📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PREDIKSI KESTABILAN LERENG TAMBANG BATUBARA DENGAN PENDEKATAN KECERDASAN BUATAN

Kestabilan lereng adalah aspek krusial dalam perencanaan operasional tambang terbuka, khususnya dalam tambang batubara di Indonesia. Metode analisis kestabilan lereng konvensional seperti kesetimbangan batas dan elemen hingga memerlukan waktu komputasi yang lama. Penelitian ini mengembangkan alternatif menggunakan pendekatan kecerdasan buatan dengan metode XGBoost, CatBoost, dan deep learning untuk membuat model prediksi faktor keamanan statis dan dinamis, serta ANFIS untuk klasifikasi status lereng (stable/unstable). Data penelitian terdiri dari 264 data sekunder dari tambang batubara di Indonesia. Parameter input meliputi material properties (berat jenis, kohesi, sudut gesek dalam), geometri lereng (tinggi dan sudut lereng keseluruhan), parameter hidrogeologi (Hu), beban seismik, jenis lereng (highwall, lowwall, dan sidewall), serta target output berupa faktor keamanan statis, faktor keamanan dinamis, dan status lereng. Data dibagi dengan proporsi 80:20 untuk training dan testing, dengan kriteria lereng stabil didefinisikan ketika FK dinamis ? 1,1 dan PoF ? 5%. Metodologi penelitian mengimplementasikan XGBoost, CatBoost, dan deep learning yang dioptimalisasi menggunakan genetic algorithm untuk optimasi hyperparameter. Untuk klasifikasi, dikembangkan dua model ANFIS dengan struktur berbeda: ANFIS-1 memprediksi faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran untuk mendapatkan status lereng, sedangkan ANFIS-2 secara langsung memprediksi status lereng. Hasil evaluasi menunjukkan performa superior model GA-XGBoost untuk prediksi faktor keamanan statis dengan RMSE 0,1372, MAE 0,1003, dan R² 0,9188, sementara GA-CatBoost unggul pada prediksi faktor keamanan dinamis dengan RMSE 0,1641, MAE 0,1174, dan R² 0,7646. Untuk klasifikasi kestabilan lereng, model ANFIS-2 menunjukkan performa terbaik dengan accuracy 80%, precision 92%, recall 79%, dan F1-Score 85%.

2025
👤 Penulis: Mifta Adhi Rohman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kestabilan Lerpang 🏷️ Manajemen Tambang Batubara

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN HARGA TIMAH SEBAGAI FAKTOR MEDIASI : STUDI KASUS PT. TIMAH TBK.

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Timah Tbk dihadapkan pada berbagai persoalan, yang mempengaruhi kinerja keuangan dan berdampak pada nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan harga timah sebagai variabel mediasi pada PT Timah Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2010–2024. Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas, sedangkan nilai perusahaan diukur dengan Tobin's Q. Harga timah digunakan sebagai variabel mediasi yang merefleksikan faktor eksternal. Metode penelitian yang digunakan mengkombinasikan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel dan Artificial Neural Network (ANN) untuk menangkap pola hubungan non-linear serta melakukan prediksi nilai perusahaan secara lebih akurat. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas memiliki pengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan, sementara likuiditas dan harga timah tidak berpengaruh signifikan. Harga timah sebagai variabel mediasi tidak memperkuat hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan secara signifikan. Hasil model ANN memvalidasi temuan tersebut dengan Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Debt to Asset Ratio (DAR) sebagai variabel paling berpengaruh membentuk nilai perusahaan.

