📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERKEMBANGAN E-COMMERCE LIVE STREAMING DI INDONESIA: MEMAHAMI KETERLIBATAN KONSUMEN DAN NIAT PEMBELIAN SKINTIFIC DI GENERASI Z
Telah terjadi peningkatan signifikan dalam e-commerce live streaming di Indonesia, yang telah mendorong pertumbuhan yang signifikan dalam pendapatan bisnis e-commerce Indonesia hingga tahun 2022, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Fenomena baru e-commerce live streaming di Indonesia terjadi di platform media sosial seperti Shopee Live, TikTok Live, dan LazLive, yang telah mengubah cara konsumen di Indonesia berbelanja online dengan membuatnya sangat nyaman bagi konsumen untuk berbelanja kapan saja dan di mana saja. Namun, meskipun pengalaman revolusioner ini, masih ada kesenjangan dalam pemahaman tentang faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keterlibatan konsumen dan niat pembelian konsumen di Indonesia, biasanya disebabkan oleh kurangnya keterampilan pemasaran digital, strategi promosi yang tidak efektif, dan kurangnya kepercayaan konsumen. Selain itu, ekonomi digital Indonesia ditandai oleh populasi muda yang melek teknologi, terutama Generasi Z, dan tingkat penetrasi media sosial yang tinggi, semua faktor ini berkontribusi pada lingkungan baru bagi e-commerce live streaming untuk berkembang. Namun, perusahaan dan pemasar berisiko kehilangan peluang untuk memanfaatkan platform yang terus berubah ini secara efektif jika mereka tidak memahami secara mendalam apa yang mendorong keterlibatan konsumen dan apa yang menginspirasi penonton untuk beralih dari audiens pasif menjadi konsumen aktif dalam skenario e-commerce live streaming. Studi ini menyelidiki pengaruh yang semakin luas dari e-commerce live streaming di Indonesia, yang didorong oleh platform seperti Shopee Live, TikTok Live, dan LazLive, yang mengubah perilaku konsumen di Indonesia dengan pengalaman berbelanja real-time dan interaktif. Dalam studi ini, diidentifikasi lima karakteristik esensial yang mendorong keterlibatan konsumen dan niat pembelian, yaitu: (1) tuan rumah yang menarik dan berpengetahuan, (2) metode periklanan yang menarik, (3) kehadiran sosial yang kuat, (4) rasa takut ketinggalan (FOMO), dan (5) nilai produk yang tinggi. Menggunakan bisnis perawatan kulit Skintific sebagai contoh, makalah ini menunjukkan bagaimana kombinasi strategis antara siaran langsung yang dipandu oleh karyawan, komunikasi produk yang terbuka, dan strategi promosi yang cerdas dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, menciptakan rasa urgensi, dan meningkatkan penjualan, terutama di kalangan konsumen Generasi Z.
HUBUNGAN POLIMORFISME ACTN3 R577X DENGAN BIOMARKER KERUSAKAN OTOT PADA ATLET BULUTANGKIS REMAJA PRIA SETELAH BADMINTON FATIGUE TEST
Latar Belakang: Bulutangkis adalah olahraga intermiten, yang memiliki risiko cedera otot yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan polimorfisme ACTN3 R577X dengan biomarker kerusakan otot, CK dan mioglobin, pada atlet bulutangkis remaja pria setelah dilakukan induksi kerusakan otot menggunakan protokol BFT. Berapa besar perbedaan kerusakan otot akibat defisiensi protein ?-actinin-3 varian XX gen ACTN3 dibandingkan dengan varian lain yang memiliki protein ?-actinin-3 menjadi dasar pertanyaan penelitian ini. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasi longitudinal dengan desain pre- post melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 30 atlet bulutangkis remaja pria, dengan varian gen ACTN3 RR (n=8), RX (n=13) dan XX (n=9). Semua kelompok dinduksi kerusakan ototnya, kemudian dibandingkan nilai CK dan mioglobin antar kelompok varian, pre, post 1 dan 24 jam BFT. Hasil: Setelah BFT, uji repeated ANOVA menunjukan peningkatan nilai CK dan mioglobin secara signifikan (p = 0,000) pada semua kelompok varian gen ACTN3 baik 1 maupun 24 jam. Uji two-way ANOVA, untuk kadar CK menunjukan tidak ada perbedaan signifikan (p =0,404) interaksi antara kelompok varian gen dan waktu, sedangkan kadar mioglobin menunjukan terdapat perbedaan signifikan (p =0,038) interaksi antara kelompok varian gen dan waktu. Uji effect size Cohen’s d menunjukan effect size yang moderat hingga besar (0,8-1,4) pada varian XX baik 1 jam maupun 24 jam setelah BFT dibandingkan kedua varian lainnya terhadap terhadap kedua biomarker kerusakan otot, CK dan mioglobin. Kesimpulan: Polimorfisme ACTN3 R577X (varian XX) menunjukan effect size moderat hingga besar (Cohen’s d 0,8-1,4) terhadap kerusakan otot setelah BFT dibandingkan varian RR dan RX, menandakan relevansi praktis yang signifikan meskipun tidak selalu mencapai signifikansi statistik konvensional (p>0,05).
