📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERENCANAAN DIMENSI TALANG BANGUNAN BER-GREEN ROOF SUBSTRAT LOKAL BERVEGETASI ARACHIS PINTOI MENGGUNAKAN KOEFISIEN LIMPASAN HASIL UJI SIMULATOR HUJAN

Urbanisasi yang pesat meningkatkan luas permukaan kedap dan memperbesar limpasan air hujan, sehingga membebani sistem drainase perkotaan dan meningkatkan risiko genangan. Salah satu upaya pengendalian limpasan di sumbernya pada bangunan adalah atap hijau (green roof), yang mampu menahan sebagian curah hujan dan memperlambat keluarnya limpasan. Namun, penerapan atap hijau dalam perencanaan drainase dengan metode rasional terkendala oleh langkanya nilai koefisien limpasan, terutama untuk atap hijau bermedia substrat lokal pada iklim tropis dengan hujan berintensitas tinggi dan durasi pendek. Penelitian ini bertujuan menentukan intensitas hujan rancangan Kota Bandung dari kurva Intensity-Duration-Frequency, menganalisis variasi waktu konsentrasi dan koefisien limpasan atap hijau bermedia substrat lokal bervegetasi Arachis pintoi terhadap perbedaan kadar air awal berdasarkan uji simulator hujan, serta menerapkan hasilnya untuk merencanakan dimensi talang gedung tinjauan Labtek 1C ITB Jatinangor. Kinerja hidrologis atap hijau diuji secara eksperimental pada modul simulator hujan berukuran 2 m x 2 m dengan satu nilai intensitas hujan dan beberapa skenario kadar air awal media, mulai dari kondisi kering hingga jenuh, dengan permukaan beton kedap sebagai kontrol pembanding. Substrat lokal diformulasikan dari pasir Malang, tanah Lembang, dan sekam bakar, lalu ditanami penutup tanah legum Arachis pintoi. Dari hidrograf limpasan yang direkam diperoleh koefisien limpasan dan waktu konsentrasi tiap skenario. Intensitas hujan rancangan diturunkan melalui analisis frekuensi terhadap data hujan harian Stasiun Geofisika Bandung menggunakan distribusi Log-Pearson III, kemudian disagregasi dengan metode Mononobe untuk membentuk kurva IDF. Waktu konsentrasi pada skala atap gedung ditaksir dengan rumus Kerby, debit puncak desain dihitung dengan metode rasional, dan dimensi talang datar serta pipa tegak direncanakan mengikuti persamaan Manning dan ketentuan SNI 8153:2015. Hasil pengujian menunjukkan koefisien limpasan meningkat secara monoton seiring bertambahnya kadar air awal media, dari sekitar 0,14 pada kondisi relatif kering menjadi 0,83 pada kondisi jenuh untuk substrat lokal. Pola ini menegaskan bahwa kapasitas retensi atap hijau menurun tajam ketika media mendekati jenuh sehingga pada kondisi paling menuntut perilakunya mendekati permukaan kedap, sedangkan waktu konsentrasi memendek seiring berkurangnya simpanan. Pada kondisi jenuh yang diambil sebagai dasar desain agar konservatif, koefisien limpasan atap beton sebesar 0,90, green roof media komersil 0,74, dan green roof substrat lokal 0,83, dengan waktu konsentrasi atap hijau lebih panjang daripada atap beton karena kekasaran permukaannya lebih besar. Akibatnya, penerapan atap hijau menurunkan debit puncak desain sebesar 29% sampai 37% terhadap atap beton melalui dua mekanisme sekaligus, yaitu koefisien limpasan yang lebih kecil dan waktu konsentrasi yang lebih panjang sehingga intensitas hujan rancangan menjadi lebih rendah. Penurunan ini memperkecil kebutuhan talang datar dari diameter 8 inci menjadi 7 inci, sementara ukuran pipa tegak tetap 4 inci. Analisis biaya menunjukkan bahwa penghematan penampang talang akibat penerapan atap hijau relatif kecil dibandingkan biaya konstruksi media dan vegetasinya, sehingga manfaat utama atap hijau lebih terletak pada kinerja hidrologis dan lingkungannya, bukan pada penghematan dimensi talang. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya memakai media komersil pada iklim sedang dan berhenti pada karakterisasi skala modul, penelitian ini menurunkan koefisien limpasan langsung dari hidrograf uji simulator untuk substrat lokal tropis dan meneruskannya menjadi perencanaan dimensi talang bangunan aktual. Dengan demikian, penelitian ini menyediakan nilai koefisien limpasan atap hijau bermedia lokal yang selama ini langka dan menunjukkan implikasi kuantitatif penerapannya terhadap dimensi talang bangunan, sebagai sumbangan bagi perencanaan drainase atap berbasis kinerja hidrologis.

