANAJEMEN INVENTARISASI BERBASIS PERAMALAN UNTUK PT. KAYU MEBEL INDONESIA

PT. Kayu Mebel Indonesia saat ini menerapkan sistem Make-to-Order murni, yang menjaga persediaan barang jadi tetap rendah tetapi membuat operasional rentan terhadap waktu tunggu pemasok yang lama dan kehabisan stok yang terkadang terjadi. Studi ini merancang dan menguji kerangka kerja inventaris berbasis prakiraan untuk mendukung rencana perusahaan menuju pendekatan Make-to-Stock hibrida. Data ERP selama satu tahun 2024 tentang pengadaan, konsumsi, dan tingkat stok untuk kayu, veneer, dan papan panel (material yang menyumbang pengeluaran terbesar) dianalisis. Permintaan bulanan diprakirakan dengan perangkat deret waktu sederhana: pemulusan eksponensial tunggal ditambah rata-rata bergerak tertimbang dua dan tiga periode. Deviasi Absolut Rata-rata, Kesalahan Kuadrat Rata-rata, dan Kesalahan Persentase Absolut Rata-rata mengidentifikasi model terbaik untuk setiap material. Prakiraan yang dipilih digunakan untuk rumus Kuantitas Pesanan Ekonomis dan Titik Pemesanan Ulang, dan Perencanaan Kebutuhan Material menerjemahkan ukuran lot yang dihasilkan ke dalam jadwal pembelian bertahap. Simulasi terhadap transaksi historis menunjukkan bahwa kebijakan yang diusulkan meningkatkan visibilitas perencanaan dan mengurangi pembelian darurat, sehingga mengurangi tekanan penyimpanan pada barang impor bernilai tinggi. Namun, untuk material bernilai rendah dengan biaya pemesanan tetap yang besar, pesanan yang lebih besar tetapi lebih jarang justru meningkatkan stok rata-rata, sehingga terjadi pergeseran biaya, alih-alih penurunan. Temuan ini menyoroti bahwa prakiraan yang lebih baik tidak serta merta menurunkan biaya; manfaatnya bergantung pada penyelarasan aturan ukuran lot dengan struktur biaya masing-masing material. Rekomendasi ini memberikan panduan yang jelas bagi manajemen tentang cara mengintegrasikan estimasi permintaan, EOQ, dan MRP ke dalam alur kerja ERP yang ada untuk menyeimbangkan keandalan layanan dan biaya inventaris selama ekspansi.

2025
👤 Penulis: Ananda Frizzy Pratama
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

ASESMEN KESEHATAN POHON DAN ESTIMASI KAPASITAS PENYERAPAN KARBON JALUR HIJAU JALAN KOTA BANDUNG, JAWA BARAT

Jalur Hijau Jalan (JHJ) merupakan bagian penting dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memiliki fungsi ekologis dalam mereduksi polusi udara dan menyerap karbon di wilayah perkotaan. Namun, keberadaan pohon di JHJ Kota Bandung, khususnya di Kecamatan Sukajadi dan Sumur Bandung, menghadapi permasalahan kesehatan pohon yang berpotensi menimbulkan risiko tumbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan pohon menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta mengestimasi simpanan dan serapan karbon pada pohon-pohon di JHJ kedua kecamatan tersebut. Metode FHM digunakan untuk menilai kerusakan pohon berdasarkan lokasi, tipe, dan tingkat keparahan, serta menghitung Tree Damage Level Index (TDLI). Estimasi simpanan karbon dilakukan melalui pendekatan non-destruktif dengan perhitungan biomassa menggunakan persamaan alometrik dan nilai densitas kayu spesifik. Serapan karbon dihitung dari hasil estimasi simpanan karbon yang dikonversikan ke dalam satuan CO? ekuivalen. Selain itu, dilakukan pula perhitungan emisi karbon dari kendaraan bermotor untuk mengetahui keseimbangan antara daya serap dan beban emisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pohon berada dalam kondisi sehat dengan risiko tumbang yang tergolong ringan. Nilai TDLI mayoritas berada di bawah kategori ringan. Serapan karbon tertinggi terdapat pada spesies Samanea saman. Perbandingan antara serapan karbon dan emisi menunjukkan bahwa JHJ belum sepenuhnya mampu menyerap emisi yang dihasilkan kendaraan bermotor, sehingga diperlukan peningkatan efektivitas JHJ melalui penanaman pohon dengan kapasitas serapan tinggi dan pemeliharaan kesehatan pohon yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Lathifatul Choiriyah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN PENGURANGAN LIMBAH DALAM PROSES PENGOLAHAN KAYU DI PT. CAKRA ALAM PERSADA: PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA

PT. Cakra Alam Persada, perusahaan pengolahan kayu di Kalimantan Tengah, menghadapi inefisiensi operasional yang mencakup pemborosan material, ketidakseimbangan tenaga kerja, dan ketidakkonsistenan kualitas produk. Masalah ini menyebabkan yield rendah, alur kerja tidak stabil, serta peningkatan jumlah cacat. Penelitian ini menerapkan metodologi Lean Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC (Define– Measure–Analyze–Improve–Control). Melalui alat seperti Diagram Pareto, Fishbone, Analisis Heijunka, dan SPC, penelitian mengidentifikasi akar masalah, mengukur kesenjangan kinerja, serta menyusun rekomendasi perbaikan. Review Kaizen dan wawancara operator turut mendukung usulan seperti revisi SOP, penataan layout, dan penyeimbangan beban kerja antar shift. Hasil menunjukkan bahwa kesalahan trimming, pemotongan tidak akurat, dan ketimpangan shift adalah penyebab utama inefisiensi. Dengan perbaikan yang terstruktur, PT. CAP diperkirakan dapat meningkatkan yield, pemanfaatan tenaga kerja, dan konsistensi kualitas. Studi ini menegaskan efektivitas Lean Six Sigma dalam mengoptimalkan proses pengolahan kayu.

2025
👤 Penulis: Ahmad Fauzan Makarim Nur Zain
🏷️ Lean Six Sigma 🏷️ Manajemen Proses Pengolahan Kayu 🏷️ Kontrol Kualitas

ANALISIS SUPLEMENTASI KOMBINASI ALBEDO SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) DAN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI) TERHADAP DAYA TAHAN KEKUATAN OTOT RANGKA PADA ATLET BULU TANGKIS

Bulu tangkis merupakan olahraga dengan intensitas tinggi dengan pola permainan intermitten, di mana atlet dituntut melakukan gerakan eksplosif dan berulang dalam waktu singkat namun terus-menerus selama durasi pertandingan. Aktivitas seperti lompatan, perubahan arah cepat, dan pukulan kuat dilakukan secara berulang, sehingga daya tahan kekuatan otot menjadi komponen vital yang menunjang konsistensi performa. Ketahanan otot yang baik memungkinkan atlet mempertahankan kontraksi submaksimal dalam waktu lama tanpa kehilangan teknik atau efisiensi gerak. Upaya peningkatan performa tersebut tidak hanya mengandalkan latihan fisik. dalam konteks penelitian ini, pemanfaatan bahan alami dengan potensi ergogenik menjadi strategi yang menarik untuk diteliti. Albedo semangka (Citrullus lanatus) diketahui mengandung l-citrulline yang berperan dalam meningkatkan aliran darah melalui jalur oksida nitrat, sedangkan kayu manis (Cinnamomum burmanni) mengandung cinnamaldehyde yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan sehingga mampu mempercepat pemulihan otot dan mengurangi kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi suplementasi albedo semangka dan kayu manis terhadap daya tahan kekuatan otot rangka pada atlet bulu tangkis remaja. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan model pretest-posttest control group yang dilaksanakan secara double-blind. Sebanyak 30 atlet bulutangkis laki-laki usia 14-17 tahun secara acak dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n=15) dan kontrol (n=15), dua subjek dikeluarkan dari penelitian karena berhalangan hadir saat pengambilan data posttest. Kelompok eksperimen mengonsumsi suplemen kombinasi sebanyak 4 kapsul per hari, masing-masing mengandung 250 mg albedo semangka dan 250 mg kayu manis sehingga total dosis 1000 mg albedo semangka dan 1000 mg kayu manis per hari selama 21 hari. Sedangkan kelompok kontrol menerima kapsul plasebo. Evaluasi dilakukan melalui tes daya tahan otot menggunakan gerakan back squat dengan beban 60%-70% 1RM hingga kelelahan. Aktivitas otot direkam menggunakan sEMG untuk mengevaluasi durasi total kontraksi berdasarkan ii periode aktif sinyal otot, serta waktu terjadinya kelelahan neuromuskular (time to fatigue) melalui penurunan median frequency (MDF) di bawah 90% baseline. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan jumlah repetisi submaksimal dalam kelompok eksperimen, dari 29,93 ± 6,60 menjadi 35,21 ± 7,76 (p = 0,000), sementara kelompok kontrol hanya meningkat dari 30,50 ± 9,60 menjadi 32,43 ± 9,10 (p = 0,000). Selisih peningkatan pada kelompok eksperimen (?= 5,29 ± 2,84) juga secara statistik lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (? = 1,93 ± 1,32), dengan hasil uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,001). Hasil sEMG menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan durasi kontraksi sebesar 9,79 ± 16,04 detik, sementara kelompok kontrol mengalami penurunan -3,43 ± 21,00 detik (p = 0,073). Sementara itu, time to fatigue meningkat secara signifikan pada kelompok eksperimen (21,00 ± 18,66 detik) dibandingkan kontrol (-0,21 ± 25,31 detik), dengan hasil uji Mann- Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,032). Temuan ini mengindikasikan bahwa suplementasi kombinasi albedo semangka dan kayu manis dapat meningkatkan ketahanan neuromuskular, terutama dalam memperpanjang waktu sebelum timbulnya kelelahan otot berdasarkan analisis sinyal sEMG. Dengan demikian, temuan penelitian ini mendukung potensi kombinasi albedo semangka dan kayu manis sebagai agen ergogenik alami yang mampu meningkatkan ketahanan terhadap kelelahan neuromuskular. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan strategi suplementasi berbasis bahan alami yang tidak hanya aplikatif dan relatif aman, tetapi juga relevan untuk meningkatkan performa neuromuskular pada atlet remaja usia 14–17 tahun..

