📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

VALIDASI DAN PERBANDINGAN KINERJA LU FACTORIZATION DAN QMR-ILU PRECONDITIONING PADA PEMODELAN KE DEPAN DAN INVERSI MAGNETOTELURIK DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA BERBASIS NODE

Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang memanfaatkan variasi alami medan elektromagnetik untuk mengestimasi distribusi resistivitas listrik bawah permukaan Bumi. Dalam pemodelan MT dua dimensi, persamaan Maxwell umumnya tidak dapat diselesaikan secara analitik sehingga diperlukan pendekatan numerik untuk memperoleh solusi medan elektromagnetik secara aproksimasi. Di antara berbagai metode numerik yang tersedia, metode elemen hingga (FEM) dipilih dalam penelitian ini karena keunggulannya dalam merepresentasikan geometri kompleks serta mesh tak beraturan. Penelitian ini bertujuan memvalidasi hasil forward modeling MT 2D menggunakan node-based FEM dengan dua strategi penyelesaian sistem persamaan linear, yaitu direct solver (LU factorization) dan iterative solver (Quasi-Minimal Residual/QMR dengan ILU preconditioning), terhadap solusi analitik model bumi homogen dan berlapis satu dimensi, serta model benchmark COMMEMI 2D-1 dan COMMEMI 2D-3. Hasil forward modeling kemudian dijadikan data sintetik untuk proses inversi menggunakan algoritma Non-Linear Constrained Gauss–Newton, guna menguji kemampuan algoritma merekonstruksi distribusi resistivitas bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan algoritma forward modeling berbasis FEM mampu mereproduksi respons MT dengan baik pada seluruh model uji, ditunjukkan oleh kesesuaian kurva resistivitas semu dan fase terhadap data referensi, dengan nilai MAPE rata-rata umumnya di bawah 7%. Selisih akurasi antara LU dan QMR-ILU solver relatif kecil, sedangkan dari segi efisiensi komputasi, solver iteratif QMR dengan ILU preconditioning secara konsisten memberikan waktu komputasi lebih singkat. Pada tahap inversi, algoritma Gauss–Newton berhasil merekonstruksi struktur resistivitas dari data sintetik pada seluruh model uji, dengan konvergensi tercapai dalam kisaran 4–38 iterasi dan nilai MAPE resistivitas semu serta fasa hasil inversi umumnya di bawah 10%, mengindikasikan rekonstruksi yang konsisten dengan model acuan.

2026
👤 Penulis: Marshanda Adisti Rahmadini
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Magnetotelurik Dua Dimensi 🏷️ Preconditioning Numerik

AKUISISI TIME-OF-FLIGHT AKUSTIK UNTUK TOMOGRAFI SONIK PADA POHON: SISTEM DAQ FIRMWARE DAN SOFTWARE

Tomografi gelombang tegangan akustik (acoustic stress-wave tomography) menilai kondisi internal pohon berdiri dengan menginversi waktu tempuh (Time-of-Flight/ToF) gelombang impak yang melintasi cincin sensor menjadi peta kecepatan akustik. Tugas akhir ini mengembangkan sistem akuisisi data (DAQ) digital beserta alur perangkat lunaknya yang dirancang untuk menghasilkan pembacaan ToF yang valid dan konsisten. Subsistem firmware diimplementasikan pada mikrokontroler Teensy 4.1 dan mencuplik delapan kanal sensor piezoelektrik pada 125 kilosampel per detik (kSPS) melalui dua pengubah analog-ke-digital (Analog-to-Digital Converter, ADC) tersinkron dengan skema time-division multiplexing empat pasang. Subsistem perangkat lunak, berupa aplikasi desktop Python/PySide6 berbasis Model-View-Controller, menentukan titik kedatangan (onset) tiap kanal, membentuk matriks ToF dan kecepatan 8×8, serta menyimpannya pada basis data SQLite lokal. Empat algoritma deteksi onset, yaitu Akaike Information Criterion (AIC), Hinkley, Fisher, dan statistical threshold, dievaluasi pada kondisi identik, dan AIC berjendela dipilih sebagai baseline karena menandai first break sebenarnya secara konsisten. Sebuah tahap penanganan outlier yang memadukan penapisan Median Absolute Deviation (MAD) dengan pemilihan ulang memulihkan kanal yang terpengaruh artefak onset dini. Hasil implementasi menunjukkan firmware mempertahankan laju cuplik 125 kSPS secara kontinu dengan headroom waktu sekitar 24% dan tanpa kehilangan data (0%). Deteksi onset AIC mencapai koefisien variasi (CV) di bawah 10% (4,1-6,1%). Sistem divalidasi pada kayu Gmelina yang sehat (galat resiprositas 6,32%, kecepatan 905-1.498 m/s) dan kayu Trembesi yang berongga (galat resiprositas 4,91%, kecepatan 1.144-1.927 m/s); pada kedua spesimen data ToF konsisten dan valid, dan tomogram rekonstruksinya benar, yaitu tanpa rongga pada Gmelina dan menampilkan rongga seluas sekitar 9,1% dari luas penampang pada Trembesi. Evaluasi System Usability Scale (SUS) terhadap antarmuka aplikasi memperoleh skor rata-rata 78,61 dari sembilan responden (kategori good), yang menegaskan bahwa keseluruhan alur kerja dari akuisisi hingga analisis dapat digunakan di lapangan.

