📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPEMANTAUAN EUTROFIKASI LAUT ARU DENGAN ESTIMASI WARNA PERAIRAN MENGGUNAKAN FOREL ULE INDEX (FUI) BERBASIS PENGINDERAAN JAUH
Perairan Laut Aru merupakan wilayah produktif strategis bagi perikanan nasional Indonesia, namun dinamika kesuburannya yang tinggi membawa risiko eutrofikasi yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Keterbatasan akses dan tingginya biaya pengambilan data lapangan secara konvensional melatarbelakangi kebutuhan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung indeks warna air dan konsentrasi klorofil-a menggunakan penginderaan jauh, menentukan tingkat eutrofikasi dan analisis spasial serta temporalnya, serta menganalisis mekanisme pengaruh parameter fisik kimia dan dinamika atmosfer terhadap fluktuasi status trofik di Laut Aru. Data citra satelit periode 2021—2025 diintegrasikan dengan data nutrien (Nitrat dan Fosfat), suhu permukaan laut (SPL), dan curah hujan, kemudian diolah melalui parameter bio-optik Forel-Ule Index (FUI) dan klorofil-a pada tujuh titik pengamatan, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan gradien kesuburan secara spasial yang jelas. Hasil FUI pesisir Papua 4 hingga 7 dan FUI Kepulauan Aru berskala 5 hingga 6 (beberapa titik skala 9) memiliki status oligotrofik hingga mesotrofik akibat beban hara dari daratan, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 3,62 mg/m3. Sementara itu, wilayah laut lepas berada pada kondisi oligotrofik dengan FUI 2 hingga 6 dan klorofil-a sebesar 1,56 mg/m3. Secara temporal, produktivitas memiliki pola dua puncak. Puncak pertama terjadi pada monsun timur hingga peralihan II (September dan Oktober) akibat input massa air dari fenomena upwelling Laut Banda yang menurunkan SPL hingga 24,23 oC. Puncak kedua terjadi pada monsun barat akibat input nutrien terestrial dari curah hujan. Korelasi positif antara FUI dan klorofil-a diperoleh koefisien sebesar 0,729. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat oligotrofik dan mesotrofik di pesisir Laut Aru dipengaruhi oleh gabungan dinamika atmosfer dan input terestrial, sedangkan di laut lepas dikendalikan oleh dinamika fisik oseanografi. Parameter FUI terbukti efektif sebagai indikator status trofik berbasis penginderaan jauh untuk pemantauan kualitas air di wilayah Laut Aru.
PENGEMBANGAN PRODUK EDUKATIF BERBASIS KOREGULASI ORANG TUA UNTUK MENGENALKAN STRATEGI REGULASI EMOSI PADA ANAK
Regulasi emosi dinilai sebagai salah satu kemampuan paling penting dalam perkembangan anak usia dini (4-6 tahun), terlebih bila mengingat bahwa pada usia tersebut, anak mulai terekspos pada lingkungan serta orang-orang baru. Meskipun demikian, pada usia tersebut anak-anak belum dapat sepenuhnya memahami apa yang mereka rasakan dan cara yang tepat menanggapi emosi tersebut secara mandiri, sehingga mereka membutuhkan bimbingan, khususnya dari orang tua, dalam proses pembelajaran emosi serta cara meregulasinya. Melalui kajian literatur, wawancara, hingga survei yang dilakukan kepada 46 responden orang tua dari anak berusia 4-6 tahun, ditemukan bahwa sebagian besar orang tua masih cukup awam dengan konsep regulasi emosi, dan hal tersebut pula yang menyebabkan minimnya edukasi terkait regulasi emosi. Penelitian ini mendalami perancangan metode edukasi dalam bentuk produk dengan dua capaian utama, yaitu keterlibatan orang tua, serta pendekatan yang menarik bagi anak. Kemudian dari segi konten, penelitian ini berfokus pada tiga aspek yang dianggap paling penting dalam regulasi emosi, yaitu naming the emotion, validating the emotion, serta habit building atau iterasi. Oleh karena itu, dirancanglah produk edukasi yang memanfaatkan stimulasi sensorik dari getaran haptic dan stimulasi visual dari lampu berwarna sebagai alat bantu asosiasi dan penggambaran keenam emosi dasar, serta mengadaptasi metode role-play dengan kartu simulasi yang mendorong interaksi dan diskusi antar anak dan orang tua. Pengembangan produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu media pendukung yang memfasilitasi pembelajaran regulasi emosi bagi anak, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajarannya.