EVALUASI STABILITAS TEROWONGAN BAWAH TANAH BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA ROCK LOAD (PV) DAN TEKANAN PENYANGGA MAKSIMUM (PSMAX) : KAJIAN EMPIRIS MULTINEGARA
Fenomena squeezing merupakan salah satu tantangan dalam pembangunan terowongan bawah tanah, khususnya pada kondisi geologi yang kompleks, massa batuan yang lemah dan kedalaman yang signifikan. Squeezing terjadi ketika deformasi plastis massa batuan melebihi kapasitas dukung penyangga, sehingga dapat mengancam kestabilan dari terowongan. Menurut Hoek dan Marinos (2009) bahwa batuan memiliki kemampuan terbatas dalam menahan shear stress yang diakibatkan terjadinya pergeseran akibat adanya deformasi tektonik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rock load (Pv) dan kapasitas maksimum penyangga (Psmax) pada terowongan, agar menghasilkan rekomendasi teknis sebagai acuan perencanaan sistem penyangga. Data yang digunakan berupa 202 data sekunder yang bersumber pada literatur internasional. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio Psmax terhadap Pv serta mengklasifikasikan data berdasarkan tingkat squeezing. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi No Squeezing umumnya memiliki rasio Psmax dan Pv ? 4, sedangkan kasus dengan kondisi Squeezing memiliki rasio < 4. Nilai ambang 4 x Pv diidentifikasi sebagai batas bawah kapasitas penyangga yang memadai untuk meminimalkan risiko deformasi berlebih.
INVESTIGASI NUMERIK 3D TERHADAP TRANSMISI GELOMBANG PADA STRUKTUR PEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH DENGAN ARMOR PENTAPOD
Permasalahan erosi pantai yang disebabkan oleh energi gelombang laut merupakan salah satu tantangan utama dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan pesisir. Salah satu pendekatan struktural yang umum digunakan untuk mereduksi dampak gelombang adalah penerapan low-crested breakwater (PEGAR) yang dilengkapi dengan unit armor beton. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja armor pentapod tipe pentacone dalam meredam propagasi gelombang laut melalui simulasi numerik tiga dimensi dengan memanfaatkan perangkat lunak FLOW-3D yang berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Model numerik yang dikembangkan divalidasi menggunakan data eksperimen fisik berskala 1:25, dan menghasilkan deviasi rata-rata tinggi gelombang kurang dari 5%, menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi. Simulasi dilakukan terhadap 84 skenario kombinasi yang melibatkan variasi parameter desain seperti lebar puncak struktur, kedalaman peredaman, tinggi gelombang, serta periode gelombang. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien transmisi gelombang (Kt) mengalami penurunan seiring meningkatnya nilai kecuraman gelombang (Hi/gT²) dan rasio lebar puncak terhadap panjang gelombang (B/L), sedangkan peningkatan rasio kedalaman peredaman terhadap tinggi gelombang (Rc/Hi) justru mendorong kenaikan nilai Kt. Armor pentacone menunjukkan respons hidrodinamik yang efektif dalam menurunkan energi gelombang dan elevasi muka air di sisi lepas struktur. Temuan ini memperkuat relevansi penggunaan unit armor pentapod dalam desain struktur pelindung pantai, serta menegaskan keandalan metode CFD sebagai alat analisis numerik untuk memodelkan interaksi gelombang dan struktur dengan tingkat presisi yang tinggi dan efisiensi waktu yang baik.