2026
👤 Penulis: Putu Aditya Wiradarma
🏷️ Tomografi Sonik 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU MAHASISWA DALAM PEMILAHAN SAMPAH DI KAWASAN KAMPUS GANESA ITB (APLIKASI MODEL THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DAN VALUE BELIEF NORM)

Pengelolaan sampah masih menjadi masalah global diperparah dengan peningkatan timbulan sampah mencapai 2.1 miliar ton pada tahun 2023 dan diperkirakan menjadi 3,8 miliar ton pada tahun 2050. Hal ini akan menyebabkan biaya pengelolaan yang terus meningkat dan dampak lainnya termasuk biaya untuk mengatasi polusi, kesehatan yang buruk, dan perubahan iklim yang diperkirakan meningkat. Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dalam pengelolaan sampah dengan total timbulan pada tahun 2023 sebesar 40,2 juta ton per tahun, sebesar 60,4% sampah terkelola, sementara 39,6% sisanya belum terkelola. Manajemen sampah yang belum terkelola dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan dan dan penurunan kualitas lingkungan hidup, sekaligus menghambat upaya pembangunan berkelanjutan akibat degradasi lingkungan dan meningkatnya beban sosial serta ekonomi. Untuk mengatasi tantangan ini membutuhkan strategi untuk melibatkan partisipasi pihak kampus, dukungan fasilitas memadai, hingga kebijakan terfokus untuk mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kampus berkelanjutan menjadi salah satu konsep yang bertujuan untuk mempromosikan tanggung jawab terhadap lingkungan, salah satunya pengelolaan sampah. Faktor motivasi dan tingkat partisipasi individu pemilahan sampah menjadi paramater yang dapat diprioritaskan untuk dikaji. Penelitian ini dilakukan kepada 155 orang responden dari mahasiswa aktif sarjana dan magister sebagai target penelitian yang menggunakan fasilitas tempat sampah terpilah di lingkungan Kampus Ganesa ITB. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dengan poin 1-7 bersifat closed-ended questionnaire dengan mengaplikasikan model Theory of Planned Behavior (TPB) dan Value Belief and Norms (VBN). Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif Multi Group Analysis (MGA) menggunakan SPSS dengan membandingkan hasil analisis konstruk-konstruk pada model TPB dan VBN antar kelompok (jenis kelamin, strata pendidikan, usia, total pendapatan responden per bulan, dan berdasarkan Fakultas dan Sekolah) serta menggunakan perangkat lunak SEM-PLS dengan menggabungkan model yang digunakan dan dilakukan dengan uji outer model (measurement model) dan uji inner model (structural model).

2026
👤 Penulis: Hanifah Hasnamuthia Ramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PREDIKSI SOLAR IRRADIANCE BERBASIS CITRA LANGIT MENGGUNAKAN MULTI-STAGE CROSS-MODAL ATTENTION TRANSFORMER

Prediksi solar irradiance jangka pendek berbasis citra langit menghadapi tantangan berupa fluktuasi GHI yang tinggi akibat dinamika awan konvektif pada iklim tropis dan keterbatasan mekanisme fusi satu tahap yang hanya mempelajari interaksi antar modalitas pada satu titik dalam jaringan. Penelitian ini mengusulkan model Multi- Stage Cross-Modal Attention Transformer untuk prediksi GHI pada horizon 30 menit, yang mengintegrasikan citra langit dan data deret waktu secara bertahap melalui mekanisme multi-stage cross-modal attention. Model dikembangkan menggunakan Informer sebagai time-series encoder dan Vision Transformer dengan optical flow Farneback sebagai image encoder, dengan penambahan fitur suhu udara dan kelembaban relatif pada jalur deret waktu. Dataset bersumber dari PLTS PLN Puslitbang Jakarta mencakup 23.869 citra langit dari perangkat ASI-16 dan data sensor AWS periode Februari 2023 hingga Januari 2024, menghasilkan 18.699 sequence. Evaluasi menggunakan metrik ME, MAE, RMSE, NRMSE, dan R² dengan NRMSE sebagai metrik utama. Sebagai pembanding, dievaluasi Baseline Transformer Multimodal Liu dkk. (2023), LSTM+CNN, InformerOnly, dan ViTOnly melalui total 28 skenario eksperimen. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model usulan konfigurasi 4-stage mencapai NRMSE 10,27%, RMSE 82,31 W/m², dan R² 0,799, melampaui seluruh model pembanding: Baseline Liu dkk. (2023) dengan NRMSE 10,56%, LSTM+CNN dengan NRMSE 10,59%, InformerOnly dengan NRMSE 10,37%, dan ViTOnly dengan NRMSE 18,32%. Peningkatan NRMSE relatif sebesar 2,75% dicapai dengan inference time 1,19 ms per sampel. Studi sensitivitas (sensitivity analysis) mengungkap pola U-shape pada kurva NRMSE dengan 4-stage sebagai konfigurasi optimal. Temuan tambahan menunjukkan bahwa peningkatan resolusi input citra tidak meningkatkan akurasi namun meningkatkan waktu inferensi secara signifikan.

