📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

MACHINE LEARNING-BASED PIPELINE CORROSION PREDICTION USING FEATURE-MATCHED MULTI-TEMPORAL IN-LINE INSPECTION DATA

In-line inspection (ILI) data from multiple periods is used to track pipeline corrosion over time, but corrosion features often shift in position between inspections, which makes it hard to compare the same defect and lowers prediction reliability. This research develops an automated feature matching system to align corrosion features across multi-temporal ILI data and analyzes its effect on machine learning-based corrosion depth prediction. The matching used an iterative closest point transformation and an overlap-based correspondence optimization on three inspection periods of an offshore pipeline, evaluated through positional error reduction and a simulation-based sensitivity analysis. An XGBoost model was replicated from a reference study, then applied to the case study data with and without calibration from the matched dataset. The results show that feature matching reduces the median positional error by up to 99.87% and reaches a matching accuracy above 80% for both period pairs, while the replication matched the reference within 0.2%. The calibration lowered the prediction error from 7.909 %WT to 3.379 %WT, below the naive benchmark of 3.505 %WT. These findings show that feature matching is an important preprocessing step for improving machine learning-based corrosion prediction .

2026
👤 Penulis: M. Alfath Ashshidq Pujiasmoro
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM IOT UNTUK PENGAWASAN DAN KONTROL KOLAM BUDIDAYA IKAN DI LABORATORIUM BRIN

Penelitian di Laboratorium Akuakultur Air Tawar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadapi kendala inefisiensi akibat pemantauan kualitas air manual (grab sampling) yang menyita waktu, frekuensinya terbatas pada jam operasional, dan berpotensi memicu stres pada ikan uji. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini merancang sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) dan cloud yang beroperasi secara kontinu dan real-time. Sistem ini mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, konverter presisi ADS1115, serta lima sensor (DO, pH, Suhu, ORP, dan TDS) yang diinstalasi pada ruang sirkulasi tertutup (probe box) di unit Recirculating Aquaculture System (RAS). Transmisi data dari sensor ke server memanfaatkan protokol MQTT dengan arsitektur Publish/Subscribe yang hemat daya, berefisiensi tinggi, dan ramah terhadap firewall institusi. Hasil pengujian lapangan menunjukkan keandalan sistem dengan tingkat kontinuitas pengiriman data mencapai 97,07% selama periode tujuh hari. Evaluasi kinerja membuktikan presisi instrumen yang sangat baik, di mana uji keterulangan seluruh parameter menghasilkan nilai koefisien variasi (CV) di bawah batas 5%. Analisis menggunakan uji t berpasangan dan uji ekivalensi (Two One-Sided Tests/TOST) juga mengonfirmasi bahwa sensor-sensor redundan memiliki kesesuaian pengukuran yang setara pada batas toleransi operasional. Didukung antarmuka visualisasi berbasis value mapping untuk sistem peringatan dini, implementasi IoT ini berhasil mengotomatisasi pengumpulan data, menjamin penerapan etika penelitian (refinement), dan membantu dalam meningkatkan efisiensi siklus riset serta publikasi ilmiah di BRIN.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fadil Huseiny
🏷️ Iot 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Ikan Budidaya 🏷️ Analisis Data Real-Time

PENGARUH PENATAAN SISTEM SIRKULASI DAN JALUR PEJALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN EMISI DI KAWASAN KOTA LAMA SURABAYA