FORMULASI DAN EVALUASI AKTIVITAS SEDIAAN SERUM LISAT BIFIDOBACTERIUM LONGUM DAN LACTOBACILLUS RHAMNOSUS TERHADAP MIKROFLORA KULIT
Sebagai lapisan paling luar dari tubuh manusia, kulit bertanggung jawab untuk melindungi tubuh dari ancaman internal dan eskternal, seperti bahan kimia, patogen, sinar UV, dan masih banyak lagi. Barier kulit harus berada pada kondisi optimal sebelum dapat menjalankan fungsinya dan salah satu faktor yang paling penting dalam menjaga kesehatan kulit adalah mikrobioma kulit. Meningkatnya kebutuhan produk perawatan kulit, khususnya pada produk yang diklaim sebagai produk alami, membuka kesempatan untuk memanfaatkan mikroorganisme sebagai komponen kunci. Bifidobacterium longum dan Lactobacillus rhamnosus adalah contoh bakteri yang sering digunakan untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Penelitian terkini juga telah menunjukkan efek kedua bakteri tersebut terhadap mikrobioma dan kesehatan kulit. Meskipun demikian, penggunaan bakteri hidup dalam produk komersil menghasilkan tantangan akibat sulitnya menjaga viabilitas bakteri. Dalam hal ini, produksi dan formulasi lisat bakteri menjadi solusi yang bermanfaat. Sel B. longum dan L. rhamnosus dilisis menggunakan sonikasi dan diliofilisasi, sehingga diperoleh lisat kering. Lisat kemudian diuji terhadap S. epidermidis, S. aureus, C. acnes, dan campuran ketiga bakteri tersebut melalui pengukuran OD625. Lisat diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan S. epidermidis serta menurunkan pertumbuhan S. aureus dan C. acnes. Lisat kemudian diformulasikan dalam bentuk serum sebelum stabilitasnya diuji berdasarkan parameter organoleptik, pH, viskositas, daya serbar, dan aktivitas setelah penyimpanan selama tujuh hari. Kombinasi lisat dengan konsentrasi 3200 ppm (1:1) menunjukkan aktivitas terhadap bakteri uji. Formulasi serum mencangkup CMC-Na, propilen glikol, disodium EDTA, fenoksietanol, minyak atsiri, dan air. Walaupun ketidakstabilan tampak pada pH, viskositas, dan daya sebar sediaan, aktivitas serum terhadap S. aureus, C. acnes, dan campuran ketiga bakteri tetap terjaga.
PATI UBI JALAR CILEMBU (IPOMOEA BATATAS (L.)) SEBAGAI PEMBENTUK STRUKTUR DAN TEKSTURROTI BEBAS GLUTEN BERBAHAN DASAR TEPUNG SORGUM
Roti bebas gluten merupakan alternatif roti gandum yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penderita Celiac Disease (CD) dan konsumen yang mengikuti tren diet bebas gluten. Substitusi tepung terigu dengan tepung bebas gluten, seperti tepung sorgum, adalah salah satu pendekatan yang sering digunakan. Namun, tanpa gluten, roti cenderung bertekstur keras dan padat. Penambahan aditif pembentuk struktur, seperti pati atau hidrokoloid, menjadi salah satu solusi yang kerap digunakan dalam permasalahan ini. Pati Ubi Cilembu (PUC) yang memiliki kandungan amilopektin tinggi diharapkan dapat meningkatkan viskoelastisitas dan tekstur roti bebas gluten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi PUC sebagai pembentuk struktur roti bebas gluten berbahan dasar tepung sorgum. Sasaran penelitian ini berfokus pada pengaruh pembentukan gel PUC, komposisi campuran tepung sorgum-isolat PUC, dan kombinasi hidrokoloid-isolat PUC dalam membentuk struktur roti bebas gluten. Variasi yang diuji meliputi kadar PUC (20-40%), pembentukan gel PUC, penggunaan pati jagung dan pati singkong sebagai pembanding, metode tepung pati pre-gelatinized, penambahan hidrokoloid, dan jenis starter (ragi dan sourdough). Roti bebas gluten yang dihasilkan diuji teksturnya secara kuantitatif menggunakan TPA (Texture Profile Analyzer). Selain itu, dilakukan pengukuran volume spesifik, baking loss, % proofing, analisa warna, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 20% Gel PUC terbukti secara nyata dalam membentuk struktur roti bebas gluten berbahan dasar tepung sorgum. Lebih lanjut, kombinasi 20% Gel PUC dengan hidrokoloid berupa 3% Xanthan Gum menghasilkan struktur roti yang optimal dan penerimaan sensori yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah dan diaplikasikan pada produk bebas gluten lainnya secara luas.