2026
👤 Penulis: Jefry Antoni
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Waktu Riil 🏷️ Hidrologi Elektromekanis

SINTESIS KATALIS BASA HETEROGEN DARI BIOCHAR SARGASSUM SP. MELALUI KARBONISASI UNTUK TRANSESTERIFIKASI

Peningkatan kebutuhan biodiesel di Indonesia akibat implementasi program B40 tidak hanya meningkatkan meningkatkan konsumsi minyak kelapa sawit dan alkohol sebagai bahan baku, tetapi juga mendorong pengembangan katalis yang lebih berkelanjutan. Penggunaan katalis basa konvensional seperti KOH dan terbatas pada satu kali penggunaan karena kelarutannya pada biodiesel, yang jika tidak dipisahkan dapat menyebabkan korosi dan penyumbatan pada kendaraan. Oleh karena itu, pengembangan katalis basa heterogen menjadi alternatif untuk meningkatkan stabilitas katalis dan mempermudah proses purifikasi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis katalis basa heterogen dari biochar Sargassum sp. yang memiliki kadar karbon tetap dan abu masing-masing sebesar 39,275±5,210%DW dan 19,254±3,325%DW. Sargassum sp. dikarbonisasi pada variasi suhu 500, 600, dan 700°C, kemudian di impregnasi menggunakan KOH 7 M. Karakterisasi biochar dan katalis dilakukan menggunakan analisis BET, AAS, SEM, dan titrasi asam-basa. Setiap variasi katalis diuji untuk reaksi transesterifikasi minyak kelapa sawit dengan variasi konsentrasi katalis sebesar 3, 5, dan 7% terhadap berat minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis basa heterogen yang dikarbonisasi pada suhu 500°C memiliki tingkat kebasaan terbaik (5,525±0,068mmol/g), serta menghasilkan rendemen biodiesel tertinggi (95,737±1,019%) pada penggunaan katalis 5% (S500-5). Tingginya rendemen biodiesel dipengaruhi oleh total kebasaan katalis yang memberikan aktivitas katalitik paling optimal selama reaksi. Biodiesel yang dihasilkan pada titik optimum (S500-5) memiliki densitas 0,86±0,01g/mL yang telah memenuhi standar SNI 7182:2015. Namun, viskositas dinamik dan persentase FAME yang diperoleh masih belum memenuhi standar, dengan nilai sebesar 6,7±0,4 cSt dan 95,67%, menunjukkan potensi Sargassum sp. sebagai katalis basa heterogen, meskipun masih diperlukan optimasi kondisi reaksi transesterifikasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Wildan Maulana
🏷️ Biochar 🏷️ Karbonisasi 🏷️ Biodiesel

PENILAIAN RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAJANAN PARTICULATE MATTER < 0,5 (PM<0,5) DI LINGKUNGAN KERJA PANDAI BESI

Polusi udara menjadi salah satu isu lingkungan dan kesehatan yang paling serius di berbagai sektor industri di seluruh dunia, termasuk industri besi skala kecil yaitu pandai besi di Indonesia. PM sangat terkait dengan risiko kesehatan, maka penting untuk memahami kompleksitas pajanannya. Untuk meminimalkan risiko kesehatan pekerja akibat pajanan PM, dibutuhkan langkah untuk mengidentifikasi secara cepat tingkat risiko pajanan PM terhadap kesehatan pekerja melalui pendekatan Human Health Risk Assessment (HHRA).Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko kesehatan akibat pajanan PM khususnya Ultrafine Particle (UFP)/ PM0,1 dan PM<0,5 pada pekerja pandai besi informal di Indonesia melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup empat tahap HHRA yaitu identifikasi isu dan bahaya, analisis dosis respon, analisis pajanan, karakterisasi risiko dan dilanjutkan validasi tingkat risiko dan formulasi manajemen risiko. Identifikasi isu dan bahaya dilakukan dengan karakterisasi size-segregated dan komposisi kimia PM di lingkungan kerja pandai besi. Pengukuran konsentrasi PM secara real time dengan sensor kualitas udara, sedangkan pengambilan sampel udara indoor dan outdoor dengan alat Ambient Nano Sampler. Analisis komposisi kimia terdiri dari analisis unsur, ion anorganik dan karbon. Analisis dosis respon dilakukan pemilihan nilai RfC dan IUR unsur dalam PM serta model dosis respon. Analisis pajanan dilakukan dengan pengambilan sampel PM personal dengan alat Personal Nano Sampler, pengukuran konsentrasi PM secara real time dengan sensor kualitas udara dan analisis unsur dalam PM dengan Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (EDXRF). Validasi tingkat risiko meliputi analisis biomarker pajanan yaitu Si urin, As urin dan Fe darah dan biomarker efek yaitu 8-OHdG darah baik pada pekerja maupun kontrol. Analisis urin dilakukan dengan alat ICP-MS dan darah dengan LC-MS/MS. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas pengelasan sebagai sumber utama PM di lingkungan kerja, dengan konsentrasi PM2,5 tertinggi mencapai 7849 µg/m³. Rasio PM0,1/PM2,5 rata-rata di seluruh bengkel (0,26-0,42) jauh lebih tinggi dibandingkan udara ambien (0,08), dan konsentrasi PM0,1 tercatat 51–255 kali lipat di atas konsentrasi udara ambien. Komposisi kimia PM didominasi oleh unsur logam (Fe, K, Si), ion anorganik (Ca2+, SO42-, K+), serta karbon dengan total karbon tertinggi mencapai 161,046 µg/m³. Pajanan personal menunjukkan konsentrasi PM<0,5 rata-rata pekerja (2.669,91 µg/m³) jauh lebih dominan dibandingkan PM0,5–1 (618,42 µg/m³), menandakan fraksi ukuran terkecil sebagai pajanan utama yang lebih berisiko karena dapat menembus saluran pernapasan bagian dalam dan masuk ke peredaran darah. Karakterisasi risiko menemukan 29 pekerja memiliki HI > 1 (risiko non-karsinogenik) dan 11 pekerja memiliki ILCR > 1 × 10-4 (risiko karsinogenik). Validasi awal biomarker menemukan korelasi positif antara seluruh biomarker pajanan dan biomarker efek, dengan korelasi signifikan diperoleh antara Si urin dan 8-OHdG darah (r = 0,36; p = 0,024). Si urin juga berkorelasi positif signifikan dengan EC PM<0,5 (r = 0,38; p = 0,023) dan kandungan Si dalam PM<0,5 (r = 0,41; p = 0,004), menegaskan bahwa Si urin merepresentasikan pajanan Si yang berasal dari lingkungan kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan pajanan personal berbasis karakterisasi size-segregated PM dari coarse particle (PM10) sampai ultrafine particle (PM0,1) yang dipadukan dengan validasi awal biomarker pajanan dan biomarker efek, serta usulan Si urin sebagai kandidat biomarker pajanan internal yang relevan untuk validasi awal tingkat risiko kesehatan akibat pajanan PM. Manajemen risiko diformulasikan melalui penetapan konsentrasi, frekuensi dan durasi pajanan aman. Cara manajemen risiko meliputi pendekatan teknologi ( penerapan cross ventilation dan exhaust fan pada sumber emisi, kewajiban masker dan respirator), pendekatan sosial-ekonomis (diskusi berkala dengan pekerja terkait pengaturan jam kerja dan rotasi kerja), dan pendekatan institusional (kerjasama lintas lembaga, mencakup layanan kesehatan, instansi pemerintah, dan mitra akademik). Hasil penelitian berkontribusi pada pengembangan kerangka penilaian risiko kesehatan terintegrasi yang dapat diadopsi untuk sektor industri informal sejenis di Indonesia, sekaligus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan mengenai biomarker pajanan PM khususnya PM<0,5 pada lingkungan kerja informal yang masih jarang dikaji secara komprehensif.

