📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN SUBSISTEM PENGUKURAN DAN PENANDAAN LOKASI PADA TAMBAQ: ALAT PEMANTAU KUALITAS AIR PORTABEL UNTUK BUDIDAYA UDANG
Industri budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Indonesia didominasi oleh tambak tradisional-plus, namun rentan terhadap rendahnya tingkat kelangsungan hidup akibat lemahnya manajemen kualitas air. PT Qimtronics beralih dari model penjualan perangkat ke layanan pemantauan berbasis langganan, yang menuntut alat portabel mampu beroperasi mandiri di area minim sinyal serta menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan asal lokasi dan waktunya. Subsistem yang dikembangkan diwujudkan dalam bentuk tiga probe pada ujung tangkai, rangkaian pengondisi sinyal, pengubah analog-ke-digital, pengubah tegangan naik, dan modul pengirim-penerima yang menyatu dengan VIMO, serta diuji melalui pengujian kalibrasi, akurasi, oversampling, stabilisasi, akurasi posisi, dan kestabilan kalibrasi 14 hari. Hasil pengujian menunjukkan subsistem memenuhi spesifikasi di dalam rentang operasi tambak. Keempat kanal sensor terbukti sangat linear (R² 0,955–0,999), perata-rataan sampel menekan derau hingga 58%, dan seluruh parameter mencapai kestabilan dalam kurang dari dua menit. Subsistem penandaan lokasi menghasilkan galat posisi rata-rata 15,53 meter, memenuhi spesifikasi di bawah 30 meter, sementara simulasi Monte Carlo memvalidasi efektivitas perata-rataan tiga titik dengan keberhasilan 98,8%. Dengan demikian, subsistem pengukuran dan penandaan lokasi telah memenuhi tujuan perancangannya dan layak menjadi dasar bagi layanan data TambaQ.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE JALAN TOL JAKARTA - CIKAMPEK KE ARAH JAKARTA PADA KAWASAN CIKUNIR, KOTA BEKASI, JAWA BARAT
Ruas Jalan Tol Cikampek kilometer 9,8-12,3 ke arah Jakarta merupakan salah satu kawasan yang masih kurang memadai dalam sistem drainase pada sisi arah Jakarta, serta adanya beban drainase akibat pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dilakukan perencanaan sistem drainase yang terintegrasi dan optimal dengan tujuan air dapat dialirkan ke tempat pembuangan yaitu sungai sebagai titik pembuangan sistem drainase jalan tol tersebut. Perencanaan drainase dilakukan dengan analisis hidrologi berdasarkan data satelit yang dikoreksi terhadap curah hujan dari stasiun terdekat dan pengolahan debit rencana menggunakan metode hidrograf satuan sintetis. Langkah perencanaan dimulai dengan simulasi hidraulika pada Kali Cakung dan dua saluran crossing yaitu Saluran Kalimalang, menggunakan software HEC-RAS yang menggunakan inputan debit rencana. Selanjutnya, dilakukan pemodelan drainase tepi jalan dengan EPA SWMM 5.2 untuk memvalidasi kapasitas saluran terhadap beban air dari jalan tol dan KCIC. Melengkapi sisi teknis, disusun pula Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta skema O&P yang melibatkan koordinasi lintas instansi dan perawatan fisik berkala. Output yang ditargetkan adalah sistem drainase yang mumpuni dalam mengalirkan air ke sungai pembuang sekaligus melindungi aset infrastruktur dari kerusakan dini.
STUDI KELAYAKAN TEKNO EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PENGEMBANGAN GREEN HYDROGEN SEBAGAI PENDINGIN GENERATOR PADA PLTGU GRESIK.