ANALISIS STRUKTUS VS DI KECAMATAN KERTASARI, KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN HVSR MIKROTREMOR
Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,9 Mw mengguncang wilayah Kertasari, kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat pada 18 September 2024 dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik bawah permukaan melalui parameter frekuensi dominan (f0), amplifikasi (A0), dan Vs30 yang akan diintegrasikan ke dalam mikrozonasi bahaya seismik. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data rekaman sinyal mikrotremor dari 26 stasiun titik stasiun. Analisis data mikrotremor dilakukan menggunakan metode HVSR dengan menggunakan perangkat lunak Geopsy. Hasil pengolahan HVSR menunjukkan nilai frekuensi dominan berada pada rentang nilai 0,71 hingga 6,58 Hz dan nilai amplifikasi berada pada rentang nilai 2,15 hingga 7,77. Berdasarkan analisis mikrotremor, wilayah Kertasari didominasi oleh nilai f0 yang rendah yang mengindikasikan adanya endapan piroklastik tebal yang dapat memperkuat amplifikasi dan meningkatkan kerusakan akibat resonansi tanah. Inversi Vs30 dilakukan menggunakan modul Dinver berbasis Neighborhood Algorithm (NA). Hasil inversi menunjukkan nilai Vs30 di daerah Kertasari berkisar antara 392,35 hingga 742,24 m/s. Secara teknis, rentang nilai ini termasuk dalam kategori kelas situs C berdasarkan pedoman Standar Nasional Indonesia (SNI 1726:2019). Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur yang berbasis mitigasi gempa bumi di wilayah Kertasari.
ANALISIS POLA SEBARAN DAN WAKTU TINGGAL POLUTAN DI TELUK JAKARTA MENGGUNAKAN MODEL MITGCM
Teluk Jakarta merupakan kawasan perairan yang menerima beban polutan tinggi akibat aktivitas manusia, sehingga dinamika pergerakan dan akumulasinya yang sangat dipengaruhi oleh sistem angin monsun penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas spasio-temporal dari pola sebaran dan waktu tinggal polutan yang diinisiasi dengan pelacak pasif di Teluk Jakarta berdasarkan variasi musim menggunakan pemodelan hidrodinamika tiga dimensi Massachusetts Institute of Technology General Circulation Model (MITgcm) dengan konfigurasi telescoping grid yang berfokus di daerah Teluk Jakarta. Model ini digabungkan dengan modul pelacak pasif, serta diverifikasi menggunakan asimilasi data elevasi pasang surut global TPXO9-atlas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sirkulasi massa air dan kapasitas bilas di Teluk Jakarta memiliki kerentanan yang berbeda-beda, pada puncak musim barat dan musim timur, perairan mampu membilas polutan secara cepat, berkisar 3 hingga 9 hari pada area yang searah dengan arus dominan, namun secara bersamaan memicu jebakan pesisir dengan waktu tinggal maksimal 20-21 hari di arah berlawanan, yakni di pesisir timur saat musim barat dan pesisir barat daya saat musim timur. Kondisi lingkungan paling kritis terjadi pada musim peralihan I dan II, yaitu ketiadaan arus residu dan pemaksaan angin yang kuat menciptakan zona stagnasi khususnya di teluk bagian dalam, menjadikan wilayah perairan mencapai kapasitas bilas terendahnya dengan waktu tinggal mencapai 25 – 30 hari.