2025
👤 Penulis: Damian Winnata Gain
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Model Jaringan Syaraf Tiruan

DISTRAKSI PADA PENGGUNAAN SMARTPHONE SAAT BERJALAN DAN MENGGUNAKAN TANGGA DI LINGKUNGAN KAMPUS: EVALUASI KOGNITIF DAN RANCANGAN MITIGASI

Smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan kepada mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, sebanyak 74% mahasiswa mengaku sering menggunakan smartphone saat berjalan, menaiki, atau menuruni tangga. Kebiasaan ini tidak hanya mengganggu perhatian visual, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan. Studi pendahuluan menunjukkan 90% mahasiswa pernah kehilangan fokus saat berjalan sambil menggunakan smartphone, dan 55% pernah mengalami kecelakaan ringan seperti tersandung atau menabrak objek. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan smartphone saat beraktivitas fisik di lingkungan kampus terhadap performa motorik, perhatian visual, dan beban mental mahasiswa, serta merancang solusi berdasarkan data hasil penelitian. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas 10 mahasiswa aktif Institut Teknologi Bandung, yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan dengan rata-rata usia 21,5 ± 0,7 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen within-subject. Setiap partisipan menjalani sembilan kombinasi skenario yang terdiri dari tiga jenis aktivitas fisik (berjalan, naik, dan turun tangga) serta tiga jenis aktivitas smartphone (tanpa smartphone, scrolling Instagram, chatting). Data yang dikumpulkan meliputi kecepatan berjalan, performa penggunaan smartphone, persentase fiksasi ke jalan yang diukur menggunakan eye tracker, dan beban kerja subjektif menggunakan kuesioner NASA-RTLX. Dari hasil pengolahan data, ditemukan bahwa penggunaan smartphone secara signifikan menurunkan hingga 90% perhatian visual, meningkatkan beban kerja mental, menurunkan performa berjalan serta menurunkan performa aktivitas smartphone itu sendiri. Temuan ini menjadi dasar dalam perancangan solusi berbentuk media komunikasi visual untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan smartphone di lingkungan kampus.

2025
👤 Penulis: Riska Aulia Sakinah
🏷️ Distraksi Pada Penggunaan Smartphone 🏷️ Kontrol Rantai Pasok Fisik 🏷️ Perhatian Visual

USULAN PERBAIKAN RANCANGAN EARPLUG DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENYAMANANNYA

Penggunaan alat pelindung telinga atau earplug di lingkungan kerja di Indonesia masih menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terutama dalam aspek perlindungan terhadap paparan kebisingan. Ketidaknyamanan pengguna menjadi salah satu alasan utama rendahnya penggunaan earplug di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan penggunaan earplug di Indonesia serta memberikan usulan rancangan desain earplug yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penilaian kenyamanan dilakukan menggunakan kuesioner COmfort of hearing PROtection Device (COPROD) yang mencakup empat dimensi: physical comfort, functional comfort, acoustical comfort, dan psychological comfort. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 458 pengguna earplug dan dianalisis menggunakan metode partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil pengolahan menunjukkan setiap dimensi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kenyamanan keseluruhan atau overall comfort penggunaan earplug. Selanjutnya, dilakukan penentuan atribut kenyamanan yang memiliki kepentingan tinggi dan performa yang kurang baik menggunakan importance- performance map analysis (IPMA). Berdasarkan analisis yang dilakukan, dimensi physical comfort merupakan dimensi dengan atribut-atribut yang memiliki kepentingan tinggi dalam meningkatkan kenyamanan keseluruhan penggunaan earplug dan pada saat ini, performanya masih perlu diperbaiki. Dimensi functional comfort juga memiliki performa yang belum optimal, tetapi kepentingannya cukup rendah sehingga memiliki prioritas perbaikan yang lebih rendah. Perancangan solusi dilakukan dengan menerjemahkan atribut terpilih tersebut menjadi kebutuhan fungsional dan kebutuhan teknis kemudian menentukan aspek perancangan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performanya.

2025
👤 Penulis: Aqila Fatima Pulungan
🏷️ Kesehatan Kerja 🏷️ Desain Alat Pelindung 🏷️ Analisis Kualitas Produk

