📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EVALUASI PERILAKU SIKLIK DAN KINERJA SEISMIK SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DESAIN TIPIKAL INDONESIA DENGAN HAUNCH DAN BOX CONNECTOR PADA SUMBU LEMAH MELALUI PENDEKATAN NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL

Sambungan balok-kolom dengan haunch dan box connector pada sumbu lemah kolom merupakan konfigurasi yang masih banyak digunakan pada praktik konstruksi baja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perilaku siklik dan kinerja seismik sambungan tersebut melalui pendekatan numerik menggunakan ABAQUS serta pengujian eksperimental skala penuh berdasarkan peraturan yang berlaku termasuk SNI 7860, SNI 7972, AISC 358, dan AISC 360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan respons global sambungan dengan baik melalui kesesuaian kurva histeresis, kurva selubung, degradasi kekakuan, dam energi disipasi hasil eksperimen. Sambungan memenuhi kriteria penerimaan sambungan momen dengan mampu mempertahankan momen lebih besar dari 0.8 Mp hingga rotasi 0.04 rad. Namun, mekanisme kegagalan tidak memenuhi filosofi desain kapasitas karena deformasi inelastis terkonsentrasi pada elemen sambungan bukan pada balok. Pada pengujian eksperimental, kegagalan diawali oleh pelepasan interface antara weld metal dan base metal di sepanjang toe weld yang berkembang menjadi fraktur pada pelat box connector. Sedangkan hasil numerik menunjukkan kegagalan dikontrol oleh deformasi baut akibat asumsi ikatan las sempurna dan tidak dimodelkannya heat-affected zone (HAZ). Meskipun belum memenuhi persyaratan filosofi desain kapasitas, sambungan tetap menunjukkan perilaku relatif daktail, degradasi kekuatan yang berlangsung progresif, serta tidak mengalami kegagalan getas secara tiba-tiba. Peningkatan kualitas fabrikasi las, mutu baut, dan kapasitas sambungan direkomendasikan agar mekanisme plastis dapat bergeser menuju balok sesuai konsep desain kapasitas.

2026
👤 Penulis: Nicholas Bayu Mahendra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ADSORPSI ZAT WARNA KRISTAL VIOLET MENGGUNAKAN ADSORBEN KOMPOSIT CAO-ALGINAT

Industri tekstil, percetakan, dan pewarnaan menghasilkan limbah cair berbahaya yang mengandung zat warna sintetis, salah satunya zat warna kristal violet (KV+). Kristal violet bersifat toksik, karsinogenik, mutagenik, dan persisten di lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap organisme akuatik dan kesehatan manusia. Adsorpsi merupakan teknik yang efektif, sederhana, dan tidak menghasilkan senyawa berbahaya untuk mengolah air limbah yang tercemar zat warna. Pada penelitian ini, kalsium oksida (CaO) yang disintesis melalui pendekatan sintesis hijau menggunakan ekstrak daun murbei dikombinasikan dengan kalsium alginat sebagai adsorben komposit untuk adsorpsi kristal violet. Kalsium oksida dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD dan PSA. Spektrum FTIR menunjukkan puncak vibrasi khas CaO pada bilangan gelombang 876 cm-1, karakterisasi XRD menunjukkan pola difraksi karakteristik CaO dengan kemurnian 95,36%, dan PSA menunjukkan ukuran partikel CaO 300,5 nm. Komposisi optimum adsorben komposit diperoleh pada perbandingan (%b/v) 4 alginat : 2 CaCl2 : 0,4 CaO. Adsorben dikarakterisasi menggunakan FTIR dan SEM. Spektrum FTIR sebelum dan setelah adsorpsi menunjukkan pergeseran pita serapan hidroksil (3447 cm-1 ? 3437 cm-1), dan karboksil (1611 cm-1 ? 1605 cm-1 dan 1441 cm-1 ? 1427 cm- 1), yang mengindikasikan adanya interaksi antara gugus fungsi pada permukaan adsorben dengan KV+. Karakterisasi SEM menunjukkan permukaan adsorben menjadi lebih halus setelah kontak dengan KV+. Adsorpsi kristal violet menggunakan adsorben komposit CaO- alginat mencapai kondisi optimum pada pH 4, massa adsorben 0,3 g, dan waktu kontak 180 menit. Proses adsorpsi mengikuti kinetika orde satu semu dan model isoterm Langmuir dengan qmaks sebesar 12,81 mg/g pada suhu 333 K. Proses adsorpsi KV+ oleh adsorben komposit CaO- alginat bersifat endotermik (?H° = 10,31 kJ/mol), berlangsung spontan (?G° 333K = ?33,02 kJ/mol) dan disertai peningkatan entropi sistem (?S° = 130,14 J/mol.K). Larutan etanol p.a mendesorpsi KV+ dengan lebih baik dibandingkan larutan asam.