EKSPLORASI PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTRONIK (BUNGKUS KABEL) UNTUK PERANCANGAN PRODUK DESK SETUP
Pertumbuhan perangkat elektronik yang pesat di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya timbunan limbah elektronik (e-waste). Sebagian besar e- waste berakhir tanpa pengelolaan yang tepat sehingga berpotensi mencemari lingkungan akibat kandungan logam berat dan material beracun. Di sisi lain, material residu non-logam dari e-waste, seperti limbah selubung kabel PVC, memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai material alternatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan merancang produk fungsional dengan memanfaatkan karakteristik fleksibilitas serta durabilitas dari limbah selubung kabel PVC melalui pendekatan desain berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, eksperimen pemrosesan termal (hot pressing), hingga pembuatan prototipe. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa limbah selubung kabel PVC dapat diolah menjadi lembaran modular fungsional setebal 1,00–1,50 mm yang memiliki nilai estetika visual abstrak yang unik. Karakteristik lembaran yang tipis dan fleksibel ini diaplikasikan pada perancangan produk desk setup fungsional sebagai upaya mengembalikan material limbah elektronik ke dalam konteks penggunaan yang relevan dengan perangkat digital. Proyek perancangan ini menegaskan peran desain produk sebagai solusi kreatif dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular.
PENGARUH WARNA CAHAYA LED TERHADAP PERKEMBANGAN STADIA, PROPORSI KEHIDUPAN IMAGO, DAN PRODUKTIVITAS BIOMASSA ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS PADA SPIKELET KELAPA SAWIT FASE ANTHESIS
Elaeidobius kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) is the primary pollinating insect of oil palm whose reproductive success is strongly influenced by environmental conditions, including light spectrum. This study aimed to analyze the effect of various LED light colors on the developmental stage dynamics, adult survival proportion, and biomass productivity of E. kamerunicus on male oil palm spikelet. The study employed an experimental design with six treatments, consisting of five LED light color treatments (white, red, yellow, green, and blue) and one control (natural environmental conditions without LED), each with seven replications, resulting in a total of 42 experimental units. Each experimental unit consisted of one spikelet from a male oil palm inflorescence at the anthesis phase containing E. kamerunicus, placed inside a primary cage made of thinwall container with insect net ventilation. The primary cages were placed inside a secondary cage (insectarium) covered with black cloth and equipped with LED lamps operating under an automated photoperiod cycle of 14 hours light and 10 hours dark using the HISTAR Smart Home application. Observations were conducted every three days over a 22-day period through horizontal spikelet dissection, with recording of the number of live and dead individuals per developmental stage and biomass measurement using an analytical balance with a precision of 10?? g. Data analysis included cubic polynomial mathematical modeling and Spearman rank correlation. The results showed that yellow LED produced the highest adult productivity and biomass (149 individuals; 0.349 g; biomass-to-pollen ratio of 0.171), green LED demonstrated the best overall performance balance across all developmental stages with the lowest average adult survival decline per three days (?5.293%), while blue LED yielded the highest number of third-instar larvae (95 individuals) and the highest proportion of live adults on day 16. Red LED resulted in the highest adult mortality, which was associated with spectral incompatibility with the visual system of Curculionidae. This study concludes that yellow, green, and blue LED represent the most conducive lighting alternatives for supporting the life cycle continuity and productivity of E. kamerunicus in rearing systems, with important implications for pollination management in oil palm plantations.
