📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PEMISAHAN PROTEIN INSTRASELULER DARI SPIRULINA PLATENSIS DENGAN KOMBINASI ULTRASONIKASI DAN PERLAKUAN ENZIMATIK

Spirulina platensis merupakan mikroalga yang kaya akan kandungan protein dan berpotensi sebagai sumber protein alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap protein hewani. Namun, proses pemisahan protein dari mikroalga ini masih menghadapi tantangan berupa konsumsi energi yang tinggi. Salah satu metode penghancuran sel mekanik dengan konsumsi energi tergolong menengah-rendah adalah ultrasonikasi, meskipun efisiensi perolehan proteinnya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemisahan protein dari Spirulina platensis menggunakan kombinasi ultrasonikasi dan enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ultrasonikasi dan enzim selulase meningkatkan perolehan protein dibandingkan ultrasonikasi tanpa penambahan enzim. Variasi pH dan konsentrasi enzim selulase berpengaruh signifikan terhadap perolehan protein, sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh signifikan. Perlakuan terbaik diperoleh pada kondisi pH 13 dan enzim selulase 5 FPU/mg dengan perolehan protein sebesar 47,68%. Pengamatan morfologi menunjukkan terjadinya fragmentasi filamen yang mengindikasikan kerusakan dinding sel dan pelepasan komponen intraseluler. Analisis SDS-PAGE menunjukkan bahwa kombinasi ultrasonikasi dan enzim selulase menghasilkan karakteristik medium cell disruption pada perlakuan tanpa pH ekstrem.

2026
👤 Penulis: Christoper Ruben Heneva
🏷️ Ultrasonikasi 🏷️ Enzimatika 🏷️ Protein Mikroalga

ESTIMASI BERAT DAN WAKTU PANEN UNGGAS NON-INVASIF MENGGUNAKAN FUSI MULTI-KAMERA YOLO PADA PLATFORM EDGE-FOG

Metode penimbangan unggas manual memicu stres ternak. Teknologi visi komputer 2D rentan terhadap ilusi postur optik, sementara sensor 3D aktif berbiaya tinggi dan rentan terhadap debu kandang. Selain itu, arsitektur Cloud murni menghadapi kendala latensi dan limitasi bandwidth di pedesaan. Penelitian ini mengusulkan sistem estimasi berat non-invasif berbasis fusi multikamera (2.5D) pada arsitektur Edge-Fog. Sistem mengintegrasikan citra kamera atas dan samping menggunakan YOLO26s-seg dan pelacak BoT-SORT yang diakselerasi via Intel OpenVINO. Model regresi eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) dipilih karena ketahanannya meredam ekstrapolasi liar (anti-runaway) dan latensi inferensinya yang ultra-rendah (1,1 ms). Model ini dilatih dengan >13.000 dataset kustom melalui pelabelan hibrida terotomatisasi (Quantile Mapping). Hasil pengujian menunjukkan fusi 2.5D berhasil menekan Root Mean Square Error (RMSE) menjadi 19,50 gram dan Mean Absolute Error (MAE) 11,07 gram, mereduksi galat hingga 75,2% dibandingkan pendekatan 2D planar (RMSE 78,76 gram; MAE 51,82 gram). Penyempitan drastis selisih antara RMSE dan MAE ini membuktikan fusi 2.5D sukses memusnahkan tebakan pencilan ekstrem (outlier) akibat ilusi postur ayam. Arsitektur Edge-Fog memangkas latensi menjadi 32 ms dan menghemat bandwidth hingga 96,75% melalui telemetri zero-video. Integrasi Sistem Pendukung Keputusan (DSS) memampukan akselerasi panen 2 hari lebih awal, menghasilkan efisiensi Biaya Operasional (OpEx) sebesar 9,3% per siklus. Persentase ini ekuivalen dengan penghematan absolut Rp 26.400.000 pada populasi 10.000 ekor ayam, menggaransi skalabilitas keekonomian sistem.