SIMULASI DAN PEMODELAN NUMERIK ALIRAN GAS METANA BERDASARKAN INTENSITAS REKAHAN BATUBARA PADA SKALA LABORATORIUM
Gas metana (CH?) merupakan gas yang berpotensi menimbulkan bahaya ledakan di tambang bawah tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi intensitas rekahan batubara terhadap sifat fisik, permeabilitas, koefisien difusi, dan pola aliran metana pada skala laboratorium, serta memodelkan proses difusi menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) di ANSYS Fluent. Empat sampel batubara bituminous dari Kalimantan Timur direkah menggunakan uji Unconfined Compressive Strength (UCS) untuk menghasilkan variasi tingkat kerusakan. Karakterisasi sifat fisik dilakukan melalui pengukuran porositas dan kecepatan gelombang ultrasonik (Vp). Konsentrasi metana diukur secara real-time menggunakan Automatic and Continuous Monitoring System – CH? (ACMS-CH?) untuk memperoleh nilai koefisien difusi dan permeabilitas. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan intensitas rekahan menurunkan nilai Vp dan meningkatkan permeabilitas serta koefisien difusi. Sampel BB-4 memiliki intensitas rekahan tertinggi (?UV = 0,0002723 s), konduktivitas hidraulik tertinggi (1,653 × 10?? m/s), dan koefisien difusi tertinggi (8,000 × 10?¹? m²/s), sedangkan BB-2 memiliki nilai terendah. Simulasi CFD memperlihatkan bahwa media dengan rekahan besar memungkinkan penyebaran metana lebih cepat dan luas. Pengujian ini menunjukkan bahwa integrasi pengujian laboratorium dan simulasi numerik dapat memberikan pemahaman komprehensif terhadap mekanisme migrasi metana, sehingga bermanfaat untuk perencanaan mitigasi risiko di tambang batubara bawah tanah.
MENGANALISIS PERILAKU KEUANGAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERUSAHAAN UNTUK TRANSISI MENJADI PERUSAHAAN MINYAK & GAS YANG BERKELANJUTAN
Perubahan iklim merupakan ancaman yang tidak dapat diubah dan membutuhkan tindakan segera untuk melindungi generasi mendatang. Penelitian ini menyelidiki korelasi antara pengambilan keputusan perusahaan oleh seorang eksekutif dalam mentransisikan perusahaan minyak dan gas menuju energi berkelanjutan, dan dampaknya terhadap perilaku keuangan investor dalam pengambilan keputusan investasi. Untuk tujuan ini, penelitian ini akan mengkaji pengaruh bias perilaku keuangan terhadap pengambilan keputusan perusahaan dalam transisi industri minyak dan gas menuju energi berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana bias seperti keengganan terhadap kerugian, terlalu percaya diri, dan bias herding dalam pengambilan keputusan tentang investasi berisiko tinggi, seperti pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini akan menggunakan Model PRISMA 2020 V2, Zotero, dan Vosviewer untuk tinjauan konseptual dan analisis jaringan. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja pengambilan keputusan yang etis guna membantu perusahaan menavigasi transisi keberlanjutan. Temuan ini akan memberikan wawasan bagi perusahaan untuk menyelaraskan strategi bisnis dengan tujuan keberlanjutan jangka panjang, memitigasi bias perilaku, dan mendorong keputusan etis melalui niat etis.
