📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STUDI KOMPARATIF POLA OPERASI EQUAL SHARING DAN NON-EQUAL SHARING PADA SISTEM WADUK KASKADE DALAM BERBAGAI KONDISI HIDROLOGI (STUDI KASUS WADUK KASKADE CITARUM)

Sistem Waduk Kaskade Citarum yang terdiri atas Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur memiliki peran penting dalam mendukung pembangkitan tenaga listrik, penyediaan air baku, dan irigasi di Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi kinerja strategi operasi Equal Sharing (ES) dan Non-Equal Sharing (N-ES) pada berbagai kondisi hidrologi menggunakan model simulasi operasi waduk. Pada kondisi sangat kering diterapkan prinsip hedging untuk mengelola keterbatasan ketersediaan air. Data historis debit masuk dianalisis menggunakan metode probabilitas Weibull untuk mengidentifikasi tahun representatif dengan kondisi sangat basah (2010), normal (2005), dan sangat kering (2006). Model simulasi menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merepresentasikan elevasi muka air waduk berdasarkan indikator NSE, RMSE, dan PBIAS, sehingga layak digunakan untuk mengevaluasi berbagai skenario operasi waduk kaskade. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi kering ekstrem, pemenuhan kebutuhan air secara penuh menyebabkan penyusutan tampungan efektif dan penurunan elevasi muka air waduk hingga di bawah batas operasi minimum. Adaptasi prinsip hedging meningkatkan keberlanjutan operasi sistem, sedangkan strategi N-ES memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan ES dengan meningkatkan produksi energi listrik sebesar 2,87% serta menurunkan defisit air dari 34,35% menjadi 29,86%. Pada kondisi normal dan basah, kedua strategi menunjukkan kinerja yang memadai, namun N-ES tetap menghasilkan energi listrik masing-masing 2,65% dan 3,39% lebih tinggi dibandingkan ES. Strategi N-ES memberikan manfaat terbesar pada kondisi kekeringan, sedangkan perbedaan kinerja kedua strategi relatif kecil pada kondisi normal dan basah.

2026
👤 Penulis: Adhyatma Taufik A.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

EVALUASI SISTEM DRAINASE POLDER DI KAWASAN PANTAI INDAH KAPUK 2, KECAMATAN KOSAMBI, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN

Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) merupakan kawasan reklamasi pesisir di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang menerapkan sistem drainase berbasis polder dengan pengendalian muka air terpusat melalui kolam retensi, jaringan saluran, serta pompa dan pintu air. Banjir yang terjadi pada 12 Januari 2026 menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem eksisting, sehingga Tugas Akhir ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem drainase polder melalui analisis hidrologi, pemodelan menggunakan EPA SWMM 5.1 dan HEC-RAS 6.5, serta evaluasi kapasitas komponen sistem polder. Model SWMM dibangun dengan 1.364 node, 1.677 konduit, dan luas DTA 713,6 ha yang terbagi ke dalam empat stasiun pompa (PS1–PS4) dengan kapasitas eksisting 42,40 m³/s. Hasil pemodelan mengidentifikasi empat zona genangan banjir, di mana Skenario 3 berupa peningkatan kapasitas PS1 dan PS2 masing-masing menjadi 13,50 m³/s dengan total sistem 49,40 m³/s terpilih sebagai konfigurasi pompa optimal yang mampu mempertahankan TMA Storage Utara di bawah ambang aman +2,40 mdpl. Penambahan box culvert sebagai saluran diversi pada Zona 2 berhasil mereduksi node kritis dari 40 menjadi 21 node. Pemodelan HEC-RAS pada Sungai Tahang menunjukkan bahwa beban lateral flow pemompaan sebesar 49,40 m³/s menyebabkan overtopping tanggul eksisting +4,00 mdpl, sehingga direncanakan peningkatan tanggul menggunakan CCSP W400 dengan elevasi puncak +5,00 mdpl, tip ?11,00 mdpl, total panjang tiang 16,00 m, dipasang pada kedua sisi sungai sepanjang 1.320 m dengan total panjang CCSP 2.640 m.