2026
👤 Penulis: Samuel Tommy Setiadjie
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMISAHAN PROTEIN INTRASELULER DARI SPIRULINA PLATENSIS DENGAN KOMBINASI ULTRASONIKASI DAN PERLAKUAN ENZIMATIK

Spirulina platensis merupakan mikroalga yang kaya akan kandungan protein dan berpotensi sebagai sumber protein alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap protein hewani. Namun, proses pemisahan protein dari mikroalga ini masih menghadapi tantangan berupa konsumsi energi yang tinggi. Salah satu metode penghancuran sel mekanik dengan konsumsi energi tergolong menengah-rendah adalah ultrasonikasi, meskipun efisiensi perolehan proteinnya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemisahan protein dari Spirulina platensis menggunakan kombinasi ultrasonikasi dan enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ultrasonikasi dan enzim selulase meningkatkan perolehan protein dibandingkan ultrasonikasi tanpa penambahan enzim. Variasi pH dan konsentrasi enzim selulase berpengaruh signifikan terhadap perolehan protein, sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh signifikan. Perlakuan terbaik diperoleh pada kondisi pH 13 dan enzim selulase 5 FPU/mg dengan perolehan protein sebesar 47,68%. Pengamatan morfologi menunjukkan terjadinya fragmentasi filamen yang mengindikasikan kerusakan dinding sel dan pelepasan komponen intraseluler. Analisis SDS-PAGE menunjukkan bahwa kombinasi ultrasonikasi dan enzim selulase menghasilkan karakteristik medium cell disruption pada perlakuan tanpa pH ekstrem.

2026
👤 Penulis: Trishya Putri Alanni Barli
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI PEMBENTUKAN DAN PENGENDALIAN BIOFILM PADA INDUSTRI PANGAN

Biofilm pada permukaan yang bersentuhan dengan pangan dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang dan menurunkan efektivitas sanitasi. Penelitian ini mengevaluasi pembentukan biofilm oleh Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dalam susu UHT pada permukaan polivinil klorida (PVC) dan stainless steel pada suhu 5 dan 28°C selama 4 dan 20 jam, baik tanpa maupun dengan perlakuan disinfektan berbasis natrium hipoklorit. Total biomassa yang melekat, jumlah sel hidup, dan morfologi biofilm masing-masing dianalisis menggunakan pengukuran densitas optik dengan pewarnaan crystal violet, metode hitung cawan, dan scanning electron microscopy (SEM). Permukaan PVC menghasilkan biomassa yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan stainless steel (p < 0,001), sedangkan jenis material tidak berpengaruh signifikan terhadap viabilitas sel. Waktu inkubasi yang lebih lama secara signifikan meningkatkan jumlah sel hidup, sementara temperatur tidak memberikan pengaruh signifikan sebagai faktor tunggal. Perlakuan disinfeksi secara signifikan menurunkan viabilitas sel (p < 0,001), tetapi tidak menurunkan biomassa secara signifikan. Hasil pengamatan SEM mengonfirmasi bahwa residu extracellular polymeric substances yang telah mengalami kerusakan tetap melekat pada permukaan setelah perlakuan. Oleh karena itu, pengendalian biofilm yang efektif memerlukan proses pembersihan untuk menghilangkan matriks sebelum dilakukan disinfeksi akhir.

2026
👤 Penulis: Fitri Indah Octaviani
🏷️ Biofim 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ESTIMASI PERUBAHAN STOK KARBON DAN VALUASI EKONOMINYA BERDASARKAN DINAMIKA ALIH FUNGSI LAHAN SEBAGAI DASAR PERUMUSAN INSENTIF DAN DISINSENTIF PENDUKUNG PERDAGANGAN KARBON (STUDI KASUS: KAWASAN PERKOTAAN CEKUNGAN BANDUNG)