2026
👤 Penulis: Sri Mulyani
🏷️ Adsorpsi 🏷️ Kalsium Oksida 🏷️ Alginat

PERBAIKAN SIFAT MIKROMERITIK, MEKANIS, DAN PROFIL DISOLUSI NAPROKSEN MELALUI TEKNIK KOKRISTALISASI SFERIS DENGAN NIKOTINAMIDA

Naproksen (NPX) merupakan obat golongan non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II. Obat ini memiliki kelarutan yang buruk dalam air dan lipofilisitas yang tinggisehingga membatasi laju disolusinya di dalam saluran cerna. Selain itu, sifat alir dan kompresibilitas naproksen yang buruk membuatnya tidak sesuai untuk diformulasikan menjadi tablet dengan metode kempa langsung. Salah satu pendekatan untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah melalui teknik kokristalisasi sferis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aglomerat sferis kokristal naproksen dengan koformer nikotinamida (NCT), sekaligus mengevaluasi pengaruh proses tersebut terhadap sifat mikromeritik, mekanis, dan profil disolusi naproksen. Aglomerat sferis kokristal NPX-NCT dibuat dengan metode quasi-emulsion solvent diffusion (QESD) dan dikarakterisasi menggunakan PXRD, FTIR, dan DSC. Hasil evaluasi mikroskopik menunjukkan bahwa proses kokristalisasi sferis menghasilkan perubahan morfologi partikel menjadi aglomerat sferis dengan distribusi ukuran yang homogen. Perubahan morfologi partikel tersebut berkontribusi terhadap perbaikan sifat mikromeritik bahan yang meliputi peningkatan laju alir, serta penurunan nilai angle of repose, indeks kompresibilitas, dan rasio Hausner. Selain itu, terjadi perbaikan sifat mekanis melalui peningkatan nilai tensile strength dan profil elastic recovery yang lebih baik, meskipun aglomerat menunjukkan friabilitas yang tinggi. Pengujian disolusi serbuk aglomerat sferis juga menunjukkan profil disolusi yang secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan NPX murni. Dengan demikian, kokristalisasi sferis naproksen dengan nikotinamida berpotensi meningkatkan karakteristik fisikokimia naproksen untuk sediaan padat oral.

2026
👤 Penulis: Fasya Aura Dania Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA BERBASIS VIRTUAL REALITY UNTUK DEWASA USIA 20 – 24 TAHUN

Kecelakaan, baik yang disebabkan oleh faktor eksternal atau internal dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, hal tersebut dapat berakibat fatal terhadap kondisi kesehatan terutama pada korban henti jantung dan tersedak yang menutup jalur nafas yang dapat menyebabkan kematian seseorang sehingga perlu dilakukan pertolongan secepat mungkin agar dapat menambah taraf hidup korban kecelakaan tersebut. Prosedur pertolongan pertama sangatlah penting untuk dipelajari oleh masyarakat terutama pada usia dewasa 20 – 24 tahun yang merupakan kriteria paling mampu untuk melakukan pertolongan pertama baik bagi dirinya sendiri atau untuk orang lain. Salah satu media pembelajaran yang cocok untuk mempelajari pertolongan pertama adalah virtual reality yang menawarkan kesan imersif sehingga pembelajaran dapat menjadi menyenangkan dan lebih berkesan sehingga efektif untuk mempelajari hal baru. Melalui virtual reality, pembelajaran pertolongan pertama dapat dilakukan dengan risiko yang minim dan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja. Dengan desain yang berfokus pada kenyamanan pengguna, virtual reality yang dirancang akan menarik minat orang-orang sehingga dapat memperbanyak pelaku pertolongan pertama di kemudian hari.