Produksi hidrogen pada PLTGU Gresik digunakan sebagai media pendingin generator, sebagian besar energi listrik yang digunakan untuk memproduksi hidrogen tersebut masih disuplai dari listrik jaringan. Kontribusi PLTS eksisting masih terbatas, sehingga hidrogen yang dihasilkan belum dapat dikategorikan sebagai green hydrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tekno-ekonomi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik untuk produksi green hydrogen pada PLTGU Gresik. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan performa teknis PLTS, kelayakan finansial, emisi gas rumah kaca, serta kestabilan sistem kelistrikan. Metode penelitian dilakukan melalui integrasi tiga perangkat lunak utama. PVsyst digunakan untuk memodelkan produksi energi PLTS berdasarkan data iklim, konfigurasi modul, inverter, orientasi panel, serta rugi-rugi sistem. HOMER Pro digunakan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi, biaya produksi hidrogen, kontribusi energi terbarukan, serta emisi pada setiap skenario. Selanjutnya, DIgSILENT digunakan untuk menganalisis kelayakan integrasi sistem terhadap jaringan kelistrikan melalui simulasi load flow, quasi-dynamic, serta respons dinamis terhadap kehilangan daya PLTS secara instan dan ramping. Skenario yang dianalisis meliputi S0 sebagai kondisi eksisting dengan 10% PV menggunakan 2-unit elektroliser alkalin, S1 dengan 50% PV menggunakan 2-unit elektroliser alkalin, S2 dengan 100% PV menggunakan 4-unit elektroliser alkalin serta S3 dengan 100% PV menggunakan 1-unit elektroliser PEM. Hasil simulasi PVsyst menunjukkan bahwa semua skenario memiliki kinerja teknis yang baik, dengan nilai performance ratio berada di atas 75%. Hasil kelayakan ekonomi pada HOMER Pro menunjukkan hasil yang baik serta kompetitif untuk skenario S2 dan S3. Skenario S3 memberikan performa terbaik dengan nilai LCOH Rp53.904-62.443/kgH2, present worth sebesar Rp1,86-2,96 miliar, ROI sebesar 27,02-50,13%, IRR sebesar 10,93-14,26%, serta discounted payback period sebesar 7,62-10,45 tahun. Hasil evaluasi tingkat emisi menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi PLTS mampu menurunkan intensitas emisi secara signifikan, dengan nilai lifecycle GHG intensity sebesar 19,86 kgCO2/kgH2 menjadi 0,13 kgCO2/kgH2 pada skenario S2 dan S3, sehingga hidrogen yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai green hydrogen. Hasil simulasi DIgSILENT menunjukkan bahwa semua skenario masih berada dalam batas operasi kelistrikan yang aman. Deviasi tegangan maksimum berada sekitar -0,64% terhadap tegangan nominal 380 V, sedangkan respons frekuensi akibat kehilangan daya PLTS secara instan maupun ramping tetap berada dalam rentang operasi yang stabil. Berdasarkan hasil scoring, skenario S3 dipilih sebagai skenario terbaik karena memberikan kombinasi paling optimal antara performa teknis, kelayakan ekonomi, penurunan emisi, fleksibilitas operasi elektroliser, dan kestabilan sistem kelistrikan. Analisis sensitivitas pada skenario S3 menunjukkan bahwa kelayakan ekonomi paling dipengaruhi oleh harga jual hidrogen dan tingkat diskonto, sedangkan tarif listrik memberikan pengaruh yang relatif kecil karena suplai energi pada skenario S3 didominasi oleh PLTS. Hasil evaluasi menunjukkan pengembangan PLTS dengan elektroliser PEM layak dipertimbangkan sebagai strategi pengembangan green hydrogen untuk pendingin generator di PLTGU Gresik.