Perdagangan karbon sektor kehutanan menjadi upaya Indonesia dalam mencapai target NZE 2060. Namun, implementasinya pada skala daerah khususnya Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung (KPCB) masih dihadapkan dengan alih fungsi lahan, lemahnya nilai ekonomi karbon dibandingkan dengan nilai ekonomi lokal, serta ketiadaan peraturan turunan skala daerah dalam menyikapi mandat Perpres 110/2025 dan Permenhut 6/2026. Terbitnya kedua peraturan tersebut sejatinya memperluas peran pemerintah daerah dari yang semula hanya sekadar pelaksana menjadi perencana, pelaksana, dan pengevaluasi aksi mitigasi perubahan iklim. Hampir satu tahun sejak Perpres dan Permenhut tersebut terbit namun diindikasikan belum terdapat kajian untuk menurunkan berbagai mandat perdagangan karbon sektor kehutanan untuk daerah. Padahal, perdagangan karbon sektor kehutanan memiliki potensi sebagai sumber pendapatan daerah yang baru, membantu pengendalian alih fungsi lahan, serta sebagai cara baru untuk menyejahterakan masyarakatnya bagi daerah. Atas dasar tersebut, penelitian ini dimulai dari mengestimasi stok karbon dari biomassa setiap tutupan lahan dan menghitung valuasi ekonominya berdasarkan harga karbon terkini dari IDX Carbon untuk tahun 2010-2060 yang teridentifikasi terus mengalami penurunan, terutama untuk sektor kehutanan, akibat alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian. Lalu, secara kualitatif penelitian ini menjabarkan potensi dan kendala dari perdagangan karbon khususnya untuk penerapan skema kredit REDD+, ARR, dan IFM yang diindikasikan layak diterapkan di KPCB karena telah dipetakan bahwa terdapat potensi yang besar untuk diterapkan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Potensi dan kendala yang teridentifikasi bervariasi berdasarkan karakteristik skema kredit karbon. Hasil identifikasi tersebut menjembatani perumusan dasar skema insentif dan disinsentif untuk mendukung perdagangan karbon. Perumusan insentif dan disinsentifviii dikontekstualisasikan dengan Perpres 110/2025 dan Permenhut 6/2026 sebagai upaya menurunkan mandat kedua peraturan tersebut, meningkatkan minat daerah di KPCB untuk berdagang karbon, dan menekan alih fungsi hutan. Akhir kata, penelitian ini menyajikan berbagai dasar skema insentif dan disinsentif fiskal serta non fiskal yang dapat dieksplorasi lebih lanjut secara operasional, teknis, pembiayaan, dan kelembagaannya oleh pihak terkait untuk mengupayakan terwujudnya ekosistem perdagangan karbon di KPCB yang diharapkan juga dapat membantu mengatasi berbagai isu yang sedang dihadapi oleh KPCB.

2026
👤 Penulis: Muhamad Naufal Farnaaz
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN LANJUTAN TELESKOP RADIO BERBASIS SDR UNTUK PENGAMATAN GARIS HIDROGEN DAN HIDROKSIL DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Pengembangan astronomi multi-frekuensi di Institut Teknologi Bandung dan Observatorium Bosscha, khususnya di bidang astronomi radio sudah dimulai sejak tahun 2005. Berbagai teleskop radio telah dihadirkan untuk penelitian dan media edukasi mahasiswa. Salah satunya adalah teleskop berbasis SDR yang dikembangkan pertama kali pada tahun 2025 yang ditujukan untuk keperluan pendidikan mahasiswa. Tugas akhir ini membahas tentang konsep dan dokumentasi dalam pengembangan lanjutan purwarupa (prototype) teleskop radio berbasis Software Defined Radio (SDR) untuk pengamatan garis hidrogen netral (21 cm) dan garis OH (18 cm). Serangkaian percobaan konfigurasi instrumen dilakukan guna meningkatkan kualitas data dan performa instrumen dari teleskop ini. Hasil pengamatan kemudian dibandingkan dengan hasil dari purwarupa sebelumnya. Analisis yang dilakukan menunjukkan potensi dan batasan yang dimiliki teleskop radio ini sebagai instrumen penelitian di bidang astronomi radio.