2026
👤 Penulis: Rinda Andhita Regia
🏷️ Polusi Udara 🏷️ Kesehatan Pekerja Industri Besi 🏷️ Analisis Risiko Kesehatan

MODEL PERAMALAN JUMLAH VOLUME ORDER PAPER DENGAN CUSTOM LOSS UNTUK MENGENDALIKAN TOTAL BIAYA MITIGASI INVENTORI DI PALLETIZE WAREHOUSE DI PT. X

Produk paper merupakan barang komoditas yang diproduksi oleh PT. X yang dijual ke pasar ekspor dan domestik. Produk cutsize dan folio yang sudah selesai diproduksi akan diletakkan sementara di paper warehouse khususnya palletize warehouse. Produksi paper di PT. X menggunakan sistem produksi MTO (make-to-order) sehingga produksi baru dimulai pada saat order dari customer dirilis ke Mill. Setiap tahun, tim sales mempersiapkan alokasi mingguan untuk penjualan paper di setiap wilayah destinasi customer. Permasalahan ditemukan di pasar ekspor dimana jumlah aktual volume order paper yang dirilis ke Mill melebihi alokasi mingguan yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal ini memunculkan tantangan bagi tim SCM dalam proses booking mother vessel dan empty container ke forwarder (3PL) sesuai jumlah volume order aktual, hal ini berdampak pada tambahan biaya mitigasi inventori yang perlu dikeluarkan oleh PT. X untuk mengendalikan tingkat inventori di palletize warehouse. Penelitian ini mengembangkan model peramalan permintaan untuk jumlah volume order paper dengan menggunakan machine learning dan parameter custom loss over-prediction (?) dan under-prediction (?) berdasarkan data historis di enam wilayah penjualan, kemudian menghitung kebutuhan jumlah empty container. Hasil peramalan pada enam wilayah penjualan (A–F) menunjukkan model peramalan dengan nilai custom loss (eror) dan total biaya mitigasi inventori untuk memesan empty container adalah model ensemble RNN-LSTM, XGBoost-RNN, LightGBM-LSTM, LightGBM-RNN, XGBoost-LSTM, dan XGBoost-LSTM. Proses validasi dilakukan dengan membandingkan total biaya mitigasi inventori antara model saat ini (moving average n=24) dan model usulan, total biaya mitigasi inventori model usulan menunjukkan penurunan biaya daripada model saat ini di wilayah A, B, C sebesar 11%, 17%, 14%, dan wilayah D, E, F sebesar 29%, 17%, dan 16% dengan total empty container yang perlu dipesan selama periode data testing 5 bulan adalah 1.030, 672, 836, 848, 303, dan 267 container.

2026
👤 Penulis: Kevin Fan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Peramalan

IMPLEMENTASI DAN INTEGRASI FRONTEND DASHBOARD MONITORING BERBASIS WEB UNTUK OTOMASI DOSIS WATER TREATMENT PLANT

Instalasi Pengolahan Air atau Water Treatment Plant (WTP) memerlukan pemantauan kualitas air serta proses pemberian dosis bahan kimia agar operator dapat mengenali perubahan kondisi secara tepat. Pemantauan yang bergantung pada instrumen dan catatan terpisah menyulitkan operator dalam mengamati parameter pH, kekeruhan, dan Total Dissolved Solids (TDS), serta kondisi bahan kimia dan pompa dosis. Tugas akhir ini berfokus pada implementasi dan integrasi frontend dashboard berbasis web untuk sistem otomasi dosis WTP ITB Jatinangor. Frontend dikembangkan menggunakan Next.js, React, dan TypeScript serta terintegrasi dengan backend melalui REST API. Dashboard dirancang untuk menyediakan autentikasi operator, ringkasan kepatuhan terhadap Permenkes, visualisasi data sensor, riwayat dan ekspor data, pemantauan alarm, status pompa, pengaturan offset dosis, serta peringatan data kedaluwarsa. TanStack Query digunakan untuk mengelola data server, sedangkan dukungan Progressive Web App memungkinkan aplikasi dipasang dan digunakan melalui perangkat desktop maupun perangkat seluler. Ruang lingkup tugas akhir dibatasi pada implementasi frontend, sedangkan perangkat sensor, backend, basis data, dan algoritma kendali dosis berada di luar ruang lingkup. Evaluasi dilakukan melalui pengujian fungsional terhadap kebutuhan dan alur utama frontend. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 20 kasus uji fungsional berhasil dipenuhi. Hasil tersebut memverifikasi bahwa frontend mampu menangani autentikasi, menampilkan ringkasan pemantauan dan analitik sensor, mengekspor riwayat data, serta memvalidasi interaksi alarm dan offset dosis sesuai kebutuhan sistem.