TINJAUAN KARYA-KARYA DWI PUTRO MULYONO JATI SEBAGAI SENIMAN NEURODIVERGEN DI INDONESIA
Situasi mengenai neurodiversitas saat ini perlu perhatian dan kesadaran khusus, bukan saja pada ranah sosial masyarakat pada umumnya, namun juga dalam ranah seni rupa. Seperti yang telah diketahui, penyandang disabilitas hingga saat ini masih berusaha memperjuangkan hak-haknya mengenai kesetaraan dalam bermasyarakat serta memiliki kesempatan hidup yang setara. Namun pada kenyataannya, pola struktral yang tersebar di tengah masyarakat masih merajalela. Kerasnya stigma mengenai individu neurodivergen menyebabkan peluang mereka dalam memenuhi serta menyalurkan segala potensi menjadi sangat terbatas. Program-program yang dicanangkan cenderung tidak benar-benar memperbaiki atau mengembangkan ruang inklusi, sedikit banyak disebabkan oleh kurangnya publikasi serta komunikasi antara kedua pihak. Dengan menggunakan karya-karya serta narasi yang dibawakan oleh Dwi Putro Mulyono Jati, penelitian ini akan menelaah bagaimana wacana neurodiversitas di Indonesia. Memusatkan penelitian pada pengembangan inklusivitas dalam ruang seni bagi seniman neurodivergen, tanpa dipandang sebelah mata. Menelaah bagaimana karya Dwi Putro Mulyono Jati dapat menembus batas-batas yang dilihat sebagai norma umum, melalui ekspresi dari persepsi Dwi Putro Mulyono akan kehidupan.
TINJAUAN KARYA-KARYA DWI PUTRO MULYONO JATI SEBAGAI SENIMAN NEURODIVERGEN DI INDONESIA
Situasi mengenai neurodiversitas saat ini perlu perhatian dan kesadaran khusus, bukan saja pada ranah sosial masyarakat pada umumnya, namun juga dalam ranah seni rupa. Seperti yang telah diketahui, penyandang disabilitas hingga saat ini masih berusaha memperjuangkan hak-haknya mengenai kesetaraan dalam bermasyarakat serta memiliki kesempatan hidup yang setara. Namun pada kenyataannya, pola struktral yang tersebar di tengah masyarakat masih merajalela. Kerasnya stigma mengenai individu neurodivergen menyebabkan peluang mereka dalam memenuhi serta menyalurkan segala potensi menjadi sangat terbatas. Program-program yang dicanangkan cenderung tidak benar-benar memperbaiki atau mengembangkan ruang inklusi, sedikit banyak disebabkan oleh kurangnya publikasi serta komunikasi antara kedua pihak. Dengan menggunakan karya-karya serta narasi yang dibawakan oleh Dwi Putro Mulyono Jati, penelitian ini akan menelaah bagaimana wacana neurodiversitas di Indonesia. Memusatkan penelitian pada pengembangan inklusivitas dalam ruang seni bagi seniman neurodivergen, tanpa dipandang sebelah mata. Menelaah bagaimana karya Dwi Putro Mulyono Jati dapat menembus batas-batas yang dilihat sebagai norma umum, melalui ekspresi dari persepsi Dwi Putro Mulyono akan kehidupan.
SISTEM ELEKTRIKAL DAN KONTROL REMOTELY OPERATED VEHICLE UNTUK SURVEY ARKEOLOGI BAWAH AIR
Indonesia memiliki potensi tinggalan budaya bawah air yang sangat besar, mulai dari kapal karam, artefak perdagangan maritim, hingga situs prasejarah. Namun, proses eksplorasi dan dokumentasi peninggalan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti risiko penyelaman, keterbatasan waktu operasi, kondisi perairan yang tidak menentu, serta biaya pelaksanaan ekspedisi yang tinggi. Salah satu alternatif untuk mengurangi risiko tersebut adalah penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) sebagai wahana observasi bawah air yang dapat dioperasikan