2026
👤 Penulis: Nur'azizah Mutiaprima Zahra
🏷️ Astronomi Radio 🏷️ Software Defined Radio (Sdr) 🏷️ Pengamatan Garis Hidrogen Dan Hidroksil

PEMULIHAN BETA-KAROTEN DARI CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN ADSORBEN KARBON AKTIF BERBAHAN DASAR AMPAS KOPI

Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu sumber alami ?-karoten yang berperan sebagai prekursor vitamin A dan memiliki aktivitas antioksidan. Namun, sebagian besar ?-karoten hilang selama proses pemurnian minyak sawit sehingga diperlukan metode pemulihan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis aktivator, rasio adsorben:CPO, dan suhu terhadap efisiensi adsorpsi ?-karoten dari CPO, menentukan model isoterm dan kinetika adsorpsi, serta mengevaluasi proses desorpsi ?-karoten. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan variasi aktivator, rasio adsorben:CPO (1:3, 1:4, dan 1:5), serta suhu (40, 50, dan 60°C). Konsentrasi ?-karoten dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 446 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis aktivator, rasio adsorben:CPO, dan suhu berpengaruh signifikan terhadap efisiensi adsorpsi, sedangkan interaksi antarvariabel tidak berpengaruh signifikan. Kondisi operasi optimum diperoleh pada karbon aktif teraktivasi H?PO?, rasio adsorben:CPO 1:3, dan suhu 60°C dengan efisiensi adsorpsi sebesar 75,98%. Model isoterm yang paling sesuai adalah Freundlich (R² = 0,9500). Model kinetika adsorpsi mengikuti pseudo orde dua untuk karbon aktif teraktivasi H?PO? dan pseudo orde satu untuk karbon aktif teraktivasi NaOH. Proses desorpsi menggunakan heksana menghasilkan efisiensi desorpsi sebesar 31,6% pada karbon aktif H?PO? dan 29,6% pada karbon aktif NaOH, dengan overall recovery ?-karoten masing-masing sebesar 24,9% dan 22,2%

2026
👤 Penulis: Kenzie Rifanshah Muhartawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KOMPARATIF KINERJA EKONOMI DAN LINGKUNGAN VIRGIN POLYESTER DAN RECYCLED POLYESTER UNTUK MENDUKUNG TRANSISI DARI EKONOMI LINEAR MENUJU EKONOMI SIRKULAR PADA INDUSTRI POLYSTER INDONESIA

Poliester merupakan salah satu segmen penting dalam industri tekstil Indonesia dan terus mengikuti pola pendekatan ekonomi linier melalui virgin polyethylene terephthalate (vPET). Bahan baku berbasis fosil membentuk dasar produksi vPET, dan sistem produksi semacam itu menciptakan tingkat penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan air yang cukup besar. Pertimbangan keberlanjutan dan pendekatan ekonomi sirkular telah mendorong produksi polietilen tereftalat daur ulang (rPET). Namun, implikasi dari pergeseran dari ekonomi linier ke ekonomi sirkular belum dieksplorasi secara rinci untuk industri poliester. Hal ini dimaksudkan dalam penelitian ini untuk mengkaji dampak vPET terhadap lingkungan, meninjau keunggulan rPET secara komparatif, menganalisis implikasi transisi antara kedua sistem, dan mengeksplorasi kekuatan pendorong dan tantangan untuk transisi. Metode campuran dengan dominasi analisis kuantitatif komparatif digunakan untuk penelitian. Ada enam variabel, seperti volume produksi, pendapatan, laba operasional, konsumsi energi, emisi gas rumah kaca, dan konsumsi air, yang mengalami analisis regresi linier sederhana dan analisis PESTEL. Berdasarkan temuan tersebut, ada dampak lingkungan yang cukup besar yang diciptakan oleh vPET dan kinerja lingkungan rPET yang sangat baik, yang menunjukkan tingkat penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, dan konsumsi air yang rendah. Meskipun dominan secara ekonomi, produksi vPET menunjukkan prospek pertumbuhan yang terbatas sementara rPET terbukti kapasitas pertumbuhan yang lebih tinggi. Adapun analisis PESTLE, semua faktor kecuali ketersediaan bahan baku dan kurangnya infrastruktur daur ulang yang memadai tampak positif untuk transisi ke ekonomi sirkular. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa transisi menuju ekonomi sirkular adalah proses yang diperlukan secara strategis untuk industri daripada bermotivasi lingkungan. Namun demikian, dengan mempertimbangkan pentingnya dan kematangan poliester murni, diperlukan untuk melakukan transisi menuju ekonomi sirkular selangkah demi selangkah dengan bantuan strategi ekonomi hibrida. Akibatnya, masa depan industri poliester Indonesia bukanlah "Ekonomi Linier versus Ekonomi Sirkular", tetapi "Transisi Linear-ke-Sirkular".

