📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenTUGUREJO MANGROVE ECO-HUB: PUSAT PENELITIAN, EDUKASI, DAN PERLINDUNGAN EKOSISTEM MANGROVE
Indonesia sebagai kawasan ekosistem mangrove terbesar di dunia memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan biosfer global. Selain skala global, ekosistem mangrove juga memiliiki peran tersendiri untuk wilayahnya, salah satunya di Kota Semarang. Ekosistem mangrove Tugurejo merupakan bagian dari kawasan mangrove terluas di Kota Semarang yang berperan penting bagi stabilitas pesisir Kota Semarang. Meski berperan penting, keberadaannya masih sering dikorbankan untuk kepentingan ekspansi industri, yang berdampak pada penurunan signifikan ekosistem mangrove. Kondisi ini juga menimbulkan konflik pemanfaatan ruang, dimana masyarakat lokal memiliki keterikatan secara historis, ekologis serta ekonomis terhadap ekosistem mangrove. Intervensi arsitektur diperlukan untuk mengakomodasi posisi sebagai kawasan lindung mangrove dari ekspansi industri serta sebagai wadah pemberdayaan kolaboratif. Perancangan Tugurejo Mangrove Eco-Hub sebagai design catalyst, bertujuan untuk merancang sebuah fasilitas yang memicu perubahan, perlindungan dan percepatan proses regenerasi dalam lingkungan. Mengintegrasikan fungsi penelitian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai pemicu perubahan. Menggunakan pendekatan regeneratif dan resiliensi yang berupaya membangun kemitraan aktif antara objek arsitektur dengan ekosistem untuk meningkatkan kapasitas lingkungan secara progresif. Metode perancangan mencakup analisis tapak secara menyeluruh, kajian literatur, dan studi preseden terkait fungsi, lokasi perancangan, dan konstruksi lahan basah. Perancangan dirumuskan dengan gubahan massa yang menyebar dalam kawasan perancangan dengan sistem panggung atau elevated untuk mengurangi dampak fisik ke lingkungan lahan basah. Secara teknis menyediakan zona untuk ruang pulih dan berkembang keseluruhan ekosistem mangrove, serta akselerator peningkatan kerapatan mangrove. Struktur baja dan beton prefabrikasi dipilih untuk meminimalisasi konstruksi, sekaligus rekayasa pada struktur yang memungkinkan berperan sebagai sediment capture dan nursery habitat. Untuk meningkatkan resiliensi, fasilitas juga berperan dalam mewujudkan konektivitas dan kolaborasi melalui transfer pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan begitu mampu meningkatkan ethical interdependence antara manusia dan lingkungan untuk saling menjaga, melestarikan, dan melindungi.
IDENTIFIKASI HUBUNGAN KEBERADAAN BLUE-GREEN INFRASTRUCTURE TERHADAP INTENSITAS FENOMENA URBAN HEAT ISLAND DI KOTA BANDUNG
Urbanisasi yang tinggi di Kota Bandung mengakibatkan perubahan fungsi ruang dan lingkungan fisik kota karena meningkatnya lahan tertutup. Tutupan lahan perkotaan dapat menyerap radiasi yang tinggi yang berdampak terhadap peningkatan suhu permukaan, yang dapat menimbulkan fenomena Urban Heat Island (UHI). Sebagai upaya mitigasi efek UHI, Blue-Green Infratsructure dinilai memiliki efek pendinginan terhadap iklim mikro perkotaan, namun hubungan keduanya belum banyak dieksplorasi untuk kasus Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan peran BGI terhadap fenomena UHI yang terjadi di Kota Bandung. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Analisis Land Surface Temperature (LST) dilakukan dengan menggunakan citra Landsat dengan metode Single Channel Algorithm. Pemetaan terhadap LST dilakukan untuk mendapatkan intensitas UHI dengan klasifikasi Urban Thermal Variance Field Index (UTFVI). Untuk identifikasi BGI dilakuakn dengan menggunakan citra Sentinel-2 dengan metode supervised classification. Terakhir, hubungan antara keberadaan BGI dengan intenitas UHI dianalisis dmelalui korelasi pearson, analisis regresi linear, dan Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil pemetaan LST menunjukan perubahan rata-rata suhu permukaan sebesar 4,18ºC dalam 20 tahun terakhir (2005-2025) dengan tahun 2025 suhu permukaan mencapai 29,44°C dan diprediksi akan meningkat 1-2°C pada tahun 2035. Intensitas UHI diidentifikasi dengan menggunakan UTFVI, didapatkan sebanyak 82 kelurahan di Kota Bandung mengalami intensitas UHI tinggi atau klasifikasi UTFVI ‘strongest’. Kota Bandung memiliki luas BGI sebesar 4.616,18 hektar (28%). Hasil analisis hubungan menunjukan korelasi yang kuat dengan hubungan negatif antara keberadaan BGI dengan UHI dan LST. Selain itu, hasil regresi linear menunjukan hubungan negatif yang diberikan oleh proporsi BGI terhadap UTFVI dan UHI dengan R² 76%. Terakhir, hasil GWR menunjukan Local R² dan koefisien yang berbeda-beda tiap kelurahan dengan sifat hubungan negatif.