Low Emission Zone (LEZ) merupakan salah satu instrumen pengendalian dalam manajemen transportasi perkotaan yang dirancang untuk menurunkan tingkat polusi udara melalui pembatasan kendaraan pribadi sekaligus mendorong peralihan ke moda transportasi berkelanjutan. Kawasan perkotaan dengan intensitas pergerakan tinggi perlu memiliki sistem sirkulasi yang mendukung mobilitas rendah emisi. Namun, penerapan LEZ pada beberapa kawasan masih menghadapi tantangan berupa lemahnya dukungan infrastruktur dan desain ruang, sehingga efektivitas kebijakan pembatasan kendaraan menjadi belum optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan LEZ tidak hanya ditentukan oleh aturan pembatasan administratif, tetapi juga oleh sejauh mana desain fisik kawasan, khususnya sirkulasi dan ruang pejalan kaki mampu membentuk pola pergerakan yang berorientasi pada mobilitas rendah emisi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penataan sirkulasi dan jalur pejalan kaki terhadap penurunan emisi dengan menjadikan LEZ sebagai kerangka perancangan pada Kawasan Kota Surabaya. Menggunakan pendekatan mixed method, penelitian dilakukan melalui observasi, traffic counting, studi literatur, dan tinjauan preseden untuk merumuskan prinsip perancangan LEZ serta menghitung potensi penurunan emisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama kawasan dalam penerapan LEZ meliputi belum terintegrasinya jalur pejalan kaki dan pesepeda, belum meratanya konektivitas menuju transportasi umum, serta dominasi kendaraan bermotor di kawasan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan arahan intervensi berupa perbaikan trotoar, penyediaan lajur sepeda, penataan fasilitas penyeberangan, serta penguatan konektivitas menuju transportasi umum. Intervensi penataan sistem sirkulasi dan jalur pejalan kaki tersebut berpotensi menurunkan emisi CO sebesar 5,05 ton/tahun (0,41%), CO? sebesar 426,86 ton/tahun (2,22%), NOx sebesar 3,60ton/tahun (7,68%), dan PM2.5 sebesar 0,11 ton/tahun (1,89%).

2026
👤 Penulis: Lintang Kusumaharani
🏷️ Mobilitas Rendah Emisi 🏷️ Desain Ruang Kota 🏷️ Kawasan Kota Lama

PENGARUH AGING DAN SHOT PEENING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA MARAGING 18NI-300 (AMS-6514)

Baja maraging 18Ni-300 merupakan baja berkekuatan tinggi yang digunakan pada komponen berkinerja tinggi, termasuk komponen senjata. Pada aplikasi tersebut, material menerima pembebanan berulang sehingga diperlukan kemampuan menahan inisiasi dan propagasi retak fatigue. Penelitian ini menganalisis pengaruh perlakuan aging, shot peening, dan kombinasi aging + shot peening terhadap sifat mekanik baja maraging 18Ni-300. Perlakuan aging digunakan untuk menganalisis pengaruh precipitation hardening, sedangkan shot peening digunakan untuk menganalisis pengaruh modifikasi permukaan terhadap ketahanan fatigue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aging meningkatkan kekerasan rata-rata dari 373 HV pada spesimen raw material menjadi 594 HV, sedangkan kombinasi aging + shot peening menghasilkan kekerasan tertinggi 651 HV. Hasil ini konsisten dengan hasil uji tarik, aging meningkatkan yield strength 104% dan tensile strength 85% dibandingkan spesimen raw material. Perlakuan aging + shot peening juga meningkatkan yield strength 95% dan tensile strength 79%. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan matriks utama didominasi oleh martensit. Hasil XRD mendukung hasil pengujian struktur mikro yaitu menunjukkan dominasi fasa martensit berbasis BCC (?) dan fasa minor austenit berbasis FCC (?). Pada pengujian fatigue, spesimen aging + shot peening menunjukkan ketahanan fatigue tertinggi dengan rata-rata cycle to failure 744.758, meningkat 1138% dibandingkan spesimen raw material. Sebaliknya, spesimen dengan perlakuan shot peening tanpa aging memiliki cycle to failure paling rendah karena terjadi peningkatan kekasaran permukaan yang memicu terjadinya multiple crack initiation, konsisten dengan hasil fraktografi spesimen shot peening yang memiliki banyak titik inisiasi retak. Dengan demikian, kombinasi aging + shot peening merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan ketahanan fatigue baja maraging 18Ni-300 karena mengkombinasikan penguatan presipitasi dan efek tegangan sisa tekan pada permukaan.