MODEL DUEL SEPAK BOLA SATU LAWAN SATU MENGGUNAKAN TEORIPERMAINAN DAN PEMBELAJARAN PENGUATAN
Duel satu lawan satu dalam sepakbola merupakan interaksi mikro yang sangat berpengaruh terhadap dinamika taktis pertandingan, di mana hasil duel dapat menentukan keberhasilan proses menggiring bola, transisi menyerang-bertahan, hingga penciptaan peluang gol. Tugas Akhir ini membangun model komputasional duel 1v1 sepak bola dengan menggabungkan kerangka teori permainan dan pembelajaran penguatan (reinforcement learning). Pendekatan teori permainan dilakukan dengan mengonstruksi matriks bayaran duel berbasis data atribut pemain Football Manager, untuk kemudian menentukan kesetimbangan Nash secara matematis. Sementara itu, pendekatan pembelajaran penguatan dilakukan dengan melatih dua agen PPO (Proximal Policy Optimization) berspesifikasi ruang keadaan simetris berdimensi 23 dalam lingkungan lapangan kontinu dua dimensi. Melalui penambahan fitur observasi blok (Blocking Obs), kedua agen dilatih lewat mekanisme self-play hingga dicapai konvergensi strategi optimal dari masing-masing pihak. Hasil pengujian mandiri menunjukkan agen penyerang mencatat goal rate sebesar 0,320, sedangkan agen pemain bertahan berhasil mencapai blocked rate sebesar 0,593 lewat jalur pertahanan pasif. Pada pengujian bersama lewat self-play, model menghasilkan kesetimbangan yang didominasi oleh kondisi kebuntuan (draw-dominated) mencapai 82,0%, dengan nilai permainan empiris akhir sebesar +0,0562 dan metrik divergensi yang rendah sebesar 0,1598. Temuan ini membuktikan adanya fenomena reversal perilaku taktis akibat kepekaan informasi blok, di mana penyerang bergeser dari manuver dribble agresif (5,0%) menjadi tindakan menahan bola (hold) sebesar 78,1% demi mencari sudut dengan risiko blok terendah.
PENGEMBANGAN KURVA FRAGILITAS ANALITIK BANGUNAN HUNIAN TERHADAP BAHAYA LAHAR DAN JATUHAN TEFRA
Bahaya sekunder vulkanik berupa aliran lahar dan jatuhan tefra tercatat sebagai salah satu penyebab utama kerusakan bangunan hunian non-engineered di Indonesia. Sayangnya, fungsi kerentanan (fragility function) yang secara spesifik memodelkan respons struktur terhadap beban tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini mengembangkan kurva fragilitas analitik untuk lima tipologi dinding dan atap nonengineered (Unconfined Masonry, Confined Masonry, RC Infill Wall, rangka kayu, dan rangka baja ringan) menggunakan formulasi mekanika struktur yang diintegrasikan dengan Simulasi Monte Carlo (N=10.000). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas akibat pemendekan bentang mengikuti orde yang berbeda-beda tiap tipologi—mendekati kuadratik pada elemen kayu, lebih tajam pada RC Infill Wall (?1/L^2,5), namun mendekati linear pada Confined Masonry dan sambungan baja ringan—sehingga manfaat reduksi geometri tidak dapat digeneralisasi. Berdasarkan probabilitas keruntuhan 50%, Unconfined Masonry merupakan tipologi paling rentan terhadap lahar (0,66 m/s), diikuti dinding kayu (0,73 m/s), Confined Masonry (1,32 m/s), dan RC Infill Wall (1,66 m/s); sementara rangka atap kayu dan baja ringan memiliki ambang ketebalan tefra basah masing-masing 8,45 cm dan 9,5 cm. Evaluasi dispersi kurva turut menunjukkan bahwa Unconfined Masonry memiliki kurva paling curam (konsisten dengan sifat getas tanpa elemen pengekang), sedangkan Confined Masonry dan RC Infill Wall menghasilkan kurva lebih landai yang mencerminkan cadangan kapasitas dari mekanisme lentur dua arah dan efek busur. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi kerentanan bangunan non-engineered perlu mempertimbangkan lebar dispersi, tidak hanya kapasitas median, dalam penetapan strategi mitigasi bencana vulkanik.