DETERMINAN PERILAKU INOVATIF DI STARTUP INDONESIA: INVESTIGASI PADA FAKTOR INDIVIDU DAN ORGANISASI

Meskipun startup di Indonesia berperan krusial bagi pertumbuhan ekonomi, mereka menghadapi tingkat kegagalan yang tinggi. Ini disebabkan oleh banyaknya kendala dari sisi strategis hingga operasional akibat keterbatasan finansial. Mengingat eratnya peran startup terhadap inovasi, perilaku inovatif karyawan menjadi kunci penting untuk menyelesaikan isu ini sekaligus sebagai dasar inovasi organisasi secara berkelanjutan. Mengacu pada Componential Theory of Creativity, perilaku inovatif merupakan proses interaksi sinergis antara faktor internal pada tingkat individu dan faktor eksternal pada tingkat organisasi. Namun pemahaman mengenai dinamika, hierarki kepentingan, dan mekanisme interaksi antar faktor tersebut masih terbatas dalam konteks startup. Kesenjangan pemahaman ini menghadirkan isu strategi bagi manajemen startup untuk menentukan area prioritas untuk menumbuhan inovasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan menganalisis secara empiris hirarki pengaruh dan mekanisme interaksi antara faktor-faktor kunci individu (motivasi intrinsik, learning agility, dan keterlibatan karyawan) dan organisasi (dukungan terhadap inovasi dan penghargaan ekstrinsik informasional). Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM. Data dikumpulkan melalui survei terhadap sampel akhir sejumlah 238 karyawan di berbagai startup di Indonesia. Jumlah ini telah memenuhi kriteria inklusi pengalaman kerja minimal dua bulan untuk memastikan pemahaman yang memadai terhadap konteks organisasi. Instrumen penelitian divalidasi secara cermat melalui tahap pilot study untuk menjamin reliabilitas dan ii validitas model pengukuran sebelum analisis model struktural dilakukan. Hasil analisis model struktural menunjukkan hierarki pengaruh yang jelas bahwa motivasi intrinsik adalah pendorong langsung terkuat. Kemudian diikuti oleh organizational support for innovation dan employee engagement. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap mekanisme kunci bahwa learning agility berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung melalui employee engagement, yang kemudian menjadi saluran utama untuk mendorong inovasi. Sebaliknya, informational extrinsic rewards terbukti tidak efektif dalam konteks ini. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian model komprehensif yang secara simultan memetakan hierarki dan interaksi berbagai faktor pendorong inovasi dalam konteks startup di negara berkembang yang masih kurang tereksplorasi. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan batasan kontekstual (boundary conditions) bagi teori-teori mapan. Temuan ini secara kuat mengkonfirmasi dominasi Self-Determination Theory dalam lingkungan minim sumber daya, memperhalus Social Exchange Theory dengan memposisikan dukungan sebagai prasyarat alih-alih penguat, dan memberikan pandangan kritis terhadap efektivitas imbalan informasional di lingkungan yang menjunjung tinggi otonomi. Secara keseluruhan, studi ini menawarkan panduan strategis berbasis bukti bagi para manajemen startup. Untuk memaksimalkan inovasi dengan sumber daya terbatas, prioritas utama harus diberikan pada penguatan motivasi intrinsik karyawan dengan merancang pekerjaan yang memberikan otonomi. Upaya ini harus didukung secara paralel oleh prioritas kedua, yaitu penciptaan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, dengan eksperimen dan kegagalan dinormalisasi sebagai bagian dari proses belajar. Selanjutnya, learning agility harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun employee engagement. Dengan mengembangkan kapabilitas ini, startup dapat menumbuhkan perilaku kerja sukarela dari karyawan yang terlibat. Sehingga pada akhirnya menjadi pendorong kuat bagi inovasi.

2025
👤 Penulis: Davin Kurniawan Widodo
🏷️ Motivasi Intrinsik 🏷️ Learning Agility 🏷️ Dukungan Terhadap Inovasi

