📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA PELACAKAN TITIK DAYA MAKSIMUM KONVENSIONAL DAN METAHEURISTIK PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS MELALUI STUDI EKSPERIMENTAL

abstrak bisa dilihat di filenya

2026
👤 Penulis: Raihan Muhammad
🏷️ Optimisasi Metahuristik 🏷️ Teknik Pelacakan Titik Daya 🏷️ Turbin Angin Savonius

ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN OBJECT DETECTION SERTA KAJIAN POTENSI POSE ESTIMATION DALAM PENGAWASAN KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA

Sektor konstruksi di Indonesia berkontribusi sebesar 9,82% terhadap PDB nasional, namun tetap menjadi salah satu industri dengan risiko kecelakaan kerja tertinggi, dengan sekitar 4.230–4.300 kasus dari peserta jasa konstruksi tercatat pada tahun 2024. Saat ini, pengawasan keselamatan kerja dalam industri konstruksi Indonesia masih sangat bergantung pada pengawasan manual oleh manusia yang rentan terhadap human error. Penelitian ini menganalisis efektivitas teknologi object detection dalam mendeteksi kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) serta mengkaji potensi teknologi pose estimation dalam mendeteksi perilaku berbahaya (unsafe action) dalam sistem pengawasan keselamatan kerja pada proyek konstruksi di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode campuran, yaitu pendekatan kuantitatif melalui pemodelan algoritma custom-trained YOLOv26n dan pendekatan kualitatif melalui wawancara bersama praktisi dari beberapa perusahaan konstruksi Indonesia. Model dilatih selama 200 epoch menggunakan 1.125 gambar training set dan diuji terhadap 114 gambar kondisi nyata proyek konstruksi Indonesia tanpa proses kurasi. Hasil menunjukkan bahwa model menunjukkan kelayakan teknis dalam mendeteksi pekerja, helm, dan rompi keselamatan, dengan nilai keseluruhan precision 0,84, recall 0,83, mAP 50 0,86, dan mAP 50-95 0,41; namun, model kesulitan dalam mendeteksi safety shoes. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa meskipun beberapa perusahaan telah mulai mengadopsi CCTV berbasis AI, implementasinya masih terhambat oleh technological gap berupa keterbatasan sinyal, infrastruktur, anggaran, serta kesadaran dan kemampuan pekerja. Teknologi pose estimation dinilai memiliki potensi konseptual dalam mendeteksi unsafe action, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk menghadapi dinamika proyek konstruksi. Temuan ini menegaskan kesiapan teknis sekaligus hambatan sistemik dalam penerapan pengawasan keselamatan berbasis AI pada proyek konstruksi di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Immanuel Lumban Gaol
🏷️ Teknologi Object Detection 🏷️ Pose Estimation 🏷️ Pengawasan Keselamatan Kerja Konstruksi

HUBUNGAN ANTARA BAURAN ENERGI YANG DIGUNAKAN DALAM PENAMBANGAN BITCOIN DAN KINERJA PASAR BITCOIN SEBAGAI ASET FINANSIAL: RETURN PASAR, VOLATILITAS HARGA, DAN EMISI GAS RUMAH KACA