APLIKASI FLEXIBLE PARAMETRIC SURVIVAL MODEL UNTUK ANALISIS RISIKO PENYAKIT GAGAL JANTUNG DAN PENETAPAN PREMI
Penyakit gagal jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Tingginya risiko kematian pada pasien gagal jantung menimbulkan ketidakpastian dalam penentuan premi asuransi. Oleh karena itu, diperlukan model yang mampu menggambarkan risiko kematian secara akurat sebagai dasar penetapan premi berbasis risiko individu. Penelitian ini bertujuan memodelkan kelangsungan hidup pasien gagal jantung menggunakan Flexible Parametric Survival Model, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko kematian, serta mengaplikasikan hasil model dalam perhitungan premi asuransi. Data yang digunakan merupakan Heart Failure Clinical Records yang terdiri atas 299 pasien. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi, pembentukan model FPSM, evaluasi model menggunakan Concordance index dan calibration plot, serta validasi internal menggunakan bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel age, ejection fraction, serum creatinine, serum sodium, dan high blood pressure berpengaruh signifikan terhadap risiko kematian pasien. Model terbaik dipilih berdasarkan nilai AIC dan BIC terkecil serta memiliki kemampuan diskriminasi dan kalibrasi yang baik. Fungsi kesintasan yang dihasilkan digunakan untuk menghitung premi bersih dan diimplementasikan dalam bentuk kalkulator premi berbasis risiko individu.
PREDIKSI WILAYAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN LAYANG BENGGOL (DECAPTERUS RUSSELLI) DI WPPNRI 711 MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING
WPPNRI 711 dikenal memiliki potensi sumber daya ikan pelagis kecil yang cukup tinggi, dengan ikan layang benggol (Decapterus russelli) sebagai salah satu spesies dominan hasil tangkapan. Penentuan wilayah potensial penangkapan ikan masih menjadi tantangan, karena lokasi penangkapan bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh perubahan kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memprediksi wilayah potensial penangkapan ikan layang benggol di WPPNRI 711 secara bulanan menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN), mengevaluasi performa model serta kesesuaian spasial hasil prediksi terhadap lokasi penangkapan aktual, dan menganalisis kontribusi parameter oseanografi terhadap prediksi model. Data yang digunakan meliputi posisi kapal dari Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS) periode 2022–2024, serta parameter oseanografi dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) berupa suhu permukaan laut, klorofil-a, salinitas, komponen arus, kecepatan arus, dan Sea Surface Height (SSH). Data tahun 2022–2023 digunakan sebagai data latih, sedangkan data tahun 2024 digunakan sebagai data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu memetakan probabilitas wilayah potensial penangkapan ikan layang benggol setiap bulan dengan kesesuaian spasial yang baik terhadap lokasi penangkapan aktual. Pada skenario VMS, model menghasilkan akurasi sebesar 0,70, presisi 0,68, recall 0,75, F1-score 0,71, AUC- ROC 0,81, dan PR-AUC 0,82. Pada skenario AIS, model menghasilkan akurasi sebesar 0,79, presisi 0,76, recall 0,85, F1-score 0,81, AUC-ROC 0,87, dan PR- AUC 0,89. Analisis feature importance menunjukkan bahwa suhu permukaan laut menjadi parameter paling berpengaruh pada skenario VMS, sedangkan komponen arus zonal (timur-barat) paling berpengaruh pada skenario AIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi data aktivitas kapal, parameter oseanografi, dan model CNN dapat merepresentasikan karakteristik habitat ikan layang benggol serta mendukung identifikasi wilayah potensial penangkapan ikan di WPPNRI 711.