PEMODELAN HIDROGEOLOGI TAMBANG BAWAH TANAH DENGAN PENERAPAN BACKFILL DI PT XYZ, PROVINSI SUMATERA UTARA

Penelitian ini menganalisis kondisi head air tanah akibat aktivitas penambangan bawah tanah pada PT XYZ yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan penambangan berpotensi memengaruhi sistem hidrogeologi setempat melalui perubahan aliran dan distribusi air tanah, sehingga diperlukan kajian kuantitatif untuk memahami dampaknya. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan data geologi, hidrogeologi, hidrologi, serta parameter fisik akuifer yang diperoleh dari survei lapangan, data perusahaan, dan literatur pendukung. Pemodelan aliran air tanah dilakukan menggunakan perangkat lunak Visual MODFLOW Classic dengan skenario kondisi tunak (steady state) dan kondisi tak tunak (transient) yang merepresentasikan tahapan penambangan dan kegiatan backfilling. Hasil simulasi steady state menunjukkan kesesuaian distribusi head air tanah model terhadap data observasi, yang mengindikasikan parameter input telah terkalibrasi dengan baik. Pada simulasi transient, terlihat adanya penurunan head air tanah di sekitar area penambangan seiring bertambahnya luas bukaan tambang, dengan nilai debit masuk (groundwater inflow) bervariasi di setiap lokasi tambang. Penerapan backfill terbukti membantu menurunkan debit inflow dan memperlambat penurunan head air tanah. Diperoleh debit dari setiap stage secara berurutan adalah 38.9 L/s, 62.6 L/s, 72.0 L/s. dan 64.6 L/s.

2025
👤 Penulis: Sahata Stefanus Situngkir
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS DAMPAK HEAT STRESS TERHADAP KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA OJEK DARING DENGAN PENDEKATAN STRESS PROCESS MODEL

Ojek daring atau ojek online (ojol) telah menjadi layanan transportasi utama di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Namun, pekerja ojol yang bekerja di luar ruangan rentan terkena heat stress akibat cuaca panas ekstrem yang semakin sering terjadi akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak heat stress terhadap kesehatan dan produktivitas pekerja serta menelusuri kontribusi dari stresor dan mekanisme koping yang dilakukan pekerja ojol terhadap dampak tersebut. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Stress Process Model untuk memetakan hubungan antara stresor, mekanisme koping, dan dampak yang dirasakan pekerja. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 450 pekerja ojol di enam kota di Pulau Jawa selama bulan Juni hingga Juli 2024. Pengukuran heat stress dilakukan menggunakan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) berdasarkan data yang diperoleh dari NASA Power DAV v2.4.14. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji beda (Kruskal-Wallis dan Pearson’s Chi-Square), serta uji korelasi atau asosiasi (Spearman correlation, Mann-Whitney U test, Pearson’s Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat stress berdampak negatif pada kesehatan (ketidaknyamanan termal dan gejala Heat-Related Illness (HRI)) dan produktivitas (penurunan pendapatan dan kegagalan mencapai target). Dampak heat stress yang lebih tinggi justru ditemukan di wilayah sedang dan dingin, mengindikasikan resiliensi panas yang lebih baik di wilayah panas. Stresor berkorelasi positif dengan strategi koping praktis, tetapi tidak dengan strategi pergeseran jam kerja yang justru berasosiasi negatif dengan pendapatan harian. Baik koping praktis maupun pergeseran jam kerja juga berasosiasi positif dengan gejala HRI, mengindikasikan bahwa strategi koping yang digunakan bersifat reaktif dan belum optimal dalam menekan dampak heat stress. Tujuh solusi dirancang berdasarkan temuan ini dan divalidasi melalui wawancara semi-terstruktur. Solusi yang paling diterima dan layak diterapkan adalah helm berventilasi dan kaus lengan panjang khusus ojol.

2025
👤 Penulis: Aisyah Ramiza Aufa
🏷️ Heat Stress 🏷️ Kesehatan Pekerja Ojol Daring 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Transportasi

PENENTUAN ALTERNATIF LOKASI DAN OPERASI TERMINAL BBM DI DKI JAKARTA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK KESELAMATAN DAN KETAHANAN SUPLAI