2025
👤 Penulis: Marie Muhammad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

TRANSFORMASI ESTETIKA DAN MATERIAL PADA PERHIASAN LOGAM PADA PAKAIANPENGANTIN ADAT DI INDONESIA: KAJIAN BAHASA VISUAL PERIODE TAHUN 1900-

Dalam upacara pernikahan, penggunaan perhiasan merupakan suatu hal yang krusial. Perhiasan dalam upacara pernikahan digunakan sebagai sebuah bentuk manifestasi dan representasi dari suatu kebudayaan. Hal ini juga terdapat pada kebudayaan di wilayah Sunda Priangan yang merupakan pusat dari Tatar Sunda. Perhiasan pengantin umumnya digunakan hampir di seluruh bagian tubuh pengantin salah satunya pada bagian kepala. Perhiasan yang digunakan pada bagian kepala pengantin baik laki-laki maupun perempuan memiliki suatu peran yang penting dan selalu ditemukan digunakan oleh pengantin dari tiap periode. Hal ini mengindikasikan bahwa perhiasan pengantin Sunda Priangan telah melewati rangkaian proses transformasi yang melibatkan berbagai elemen visual dan material hingga memengaruhi nilai fungsi dan nilai budayanya pula. Transformasi yang terjadi dapat diidentifikasikan secara historikal karena prosesnya merupakan suatu rangkaian panjang yang terjadi sejak periode dimana kebudayaan Sunda Kuno diidentifikasikan pada Kerajaan Sunda dengan corak Hindu-Buddha. Identifikasi pada periode tersebut memengaruhi bagaimana kemudian pada wilayah Sunda Priangan, perhiasan pengantinnya mulai mengalami pengerucutan karakteristik. Kemudian, masuknya pengaruh agama Islam yang dibawa oleh pedagang dan memengaruhi perubahan corak budaya kerajaan serta masuknya kolonialisme yang utamanya dibawa oleh Belanda dan VOC juga memberikan pengaruh pada transformasi yang terjadi. Intergrasi dari nilai-nilai kebudayaan yang baru memengaruhi karakteristik perhiasan pengantin tersebut. Hingga akhirnya dipengaruhi oleh modernisasi yang mengintegrasikan gaya kontemporer pada perhiasannya. Transformasi yang terjadi diidentifikasikan melalui perhiasan pengantin yang digunakan pada bagian kepala seperti penggunaan mahkota yang kemudian bertransformasi menjadi bendo dan siger. Transformasi ditekankan pada elemen visual dan materialnya yang dapat dilihat secara kasat mata dari perubahan yang terjadi. Hal tersebut juga memengaruhi nilai fungsi dan nilai kebudayaannya yang mengalami pergeseran yang berada secara implisit dalam perhiasan pengantin tersebut. Transformasi yang dapat diidentifikasikan menghasilkan suatu penggabungan antara elemen kebudayaan tradisional dan modern yang menciptakan suatu estetika baru yang banyak digunakan pada upacara pernikahan modern.