2026
👤 Penulis: Rafli Gebi Rusli Alrizky
🏷️ Virtual Reality 🏷️ Pertolongan Pertama 🏷️ Kesehatan Masyarakat

PERANCANGAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA BERBASIS VIRTUAL REALITY UNTUK DEWASA USIA 20 – 24 TAHUN

Kecelakaan, baik yang disebabkan oleh faktor eksternal atau internal dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, hal tersebut dapat berakibat fatal terhadap kondisi kesehatan terutama pada korban henti jantung dan tersedak yang menutup jalur nafas yang dapat menyebabkan kematian seseorang sehingga perlu dilakukan pertolongan secepat mungkin agar dapat menambah taraf hidup korban kecelakaan tersebut. Prosedur pertolongan pertama sangatlah penting untuk dipelajari oleh masyarakat terutama pada usia dewasa 20 – 24 tahun yang merupakan kriteria paling mampu untuk melakukan pertolongan pertama baik bagi dirinya sendiri atau untuk orang lain. Salah satu media pembelajaran yang cocok untuk mempelajari pertolongan pertama adalah virtual reality yang menawarkan kesan imersif sehingga pembelajaran dapat menjadi menyenangkan dan lebih berkesan sehingga efektif untuk mempelajari hal baru. Melalui virtual reality, pembelajaran pertolongan pertama dapat dilakukan dengan risiko yang minim dan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja. Dengan desain yang berfokus pada kenyamanan pengguna, virtual reality yang dirancang akan menarik minat orang-orang sehingga dapat memperbanyak pelaku pertolongan pertama di kemudian hari.

2026
👤 Penulis: Rafli Gebi Rusli Alrizky
🏷️ Virtual Reality 🏷️ Pertolongan Pertama 🏷️ Kesehatan Masyarakat

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA TERMODIFIKASI VINIL

Vinil trietoksisilan (VTES) merupakan salah satu prekusor organosilan yang berpotensi dikembangkan karena memiliki gugus vinil (-CH=CH2) yang tetap berada pada permukaan silika setelah proses hidrolisis dan kondensasi. Keberadaan gugus vinil tersebut meningkatkan sifat hidrofobik material serta menyediakan situs reaktif yang dapat dimodifikasi lebih lanjut melalui reaksi polimerisasi maupun reaksi adisi. Pada penelitian ini silika termodifikasi vinil disintesis dari prekursor VTES dan tetraetil ortosilikat (TEOS). Proses sintesis dilakukan melalui tiga metode, yaitu menggunakan VTES dan TEOS dalam pelarut toluena (Metode I), VTES dalam pelarut toluena (Metode II), dan VTES dalam pelarut etanol (Metode III). Seluruh produk yang terbentuk berwujud padatan halus. Karakterisasi material hasil sintesis dilakukan menggunakan mikroskop optik, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), uji kualitatif vinil dengan larutan iodin, pengukuran sudut kontak, uji kelarutan, dan Thermogravimetric Analysis (TGA). Sintesis silika termodifikasi vinil menggunakan metode III mempunyai karakteristik yang paling baik dengan nilai sudut kontak 125,9° dan kelarutan terendah dalam berbagai pelarut. Sintesis silika termodifikasi vinil pada metode III berhasil dilakukan dengan munculnya puncak serapan C=C pada bilangan gelombang 1606 cm-1, Si-O-Si pada bilangan gelombang 1035–1120 cm?1 dan C-H alifatik pada bilangan gelombang 2922 cm?1 dan 2980 cm???? pada spektrum FTIR. Hasil SEM menunjukkan silika belum homogen dengan ukuran diameter silika sebesar 1,63–2,37 ?m. Uji kualitatif melalui reaksi adisi alkena menggunakan I2 mengonfirmasi keberadaan gugus vinil di produk silika termodifikasi vinil yang dihasilkan. Hasil TGA menunjukkan penurunan massa pada suhu 700 ? yang mengindikasikan adanya dekomposisi gugus organik, sehingga mengonfirmasi keberhasilan modifikasi permukaan silika dengan VTES.

2026
👤 Penulis: Qoniaturohmah
🏷️ Silika 🏷️ Vinil 🏷️ Modifikasi Permukaan

PERANCANGAN SKEMA DANA PENSIUN BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN METODE PROJECTED UNIT CREDIT DAN MODEL SUKU BUNGA VASICEK