PREDIKSI TINGGI GENANGAN BANJIR BERBASIS DATA SATELIT DAN MACHINE LEARNING DI SUNGAI CILIWUNG, DKI JAKARTA
Pemodelan banjir penting untuk mengidentifikasi wilayah terdampak dan mendukung sistem peringatan dini dalam menentukan prioritas mitigasi. Namun, pemodelan berakurasi tinggi membutuhkan waktu komputasi besar, sedangkan curah hujan observasi berbasis titik memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan distribusi spasial hujan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang memanfaatkan data dengan cakupan spasial lebih luas dan mampu menghasilkan prediksi genangan secara cepat. Penelitian ini mengevaluasi data curah hujan satelit GSMaP Hourly Gauge V7 sebagai alternatif curah hujan observasi serta mengembangkan model machine learning menggunakan Random Forest dan Long Short-Term Memory (LSTM) neural network untuk memprediksi tinggi genangan dan mengklasifikasikan kejadian banjir di Sungai Ciliwung, DKI Jakarta. Model dilatih menggunakan 49 kejadian banjir hasil simulasi model hidraulik dua dimensi dan diuji serta divalidasi dengan 12 kejadian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi antara curah hujan satelit dan observasi meningkat dari 39,79% sebelum koreksi menjadi 42,31% setelah koreksi. Peningkatan sedang ini menunjukkan bahwa koreksi bias mengurangi perbedaan distribusi, meskipun tetap dipengaruhi oleh representasi spasial, kualitas data observasi, dan kondisi klimatologi lokal. Dalam pemodelan machine learning, Random Forest menghasilkan F1-score sebesar 88,19% dan KGE sebesar 87,43%, sedangkan LSTM menghasilkan F1-score sebesar 90,36% dan KGE sebesar 96,85%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi data satelit, pemodelan hidraulik dua dimensi, dan machine learning berbasis LSTM berpotensi mendukung sistem peringatan dini banjir melalui prediksi genangan yang lebih cepat. Pengembangan selanjutnya dapat mengintegrasikan data banjir pluvial dan produk curah hujan satelit near real-time untuk meningkatkan efektivitas model machine learning.
PERANCANGAN PEMANFAATAN ENERGY STORAGE SYSTEM (ESS) DI SISTEM KETENAGALISTRIKAN INDONESIA DENGAN STUDI KASUS SISTEM INTERKONEKSI SULAWESI UTARA - GORONTALO
Peningkatan penetrasi pembangkit energi terbarukan variabel, pertumbuhan beban, serta perbedaan karakteristik antarsistem meningkatkan kebutuhan fleksibilitas pada sistem ketenagalistrikan Indonesia. Energy Storage System (ESS) dapat menyediakan berbagai fungsi penunjang, seperti frequency regulation and reserves, peak shaving, congestion management, VRE firming and support, peningkatan kualitas daya, dan blackstarter. Tugas akhir ini bertujuan menentukan fungsi ESS prioritas dan teknologi yang paling sesuai, dengan fokus pada Sistem Sulawesi Utara–Gorontalo. Penentuan prioritas dilakukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berdasarkan data teknis sistem dan penilaian lima responden, dengan empat alternatif teknologi berupa supercapacitor, BESS lithium-ion, pumped hydro energy storage, dan hydrogen energy storage system. Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi prioritas pada Sistem Sulawesi Utara–Gorontalo adalah frequency regulation and reserves serta VRE firming and support, sedangkan BESS lithium-ion menjadi teknologi terbaik dengan nilai akhir 94,62%. Simulasi DIgSILENT PowerFactory menunjukkan bahwa pemasangan BESS meningkatkan frekuensi nadir dari 47,99 Hz menjadi 49,61 Hz dan Indeks Kekakuan Sistem dari 31,34 MW/Hz menjadi 161,54 MW/Hz. Selain itu, penggunaan BESS sebagai ramp limiter menurunkan ramp rate maksimum dari 1,38 pu/jam menjadi sekitar 0,20 pu/jam atau sebesar 85,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa BESS lithium-ion efektif meningkatkan kestabilan frekuensi, meredam fluktuasi PLTS, dan meningkatkan fleksibilitas operasi sistem.