2025
👤 Penulis: Mahogany Ramla Lubis
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Perhiasan Pengantin

KARAKTERISASI TIGHT RESERVOIR MENGGUNAKAN AMPLITUDE VARIATION WITH FREQUENCY (AVF), SEISMIK MULTI-ATRIBUT, DAN NEURAL NETWORK PADA LAPANGAN “NB”, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Lapangan “NB” yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu lapangan hidrokarbon yang tergolong sebagai tight reservoir dengan kedalaman relatif dangkal serta memiliki geometri kompleks akibat keberadaan strike-slip fault yang memotong struktur antiklin utama. Keberadaan sesar tersebut menjadi indikasi adanya kompartemenlisasi yang berdampak pada kontinuitas dan persebaran properti reservoir. Data yang tersedia berupa data 3D PSTM tanpa data gather. Untuk menghadapi kondisi tersebut, diperlukan upaya peningkatan kualitas data seismik melalui proses preconditioning. Preconditioning terbatas pada penghilangan noise data seismik menggunakan FXY-Deconvolution yang bekerja pada domain frekuensi. Adapun metode karakterisasi reservoir dilakukan secara terintegrasi dengan memanfaatkan berbagai metode yang relevan, yaitu analisis sensitivitas, atribut amplitudo, atribut kompleks, Amplitude Variation with Frequency (AVF), inversi post-stack, serta metode emerge training dengan pendekatan seismik multi-atribut dan neural network. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, parameter Vp/Vs adalah parameter paling sensitif, sehingga Vp/Vs menjadi indikator utama dalam identifikasi zona prospektif hidrokarbon lapangan penelitian dan terdapat perbedaan trend pada cross plot. Analisis dilakukan pada 12 sumur, dengan tiga sumur diantaranya memiliki log Vs yang memungkinkan perhitungan nilai Vp/Vs dengan menggunakan emerge log predict. Integrasi metode-metode tersebut menghasilkan dugaan bahwa sistem sesar pada lapangan ”NB” tidak hanya memengaruhi struktur, tetapi juga berperan dalam membentuk reservoir dengan karakteristik yang berbeda. Melalui proses emerge training menggunakan neural network, dihasilkan volume pseudo Vp/Vs. Dengan demikian, studi ini menunjukkan bahwa integrasi metode preconditioning, seismik atribut, serta emerge training berbasis multi-atribut dan neural network dapat meningkatkan kualitas data untuk karakterisasi reservoir pada lapangan “NB”. Diperoleh bahwa kedua area penelitian yang terpisahkan oleh strike-slip fault memiliki potensi yang tinggi dengan karakteristik berbeda.

2025
👤 Penulis: A. Sitti Nabilah B. Ronda
🏷️ Seismologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PENGARUH DIMENSI ESG TERHADAP PERSEPSI INVESTOR GENERASI Z TERHADAP KINERJA SAHAM DI PASAR MODAL INDONESIA

Meningkatnya minat investasi berkelanjutan yang kian dibahas di media sosial dan jurnal jurnal akademik, bersamaan dengan meningkatnya minat investor Generasi Z terhadap pasar modal Indonesia memunculkan sebuah pertanyaan tentang bagaimana preferensi ESG memengaruhi keputusan investasi. Secara tradisional, keputusan investasi didorong oleh metrik keuangan seperti laba dan pendapatan. Namun, meningkatnya kesadaran akan investasi berkelanjutan dapat memuat pernyataan bahwa faktor-faktor non-finansial dapat menjadi pertimbangan bagi para investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi investor Gen Z terhadap dimensi Lingkungan (E), Sosial (S), dan Tata Kelola (G) suatu perusahaan terhadap ekspektasi return saham, serta mengidentifikasi mana dimensi ESG yang paling signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatakan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan menghasilkan 457 responden investor Gen Z di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi ESG berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspektasi return saham investor Gen Z. Kinerja Sosial (S) ditermukan memiliki pengaruh paling dominan, diikuti dengan Tata Kelola (G), dan kemudian lingkungan (E).

2025
👤 Penulis: Reihan Naufarizky
🏷️ Lingkungan 🏷️ Sosial 🏷️ Tata Kelola
Halaman 353 dari 6754
💬