POLA AKTIVITAS DAN JENIS-JENIS PERILAKU BLACKTIP SHARK DI DALAM LEMBAGA KONSERVASI SEA WORLD ANCOL, JAKARTA
Pola aktivitas dan perilaku Blacktip sirip hitam (Carcharhinus limbatus) di lingkungan konservasi memberikan wawasan penting mengenai adaptasi mereka terhadap lingkungan buatan, yang berkontribusi pada praktik pengelolaan dan kesejahteraan yang lebih baik. Penelitian ini berfokus pada pengamatan dan analisis pola aktivitas serta jenis perilaku Blacktip Shark di konservasi Sea World Ancol. Selama periode pengamatan tertentu, data dikumpulkan terkait gerakan, interaksi sosial, perilaku makan, dan respons terhadap rangsangan lingkungan. Metode kuantitatif digunakan untuk mengklasifikasikan perilaku dan mengidentifikasi tren aktivitas di bawah berbagai kondisi lingkungan, seperti pencahayaan dan jadwal pemberian makan. Hasil penelitian menunjukkan ritme perilaku yang khas dan respons adaptif yang dipengaruhi oleh faktor-faktor konservasi, termasuk ukuran akuarium, kualitas air, dan interaksi rutin. Penemuan ini menekankan pentingnya menyesuaikan praktik pengelolaan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan ekologi Balcktip Shark. Rekomendasi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka di konservasi dan implikasinya terhadap upaya konservasi laut secara umum juga dibahas.
PERSEPSI INVESTOR DAN RESPONS PASAR TERHADAP PERPANJANGAN EU ETS DI SEKTOR MARITIM (STUDI KEJADIAN PADA PERUSAHAAN PELAYARAN EROPA)
Makalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perluasan EU ETS maritim telah memengaruhi pasar keuangan industri pelayaran. Makalah ini secara khusus menyelidiki bagaimana sentimen investor dan kinerja keuangan perusahaan maritim Eropa telah terpengaruh oleh perubahan legislatif yang besar ini. Aktivitas pelayaran merupakan landasan pasar global, dengan industri pelayaran memainkan peran penting dalam memfasilitasi pergerakan barang antar negara. Pertumbuhan pasar perdagangan global juga tercermin dalam peningkatan emisi karbon dari pelayaran maritim. Faktanya, sektor pelayaran maritim kini menjadi salah satu sektor dengan intensitas karbon tertinggi, menyumbang porsi besar emisi gas rumah kaca global. Sejak tahun 1970, emisi ini telah meningkat secara signifikan, mencapai 706 juta metrik ton pada tahun 2023. Melihat kondisi yang memprihatinkan di dunia nyata, Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (EU ETS) memutuskan untuk memasukkan sektor maritim ke dalam peraturannya. Perluasan ini merupakan perubahan besar, karena EU ETS awalnya hanya berfokus pada sektor manufaktur dan energi. Perluasan ini menyebabkan pergeseran regulasi yang signifikan yang berdampak pada aspek operasional aktivitas pelayaran dan kesejahteraan finansial perusahaan pelayaran. Studi ini menerapkan metodologi studi peristiwa untuk menganalisis reaksi pasar dan persepsi investor terhadap perluasan regulasi EU ETS ke sektor maritim dalam periode peristiwa yang ditentukan, yaitu 29 hari (t–14 hingga t+14). Reaksi pasar dievaluasi menggunakan dua indikator utama: imbal hasil abnormal (AR) dan aktivitas volume perdagangan (TVA). Indikator pendukung seperti imbal hasil abnormal rata-rata (AAR) dan imbal hasil abnormal rata-rata kumulatif (CAAR) juga digunakan. Indeks STOXX Europe 600 digunakan sebagai tolok ukur pasar untuk menentukan proyeksi imbal hasil. Sampel terdiri dari perusahaan pelayaran Eropa terpilih yang terdaftar di bursa saham utama yang secara langsung terdampak oleh regulasi EU ETS.