STRATEGI PERANCANGAN LANSKAP REGENERATIF BAGI RUMAH SUSUN MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH: STUDI KASUS RUMAH SUSUN RANCACILI, BANDUNG
Pembangunan rumah susun merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan. Namun demikian, perancangan lanskap pada kawasan rumah susun umumnya masih berorientasi pada penyediaan ruang terbuka sebagai elemen pelengkap bangunan sehingga belum mampu mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, dan pengelolaan sumber daya secara optimal. Di sisi lain, meningkatnya tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan berbagai permasalahan lingkungan perkotaan menuntut pendekatan perancangan yang tidak hanya mempertahankan kondisi lingkungan, tetapi juga mampu memulihkan dan memperkuat sistem sosial-ekologis. Pendekatan lanskap regeneratif menawarkan paradigma tersebut dengan memandang lanskap sebagai suatu sistem hidup yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi perancangan lanskap regeneratif yang dapat diterapkan pada kawasan rumah susun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan studi kasus Rumah Susun Rancacili, Kota Bandung. Penelitian diawali dengan kajian teori dan studi preseden, dilanjutkan observasi lapangan, Survey Pendahuluan, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali kebutuhan, permasalahan, dan potensi pengembangan lanskap berdasarkan perspektif penghuni. Hasil sintesis temuan penelitian selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan strategi perancangan yang disempurnakan melalui masukan dari ahli arsitektur lanskap sehingga strategi yang dihasilkan mempertimbangkan kebutuhan penghuni sekaligus aspek konseptual dan penerapannya dalam praktik perancangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksploratif-deskriptif yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Kondisi eksisting kawasan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tapak yang mengacu pada LaGro (2013), sedangkan data Survey Pendahuluan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data hasil FGD dianalisis menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu Open Coding dan Semantic Analysis berbantuan perangkat lunak JMP melalui fitur Text Explorer. Open Coding digunakan untuk mengidentifikasi tema berdasarkan interpretasi terhadap makna setiap pernyataan peserta, sedangkan Semantic Analysis digunakan untuk mengidentifikasi tema dominan berdasarkan frekuensi kemunculan kata (top terms), hubungan antarkata, dan pembentukan klaster. Hasil kedua pendekatan tersebut kemudian diintegrasikan dan disintesis untuk menghasilkan tema-tema utama yang menjadi dasar dalam perumusan strategi perancangan lanskap regeneratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap Rumah Susun Rancacili masih menghadapi berbagai permasalahan ekologis, sosial, dan fungsional, seperti pengelolaan sampah yang belum optimal, keterbatasan ruang komunal, rendahnya kualitas sistem pengelolaan air, belum optimalnya pemanfaatan ruang produktif, serta perlunya peningkatan aspek keamanan dan kenyamanan ruang luar. Integrasi hasil Open Coding dan Semantic Analysis menghasilkan lima tema utama yang merepresentasikan kebutuhan lanskap penghuni, yaitu (1) lanskap sebagai sistem pengelolaan sampah, (2) lanskap produktif berbasis partisipasi, (3) lanskap sebagai ruang sosial dan aktivitas komunal, (4) lanskap sebagai sistem pengelolaan air kawasan, dan (5) lanskap sebagai ruang yang aman dan tangguh. Kelima tema tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam perumusan strategi perancangan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip lanskap regeneratif, hasil studi preseden, referensi dan standar perancangan, serta masukan dari ahli arsitektur lanskap. Strategi yang dihasilkan disusun secara sistematis ke dalam isu, tujuan, kriteria, indikator, dan strategi perancangan, serta dilengkapi dengan landscape notes yang mencakup diagram konsep dan referensi vegetasi sebagai pedoman konseptual penerapannya pada kawasan rumah susun. Strategi tersebut selanjutnya divisualisasikan melalui simulasi masterplan konseptual pada kawasan Rumah Susun Rancacili. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan arsitektur lanskap melalui perumusan strategi perancangan lanskap regeneratif yang disusun secara sistematis berdasarkan hasil sintesis temuan penelitian dari Focus Group Discussion (FGD), yang didukung oleh hasil analisis tapak dan survey pendahuluan sebagai informasi kontekstual kawasan. Selain menghasilkan strategi perancangan, penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi antara Open Coding dan Semantic Analysis dapat digunakan sebagai pendekatan yang saling melengkapi dalam mengidentifikasi kebutuhan lanskap berdasarkan perspektif pengguna. Integrasi kedua pendekatan menghasilkan dasar yang lebih komprehensif bagi penyusunan strategi perancangan lanskap regeneratif. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi perancang, pengelola, akademisi, maupun pemerintah dalam mengembangkan lanskap rumah susun yang lebih adaptif, partisipatif, produktif, berdaya pulih, serta mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup penghuni.