2026
👤 Penulis: Wulan Noviana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH AGING DAN SHOT PEENING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA MARAGING 18NI-300 (AMS-6514)

Baja maraging 18Ni-300 merupakan baja berkekuatan tinggi yang digunakan pada komponen berkinerja tinggi, termasuk komponen senjata. Pada aplikasi tersebut, material menerima pembebanan berulang sehingga diperlukan kemampuan menahan inisiasi dan propagasi retak fatigue. Penelitian ini menganalisis pengaruh perlakuan aging, shot peening, dan kombinasi aging + shot peening terhadap sifat mekanik baja maraging 18Ni-300. Perlakuan aging digunakan untuk menganalisis pengaruh precipitation hardening, sedangkan shot peening digunakan untuk menganalisis pengaruh modifikasi permukaan terhadap ketahanan fatigue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aging meningkatkan kekerasan rata-rata dari 373 HV pada spesimen raw material menjadi 594 HV, sedangkan kombinasi aging + shot peening menghasilkan kekerasan tertinggi 651 HV. Hasil ini konsisten dengan hasil uji tarik, aging meningkatkan yield strength 104% dan tensile strength 85% dibandingkan spesimen raw material. Perlakuan aging + shot peening juga meningkatkan yield strength 95% dan tensile strength 79%. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan matriks utama didominasi oleh martensit. Hasil XRD mendukung hasil pengujian struktur mikro yaitu menunjukkan dominasi fasa martensit berbasis BCC (?) dan fasa minor austenit berbasis FCC (?). Pada pengujian fatigue, spesimen aging + shot peening menunjukkan ketahanan fatigue tertinggi dengan rata-rata cycle to failure 744.758, meningkat 1138% dibandingkan spesimen raw material. Sebaliknya, spesimen dengan perlakuan shot peening tanpa aging memiliki cycle to failure paling rendah karena terjadi peningkatan kekasaran permukaan yang memicu terjadinya multiple crack initiation, konsisten dengan hasil fraktografi spesimen shot peening yang memiliki banyak titik inisiasi retak. Dengan demikian, kombinasi aging + shot peening merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan ketahanan fatigue baja maraging 18Ni-300 karena mengkombinasikan penguatan presipitasi dan efek tegangan sisa tekan pada permukaan.

2026
👤 Penulis: Wulan Noviana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN KAMPANYE IKEA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKASI ASERTIF BAGI PASANGAN BARU MENIKAH DI PERKOTAAN

Konflik kerap muncul dalam hubungan interpersonal romantis, termasuk pada pasangan baru menikah yang sedang beradaptasi dengan kebiasaan domestik satu sama lain. Konflik seperti lupa menata handuk atau pembagian pekerjaan rumah dapat bereskalasi menjadi argumen berulang bila tidak ditangani dengan pola komunikasi yang sehat. Tugas akhir ini menggarap kampanye IKEA untuk pasangan baru menikah guna mendorong audiens membenahi pola komunikasi menuju asertivitas melalui I-Statement. Perancangan didasari design thinking dan metode kualitatif, dengan data yang diolah mengacu pada teori Integrated Marketing Communication dan AISAS agar kampanye relevan, mudah diterima, diakses, dan dipraktikkan audiens

2026
👤 Penulis: Nasyareen Nugraha
🏷️ Komunikasi Asertif 🏷️ Hubungan Pasangan Baru Menikah 🏷️ Design Thinking

PENGARUH FERMENTASI SUBSTRAT PADAT MENGGUNAKAN BACILLUS CEREUS TERHADAP HIDROLISAT PROTEIN TEPUNG LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS L.) BEBAS LEMAK