Bitcoin adalah mata uang kripto terbesar di dunia. Bitcoin mengubah sistem keuangan global lewat teknologi desentralisasi. Tapi Bitcoin juga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan lingkungan. Mekanisme Proof-of-Work (PoW) yang dipakai Bitcoin memerlukan daya komputasi besar. Karena itu, listrik yang dipakai Bitcoin setara dengan konsumsi tahunan beberapa negara menengah. Karena negara-negara berkomitmen pada Perjanjian Paris dan target Net Zero Emission (NZE), saya melihat jejak lingkungan Bitcoin menjadi hal penting bagi pembuat kebijakan, investor, dan pemangku kepentingan teknologi. Berbagai studi sebelumnya meneliti penggunaan energi Bitcoin, dampak lingkungan, dan fluktuasi harga. Namun hanya sedikit yang mengukur hubungan antara bauran energi Bitcoin dan kinerja finansialnya, atau bagaimana kualitas regulasi memengaruhi hubungan itu. Celah penelitian ini sangat penting bagi negara berkembang seperti Indonesia. Indonesia masih mengandalkan batu bara untuk 62 % bauran energinya, meskipun memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Pada saat yang sama, adopsi aset kripto tumbuh cepat, dengan nilai transaksi mencapai Rp 296 triliun pada tahun 2024. Penelitian menguji empat pertanyaan. (1) Apakah konsumsi energi Bitcoin memengaruhi kinerja finansial Bitcoin secara signifikan? (2) Apakah komposisi bauran energi terbarukan dan tidak terbarukan memengaruhi kinerja finansial? (3) Apakah kualitas kerangka regulasi memoderasi hubungan antara bauran energi dan kinerja finansial? (4) Strategi apa yang dapat diambil regulator, penyedia energi, investor, dan penambang? Penelitian memakai metode campuran (mixed-methods). Komponen kuantitatif menggunakan data bulanan mulai Januari 2020 sampai Desember 2025 (total 72 observasi). Data bulanan bersumber dari Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index, perkiraan energi berkelanjutan Cambridge Centre for Alternative Finance, Worldwide Governance Indicators (WGI) Bank Dunia, dan pasar Bitcoin. Analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan moderated regression didukung uji asumsi klasik. Analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan moderated regression menguji sembilan hipotesis. Sembilan hipotesis menghubungkan konsumsi energi, proporsi energi terbarukan, dan kualitas regulasi dengan tiga keluaran: market return, volatilitas harga, dan emisi gas rumah kaca (GRK). Komponen kualitatif melakukan analisis tematik. Komponen kualitatif melakukan benchmarking kasus internasional. Komponen kualitatif melakukan analisis SWOT. Hasil dipakai untuk menyusun rekomendasi strategis. Penelitian menemukan delapan dari sembilan hipotesis null tidak bisa ditolak. Konsumsi energi berhubungan positif dan signifikan dengan market return (? = 1,011; p = 0,011). Namun, hubungan ini mungkin hanya mencerminkan faktor bersama seperti aktivitas jaringan dan adopsi, bukan efek biaya produksi langsung. Karena itu, perlu diwaspadai kemungkinan kausalitas terbalik. Konsumsi energi tidak berhubungan signifikan dengan volatilitas harga atau emisi GRK. Komposisi bauran energi tidak memberi dampak signifikan pada market return, volatilitas harga, atau emisi. Temuan ini cocok dengan sifat fungibilitas Bitcoin dan Efficient Market Hypothesis (EMH) bentuk lemah. Kualitas regulasi (WGI) tidak mengubah secara signifikan hubungan-hubungan itu. Variasi skor tata kelola Indonesia sangat sempit selama periode penelitian (0,423–0,471). Saya lihat temuan ini menunjukkan pasar finansial belum memberi premi imbal hasil atau mengurangi volatilitas untuk penambangan Bitcoin berkelanjutan. Karena itu, keunggulan operasional energi terbarukan masih bersifat jangka panjang dan hanya pada level biaya, bukan nilai yang diakui pasar. Jadi, Indonesia tidak bisa mengandalkan pasar saja untuk beralih ke penambangan berbasis energi terbarukan. Indonesia harus mengaktifkan kebijakan. Kebijakan itu harus mencakup regulasi penambangan yang jelas, penetapan harga karbon, dan insentif energi terbarukan. Penelitian ini membantu membangun kerangka empiris pertama. Kerangka itu menghubungkan profil energi Bitcoin dengan kinerja finansial dan lingkungannya. Penelitian ini juga memberi peta jalan strategis untuk Indonesia. Peta jalan itu menuntun pengembangan penambangan berkelanjutan. Penambangan berkelanjutan harus selaras dengan komitmen NZE 2060. Penelitian ini menarik investasi berorientasi ESG.

2026
👤 Penulis: Herti Kirana
🏷️ Kripto 🏷️ Efisiensi Energi 🏷️ Regulasi Lingkungan

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMATIK KENYAMANAN HIDUP DISABILITAS DAN LANSIA DI TINGKAT KECAMATANJUDUL

Pembangunan inklusif menuntut ketersediaan data yang menghubungkan kondisi penyandang disabilitas dan lansia dengan ruang tempat mereka beraktivitas, namun data tersebut di Indonesia masih terfragmentasi dan minim dimensi keruangan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi geografis tematik kenyamanan hidup penyandang disabilitas dan lansia di tingkat kecamatan pada tiga wilayah percontohan, yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Kecamatan Semarang Tengah, dan Kecamatan Jetis. Tingkat kenyamanan hidup dimodelkan dari tiga dimensi, yaitu aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan bahaya banjir. Kualitas jalur pejalan kaki dinilai melalui interpretasi Google Street View (GSV) serta ekstraksi parameter roughness, slope, dan obstacle dari LiDAR genggam. Tingkat pemenuhan hak aksesibilitas terhadap fasilitas umum dihitung menggunakan algoritma Dijkstra pada jaringan jalur pejalan kaki dan diinterpolasi dengan Empirical Bayesian Kriging. Dimensi lingkungan disusun dari intensitas Urban Heat Island (UHI) berbasis Land Surface Temperature, tingkat polusi udara NO? dari Sentinel-5P TROPOMI, dan aksesibilitas ruang terbuka hijau, sedangkan bahaya banjir dimodelkan melalui Weighted Sum lima parameter yang diterapkan secara seragam pada ketiga wilayah studi. Ketiga dimensi diintegrasikan menggunakan pembobotan hasil perhitungan Pairwise Comparison yang penilaiannya diisi langsung oleh penyandang disabilitas dan lansia, menghasilkan bobot aksesibilitas sebesar 0,682, bahaya banjir 0,199, dan kondisi lingkungan 0,119. Hasil pengujian menunjukkan peta kualitas trotoar berbasis LiDAR memperoleh Overall Accuracy 61,13% dan Cohen's Kappa 0,514, peta intensitas UHI dan polusi udara terbukti konsisten secara fisik dan statistik, serta produk WebGIS interaktif yang dikembangkan, mencakup Geodashboard GeoInklusif, GeoStory, dan AccessRoute, memperoleh tingkat keberhasilan fungsional sebesar 94,44%. Seluruh peta tematik dan indeks kenyamanan hidup disajikan dalam WebGIS interaktif sebagai dasar visual dan analitis bagi perencanaan pembangunan inklusif berbasis bukti di tingkat kecamatan.