IMPLEMENTASI KONSEP TRAUMA-INFORMED DESIGN (TID) DALAM PERANCANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI YOGYAKARTA
Penelitian ini berfokus pada perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Yogyakarta yang responsif terhadap isu psikososial di lingkungan medis. Melalui penerapan prinsip Trauma-Informed Design (TiD), rancangan ini hadir sebagai solusi atas risiko retraumatisasi pada kelompok ibu dan anak yang sering kali dipicu oleh pengaturan spasial yang tidak memadai. Metodologi yang digunakan merupakan kerangka kerja integratif; menyinergikan data kualitatif TiD dengan prinsip User-Centered Design (UCD), yang kemudian divalidasi secara teknis melalui pendekatan Evidence-Based Design (EBD). Implementasi desain dilakukan pada tapak di kawasan Sleman, Yogyakarta dengan mengoptimalkan karakteristik iklim mikro setempat sebagai elemen restoratif alami. Strategi perancangan ini menyelaraskan standar regulasi kesehatan dengan inovasi arsitektural guna menjaga kualitas desain yang komprehensif. Pada akhirnya, studi ini diproyeksikan untuk mentransformasi standar fisik fasilitas kesehatan menjadi lingkungan yang lebih humanis, yang mampu mereduksi hambatan psikologis sekaligus mengakselerasi proses pemulihan pasien secara berkelanjutan.
POTENSI PLANT DERIVED EXOSOME-LIKE NANOPARTICLE (PDEN) DARI SOLANUM NIGRUM L. SEBAGAI AGEN ANTI KANKER
Pada tahun 2022, menurut International Agency for Research on Cancer, terdapat 408.661 kasus baru dan 242.988 kasus kematian akibat kanker di Indonesia. Banyak penelitian bertujuan mengembangkan terapi untuk penyakit kanker dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tidak toksik. Salah satunya adalah eksosom, yang disekresikan oleh sel hewan maupun sel tumbuhan dan dapat digunakan untuk terapi. Plant-Derived Exosome-like Nanoparticle (PDEN) mendapatkan banyak perhatian sebagai alternatif dari Mammalian-Derived Exosome (MDE). PDEN merupakan partikel mirip eksosom berskala nano yang disekresikan oleh berbagai macam jenis tumbuhan. Makrofag merupakan sel imun yang bersifat plastis dan dapat berdiferensiasi menjadi M1 atau M2. Di dalam tumor, makrofag umumnya mengalami polarisasi menjadi M2, yaitu makrofag yang mendukung pertumbuhan, invasi, dan metastasis dari kanker. Sifat plastis tersebut, beberapa peneliti mulai memanfaatkan sifat makrofag dengan mengarahkan diferensiasi makrofag tersebut dan menggunakannya dalam terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati potensi dari PDEN Solanum nigrum L. sebagai agen anti-kanker dengan membandingkan dua pendekatan: perlakuan sel HeLa dengan sekretom dari makrofag yang diberi perlakuan dengan PDEN Solanum nigrum L. dan perlakuan pemberian PDEN Solanum nigrum L. secara langsung kepada sel HeLa. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi PDEN Solanum nigrum L. yang telah diisolasi melalui Transmission Electron Microscopy (TEM) dan Particle Size Analyzer (PSA) untuk menentukan ukuran dan bentuk, serta Bradford assay untuk menentukan konsentrasi PDEN Solanum nigrum L.. Viabilitas dan sitotoksisitas dari sel makrofag (RAW 264.7) diuji dengan MTT assay. Viabilitas dari kanker serviks (HeLa) dengan perlakuan PDEN secara langsung dan dengan perlakuan sekretome diuji dengan MTT assay, internalisasi atau uptake PDEN Solanum nigrum L. oleh sel yang diamati dengan Confocal Laser Scanning Microscope (CLSM), pengujian apoptosis dari sel HeLa yang diberikan PDEN dengan Annexin V Assay menggunakan Flow Cytometer, analisis migrasi dari sel HeLa dengan scratch assay, dan pengujian ekspresi gen pro-apoptosis dan gen yang berperan dalam migrasi melalui RT-qPCR. Hasil dari penelitian