2026
👤 Penulis: Richo Erwansyah Mauland
🏷️ Kecerdasan Buatan Dan Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Dan Lingkungan

ANALISIS DAN PROYEKSI KEWAJIBAN PENSIUN DOSEN PEGAWAI NEGERI SIPIL MENGGUNAKAN METODE PROJECTED UNIT CREDIT DENGAN PENDEKATAN FINAL SALARY DAN FINAL AVERAGE SALARY BERBASIS MODEL COX– INGERSOLL–ROSS

Program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) memerlukan estimasi kewajiban pensiun yang akurat sebagai dasar perencanaan pendanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memproyeksikan kewajiban pensiun dosen Pegawai Negeri Sipil pada suatu Perguruan Tinggi Negeri menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC) berdasarkan pendekatan Final Salary (FS) dan Final Average Salary (FAS) dengan model suku bunga Cox–Ingersoll–Ross (CIR). Penelitian menggunakan data 130 dosen PNS aktif dengan tanggal valuasi 1 Januari 2026. Parameter model CIR diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) dan disimulasikan menggunakan metode Monte Carlo untuk memperoleh proyeksi tingkat suku bunga sebagai dasar pembentukan faktor diskonto. Selanjutnya dilakukan simulasi perjalanan karier, proyeksi gaji, serta perhitungan manfaat pensiun, Present Value of Future Benefit (PVFB), Normal Cost (NC), dan Actuarial Liability (AL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CIR mampu merepresentasikan dinamika tingkat suku bunga dengan baik berdasarkan nilai MSE, RMSE, dan MAPE. Pendekatan Final Salary menghasilkan manfaat pensiun, PVFB, dan AL yang lebih besar dibandingkan Final Average Salary. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan asumsi gaji sebesar ±5% memberikan perubahan yang hampir sebanding terhadap PVFB dan AL. Dengan demikian, pemilihan basis penggajian berpengaruh terhadap estimasi kewajiban pensiun, sedangkan model CIR memberikan pendekatan yang realistis dalam pembentukan faktor diskonto.

2026
👤 Penulis: Christalia Tanbunan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Cox–Ingersoll–Ross (Cir) 🏷️ Manajemen Pensiun

PERANCANGAN SISTEM PENGHANTAR TURUN UNTUK PROTEKSI PETIR PADA TOWER TRANSMISI TEGANGAN TINGGI

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas petir tertinggi di dunia, dengan kerapatan sambaran mencapai 224 sambaran per kilometer persegi per tahun. Kondisi ini menyebabkan sambaran langsung pada menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV menjadi ancaman utama keandalan sistem transmisi, di mana data Unit Pelaksana Transmisi Tanjung Karang mencatat 42% gangguan transmisi disebabkan oleh sambaran petir yang berpotensi mengakibatkan backflashover (BFO). Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi arus pada struktur menara akibat sambaran langsung dan merancang pemasangan paralel down conductor sebagai solusi proteksi petir untuk mereduksi arus surja yang mengalir melalui struktur baja menara. Pemodelan dan simulasi dilakukan secara numerik menggunakan Metode Momen (MoM) melalui perangkat lunak dengan eksitasi gelombang arus petir fungsi Heidler berparameter 10/350 ?s pada menara tipe AA+0 setinggi 35,4 meter. Dua konfigurasi pemasangan down conductor dari material bare copper dianalisis, yaitu jalur tengah menara dan jalur tepi menara, dengan variasi radius konduktor dan resistansi pentanahan untuk menguji kestabilan performa masing-masing konfigurasi terhadap ketidakpastian parameter lapangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa down conductor, arus surja sebesar 37.750,7 A mengalir sepenuhnya melalui struktur baja menara. Pemasangan down conductor jalur tengah menghasilkan penurunan arus pada struktur menara sebesar 8% secara konsisten pada seluruh variasi parameter, menunjukkan karakteristik yang stabil namun kurang responsif terhadap penambahan radius. Sementara itu, konfigurasi jalur tepi menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap radius konduktor dengan penurunan mencapai 16% pada radius 2 cm, akibat penguatan kopling induktif mutual antara konduktor tembaga dan kaki baja menara yang letaknya berdekatan. Konfigurasi jalur tepi dengan radius memadai terbukti paling efektif berkat kombinasi penurunan impedansi surja dan penguatan kopling induktif tersebut, sehingga direkomendasikan sebagai konfigurasi optimal untuk sistem proteksi petir pada menara transmisi 150 kV di lingkungan petir tropis Indonesia.