dari permukaan. Tugas akhir ini merupakan bagian dari pengembangan ROV SUPRI (Submerged Underwater Platform for Research and Inspection) yang ditujukan sebagai platform dokumentasi arkeologi bawah air. Ruang lingkup tugas akhir ini mencakup perancangan dan implementasi subsistem elektronik yang terdiri atas sistem power, sistem propulsi, sistem kontrol, dan sistem sensor, serta integrasinya dengan sistem ROV secara keseluruhan. Perancangan sistem power dilakukan dengan menghitung kebutuhan energi berdasarkan profil misi operasi ROV yang meliputi fase perpindahan menuju objek dan fase dokumentasi. Berdasarkan hasil estimasi konsumsi daya, dipilih baterai lithium-ion berkonfigurasi 4S6P menggunakan sel Molicel P45B dengan kapasitas nominal sekitar 388,8 Wh. Distribusi daya dilakukan menggunakan Power Distribution Board Mateksys PDB-HEX yang menyuplai daya ke seluruh subsistem, seperti Electronic Speed Controller (ESC), flight controller, sensor, serta perangkat elektronik lainnya. Sistem propulsi dirancang menggunakan enam buah thruster brushless dengan konfigurasi vektor sehingga menghasilkan enam derajat kebebasan (6-DoF), yaitu surge, sway, heave, roll, pitch, dan yaw. Perancangan dilakukan melalui pendekatan gaya hambat fluida untuk menentukan kebutuhan thrust minimum pada setiap kondisi operasi, yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam pemilihan spesifikasi thruster. Pada subsistem kontrol, flight controller Pixhawk menjalankan firmware ArduSub yang dimodifikasi dengan mengganti pengendali PID bawaan pada innerloop rate controller menggunakan algoritma Sliding Mode Control (SMC). Pengendali dirancang berdasarkan model dinamika rotasi ROV yang meliputi matriks inersia, gaya Coriolis, serta redaman hidrodinamika. Selanjutnya dirumuskan sliding surface dan control law untuk meningkatkan kemampuan ii sistem dalam menghadapi ketidakpastian model dan gangguan lingkungan bawah air. Selain itu, berbagai sensor diintegrasikan ke dalam sistem, seperti pressure sensor untuk pengukuran kedalaman, sonar rangefinder untuk pengukuran jarak terhadap dasar laut, leak sensor untuk mendeteksi kebocoran enclosure, serta power sensor untuk memantau tegangan baterai. Seluruh data sensor ditampilkan secara real-time melalui Ground Control Station menggunakan QGroundControl. Hasil implementasi menunjukkan bahwa seluruh subsistem berhasil diintegrasikan dan berfungsi sesuai dengan rancangan. Sistem power mampu mendukung operasi ROV selama sekitar 100 menit secara kontinu. Sistem propulsi berhasil menghasilkan seluruh gerakan translasi dan rotasi sesuai konfigurasi enam derajat kebebasan. Hasil pengujian menunjukkan kecepatan rata-rata gerakan surge, sway, dan heave masing-masing sebesar 0.507 m/s, 0.605 m/s, dan 0.576 m/s. Pengujian sensor menunjukkan pressure sensor memiliki galat kurang dari 3%, sonar rangefinder memiliki galat kurang dari 2%, leak sensor mampu mendeteksi kebocoran dengan baik, dan power sensor mampu memantau tegangan baterai dengan galat yang kecil dibandingkan alat ukur referensi. Pengujian sistem kontrol menunjukkan bahwa implementasi Sliding Mode Control mampu meningkatkan performa tracking attitude dibandingkan pengendali PID bawaan ArduSub. Pada skenario pengujian yang dilakukan, nilai RMSE berkurang sebesar 98.5% pada sumbu roll, 32.2% pada pitch, dan 62.9% pada yaw.