2026
👤 Penulis: Matthew Nicholas Gunawan
🏷️ Frontend Web 🏷️ Sistem Otomatisasi Pengolahan Air 🏷️ Manajemen Data Sensor

PENGEMBANGAN MATERIAL CERIUM OKSIDA TERDOPING SULFUR SEBAGAI FOTOKATALIS UNTUK DEGRADASI LIMBAH ANTIBIOTIK FLUOROKUINOLON

Kontaminasi antibiotik fluorokuinolon di lingkungan perairan menjadi perhatian global karena sifatnya yang persisten, sulit terdegradasi, dan berkontribusi terhadap penyebaran resistensi antimikroba. Ciprofloxacin merupakan salah satu antibiotik fluorokuinolon yang sering terdeteksi pada efluen instalasi pengolahan air limbah akibat keterbatasan metode pengolahan konvensional. Fotokatalisis berbasis semikonduktor oksida logam menawarkan alternatif untuk mendegradasi senyawa tersebut melalui pembentukan spesies oksidatif reaktif. Dalam penelitian ini, cerium oksida terdoping sulfur (CeO2:S) dikembangkan sebagai fotokatalis untuk meningkatkan aktivitas fotodegradasi antibiotik fluorokuinolon di bawah iradiasi UV. Material CeO2 dan CeO2:S disintesis menggunakan metode hidrotermal yang diikuti dengan proses kalsinasi. Karakterisasi dilakukan untuk mengevaluasi struktur kristal, morfologi, komposisi unsur, sifat optik, luas permukaan spesifik, karakteristik pori, dan perilaku rekombinasi pembawa muatan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa seluruh sampel mempertahankan struktur fluorit kubik CeO2 tanpa pembentukan fase impuritas. Doping sulfur menyebabkan perubahan parameter kisi dan ukuran kristalit serta menurunkan energi celah pita dari 2,77 eV pada CeO2 menjadi 2,50 eV pada CeO2:S. Analisis BET menunjukkan bahwa CeO2:S(1%) memiliki luas permukaan spesifik sebesar 73,97 m2 /g, lebih tinggi dibandingkan CeO2 murni sebesar 59,42 m2 /g. Peningkatan luas permukaan tersebut menyediakan lebih banyak area kontak antara fotokatalis dan molekul ciprofloxacin, sehingga mendukung proses adsorpsi dan reaksi fotokatalitik. Uji fotokatalitik menunjukkan bahwa CeO2:S(1%) menghasilkan aktivitas terbaik dalam degradasi ciprofloxacin dibandingkan CeO2 murni maupun variasi doping lainnya. Analisis kinetika menunjukkan bahwa proses degradasi mengikuti model orde satu semu, sedangkan uji scavenger mengidentifikasi radikal superoksida (O2•?) sebagai spesies reaktif dominan. Selain itu, CeO2:S(1%) menunjukkan stabilitas yang baik setelah beberapa siklus penggunaan ulang. Hasil penelitian ini membuka peluang pengembangan CeO2:S(1%) sebagai fotokatalis yang efisien dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah antibiotik di lingkungan perairan.

2026
👤 Penulis: Kamilah Nada Maisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI KELAYAKAN REAKTIVASI JALUR KERETA API BANDUNG - CIWIDEY

Koridor Bandung-Ciwidey merupakan jalur kereta api nonaktif yang berpotensi di reaktivasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap moda jalan raya, yang saat ini menanggung LHR 24.988 kendaraan. Tugas akhir ini bertujuan melakukan analisis permintaan dengan PTV Visum, perancangan teknis dan operasional, serta analisis kelayakan ekonomi dan finansial reaktivasi jalur KA Bandung-Ciwidey. Hasil pemodelan menghasilkan proyeksi permintaan sebesar 3.830 penumpang/hari pada 2031 hingga 7.700 penumpang/hari pada 2076. Perancangan teknis menghasilkan trase sepanjang 40,498 km pada jalan rel kelas V dengan kecepatan rencana 35, 60, 70, dan 80 km/jam, sementara perencanaan operasional menetapkan headway 120 menit dengan 14 perjalanan per hari melalui 11 stasiun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa secara ekonomi proyek dinyatakan layak dengan EIRR sebesar 14,78%, NPV Rp7,16 triliun, dan BCR 1,780, yang didorong oleh manfaat penghematan nilai waktu dan biaya operasional kendaraan. Sebaliknya, secara finansial proyek tidak layak tanpa subsidi karena pendapatan tiket tidak mampu menutup biaya pengadaan dan operasional, sehingga dibutuhkan subsidi per tiket sebesar Rp168.184,09 untuk mencapai nilai MARR sebesar 11,16% yang diinginkan. Hasil ini menegaskan bahwa kelayakan reaktivasi jalur KA Bandung-Ciwidey bergantung pada dukungan kebijakan subsidi pemerintah meskipun manfaat ekonominya signifikan bagi masyarakat.