menunjukkan morfologi dan karakteristik PDEN berkisar antara 50–200 nm. Pada RAW 264.7, perlakuan PDEN menunjukkan toksisitas yang tinggi pada konsentrasi di atas 3.2 ?g/mL. Pengamatan pada sel HeLa, dosis direct treatment dengan PDEN Solanum nigrum L. didapati IC50 PDEN adalah 5.8?g/mL. Sekretom dari makrofag yang diberikan PDEN pada konsentrasi 3.2 ?g/mL mampu menurunkan viabilitas HeLa hingga 50%. Uptake PDEN terdeteksi sejak 45 menit dan meningkat pada pengamatan selanjutnya. Analisis scratch assay menunjukkan adanya penurunan migrasi sel HeLa yang diberi perlakuan PDEN 6.4 ?g/mL dan sekretom 3.2 ?g/mL sehingga tidak terjadi penutupan luka selama 48 jam. Annexin V Assay mengonfirmasi bahwa kematian sel HeLa yang diberikan perlakuan PDEN 6.4 ?g/mL dan sekretom 3.2 ?g/mL diakibatkan oleh meningkatnya apoptosis. RT-qPCR menunjukkan adanya kenaikan ekspresi gen BAX, namun juga kenaikan pada ekspresi gen vimentin. Dapat disimpulkan bahwa PDEN menunjukkan potensi sitotoksik dan proapoptotik terhadap sel HeLa secara in vitro, baik melalui perlakuan langsung maupun melalui sekretom makrofag, namun mekanisme molekular dan komposisi bioaktifnya masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM ARSITEKTUR NUSANTARA DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keberagaman budaya yang tinggi, yang tercermin dalam berbagai bentuk arsitektur tradisional, khususnya rumah adat dari setiap daerah. Arsitektur Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga merepresentasikan nilai filosofis, sistem sosial, serta kearifan lokal masyarakat setempat. Namun, penyajian informasi mengenai arsitektur Nusantara saat ini masih didominasi oleh media pembelajaran konvensional yang bersifat dua dimensi, sehingga belum mampu menghadirkan pengalaman ruang, skala, material, dan suasana arsitektur secara utuh. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, terhadap arsitektur Nusantara menjadi terbatas dan kurang kontekstual. Perancangan interior Museum Arsitektur Nusantara di Kota Bandung ini bertujuan untuk menghadirkan media edukasi arsitektur yang informatif, interaktif, dan berbasis pengalaman melalui pendekatan experiential learning. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran melalui pengalaman langsung, sehingga pengunjung dapat memahami arsitektur Nusantara tidak hanya secara visual, tetapi juga melalui pengalaman ruang, material, pencahayaan, dan suasana interior. Museum dirancang sebagai living institution yang berfungsi sebagai sarana edukasi, pelestarian, penelitian, dan rekreasi budaya. Metode perancangan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode kualitatif, yang dilakukan melalui studi literatur terkait arsitektur Nusantara, museum, dan teori experiential learning, serta observasi lapangan ke beberapa museum sebagai studi preseden. Hasil analisis digunakan sebagai dasar penyusunan konsep perancangan interior, meliputi konsep ruang, sirkulasi, material, warna, furnitur, pencahayaan, pengkondisian udara, dan sistem keamanan museum. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan experiential learning dalam desain interior museum mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan bermakna bagi pengunjung. Setiap ruang pamer dirancang untuk merepresentasikan karakter rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia melalui pengolahan elemen interior yang kontekstual. Dengan lokasi di Kota Bandung sebagai kota pendidikan dan kreatif, Museum Arsitektur Nusantara diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan apresiasi arsitektur Nusantara yang relevan, inklusif, serta mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya Indonesia.