Penelitian ini membahas perancangan skema dana pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC). Data peserta terdiri dari peserta awal serta peserta baru yang disimulasikan. Jumlah peserta baru dibangkitkan menggunakan distribusi Negatif Binomial karena data historis menunjukkan adanya overdispersion. Selain itu, dilakukan simulasi kenaikan golongan untuk menentukan golongan akhir peserta. Golongan akhir tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan gaji terakhir peserta sebelum pensiun, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan manfaat pensiun. Proyeksi suku bunga dimodelkan menggunakan model Vasicek berdasarkan data historis suku bunga Bank Indonesia. Hasil model suku bunga tersebut digunakan sebagai tingkat diskonto dalam perhitungan Present Value of Future Benefit (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), Unfunded Actuarial Liability (UAL), serta proyeksi dana pensiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar kewajiban aktuaria dipengaruhi oleh golongan akhir, gaji pensiun, usia pensiun, dan tingkat suku bunga. Pada awal pembentukan dana pensiun, nilai UAL relatif besar karena terdapat kewajiban atas masa kerja lalu peserta. Namun, nilai UAL menurun selama periode proyeksi setelah adanya pembayaran supplemental cost dan akumulasi hasil investasi. Dengan demikian, rancangan skema dana pensiun ini dapat digunakan untuk menggambarkan kebutuhan pendanaan dan keberlanjutan program pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan.

2026
👤 Penulis: Clarissa M.J.G. Tambunan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KELAYAKAN AWAL DAN PENERIMAAN PENGGUNA KANA: SEBUAH LAYANAN DUKUNGAN PERKEMBANGAN BERBASIS ORANG TUA SECARA DIGITAL DI INDONESIA

Keluarga di Indonesia yang membesarkan anak-anak dengan kondisi gangguan perkembangan saraf seperti gangguan spektrum autisme atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) menghadapi tantangan yang besar dan berlipat ganda. Bagi banyak rumah tangga berpenghasilan menengah, akses berkelanjutan terhadap dukungan spesialis secara finansial masih sulit dijangkau. Situasi ini dibentuk oleh terbatasnya ketersediaan psikolog klinis dan distribusi geografis mereka yang tidak merata di seluruh negeri, di samping biaya terapi yang tidak dapat dipertahankan oleh sebagian besar keluarga seiring berjalannya waktu. Orang tua diharapkan dapat mendukung perkembangan anak mereka di rumah di antara jadwal kunjungan klinis, tetapi sebagian besar tidak menerima panduan yang terstruktur, berkelanjutan, atau selaras secara profesional tentang bagaimana melakukan hal tersebut. Penelitian ini menyoroti kesenjangan struktural antara perawatan profesional di klinik dan praktik sehari hari di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan awal dan penerimaan pengguna terhadap KANA, sebuah usulan layanan dukungan perkembangan digital yang dipandu oleh orang tua (parent-led) yang dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, intervensi profesional. Penelitian ini secara eksplisit bersifat eksploratif dan bertujuan untuk menentukan apakah konsep layanan tersebut dibutuhkan, dipahami, realistis secara perilaku, layak dieksplorasi secara finansial pada tingkat konsep, dan berpotensi menjadi pelengkap dalam ekosistem perkembangan anak di Indonesia. Tidak ada hasil klinis (clinical outcomes) yang diukur atau diklaim. Lima pertanyaan penelitian memberikan struktur pada studi ini, di mana masing masing mewakili satu dimensi kelayakan: pasar, layanan, perilaku, finansial, dan strategis. Untuk menguji bagaimana orang tua memandang dan merespons layanan tersebut, penelitian ini menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan model COM-B sebagai lensa analisis utamanya. Kelayakan layanan dievaluasi dengan menggunakan cetak biru layanan (service blueprint) sebagai unit analisis utama. Penelitian ini menerapkan desain metode campuran (mixed-methods) empat tahap. Tahap 1 terdiri dari wawancara semi-terstruktur dengan delapan orang tua dari anak-anak neurodivergen berusia lima hingga delapan tahun dan tiga psikolog perkembangan anak berlisensi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Tahap 2 adalah pengujian interaksi prototipe. Tahap 3 adalah uji coba penggunaan nyata selama satu minggu dengan delapan orang tua yang sama, dilengkapi dengan validasi pakar terstruktur terhadap lima komponen keluaran prototipe. Tahap 4 adalah survei pasca-uji coba yang mengukur konstruk UTAUT2 dan COM-B menggunakan item skala Likert. Di seluruh lima dimensi kelayakan, penelitian ini menemukan sinyal-sinyal awal yang bervariasi dalam kekuatannya. Kelayakan pasar didukung oleh bukti kualitatif yang konsisten mengenai kebutuhan yang dapat ditangani dan belum terlayani secara memadai (underserved need) pada kedelapan informan orang tua. Kelayakan layanan didukung oleh penilaian validasi pakar yang positif di seluruh lima komponen keluaran prototipe. Kelayakan perilaku diindikasikan oleh niat jangka pendek yang tinggi untuk melanjutkan penggunaan setelah uji coba satu minggu, meskipun hal ini mencerminkan niat yang dinyatakan (stated intention), bukan retensi yang diamati. Kelayakan finansial diindikasikan oleh toleransi harga yang dinyatakan secara luas dan sinyal nilai yang dirasakan (perceived-value) secara positif di dalam sampel, dengan tunduk pada bias hipotesis. Kelayakan strategis diindikasikan oleh penerimaan awal dari pakar mengenai penempatan layanan sebagai pelengkap dari satu institusi, bukan dukungan dari ekosistem yang lebih luas. Secara kolektif, penelitian ini menunjukkan bahwa KANA layak untuk pengembangan dan validasi bertahap lebih lanjut. Penelitian ini tidak mendemonstrasikan keamanan klinis, adopsi berkelanjutan, kelayakan kelangsungan finansial, atau skalabilitas, yang masing-masing memerlukan validasi lebih lanjut seperti yang dijelaskan pada Bagian V.2. Penelitian ini mengusulkan pendekatan metode campuran yang terstruktur untuk mengevaluasi layanan kesehatan digital yang dipandu orang tua dalam lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan mengilustrasikan bagaimana teori penerimaan teknologi dan metodologi desain layanan dapat diintegrasikan untuk menilai kesiapan pengguna dan kelangsungan layanan pada tahap konsep.