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) A merupakan fasiltias krusial PT X yang menghadapi dua tantangan utama, yaitu peningkatan permintaan yang mengancam ketahanan suplai dan isu keselamatan akibat lokasi yang tidak memenuhi standar jarak aman NFPA 30. Faktor-faktor seperti utilisasi dermaga yang telah melampaui batas ideal dan ketiadaan lahan untuk ekspansi semakin memperumit upaya untuk menjamin ketahanan suplai di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif lokasi dan konfigurasi operasi rantai pasok yang optimal dengan biaya siklus hidup yang paling rendah sekaligus menyelesaikan permasalahan keselamatan. Pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah analisis biaya siklus hidup (Lifecycle Cost Analysis) dengan metrik Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) untuk membandingkan setiap skenario alternatifdengan mempertimbangkan total biaya capital expenditure (CAPEX) dan operational expenditure (OPEX) selama 25 tahun. Hasil analisis menunjukkan skenario “TBBM A Relokasi Tangki” sebagai solusi paling efisien dengan hasil EUAC Rp 3,144,863,043,031. Solusi relokasi tangki sejumlah 224,000 kL dengan pembangunan tangki baru sebesar 26,000 kL ini secara efektif mengatasi masalah jarak aman dari 18 meter menjadi 97 meter dan kebutuhan kapasitas untuk memenuhi permintaan di masa mendatang.

2025
👤 Penulis: Muhamad Farhan Afiff
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kesehatan Dan Keselamatan Kerja 🏷️ Analisis Biaya Siklus Hidup

APLIKASI MINYAK ATSIRI CENGKEH (SYZGIUM AROMATICUM L.) DAN SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L.), SERTA KORELASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA, KEMERATAAN SERANGGA, INTENSITAS KERUSAKAN SERTA BOBOT BASAH PADA TANAMAN SELADA KERITING (LACTUCA SATIVA VAR. CRISPA)

Selada keriting (Lactuca sativa var. crispa) merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan potensi pasar yang baik. Penggunaan pestisida kimia dapat membantu mengendalikan hama dan meningkatkan hasil pada kegiatan pertanian, namun dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti terbunuhnya organisme selain hama. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman sehingga tidak menimbulkan residu, contoh tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan utama pestisida nabati adalah cengkeh dan serai wangi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pestisida nabati cengkeh dan serai wangi yang terbaik terhadap penekanan populasi serangga pada tanaman selada keriting serta mengetahui hubungan antara bobot tanaman dengan keanekaragaman serangga. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan A (0 mL/L cengkeh, 0 mL/L serai wangi), B (0 mL/L cengkeh, 10 mL/L serai wangi), (0 mL/L cengkeh, 20 mL/L serai wangi), D (10 mL/L cengkeh, 0 mL/L serai wangi), E (20 mL/L cengkeh, 0 mL/L serai wangi), F (10 mL/L cengkeh, 10 mL/L serai wangi), G (10 mL/L cengkeh, 20 mL/L serai wangi), H (20 mL/L cengkeh, 10 mL/L serai wangi), dan I (20 mL/L cengkeh, 20 mL/L serai wangi). Hasil penelitian ini menunjukan pemberian konsentrasi dan jenis pestisida cengkeh dan serai wangi yang berbeda tidak menekan keanekaragaman serangga, intensitas kerusakan dan tidak berpengaruh pada bobot basah tanaman selada keriting, serta keanekaragaman serangga memiliki keeratan hubungan yang cukup kuat dengan intensitas kerusakan tanaman.

2025
👤 Penulis: Haikal Ghifary
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMODELAN HIDROGEOLOGI PADA TAMBANG BAWAH TANAH PB-ZN PT XYZ TANPA BACKFILLING MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA DI PROVINSI SUMATERA UTARA

Penelitian ini memodelkan kondisi hidrogeologi tambang bawah tanah Pb-Zn PT XYZ di Provinsi Sumatera Utara tanpa penerapan backfilling menggunakan metode beda hingga melalui perangkat lunak MODFLOW. Tujuan penelitian mencakup pemodelan kondisi awal muka air tanah, analisis perubahan head dan arah aliran pada setiap tahap penambangan, serta estimasi debit rembesan akibat operasi tambang. Data berasal dari studi kelayakan dan survei teknis sebelumnya, mencakup parameter hidrolik, storativitas, kondisi batas, dan kemajuan bukaan tambang. Simulasi dilakukan dalam dua skenario, yaitu steady state untuk merepresentasikan kondisi awal, dan transient untuk memodelkan respons sistem akuifer terhadap kemajuan penambangan empat tahap (elevasi 765–555 m). Hasil simulasi menunjukkan penurunan muka air tanah signifikan dan perubahan arah aliran pada tahap awal penambangan. Debit rembesan meningkat seiring bertambahnya bukaan tambang, dengan hasil masing-masing 70,5 l/s (Stage 1), 148,03 l/s (Stage 2), 177,15 l/s (Stage 3), dan 145,76 l/s (Stage 4), kemudian menurun secara eksponensial hingga stabil. Temuan ini memberikan gambaran mengenai interaksi antara operasi penambangan dan sistem hidrogeologi setempat, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dewatering dan optimasi desain penambangan.