2026
👤 Penulis: Tarida Debora Yulinar Pasaribu
🏷️ Hidrologi 🏷️ Atap Hijau 🏷️ Perencanaan Dimensi Talang

MIKROENKAPSULASI PROBIOTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI TEPUNG KAYA PREBIOTIK DAN HIDROKOLOID

Gangguan pencernaan yang meningkat di Indonesia memicu pengembangan probiotik Lactobacillus acidophilus, namun viabilitasnya mudah menurun akibat panas dan kondisi asam di dalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan metode mikroenkapsulasi untuk melindungi bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi bahan penyalut berupa tepung kaya prebiotik dan hidrokoloid terhadap viabilitas probiotik, menentukan pengaruh kondisi operasi spray drying terhadap viabilitas probiotik setelah proses pengeringan, serta menganalisis pengaruh mikroenkapsulasi terhadap stabilitas probiotik selama proses penyimpanan. Enkapsulasi dilakukan menggunakan variasi inulin (5%, 10%) dan sodium alginat (0,3%, 0,5%, 1%) pada temperatur inlet 120°C dan 150°C. Hasil menunjukkan efisiensi enkapsulasi tertinggi dalam mempertahankan viabilitas diperoleh pada formulasi 10% inulin + 1% sodium alginat pada 120°C (12,38 ± 1,48%). Peningkatan temperatur inlet terbukti menurunkan viabilitas awal probiotik, namun menghasilkan stabilitas penyimpanan bubuk yang lebih baik. Karakteristik fisik seperti kadar air (3,22 – 6,38%) tergolong memenuhi persyaratan standar mutu, sementara higroskopisitas (10,44 – 12,68%) seluruh sampel tergolong moderat higroskopis, dimana keduanya dipengaruhi secara signifikan oleh temperatur inlet. Uji stabilitas penyimpanan menunjukkan bahwa sel terenkapsulasi jauh lebih stabil dibandingkan sel bebas yang punah total dalam 6 hari, di mana sel terenkapsulasi masih terdeteksi setelah 30 hari. Lebih lanjut, uji in vitro sekuensial mengonfirmasi bahwa matriks inulin-alginat mampu mempertahankan viabilitas sel dari 5,7 menjadi 4,8 log CFU/mL melalui fase Simulated Gastric Fluid dan Simulated Intestinal Fluid, sedangkan sel bebas mengalami kematian total.

2026
👤 Penulis: Jefri Gunawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI MODEL MATERIAL DNA DAN PROBABILITAS INTERAKSI KIMIA PADA SIMULASI MONTE CARLO TRACK STRUCTURE KERUSAKAN DNA TERINDUKSI RADIASI PROTON DENGAN TOPAS-NBIO

Pemodelan Monte Carlo Track Structure (MCTS) menggunakan TOPAS-nBio, ekstensi piranti lunak TOPAS berbasis Geant4 untuk simulasi radiobiologi tingkat sel dan subsel, digunakan untuk menginvestigasi mekanisme kerusakan molekuler DNA akibat radiasi proton. Namun, model referensi sebelumnya masih banyak menggunakan pendekatan material air dan penentuan probabilitas interaksi radikal berbasis volume. Tugas akhir ini bertujuan mengevaluasi dampak penggunaan model material DNA berkelas Geant4 serta penyesuaian probabilitas interaksi radikal terhadap tingkat kerusakan DNA yang dihasilkan. Simulasi iradiasi proton (0,5–20 MeV) dilakukan dengan memvariasikan material komponen DNA dan mengurangi probabilitas interaksi radikal dengan kerangka menjadi 17% berdasarkan tinjauan penampang lintang lateral pelindung basa. Hasilnya, asumsi material air terbukti mengoverestimasi jumlah kerusakan hingga 69% (direct) dan 78% (indirect) karena penampang lintang material DNA yang lebih tinggi membuat interaksi elektron menjadi sangat terlokalisasi. Di sisi lain, penyesuaian probabilitas interaksi radikal menjadi 17% efektif menaikkan rasio kerusakan basa terhadap kerangka (BD/SB) hingga mendekati angka 2,5 dan menjaga proporsi kerusakan direk di angka 35%. Penerapan modifikasi ini terbukti esensial dalam meningkatkan akurasi dan kesesuaian pemodelan radiobiologi terhadap karakteristik eksperimental.