2026
👤 Penulis: Debora Marpaung
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PESERTA PROGRAM UMKM NAIK KELAS DENGAN MULTI-CRITERIA DECISION ANALYSIS (MCDA)

Program UMKM Naik Kelas merupakan program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Jawa Barat. Namun, proses seleksi peserta masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti penilaian yang rentan terhadap subjektivitas evaluator, belum adanya prosedur baku dalam pembobotan dan pemeringkatan, serta belum tersedianya sistem yang dapat membantu pengolahan data secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan yang mampu menentukan prioritas peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih objektif, terukur, dan konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas antar kriteria berdasarkan input perbandingan berpasangan, sedangkan TOPSIS digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menghasilkan peringkat calon peserta. Kriteria yang digunakan terdiri dari kriteria wajib dan kriteria penilaian. Kriteria wajib digunakan sebagai tahap penyaringan awal, sedangkan kriteria penilaian digunakan dalam proses pemeringkatan peserta. Rancangan sistem dikembangkan ke dalam prototipe berbasis Microsoft Excel dengan bantuan Visual Basic for Applications (VBA) yang mencakup pengelolaan data peserta, kriteria, perhitungan AHP, perhitungan TOPSIS, dan tampilan hasil rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan prototipe sistem pendukung keputusan mampu mengintegrasikan proses penyaringan kriteria wajib, konversi nilai kriteria, pembobotan kriteria, pemeringkatan alternatif, dan penyajian rekomendasi prioritas peserta dalam satu sistem. Evaluasi kesesuaian menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan utama dalam mendukung proses seleksi peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih terstruktur, transparan, dan konsisten. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam hal kelengkapan data peserta, integrasi database, validasi langsung dengan pengguna, serta penyesuaian sistem apabila terdapat perubahan kebutuhan seleksi di masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Jennifer Jeanice Devina
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keputusan

PERANCANGANSEPATUBASKETKHUSUSUNTUKATLET FLATFOOTDENGANTIPERIGIDGUNAMEMBERIKAN SUPPORTPADAASPEKSTABILITASDANMENGHINDARI CEDERA

Flat foot tipe rigid merupakan deformitas lengkung kaki yang bersifat kaku dan permanen, sehingga menyebabkan hilangnya fungsi alami kaki sebagai peredam benturan, distributor beban, serta penjaga stabilitas. Kondisi ini memicu overpronasi berlebih, penurunan kontrol gerakan, serta peningkatan beban biomekanik pada ekstremitas bawah. Dalam olahraga bola basket yang menuntut gerakan eksplosif seperti sprint, lompatan vertikal, pendaratan berulang, dan perubahan arah mendadak, atlet dengan flat foot rigid menghadapi risiko tinggi mengalami plantar fasciitis, ankle sprain, nyeri lutut, ketidakstabilan, serta penurunan performa. Banyak atlet masih mengalami nyeri dan gangguan keseimbangan karena belum tersedianya alas kaki yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan biomekanik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada fisioterapis, dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi Pediatric Konsultan, desainer sepatu basket, serta atlet basket yang memiliki flat foot. Penelitian juga mengintegrasikan studi ergonomi dan analisis biomekanik. Desain sepatu yang dihasilkan mengadopsi teknologi drop-in midsole yang dapat dikustomisasi berdasarkan data medis subjek, dengan busa EVA untuk