2025
👤 Penulis: Riduan Birgo Purba
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN MODEL ORGANIZATIONAL AMBIDEXTERITY PADA PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH BANGKA BELITUNG

Perubahan lingkungan eksternal yang cepat serta tuntutan efisiensi internal menuntut organisasi untuk mampu menjalankan inovasi secara simultan dan berkelanjutan. Tantangan transformasi organisasi dan transisi energi memerlukan kemampuan untuk menyeimbangkan aktivitas inovasi eksplorasi (pengembangan inovasi radikal) dan eksploitasi (peningkatan efisiensi operasional). Kemampuan ini dikenal sebagai organizational ambidexterity. Namun, hingga saat ini PLN belum memiliki instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan atau maturitas dalam mengimplementasikan ambidexterity tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model maturitas organizational ambidexterity yang dapat digunakan untuk menilai kapabilitas eksplorasi dan eksploitasi secara terintegrasi. Model dikembangkan dengan mengadopsi metodologi De Bruin dkk (2005) melalui empat tahapan: scope, design, populate, dan test. Model disusun dengan pendekatan continuous maturity model dan memuat enam domain utama, yaitu strategi, struktur, budaya, manusia, teknologi informasi, dan kolaborasi eksternal. Validasi dilakukan melalui uji validitas konten oleh lima ahli dan validitas muka kepada praktisi di lingkungan PLN UIW Bangka Belitung. Model ini kemudian diuji pada tiga unit pelaksana di bawah PLN UIW Bangka Belitung: UP3 Bangka, UP3 Belitung, dan UPK Bangka Belitung, yang mencakup empat lini bisnis utama PLN yaitu niaga, distribusi, transmisi, dan pembangkit. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat maturitas yang bervariasi namun secara keseluruhan berada pada tingkatan yang baik di semua aspek pada masing-masing domain. Kemudian dilakukan identifikasi pada area-area prioritas pengembangan yang diperlukan untuk mencapai organizational ambidexterity yang optimal. Model yang dikembangkan ini diharapkan dapat menjadi alat ukur dan acuan strategis bagi PLN agar dapat digunakan pada Unit Induk lainnya, serta untuk mengakselerasi transformasi organisasinya menuju organisasi yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

2025
👤 Penulis: Ahmad Faydlurrahman Abdillah
🏷️ Organisasi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