Produksi protein konvensional menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca secara global, larva lalat tentara hitam atau LLTH (Hermetia illucens L.) dapat dijadikan salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber protein yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu fermentasi optimum, kadar protein, perolehan kembali protein, dan derajat hidrolisis tepung LLTH bebas lemak dengan variasi waktu fermentasi 0, 1, 2, 3, dan 4 hari. Fermentasi substrat padat dilakukan dengan rasio tepung LLTH, air, dan inokulum Bacillus cereus sebesar 1 : 1,25 : 0.1. Selanjutnya, protein diekstraksi menggunakan ekstraksi alkali (NaOH 0,25M), dipresipitasi asam, dan dihidrolisis secara enzimatik menggunakan enzim bromelain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus cereus memiliki nilai laju pertumbuhan spesifik (?) sebesar 0,37 jam-1 dengan waktu penggandaan sebesar 1,85 jam pada substrat padat LLTH. Kadar protein kasar mengalami peningkatan menjadi 62,85 ± 0,15% di hari ke-4 seiring bertambahnya waktu fermentasi. Kemudian, hasil ekstraksi protein menggunakan alkali menunjukkan adanya peningkatan nilai perolehan kembali protein tertinggi pada hari ke-2 fermentasi yaitu sebesar 66,57 ± 0,03% dari 42,74%. Hidrolisis enzimatik dengan enzim bromelain selama 24 jam pada tiap variasi waktu menunjukkan nilai derajat hidrolisis sebesar 35,90 – 62,66%. Secara keseluruhan, waktu fermentasi mempengaruhi karakteristik protein LLTH yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar protein, serta memberikan tren yang berbeda terhadap perolehan kembali protein dan derajat hidrolisis yang mengindikasikan adanya kondisi optimum pada waktu fermentasi tertentu.

2026
👤 Penulis: Louisa Yovela
🏷️ Fermentasi Substrat Padat 🏷️ Protein Larva Lalat Tentara Hitam 🏷️ Hidrologi Protein

EVALUASI PARAMETER DESAIN REKAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS RESERVOIR: STUDI KORELASI ANTARA SRV DAN VOLUME DRAINASE TRANSIEN TEKANAN DALAM SIMULASI RESERVOIR NON-KONVENSIONAL

Unconventional tight oil reservoirs are characterized by ultra-low permeability, making multi-stage hydraulic fracturing (MSHF) essential to achieve commercial hydrocarbon production. The effectiveness of MSHF is governed by fracture design parameters that control the extent of Stimulated Reservoir Volume (SRV). However, geometric SRV estimation does not always represent the dynamically drained reservoir volume contributing to production. Therefore, this study evaluates the influence of hydraulic fracturing design parameters on reservoir productivity and develops a correlation between geometric SRV and dynamic Drainage Volume (DV). A three-dimensional synthetic tight oil reservoir model was developed using the CMG IMEX black-oil simulator. Hydraulic fractures were represented using a single-porosity model with Local Grid Refinement (LGR). Sensitivity analyses were conducted by varying fracture stages and fracture half-length over a 20-year production period under constant-rate conditions. Dynamic DV was determined through pressure drawdown analysis during pseudo-steady-state flow. The study established an empirical relationship between DV and SRV with an R2 value of 0.8775 The techno- economic assessment also demonstrated that increasing fracture dimensions beyond the optimum design produces diminishing economic returns because of substantially higher capital expenditures (CAPEX). The highest Pre-Tax Net Present Value (NPV), amounting to USD 9,995,763.75, was obtained using a configuration of 17 fracture stages with a 500-ft fracture half-length. Increasing the fracture half-length beyond 500 ft reduced the NPV, indicating that this configuration represents the economic optimum for the evaluated reservoir.