2026
👤 Penulis: Alfatchurrachman
🏷️ Radiobiologi 🏷️ Model Material Dna 🏷️ Simulasi Monte Carlo Track Structure

PERANCANGAN PRODUK TAKTIL BERBASIS 3D PRINTING UNTUK MENDUKUNG AKSESIBILITAS BARISTA TUNANETRA DENGAN MATERIAL PLA+SCG (STUDI KASUS: CAFE MORE BANDUNG)

Barista tunanetra menghadapi kesulitan mengidentifikasi bahan dan memahami orientasi area kerja karena keterbatasan akses terhadap informasi visual, terutama pada kondisi operasional berintensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem produk taktil berbasis 3D printing untuk mendukung aksesibilitas barista tunanetra di Cafe More Bandung, sekaligus mengeksplorasi pemanfaatan material berkelanjutan PLA+SCG (Polylactic Acid + Spent Coffee Grounds). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berorientasi Material Driven Design melalui studi literatur, wawancara, observasi lapangan, eksperimen material, dan evaluasi pengguna. Perancangan menghasilkan tiga produk yang membentuk satu sistem identifikasi dan orientasi taktil berlapis (posisi tetap, shortcut tekstur, dan braille): Tactile Syrup Dock, Tactile Powder Station, dan Tactile Spatial Marker. Eksperimen komparatif menunjukkan bahwa sistem posisi tetap memberikan keseimbangan akurasi dan kecepatan yang lebih baik dibandingkan sistem rotasi, karena tidak menginterupsi alur kerja yang sudah terbangun melalui pengulangan. Evaluasi produk final mengonfirmasi bahwa permukaan PLA+SCG memberikan pengalaman sensorik dan estetika yang lebih kaya dan kontekstual dibandingkan PLA konvensional, sekaligus mewujudkan siklus material tertutup sesuai prinsip Cradle to Cradle. Namun, partikel SCG menurunkan presisi elemen braille berukuran kecil (1,5 mm), sehingga teridentifikasi penyesuaian ke 2,5 mm sebagai langkah korektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa PLA+SCG berpotensi sebagai material desain taktil yang berkelanjutan, dengan catatan bahwa nilai utamanya terletak pada keberlanjutan, estetika kontekstual, dan integrasi sistem, bukan pada kapasitas mikrotekstur material itu sendiri sebagai pembawa informasi

2026
👤 Penulis: Maulana Vajar Gemilang
🏷️ 3D Printing 🏷️ Barista Tunanetra 🏷️ Material Pla+Scg

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR PUSAT REHABILITASI PASCA STROKE DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas jangka panjang di Indonesia yang menimbulkan gangguan fisik, kognitif, dan emosional secara signifikan. Pada fase pasca-serangan, khususnya dalam tiga bulan pertama, pasien berada pada periode krusial pemulihan yang berkaitan dengan kemampuan adaptasi dan reorganisasi fungsi otak. Namun, sebagian besar fasilitas rehabilitasi masih berorientasi pada pendekatan klinis yang menitikberatkan pada aspek medis, sementara kualitas lingkungan ruang sebagai faktor pendukung psikologis dan motivasional belum dimaksimalkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya perancangan pusat rehabilitasi yang tidak hanya mewadahi terapi fisik, tetapi juga mampu membangun suasana yang menenangkan, aman, dan mendorong keterlibatan aktif pasien dalam proses pemulihan. Tujuan perancangan ini adalah merancang interior Pusat Rehabilitasi Pasca-Stroke yang mendukung pemulihan fisik, kognitif, dan emosional pasien melalui pendekatan lingkungan terapeutik yang terintegrasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur medis dan desain, analisis kebutuhan pengguna, observasi tipologi fasilitas rehabilitasi, serta penyusunan program ruang berdasarkan aktivitas terapi. Identifikasi proyek mencakup fasilitas terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, terapi komplementer, konsultasi multidisiplin, serta area pelatihan aktivitas sehari-hari yang dirancang sebagai simulasi lingkungan domestik dan publik. Konsep desain diterapkan melalui pengolahan tata ruang yang adaptif dan aksesibel, pengaturan sirkulasi yang aman bagi pengguna kursi roda, optimalisasi pencahayaan alami dan buatan yang lembut, penggunaan material bernuansa alami, serta integrasi elemen lanskap sebagai bagian dari pengalaman ruang. Implementasi desain diwujudkan dalam pembagian zona rehabilitasi aktif, zona konsultatif, zona relaksasi, dan zona transisi sosial yang saling terhubung dalam satu sistem pemulihan berkelanjutan. Area pelatihan aktivitas sehari-hari dirancang menyerupai kondisi nyata untuk melatih kembali kemandirian pasien, sementara ruang relaksasi dan taman terapeutik mendukung stabilitas emosional serta menurunkan tingkat stres selama proses rehabilitasi. Melalui pendekatan ini, ruang diposisikan sebagai elemen yang berperan aktif dalam membangun motivasi, rasa percaya diri, dan kualitas hidup pasien pasca-stroke. Perancangan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan fasilitas rehabilitasi yang lebih humanis, komprehensif, dan responsif terhadap kebutuhan fisik maupun psikologis pengguna.