PERANCANGAN USULAN KONSEP PRODUK SERUM WAJAH PT X BERDASARKAN PREFERENSI SEGMEN TARGET DENGAN METODE CHOICE-BASED CONJOINT
Serum wajah milik PT X menunjukkan performa penjualan yang rendah sejak diluncurkan pada Februari 2024, dengan penjualan kurang dari 30 unit dari total 500 unit produksi. Hal ini diduga disebabkan oleh pengembangan produk yang dilakukan tanpa riset mendalam terhadap preferensi konsumen, serta tanpa segmentasi dan targeting yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep produk ideal berdasarkan preferensi konsumen dan menentukan segmen pasar yang paling potensial. Preferensi konsumen dianalisis menggunakan metode choice-based conjoint (CBC), dengan atribut dan level yang ditentukan berdasarkan studi literatur dan wawancara mendalam terhadap pengguna skincare. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner eksperimen terhadap 160 responden menggunakan teknik nonprobability sampling. Empat atribut utama yang dievaluasi mencakup jenis aplikator, fokus manfaat serum, tekstur, dan intensitas aroma herbal. Analisis CBC menunjukkan bahwa atribut yang paling penting secara berurutan adalah aroma, tekstur, jenis aplikator, dan klaim manfaat. Untuk memetakan heterogenitas pasar, digunakan metode latent class regression (LCR) yang menghasilkan empat segmen unik: Targeted Seekers, The Optimizer, Anti-Mainstream, dan The Guardians. Dari keempatnya, segmen The Optimizer dipilih sebagai target pasar utama karena memiliki potensi pangsa pasar terbesar sebesar 44,3%, yang mana mereka memiliki karakteristik masalah kulit hiperpigmentasi dan sebagiannya berjerawat. Konsep produk yang sesuai dengan preferensi The Optimizer adalah serum dengan aplikator dropper cap, klaim multifungsi, tekstur lightweight, dan aroma eucalyptus ringan. Selanjutnya, dilakukan analisis willingness to pay (WTP) menggunakan metode Van Westendorp Price Sensitivity Meter secara agregat dan per kelompok pengeluaran. Hasil agregat menunjukkan harga optimal sebesar Rp110.500, dengan rentang harga yang dapat diterima antara Rp80.000 – Rp200.000. Adapun rekomendasi harga yang sesuai dengan PT X adalah memasang harga di rentang WTP pada kelompok pengeluaran rendah yakni Rp75.000—Rp186.000 untuk menargetkan seluruh kelompok pengeluaran.
IDENTITAS KONSUMEN DAN KETERIKATAN MEREK: FAKTOR EMOSIONAL DAN PERUBAHAN GENERASIONAL DALAM HUBUNGAN MEREK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan generasi dalam Emotional Brand Attachment (EBA) antara Generasi Z dan Millennial. Pertumbuhan pesat industri ritel fesyen telah menciptakan persaingan yang semakin kompleks, sehingga loyalitas pelanggan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan suatu merek. Emotional Brand Attachment (EBA), yang mencakup tiga dimensi yaitu Affection, Passion, dan Connection, telah diakui sebagai prediktor utama perilaku pembelian ulang (repeat purchase) maupun brand advocacy. Namun, ikatan emosional ini dapat berkembang dan dipertahankan secara berbeda berdasarkan perbedaan generasi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui variasi EBA antara Generasi Z dan Milenial dengan menggunakan Uniqlo sebagai studi kasus. Perbedaan ini memberikan informasi penting sebagai dasar penyesuaian strategi merek untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok. Penelitian ini menggunakan survei tertulis yang diberikan secara sistematis kepada responden dari kedua generasi yang telah membeli dan menggunakan produk Uniqlo. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur tiga dimensi EBA dengan skala Likert 5 poin. Ketangguhan instrumen pengukuran dibuktikan melalui uji reliabilitas dan validitas, di mana nilai Cronbach’s Alpha seluruh dimensi berada di atas 0,70 dan seluruh butir pernyataan memenuhi kriteria validitas. Analisis statistik deskriptif menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang tipis antara kedua generasi pada masing-masing dimensi EBA. Hasil independent samples t-test menunjukkan bahwa Milenial memiliki skor yang secara signifikan lebih tinggi pada dimensi Affection dan Passion dibandingkan Generasi Z, sedangkan pada dimensi Connection tidak terdapat perbedaan signifikan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Milenial cenderung memiliki kehangatan emosional dan kegairahan yang lebih tinggi terhadap merek, sementara kedua generasi menunjukkan konsistensi dalam rasa keterhubungan (connection) terhadap merek. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada Uniqlo untuk memanfaatkan strategi berfokus pada keberlanjutan (sustainability) dan keterlibatan komunitas untuk menarik Milenial, serta mengoptimalkan tren dan pemasaran viral guna membangun hubungan jangka panjang dengan Generasi Z.
PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN SELULOSA KULTUR TANAMAN ASPARAGUS OFFICINALIS DALAM BIOREAKTOR MIST SERTA POTENSINYA DALAM PRODUKSI KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC)
Asparagus officinalis merupakan tanaman dengan kandungan senyawa bioaktif tinggi, rendah kalori, dan tinggi serat yang baik bagi kesehatan. Namun, proses perbanyakan asparagus secara konvensional dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu relatif lama. Budidaya dan pemanfaatan asparagus umumnya menghasilkan limbah agrikultur dalam jumlah besar dengan kandungan serat tinggi, sehingga berpotensi diolah lebih lanjut menjadi produk turunan selulosa bernilai lebih yaitu karboksimetil selulosa (CMC). Metode perbanyakan dengan kultur in vitro menggunakan bioreaktor mist dapat menjadi alternatif peningkatkan laju pertumbuhan biomassa dalam waktu relatif singkat. Pada penelitian ini, asparagus dikultivasi dalam bioreaktor mist dengan variasi penyiraman 2 menit setiap 4 jam dan 8 jam selama 14 hari. Kemudian dilakukan ekstraksi selulosa menggunakan metode updegraff dengan tujuan mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman nutrisi terhadap pertumbuhan dan kandungan selulosa kultur asparagus serta potensinya untuk diproduksi menjadi CMC. Selain itu, dilakukan juga pembuatan CMC dari asparagus dewasa dan pengujian beberapa parameter kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan kultur asparagus dengan variasi penyiraman 2 menit setiap 4 jam dan 8 jam secara berturut-turut menghasilkan laju pertumbuhan relatif sebesar 34,380 ± 1,690 mg/mg/hari dan 14,706 ± 2.652 mg/hari, laju penambahan tinggi sebesar 5,026 ± 0,889 mm/hari dan 1,175 ± 0,753 mm/hari, laju multiplikasi tunas sebesar 1,826 ± 0,334 tunas/eksplan dan 1,401 ± 0,185 tunas/eksplan, perubahan pH medium sebesar 1,013 ± 0,225 dan 0,880 ± 0,199, perubahan konduktivitas medium sebesar 45 ± 7 ?s/cm dan 39,333 ± 3,215 ?s/cm, perubahan kandungan sukrosa medium sebesar 2,574 ± 0,557 g/L dan 1,609 ± 0,557 g/L. Ekstraksi updegraff sampel asparagus hasil kultur in vitro pada medium semipadat, menggunakan reaktor mist dengan variasi penyiraman 2 menit setiap 4 jam dan 8 jam, juga asparagus dewasa hasil perbanyakan konvensional, menunjukkan perolehan selulosa secara berturut-turut sebesar 19,409 ± 0,986 %, 7,351 ± 1,013%, 11,119 ± 1,442 %, dan 12,984 ± 0,446 %. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa perbanyakan asparagus secara in vitro menggunakan bioreaktor mist mampu meningkatkan pertumbuhan kultur asparagus, tetapi kandungan selulosanya lebih iv rendah dibandingkan hasil kultur medium semipadat. Oleh karena itu, hasil kultur medium semipadat lebih berpotensi digunakan sebagai bahan baku produksi CMC komersial karena kandungan selulosa yang lebih tinggi berpotensi menghasilkan lebih banyak CMC.