2026
👤 Penulis: M. Nabil Alfagani
🏷️ Geografi 🏷️ Inklusi Pembangunan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN TALENTA MELALUI PERANCANGAN SISTEM ASESMEN KOMPETENSI DAN MANAJEMEN KINERJA UNTUK PENGEMBANGAN, KARIER, DAN SUKSESI PEGAWAI PKS PT TANI PRIMA MAKMUR

PT Tani Prima Makmur (PT TPM) merupakan perusahaan pengolahan kelapa sawit yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia akibat belum terintegrasinya sistem asesmen kompetensi, manajemen kinerja, pemetaan talenta, serta karier dan suksesi pegawai. Kondisi ini menyebabkan hasil dari satu proses SDM belum dimanfaatkan secara optimal sebagai masukan bagi proses SDM lainnya, sehingga pengelolaan talenta di PT TPM belum berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem manajemen talenta yang terintegrasi bagi pegawai Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT TPM, melalui perancangan empat subsistem yang saling terhubung, yaitu sistem asesmen kompetensi, sistem manajemen kinerja, sistem pemetaan talenta, serta sistem karier dan suksesi. Perancangan dilakukan dengan pendekatan Body of Knowledge (BoK) Teknik Industri, mencakup Work Design and Measurement, Engineering Economic Analysis, Engineering Management, dan Systems Design and Engineering untuk mengintegrasikan seluruh subsistem. Sistem asesmen kompetensi dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan kamus kompetensi Spencer dan Spencer. Sistem manajemen kinerja dirancang menggunakan pendekatan HR Scorecard dengan cascading Key Performance Indicators (KPI) dari tingkat strategis hingga individu, dilengkapi metode pembobotan serta mekanisme penilaian kinerja berbasis skala nilai. Sistem pemetaan talenta dirancang menggunakan matriks 9-Box Grid berdasarkan dimensi kinerja dan potensi, sedangkan sistem karier dan suksesi dirancang melalui pemetaan jalur karier, matriks suksesi posisi kunci, dan Individual Development Plan (IDP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat subsistem yang dirancang telah sesuai dengan kebutuhan organisasi PT TPM serta selaras dengan landasan teori dan praktik terbaik industri. Integrasi antar subsistem memungkinkan hasil asesmen kompetensi menjadi masukan bagi penilaian kinerja, hasil kinerja dan potensi menjadi dasar pemetaan talenta, serta hasil pemetaan talenta menjadi dasar perencanaan suksesi dan pengembangan karier pegawai. Rancangan sistem manajemen talenta terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi PT TPM dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia serta mendukung keberlanjutan kepemimpinan dan kompetensi organisasi di masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Zidane Haikal Rezky
🏷️ Manajemen Sumber Daya Manusia 🏷️ Pengembangan Karir Dan Suksesi Pekerja 🏷️ Integrasi Subsistem Teknik Industri

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMATIK KENYAMANAN HIDUP DISABILITAS DAN LANSIA DI TINGKAT KECAMATAN

Pembangunan inklusif menuntut ketersediaan data yang menghubungkan kondisi penyandang disabilitas dan lansia dengan ruang tempat mereka beraktivitas, namun data tersebut di Indonesia masih terfragmentasi dan minim dimensi keruangan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi geografis tematik kenyamanan hidup penyandang disabilitas dan lansia di tingkat kecamatan pada tiga wilayah percontohan, yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Kecamatan Semarang Tengah, dan Kecamatan Jetis. Tingkat kenyamanan hidup dimodelkan dari tiga dimensi, yaitu aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan bahaya banjir. Kualitas jalur pejalan kaki dinilai melalui interpretasi Google Street View (GSV) serta ekstraksi parameter roughness, slope, dan obstacle dari LiDAR genggam. Tingkat pemenuhan hak aksesibilitas terhadap fasilitas umum dihitung menggunakan algoritma Dijkstra pada jaringan jalur pejalan kaki dan diinterpolasi dengan Empirical Bayesian Kriging. Dimensi lingkungan disusun dari intensitas Urban Heat Island (UHI) berbasis Land Surface Temperature, tingkat polusi udara NO? dari Sentinel-5P TROPOMI, dan aksesibilitas ruang terbuka hijau, sedangkan bahaya banjir dimodelkan melalui Weighted Sum lima parameter yang diterapkan secara seragam pada ketiga wilayah studi. Ketiga dimensi diintegrasikan menggunakan pembobotan hasil perhitungan Pairwise Comparison yang penilaiannya diisi langsung oleh penyandang disabilitas dan lansia, menghasilkan bobot aksesibilitas sebesar 0,682, bahaya banjir 0,199, dan kondisi lingkungan 0,119. Hasil pengujian menunjukkan peta kualitas trotoar berbasis LiDAR memperoleh Overall Accuracy 61,13% dan Cohen's Kappa 0,514, peta intensitas UHI dan polusi udara terbukti konsisten secara fisik dan statistik, serta produk WebGIS interaktif yang dikembangkan, mencakup Geodashboard GeoInklusif, GeoStory, dan AccessRoute, memperoleh tingkat keberhasilan fungsional sebesar 94,44%. Seluruh peta tematik dan indeks kenyamanan hidup disajikan dalam WebGIS interaktif sebagai dasar visual dan analitis bagi perencanaan pembangunan inklusif berbasis bukti di tingkat kecamatan.