PREDIKSI HARGA BITCOIN: PENDEKATAN LSTM YANG MENGINTEGRASIKAN INDIKATOR TEKNIS DAN VARIABEL MAKROEKONOMI
Perkembangan pasar cryptocurrency dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat pesat. Bitcoin masih menjadi aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, yaitu lebih dari USD 1,7 triliun, serta menguasai lebih dari 57% total kapitalisasi pasar cryptocurrency. Namun, tingginya tingkat volatilitas Bitcoin yang secara historis mencapai rata-rata sekitar 80% per tahun menyebabkan pergerakan harga yang sulit diprediksi dan meningkatkan risiko dalam proses pengambilan keputusan investasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, studi ini mengembangkan model Long Short Term Memory (LSTM) guna memprediksi harga penutupan Bitcoin pada hari berikutnya dalam timeframe harian. Model dibangun dengan memanfaatkan kombinasi indikator teknikal dan variabel makroekonomi yang diperoleh secara terintegrasi melalui TradingView Premium. Kajian terhadap penelitian terdahulu menunjukkan adanya beberapa celah penelitian yang masih perlu dieksplorasi. Pertama, sebagian besar model prediksi harga berbasis machine learning belum disertai mekanisme deployment yang mudah digunakan oleh pelaku pasar. Kedua, pemanfaatan faktor makroekonomi dalam pemodelan harga cryptocurrency masih relatif terbatas. Ketiga, dokumentasi proses pengembangan model yang memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) belum banyak dibahas dalam literatur. Keempat, perbandingan kinerja model terhadap berbagai metode benchmark sering kali dilakukan secara terbatas sehingga menyulitkan evaluasi yang komprehensif. Seluruh variabel penelitian diperoleh dari satu platform yang sama, yaitu TradingView Premium, guna menjaga konsistensi sumber data. Variabel yang digunakan mencakup data Open, High, Low, Close, dan Volume (OHLCV) Bitcoin, sejumlah indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI), Moving Average Convergence Divergence (MACD), Bollinger Bands, dan Average Directional Index (ADX), serta indikator makroekonomi yang meliputi imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (U.S. Treasury Yield), U.S. Dollar Index (DXY), indeks S&P 500, Nasdaq-100, dan Volatility Index (VIX). Data historis yang digunakan mencakup periode tahun 2017 hingga 2025. Data tersebut dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu data pelatihan untuk periode 2017 2023, data validasi tahun 2024, dan data pengujian tahun 2025. Model LSTM dirancang menggunakan tiga lapisan tersembunyi dengan 128, 64, dan 32 unit, serta dilengkapi mekanisme dropout untuk mengurangi risiko overfitting. Selain itu, jendela pengamatan (lookback window) selama 60 hari diterapkan agar model mampu menangkap pola pergerakan harga dalam berbagai horizon waktu. Kinerja model dievaluasi melalui perbandingan dengan beberapa metode yang umum digunakan, yaitu ARIMA, TradingView Technical Ratings, dan strategi Simple Moving Average Crossover. Pengukuran dilakukan menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), serta tingkat ketepatan dalam memprediksi arah pergerakan harga (directional accuracy). Sebagai luaran praktis, hasil penelitian diimplementasikan dalam bentuk indikator Pine Script yang dapat digunakan langsung pada platform TradingView. Implementasi tersebut memungkinkan pengguna untuk memperoleh hasil prediksi berbasis machine learning tanpa perlu membangun model secara mandiri. Dari sisi akademis, studi ini memberikan kontribusi melalui penggabungan indikator teknikal dan faktor makroekonomi dalam pemodelan harga Bitcoin. Dari sisi praktis, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih mudah diakses oleh trader maupun investor ritel yang ingin memanfaatkan teknologi machine learning dalam proses pengambilan keputusan investasi.
PEMBUATAN MODEL NUMERIK BERBASIS FINITE DIFFERENCE METHOD (FDM) UNTUK ANALISIS REMBESAN LATERAL DI TANAH YANG RETAK
Penelitian ini mengembangkan model numerik mandiri berbasis Finite Difference Method (FDM) untuk mensimulasikan rembesan lateral transien pada retakan clayshale dengan mengintegrasikan parameter dinamis konduktivitas hidraulik tak jenuh (????????) dan kompresibilitas (Multi-????????). Pengujian fisik infiltrasi selama 255 menit pada compacted crushed clayshale asal Cisomang digunakan sebagai acuan empiris mutlak (ground truth). Model FDM 2D dibangun menggunakan skema implisit penuh dan Lookup Table untuk pembaruan parameter secara seketika (real-time). Hasil validasi Root Mean Square Error (RMSE) menunjukkan bahwa penggunaan parameter tak jenuh (????????) berhasil mereplikasi mekanisme hambatan aliran (flow retardation) secara logis dengan RMSE sebesar 5,02%, menekan galat secara drastis dari asumsi aliran jenuh yang mencapai 9,73%. Kesamaan hasil luaran juga membuktikan bahwa pada durasi 4 jam pertama, variabel tahanan hidraulik mendominasi proses infiltrasi dibandingkan dengan respons kembang-susut matriks tanah. Analisis komparatif mengukuhkan bahwa algoritma FDM mandiri ini lebih superior dan presisi (RMSE 5,02%) dibandingkan perangkat lunak komersial GeoStudio SEEP/W (RMSE 7,31%), dengan tingkat stabilitas spasio-temporal yang sangat tinggi tanpa mengalami osilasi numerik.