2026
👤 Penulis: Faza Muhammad Dinan Al- Fasya
🏷️ Desain Interior 🏷️ Pemulihan Pasca-Stroke 🏷️ Lingkungan Terapeutik

PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MATEMATIKA SMA/MA DENGAN PENDEKATAN PEMIKIRAN TINGKAT TINGGI PADA MATERI ALJABAR DAN KALKULUS

Kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika, terutama agar peserta didik tidak hanya menggunakan rumus atau prosedur, tetapi juga mampu menganalisis informasi, mengevaluasi strategi, dan menyusun gagasan atau penyelesaian baru. Materi aljabar memiliki potensi untuk mendukung kemampuan tersebut karena menuntut peserta didik untuk bernalar, mengenali pola, menyatakan hubungan, dan mengonstruksi hubungan antarkonsep. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan matematika SMA/MA dengan pendekatan pemikiran tingkat tinggi pada materi aljabar serta mendeskripsikan hasil evaluasi terhadap buku yang dikembangkan. Buku pengayaan ini dikembangkan sebagai bahan ajar pendamping dengan cakupan materi fungsi, barisan dan deret, matriks, eksponen dan logaritma, serta ketaksamaan. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi, yaitu melalui tahap analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi, tanpa tahap implementasi. Tahap analisis digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan buku; tahap desain untuk menetapkan cakupan materi, struktur bab, alur penyajian, serta arah penyusunan contoh dan latihan; tahap pengembangan untuk menghasilkan produk awal buku pengayaan; dan tahap evaluasi untuk menilai produk melalui validasi ahli materi serta angket respons guru dan peserta didik sebagai calon pengguna. Setelah revisi berdasarkan masukan validator, angket respons guru yang melibatkan 12 orang guru matematika SMA/MA memperoleh rata-rata keseluruhan 3,38, sedangkan angket respons peserta didik yang melibatkan 31 orang peserta didik SMA/MA memperoleh rata-rata keseluruhan 3,57. Keduanya berada pada kategori sangat sesuai. Dengan demikian, buku pengayaan matematika SMA/MA dengan pendekatan pemikiran tingkat tinggi pada materi aljabar dinilai layak oleh validator dan memperoleh respons positif dari calon pengguna sebagai bahan ajar pendamping dalam kegiatan pengayaan matematika.

2026
👤 Penulis: Agung Izzul Haq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

OPTIMASI KONFIGURASI SISTEM DEDIESELISASI BERBASIS PV MELALUI ANALISIS TEKNO-EKONOMI DI PULAU SIKAKAP, KEPULAUAN MENTAWAI

Wilayah terpencil di Indonesia masih sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menghasilkan biaya operasional tinggi dan emisi karbon besar. Studi ini merancang dan mengevaluasi sistem pembangkit hybrid berbasis photovoltaic (PV) dan Battery Energy Storage System (BESS) sebagai alternatif dedieselisasi untuk Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai, dengan beban harian 10.779 kWh/hari dan beban puncak 585 kW. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro terhadap empat konfigurasi: PLTD murni (baseline), hybrid PLTD-PV, hybrid PLTD-PV-BESS, dan PV-BESS tanpa diesel. Pemilihan konfigurasi optimal menggunakan matriks keputusan multikriteria dengan empat kriteria: LCOE (30%), penggunaan diesel (35%), reliabilitas (25%), dan emisi (10%). Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi hybrid PLTD-PV-BESS dengan kapasitas PV 3.511 kWp dan baterai 9.960 kWh merupakan konfigurasi. Konfigurasi ini menghasilkan LCOE $0,1991/kWh—turun 53,5% dari baseline $0,4283/kWh—dengan renewable fraction 88,7%, unmet load nol, dan pengurangan emisi CO? sebesar 88,4% dari 2.822.984 kg menjadi 328.384 kg per tahun. Net Present Cost selama 25 tahun tercatat $8.792.506, lebih rendah $10.121.504 dibandingkan kondisi eksisting. Temuan ini mengonfirmasi bahwa tingginya biaya bahan bakar solar non-subsidi selama umur proyek jauh melampaui investasi kapital awal teknologi terbarukan, sehingga sistem hybrid PV-BESS menjadi solusi dedieselisasi yang ekonomis sekaligus andal dan dapat direplikasi di wilayah non-interkoneksi lain di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Evan Arif Ariawan
🏷️ Optimasi Konfigurasi Sistem Dedieselisasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Energi Terbarukan