2026
👤 Penulis: Pande Nyoman Agus Wira Sentanu
🏷️ Hydrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Kecerdasan Buatan

DINAMIKA JUMLAH ANGGOTA MULTI-LEVEL MARKETING (MLM) BERDASARKAN PEROLEHAN POIN ANGGOTA

Keberlanjutan sistem Multi-Level Marketing (MLM) dengan skema Stair-Step Breakaway bergantung pada keseimbangan laju rekrutmen dan akumulasi poin kinerja. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi dan menganalisis model matematika berbasis Persamaan Diferensial Biasa (PDB) dengan sistem impulsif diskrit untuk merepresentasikan dinamika populasi dan regulasi poin MLM. Dibangun dua model: model dasar dengan populasi homogen (masyarakat S, downline Y , upline X, dan mantan anggota R) serta model pengembangan berisikan downline heterogen (aktif Y1 dan pasif Y2) yang dipengaruhi motivasi/demotivasi individu, sistem pelatihan, dan interaksi sosial (peer effect). Mekanisme promosi dan reset poin dimodelkan secara impulsif saat poin mencapai ambang batas target (Ptarget). Hasil simulasi numerik menunjukkan peluruhan populasi S yang sangat cepat di fase awal akibat rekrutmen masif. Pada model pengembangan, downline aktif (Y1) mendominasi perolehan poin dan dipromosikan jauh lebih cepat. Analisis sensitivitas membuktikan pengaruh sosial sangat dominan memengaruhi dinamika sistem. Pada hasil analisis, ditemukan fenomena di mana peningkatan laju demotivasi sosial justru mempercepat siklus promosi akibat menurunnya anggota aktif (Y1) menyisakan populasi masyarakat (S) yang melimpah, sehingga sisa anggota aktif dapat merekrut secara masif tanpa kompetisi internal yang ketat. Pemodelan ini mengonfirmasi pentingnya stabilitas target poin, retensi, dan budaya komunitas suportif untuk menjaga struktur organisasi MLM.

2026
👤 Penulis: Lita Rahma Sadina
🏷️ Multi-Level Marketing (Mlm) 🏷️ Model Matematika 🏷️ Analisis Dinamik Sistem

PERENCANAAN POLDER UNTUK PENGENDALIAN BANJIR KAWASAN KELAPA GADING, JAKARTA UTARA, PROVINSI DKI JAKARTA

Kawasan Kelapa Gading merupakan wilayah dataran rendah di Jakarta Utara yang secara hidrologis memiliki kerentanan tinggi terhadap risiko banjir akibat akumulasi limpasan permukaan dan pengaruh pasang surut air laut. Penelitian ini difokuskan di Daerah Aliran Sungai Kali Sunter yang telah terintersepsi oleh Banjir Kanal Timur dengan luas wilayah tinjauan sebesar 39,302 km². Dominasi tata guna lahan berupa permukiman padat mencapai 98,62% dengan nilai Curve Number komposit sebesar 82,15, persentase area kedap air rata-rata 29,82%, serta nilai abstraksi awal yang rendah sebesar 11,78 mm. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan rangkaian data curah hujan harian dari Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Halim Perdana Kusuma. Kondisi hidraulika di muara Kali Sunter dipengaruhi secara signifikan oleh dinamika pasang surut air laut di mana hasil analisis menunjukkan elevasi Highest High Water Level (HHWL) mencapai +0,643 m. Hasil simulasi hidraulika melalui pemodelan 2D HEC-RAS pada kondisi eksisting mengonfirmasi terjadinya fenomena backwater yang menghambat aliran menuju laut saat kondisi pasang. Sebagai upaya mitigasi, direncanakan solusi teknis yang meliputi pembangunan waduk tampungan, pengerukan sedimen, penanggulan di sepanjang bantaran, serta evaluasi pola operasi pada stasiun-stasiun rumah pompa eksisting

2026
👤 Penulis: Bonifasius P Tampubolon
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Teknik Sipil

PERHITUNGAN PENDANAAN PENSIUN DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN METODE ENTRY AGE NORMAL DAN MODEL SUKU BUNGA VASICEK