2026
👤 Penulis: Afif Shadiq Alia
🏷️ Transportasi Udara 🏷️ Analisis Kelayakan Ekonomi Dan Finansial 🏷️ Reaktivasi Jalur Kereta Api

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KOMPUTASI BERBASIS EDGE DEVICE UNTUK PELACAKAN, PENGHITUNGAN, DAN PENCATATAN DATA SAMPAH MENGGUNAKAN DRONE UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV)

Pemantauan distribusi sampah menggunakan UAV secara konvensional mengandalkan analisis video setelah penerbangan selesai, yang membutuhkan waktu jauh lebih lama dari durasi rekaman itu sendiri dan tidak praktis diterapkan pada area pemantauan yang luas. Penelitian kelompok TA252601027 mengembangkan sistem deteksi sampah berbasis komputasi tepi yang mampu beroperasi secara langsung di atas Drone UAV selama penerbangan berlangsung. Tugas akhir ini secara khusus membahas perancangan dan implementasi tiga subsistem yang menjadi tanggung jawab penulis, yaitu subsistem Pelacakan dan Penghitungan Objek, subsistem akuisisi GPS dan integrasi data, serta subsistem antarmuka dasbor web. Subsistem Pelacakan dan Penghitungan Objek berfungsi menerima hasil deteksi dari subsistem deteksi visual, lalu melacak dan menghitung setiap objek sampah secara unik lintas frame video. Subsistem ini dibangun menggunakan kerangka kerja BoT-SORT yang dikombinasikan dengan modul kustom tracker. Antarmuka masukan subsistem ini adalah data bounding box, skor kepercayaan, dan label kelas hasil deteksi dari akselerator Hailo NPU yang sebelumnya dikonversi melalui adaptor perantara agar kompatibel dengan BoT-SORT. Antarmuka keluarannya adalah frame teranotasi beserta jumlah objek per kelas yang diteruskan ke modul integrasi data. Secara perilaku, proses tracking menjalankan dua tahap pemrosesan per frame: tahap pertama membuang deteksi yang tidak valid berdasarkan ambang kepercayaan, ukuran kotak deteksi, dan posisinya terhadap batas frame, lalu mencoba mencocokkan track baru dengan track yang sempat hilang menggunakan mekanisme re-identification berbasis histogram HSV; tahap kedua menerapkan stability gate yang mensyaratkan suatu track muncul secara konsisten selama minimal empat frame berturut-turut sebelum objek dihitung, dan memastikan setiap Track ID hanya dihitung satu kali per kelas untuk mencegah penghitungan ganda. Subsistem akuisisi GPS dan integrasi data berfungsi menyediakan informasi lokasi geografis untuk setiap sesi deteksi dan mengintegrasikan seluruh data hasil deteksi menjadi satu paket terstruktur. Antarmuka masukan subsistem ini adalah aliran data MAVLink dari pengendali penerbangan Pixhawk yang terhubung ke unit komputasi melalui konverter serial USB. Antarmuka keluarannya adalah paket data berisi koordinat GPS, cap waktu, frame teranotasi, dan jumlah sampah per kelas yang dikirimkan ke server backend melalui protokol HTTP. Secara perilaku, pembacaan data GPS dijalankan pada thread latar yang terpisah dari jalur pemrosesan deteksi utama untuk menghindari gangguan terhadap pemrosesan real-time. Thread ini secara kontinu mengurai aliran data MAVLink, memfilter pesan posisi global, mengonversi nilai bilangan bulat mentah ke format koordinat desimal, dan menyimpannya ke variabel bersama. Saat objek sampah pertama kali dikonfirmasi, thread utama membaca koordinat tersebut satu kali untuk keperluan penandaan lokasi sesi. Subsistem antarmuka dasbor web berfungsi menyajikan seluruh data hasil deteksi secara visual kepada pengguna melalui antarmuka berbasis web yang dapat diakses dari mana saja. Antarmuka masukan subsistem ini adalah data sesi dan frame yang diambil dari server backend melalui REST API. Antarmuka keluarannya adalah halaman web interaktif yang menampilkan peta GPS, statistik sesi, dan galeri frame teranotasi. Subsistem ini diimplementasikan dalam dua halaman web: halaman utama yang memuat peta interaktif dengan penanda lokasi per sesi dan statistik ringkasan yang diperbarui secara otomatis, serta halaman detail yang menampilkan informasi sesi lengkap dan galeri frame dengan mekanisme pemuatan bertahap. Evaluasi dilakukan melalui pengujian pelacakan objek, penghitungan objek, integrasi data GPS, dan visualisasi hasil pada web dashboard. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma tracking mampu mempertahankan identitas objek secara konsisten sehingga id switching tidak terjadi pada objek sampah yang terdistribusi secara terpisah. Namun, id switching masih dapat terjadi ketika objek berada pada posisi yang sangat berdekatan atau hampir saling bertumpang tindih. Pengujian penghitungan menunjukkan tingkat akurasi sebesar 100% pada seluruh skenario pengujian. Meskipun demikian, akurasi penghitungan pada sistem secara keseluruhan sangat bergantung pada kualitas hasil deteksi, karena kemunculan deteksi salah (false positive) maupun objek yang gagal terdeteksi (false negative) menyebabkan jumlah objek yang dihitung menyimpang dari kondisi sebenarnya. Selain itu, subsistem akuisisi GPS dan integrasi data mampu menghasilkan paket data yang memuat cap waktu, koordinat GPS, jumlah objek pada setiap kelas, serta frame teranotasi, kemudian mengirimkannya ke server backend melalui protokol HTTP untuk ditampilkan secara benar pada web dashboard.