2026
👤 Penulis: Fathiya Adella
🏷️ Hydromodeling 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Kecerdasan Buatan

KUANTIFIKASI BIOMASSA BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ. VAR. DXP SIMALUNGUN) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI DAN INTERVAL BIOSTIMULAN EKSTRAK RUMPUT LAUT

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. var. DxP Simalungun) merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang keberhasilan produksinya sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit pada fase pembibitan awal (pre-nursery). Penggunaan biostimulan berbasis ekstrak rumput laut dinilai berpotensi meningkatkan kualitas bibit secara berkelanjutan, namun informasi mengenai kombinasi konsentrasi dan interval aplikasi yang optimum pada fase ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai kombinasi konsentrasi dan interval pemberian biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap pertumbuhan vegetatif, kandungan klorofil, dan biomassa bibit kelapa sawit, serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik pada fase pre-nursery. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kassa ITB Kampus Jatinangor pada bulan Oktober 2025 hingga Januari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan (n = 280 tanaman). Perlakuan terdiri atas kombinasi tiga taraf konsentrasi biostimulan (5, 10, dan 15 mL/L) dan dua interval aplikasi (satu kali per minggu dan satu kali per dua minggu), serta satu perlakuan kontrol. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, kadar klorofil daun (SPAD dan metode Wintermans & De Mots), bobot biomassa segar dan kering tajuk serta akar, dan shoot-root ratio. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biostimulan ekstrak rumput laut berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan vegetatif dan biomassa, kecuali shoot-root ratio. Perlakuan terbaik adalah P3 berupa kombinasi konsentrasi aplikasi biostimulan 10 mL/L dengan interval dua minggu sekali yang. Perlakuan terbaik P3 menghasilkan tinggi tanaman 16,55 cm, diameter batang 5,18 mm, jumlah daun 2,95 helai, lebar daun 3,58 cm, kadar klorofil total 11,20 mg/L, bobot kering tajuk 0,71 g, dan bobot kering akar 0,29 g. Keseluruhan hasil P3 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kontrol dengan tinggi tanaman 14,40 cm, diameter batang 4,34 mm, jumlah daun 2,50 helai, lebar daun 2,40 cm, kadar klorofil 9,88 mg/L, bobot kering tajuk 0,48 g, dan bobot kering akar 0,20 g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa biostimulan ekstrak rumput laut Gracilaria spp. pada konsentrasi 10 mL/L dengan interval dua minggu sekali efektif meningkatkan vigor bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery dan berpotensi direkomendasikan sebagai teknologi pendukung pembibitan yang lebih berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fathoni Sofyan
🏷️ Bibit Kelapa Sawit 🏷️ Biostimulan Ekstrak Rumput Laut 🏷️ Kontrol Biologis

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR GRAND WISATA AREA TIMUR, KECAMATAN TAMBUN SELATAN, KABUPATEN BEKASI

Kawasan Grand Wisata Timur, Kabupaten Bekasi mengalami permasalahan banjir, salah satunya pada 12 November 2022. Tugas akhir ini merencanakan sistem pengendalian banjir melalui analisis hidrologi dan hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D. Pemodelan eksisting menghasilkan luas genangan 34,5 ha dengan kedalaman 0,3–2 meter untuk debit rencana periode ulang 25 tahun. Solusi yang direncanakan berupa box culvert 4×2 meter dan kolam retensi instream seluas 5,25 Ha dengan kedalaman 5–5,2 meter. Kombinasi keduanya mampu mereduksi genangan banjir sebesar 100% dan menurunkan debit puncak dari 55,1 m³/s menjadi 43 m³/s. Analisis geoteknik dan stabilitas lereng pada seluruh kondisi memenuhi faktor keamanan yang disyaratkan. Total biaya konstruksi termasuk overhead 10% adalah sebesar Rp352.974.301.194,00.