Pendanaan danapensiunmemerlukanperencanaanyangtepatagarmanfaatpensiun peserta dapatdipenuhisecaraberkelanjutan.Penelitianinibertujuanuntukmenghi- tung pendanaandanapensiunbagidosendantenagakependidikanmenggunakan metode Entry AgeNormal (EAN) dengantingkatsukubungayangdimodelkanmeng- gunakan modelVasicek.Datapesertaterdiriataspesertaawalsertapesertabaruyang disimulasikan. Selainitu,dilakukansimulasiperjalanankarieruntukmenentukan golonganakhirpesertasebagaidasarpenentuangajiterakhirdanmanfaatpensiun. Berdasarkan hasiltersebut,dihitungkomponenaktuariayangmeliputi PresentValue of FutureBenefits (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), dan Supplemental Cost (SC). Selanjutnyadilakukanproyeksiakumulasidanapensiunserta evaluasiperkembangan Unfunded ActuarialLiability (UAL)selamaperiodeproyek- si. HasilpenelitianmenunjukkanbahwametodeEANmenghasilkanpola Normal Cost yang relatifstabilselamamasakerjapeserta,sedangkan Actuarial Liability meningkat secarabertahaphinggamemasukimasapensiun.Padaawalpembentukan program danapensiun,nilai UAL relatif besarakibatkewajibanatasmasakerjalalu peserta. Namun,nilaitersebutmenurunsecarabertahapselamaperiodeproyeksi seiring pembayaran Supplemental Cost dan akumulasihasilinvestasi.Penelitian ini diharapkandapatmemberikangambaranmengenaikebutuhanpendanaandan keberlanjutanprogramdanapensiunbagidosendantenagakependidikan.

2026
👤 Penulis: Indrawan Junaidi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KELAYAKAN LOKASI PERMUKIMAN MANUSIA DI MARS

Sejak eksplorasi Mars dimulai, banyak informasi mengenai detail struktur, atmosfer, topografi, hingga kandungan mineral Mars yang didapatkan oleh manusia. Karakteristik planet Mars yang hampir mirip dengan Bumi menjadikannya sebagai salah satu objek antariksa yang potensial untuk dihuni oleh manusia di masa depan. Pada penelitian ini, telah diidentifikasi dan dianalisis kelayakan lokasi permukiman manusia di Mars berdasarkan keberadaan sumber daya dan kondisi lingkungan melalui pertimbangan kebutuhan manusia dan tujuan permukiman. Permukiman manusia di sini berfokus pada permukiman awal yang dihuni oleh sekitar 1000 hingga 100.000 orang dengan tujuan utama kedatangan ke Mars untuk kolonisasi atau mencari tempat tinggal baru semi-permanen. Analisis dilakukan dengan pendekatan metode MCDA (Multi-Criteria Decision Analysis) dengan Weighted Overlay sebagai metode agregasinya. Menggunakan data dari MOLA, TES, CRISM, dan OMEGA, parameter dianalisis terlebih dahulu untuk mencari kuadran terbaik (berdasarkan pembagian 30 kuadran Mars oleh USGS), yang akan dilanjutkan dengan mencari ROI (Region of Interest) terbatas pada kuadran yang terpilih. Setiap parameter dan sub-parameter dilakukan reklasifikasi sebelum akhirnya dibobotkan. Dalam analisis tersebut, didapatkan kuadran MC 28 sebagai wilayah dengan tingkat kesesuaian tertinggi untuk dianalisis lebih lanjut. Suatu lokasi berbentuk lingkaran (kawah) dengan diameter 4,06 km dan koordinat pusat 31,179° LS dan 74,296° BT diperoleh sebagai wilayah terbaik berdasarkan bobot parameter, batasan, dan pertimbangan yang dilakukan pada penelitian ini. Lokasi hasil ini bukanlah sebuah lokasi final, karena diperlukan studi dan pertimbangan lebih lanjut mengenai parameter, batasan, bahkan angka bobot yang digunakan. Model analisis kelayakan yang digunakan pada penelitian ini dapat digunakan sebagai kerangka awal dalam penelitian yang lebih komprehensif dan dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Harapannya model ini dapat direplikasi untuk penelitian yang sama atau sejenis di kemudian hari.

