📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS POTENSI BANJIR DI PULAU SUMATRA BERDASARKAN SIMULASI RUNOFF MENGGUNAKAN MODEL VIC (VARIABLE INFILTRATION CAPACITY)

Pulau Sumatra memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi akibat kejadian hujan ekstrem, namun kajian hidrologi di Indonesia masih didominasi pada skala daerah aliran sungai (DAS). Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemodelan hidrologi regional menggunakan Variable Infiltration Capacity (VIC) yang dikombinasikan dengan model river routing RAPID untuk menganalisis potensi banjir di Pulau Sumatra. Parameter model dikalibrasi menggunakan algoritma Dynamically Dimensioned Search (DDS) pada DAS Sei Wampu dan divalidasi pada DAS Batanghari tanpa dilakukan kalibrasi ulang untuk mengevaluasi transferabilitas parameter. Hasil kalibrasi menghasilkan NSE sebesar 0,42 dan KGE sebesar 0,60, sedangkan validasi menghasilkan NSE sebesar 0,07 dan KGE sebesar 0,60. Meskipun nilai NSE menurun, nilai KGE yang tetap menunjukkan bahwa model masih mampu merepresentasikan dinamika hidrologi pada DAS yang berbeda. Simulasi regional menunjukkan bahwa distribusi spasial surface runoff memiliki kesesuaian dengan lokasi kejadian banjir pada periode 25–27 November 2025, sehingga surface runoff dapat digunakan sebagai indikator awal potensi banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter hasil kalibrasi memiliki transferabilitas yang baik dan model VIC–RAPID berpotensi digunakan untuk analisis banjir regional pada wilayah dengan keterbatasan data hidrologi.

2026
👤 Penulis: Yasyfa Kharima
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Banjir 🏷️ Model Simulasi Runoff

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIAL- EKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Hifzhan Zhafir Faza
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

PERENCANAAN PENANGGULANGAN SEDIMENTASI DI PELABUHAN TANJUNG ADIKARTO, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Pelabuhan Tanjung Adikarto yang berlokasi di muara Sungai Serang, Kabupaten Kulon Progo, kini menghadapi kendala operasional yang serius akibat penutupan alur navigasi oleh sedimentasi masif. Permasalahan ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas operasional pelabuhan, tetapi juga memicu risiko banjir akibat efek air balik (backwater) yang mengancam sistem drainase Kawasan Strategis Nasional (KSN) Yogyakarta International Airport (YIA). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan penanggulangan sedimentasi secara terpadu dan komprehensif melalui analisis hidrologi, analisis hidro-oseanografi yang mencakup pasang surut dan gelombang, serta pemodelan hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak Delft3D. Hasil analisis hidro-oseanografi menunjukkan bahwa pasang surut di lokasi studi bertipe campuran condong ke harian ganda (Mixed Semidiurnal) dengan nilai Formzahl sebesar 0,4203. Sementara itu, debit andalan Sungai Serang berfluktuasi antara 4,77 m³/s hingga 28,02 m³/s. Kondisi penutupan alur teridentifikasi paling kritis saat musim kemarau, di mana penurunan debit sungai menghilangkan kapasitas penggelontoran alami (self-cleansing). Kondisi ini menyebabkan angkutan sedimen menyusur pantai (longshore transport) bergerak bebas membentuk lidah pasir yang menutupi mulut muara. Simulasi hidrodinamika membuktikan bahwa skenario pembangunan struktur jeti efektif untuk memotong laju transpor sedimen menyusur pantai sekaligus memblokir energi gelombang dominan, dengan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi mencapai Rp295.625.334.684,49. Walaupun struktur jeti telah direncanakan, interaksi dinamis di muara tetap berpotensi membawa masuk sedimen halus ke dalam alur pelayaran pelabuhan dengan laju 274.247,75 m³/tahun. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan skema Operasi dan Pemeliharaan (O&P) melalui program pengerukan tahunan berkala agar pelabuhan beroperasi optimal dan kawasan terlindungi.

2026
👤 Penulis: Raffi Aditya Fadillah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidrodinamika

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIOEKONOMI.