2026
👤 Penulis: Berliana Atria Prastiwi
🏷️ Geografi 🏷️ Inklusi Sosial 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN SISTEM OPERASIONAL HAULING BATTERY ELECTRIC VEHICLE PT SAPTAINDRA SEJATI

PT Saptaindra Sejati (SIS) sebagai kontraktor pertambangan batubara menghadapi tuntutan transisi armada hauling dari truk diesel menuju Battery Electric Vehicle (BEV) untuk menurunkan emisi dan biaya operasional. Namun, penerapan BEV dengan mekanisme battery swapping memunculkan kompleksitas baru berupa kebutuhan infrastruktur pengisian daya dan potensi antrean yang dapat mengganggu pencapaian target produksi. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan rancangan dasar sistem operasional hauling BEV pada Jobsite ADMO PT SIS yang mencakup konfigurasi infrastruktur pendukung sekaligus sistem informasi operasional untuk mengoordinasikan eksekusi armada di lapangan. Perancangan dilakukan melalui dua subtopik yang terintegrasi. Subtopik simulasi membangun model Discrete Event Simulation (DES) atas sistem hauling diesel eksisting sebagai baseline yang divalidasi secara statistik, kemudian memodelkan sistem BEV dengan battery swapping dan menentukan konfigurasi optimal, yaitu jumlah battery swapping station pada setiap Change Shift Area, jumlah charging station, dan jumlah armada BEV aktif, menggunakan optimasi berbasis simulasi OptQuest dengan kebijakan dispatcher dinamis. Subtopik sistem informasi mengidentifikasi kebutuhan fungsional melalui user persona dan user journey map, membangun model pemilihan antrian sebagai basis fitur pengarahan operator, serta merancang dan mengevaluasi prototype mixed-fidelity dari sistem informasi operasional battery swap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi infrastruktur BEV usulan mampu menekan total waktu antrean secara signifikan dibandingkan sistem diesel eksisting sekaligus tetap memenuhi target produksi tahunan perusahaan. Model pemilihan antrian yang dikembangkan berhasil menjadi dasar fitur pengarahan operator pada swap station dan charging station, dan prototype sistem informasi dinilai aplikatif untuk mendukung serta mengintegrasikan eksekusi operasional armada BEV. Rancangan terintegrasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi PT SIS dalam melaksanakan transisi armada diesel menuju BEV secara efisien dan terukur.

2026
👤 Penulis: Fuad Aqil Nurhidayat
🏷️ Operasional Manajemen 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM OPERASIONAL HAULING BATTERY ELECTRIC VEHICLE PT SAPTAINDRA SEJATI

PT Saptaindra Sejati (SIS) sebagai kontraktor pertambangan batubara menghadapi tuntutan transisi armada hauling dari truk diesel menuju Battery Electric Vehicle (BEV) untuk menurunkan emisi dan biaya operasional. Namun, penerapan BEV dengan mekanisme battery swapping memunculkan kompleksitas baru berupa kebutuhan infrastruktur pengisian daya dan potensi antrean yang dapat mengganggu pencapaian target produksi. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan rancangan dasar sistem operasional hauling BEV pada Jobsite ADMO PT SIS yang mencakup konfigurasi infrastruktur pendukung sekaligus sistem informasi operasional untuk mengoordinasikan eksekusi armada di lapangan. Perancangan dilakukan melalui dua subtopik yang terintegrasi. Subtopik simulasi membangun model Discrete Event Simulation (DES) atas sistem hauling diesel eksisting sebagai baseline yang divalidasi secara statistik, kemudian memodelkan sistem BEV dengan battery swapping dan menentukan konfigurasi optimal, yaitu jumlah battery swapping station pada setiap Change Shift Area, jumlah charging station, dan jumlah armada BEV aktif, menggunakan optimasi berbasis simulasi OptQuest dengan kebijakan dispatcher dinamis. Subtopik sistem informasi mengidentifikasi kebutuhan fungsional melalui user persona dan user journey map, membangun model pemilihan antrian sebagai basis fitur pengarahan operator, serta merancang dan mengevaluasi prototype mixed-fidelity dari sistem informasi operasional battery swap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi infrastruktur BEV usulan mampu menekan total waktu antrean secara signifikan dibandingkan sistem diesel eksisting sekaligus tetap memenuhi target produksi tahunan perusahaan. Model pemilihan antrian yang dikembangkan berhasil menjadi dasar fitur pengarahan operator pada swap station dan charging station, dan prototype sistem informasi dinilai aplikatif untuk mendukung serta mengintegrasikan eksekusi operasional armada BEV. Rancangan terintegrasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi PT SIS dalam melaksanakan transisi armada diesel menuju BEV secara efisien dan terukur.