2026
👤 Penulis: Irfansyah Abiyu Tamir
🏷️ Elektronika Dan Komputer 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN TUTUPAN LAHAN BERBASIS SKENARIO KEBIJAKAN SPASIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI LIMPASAN PERMUKAAN DI KOTA SEMARANG

Urbanisasi di Kota Semarang mendorong perubahan tutupan lahan yang meningkatkan potensi limpasan permukaan dan risiko banjir pluvial. Meskipun RTRW berperan mengarahkan perubahan tersebut, implikasi berbagai skenario kebijakan terhadap kondisi hidrologi wilayah belum banyak dievaluasi. Penelitian ini bertujuan memodelkan perubahan tutupan lahan berbasis skenario kebijakan serta mengevaluasi implikasinya terhadap potensi limpasan permukaan di Kota Semarang. Tiga skenario yang dianalisis meliputi Business-as-Usual (S1), RTRW Compliant (S2), dan Active Resilience (S3). Penelitian menggunakan data citra Landsat-8 dan Sentinel-2, data curah hujan CHIRPS, peta Hydrologic Soil Group (HSG), serta variabel pendorong perubahan tutupan lahan lainnya. Analisis dilakukan melalui klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest, pemodelan proyeksi menggunakan metode Cellular Automata–Markov (CA-Markov), serta estimasi limpasan permukaan menggunakan model InVEST Urban Flood Risk Mitigation (UFRM) berbasis metode Soil Conservation Service– Curve Number (SCS-CN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2015–2025 luas lahan terbangun meningkat sebesar 2.625,84 ha (7,11%), sedangkan vegetasi non-pertanian berkurang sebesar 3.281,70 ha (8,89%). Proyeksi tahun 2030 menunjukkan bahwa S1 menghasilkan ekspansi lahan terbangun terbesar, S2 mampu mengendalikan perkembangan kawasan sesuai arahan RTRW dengan mengurangi lahan terbangun sebesar 1.104,04 ha dibandingkan S1, sedangkan S3 menghasilkan tutupan vegetasi non-pertanian tertinggi sebesar 14.579,80 ha, meningkat 614,62 ha dibandingkan kondisi tahun 2025. Evaluasi hidrologi menunjukkan bahwa S3 menghasilkan volume limpasan permukaan terendah dengan penurunan sebesar 1,86% dibandingkan S1. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kebijakan tata ruang dan peningkatan tutupan vegetasi lebih efektif dibandingkan pembatasan spasial semata, serta dapat menjadi masukan dalam evaluasi RTRW Kota Semarang menuju pembangunan yang lebih adaptif terhadap risiko hidrologi.