POLA FRAGMENTASI SOSIO-SPASIAL DAN FAKTOR PENYEBABNYA SEBAGAI DASAR INTERVENSI PERANCANGAN KAWASAN SEGITIGA EMAS JAKARTA

Perkembangan tata ruang di Kawasan Segitiga Emas Jakarta memicu dualisme morfologi ekstrem antara pembangunan komersial eksklusif dan permukiman organik pada kampung kota, sehingga menghasilkan fragmentasi perkotaan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan intervensi rancang kota untuk memitigasi persoalan fragmentasi dengan upaya modifikasi elemen fisik pada kawasan, yang dimulai dengan membedah kondisi fragmentasi secara komprehensif serta mengidentifikasi determinan elemen rancang kota yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode campuran melalui tahapan terstruktur. Dimensi institusional dan simbolik dikaji secara kualitatif. Sementara itu, dimensi spasial, fungsional, dan sosio-ekonomi dilebur menjadi konsep fragmentasi sosio-spasial. Konsep ini diukur secara kuantitatif, kemudian diuji kausalitasnya terhadap enam determinan fisik morfologi menggunakan pemodelan regresi spasial skala ganda, dan pada tahap akhir ditriangulasi bersama temuan kualitatif. Hasil pemodelan statistik mengonfirmasi bahwa besaran luas blok bertindak sebagai determinan utama yang memicu segregasi sosio-spasial, sedangkan keterhubungan jaringan jalan tidak memiliki signifikansi. Orientasi pembangunan eksklusif menciptakan fenomena permeabilitas terjebak pada batas kampung kota yang memicu jurang nilai lahan ekstrem. Kebaruan penelitian ini terletak pada penemuan sifat paradoksal dari segregasi tersebut. Keterisolasian fisik yang mengurung kampung kota layaknya komunitas berpagar informal justru berfungsi krusial sebagai perisai perlindungan morfologis yang mencegah gentrifikasi sistemik. Sebagai sumbangan terhadap keilmuan rancang kota, penelitian ini merumuskan kritik bahwa regulasi zonasi dua dimensi tidak efektif tanpa desain konektivitas tiga dimensi. Penelitian mengusulkan taktik pelunakan batas, antarmuka aktif, dan kebijakan adaptif guna menjahit kohesi perkotaan dan mewujudkan keadilan spasial.

2026
👤 Penulis: Atika Izzatul Mar'ah
🏷️ Kawasan Strategis 🏷️ Fragmentasi Sosio-Spatial 🏷️ Desain Kota

ANALISIS PENGARUH INHOMOGENITAS PARUPARU TERHADAP DISTRIBUSI DOSIS BERKAS FOTON MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO PHITS

Kanker paru-paru memiliki tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga akurasi perhitungan distribusi dosis dalam radioterapi toraks menjadi sangat penting, terutama karena adanya inhomogenitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inhomogenitas paru terhadap distribusi dosis berkas foton menggunakan simulasi Monte Carlo PHITS. Simulasi dilakukan pada phantom kubus berukuran 30 × 30 × 30 cm3 dengan tiga model, yaitu phantom A homogen air, phantom B inhomogen air-paru, dan phantom C inhomogen air-tulang-paru. Sumber radiasi dimodelkan sebagai sumber titik arah divergen dengan berkas foton 6 MV dan 15 MV, field size 2 × 2 cm2 , 10 × 10 cm2 , dan 15 × 15 cm2 , serta jarak sumber ke permukaan sebesar 90 cm. Pada field size 10 × 10 cm2 , perubahan percentage depth dose (PDD) phantom B terhadap phantom A untuk berkas foton 6 MV mencapai 4,28% pada kedalaman 8 cm dan 13,16% pada kedalaman 12 cm, sedangkan pengaruh terbesar muncul pada field size kecil, dengan ?PDD F2/F10 pada kedalaman 8 cm berkas foton 15 MV sebesar ?31,30% pada phantom B dan ?32,97% pada phantom C. Pada profil dosis, perubahan paling menonjol terjadi pada kedalaman 8 cm melalui pelebaran penumbra hingga 4,23 mm pada phantom B dan 4,79 mm pada phantom C. Kurva isodosis dan evaluasi gamma index menunjukkan adanya perbedaan distribusi dosis dua dimensi antara phantom homogen dan phantom inhomogen. Hasil ini menunjukkan bahwa inhomogenitas air-paru dan air-tulang-paru memengaruhi distribusi dosis berkas foton, terutama pada daerah paru, daerah setelah paru, dan field size kecil.