2026
👤 Penulis: Fuad Aqil Nurhidayat
🏷️ Sistem Operasional 🏷️ Battery Electric Vehicle (Bev) 🏷️ Optimisasi Infrastruktur

EVALUASI PEMBANGUNAN PERKOTAAN DAN MASYARAKAT YANG CERDAS MELALUI INDIKATOR SNI ISO 37122 DI KOTA BANDUNG

Perkembangan perkotaan di Indonesia yang semakin pesat menuntut penyelenggaraan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menjamin keberlanjutan, kecerdasan, dan ketangguhan wilayah, sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan. Pasal 41 ayat (1) PP tersebut mengamanatkan penyusunan Indeks Perkotaan Berkelanjutan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), yang kemudian diterjemahkan Badan Standardisasi Nasional melalui adopsi identik SNI ISO 37120 tentang kota berkelanjutan, SNI ISO 37122 tentang kota cerdas, dan SNI ISO 37123 tentang kota berketahanan. Meskipun kerangka regulasi tersebut telah tersedia, implementasi pengukuran kota cerdas di Indonesia hingga kini masih menghadapi persoalan mendasar. Kota Bandung, sebagai salah satu kota pelopor kota cerdas di Indonesia dengan Peraturan Wali Kota Nomor 1470 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Bandung Kota Cerdas Periode 2018-2023, masih menghadapi kesenjangan antara ketersediaan standar pengukuran SNI ISO 37122:2019 dengan penerapannya di lapangan yang belum terpadu dan konsisten. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi dan capaian Kota Cerdas Kota Bandung berdasarkan indikator SNI ISO 37122 dalam mendukung arah pembangunan perkotaan sesuai PP Nomor 59 Tahun 2022, melalui tiga sasaran, yaitu meninjau relevansi indikator terhadap ketersediaan data di Kota Bandung, mengkaji kondisi eksisting berdasarkan indikator terpilih, serta menganalisis rating capaian antarindikator dan merumuskan strategi pengembangannya.viii Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari instansi pemerintah Kota Bandung, dokumen perencanaan, dan portal data terbuka, dengan rentang waktu pengamatan tahun 2020 hingga 2025 dan prioritas pada data tahun 2024- 2025 melalui pendekatan best available data. Analisis dilakukan melalui tiga tahap yang saling berkelanjutan, yaitu peninjauan relevansi dan ketersediaan data pada 80 indikator dalam 19 tema SNI ISO 37122:2019, pengukuran kondisi eksisting setiap indikator terpilih menggunakan data sekunder yang dilengkapi data primer kuesioner untuk indikator bersifat rumah tangga, serta analisis rating capaian antartema yang divisualisasikan melalui diagram radar dan dilanjutkan dengan perumusan strategi pengembangan menggunakan kerangka Strategic Choice Approach (SCA) yang dikembangkan oleh Friend dan Hickling (2005) melalui empat mode kerja shaping, designing, comparing, dan choosing, serta ditinjau lebih lanjut melalui empat aspek pendekatan Technology, Organization, Process, dan Product (TOPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh indikator SNI ISO 37122:2019 dapat diterapkan secara langsung pada konteks Kota Bandung akibat keterbatasan ketersediaan data resmi di tingkat kota, sehingga diterapkan pendekatan proxy indicator secara konsisten pada indikator-indikator yang datanya belum terdokumentasi. Rata-rata capaian Kota Cerdas Kota Bandung secara keseluruhan tercatat sebesar 34,19%, dengan variasi capaian yang cukup lebar antartema. Tema Perencanaan Perkotaan mencatatkan capaian tertinggi (79,15%), diikuti Kesehatan (66,11%), Telekomunikasi (63,12%), Perumahan (61,15%), dan Keuangan (51,79%), yang menunjukkan fondasi kuat pada aspek tata ruang digital, layanan kesehatan, infrastruktur telekomunikasi, penyediaan perumahan, serta digitalisasi keuangan kota. Sebaliknya, tema Keamanan (4,18%), Air Limbah (8,26%), dan Energi (8,76%) mencatatkan capaian terendah, yang mengindikasikan keterbatasan sistem pemantauan berbasis teknologi, seperti kamera pengintai digital terintegrasi, SCADA, dan smart metering, pada ketiga sektor tersebut. Analisis rating melalui diagram radar mengonfirmasi pola ketimpangan pembangunan Kota Cerdas Kota Bandung antarsektor, dengan sektor yang telah memiliki basis kelembagaan dan regulasi mapan cenderung mencapai kinerja lebih tinggi dibandingkan sektor yang membutuhkan investasi infrastruktur teknologi berskala besar dan koordinasi lintasix lembaga yang kompleks. Penerapan kerangka SCA-TOPP selanjutnya menghasilkan rekomendasi strategi pengembangan yang terintegrasi pada aspek penyediaan teknologi terbuka, penguatan kelembagaan lintas perangkat daerah, penerapan siklus pengambilan keputusan bertahap, serta penetapan keluaran nyata berupa kebijakan, infrastruktur, dan platform digital, yang dikelompokkan menjadi prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik berupa contoh penerapan operasional SNI ISO 37122:2019 pada konteks kota di Indonesia, termasuk strategi mengatasi kesenjangan data melalui pendekatan proxy indicator, serta menunjukkan relevansi Strategic Choice Approach sebagai kerangka perumusan strategi pembangunan kota dalam kondisi ketidakpastian data yang tinggi. Secara praktis, penelitian ini menghasilkan basis data dan rekomendasi awal yang dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menyusun kebijakan dan prioritas pengembangan Kota Cerdas ke depan, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan perkotaan nasional sebagaimana diamanatkan PP Nomor 59 Tahun 2022. Penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain ketergantungan pada data proksi yang bersifat estimasi, perbedaan periode data antarindikator akibat pendekatan best available data, serta rekomendasi strategi yang bersifat akademik dan belum melalui proses konsultasi publik langsung dengan pemangku kepentingan Pemerintah Kota Bandung, sehingga memerlukan verifikasi dan penyesuaian lebih lanjut oleh pengambil kebijakan sebelum diimplementasikan secara penuh.