PROGRAM OLAHRAGA KESEHATAN DAN OLAHRAGA REKREASI DALAM MENINGKATKAN TINGKAT KONSENTRASI DAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) SUKAMISKIN BANDUNG
Latar Belakang: Remaja yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berisiko merasakan penurunan tingkat konsentrasi dan gangguan kualitas tidur akibat tekanan psikologis, keterbatasan lingkungan, dan rutinitas yang monoton. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental serta kemampuan belajar dan adaptasi sosial. Karenannya, studi diaktualisasikan guna menelisik keefektivan gabungan program olahraga kesehatan dan olahraga rekreasi terhadap konsentrasi dan kualitas tidur remaja binaan di LPKA Sukamiskin Bandung. Metode: studi memanfaatkan desain kuantitatif beserta model pre-test post-test control group design. Sampel meliputi 40 remaja (20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol). Intervensi diberikan berupa program olahraga kesehatan dan olahraga rekreasi selama 4 minggu Data dianalisis menggunakan Two-Way Repeated Measures ANOVA dan Independent Samples t-Test untuk menguji efektivitas program terhadap perubahan konsentrasi dan kualitas tidur. Hasil: Analisis menggambarkan ada perbedaan signifikan antara nilai pre-test serta post-test tingkat konsentrasi (p = 0.018; ?² = 0.139) serta kualitas tidur (p = 0.000; ?² = 0.286) kelompok intervensi serta kontrol. Kelompok intervensi ada kenaikkan skor konsentrasi sebesar 2,85 poin dan perbaikan kualitas tidur sebesar 2,55 poin dibanding kelompok kontrol. Nilai ukuran efek (Partial Eta Squared) menunjukkan bahwa intervensi memberikan dampak yang besar. Kesimpulan: Program gabungan olahraga kesehatan dan olahraga rekreasi terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat konsentrasi dan kualitas tidur remaja di LPKA.
FESYEN MEWAH DI ASIA: ANALISIS STRATEGIS DARI KEKUATAN PASAR DAN PERBEDAAN GENERASI ANTARA MILENIAL DAN GENERASI Z
Industri global fesyen mewah sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama di kawasan Asia Pasifik, yang diperkirakan akan menyumbang lebih dari 50% belanja barang mewah global pada tahun 2025. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis lingkungan makro industri fesyen mewah di Asia, cakupan persaingannya, dan perbedaan antargenerasi, khususnya Generasi Milenial dan Generasi Z dalam merespons merek-merek ini dengan melakukan riset berdasarkan literatur yang ada. Dengan menggunakan pendekatan data sekunder, studi ini mensintesis wawasan dari jurnal akademik yang telah melalui tinjauan sejawat, laporan industri, dan basis data statistik untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena tersebut. Penelitian ini didasarkan pada dua kerangka teori inti, yaitu PESTEL dan Porter’s Five Forces. Kerangka kerja ini menawarkan analisis multidimensi tentang lingkungan makro di sekitar industri fesyen mewah dan daya tarik industri ini di Asia. Temuan menunjukkan bahwa Generasi Z lebih condong ke merek-merek mewah yang mencerminkan nilai-nilai etika, keterlibatan digital, dan ekspresi diri, sementara Generasi Milenial tetap mengutamakan warisan, kualitas, dan status sosial. Namun, kedua generasi tersebut sangat dipengaruhi oleh platform digital dan jaringan rekan sejawat, yang berperan sebagai mediator yang kuat dalam persepsi merek dan niat beli. Pasar Asia sangat dinamis, dan merek-merek mewah harus beradaptasi dengan kondisi politik, ekonomi, dan teknologi yang berbeda di setiap negara. Di saat yang sama, Generasi Milenial dan Generasi Z memiliki ekspektasi yang berbeda. Generasi Milenial masih menghargai warisan, kualitas, dan status sosial, sementara Generasi Z lebih mementingkan nilai-nilai etika, ekspresi diri, dan keterlibatan daring. Namun, kedua generasi tersebut sangat bergantung pada platform digital saat berinteraksi dengan merek. Studi ini memberikan wawasan bagi merek-merek fesyen mewah yang ingin memperkuat strategi mereka di Asia, terutama ketika menargetkan konsumen muda yang tidak hanya sadar tren tetapi juga berorientasi pada nilai. Studi ini juga memperlihatkan pentingnya menyesuaikan identitas merek dengan budaya, sosial, dan teknologi.