2026
👤 Penulis: Moch Andrian Akbar
🏷️ Radioterapi Toraks 🏷️ Simulasi Monte Carlo 🏷️ Inhomogenitas Paru

PERANCANGAN ALAT LOGISTIK PENDUKUNG AKTIVITAS PROSES PANEN PADA KEBUN PISANG SKALA MENENGAH DENGAN INFRASTRUKTUR TERBATAS

Perkebunan pisang skala menengah di Kabupaten Karawang, khususnya Kebun Pisang Karangsinom seluas 17 hektar, menghadapi kesenjangan antara kebutuhan mobilitas operasional yang tinggi dengan kondisi infrastruktur jalan internal yang sempit, tidak diperkeras, dan berlumpur. Metode transportasi manual yang diterapkan saat ini terbukti menyebabkan kerusakan mekanis (bruising) pada buah pisang, menimbulkan beban muskuloskeletal berlebih pada pekerja, serta menurunkan efisiensi waktu panen secara keseluruhan. Penelitian ini merancang kendaraan utilitas (All-Terrain Vehicle/ATV) modular berbasis teknologi tepat guna yang mampu beroperasi pada jalur selebar 1,3 meter dengan kapasitas angkut total 500 kg. Pendekatan Design for the Real World (Papanek) diterapkan sebagai kerangka filosofi perancangan, dengan sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) elektrik berbasis baterai LiFePO4 sebagai solusi traksi di medan berkontur dan berlumpur. Gerobak (trailer) modular yang terhubung melalui sambungan hitch ball dirancang untuk mengangkut 6–8 tandan pisang (160–240 kg) per perjalanan dengan mekanisme gantung atasbawah guna meminimalkan bruising. Validasi ergonomi dilakukan melalui geometri Rider Triangle Standard, penilaian REBA, dan mitigasi Whole-Body Vibration (WBV). Hasil perancangan menunjukkan pengurangan beban kerja logistik sebesar 75 persen dibanding metode pikul manual, dengan estimasi peningkatan efisiensi waktu panen 40–50 persen pada skenario target 700 tandan per dua hari kerja.

2026
👤 Penulis: Raditya Wahyu Ramadhani
🏷️ Logistik Pertanian 🏷️ Teknologi Transportasi All-Terrain 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

KONSTRUKSI TABEL MORBIDITAS INSIDENSI PENYAKIT KATASTROPIK: PENDEKATAN ESTIMASI AREA KECIL DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengelola program Jaminan Kesehatan Nasional yang memerlukan instrumen manajemen risiko akurat berupa tabel morbiditas. Tabel ini sangat krusial dalam memproyeksikan beban klaim penyakit katastropik dan menjaga solvabilitas dana jaminan sosial. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi tabel morbiditas insidensi penyakit katastropik di tingkat kabupaten/kota menggunakan data historis BPJS Kesehatan periode 2018-2023. Fokus penelitian mencakup delapan penyakit katastropik utama dengan rentang usia 0 hingga 109 tahun bagi peserta laki-laki dan perempuan. Metodologi yang digunakan melibatkan perhitungan angka insidensi standar usia (ASIR) dan graduasi pola nasional dengan metode Gaussian Kernel Smoothing. Selanjutnya, metode Estimasi Area Kecil (SAE) model Fay-Herriot diterapkan untuk mengestimasi tingkat morbiditas di 514 kabupaten/kota dengan memanfaatkan variabel penyerta sosial-ekonomi, yaitu: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per Kapita dan Harapan Lama Sekolah (HLS). Pengaruh faktor-faktor tersebut divalidasi melalui uji signifikansi dan deteksi multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor (VIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SAE Fay-Herriot berhasil meningkatkan presisi estimasi secara signifikan, ditandai dengan nilai Mean Squared Error (MSE) EBLUP yang secara konsisten lebih rendah dibandingkan varians sampling estimasi langsung. Model ini mampu memberikan estimasi risiko yang logis bagi wilayah dengan klaim terobservasi nol melalui mekanisme borrowing strength. Penentuan tabel morbiditas lokal dilakukan menggunakan pendekatan Rasio Morbiditas Terstandarisasi (SMR) yang disesuaikan dengan penambahan batas atas kepercayaan sebagai margin keamanan. Hasil visualisasi spasial menunjukkan keragaman risiko yang tinggi dengan konsentrasi tingkat morbiditas yang lebih intens pada wilayah dengan kapasitas ekonomi dan edukasi yang lebih maju.