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: M. Titus Gideon
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIOEKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Prasasta Adhitya Gunawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN BANGUNAN PENGENDALI ABRASI DI PANTAI CUPEL, KABUPATEN JEMBRANA, BALI

Pantai Cupel yang terletak di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, mengalami permasalahan abrasi dalam sepuluh tahun terakhir dengan kemunduran garis pantai mencapai 100 meter. Selain terjadinya abrasi, adanya defisit transpor sedimen sejajar pantai akibat dampak pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan membuat garis pantai semakin mundur. Kondisi ini mengancam fasilitas publik, termasuk jalan desa dan Masjid Pantai Raudlatul Jannah, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat nelayan setempat. Hingga saat ini, lokasi terdampak belum memiliki bangunan pengaman pantai untuk mereduksi energi gelombang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah perencanaan teknis bangunan pengaman pantai yang mampu melindungi wilayah pesisir Desa Cupel dari kerusakan. Penelitian ini diawali dengan analisis kondisi eksisting menggunakan data primer dan sekunder. Analisis pasang surut dilakukan menggunakan metode Least Square untuk menentukan elevasi muka air penting. Peramalan gelombang dilakukan berdasarkan data angin selama tahun 2016–2025 dengan metode hindcasting sesuai standar Shore Protection Manual (SPM) 1984. Gelombang dan arus di kawasan tersebut dimodelkan menggunakan pemodelan numerik Delft3D untuk mengevaluasi kondisi eksisting serta efektivitas bangunan pengaman pantai yang direncanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gelombang dominan pada musim timur berasal dari arah tenggara membangkitkan arus sejajar pantai yang menjadi penyebab utama transpor sedimen dan abrasi. Berdasarkan kondisi tersebut dipilih struktur seri groin sebagai solusi penanganan abrasi. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa penambahan struktur groin mampu menurunkan tinggi gelombang di depan pantai dan mengurangi kecepatan arus sejajar pantai hingga berada di bawah kecepatan kritis, sehingga meningkatkan potensi sedimentasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur seri groin efektif mereduksi energi gelombang dan transpor sedimen sejajar pantai sehingga mampu mengurangi abrasi serta memberikan perlindungan terhadap fasilitas publik secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Jihan Shaafa Rosyda Surya
🏷️ Geologi Pantai 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Laut 🏷️ Analisis Gelombang Dan Arus

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIAL- EKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ar Rayyan Ramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIAL- EKONOMI

Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.

2026
👤 Penulis: Rafi Dwi Nugroho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Riset 🏷️ Geografi Ilmiah

USULAN MODEL ALOKASI PORTOFOLIO DAN RENCANA PENEMPATAN INSTRUMEN INVESTASI UNTUK BADAN PENGELOLA USAHA DAN DANA LESTARI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari Institut Teknologi Bandung (BPUDL ITB) menghadapi tantangan dalam menentukan alokasi portofolio investasi yang sesuai dengan profil risiko serta kondisi arus kas yang dinamis untuk Dana Lestari (endowment fund). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan alokasi portofolio investasi tahunan, menentukan rencana penempatan investasi bulanan, serta mengidentifikasi instrumen investasi yang sesuai untuk lima tahun ke depan. Instrumen investasi yang dianalisis meliputi deposito, obligasi pemerintah, obligasi swasta, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, dan saham. Data yang digunakan berupa data historis indeks instrumen investasi, data arus kas BPUDL ITB, serta data pendukung eksternal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peramalan time series menggunakan ARIMAX dan SARIMAX, optimasi portofolio menggunakan model Markowitz, serta simulasi Monte Carlo untuk melihat kemungkinan pengembalian portofolio di masa depan. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko BPUDL ITB yang cenderung konservatif dan memiliki orientasi investasi jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deposito dan obligasi swasta menjadi instrumen dengan proporsi dominan karena memberikan keseimbangan optimal antara tingkat risiko yang rendah dan pengembalian yang stabil sesuai profil risiko BPUDL ITB. Selain itu, simulasi menunjukkan bahwa portofolio yang diusulkan mampu memberikan pengembalian di atas target 3% per tahun dengan tingkat risiko yang masih sesuai dengan karakteristik BPUDL ITB. Penelitian ini juga menghasilkan laman dinamis berbasis spreadsheet yang dapat digunakan BPUDL ITB untuk menghitung estimasi pengembalian secara langsung berdasarkan nominal dan tanggal penempatan dan pencairan aktual.