2026
👤 Penulis: Muhammad Alif Fadhlur Rahman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Geoteknik

KEPUTUSAN INVESTASI PENERAPAN PEMANFAATAN DAN PENYIMPANAN PENANGKAPAN CARBON (CCUS) PADA INDUSTRI BAJA UNTUK MENCAPAI USAHA BERKELANJUTAN DAN NET ZERO EMISSION 2060

Produksi baja di Indonesia sangat bergantung pada jalur Blast Furnace-Basic Oxygen Furnace yang intensif karbon. Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon (CCUS) berfungsi sebagai teknologi penghubung utama untuk dekarbonisasi. Biaya investasi yang tinggi dan kurangnya kebijakan yang kuat menjadi hambatan utama bagi implementasi CCUS skala besar. Studi ini mengeksplorasi kelayakan adopsi CCUS di industri baja Indonesia. Pendekatan SWOT, PESTLE, Real Option Valuation (ROV) dan System Dynamics (SD) terintegrasi digunakan untuk menganalisis 3 skenario implementasi CCUS: penyimpanan karbon murni, peningkatan perolehan minyak (EOR), dan produksi soda ash. Model keuangan statis menunjukkan bahwa ketiga skenario tersebut menghasilkan nilai sekarang bersih (NPV) negatif dalam kondisi pasar Indonesia saat ini. Dengan menggunakan kerangka kerja ROV, penulis menemukan bahwa pemanfaatan CCUS untuk memproduksi soda ash menghasilkan nilai sekarang bersih yang diperluas (ENPV) sebesar US$ 81,40 juta. Pemanfaatan EOR menjadi rasional dengan harga karbon sebesar 13,23 US$/tCO2, atau premi baja hijau sebesar 70,10 US$/t-baja, atau hibah CAPEX sebesar 41,88%. Model SD menunjukkan bahwa keberhasilan proyek bergantung pada sejumlah proses umpan balik. Agar layak secara komersial, kombinasi harga karbon, premi baja hijau, dan subsidi pemerintah sangat diperlukan. Pemanfaatan soda ash merupakan skenario terbaik untuk CCUS dalam strategi implementasi jangka pendek. Penyimpanan karbon murni hanya boleh dipertimbangkan dalam perspektif jangka panjang dan membutuhkan adanya harga karbon yang melebihi 56,11 US$/tCO2.

2026
👤 Penulis: Philio Valerino
🏷️ Dekarbonisasi 🏷️ Industri Baja Indonesia 🏷️ Hidrologi Karbon

PERANCANGAN ALAT PENGOLAH TANAH MANUAL UNTUK PETANI PEREMPUAN PADA LAHAN KERING

Keterlibatan perempuan dalam sektor pertanian terus meningkat, namun sebagian besar alat pengolahan tanah manual masih dirancang berdasarkan karakteristik antropometri laki-laki. Ketidaksesuaian ini memicu peningkatan beban kerja, kelelahan dini, dan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan alat pengolah tanah manual untuk lahan kering yang mampu beroperasi pada kedalaman efektif 5–15 cm serta dioptimalkan untuk petani perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain rekayasa yang mencakup fase konseptual, perwujudan, dan detail. Kebutuhan pengguna diterjemahkan ke dalam Design Requirements and Objectives untuk menentukan spesifikasi rancangan. Konsep terpilih dikembangkan melalui analisis ergonomi berbasis data antropometri, analisis interaksi tanah dan alat untuk optimalisasi geometri mata bajak, serta analisis kekuatan struktur menggunakan metode elemen hingga. Penelitian ini menghasilkan rancangan alat bajak manual yang dilengkapi sistem pengaturan kedalaman kerja dan konfigurasi modular jumlah mata bajak, sehingga beban operasional dapat disesuaikan dengan kemampuan pengguna. Analisis ergonomi menunjukkan bahwa rancangan ini mampu mengakomodasi pengguna perempuan pada rentang persentil kelima hingga kesembilan puluh lima. Selanjutnya, analisis interaksi tanah dan alat menunjukkan bahwa penggunaan mata bajak tipe very narrow tine efektif menggemburkan tanah tanpa menyebabkan pembalikan lapisan pada kedalaman yang ditargetkan. Alat ini memerlukan gaya dorong operasional sebesar 70,64 N pada kedalaman 5 cm dengan konfigurasi tiga mata bajak dan 126,07 N pada kedalaman 15 cm dengan konfigurasi satu mata bajak, yang masih berada di bawah batas aman kapasitas dorong kontinu perempuan. Analisis struktural turut membuktikan bahwa seluruh komponen utama memenuhi kriteria kekuatan yang dipersyaratkan.