2026
👤 Penulis: David Marcellus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Spasial 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN SISTEM PERSENYAWAAN MULTIKOMPONEN ANTIBIOTIK MOKSIFLOKSASIN DENGAN NSAID GOLONGAN ASAM FENEMAT (ASAM MEFENAMAT, ASAM NIFLUMAT, DAN ASAM FLUFENAMAT)

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi garam moksifloksasin-asam fenamat: asam mefenamat, asam niflumat, dan asam flufenamat untuk mengetahui dampaknya terhadap kelarutan dan stabilitas yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Garam dibuat menggunakan metode slurry dan dilanjut dengan analisis keadaan padat menggunakan elektrotermal dan Powder X-ray Diffraction (PXRD) untuk mengonfirmasi terbentuknya sistem padatan baru, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan ^1H-Nuclear Magnetic Resonance (^1H-NMR) untuk menentukan struktur interaksi antara moksifloksasin dengan asamasam tersebut. Uji kelarutan garam dilakukan menggunakan spektrofotometer UV derivatif dan uji stabilitas (75 ± 5,0% RH/25 ± 3°C) dievaluasi menggunakan FTIR dan PXRD. Hasil karakterisasi PXRD menunjukkan senyawa baru yang terbentuk merupakan garam amorf. Karakterisasi dengan FTIR dan ^1H-NMR mengonfirmasi adanya interaksi ionik pada garam moksifloksasin–asam niflumat (MN) 1:1 dan moksifloksasin–asam flufenamat (MF) 1:1, serta interaksi ionik yang disertai ikatan hidrogen pada garam moksifloksasin–asam mefenamat (MM) 2:1. Seluruh sistem garam menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan empat minggu berdasarkan hasil analisis dengan PXRD dan FTIR. Pembentukan garam tersebut meningkatkan kelarutan ketiga asam fenamat secara signifikan dalam medium dapar KCl pH 2 dan hanya meningkatkan kelarutan asam mefenamat dalam medium dapar fosfat pH 6.8, tetapi menurunkan kelarutan moksifloksasin baik dalam medium dapar KCl pH 2, maupun medium dapar fosfat pH 6.8

2026
👤 Penulis: Aqila Naziya Fakhrun Nisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DETEKSI DAN KLASIFIKASI MANIFESTASI GEOTERMAL PERMUKAAN MENGGUNAKAN CITRA MULTISENSOR DI DAERAH SEMENDO, KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATRA SELATAN

Pemetaan manifestasi geotermal di lapangan dengan kondisi topografi yang terjal dan tutupan vegetasi yang lebat dapat mengurangi efektivitas dalam eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan sebaran titik manifestasi meliputi fumarola, mata air panas, kaipohan serta menganalisis efektivitas citra Landsat-8, Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) Thermal Infrared Radiometer (TIR), Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), dan Advanced Land Observing Satellite (ALOS) Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) di lapangan geotermal Rantau Dedap, Sumatra Selatan. Citra Landsat-8 dan ASTER TIR yang telah dilakukan pansharpening metode Local Mean and Variance Matching (LMVM), kemudian digunakan untuk menurunkan parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan band ratio alterasi hidrotermal permukaan. Sedangkan citra ALOS PALSAR dengan metode speckle filtering digunakan untuk mendeteksi kelurusan struktur geologi dengan lebih jelas. Sebaran 94 data manifestasi eksisting dominan berada di dekat pusat erupsi gunung api, struktur orientasi NE-SW, dan dataran kaki gunung api. Sedangkan pada hasil analisis parameter, sebaran data manifestasi eksisting menunjukkan nilai NDVI pada vegetasi sedang, band ratio pada mineral alterasi, dan suhu LST sebesar 15?C. Hasil deteksi sebaran delineasi prospek manifestasi fumarola dan mata air panas menghasilkan sebaran ke arah barat laut dan prospek manifestasi kaipohan ke arah timur laut dari pusat erupsi Semendo. Klasifikasi delineasi prospek manifestasi menghasilkan tipe fumarola A dan B, mata air panas A dan B, serta kaipohan A dan B. Penggunaan metode Multi-Criteria Evaluation (MCE) pada data manifestasi permukaan di lapangan, dapat menghasilkan tingkat efektivitas dengan memperhatikan ambang batas dengan hasil untuk manifestasi kaipohan sebesar 28,6%, mata air panas sebesar 15,5%, dan fumarola sebesar 10,3%. Metode MCE juga digunakan untuk menganalisis tingkat sensitivitas sebesar 85,7% untuk band ratio, 69% untuk NDVI, dan 62% untuk LST. Kemudian, analisis titik manifestasi yang berada di dalam radius kurang dari atau sama dengan 200 meter dari kelurusan geologi membuktikan manifestasi dikontrol oleh struktur lokal berarah NE-SW dan N-S. Tingkat kesesuaian lokasi manifestasi fumarola terhadap struktur geologi sebesar 27,6% sedangkan mata air panas sebesar 20,7% terhadap data lapangan.