2026
👤 Penulis: Olivia Alexandra Silalahi
🏷️ Komputasi Berbasis Edge 🏷️ Deteksi Dan Tracking Objek 🏷️ Pengendalian Drone Uav

VISUALISASI FLORA LANGKA NUSANTARA DENGAN TEKNIK 3D PRINTING PADA JEWELRY PRODUCT COLLECTION

Dalam penciptaan visual perhiasan dengan menggunakan berbagai material, kekayaan flora kerap dijadikan pilihan sebagai sumber inspirasi, tidak terkecuali di Indonesia. Flora Nusantara mencakup ribuan jenis flora unik yang mencerminkan tingginya keanekaragaman hayati dan berperan penting dalam pembentukan identitas nasional. Akan tetapi saat ini, sejumlah spesies tumbuhan Indonesia saat ini telah terdaftar sebagai spesies terancam punah. Banyak jenis flora Nusantara tergolong langka atau berada dalam ancaman kepunahan akibat menurunnya keanekaragaman hayati di Indonesia, yang disebabkan oleh perubahan tata guna lahan, degradasi lingkungan, dan eksploitasi berlebihan. Oleh karena itu, sebagai bentuk upaya pelestraian identitas, diperlukan penyampaian narasi salah satunya melalui pendekatan yang memungkinkan mentransformasi visual flora langka ke dalam bahasa desain. penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan narasi serta visual bunga-bunga langka tersebut menjadi produk perhiasan grande sebagai artwork dengan teknik 3D Printing. Penelitian ini mengamati berbagai unsur serta aspek pendukung yang dideskripsikan secara kualitatif berupa studi bentuk serta eksplorasi material dan visual. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi media atau saran untuk mengantarkan narasi isu keberagaman flora langka yang ada di Indonesia serta mempertahankan identitasnya melalui pendekatannya artistik tersendiri.

2026
👤 Penulis: Yosi Afifa Ganiswari
🏷️ Visualisasi Alam 🏷️ Desain Perhiasan 🏷️ Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

STUDI PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PROSES TERHADAP REDUKSI BIJIH NIKEL SAPROLIT DENGAN REDUKTOR GAS 50% HIDROGEN–50% ARGON DALAM REAKTOR FIXED BED

Pengolahan bijih nikel saprolit umumnya dilakukan melalui jalur pirometalurgi menggunakan teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF) yang membutuhkan energi tinggi serta masih bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar dan reduktor. Salah satu upaya alternatif untuk menurunkan emisi CO2 adalah substitusi batu bara dengan reduktor berbasis gas hidrogen. Hidrogen dapat mereduksi oksida logam dengan produk reaksi utama berupa uap air. Namun, reduksi bijih nikel saprolit dipengaruhi oleh stabilitas fasa mineral silikat. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh temperatur dan waktu proses terhadap reduksi bijih nikel saprolit menggunakan gas hidrogen dalam reaktor fixed bed dengan laju alir gas mendekati kondisi fluidisasi. Penelitian diawali dengan preparasi dan karakterisasi awal sampel bijih nikel saprolit menggunakan X-ray diffraction (XRD) dan X-ray fluorescence (XRF). Sebanyak 25 gram sampel direduksi di dalam reaktor fixed bed berbahan kuarsa yang ditempatkan dalam vertical tube furnace (VTF) menggunakan gas 50% H2– 50% Ar dengan laju alir 5 L/menit. Variasi temperatur proses dilakukan pada 500, 600, 700, 800, dan 900 °C selama 2 jam, sedangkan variasi waktu proses dilakukan pada temperatur 700 °C selama 0, 5, 10, 15, dan 120 menit. Pengaruh temperatur dan waktu proses dievaluasi melalui kehilangan berat, perubahan fasa, komposisi kimia, dan karakteristik mikrostruktur produk hasil reduksi menggunakan XRD, XRF, ICP, dan SEM-EDS. Produk reduksi kemudian dilebur menggunakan VTF pada temperatur 1550 °C selama 2 jam dalam atmosfer 1% H2–99% Ar, diquenching, dan dianalisis menggunakan SEM-EDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan berat meningkat seiring kenaikan temperatur dan waktu proses. Loss on ignition (LOI) hilang sepenuhnya pada temperatur 700 °C, sedangkan kadar Ni dan Fe meningkat akibat pelepasan air bebas dan air terikat melalui dehidrasi dan dehidroksilasi mineral, serta penghilangan oksigen dari oksida logam. Peningkatan rasio Fe2+ terhadap Fe total menunjukkan bahwa reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ semakin intensif pada temperatur yang lebih tinggi. Hasil XRD menunjukkan mulai terbentuknya taenit (logam Fe– Ni) pada 700 °C, dengan intensitas puncak logam yang meningkat seiring kenaikan temperatur. Analisis SEM-EDS mengidentifikasi fayalit (Fe2SiO4), forsterit (Mg2SiO4), kuarsa (SiO2), dan enstatit (MgSiO3) pada hampir seluruh variasi temperatur. Setelah proses peleburan, fasa logam dari produk reduksi pada 500– 700 °C didominasi oleh Ni dengan kadar Fe sekitar 9–14 wt%. Pada 800 dan 900 °C, kadar Fe dalam logam meningkat menjadi 34,73 wt% dan 64,60 wt%.