2026
👤 Penulis: Ahda Alauddin Najib
🏷️ Desain Rekayasa 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMATIK KENYAMANAN HIDUP DISABILITAS DAN LANSIA DI TINGKAT KECAMATAN

Pembangunan inklusif menuntut ketersediaan data yang menghubungkan kondisi penyandang disabilitas dan lansia dengan ruang tempat mereka beraktivitas, namun data tersebut di Indonesia masih terfragmentasi dan minim dimensi keruangan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi geografis tematik kenyamanan hidup penyandang disabilitas dan lansia di tingkat kecamatan pada tiga wilayah percontohan, yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Kecamatan Semarang Tengah, dan Kecamatan Jetis. Tingkat kenyamanan hidup dimodelkan dari tiga dimensi, yaitu aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan bahaya banjir. Kualitas jalur pejalan kaki dinilai melalui interpretasi Google Street View (GSV) serta ekstraksi parameter roughness, slope, dan obstacle dari LiDAR genggam. Tingkat pemenuhan hak aksesibilitas terhadap fasilitas umum dihitung menggunakan algoritma Dijkstra pada jaringan jalur pejalan kaki dan diinterpolasi dengan Empirical Bayesian Kriging. Dimensi lingkungan disusun dari intensitas Urban Heat Island (UHI) berbasis Land Surface Temperature, tingkat polusi udara NO? dari Sentinel-5P TROPOMI, dan aksesibilitas ruang terbuka hijau, sedangkan bahaya banjir dimodelkan melalui Weighted Sum lima parameter yang diterapkan secara seragam pada ketiga wilayah studi. Ketiga dimensi diintegrasikan menggunakan pembobotan hasil perhitungan Pairwise Comparison yang penilaiannya diisi langsung oleh penyandang disabilitas dan lansia, menghasilkan bobot aksesibilitas sebesar 0,682, bahaya banjir 0,199, dan kondisi lingkungan 0,119. Hasil pengujian menunjukkan peta kualitas trotoar berbasis LiDAR memperoleh Overall Accuracy 61,13% dan Cohen's Kappa 0,514, peta intensitas UHI dan polusi udara terbukti konsisten secara fisik dan statistik, serta produk WebGIS interaktif yang dikembangkan, mencakup Geodashboard GeoInklusif, GeoStory, dan AccessRoute, memperoleh tingkat keberhasilan fungsional sebesar 94,44%. Seluruh peta tematik dan indeks kenyamanan hidup disajikan dalam WebGIS interaktif sebagai dasar visual dan analitis bagi perencanaan pembangunan inklusif berbasis bukti di tingkat kecamatan.

2026
👤 Penulis: Syarif Hidayat
🏷️ Geografi 🏷️ Inklusi Pembangunan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) UNTUK PENGELOLAAN LAYANAN UMKM NAIL STUDIO CUTIECLES