2026
👤 Penulis: Fairuz Zahra Ghaniyyah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Perkembangan Perkotaan 🏷️ Indikator Sni Iso 37122

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMATIK KENYAMANAN HIDUP DISABILITAS DAN LANSIA DI TINGKAT KECAMATAN

Pembangunan inklusif menuntut ketersediaan data yang menghubungkan kondisi penyandang disabilitas dan lansia dengan ruang tempat mereka beraktivitas, namun data tersebut di Indonesia masih terfragmentasi dan minim dimensi keruangan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi geografis tematik kenyamanan hidup penyandang disabilitas dan lansia di tingkat kecamatan pada tiga wilayah percontohan, yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Kecamatan Semarang Tengah, dan Kecamatan Jetis. Tingkat kenyamanan hidup dimodelkan dari tiga dimensi, yaitu aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan bahaya banjir. Kualitas jalur pejalan kaki dinilai melalui interpretasi Google Street View (GSV) serta ekstraksi parameter roughness, slope, dan obstacle dari LiDAR genggam. Tingkat pemenuhan hak aksesibilitas terhadap fasilitas umum dihitung menggunakan algoritma Dijkstra pada jaringan jalur pejalan kaki dan diinterpolasi dengan Empirical Bayesian Kriging. Dimensi lingkungan disusun dari intensitas Urban Heat Island (UHI) berbasis Land Surface Temperature, tingkat polusi udara NO? dari Sentinel-5P TROPOMI, dan aksesibilitas ruang terbuka hijau, sedangkan bahaya banjir dimodelkan melalui Weighted Sum lima parameter yang diterapkan secara seragam pada ketiga wilayah studi. Ketiga dimensi diintegrasikan menggunakan pembobotan hasil perhitungan Pairwise Comparison yang penilaiannya diisi langsung oleh penyandang disabilitas dan lansia, menghasilkan bobot aksesibilitas sebesar 0,682, bahaya banjir 0,199, dan kondisi lingkungan 0,119. Hasil pengujian menunjukkan peta kualitas trotoar berbasis LiDAR memperoleh Overall Accuracy 61,13% dan Cohen's Kappa 0,514, peta intensitas UHI dan polusi udara terbukti konsisten secara fisik dan statistik, serta produk WebGIS interaktif yang dikembangkan, mencakup Geodashboard GeoInklusif, GeoStory, dan AccessRoute, memperoleh tingkat keberhasilan fungsional sebesar 94,44%. Seluruh peta tematik dan indeks kenyamanan hidup disajikan dalam WebGIS interaktif sebagai dasar visual dan analitis bagi perencanaan pembangunan inklusif berbasis bukti di tingkat kecamatan.

2026
👤 Penulis: Helmaliya Prameswari Putri
🏷️ Geografi 🏷️ Kepemilikan Aksesibilitas 🏷️ Analisis Risiko Banjir

UJI  AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% HERBA MENIRAN HIJAU (PHYLLANTHUS NIRURI  L.) DALAM PENCEGAHAN DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS

Delayed onset muscle soreness (DOMS) merupakan kondisi nyeri otot yang dipicu oleh aktivitas fisik berlebih atau tidak biasa yang melibatkan kerusakan mikro jaringan otot dan memicu terjadinya respons inflamasi. Herba meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) mengandung metabolit sekunder terutama flavonoid yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas ekstrak etanol 70% herba meniran hijau terhadap mencit yang mengalami DOMS setelah diinduksi renang paksa. Respon berupa penurunan ambang batas nyeri dievaluasi dengan mengukur waktu latensi menggunakan instrumen lempeng panas. Kelompok pengujian terdiri dari kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (aspirin 100 mg/kgBB), serta ekstrak dengan dosis 75, 150, dan 300 mg/kg bobot badan (BB). Hasil penelitian menunjukkan nilai %?t pada kelompok yang diberikan ekstrak dosis 75, 150, dan 300 mg/kg BB berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan kontrol negatif dengan nilai berturut-turut 37,33 ± 3,65; 18,20 ± 17,39; dan 0 ± 0. Dosis 300 mg/kg BB menunjukkan aktivitas yang lebih baik (p<0,05) dibandingkan kedua dosis lainnya. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% herba meniran hijau mampu mencegah DOMS pada model mencit yang diinduksi renang paksa. Efek ini diduga akibat adanya kombinasi senyawa flavonoid yang mampu menekan mediator inflamasi dan senyawa tanin yang mampu meredam pemicu stres oksidatif otot.