FORMULASI, KARAKTERISASI, DAN UJI BIODISTRIBUSI NANOEMULSI TERMODIFIKASI PEPTIDA MELALUI RUTE PENGHANTARAN NOSE-TO-BRAIN

Sistem penghantaran nose-to-brain (N2B) merupakan strategi yang inovatif dan noninvasif untuk mentransportasikan senyawa terapetik secara langsung dari rongga hidung ke otak. Sistem ini dikembangkan sebagai solusi terhadap adanya barier alami otak seperti blood-brain barrier (BBB) dan cairan serebrospinal otak, serta rute penghantaran alternatif lain yang cenderung invasif. Pada penelitian sebelumnya, sediaan berbasis nanopartikel telah banyak dikembangkan dan diteliti untuk sistem N2B. Pada penelitian ini dilakukan formulasi serta modifikasi nanoemulsi dengan mengkonjugasikan peptida stearylated-R9 dan stearylated-PN159 pada nanoemulsi kosong (NE). Nanoemulsi yang telah dibuat dikarakterisasi berdasarkan parameter ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, serta karakterisasi dengan beberapa instrumen. Kedua peptida berhasil terkonjugasi pada nanoemulsi yang ditandai dengan peningkatan nilai potensial zeta secara signifikan pada NE-R9 dan NE-PN159 dibandingkan dengan NE. Keberhasilan konjugasi juga dikonfirmasi melalui analisis spektrum inframerah sampel. Nanoemulsi kosong (NE) dan nanoemulsi termodifikasi stearylated-R9 berhasil dibuat dengan ukuran globul < 20 nm dan PDI < 0,3. Globul NE-PN159 memiliki ukuran yang berbeda signifikan dengan NE dan NE-R9, serta memiliki PDI > 0,7. Uji biodistribusi sampel dilakukan secara in vivo dan ex vivo pada mencit melalui administrasi intranasal. Hasil pencitraan menggunakan in vivo imaging system (IVIS) menunjukkan bahwa nilai total efisiensi radiasi rata-rata NE-R9 dan NE-PN159 berbeda signifikan dengan nilai total efisiensi rata-rata NE. Hal tersebut menunjukkan bahwa nanoemulsi termodifikasi peptida dapat terdistribusi di otak dan menunjukkan distribusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan nanoemulsi tanpa konjugasi.

2025
👤 Penulis: Winne Septiani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERBAIKAN DESAIN UNTUK MENINGKATKAN KEPRESISIAN INSTRUMEN PENANGANAN CAIRAN

Instrumen penangananan cairan merupakan perangkat otomatis atau semi-otomatis yang dirancang untuk memindahkan cairan dalam jumlah terkontrol secara akurat dan presisi, serta banyak digunakan di bidang bioteknologi, farmasi, kimia analitik, dan diagnostik medis. Akurasi dan presisi dalam proses ini sangat penting untuk memastikan validitas dan reprodusibilitas hasil eksperimen, terutama dalam protokol high-throughput yang membutuhkan konsistensi tinggi. Instrumen ini bekerja melalui empat tahap utama, yaitu aspirasi, pemosisian, dispensing, dan verifikasi. Di antara tahapan tersebut, pemosisian pipet terhadap target dispensing menjadi salah satu aspek kritis yang sangat memengaruhi keberhasilan proses secara keseluruhan. Penelitian ini difokuskan pada analisis keberfungsian sistem pemosisian dalam instrumen penanganan cairan otomatis, dengan tujuan mengidentifikasi komponen atau fitur mekanis yang paling berpengaruh terhadap presisi dan akurasi pemosisian. Konsep Key characteristics (KC) digunakan untuk memetakan parameter kritis yang berdampak langsung terhadap performa sistem, sementara pendekatan Geometric Dimensioning and Tolerancing (GD&T) diterapkan untuk menjamin kesesuaian geometrik dari fitur-fitur mekanis terhadap kebutuhan fungsional sistem. Analisis dilakukan dalam kondisi statis dan hanya mencakup aspek mekanik dari sistem. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perbaikan desain, baik dalam hal dimensi, geometri, maupun mekanisme penggerak, sehingga sistem pemosisian dapat memenuhi tuntutan akurasi dan presisi yang dibutuhkan dalam aplikasi laboratorium modern.

2025
👤 Penulis: Nabil Ilhamzah Nur Salam
🏷️ Desain Elektronik Laboratorium 🏷️ Mekanika Sistem 🏷️ Analisis Presisi Teknik

PEMODELAN HIDROGEOLOGI PADA KEGIATAN TAMBANG BAWAH TANAH DENGAN SKENARIO BACKFILL DI PT XYZ, PROVINSI SULAWESI TENGAH

PT XYZ saat ini melakukan kegiatan penambangan dengan metode tambang terbuka di Sulawesi Tengah dan berencana untuk melanjutkan penambangan dengan metode tambang bawah tanah untuk mengeksploitasi sisa sumber daya yang masih tersedia. Penambangan bawah tanah berpotensi memengaruhi kondisi hidrogeologi di sekitar area tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak aktivitas penambangan bawah tanah terhadap sistem hidrogeologi setempat. Kajian dilakukan terhadap kondisi hidrogeologi sebelum, selama, dan setelah penambangan, meliputi distribusi head air tanah, arah aliran air tanah, serta jumlah air yang masuk ke dalam bukaan tambang. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambangan bawah tanah menyebabkan penurunan head air tanah di daerah sekitar dan perubahan arah aliran akibat redistribusi spasial head. Volume air yang merembes ke dalam bukaan tambang meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman tambang. Selain itu, proses pengisian kembali bukaan tambang dengan material backfill menunjukkan dampak positif terhadap pemulihan sistem hidrogeologi, ditunjukkan oleh kenaikan head air tanah yang mendekati kondisi awal sebelum penambangan dilakukan.