PENGEMBANGAN MODEL MACHINE LEARNING UNTUK APLIKASI DETEKSI FERTILITAS TELUR SECARA REAL TIME
Deteksi fertilitas telur pada peternakan umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan metode candling yang membutuhkan waktu relatif lama, tenaga kerja banyak, serta bergantung pada operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi fertilitas telur ayam berbasis deep learning menggunakan algoritma YOLO untuk mengidentifikasi telur secara otomatis, real-time, dengan kapasitas multi-telur. Perangkat keras yang digunakan meliputi Raspberry Pi 4, kamera Arducam IMX477, sistem pencahayaan LED, serta aplikasi dasbor untuk proses inferensi dan pengaturan kamera. Tahapan penelitian diawali dengan perbandingan performa model YOLOv11n dan YOLOv12n pada beberapa variasi epoch, dilanjutkan studi pengaruh praproses serta augmentasi dataset. Model terbaik diimplementasikan pada sistem dasbor untuk pengujian optimasi parameter kamera (brightness, contrast, sharpness–saturation). Evaluasi dilakukan menggunakan metrik precision, recall, mAP@0.5, dan F1-score. Hasil menunjukkan model YOLOv12n dengan 100 epoch dan penerapan data preparation memberikan performa terbaik dengan nilai precision 0.983, recall 0.996, dan mAP@0.5 0.995. Selain itu, optimasi parameter kamera pada kombinasi contrast 1.4, brightness -0.40 dan sharpness–saturation 1.0 menghasilkan nilai F1-score sebesar 1.00 (100%). Implementasi sistem berhasil mendeteksi 36 telur dalam satu frame secara otomatis dengan hasil klasifikasi yang sesuai dengan kondisi fertilitas sebenarnya. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif proses candling manual yang lebih cepat, konsisten, dan efisien pada peternakan unggas.
ANALISIS STABILITAS LERENG UNTUK SKALA REGIONAL STUDI KASUS SIKLON TROPIS SENYAR NOVEMBER 2025
Akhir bulan November 2025, Siklon Tropis Senyar menimpa sebagian wilayah di Suamtera dan Aceh menyebabkan kerugian yang masif baik dari aspek korban jiwa maupun aspek material. Kerugian tersebut salah satunya disebabkan oleh longsor dangkal yang diinduksi oleh hujan lebat yang menimpa. Adanya kejadian ini memunculkan urgensi untuk memetakan bahaya longsor dengan pendekatan yang lebih kuantitatif berdasarkan model berbasis fisik. Beberapa studi terdahulu telah mengembangkan model berbasis fisik untuk keperluan penilaian bahaya longsor dengan memanfaatkan teori lereng tak hingga, di antaranya TAG_FLOW dan SLIDE. Penelitian ini membandingkan akurasi prediksi distribusi spasial longsor pada TAG_FLOW dan SLIDE yang memiliki perbedaan fundamental pada pemanfaatan kuat geser tambahan dari lapisan tak jenuh dan mekanisme kenaikan muka air tanah. Penelitian dilakukan melalui studi parametrik komparatif dengan memvariasikan beberapa parameter kunci, seperti kohesi, sudut geser dalam, derajat kejenuhan awal, dan ketebalan tanah maksimum tanah. Komparasi model dilakukan melalui analisis titik dana analisis spasial. Pada analisis titik, perubahan nilai faktor keamanan dan muka air tanah dipelajari untuk memahami perilaku model dan mekanismenya. Selanjutnya, analisis spasial dilakukan untuk mengetahui akurasi prediksi model melalui metrik Success Rate (SR) dan Modified Success Rate (MSR). Selain itu, penelitian ini juga mencoba menyelesaikan permasalahan kelangkaan data melalui proses analisis balik dengan menggunakan kerangka Bayesian yang diselesaikan dengan metode Rantai Markov Monte Carlo. Analisis balik dilakukan dengan dasar bahwa lereng yang mengalami kegagalan memiliki faktor keamanan bernilai satu. Penelitian ini juga mengajuukan metode analisis balik pada titik nonlongsor dengan menggunakan fungsi distribusi kumulatif dalam perhitungan rantai Markov dengan kondisi lereng non-longsor memiliki faktor keamanan lebih dari satu. Studi parametrik menunjukkan SLIDE selalu menghasilkan analisis dengan faktor keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan TAG_FLOW. Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan kuat geser yang signifikan dalam bentuk kohesi semu. Selain itu, model hidrologis pada SLIDE selalu menghasilkan fraksi tebal lapisan jenuh air lebih rendah dibanding TAG_FLOW yang mengimplikasikan tingginya nilai FS. Analisis balik yaang diajukan dalam penelitian ini terbukti mampu menghasilkan parameter spasial yang lebih representatif terhadap kondisi kelongsoran. Hal ini juga dibuktikan dengan kecocokan secara kualitatif antara pencatatan longsor SERTIT dan prediksi model. Secara kuantitatif, penerapan parameter posterior pada model TAG_FLOW meningkatkan nilai SR dari 0,207 menjadi 0,320 dan MSR dari 0,544 dan 0,655 dibandingkan dengan parameter seragam awal. Evaluasi lebih lanjut melalui kurva ROC menghasilkan AUC sebesar 0,926, dengan titik optimum pada Indeks Youden pada FS = 1,16 (TPR = 82,6% ; FPR = 13,8%), menunjukkan model mampu membedakan titik longsor dan non-longsor dengan sangat baik. Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena menghasilkan parameter yang tidak unik. Hal ini disebabkan oleh kalibrasi terpisah pada model TAG_FLOW dan SLIDE menghasilkan dua himpunan parameter kuat geser posterior yang berbeda, dengan model SLIDE cenderung menekan nilai kohesi dan sudut geser dalam lebih rendah untuk mengompensasi kontribusi kohesi semu, tetapi keduanya menghasilkan peta probabilitas kegagalan yang serupa tanpa dapat divalidasi terhadap data uji tanah independen. Penerapan model terkalibrasi pada area ril Tapanuli Tengah (30, 2km2) menghasilkan peta probabilitas kegagalan secara statistik konsisten dengan pola kelongsoran aktual. Nilai probabilitas kegagalan mulai meningkat pada lereng dengan kemiringan di atas 15°, dengan nilai rerata tertinggi (0,214) proporsi sel berisiko tinggi (???????? ? 0, 5) terbesar (10,3%) berada pada kelas kemiringan 30° ? 45°. Angka ini sejalan dengan 9,7% kejadian longsor aktual yang juga terkonsentrasi pada kelas lereng tersebut. Kesesuaian ini menunjukkan bahwa peta hasil analisis balik cukup andal digunakan sebagai dasar pemetaan bahaya longsor pada skala regional. Meskipun demikian, mengingat keterbatasan non-unisitas parameter posterior, penelitian ini tetap menekankan pentingnya penyelidikan tanah lapangan untuk memvalidasi parameter hasil analisis balik sebelum dimanfaatkan pada mitigasi lokasi spesifik.
INTEGRASI PROSES VARIANCE GAMMA (VG) DAN GEOMETRIC BROWNIAN MOTION (GBM) UNTUK SIMULASI HARGA KARBON
Ketidakpastian harga karbon menjadi faktor penting dalam penilaian kelayakan ekonomi proyek mitigasi iklim. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan kelayakan ekonomi Proyek Penyerapan Karbon Berbasis Mikroalga dan Proyek Panas Bumi Lahendong Unit 5 & 6 dengan memodelkan harga karbon menggunakan Geometric Brownian Motion (GBM) dan Variance Gamma (VG). Data harga karbon berasal dari transaksi IDXCarbon periode Januari 2024-Maret 2026. Pemilihan model dilakukan berdasarkan uji normalitas serta kriteria AIC, BIC, RMSE, dan MAPE. Valuasi proyek dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), simulasi Monte Carlo 10.000 iterasi, serta Real Options Valuation (ROV) dengan pendekatan option to delay untuk Proyek Lahendong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VG memberikan kinerja terbaik dengan AIC -379,06, BIC -375,29, dan MAPE 0,4989%. Proyek Mikroalga tidak layak secara ekonomi dengan ekspektasi NPV sebesar -Rp57.503.294 dan probabilitas kegagalan 100%, sedangkan Proyek Lahendong menunjukkan kinerja yang baik dengan ekspektasi NPV sebesar USD 14.040.102, probabilitas kegagalan 0%, dan IRR 8,32%. Analisis ROV menghasilkan nilai tambahan investasi yang signifikan dengan TIV sebesar USD 29.610.024 dan ROV sebesar USD 15.569.922. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek berskala besar dengan sumber pendapatan yang lebih stabil memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap ketidakpastian harga karbon.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SUBSISTEM AKTUASI DAN KENDALI DOSING BAHAN KIMIA CLOSED-LOOP UNTUK SISTEM PENGOLAHAN AIR OTOMATIS
Pembubuhan (dosing) bahan kimia merupakan salah satu fungsi paling kritis terhadap keselamatan pada sebuah water treatment plant (WTP): dosis yang kurang maupun berlebih dapat mendorong kualitas air olahan keluar dari baku mutu air minum Permenkes No. 2 Tahun 2023. Tugas akhir ini membahas perancangan, implementasi, dan pengujian fase pertama subsistem aktuasi dan kendali dosing bahan kimia dari sistem kendali WTP otomatis ITB Jatinangor. Spesifikasi yang harus dipenuhi subsistem mencakup: penggerakan tiga pompa dosing melalui relay terisolasi optocoupler yang non-invasif terhadap instalasi eksisting, deviasi volume terdosis maksimum ±5%, alarm kegagalan pompa dalam 10 detik, peringatan bahan kimia menipis di bawah 10% kapasitas, serta enklosur berperingkat minimum IP65. Subsistem direalisasikan pada mikrokontroler ESP32 dengan state machine non-blocking tiga kanal (soda ash, poly-aluminium chloride/PAC, dan kaporit). Setpoint laju alir per bahan kimia diterima melalui protokol MQTT dari main controller berbasis model predictive control. Volume terdosis diestimasi secara kontinu dari sensor level ultrasonik dengan model volume kerucut terpotong (frustum) yang dikondisikan oleh penapis exponential moving average, penolak pencilan, dan ratchet monotonik, lalu diverifikasi sensor aliran inline. Loop pelacakan volume lokal menggunakan aturan penargetan asimtotik 90% defisit dengan correction factor asimetris, dilengkapi lapisan failsafe kemacetan pompa, bahan kimia menipis, dan deviasi dosis, serta rangkaian pemulihan daya last-gasp berbasis memori non-volatil. Pengujian pada lima profil permintaan (statik, dinamik, surge, intermiten, dan segitiga) menunjukkan kanal acuan soda ash melacak target volume sesi 30 menit dalam rentang deviasi 3,2% hingga 10,2%, dan verifikasi gelas ukur mengonfirmasi galat estimasi volume pengendali sebesar 1,7% terhadap volume terdispensasi sebenarnya. Rantai isolasi relay bertahan tanpa gangguan pada uji termal lebih dari 300 menit, dan mekanisme last-gasp berhasil melanjutkan sesi dosing setelah pemadaman listrik. Dari tujuh butir spesifikasi, enam terpenuhi; alarm kegagalan pompa belum konsisten memenuhi batas 10 detik karena deteksi berbasis defisit kumulatif (7,4–106 detik bergantung laju permintaan) dan menjadi saran perbaikan utama fase berikutnya.