2026
👤 Penulis: Kanaya Piscesea Hari Valent
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMATIK KENYAMANAN HIDUP DISABILITAS DAN LANSIA DI TINGKAT KECAMATAN

Pembangunan inklusif menuntut ketersediaan data yang menghubungkan kondisi penyandang disabilitas dan lansia dengan ruang tempat mereka beraktivitas, namun data tersebut di Indonesia masih terfragmentasi dan minim dimensi keruangan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi geografis tematik kenyamanan hidup penyandang disabilitas dan lansia di tingkat kecamatan pada tiga wilayah percontohan, yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Kecamatan Semarang Tengah, dan Kecamatan Jetis. Tingkat kenyamanan hidup dimodelkan dari tiga dimensi, yaitu aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan bahaya banjir. Kualitas jalur pejalan kaki dinilai melalui interpretasi Google Street View (GSV) serta ekstraksi parameter roughness, slope, dan obstacle dari LiDAR genggam. Tingkat pemenuhan hak aksesibilitas terhadap fasilitas umum dihitung menggunakan algoritma Dijkstra pada jaringan jalur pejalan kaki dan diinterpolasi dengan Empirical Bayesian Kriging. Dimensi lingkungan disusun dari intensitas Urban Heat Island (UHI) berbasis Land Surface Temperature, tingkat polusi udara NO? dari Sentinel-5P TROPOMI, dan aksesibilitas ruang terbuka hijau, sedangkan bahaya banjir dimodelkan melalui Weighted Sum lima parameter yang diterapkan secara seragam pada ketiga wilayah studi. Ketiga dimensi diintegrasikan menggunakan pembobotan hasil perhitungan Pairwise Comparison yang penilaiannya diisi langsung oleh penyandang disabilitas dan lansia, menghasilkan bobot aksesibilitas sebesar 0,682, bahaya banjir 0,199, dan kondisi lingkungan 0,119. Hasil pengujian menunjukkan peta kualitas trotoar berbasis LiDAR memperoleh Overall Accuracy 61,13% dan Cohen's Kappa 0,514, peta intensitas UHI dan polusi udara terbukti konsisten secara fisik dan statistik, serta produk WebGIS interaktif yang dikembangkan, mencakup Geodashboard GeoInklusif, GeoStory, dan AccessRoute, memperoleh tingkat keberhasilan fungsional sebesar 94,44%. Seluruh peta tematik dan indeks kenyamanan hidup disajikan dalam WebGIS interaktif sebagai dasar visual dan analitis bagi perencanaan pembangunan inklusif berbasis bukti di tingkat kecamatan.

2026
👤 Penulis: Intan Mutia
🏷️ Geografi 🏷️ Kesejahteraan Lansia Dan Penyandang Disabilitas 🏷️ Analisis Geospatial

PEMODELAN SPASIAL TINGKAT KESESUAIAN HABITAT BURUNG MERAK HIJAU JAWA (PAVO MUTICUS MUTICUS LINNAEUS, 1766) DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Penurunan populasi merak hijau jawa (Pavo muticus muticus Linnaeus, 1766) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) belum didukung oleh ketersediaan data spasial habitat yang memadai sebagai dasar pengelolaan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variabel lingkungan penentu kesesuaian habitat serta memetakan sebaran habitat potensial merak hijau jawa di TNUK menggunakan pendekatan Species Distribution Model berbasis presence-only dengan algoritma Maximum Entropy (MaxEnt). Model dibangun dengan mengintegrasikan data kehadiran merak hijau jawa di Padang Penggembalaan Cidaon dan data sekunder periode 2020–2025 serta sembilan variabel prediktor, yaitu elevasi, kelerengan, tutupan lahan, jarak dari area terbuka, jarak dari sumber air, jarak dari area terbangun, jarak dari jalan, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST). Hasil pengamatan lapangan menunjukkan Padang Penggembalaan Cidaon berperan sebagai habitat fungsional bagi merak hijau jawa dengan jumlah teramati sebanyak 11 individu. Model terbaik dibangun oleh empat variabel utama, yaitu elevasi, jarak dari area terbuka, jarak dari area terbangun, dan jarak dari jalan dengan nilai Area Under Curve (AUC) 0,962. Pemodelan menghasilkan tiga kelas kesesuaian habitat, yaitu non-potensial seluas 59.864,58 ha (98,1%), potensial seluas 817,38 ha (1,3%), dan habitat sangat potensial seluas 345,69 ha (0,6%). Habitat dengan kesesuaian tinggi terkonsentrasi pada patch berelevasi rendah (0-20 mdpl), memiliki area terbuka dengan tutupan vegetasi di sekitarnya, dan minim gangguan antropogenik. Beberapa kawasan dengan kesesuaian habitat tinggi, diantaranya Cidaon– Cibunar –Cikeusik, Kalajetan–Cegog, Pulau Peucang, dan Pulau Handeuleum. Sebagai upaya konservasi, perlindungan dan pengelolaan habitat pada lokasi dengan kesesuaian tinggi perlu diprioritaskan. Apabila reinforcement populasi direalisasikan, pelepasliaran dilakukan pada patch habitat potensial dan sangat potensial yang disertai monitoring yang representatif secara spasial pada habitat merak hijau jawa.