2025
👤 Penulis: Joe Rafi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Metode Tambang Bawah Tanah 🏷️ Analisis Sistem Hidrogeologi

MENGEKSPLORASI BISNIS INTERNASIONAL DI ERA INFORMASI DAN DIGITAL: PERSPEKTIF GENERASI Z TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI, KONEKTIVITAS GLOBAL, PERKEMBANGAN PERILAKU KONSUMEN, DAN MASA DEPAN PASAR DIGITAL DI INDONESIA

Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian digital Indonesia telah berkembang pesat, yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya pengaruh Generasi Z terhadap tren bisnis internasional dan perkembangan ekonomi digital. Sebagai generasi asli digital (digital natives), mereka tumbuh dengan akses yang konsisten terhadap internet, ponsel pintar, dan platform media sosial, yang membentuk cara mereka berkomunikasi, berbelanja, dan terhubung dengan merek lintas negara. Generasi ini menghargai transparansi, pengalaman yang dipersonalisasi, dan interaksi yang autentik, ekspektasi yang mempengaruhi cara perusahaan merancang produk, memberikan layanan, dan berinteraksi dengan pelanggan di era globalisasi saat ini. Namun, meskipun peluangnya besar, banyak perusahaan internasional maupun usaha kecil dan menengah (UKM) masih menghadapi tantangan dalam membangun hubungan yang bermakna dengan Generasi Z di Indonesia. Meskipun kelompok ini diakui secara luas sebagai segmen pasar yang penting, masih terdapat kesenjangan dalam memahami bagaimana perilaku digital, konektivitas global, dan preferensi konsumen yang terus berkembang membentuk keterlibatan mereka dengan merek. Salah satu tantangan yang umum adalah kegagalan bisnis dalam mengubah inovasi teknologi menjadi pengalaman digital yang mulus, relevan, dan mudah digunakan. Sementara konektivitas global memberikan peluang bagi brand untuk menjangkau audiens yang lebih luas, banyak yang belum berhasil menyesuaikan strategi mereka dengan budaya lokal menyebabkan konten dan kampanye terasa umum dan kurang selaras dengan konteks unik Indonesia. Kesenjangan ini semakin melebar karena Generasi Z mengadopsi teknologi baru jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan banyak perusahaan internasional dalam menyesuaikan strategi mereka. Lambat beradaptasi bisa membuat perusahaan tertinggal di pasar digital Asia Tenggara yang berkembang pesat dan melewatkan peluang menjangkau generasi yang membentuk tren global. Penelitian ini mengkaji adaptasi strategi bisnis Indonesia di pasar global terhadap nilai, preferensi, dan perilaku Gen Z. Fokus penelitian meliputi tiga faktor utama: inovasi teknologi, konektivitas global, dan perilaku konsumen yang terus berkembang, serta bagaimana ini mempengaruhi persepsi terhadap globalisasi dalam perekonomian digital. Studi ini melibatkan responden berusia 18 hingga 28 tahun di Indonesia yang secara rutin berinteraksi dengan merek internasional dan menggunakan platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 29, dengan penerapan analisis regresi linear berganda, statistik deskriptif, serta uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini memberikan wawasan untuk membantu perusahaan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan ekspektasi Gen Z yang memiliki literasi digital tinggi dan konektivitas global.

2025
👤 Penulis: Agnes Amelia Citra Kristiari
🏷️ Inovasi Teknologi 🏷️ Konektivitas Global 🏷️ Perilaku Konsumen Digital
Halaman 356 dari 6754
💬