KARAKTERISASI PRODUKSI BIOGAS DARI GLYCERIN PITCH MELALUI EVALUASI PENGARUH INOCULUM-TO-SUBSTRATE RATIO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN STABILITAS PROSES
Pertumbuhan industri biodiesel global meningkatkan produksi glycerin pitch (GP), produk sampingan yang berpotensi mencemari lingkungan namun berpotensi sebagai substrat biogas melalui anaerobic digestion berkat tingginya kandungan gliserol. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi potensi produksi biogas dari GP, dengan fokus pada pengaruh Inoculum-to-Substrate Ratio (ISR) terhadap produktivitas (mL/g VS) dan stabilitas proses. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan sistem batch tertutup pada suhu ruang, memanfaatkan kotoran sapi sebagai inokulum tanpa penambahan kosubstrat dan tanpa replikasi. Parameter utama yang dievaluasi meliputi produktivitas biogas substrat (mL/g VS), rasio C/N estimasi, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas biogas sangat bergantung pada ISR. Hasil optimal dicapai pada ISR 16:1 dengan produktivitas 125,71 mL/g VS. Sebaliknya, proporsi inokulum rendah (ISR 1:4 hingga 4:1) terindikasi menyebabkan kegagalan sistem dan penurunan pH yang tajam. Kondisi ini mengindikasikan asidosis parah, yang dihipotesiskan terjadi akibat kelebihan beban karbon serta potensi toksisitas langsung dari pengotor bawaan GP, seperti Matter Organic Non-Glycerol (MONG) dan garam inorganik. Untuk memastikan stabilitas metabolisme, sistem terindikasi membutuhkan ISR operasional minimum 8:1 guna memberikan kapasitas penyangga yang memadai, mengencerkan potensi toksisitas, serta menjaga rentang ideal pH (6,6–7,6) dan mempertahankan rasio C/N estimasi pada nilai ideal (25–30). Kesimpulannya, meskipun GP layak menjadi substrat biogas, aplikasinya membutuhkan batasan operasional yang presisi dan pengendalian laju pembebanan organik untuk mencegah potensi inhibisi metanogenik.
PERANCANGAN GAME NARATIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN EMPATI SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z: STUDI KONTEKSTUAL KOTA BANDUNG
Kehidupan urban Kota Bandung menyimpan lanskap visual dan sosial yang kaya, mulai dari mural, graffiti, dan signage jalanan hingga dinamika keseharian warganya, namun kompleksitas ini jarang tersampaikan secara utuh melalui media pendidikan formal yang cenderung teoretis. Generasi Z, sebagai digital native, terbukti lebih responsif terhadap media interaktif berbasis pengalaman langsung dibandingkan pendekatan kognitif konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi potensi video game naratif sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman kehidupan urban Bandung secara autentik sekaligus menumbuhkan empati sosial pemain terhadap kompleksitas kota dan manusia-manusia yang menghuninya. Perancangan ini mengintegrasikan empat kerangka teoretis: Semiotika Visual Urban untuk membaca elemen visual kota sebagai sistem tanda, Inkorporasi (Calleja, 2011) untuk menjelaskan proses internalisasi pemain terhadap dunia game, Desain Afektif untuk merancang kualitas emosional pengalaman visual, dan Desain Game Empatik (Belman & Flanagan, 2010) untuk mengarahkan empati sebagai outcome yang dituju secara eksplisit. Metode penelitian bersifat kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli industri video game, wawancara dan Focus Group Discussion dengan mahasiswa Generasi Z, serta analisis komparatif terhadap video game naratif relevan seperti Coffee Talk, Night in the Woods, dan Disco Elysium. Hasil penelitian berupa prototipe video game naratif 2D side-scroller yang dapat dimainkan, menghadirkan dunia fiksi berbasis Bandung melalui eksplorasi lingkungan, interaksi karakter, dan sistem naratif yang mengintegrasikan visualitas urban sebagai sistem tanda bermakna, untuk mendorong refleksi dan empati sosial pemain melalui pengalaman bermain yang imersif.
PERANCANGAN GAME NARATIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN EMPATI SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z: STUDI KONTEKSTUAL KOTA BANDUNG
Kehidupan urban Kota Bandung menyimpan lanskap visual dan sosial yang kaya, mulai dari mural, graffiti, dan signage jalanan hingga dinamika keseharian warganya, namun kompleksitas ini jarang tersampaikan secara utuh melalui media pendidikan formal yang cenderung teoretis. Generasi Z, sebagai digital native, terbukti lebih responsif terhadap media interaktif berbasis pengalaman langsung dibandingkan pendekatan kognitif konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi potensi video game naratif sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman kehidupan urban Bandung secara autentik sekaligus menumbuhkan empati sosial pemain terhadap kompleksitas kota dan manusia-manusia yang menghuninya. Perancangan ini mengintegrasikan empat kerangka teoretis: Semiotika Visual Urban untuk membaca elemen visual kota sebagai sistem tanda, Inkorporasi (Calleja, 2011) untuk menjelaskan proses internalisasi pemain terhadap dunia game, Desain Afektif untuk merancang kualitas emosional pengalaman visual, dan Desain Game Empatik (Belman & Flanagan, 2010) untuk mengarahkan empati sebagai outcome yang dituju secara eksplisit. Metode penelitian bersifat kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli industri video game, wawancara dan Focus Group Discussion dengan mahasiswa Generasi Z, serta analisis komparatif terhadap video game naratif relevan seperti Coffee Talk, Night in the Woods, dan Disco Elysium. Hasil penelitian berupa prototipe video game naratif 2D side-scroller yang dapat dimainkan, menghadirkan dunia fiksi berbasis Bandung melalui eksplorasi lingkungan, interaksi karakter, dan sistem naratif yang mengintegrasikan visualitas urban sebagai sistem tanda bermakna, untuk mendorong refleksi dan empati sosial pemain melalui pengalaman bermain yang imersif.