2026
👤 Penulis: Rafly Wahyu Syahryan
🏷️ Geotermal 🏷️ Analisis Citra Multisensor 🏷️ Klasifikasi Geologi

PERANCANGAN PRODUK PENUNJANG PENCEGAHAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH DI LINGKUNGAN HUNIAN

Paparan asap rokok pada anak usia prasekolah masih sering terjadi di lingkungan sosial sehari-hari hingga hunian pribadi. Anak usia 3–7 tahun termasuk kelompok rentan karena belum mampu mengontrol lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan merancang produk wearable sebagai micro breathing-zone support untuk membantu mengurangi paparan partikel asap rokok pada area pernapasan anak. Produk dikembangkan menggunakan sistem HEPA filter, micro fan, PM2.5 sensor, LED indicator, vibrator signal, dan herbal comfort layer berupa biji kapulaga. Pendekatan perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, benchmarking, studi ergonomi, eksplorasi bentuk, dan pengembangan prototipe. Pendekatan biomimicry diterapkan dengan mengambil inspirasi dari mekanisme pernapasan paus biru (blue whale) melalui blowhole yang mengarahkan udara ke atas menuju area pernapasan. Hasil perancangan berupa wearable device compact dengan airflow system terarah, attachment magnetic necklace, serta pendekatan visual child-friendly dan non-medical. Produk dirancang melalui tiga fungsi utama, yaitu protect, signal, dan comfort, sebagai bentuk preventive support device bagi anak usia prasekolah terhadap paparan asap rokok di lingkungan sehari-hari.

2026
👤 Penulis: Venna Putri Avrilia
🏷️ Teknologi Wearable 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Asap Rokok 🏷️ Hidrologi Lingkungan

ANALISIS DINAMIKA PERBANKAN DI MALAYSIA DENGAN MODEL PERSAMAAN BEDA

Penelitian ini mengembangkan model sistem persamaan beda untuk menggambarkan dinamika tiga komponen utama neraca bank, yaitu dana pihak ketiga, kredit, dan ekuitas, pada tiga bank komersial di Malaysia dengan skala operasional berbeda, yaitu Public Bank, AM Bank, dan Bank of China Malaysia. Model disusun dalam kerangka waktu diskrit yang sesuai dengan data triwulanan, dengan aset likuid sebagai variabel penyeimbang dan tingkat suku bunga didekati menggunakan deret Fourier orde rendah. Parameter diestimasi dari data laporan keuangan periode 2015–2025 menggunakan algoritma Simulated Annealing dengan fungsi objektif Mean Absolute Percentage Error (MAPE), titik tetap ditentukan secara numerik menggunakan metode Hibrida Powell, dan kestabilannya dianalisis melalui nilai eigen matriks Jacobi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu menangkap dinamika neraca ketiga bank dengan kesalahan rata-rata di bawah ambang toleransi sepuluh persen, dan sebagian besar parameter konsisten dengan rasio keuangan resmi. Analisis kestabilan untuk parameter hasil estimasi pada ketiga bank menunjukkan pola seragam, yaitu hanya titik tetap keadaan operasi normal yang bersifat stabil secara lokal, sehingga menegaskan peran esensial penyaluran kredit. Analisis konsistensi dinamik terhadap model pembanding berbasis persamaan diferensial menunjukkan kesesuaian yang tinggi pada sifat-sifat dinamik kualitatif kedua kerangka model, sehingga menegaskan bahwa kesimpulan mengenai dinamika neraca bank bersifat robust terhadap pilihan kerangka pemodelan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa tingkat kredit bermasalah lebih destruktif terhadap kestabilan dibandingkan tingkat penarikan simpanan.

2026
👤 Penulis: Vifan Trudy Priatmodjo
🏷️ Model Persamaan Beda 🏷️ Manajemen Risiko Bank 🏷️ Analisis Kestabilan Dinamik
Halaman 64 dari 6754
💬