2026
👤 Penulis: Naila Atha Nabila Nuryaman
🏷️ Geologi Mars 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Antariksa 🏷️ Analisis Kelayakan Permukiman

PENENTUAN SUMBER DIFUSI PADA JARINGAN BERUKURAN BESAR

Penentuan sumber difusi penting dalam memitigasi fenomena nyata, seperti penyebaran COVID-19 atau informasi hoaks, yang berdampak negatif secara signifikan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan mengestimasi lokasi sumber difusi aktual pada jaringan berskala besar menggunakan pendekatan teori graf dan statistika. Jaringan dimodelkan sebagai graf G = (V(G),E(G)), dengan himpunan titik V(G) merepresentasikan entitas, dan himpunan sisi E(G) merepresentasikan jalur penyebaran difusi. Estimasi sumber dilakukan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimator (MLE) untuk mengidentifikasi lokasi paling mungkin berdasarkan informasi data pengamatan oleh sejumlah titik yang disebut pengamat. Algoritma dievaluasi melalui simulasi pada graf acak seperti graf Erd?os-Rényi, Barabási-Albert, reguler, dan graf deterministik seperti graf pohon, kisi, kipas, roda. Diterapkan pula variasi parameter jaringan serta strategi penempatan titik pengamat berbasis sentralitas dan himpunan pembeda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa performa estimator sangat bergantung pada karakteristik topologis jaringan. Pendekatan MLE memberikan akurasi lokalisasi optimal pada graf acak, karena heterogenitas strukturnya lebih selaras dengan asumsi rute difusi yang dimodelkan. Sebaliknya, estimasi pada graf deterministik menghasilkan akurasi lebih rendah akibat struktur simetris yang menyebabkan estimator kurang memperoleh informasi spesifik secara akurat mengenai lokasi sumber. Secara keseluruhan, metode MLE relatif efektif diterapkan pada jaringan acak yang merepresentasikan kompleksitas dunia nyata. Namun, untuk jaringan dengan keteraturan struktural tinggi, diperlukan penyesuaian model atau pendekatan alternatif yang lebih relevan agar dapat mencapai hasil akurasi yang optimal.

2026
👤 Penulis: Hasna Rosyida Nur Adila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Sistem Informasi 🏷️ Hidrologi Komputer

PENGARUH KONSENTRASI DOPING ZN TERHADAP VAKANSI O PADA ELEKTROLIT BERBASIS CEO? UNTUK APLIKASI INTERMEDIATE TEMPERATURE SOLID OXIDE FUEL CELL

Solid oxide fuel cell (SOFC) beroperasi terbatas pada temperatur tinggi (800-1000°C) sehingga muncul hambatan teknis (degregdasi termal, inefisiensi, dan keterbatasan material). Oleh karena itu, temperatur operasi SOFC perlu diturunkan menjadi intermediate temperature (IT) yang bertemperatur lebih rendah (650-850°C) dengan mengontrol konduktivitas ionik oksigen (O). Strategi dilakukan dengan penggantian material elektrolit ZrO2 menjadi CeO2 yang stabil secara termal dan memiliki jalur vakansi oksigen malalui doping logam tanah jarang. Terbatasnya ketersediaan dan mahalnya biaya memerlukan penggantian logam tanah jarang menjadi logam transisi seperti seng (Zn) yang jarang diteliti dan berpotensi efektif sebagai sintering aid agar mengatasi keterbatasan sintesis reaksi padatan. Penelitian dilakukan terhadap 4 spesimen, yaitu CeO2 murni, CeO2 didoping 5% mol Zn, CeO2 didoping 10% mol Zn, dan CeO2 didoping 20% mol Zn. Hasil XRD dengan Rietveld refinement menunjukkan bahwa kristal CeO2 murni dan doping Zn berstruktur fluorite (tanpa fasa sekunder). Ukuran kristalit terkecil terbentuk pada 5% Zn, sedangkan regangan mikro terkecil pada 20% Zn. Hasil FTIR menunjukkan kalsinasi yang berhasil menyamarkan sebagian besar puncak organik. Densitas dan citra SEM menunjukkan Zn berperan sebagai sintering aid. Hasil TGA-DSC menunjukkan kestabilan fasa, namun terjadi reaksi pelepasan oksigen. Spektrum Raman mendeteksi penurunan intensitas puncak F2g akibat gangguan vibrasi oksigen pada spesimen didoping. Doping dan vakansi oksigen mengubah band gap, yaitu redshift pada 5% Zn akibat mid-energy states, blueshift pada 10% Zn akibat Burstein-Moss, dan sedikit redshift pada 20% Zn akibat kompetisi Burstein-Moss terhadap kluster defek. Simulasi metode DFT-PBE dan koreksi GW tanpa vakansi oksigen menunjukkan blueshift pada 20% Zn.