METANA BIOGENIK DAN TERMOGENIK PADA SISTEM PESISIR TROPIS INDONESIA: DISTRIBUSI SPASIAL DAN KONTROL LINGKUNGAN
Metana (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca utama yang berperan penting dalam pemanasan global, namun informasi mengenai dinamika CH4 di sistem pesisir Indonesia masih sangat terbatas. Studi ini mengkaji distribusi, akumulasi, transpor, dan kontrol lingkungan CH4 pada beberapa sistem pesisir tropis Indonesia yang merepresentasikan lingkungan biogenik dan geogenik/termogenik, meliputi Teluk Jakarta, Delta Berau, Teluk Cirebon, dan Perairan Sabang. Observasi lapangan dilakukan pada air pori sedimen, CH4 terlarut di kolom air, dan CH4 atmosfer, serta dikombinasikan dengan parameter oseanografi dan lingkungan seperti oksigen terlarut, salinitas, suhu, nutrien, dan kondisi hidrodinamika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Jakarta memperlihatkan akumulasi CH4 tertinggi di antara sistem biogenik, terutama di wilayah pesisir dan estuari yang dipengaruhi oleh eutrofikasi, masukan antropogenik, dan kondisi oksigen rendah. Konsentrasi CH4 air pori sedimen mencapai 168,97 ?mol L?1 di sekitar Muara Marunda selama musim barat. Sebaliknya, Sabang sebagai sistem hidrotermal dangkal menunjukkan bahwa hotspot emisi udara-laut tidak selalu berasosiasi langsung dengan lokasi sumber CH4, karena distribusi dan pelepasan metana dikontrol oleh transpor kolom air, stratifikasi, dan pertukaran gas yang dipengaruhi angin. Studi ini mengonfirmasi bahwa dinamika CH4 pada sistem pesisir Indonesia dikendalikan oleh interaksi antara produksi bentik, kondisi lingkungan, dan proses transpor fisik yang berbeda pada masing-masing sistem pesisir. Temuan ini menyediakan kerangka konseptual komparatif untuk memahami sistem CH4 pesisir biogenik dan geogenik/termogenik di wilayah tropis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir tropis Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyimpan karbon (carbon sink), tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat bertindak sebagai sumber CH4 atmosferik (carbon source) yang berkontribusi terhadap dinamika gas rumah kaca regional dan siklus karbon pesisir.