EVALUASI EFEKTIVITAS STRUKTUR PENGAMAN PANTAI DALAM MITIGASI TSUNAMI DI TELUK PALU DENGAN PEMODELAN NUMERIK
Tsunami Palu 2018 yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan Mw 7,4 merupakan salah satu kejadian near-field tsunami dengan waktu tiba gelombang sekitar 3–4 menit. Karakteristik geomorfologi Teluk Palu yang sempit dan memanjang menyebabkan energi gelombang terfokus ke bagian dalam teluk sehingga meningkatkan elevasi muka air di kawasan pesisir. Kondisi tersebut mengakibatkan waktu evakuasi menjadi sangat terbatas, sehingga mitigasi struktural perlu dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengurangi dampak tsunami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dua alternatif bangunan pengaman pantai, yaitu offshore breakwater dan revetment, dalam mereduksi elevasi muka air tsunami menggunakan pemodelan numerik Delft3D-FLOW. Simulasi dilakukan berdasarkan model baseline Skenario A3 yang dikembangkan oleh Kurniawan dkk. (2020), dengan struktur direpresentasikan menggunakan fitur thin dam (weir). Variasi yang dianalisis meliputi jarak dan elevasi offshore breakwater serta variasi elevasi revetment. Efektivitas masing-masing alternatif dievaluasi berdasarkan parameter Elevasi Muka Air (EMA) melalui analisis distribusi water level dan cross section. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi J3H1 merupakan konfigurasi offshore breakwater terbaik, sedangkan variasi R1 memberikan performa terbaik pada revetment. Meskipun offshore breakwater menghasilkan reduksi EMA yang sedikit lebih besar, perbedaannya relatif kecil pada kawasan pesisir yang menjadi fokus perlindungan. Dengan mempertimbangkan efektivitas hidrodinamika, kemudahan konstruksi, kebutuhan material, dan efisiensi pelaksanaan, revetment dipilih sebagai alternatif terbaik. Alternatif tersebut selanjutnya dikembangkan ke dalam desain konseptual sebagai rekomendasi mitigasi struktural tsunami di kawasan pesisir Pantai Talise, Kota Palu.
PERANCANGAN SISTEM ELEKTRIFIKASI KAPAL NELAYAN DENGAN BOAT-MOUNTED PV DAN SHORE CHARGING BERBASIS PV DI ATAPUPU, KABUPATEN BELU, NUSA TENGGARA TIMUR
Nelayan kecil di wilayah pesisir timur Indonesia masih bergantung pada mesin tempel bensin yang biaya operasionalnya tinggi dan pasokannya sulit di daerah terpencil. Tugas akhir ini merancang sistem propulsi elektrik untuk kapal nelayan 1 GT di perairan Atapupu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, sebagai alternatif yang memanfaatkan potensi surya wilayah tersebut. Perancangan mencakup pemodelan lambung, penentuan kapasitas propulsi, sistem boat-mounted photovoltaic, dan verifikasi stabilitas. Lambung kapal dimodelkan dari nol menggunakan Maxsurf Modeler dengan dimensi LOA 6,6 m, lebar 1,2 m, tinggi 0,73 m, dan sarat 0,48 m, sehingga bentuknya dapat dioptimalkan langsung untuk kondisi operasi lokasi. Kebutuhan daya propulsi dihitung dari hasil simulasi resistansi metode Holtrop yang dikoreksi sea margin 15%, menghasilkan daya puncak transit 2,220 kW pada kecepatan jelajah 5 knot dan kebutuhan energi harian 5,316 kWh. Sistem menggunakan motor PMSM AIQIDI E3 2,6 kW dengan baterai propulsi LiFePO? Bonnen 48 V 400 Ah (16,384 kWh usable), serta boat-mounted PV berupa satu unit panel CIGS SNMH200W 200 Wp yang memenuhi beban auxiliary harian 246 Wh dengan rasio produksi 3,02 kali kebutuhan pada kondisi iradiasi terburuk. Energi auxiliary disimpan dalam baterai Kepworth 12,8 V 25 Ah melalui MPPT Lumiax Win20. Hasil simulasi Maxsurf Stability pada kondisi muatan penuh menunjukkan GM? sebesar 0,181 m yang positif, sehingga penambahan seluruh komponen elektrifikasi tidak mengganggu stabilitas melintang kapal. Sistem yang dirancang memenuhi profil operasi harian nelayan dengan kebutuhan propulsi ditopang pengisian di darat dan beban auxiliary dipenuhi secara mandiri oleh panel surya kapal.