2026
👤 Penulis: M. Andhika Bagaskara Ekananda
🏷️ Keseimbangan Kaki 🏷️ Analisis Biomekani 🏷️ Desain Sepatu Basket

SINTESIS HIJAU DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOPARTIKEL EMAS BERBASIS ALGINAT DARI RUMPUT LAUT UNTUK APLIKASI ANTI-AGING

Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia yang berpotensi sebagai sumber polimer alginat. Namun, pemanfaatan rumput laut sebagai biomaterial bernilai tambah untuk aplikasi kesehatan dan kosmetik masih sangat terbatas. Paparan radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan meningkatkan pembentukan radikal bebas yang menyebabkan photoaging melalui degradasi kolagen kulit. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode ekstraksi asam dan enzim untuk memperoleh alginat dari Sargassum sp. sebagai prekursor sintesis hijau nanopartikel emas (AuNPs), serta mengevaluasi aktivitas antioksidan nanokomposit yang dihasilkan sebagai kandidat material anti-aging. Metode ekstraksi asam menghasilkan rendemen alginat yang lebih tinggi (31,41–62,63%) dibandingkan metode enzim (9,04–12,55%). Keberhasilan isolasi alginat dikonfirmasi melalui spektrum FTIR yang menunjukkan keberadaan gugus karboksilat dan ikatan glikosidik khas, sedangkan analisis 1H-NMR mengonfirmasi struktur polimer dengan rasio M/G sebesar 0,96 dan 1,51. Sintesis hijau AuNPs berhasil dilakukan, ditandai oleh puncak resonansi plasmon permukaan pada 535 nm dan 543 nm. Analisis TEM menunjukkan nanopartikel berbentuk sferis dengan ukuran 20,10–111,90 nm, yang dipengaruhi oleh kondisi pH sintesis. Uji aktivitas antioksidan menggunakan ABTS menunjukkan bahwa nanokomposit berbasis alginat hasil ekstraksi asam memiliki persen inhibisi 28,75–75,76%, jauh lebih tinggi dibandingkan nanokomposit hasil ekstraksi enzim (7,94–17,67%). Alginat dan nanokomposit menunjukkan aktivitas perlindungan UVB yang tinggi dan setara (79,92–81,35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi asam menghasilkan rendemen dan aktivitas antioksidan nanokomposit yang lebih tinggi, sedangkan metode enzim menghasilkan alginat dengan kemurnian struktural dan kestabilan koloid yang lebih baik, sehingga pemilihan metode bergantung pada karakteristik yang diprioritaskan. Temuan ini menunjukkan potensi nanokomposit alginat–AuNPs sebagai biomaterial ramah lingkungan untuk pengembangan produk anti-aging. Kajian biokompatibilitas dan toksisitas seluler masih diperlukan untuk mengonfirmasi keamanan material sebelum pengembangan lebih lanjut.

2026
👤 Penulis: Marsya Pancaniti N R
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENGARUH VARIABEL IKLIM TERHADAP PRODUKSI KOPI DI INDONESIA DENGAN MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang produktivitasnya berkaitan dengan kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu udara, curah hujan, dan kelembapan relatif terhadap produksi kopi di Indonesia menggunakan model pertumbuhan logistik. Data yang digunakan berupa data bulanan produksi kopi dan variabel iklim di 32 provinsi pada periode Januari 2016 hingga Desember 2023. Analisis menggunakan fungsi autokorelasi menunjukkan adanya pola musiman tahunan pada produksi kopi, sehingga pemodelan dilakukan terhadap data produksi kopi kumulatif. Model logistik dasar dikonstruksi dengan pendekatan regresi nonlinear dan menghasilkan kecocokan yang sangat baik, dengan rentang nilai koefisien determinasi sebesar 0,8778 hingga 0,9886 serta NRMSE di bawah 10% pada seluruh provinsi. Selanjutnya, hubungan produksi kopi dan variabel iklim dianalisis menggunakan metode Toda-Yamamoto untuk uji kausalitas Granger. Hasilnya, suhu udara menunjukkan pengaruh Granger yang signifikan terhadap produksi kopi pada 21 provinsi, curah hujan pada 13 provinsi, dan kelembapan relatif pada 3 provinsi. Variabel iklim signifikan kemudian diintegrasikan ke dalam kapasitas tampung dinamis dan model diselesaikan menggunakan metode Runge-Kutta orde 4. Pengintegrasian variabel iklim meningkatkan atau mempertahankan kinerja model pada seluruh provinsi, dengan peningkatan terbesar terjadi di Maluku Utara dan paling menonjol pada klaster yang melibatkan suhu udara. Penelitian ini menunjukkan bahwa model logistik dinamis dapat digunakan sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengidentifikasi keterkaitan variabel iklim terhadap dinamika produksi kopi di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Alexandra Natania
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Pertumbuhan Logistik 🏷️ Analisis Kausalitas Granger