2026
👤 Penulis: Galih Abel Saputra
🏷️ Reduksi Bijih Nikel 🏷️ Reaktor Fixed Bed 🏷️ Hidrologi Mineral

DUKUNGAN SELEBRITI, GAMIFIKASI BLIND-BOX, DAN ISYARAT KELANGKAAN SEBAGAI STIMULUS PERILAKU KONSUMEN: STUDI EKOSISTEM BLIND-BOX POP MART DI INDONESIA

Model ritel blind-box Pop Mart yang memiliki volatilitas tinggi telah mendorong pertumbuhan yang sangat pesat di Indonesia. Strategi ini mengandalkan kelangkaan yang direkayasa, dukungan selebritas (celebrity endorsement), serta gamifikasi. Ketergantungan pada elemen-elemen tersebut kemungkinan besar akan berdampak jangka panjang pada keberlanjutan merek, kepercayaan konsumen, dan kesejahteraan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mekanisme psikologis melalui mana dukungan selebritas, gamifikasi blind-box, dan isyarat kelangkaan memengaruhi perilaku konsumen, pembelian impulsif secara digital, serta niat pembelian ulang. Berdasarkan kerangka kerja Stimulus–Organism–Response (S–O–R), hipotesis stimulus pemasaran dimediasi oleh kondisi internal organisme seperti keterikatan parasosial, kenikmatan yang dirasakan, dan gairah emosional, yang sering kali dikaitkan dengan fear of missing out (FOMO). Penelitian kuantitatif yang bersifat eksplanatori dan cross-sectional telah dilakukan. Data dikumpulkan dari 229 konsumen Indonesia berusia 18–40 tahun yang menggunakan produk Pop Mart. Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan 5.000 bootstrap resamples digunakan untuk menilai model pengukuran dan model struktural. Model struktural menunjukkan dinamika yang menarik. Gamifikasi blind-box bekerja melalui jalur hedonis berbasis imbalan untuk menjaga keterlibatan dan kepuasan pengguna, dengan isyarat kelangkaan sebagai pendorong utama perilaku. Isyarat tersebut bekerja melalui jalur tekanan berbasis gairah dan memicu transaksi impulsif yang bersifat paksaan. Dukungan selebritas merupakan jalur parasosial yang kontraproduktif. Secara khusus, ekspektasi konsumen yang lebih tinggi selalu menyebabkan disonansi pascapembelian ketika terungkap, sehingga menurunkan niat pembelian ulang dalam jangka panjang. Penelitian ini memperluas model S–O–R ke ritel barang koleksi fisik. Hasil penelitian menunjukkan spesialisasi stimulus yang lengkap pada berbagai saluran psikologis. Pop Mart perlu berfokus pada penyempurnaan arsitektur kelangkaan yang etis serta pendalaman ekosistem hedonis yang tergamifikasi. Strategi yang lebih terarah untuk mengurangi pemasaran berbasis intensitas parasosial juga sangat penting demi retensi konsumen jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Diana Sugandhy
🏷️ Gamifikasi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Eksperimen Psikologi

PENGEMBANGAN SISTEM KO-KREASI DIGITAL BERBASIS WEB YANG DIGAMIFIKASI UNTUK VALIDASI DESAIN FESYEN PRA-PRODUKSI: PENDEKATAN DESIGN THINKING BERLANDASKAN SERVICE-DOMINANT LOGIC

Sektor fesyen muslim Indonesia menempati peringkat pertama secara global dan menawarkan peluang yang besar bagi merek yang sedang berkembang. Fleuraine, salah satu merek fesyen muslim yang berkembang mengahdapi tantangan utama, yaitu pengambilan Keputusan produk berdasarkan asumsi internal, sehingga menghasilkan stok yang tidak terjual. Seiring meningkatnya ekspektasi konsumen muda terhadap pengalaman merek yang interaktif dan partisipatif, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan platform digital ko-kreasi berbasis web yang digamifikasi sebagai mekanisme untuk memvalidasi preferensi desain fesyen dan menilai kesiapan pembelian sebelum produksi. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi platform untuk Fleuraine, sebuah merek fesyen yang sedang berkembang. Platform ini didasarkan pada teori Service-Dominant Logic dan kerangka service system Kijima, serta diimplementasikan melalui fitur gamifikasi, Ecosystem Pie Model, dan Theory of Planned Behaviour. Pendekatan Design Thinking mulai dari memahami permasalahan konsumen hingga mengembangkan platform gamifikasi enam fase di play-fleuraine.com. Penelitian menggunakan desain mixed methods convergent parallel, di mana data perilaku, sikap, dan data kualitatif dari 79 responden valid dianalisis menggunakan statistic deskriptif, konstruk Theory of Planned Behaviour, dan analisis tematik. Hasil penenlitian meunjukkan bahwa platform mampu mempertahankan keterlibatan konsumen serta menghasilkan data preferensi yang tervalidasi dan dapat digunakan sebelum proses produksi. Partisipan menunjukkan preferensi desain dengan satu desain serta kombinasi ukuran dan warna tertentu muncul sebagai pilihan dominan, sementara sejumlah besar responden juga menunjukkan kesiapan untuk melakukan pra-pesan. Umpan balik kualitatif menunjukkan bahwa pengalaman interaktif berbasis avatar meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan konsumen. Penelitian ini memberikan platform yang megintegrasikan gamifikasi, interaksi berbasis avatar, dan validasi desain pra-produksi yang diterapkan pada konteks UMKM fesyen muslim untu mendukung keputusan produksi, dan mengurangi risiko stok mati sebelum proses manufaktur.

2026
👤 Penulis: Zhafirah Nurul Syarafina
🏷️ Desain Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Service-Dominant Logic
Halaman 5 dari 6754
💬