SEBARAN SPASIAL-TEMPORAL TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA TIGA MUARA SUNGAI DI TELUK BLANAKAN, KABUPATEN SUBANG
Pesisir Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, merupakan salah satu kawasan dengan laju akresi tertinggi di Pantai Utara Jawa, yang pembentukannya dipengaruhi oleh suplai sedimen dalam bentuk Total Suspended Solid (TSS) dari Sungai Cilamaya, Blanakan, dan Ciasem. Namun, informasi mengenai pola sebaran TSS secara simultan pada ketiga muara tersebut di musim yang berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola sebaran spasial konsentrasi TSS, menguji pengaruh musim dan lokasi muara terhadap TSS, serta mengidentifikasi keterkaitan tutupan lahan riparian dengan besaran suplai TSS. Sampel diambil pada musim kemarau (Agustus 2025) dan musim hujan (Januari 2026) di 30 titik pada masing-masing muara secara purposive sampling, sehingga diperoleh 180 sampel. Konsentrasi TSS dianalisis dengan metode gravimetri mengacu SNI 06-6989.3:2019, dilanjutkan uji Two-Way ANOVA serta analisis spasial sebaran TSS dan tutupan lahan riparian. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi TSS meningkat dari 101,0–108,3 mg/L pada musim kemarau menjadi 135,4–144,3 mg/L pada musim hujan, dengan nilai maksimum 338,8 mg/L di Muara Ciasem. Konsentrasi tertinggi secara konsisten berada di sekitar mulut muara, mengindikasikan karakteristik zona Estuarine Turbidity Maximum (ETM). Two-Way ANOVA menunjukkan musim berpengaruh sangat signifikan terhadap konsentrasi TSS (p<0,001), sedangkan lokasi muara (p=0,929) dan interaksi musim×muara (p=0,975) tidak berpengaruh signifikan. Variasi tutupan mangrove riparian antarmuara juga tidak menunjukkan keterkaitan nyata dengan variasi konsentrasi TSS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musim hujan menjadi faktor utama peningkatan konsentrasi TSS, sedangkan ketiga sungai memberikan suplai sedimen yang relatif setara ke Teluk Blanakan. Temuan ini dapat menjadi dasar penentuan prioritas rehabilitasi mangrove dan riparian serta pengelolaan lahan akresi di kawasan pesisir.
VALIDASI DAN PERBANDINGAN KINERJA LU FACTORIZATION DAN QMR-ILU PRECONDITIONING PADA PEMODELAN KE DEPAN DAN INVERSI MAGNETOTELURIK DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA BERBASIS NODE
Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang memanfaatkan variasi alami medan elektromagnetik untuk mengestimasi distribusi resistivitas listrik bawah permukaan Bumi. Dalam pemodelan MT dua dimensi, persamaan Maxwell umumnya tidak dapat diselesaikan secara analitik sehingga diperlukan pendekatan numerik untuk memperoleh solusi medan elektromagnetik secara aproksimasi. Di antara berbagai metode numerik yang tersedia, metode elemen hingga (FEM) dipilih dalam penelitian ini karena keunggulannya dalam merepresentasikan geometri kompleks serta mesh tak beraturan. Penelitian ini bertujuan memvalidasi hasil forward modeling MT 2D menggunakan node-based FEM dengan dua strategi penyelesaian sistem persamaan linear, yaitu direct solver (LU factorization) dan iterative solver (Quasi-Minimal Residual/QMR dengan ILU preconditioning), terhadap solusi analitik model bumi homogen dan berlapis satu dimensi, serta model benchmark COMMEMI 2D-1 dan COMMEMI 2D-3. Hasil forward modeling kemudian dijadikan data sintetik untuk proses inversi menggunakan algoritma Non-Linear Constrained Gauss–Newton, guna menguji kemampuan algoritma merekonstruksi distribusi resistivitas bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan algoritma forward modeling berbasis FEM mampu mereproduksi respons MT dengan baik pada seluruh model uji, ditunjukkan oleh kesesuaian kurva resistivitas semu dan fase terhadap data referensi, dengan nilai MAPE rata-rata umumnya di bawah 7%. Selisih akurasi antara LU dan QMR-ILU solver relatif kecil, sedangkan dari segi efisiensi komputasi, solver iteratif QMR dengan ILU preconditioning secara konsisten memberikan waktu komputasi lebih singkat. Pada tahap inversi, algoritma Gauss–Newton berhasil merekonstruksi struktur resistivitas dari data sintetik pada seluruh model uji, dengan konvergensi tercapai dalam kisaran 4–38 iterasi dan nilai MAPE resistivitas semu serta fasa hasil inversi umumnya di bawah 10%, mengindikasikan rekonstruksi yang konsisten dengan model acuan.