PENINGKATAN STRATEGI KONTRAK UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN BISNIS PENGANGKUTAN MINYAK MELALUI PIPA PADA SEGMEN TS

Bisnis pengangkutan minyak melalui pipa menghadapi tantangan struktural yang semakin meningkat karena penurunan produksi hulu secara alami, biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) yang lebih tinggi akibat aset yang menua, dan fluktuasi harga minyak internasional yang berdampak pada perolehan pendapatan. Dalam situasi ini, model bisnis yang tidak sesuai dengan struktur biaya bisnis, yang memiliki komponen biaya tetap yang signifikan, dapat berisiko terhadap volatilitas arus kas dan keberlanjutan bisnis. Masalah ini menjadi semakin penting di Segmen TS karena kontrak Oil Transportation Agreement (OTA) berakhir pada tahun 2026, yang membutuhkan peningkatan strategi kontrak yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan strategi kontrak untuk mendukung keberlanjutan transportasi minyak melalui pipa di Segmen TS. Metode yang diadopsi adalah studi kasus dengan desain kualitatif dan analisis kuantitatif terintegrasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal perusahaan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari data historis perusahaan, dokumen kontrak, dan publikasi akademis tentang bisnis energi midstream. Pendekatan ini melibatkan beberapa tahapan analisis, termasuk analisis tematik untuk menentukan isu-isu, analisis strategis melalui kerangka kerja VRIO, PESTLE dan pemetaan pemangku kepentingan, serta penilaian kinerja historis untuk menentukan tren kinerja operasional dan keuangan. Selanjutnya dilakukan analisis keuangan melalui Discounted Cash Flow (DCF) untuk menilai dampak skenario tarif terhadap kinerja keuangan, serta analisis berbagai strategi menggunakan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan metode Kepner-Tregoe. Hasil analisis menunjukkan bahwa model komersial yang ada belum sepenuhnya selaras dengan sifat ekonomi bisnis pipa. Ketergantungan pada skema tarif yang diindeks harga minyak mengakibatkan variabilitas pendapatan yang signifikan dan paparan risiko pasar yang lebih besar. Pada saat yang sama, kurangnya pengaturan kapasitas untuk jangka panjang menyebabkan ketidakpastian volume, sehingga menghasilkan variabilitas arus kas. Meskipun mekanisme perlindungan minimum telah diterapkan, mekanisme tersebut masih belum efektif dalam memberikan keberlanjutan jangka panjang kecuali dilengkapi dengan struktur kontrak yang lebih kuat. Berdasarkan analisis keuangan, struktur tarif tetap per volume terbukti menawarkan karakteristik keuangan yang paling konsisten dan kuat di antara alternatif lainnya, dan berpotensi menghasilkan nilai sekarang bersih (NPV) dan tingkat pengembalian internal (IRR) positif di atas biaya modal pada berbagai skenario. Selain itu, peningkatan desain kontrak dengan menerapkan komitmen kapasitas jangka panjang dengan beberapa fleksibilitas, dan juga peningkatan mekanisme pembayaran minimum, terbukti memiliki dampak signifikan pada stabilitas pendapatan dan risiko volume. Penilaian strategi lain menunjukkan bahwa kombinasi desain tarif yang kuat dan peningkatan mekanisme kontrak adalah strategi yang paling efisien dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis pipa minyak. Penelitian ini menyoroti perlunya mempertimbangkan sensitivitas tarif, kontrak, dan biaya dalam pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan dalam menciptakan desain kontrak yang berkelanjutan dan fleksibel serta dapat digunakan sebagai panduan untuk manajemen strategis di industri infrastruktur energi.