2026
👤 Penulis: Fahreza Nurkartika Hapsari
🏷️ Urbanisasi 🏷️ Analisis Potensi Limpasan Permukaan 🏷️ Kebijakan Tata Ruang

PEMANFAATAN BULU DOMBA SEBAGAI FASHION ACCESSORIES BERTEMA DEMON SLAYER: KIMETSU NO YAIBA

Pemanfaatan hasil peternakan di Indonesia masih belum dilakukan secara optimal, khususnya pada bulu domba yang cenderung memiliki nilai guna dan nilai jual rendah. Bulu domba lokal, seperti domba Wonosobo dan domba Batur, umumnya hanya dimanfaatkan secara terbatas, bahkan seringkali dibuang, meskipun memiliki karakteristik material yang berpotensi untuk dikembangkan. Di sisi lain, perkembangan industri fashion menunjukkan meningkatnya minat terhadap accessory sebagai medium ekspresi identitas dan tren budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi bulu domba lokal sebagai material utama dalam perancangan fashion accessories dengan mengangkat tema Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, yang pada tahun 2025 ini sedang mencapai titik tertinggi popularitasnya dikalangan masyarakat dunia, karena kekuatan karakter visual dan naratifnya yang mampu menarik minat generasi dewasa muda. Penelitian ini dilakukan dengan metode yang bersifat kualitatif dengan pendekatan eksploratif, yang meliputi studi literatur, observasi lapangan di peternakan domba, eksplorasi karakter visual, serta eksperimen material dan teknik, dengan teknik utama yang digunakan yaitu teknik felt dan sulam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bulu domba lokal memiliki potensi estetika dan fungsional yang signifikan apabila diolah dengan teknik yang tepat. Aplikasi karakter dan visual karakter dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba mampu diterjemahkan ke dalam bentuk fashion accessories yang memiliki identitas kuat, bernilai artistik, serta relevan dengan tren kontemporer. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemanfaatan material lokal, meningkatkan apresiasi terhadap produk kriya tekstil Indonesia, serta membuka peluang eksplorasi lanjutan pada perancangan fashion accessories berbasis budaya populer.

2026
👤 Penulis: Andrea Reyna Fabian
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMETAAN KOTA RAMAH ANAK: PENGEMBANGAN INDEKS AKSESIBILITAS SPASIAL BERBASIS TRANSPORTASI INKLUSIF DI KOTA BANDUNG

Pembangunan kota yang inklusif menempatkan aksesibilitas sebagai salah satu indikator utama dalam menjamin kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk mengakses berbagai aktivitas perkotaan. Anak merupakan kelompok rentan yang memiliki kebutuhan aksesibilitas khusus karena keterbatasan kemampuan fisik dan kognitif serta tingginya ketergantungan terhadap kualitas lingkungan perjalanan. Meskipun Kota Bandung telah berkomitmen mewujudkan Kota Layak Anak, hingga saat ini belum tersedia kajian yang mampu mengevaluasi aksesibilitas ramah anak secara komprehensif melalui integrasi berbagai dimensi aksesibilitas dalam satu kerangka analisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memetakan tingkat aksesibilitas ramah anak di Kota Bandung melalui pengembangan Composite Accessibility Index (CAI) berbasis analisis spasial sebagai dasar penyusunan rekomendasi peningkatan aksesibilitas dalam mendukung transportasi inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methode (kuantitatif-spasial dan kualitatif-observasional) dengan unit analisis berupa grid berukuran 250 × 250 meter yang mencakup seluruh wilayah Kota Bandung. Penyusunan CAI dilakukan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan mengintegrasikan tiga dimensi utama, yaitu Usefulness, Connectivity, dan Safety. Selanjutnya dilakukan analisis spasial untuk memetakan tingkat aksesibilitas, analisis bivariate antara nilai indeks dan distribusi populasi anak untuk mengidentifikasi Priority Accessibility Area, serta triangulasi observasi sebagai validasi hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas ramah anak di Kota Bandung masih didominasi oleh kategori rendah hingga sedang (84,41%), serta mengidentifikasi tiga tipologi Priority Accessibility Area dengan karakteristik permasalahan dan kebutuhan intervensi yang berbeda meskipun memiliki tingkat aksesibilitas yang sama-sama rendah. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi peningkatan aksesibilitas dengan cara penguatan pelayanan dasar, penguatan konektivitas, dan pemeliharaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan prioritas. Penelitian ini menunjukkan bahwa Composite Accessibility Index berbasis analisis spasial mampu memberikan framework yang komprehensif mengenai kondisi aksesibilitas ramah anak dan dapat menjadi instrumen pendukung dalam penyusunan kebijakan transportasi inklusif serta pengembangan Kota Layak Anak di Kota Bandung.