2026
👤 Penulis: Rayhan Arif Putra
🏷️ Solid Oxide Fuel Cell (Sofc) 🏷️ Kalsinasi 🏷️ Doping Logam Transisi

PENERAPAN ALGORITMA MAPPER UNTUK KLASTERISASI DETEKSI PERIODE VOLATILITAS TINGGI DI PASAR SAHAM INDONESIA

Pasar saham Indonesia, yang tercermin melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rentan terhadap periode tekanan yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak menentu. Pendekatan pengukuran risiko konvensional seperti Value-at-Risk (VaR) memiliki keterbatasan karena bergantung pada asumsi distribusi tertentu yang sering tidak terpenuhi pada kondisi pasar tidak normal. Penelitian ini menerapkan algoritma Mapper dari kerangka Topological Data Analysis (TDA) sebagai pendekatan alternatif untuk mendeteksi periode volatilitas tinggi pada data IHSG periode 1 Juli 2019 hingga 1 April 2026. Sembilan fitur risiko dihitung secara dinamis menggunakan jendela waktu bergerak 60 hari, kemudian diproyeksikan ke ruang dua dimensi menggunakan UMAP sebelum dimasukkan ke dalam algoritma Mapper. Tolok ukur statistik dibentuk berdasarkan kuantil ke-75 volatilitas jendela waktu bergerak dengan syarat durasi minimum lima hari perdagangan. Parameter Mapper dioptimalkan melalui pencarian kombinasi terbaik berdasarkan nilai Jaccard, dan hasil deteksi dievaluasi menggunakan confusion matrix, metrik klasifikasi, serta uji Welch’s t-test dan Cohen’s d. Graf Mapper yang terbentuk terdiri atas 144 simpul dan 187 ruas, dengan 39 simpul teridentifikasi sebagai berisiko. Perbandingan terhadap tolok ukur statistik menghasilkan nilai Jaccard sebesar 0,9185, akurasi sebesar 0,9782, presisi sebesar 0,9662, recall sebesar 0,9490, dan nilai F1 sebesar 0,9575. Selain itu, parameter yang sama diterapkan pada sepuluh saham individual dari berbagai sektor tanpa penyesuaian ulang, menghasilkan rata-rata nilai Jaccard sebesar 0,8869 dan nilai F1 sebesar 0,9395. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma Mapper mampu mendeteksi periode volatilitas tinggi secara konsisten dan memiliki kemampuan generalisasi yang baik pada data saham individual, sekaligus memberikan informasi struktural tambahan berupa tanggal transisi dan simpul batas yang tidak diperoleh dari pendekatan statistik tunggal.

2026
👤 Penulis: Ratu Anindya D. A. C. W.
🏷️ Analisis Volatilitas Pasar Saham 🏷️ Topologi Data Analisis (Tda) 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL DAN GROUNDING PADA PRASARANA LIGHT RAILWAY TRANSIT (LRT) JAKARTA-DEPOK-BEKASI