ANALISIS NUMERIK DAN OPTIMASI DESAIN KANTONG LUMPUR UNTUK SEDIMEN KOHESIF MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) BERBASIS FLOW-3D
Kantong lumpur konvensional umumnya dirancang untuk mengendapkan sedimen non-kohesif sehingga kurang efektif dalam menangkap sedimen kohesif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian model numerik terhadap model fisik serta mengevaluasi pengaruh variasi jumlah ruas kantong lumpur terhadap efektivitas pengendapan sedimen kohesif menggunakan FLOW-3D. Model numerik divalidasi menggunakan model fisik skala 1:5, kemudian dilakukan optimasi konfigurasi satu ruas, dua ruas, dan empat ruas dengan memvariasikan jumlah divider wall tanpa mengubah lebar total kantong lumpur. Simulasi dilakukan menggunakan konsentrasi sedimen sebesar 0,25 kg/m³ dan ukuran butir sedimen kohesif sebesar 0,034 mm pada debit model fisik 45 L/s, 90 L/s, dan 108 L/s. Hasil validasi menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan kondisi model fisik dengan baik dengan nilai MAE rata-rata sebesar 6,41% untuk tinggi muka air dan 12,66% untuk kecepatan aliran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi jumlah ruas memengaruhi distribusi aliran, residence time, dan efektivitas pengendapan sedimen. Konfigurasi dua ruas memberikan kinerja terbaik dengan efektivitas pengendapan sebesar 77,63%, 70,97%, dan 70,13% pada debit model fisik 45 L/s, 90 L/s, dan 108 L/s, serta menghasilkan residence time paling panjang dibandingkan konfigurasi satu ruas maupun empat ruas. Berdasarkan hasil tersebut, konfigurasi dua ruas direkomendasikan sebagai desain optimum untuk meningkatkan efektivitas pengendapan sedimen kohesif berukuran 0,034 mm.
REDESAIN BENTENG TAKIMPO LIPU OGENA SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA BUTON
Benteng Takimpo Lipu Ogena di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu warisan cagar budaya peninggalan Kesultanan Buton dengan nilai historis, arsitektural, serta sosial budaya yang tinggi. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan, tetapi juga sebagai ruang hidup masyarakat yang mencerminkan struktur sosial dan kosmologi lokal. Namun, kondisi eksisting menunjukkan terjadinya degradasi fisik, melemahnya fungsi sosial budaya dan belum optimalnya pengembangan potensi ekonomi dalam pengelolaan sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep yang menghasilkan simulasi redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena sebagai bagian dari strategi pelestarian cagar budaya Buton untuk menjawab tantangan pelestarian fisik, penguatan fungsi sosial budaya, serta pengembangan potensi ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi kajian pustaka, studi preseden, analisis kebijakan pelestarian, analisis tapak dan kebutuhan ruang yang kemudian disintesis menjadi konsep perancangan yang menghasilkan simulasi desain. Kajian menunjukan bahwa pelestarian benteng tidak cukup dilakukan melalui konservasi fisik semata, tetapi memerlukan pendekatan desain yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan berdasarkan nilai sejarah, sosial dan budaya. Perancangan didasarkan pada lima prinsip utama yaitu pelestarian otentisitas dan integritas, adaptasi fungsional berbasis pelestarian, partisipasi masyarakat dalam kerangka living heritage, edukasi dan interpretasi budaya, serta keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan ecotourism. Prinsip-prinsip tersebut dielaborasi menjadi kerangka analisis dan diterjemahkan ke dalam konsep tapak dan bangunan dengan pendekatan contextual continuity yang menginterpretasikan nilai arsitektur tradisional Buton ke dalam bahasa arsitektur kontemporer. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menjaga identitas dan nilai historis benteng, sekaligus menghidupkan kembali fungsi sosial melalui aktivitas budaya, ruang publik, dan edukasi. Selain itu, pengembangan potensi ekonomi dilakukan melalui integrasi wisata berbasis budaya dan lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Dengan demikian, redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena dapat menjadi model perancangan pelestarian kawasan cagar budaya yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.