Cutiecles merupakan UMKM nail studio yang memiliki tiga cabang di Kota Bandung dan menghadapi berbagai permasalahan operasional akibat belum digunakan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung pengelolaan layanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan layanan UMKM nail studio Cutiecles. Perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan metodologi Accelerated SAP (ASAP) yang disesuaikan dengan ruang lingkup penelitian, serta metode prototyping dalam pengembangan sistem informasi. Tahapan perancangan meliputi project preparation, business blueprint, realization, dan final preparation. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Proses bisnis eksisting (as-is) dianalisis untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan sistem, kemudian dilakukan gap analysis serta perancangan proses bisnis usulan (to-be) dengan mengacu pada APQC Cross-Industry Process Classification Framework (PCF) sebagai standar praktik terbaik lintas industri. Selanjutnya dilakukan pemodelan sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan pengembangan prototipe ERP berbasis Odoo Online Standard dengan memanfaatkan delapan modul, yaitu Appointments, Website, Contacts, Purchase, Inventory, Accounting, Point of Sale, dan Survey. Hasil penelitian berupa rancangan sistem ERP pengelolaan layanan Cutiecles yang mencakup tiga proses bisnis utama: manajemen pengelolaan & pengadaan barang, manajemen katalog & reservasi layanan, serta manajemen pelayanan & feedback pelanggan. Prototipe yang dihasilkan telah divalidasi terhadap seluruh kebutuhan fungsional dan non-fungsional operasional Cutiecles dan terbukti mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara efektif, efisien, dan terintegrasi. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi Cutiecles berupa rancangan sistem ERP yang siap diimplementasikan.

2026
👤 Penulis: Rahayu Puspitasari
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Layanan Umkm 🏷️ Sistem Informasi Terintegrasi

KAJIAN TRANSFORMASI FISIK PADA KAWASAN GENTRIFIKASI KOMERSIAL JALAN L.L.R.E. MARTADINATA, BANDUNG

Koridor Jalan L.L.R.E. Martadinata merupakan salah satu koridor bersejarah di Kota Bandung yang mengalami perubahan fungsi dan bentuk fisik secara bertahap. Kawasan ini pada masa awal berkembang sebagai lingkungan hunian kolonial di Bandung Utara, kemudian berubah menjadi koridor perdagangan, jasa, kuliner, wisata belanja, dan aktivitas konsumsi perkotaan. Perubahan tersebut terlihat dari berkurangnya fungsi hunian, meningkatnya fungsi komersial, pemanfaatan kembali bangunan lama, perubahan fasad, penyesuaian ruang depan, serta perubahan karakter visual kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi dan tipologi transformasi fisik pada koridor Jalan L.L.R.E. Martadinata serta menjelaskan keterkaitannya dengan dinamika komersialisasi dan gejala gentrifikasi komersial. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran melalui analisis spasial-temporal, analisis perubahan fungsi bangunan, observasi lapangan, interpretasi Google Street View, studi dokumen, serta wawancara. Data penelitian meliputi peta fungsi bangunan tahun 2014, 2019, 2020, dan 2026, data hak bangunan dari Bhumi ATR/BPN, dokumen tata ruang, dokumen cagar budaya, dokumentasi visual, dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Jalan L.L.R.E. Martadinata berlangsung melalui fase hunian kolonial, perubahan menuju fungsi jasa dan pemerintahan, penguatan factory outlet dan wisata belanja, diversifikasi hotel dan kuliner, serta komersialisasi kontemporer berbasis kafe, retail, dan ruang konsumsi gaya hidup. Pada periode 2014–2019, rumah tinggal menurun dari 45 menjadi 42 bangunan, sedangkan kafe meningkat dari 19 menjadi 31 bangunan. Pada periode 2020–2026, rumah tinggal menurun dari 40 menjadi 30 bangunan, sementara kafe meningkat dari 35 menjadi 58 bangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi hunian semakin melemah dan fungsi konsumsi semakin dominan. Gejala gentrifikasi komersial pada koridor ini tidak hanya berlangsung melalui jual-beli lahan, tetapi juga melalui sewa, kerja sama pemanfaatan, dan perubahan pengguna bangunan. Dengan demikian, transformasi Jalan L.L.R.E. Martadinata merupakan proses perubahan kawasan yang melibatkan sejarah kawasan, kebijakan tata ruang, nilai ekonomi lahan, perubahan fungsi bangunan, dan tekanan komersialisasi terhadap karakter kawasan lama.

2026
👤 Penulis: Austin Elwi
🏷️ Gentrifikasi Komersial 🏷️ Kawasan Rantai Pasok 🏷️ Analisis Fungsi Bangunan
Halaman 37 dari 6754
💬