Sistem Light Rail Transit (LRT) modern sangat bergantung pada peralatan listrik dan elektronik yang rentan terhadap tegangan lebih akibat petir. Kerentanan ini menjadi penting pada wilayah Jabodebek yang memiliki kerapatan petir sekitar 40–60 sambaran/km²/tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik petir, mengevaluasi efektivitas sistem proteksi petir dan pentanahan eksisting, serta merancang sistem proteksi untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan sarana maupun prasarana LRT. Metode penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan, analisis kondisi eksisting, pemodelan, dan evaluasi alternatif desain menggunakan matriks keputusan berdasarkan aspek teknis, keselamatan, ekonomi, dan kemudahan perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem eksisting masih memiliki kelemahan berupa radius area proteksi 31 meter yang belum melindungi stasiun, tidak adanya down conductor setiap pier baik stasiun dan viaduct, hingga tidak terintegrasinya sistem pentanahan. Secara matematis, elevasi tegangan sistem proteksi eksisting dapat mencapai 890 kV. Desain yang diusulkan mengombinasikan IEC 62305 dan SNI 8833:2019 untuk prasarana melalui optimasi 7 pole terminasi udara pada stasiun dan penggunaan Extended Mast Terminal pada viaduct dengan level proteksi II, penggunaan penghantar turun kabel shielded ganda di stasiun, serta koneksi intergrasi sistem pentanahanan antar pier. Rancangan ini meningkatkan cakupan proteksi terhadap sambaran langsung maupun tegangan lebih, memperbaiki sistem pentanahan, serta meningkatkan keandalan operasi dan keselamatan personel maupun peralatan.

2026
👤 Penulis: Reyhan Effendi
🏷️ Teknologi Listrik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

TABEL MORTALITAS MULTIPLE DECREMENT BERBASIS PENYAKIT KATASTROPIK MENGGUNAKAN PROPOSED-FIXED ITERATION (PFI)

Tabel mortalitas multiple decrement (MD) diperlukan untuk memodelkan risiko kematian yang mempertimbangkan lebih dari satu penyebab kematian yang saling berkompetisi (competing risks), termasuk kematian akibat penyakit katastropik seperti gagal ginjal, hemofilia, penyakit jantung, kanker, sirosis hati, stroke, dan thalassemia. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk tabel mortalitas MD berbasis tujuh penyakit katastropik tersebut. Tabel mortalitas tersebut dibentuk menggunakan data klaim kematian peserta BPJS Kesehatan. Peluang single decrement (SD) dikonversi menjadi peluang MD dengan asumsi constant force of mortality (CFM), kemudian digraduasi (smoothing) menggunakan kernel Gaussian. Selanjutnya, peluang MD dikonversi menjadi absolute rates of decrement (ARD) menggunakan algoritma Basic-Fixed Iteration (BFI) sebagai benchmark dan Proposed-Fixed Iteration (PFI) sebagai metode utama. Kedua algoritma dievaluasi dan dibandingkan kinerjanya berdasarkan akurasi (mean squared error/MSE) dan efisiensi komputasi (jumlah iterasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabel mortalitas MD berhasil dibentuk dengan pola tingkat kematian yang meningkat seiring bertambahnya usia, dengan penyakit jantung dan stroke sebagai penyebab kematian tertinggi serta hemofilia dan thalassemia sebagai yang terendah. Algoritma BFI dan PFI menghasilkan tingkat akurasi yang setara dengan nilai MSE yang sangat kecil (orde 10?¹? hingga 10?²?), namun algoritma PFI secara konsisten lebih efisien secara komputasi, dengan pengurangan rata-rata jumlah iterasi sebesar 11,31% pada kelompok laki-laki dan 8,33% pada kelompok perempuan dibandingkan algoritma BFI. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma PFI dapat menjadi metode yang lebih efisien dalam pembentukan tabel mortalitas MD berbasis penyakit tanpa mengorbankan ketepatan hasil estimasi.

2026
👤 Penulis: Kania Fatin Afifah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Kesehatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kesehatan

KLASIFIKASI STATUS PENDUDUK ASLI DI MALUKU BERDASARKAN INFORMASI IDENTITAS NAMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI PROBABILISTIK: STUDI KASUS KABUPATEN BURU SELATAN

Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis dengan beragam sistem penamaan, namun informasi etnis sering tidak tersedia dalam data administrasi. Padahal, identifikasi penduduk asli sangat penting, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Maluku, untuk mendukung kebijakan afirmatif yang tepat sasaran. Penelitian ini mengembangkan model klasifikasi probabilistik berbasis nama (depan, tengah, dan belakang) untuk membedakan penduduk Asli Maluku dan Non-Maluku. Data yang digunakan merupakan data kependudukan dari Kabupaten Buru Selatan yang telah dilabeli menggunakan daftar marga dan tempat lahir Maluku. Data tersebut dibagi menjadi data training dan data testing dengan proporsi yang sesuai. Dua kelompok model dibangun, yaitu model dasar Coldman dengan asumsi independensi (aturan multiplikatif, aditif, maksimum, dan nama belakang) serta model modifikasi dengan asumsi dependensi (Chain Rule, Gabungan, dan Maximum). Model dasar menggunakan additive smoothing dengan parameter tertentu, sedangkan model modifikasi menggunakan Lidstone smoothing yang dipilih melalui Stratified 5-Fold Cross-Validation. Threshold (ambang batas) untuk model dasar dihitung dengan estimasi proporsi Coldman, sedangkan untuk model modifikasi dihitung menggunakan Youden’s Index dari kurva ROC. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dasar Coldman multiplikatif memberikan performa yang baik dengan akurasi dan F1-score yang tinggi pada data testing. Sementara itu, pada kelompok model modifikasi, model Maximum menunjukkan performa yang lebih stabil dan tidak mengalami overfitting dibandingkan model Chain Rule. Dengan demikian, model Maximum dipilih sebagai model terbaik karena memiliki keseimbangan yang baik antara sensitivitas dan spesifisitas, serta lebih robust terhadap overfitting. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metode klasifikasi probabilistik terhadap karakteristik lokal. Meskipun demikian, masih terdapat keterbatasan dalam penelitian ini, sehingga diperlukan perbaikan yang relevan untuk menunjang penelitian selanjutnya.

2026
👤 Penulis: Andita Takbir Syamsulily
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Administrasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI EFEKTIVITAS KETERULANGAN SIKLUS CALCIUM LOOPING TERHADAP PENYERAPAN CO2 PADA BERBAGAI SUMBER BATU KAPUR DI INDONESIA

Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi karbon dioksida (CO2) global dengan kontribusi sekitar 7–8%, terutama dari proses kalsinasi batu kapur dan pembakaran bahan bakar pada temperatur tinggi. Salah satu teknologi penangkapan CO2 yang berpotensi diterapkan pada industri semen adalah calcium looping (CaL), yaitu proses berulang kalsinasi dan karbonasi yang memanfaatkan reaksi reversibel antara kalsium karbonat (CaCO3), kalsium oksida (CaO), dan CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas keterulangan siklus CaL terhadap daya serap CO2 pada enam sumber batu kapur di Indonesia, yaitu Citeureup, Tuban, Padang, Cilacap, Bayah, dan Narogong, hingga sepuluh siklus. Pengujian dilakukan secara eksperimental berdasarkan perubahan massa sampel untuk menghitung konversi reaksi dan daya serap CO2. Karakterisasi material dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk menganalisis perubahan fasa, morfologi, dan komposisi unsur sorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengalami penurunan kinerja setelah digunakan berulang. Rata-rata konversi karbonasi menurun dari 51,92% pada siklus pertama menjadi 16,60% pada siklus ke-10. Pada siklus ke-10, batu kapur Bayah menunjukkan daya serap CO2 tertinggi sebesar 0,136 g CO2/g CaCO3, sedangkan Citeureup menunjukkan daya serap terendah sebesar 0,064 g CO2/g CaCO3. Penurunan kinerja sorben disebabkan oleh degradasi material akibat sintering, penyempitan pori, aglomerasi partikel, dan hambatan difusi CO2 pada siklus berulang.

2026
👤 Penulis: Fawwaz Athar Suandhito
🏷️ Kalsinasi 🏷️ Penangkapan Co2 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN STRATEGI TRADING BERBASIS SINYAL DEEP LEARNING PADA INSTRUMENXAUUSD