2026
👤 Penulis: Jessica Stevanie
🏷️ Optimisasi Portofolio Investasi 🏷️ Manajemen Dana Endowment 🏷️ Analisis Risiko Dan Pengembalian

MIKROENKAPSULASI PROBIOTIK MENGGUNAKAN TEPUNG KAYA PREBIOTIK DAN HIDROKOLOID

Gangguan pencernaan yang meningkat di Indonesia memicu pengembangan probiotik Lactobacillus acidophilus, namun viabilitasnya mudah menurun akibat panas dan kondisi asam di dalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan metode mikroenkapsulasi untuk melindungi bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi bahan penyalut berupa tepung kaya prebiotik dan hidrokoloid terhadap viabilitas probiotik, menentukan pengaruh kondisi operasi spray drying terhadap viabilitas probiotik setelah proses pengeringan, serta menganalisis pengaruh mikroenkapsulasi terhadap stabilitas probiotik selama proses penyimpanan. Enkapsulasi dilakukan menggunakan variasi inulin (5%, 10%) dan sodium alginat (0,3%, 0,5%, 1%) pada temperatur inlet 120°C dan 150°C. Hasil menunjukkan efisiensi enkapsulasi tertinggi dalam mempertahankan viabilitas diperoleh pada formulasi 10% inulin + 1% sodium alginat pada 120°C (12,38 ± 1,48%). Peningkatan temperatur inlet terbukti menurunkan viabilitas awal probiotik, namun menghasilkan stabilitas penyimpanan bubuk yang lebih baik. Karakteristik fisik seperti kadar air (3,22 – 6,38%) tergolong memenuhi persyaratan standar mutu, sementara higroskopisitas (10,44 – 12,68%) seluruh sampel tergolong moderat higroskopis, dimana keduanya dipengaruhi secara signifikan oleh temperatur inlet. Uji stabilitas penyimpanan menunjukkan bahwa sel terenkapsulasi jauh lebih stabil dibandingkan sel bebas yang punah total dalam 6 hari, di mana sel terenkapsulasi masih terdeteksi setelah 30 hari. Lebih lanjut, uji in vitro sekuensial mengonfirmasi bahwa matriks inulin-alginat mampu mempertahankan viabilitas sel dari 5,7 menjadi 4,8 log CFU/mL melalui fase Simulated Gastric Fluid dan Simulated Intestinal Fluid, sedangkan sel bebas mengalami kematian total.

2026
👤 Penulis: Hilda Rizki Ardhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KAJIAN BENEFI COST RATIO PENGGUNAAN ASURANSI CONSTRUCTION ALL RISK (CAR) PADA MITIGASI RISIKO PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS PROYEK PT. X DI INDONESIA)

abstrak bisa dilihat di filenya

2026
👤 Penulis: Fatimah Az-Zahra
🏷️ Asuransi Konstruksi All Risk 🏷️ Mitigasi Risiko Proyek Gedung 🏷️ Cost-Benefit Analysis

DIAGNOSIS KESULITAN KEUANGAN DAN STRATEGI TRANSFORMASI PADA HOLDING BADAN USAHA MILIK NEGARA PERTAHANAN INDONESIA: PENDEKATAN TERINTEGRASI ADAPTED ALTMAN Z-SCORE DAN SYSTEMS THINKING