2026
👤 Penulis: Syaftiria Elvadatika Siregar
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PREDIKSI TEGANGAN REGANGAN DAN RASIO RONGGA PADA TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PENDEKATAN AI

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi kurva stress–strain dan void ratio pada tanah lempung lunak (soft clay) berbasis Backpropagation Neural Network (BPNN), sebagai alternatif model konstitutif konvensional seperti Soft Soil Model (SSM) yang membutuhkan kalibrasi parameter yang kompleks. Dalam studi ini, digunakan skema dua model paralel yang dilatih menggunakan data hasil uji triaksial CU dan konsolidasi dari Proyek Jalan Tol Padaleunyi–Jawa (52 sampel), yaitu ANN1 untuk memprediksi deviatoric stress dan mean principal stress, serta ANN2 untuk memprediksi void ratio berbasis fitur path-dependent. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model BPNN mampu menghasilkan prediksi yang akurat, dengan nilai R² pada data uji berkisar antara 0,8252 hingga 0,9933, serta performa yang secara konsisten lebih baik dibandingkan SSM pada seluruh metrik evaluasi, khususnya dalam menangkap pola pengerasan bertahap (strain hardening) tanah lunak.

2026
👤 Penulis: Kent Gunadharma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Stress Strain 🏷️ Hidrologi

SINTESIS TRIPTANTRI N DAN TURUNANNYA MELAL UI REAKSI SATU WADAH

Triptantrin atau indolo[2, 1-b]kuinazolin-6, 12-dion mcrupak nn scnyawa alkaloid incJolok uinazolinon yang memiliki bcrbagai aktivitas biologis pcnti ng, scpcrti antitumor, antiinllama si. antibaktcri, antiparasi t hingga antikankcr. Pcnclitian ini bcrtujuan untuk mcngcmbangkan rule sintcsis triptantri n yang cfisicn mclalui reaksi satu wadah (one-pot) dari i satin, dcngan optimasi oksidator dan basa, dilanjutkan dcngan sintcsis triptantri n C-6 hidrazon scrla bcrbagai scnyawa turunan aldazinnya. Skrining awal mcnggunakan oksidator NaOCJ hanya mcmbcrikan rcndcmcn scbcsar 16,4%. Untuk meningkatkan efisiensi reaksi , optimasi dilakukan dengan memvariasikan jenis oksidator (Oxonc®, m­ CPBA, dan H202) clan basa (K2CO:i, Na2C03, Cs2C03, Na3P04, dan K3P04) dalam pclarut DMSO. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi oksidator m-CPI3A dan basa K2C03 mempakan kondisi yang paling cfektif dan bcrlangsung mclalui mckanismc oksidasi Racycr-Villigcr .Optimasi kuantitatif jumlah ekuivalen m-CPBA terhadap isatin menunjukkan bahwa penambahan 2 mmol m-CPBA menghasil kan rendemcn optimum tertinggi sebcsar 40,29%. Tahap sclanjutnya mclibatkan modifikasi struktur triptantrin menjadi intennedict triptantrin C-6 hidrazon mclalui rcaksi kondcnsasi mcnggunakan hidrazin hidrat, yang berhasil memberikan rendemen sebesar 95%. Sebagai tahap akhir, intermediet hidrazon tersebut dikondensasikan dcngan lima variasi turunan bcnzaldehid untuk mcnghasi lkan dcretan senyawa aldazin baru dengan profil rendemen pada rentang 42,2-78, I %. Karakterisasi komprehensif menggunakan spektroskopi ATR-FTIR mengonfirmasi pembentukan kerangka utama melalui scrapan dua gugus karbonil (C=O) khas triptantrin pada 1731 cm-1 dan 1692 cm·1, sedangkan data spektromctri massa (MS) triptantrin menunjukkan nilai m/z 249,0658, yang sesuai dengan rumus molekul C1sHsN202. Elusidasi struktur menggunakan spektroskopi NMR (IH NMR, 13C NMR, TOCSY-10, HSQC, dan HMBC). Data spektroskopi dan spektrometri yang diperoleh mengkonfirmasi keberhasilan sintesis triptantrin beserta turunannya .

2026
👤 Penulis: Meli Fitriyani
🏷️ Kemiripan Alkaloid 🏷️ Reaksi Satu Wadah 🏷️ Sintesis Triptantriun
Halaman 42 dari 6754
💬