Prediksi pergerakan harga emas merupakan salah satu tantangan dalam bidang keuangan karena karakteristik pasar yang memiliki volatilitas tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Emas sebagai aset safe-haven menjadi instrumen yang banyak diminati pelaku pasar ketika terjadi ketidakpastian ekonomi, sehingga diperlukan strategi perdagangan yang mampu menghasilkan sinyal buy, sell, dan hold secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan membandingkan model regresi logistik, LSTM, dan GAF-CNN dalam melakukan klasifikasi sinyal perdagangan pada instrumen XAUUSD menggunakan kombinasi fitur harga, teknikal, dan makroekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LSTM dengan kombinasi seluruh fitur memberikan performa klasifikasi terbaik dibandingkan model lainnya.Berdasarkan simulasi strategi perdagangan, model tersebut juga menunjukkan kinerja yang konsisten pada kedua strategi yang diuji. Model mampu memberikan tingkat pengembalian yang baik pada strategi yang hanya menggunakan posisi beli maupun pada strategi yang memanfaatkan posisi beli dan posisi jual. Meskipun demikian, seluruh strategi berbasis model prediktif yang dikembangkan belum mampu mengungguli tingkat pengembalian yang diperoleh melalui strategi membeli aset pada awal periode pengujian dan mempertahankannya hingga akhir periode, karena kondisi pasar XAUUSD selama periode pengujian didominasi oleh tren kenaikan yang kuat.

2026
👤 Penulis: Zahra Sabila Sudrajat
🏷️ Deep Learning 🏷️ Trading Emas 🏷️ Analisis Klasifikasi Sinyal

KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM INTEGRASI KESIAPAN PEMBORAN SUMUR PENGEMBANGAN DENGAN DRILLING PROJECT MANAGEMENT OFFICE (DPMO) DI PT. SINERGI HULU HEBAT (SHH)

Indonesia mengalami penurunan produksi secara sktruktural sebesar 3-7% per tahun selama periode 2019–2025, sementara konsumsi energi Indonesia terus meningkat sebesar 2–4% per tahun. Sebagai kontributor utama produksi nasional, Drilling & Well Intervention PT. SHH menyumbang 68% produksi minyak dan 33% produksi gas Indonesia, yang sangat dipengaruhi oleh pengelolaan kegiatan pemboran yang agresif. Oleh karena itu, kinerja pemboran sumur pengembangan menjadi factor krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional. Namun, realisasi pemboran sumur pengembangan PT. SHH masih di bawah target, hanya mencapai 85–90% dari target WP&B selama periode 2021-2025. Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi nasional, keterbatasan penggantian cadangan, serta belum optimalnya produktivitas investasi pemboran yang mencapai sekitar USD 12,3 miliar per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keputusan strategis dalam mengintegrasikan kesiapan pemboran sumur pengembangan dengan menggunakan pendekatan metode campuran. Analisis diawali dengan metode Critical Path Method (CPM) dan analisis Pareto untuk mengidentifikasi penyebab utama keterlambatan kesiapan, dilanjutkan dengan Current Reality Tree (CRT) untuk mengidentifikasi akar penyebab secara lebih mendalam. Akar penyebab tersebut kemudian distratifikasi menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) termasuk penentuan Risk Priority Number (RPN). Wawancara sebagai data kualittatitf dilakukan dengan berbagai peran untuk menggali isu tersebut secara lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan kesiapan sangat dipengaruhi oleh belum adanya system tat kelola yang diberdayakan dan mampu mengelola kesiapan pemboran sumur melalui koordinasi lintas fungsi, khususnya pada aspek perencanaan dan persiapan. Altermatif solusi dipilih menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), yang dinilai berdasarkan empat kriteria, yaitu biaya, waktu, kompleksitas, da konsekuensi sebagai prioritas kriteria. Penilaian dilakukan menggunakan perbandingan analisis risiko komparatif dengan uji konsistensi, serta merancang keputusan berbasis model tata kelola dalam bentuk Drilling Project Management Office (DPMO). DPMO memperluat penyelarasan lintas fungsi, mempercepat kesiapan serta mengurangi risiko keterlambatan pemboran sumur dan sumur yang telah delivered pada tahun 2025 dibandingkan dengan target. DPMO merupakan mekanisme terstruktur secara konsisten untuk meningkatkan realsiasi pemboran sumur yang pada akhirnya dapat meningkatkan revenue dan efisiensi CAPEX PT. SHH serta mendukung ketahanan produksi migas nasional.

2026
👤 Penulis: Rocky Charles
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko
Halaman 45 dari 6754
💬