DEFEND ID, holding badan usaha milik negara industri pertahanan Indonesia (PT Len Industri bersama PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana), tetap berada dalam kesulitan keuangan sejak pembentukannya pada 2022: adapted Altman Z-score-nya bergerak dari 0,87-0,93 selama 2021-2024 menjadi 0,70 pada 2025, jauh di bawah ambang zona aman 2,99. Dengan desain metode campuran yang memadukan adapted Altman Z-score, diagnostik DuPont dan delapan rasio terhadap lima belas perusahaan sejenis global, sebelas wawancara, dan diagram lingkar sebab-akibat systems thinking, penelitian ini mendiagnosis kesulitan tersebut dan merancang pemulihan hingga 2030. Kesulitan bersifat struktural dan spesifik bagi DEFEND ID, didorong oleh defisiensi marjin operasi dan produktivitas aset, bukan leverage, serta dipertahankan oleh tiga lingkar umpan balik penguat yang berpasangan: spiral utang–profitabilitas, siklus erosi teknologi, dan jebakan modal kerja. Strategi transformasi terintegrasi enam program memulihkan Z-score menjadi sekitar 3,03 pada 2030, dengan syarat penyertaan modal negara (PMN) bersyarat-milestone sebesar Rp3,0 triliun sepanjang 2026–2027 dan pemulihan marjin yang berkelanjutan, dikoordinasikan oleh Komite Pengarah Bersama tripartit. Penelitian ini memperluas teori turnaround klasik dengan dimensi kelembagaan keempat untuk badan usaha milik negara multi-prinsipal.

2026
👤 Penulis: Yogi Firdaus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STUDI PENGEMBANGAN PETA RISK-TARGETED MAXIMUM CONSIDERED EARTHQUAKE (MCER) UNTUK INDONESIA BERDASARKAN PETA GEMPA TAHUN 2024

Studi ini menyajikan pengembangan Risk-Targeted Ground Motions (RTGM) sebagai usulan revisi untuk SNI 1726:2019. Untuk menetapkan basis yang diperbarui, peta analisis bahaya kegempaan probabilistik Indonesia telah direvisi dengan memasukkan katalog gempa bumi terbaru dari tahun 2017 hingga 2024 serta menggunakan Ground Motion Prediction Equations (GMPE) paling mutakhir. Nilai RTGM dihitung sebagai percepatan respons spektral yang mencapai probabilitas keruntuhan bangunan seragam sebesar 1% dalam 50 tahun melalui proses konvolusi numerik dengan kurva fragilitas. Studi ini melakukan analisis sensitivitas pada parameter ketidakpastian kapasitas struktural (????) dan Direction Factor (DF) di enam kota yang mewakili berbagai tingkat kegempaan di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh ???? sangat bergantung pada kemiringan hazard curve dengan peningkatan nilai ???? menaikkan nilai desain di wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi, dan sebaliknya. Lebih lanjut, parameter DF berfungsi sebagai pengali linier terhadap RTGM. Berdasarkan tinjauan literatur, kesiapan konstruksi nasional, dan kelayakan ekonomi, studi ini merekomendasikan penggunaan nilai ???? = 0.6, dan mempertahankan nilai DF untuk T = 0.2s sebesar 1.1 dan DF untuk T = 1.0s sebesar 1.3. Penerapan parameter yang diusulkan ini, dikombinasikan dengan batasan deterministic seismic hazard untuk menetapkan nilai akhir Risk-Targeted Maximum Considered Earthquake (????????????????), memicu redistribusi beban gempa nasional yang signifikan. Rata-rata, pembaruan ini menghasilkan peningkatan sebesar 22.26% pada percepatan desain periode pendek (????????) dan penurunan sebesar 5.79% untuk periode 1.0 detik (????1 ) dibandingkan dengan SNI 1726:2019. Peta ???????????????? dan Koefisien Risiko (????????) yang disajikan merupakan landasan ilmiah yang kuat untuk revisi standar bangunan gedung nasional yang akan datang.

2026
👤 Penulis: Riza Nurdin Syaputra
🏷️ Geofisis 🏷️ Analisis Keamanan Struktural Bangunan 🏷️ Revisi Standar Bangunan Gedung

STUDI KOMPARASI USGS NSHMP DAN HAZ45: VERIFIKASI PROGRAM PSHA DENGAN BENCHMARK PEER DAN STUDI KASUS BAHAYA GEMPA PROBABILISTIK DI KAWASAN JAKARTA DAN JAWA BARAT