2026
👤 Penulis: Syifa Syakira
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

OPTIMASI DESAIN TURBIN HIDROKINETIK TIPE SAVONIUS BERBASIS ANALISIS KOMPUTASIONAL UNTUK PEMANFAATAN ALIRAN TAILRACE PLTA TANGGARI UNIT 3 DAN 4

Aliran tailrace PLTA Tanggari Unit 3 dan 4 masih memiliki energi kinetik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi tambahan. Penelitian ini bertujuan menentukan konfigurasi optimum turbin hidrokinetik tipe Savonius dengan deflektor triangular dan deflektor sirkular melalui optimasi overlap ratio (OR), blade arc angle (BAA), dan tip speed ratio (TSR). Kondisi aliran menggunakan hasil pengukuran Acoustic Doppler Current Profiler dengan kecepatan rata-rata 1,046 m/s pada beban pembangkit 11 MW dan exceedance probability 70%. Analisis dilakukan menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics dua dimensi dan transien dengan pendekatan URANS serta model turbulensi SST k–?. Sebanyak 30 titik desain awal dibentuk menggunakan Latin Hypercube Sampling dengan kriteria Maximin. Hasil simulasi digunakan untuk membangun model Gaussian Process Regression/Kriging dengan kernel ARD Matérn 5/2. Selanjutnya, Bayesian Optimization dilakukan menggunakan fungsi akuisisi Expected Improvement selama lima iterasi dengan lima simulasi tambahan pada setiap iterasi. Hasil optimasi meningkatkan koefisien daya terbaik dari 0,4162 menjadi 0,4372 atau sebesar 5,05%. Desain terbaik diperoleh pada OR 0,0058, BAA 126,0106°, dan TSR 0,8619, dengan koefisien torsi 0,50724 dan torsi rata-rata 17,3117 Nm. Kombinasi kedua deflektor meningkatkan koefisien daya sebesar 101,85% dibandingkan konfigurasi tanpa deflektor. Deflektor sirkular memberikan kontribusi dominan, sedangkan deflektor triangular berperan sebagai pengarah aliran tambahan. Karena simulasi dilakukan secara dua dimensi, hasil penelitian terutama digunakan untuk perbandingan relatif dan masih memerlukan konfirmasi melalui simulasi tiga dimensi serta pengujian eksperimental.

2026
👤 Penulis: Abraham TP Lingga
🏷️ Optimisasi Desain Turbin Hidrokinetik 🏷️ Analisis Fluida Komputasi 🏷️ Kecerdasan Buatan

IDENTIFIKASI POTENSI PENGARUH PEMBANGUNAN MRT JAKARTA FASE 2A TERHADAP PREFERENSI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PEKERJA DKI JAKARTA

DKI Jakarta merupakan kota dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia dan tingkat penggunaan transportasi umum yang masih rendah, yaitu sekitar 21 persen, sehingga kemacetan menjadi tantangan utama mobilitas perkotaan. Sebagai upaya perluasan jaringan angkutan massal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membangun MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota dengan tujuh stasiun bawah tanah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi pengaruh pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terhadap preferensi pemilihan moda transportasi pekerja di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode stated choice experiment terhadap 219 responden pekerja di koridor Thamrin menuju Kota yang dipilih melalui purposive sampling. Skenario pilihan memuat delapan situasi perjalanan hipotetis dengan enam alternatif moda dan tiga atribut layanan, yaitu waktu tempuh, biaya perjalanan, dan waktu tunggu. Analisis dilakukan menggunakan model Multinomial Logit, analisis elastisitas waktu tempuh, analisis market share, serta analisis matriks perpindahan moda. Hasil estimasi menunjukkan bahwa waktu tempuh merupakan satu-satunya atribut yang berpengaruh signifikan, sementara biaya perjalanan dan waktu tunggu tidak terbukti signifikan secara statistik. Pekerja pengguna mobil pribadi, pekerja berpendapatan tinggi (di atas Rp10.000.000 per bulan), pekerja berusia 23 tahun ke bawah, dan pekerja asal Jakarta Selatan cenderung lebih memilih MRT. MRT memperoleh pangsa tertinggi sebesar 36,33 persen, diikuti TransJakarta sebesar 29,22 persen dan KRL sebesar 15,55 persen. Matriks perpindahan moda mengindikasikan bahwa potensi perpindahan ke MRT terbesar berasal dari pengguna mobil pribadi sebesar 58,8 persen dan motor pribadi sebesar 52,5 persen, sehingga kehadiran MRT Fase 2A berpotensi meningkatkan pangsa angkutan umum secara keseluruhan, bukan sekadar merelokasi penumpang dari moda umum yang telah ada.

2026
👤 Penulis: Mianda Esther P. Sianturi
🏷️ Mobilitas Perkotaan 🏷️ Transportasi Massal 🏷️ Analisis Preferensi Pemilihan Moda Transportasi
Halaman 38 dari 6754
💬