2026
👤 Penulis: Muhammad Moza Althoriq Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN RUANG WAKTU GSTAR HIBRIDA BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM

Data spasio-temporal memiliki dua bentuk ketergantungan sekaligus, yaitu ketergantungan spasial akibat kedekatan geografis antarlokasi dan ketergantungan temporal akibat pengaruh nilai pada periode sebelumnya. Keterbatasan model Generalized Space-Time Autoregressive (GSTAR) dalam menangkap pola kompleks mendorong pengembangan model hibrida dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model hibrida GSTAR–ConvLSTM dan GSTAR–GCN-LSTM menggunakan pendekatan sekuensial, yaitu komponen pembelajaran mendalam berperan sebagai koreksi terhadap residual GSTAR. Implementasi dilakukan pada data kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang, data curah hujan di Kabupaten Ciamis, dan data polusi udara PM2.5 di Pulau Jawa pada data latih dan data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GSTAR–ConvLSTM unggul pada data latih, namun kurang stabil pada data uji akibat kecenderungan penyesuaian berlebih. Sebaliknya, model GSTAR–GCN-LSTM menunjukkan kemampuan generalisasi yang lebih baik sehingga dipilih sebagai model terbaik. Secara umum, kinerja model hibrida dipengaruhi oleh keterbatasan banyak observasi dan transformasi data yang berpotensi mengurangi informasi penting bagi komponen pembelajaran mendalam. Pada kondisi data observasi yang sedikit, model konvensional GSTAR cenderung lebih optimal. Sebaliknya, semakin banyak data observasi yang tersedia, model hibrida menunjukkan kinerja yang semakin optimal.

2026
👤 Penulis: Eric Putra Maedha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Spasial-Temporal 🏷️ Model Geostatistis

ANALISIS HIDRAULIKA-SEDIMEN DALAM DESAIN STABILISASI LATERAL SUNGAI CIRASEA

Erosi tebing dan migrasi alur sebagai bagian dari proses morfodinamika lateral sungai menjadi ancaman serius bagi infrastruktur di sepanjang Sungai Cirasea, sebagaimana ditunjukkan oleh banyaknya kejadian keruntuhan lereng yang bahkan turut merusak struktur pengaman tebing eksisting. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan stabilisasi sungai yang telah dibangun sebelumnya masih bersifat reaktif dan belum didasarkan pada pemahaman spesifik terhadap karakteristik hidraulika Sungai Cirasea. Tugas Akhir ini disusun untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui tiga tujuan utama, yaitu menganalisis pengaruh karakteristik hidraulika aliran terhadap mekanisme ketidakstabilan alur, mengidentifikasi zona kritis pada ruas Sungai Cirasea, serta merumuskan rancangan stabilisasi lateral yang sesuai dengan kondisi morfologi sungai. Pendekatan analisis hidraulika-sedimen dilakukan melalui pemodelan hidraulika menggunakan HEC-RAS untuk mengevaluasi profil muka air, distribusi kecepatan, dan tegangan geser aliran sebagai parameter pengendali proses erosi dan dinamika sedimen. Karakteristik hidraulika tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan analisis erosi kaki tebing dan stabilitas lereng menggunakan Bank Stability and Toe Erosion Model (BSTEM) serta verifikasi analitik melalui metode Bishop Simplified sehingga mekanisme keruntuhan tebing dapat dipahami secara lebih komprehensif. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, dirumuskan sebuah rancangan stabilisasi tebing yang mengintegrasikan penggunaan struktur gabion dengan pelindung kaki (toe protection) berupa batuan riprap, sehingga mampu mempertahankan stabilitas lateral tebing sekaligus memberikan perlindungan terhadap potensi gerusan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rancangan tersebut memenuhi persyaratan stabilitas hidraulik dan geoteknik sehingga layak diterapkan sebagai alternatif penanganan pada lokasi tinjauan.

2026
👤 Penulis: Avif Alkhair Sa'ady
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Erosi
Halaman 52 dari 6754
💬