Indonesia berada di kawasan tektonik aktif dengan tingkat bahaya kegempaan tinggi, sehingga menuntut standar perencanaan tahan gempa yang akurat. Saat ini, analisis bahaya gempa di Indonesia masih didominasi oleh USGS NSHMP, sebuah perangkat lunak yang saat ini tidak lagi diperbarui secara aktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja USGS NSHMP dengan membandingkannya secara langsung terhadap HAZ45, perangkat lunak modern yang terverifikasi dalam PEER PSHA Code Verification Project 2018. Studi kasus difokuskan pada Analisis Bahaya Kegempaan Probabilistik (PSHA) di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Hasil analisis sensitivitas mengidentifikasi deviasi komputasional yang signifikan akibat perbedaan parameterisasi internal dan arsitektur kode sumber. Perbedaan tersebut utamanya mencakup pendekatan dimensi rekahan (rupture) dari magnitude gempa. Selain itu, terdapat perbedaan pada algoritma iterasi kemiringan sesar dangkal serta metode pengelompokan magnitudo (magnitude binning), di mana USGS menerapkan diskritisasi efisien sementara HAZ45 menggunakan pendekatan integrasi analitik. Deviasi arsitektural tersebut berdampak langsung pada karakteristik kurva bahaya yang dihasilkan. Pada pemodelan sesar dangkal, teridentifikasi fenomena titik balik (crossover) yang menunjukkan HAZ45 lebih tinggi pada percepatan menengah, namun USGS berbalik mendominasi pada percepatan ekstrem akibat pengaruh pergeseran kedalaman vertikal. Berbeda halnya dengan sumber subduksi yang tidak menunjukkan fenomena titik balik. Pada sumber ini, USGS secara konsisten memberikan estimasi 20% hingga 30% lebih konservatif karena cara algoritma mendiskritisasi luasan megathrust dan mengakumulasi probabilitas pada jarak jauh. Sementara itu pada pemodelan sumber latar belakang (background), penerapan algoritma perhitungan jarak USGS secara signifikan menaikkan estimasi bahaya dibandingkan pendekatan dispersi grid milik HAZ45, meskipun HAZ45 sempat sedikit unggul pada rentang percepatan menengah. Secara kumulatif, karakteristik komputasi USGS NSHMP menghasilkan estimasi total bahaya yang cenderung lebih mendominasi dibandingkan HAZ45 di wilayah tinjauan.

2026
👤 Penulis: I Gede Jaya Wiadnyana
🏷️ Teknologi Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Bahaya Gempa Probabilistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Geologis

EVALUASI PERILAKU NONLINIER DAN KINERJA SEISMIK SAMBUNGAN HAUNCH BALOK–KOLOM BAJA TIPIKAL INDONESIA MELALUI PENDEKATAN EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK

Sambungan balok–kolom merupakan salah satu komponen kritis pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena sangat menentukan kapasitas kekuatan, daktilitas, dan disipasi energi struktur saat mengalami pembebanan gempa. Studi ini menginvestigasi kinerja seismik sambungan balok–kolom nonprakualifikasi Haunch dibandingkan dengan sambungan prakualifikasi Bolted Unstiffened Extended End-Plate (BUEEP) melalui pengujian eksperimental dan simulasi elemen hingga menggunakan Abaqus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tipe sambungan memenuhi persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) berdasarkan SNI 7860:2020 dengan mampu mencapai rotasi inelastis minimum 0,04 rad serta mempertahankan kapasitas minimal 0,8Mp pada tingkat rotasi tersebut. Namun demikian, sambungan BUEEP menunjukkan kinerja seismik yang lebih baik dibandingkan sambungan Haunch ditinjau dari kapasitas momen, kekakuan, daktilitas, dan disipasi energi. Studi parametrik menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan end plate mampu mengurangi prying action dan meningkatkan kinerja sambungan Haunch. Meskipun sambungan Haunch memenuhi persyaratan SRPMK, perilakunya yang bersifat partially rigid memerlukan evaluasi lebih lanjut menggunakan Nonlinear Time History Analysis untuk memastikan kinerja sistem struktur secara keseluruhan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Rafi Haidar Setiawan
🏷️ Nonlinear Time History Analysis 🏷️ Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (Srpmk) 🏷️ Evaluasi Perilaku Nonlinier
Halaman 62 dari 6754
💬