OPTIMALISASI NON-PERFORMING LOAN PADA DINAMIKA REGULASI DANA NASABAH DENGAN SLIDING MODE CONTROL
Kesehatan perbankan sangat bergantung pada efektivitas penyaluran kredit, di mana rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet menjadi indikator utama. Peningkatan rasio NPL mencerminkan penurunan kualitas kredit yang dapat mengancam ekuitas dan stabilitas operasional bank. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model matematika dari dinamika sistem regulasi dana nasabah yang merepresentasikan interaksi antara kompartemen simpanan (????), kredit (????), dan ekuitas (????), serta merancang strategi kontrol optimal untuk meminimalkan tingkat gagal bayar nasabah. Dinamika sistem regulasi dana nasabah disajikan dalam suatu bentuk sistem persamaan diferensial. Analisis dinamik dilakukan dengan menentukan titik kesetimbangan, syarat kestabilan matriks Jacobian, serta uji indeks sensitivitas parameter. Pada sistem ini, strategi untuk menurunkan kredit macet dirancang menggunakan dua pendekatan: Kontrol Optimal berbasis Prinsip Maksimum Pontryagin dan Sliding Mode Control (SMC). Kontrol SMC diaplikasikan karena pada realitasnya, parameter laju pembayaran kredit (????) memiliki ketidakpastian yang bersifat stokastik, sehingga diperlukan kontrol yang robust atau tangguh terhadap gangguan eksternal. Hasil analisis kestabilan menunjukkan keberlangsungan simpanan dan kredit sistem sangat ditentukan oleh rasio laju pertumbuhannya terhadap laju penarikan dan gagal bayar. Berdasarkan hasil simulasi numerik, penerapan Kontrol Optimal terbukti mampu menekan NPL sekitar 1-2,5% dan memaksimalkan ekuitas dibandingkan sistem tanpa kontrol. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan karena mengasumsikan nilai gagal bayar bersifat pasti sehingga kurang robust di dunia nyata. Sebaliknya, penerapan kontrol SMC terbukti jauh lebih realistis dan sangat tangguh (robust) dalam mengunci tracking error pada permukaan luncur (sliding surface). Efek chattering yang dihasilkan oleh SMC secara aktif membatasi fluktuasi kredit macet, menekannya hingga stabil di kisaran 1,2%, angka yang berada jauh di bawah ambang batas toleransi risiko 5% yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Secara keseluruhan, penerapan kontrol ini berhasil mencegah penurunan ekuitas menjadi negatif (kebangkrutan) dan sukses menyeimbangkan ketahanan modal bank terhadap eksposur simpanan dan kredit.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE KOREKSI INHOMOGENITAS PARU PADA PERHITUNGAN DOSIS FOTON DALAM FANTOM BERLAPIS AIR- PARU-AIR
Perhitungan dosis yang akurat merupakan salah satu aspek penting dalam radioterapi untuk memastikan dosis yang diterima target sesuai dengan dosis yang direncanakan serta meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Pada kasus penyinaran daerah paru, keberadaan jaringan paru yang memiliki densitas lebih rendah dibandingkan jaringan lunak menyebabkan terjadinya inhomogenitas yang dapat memengaruhi distribusi dosis radiasi. Oleh karena itu, diperlukan metode koreksi inhomogenitas yang mampu memperhitungkan pengaruh perbedaan densitas medium terhadap distribusi dosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa beberapa metode koreksi inhomogenitas, yaitu Equivalent Path Length (EPL), Batho berbasis Tissue-Air Ratio (TAR), Batho berbasis Tissue- Maximum Ratio (TMR), dan Equivalent Tissue-Air Ratio (ETAR), pada medium tidak homogen yang merepresentasikan jaringan paru. Perhitungan dilakukan pada fantom berlapis air–paru–air dengan variasi ketebalan lapisan paru dan ukuran lapangan penyinaran. Distribusi dosis dihitung menggunakan data dosimetri yang diperoleh dari parameter radioterapi yang relevan, kemudian dievaluasi berdasarkan perbedaan hasil yang dihasilkan oleh masing-masing metode koreksi.
PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA POTENSI ANTI-AGING SECARA IN SILICO DAN PENGUJIAN TOKSISITAS AKUT PADA EMBRIO ZEBRAFISH (DANIO RERIO)
Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik, seperti paparan sinar ultraviolet yang menginduksi pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) dan mendegradasi kolagen. Untuk mengatasi gejala penuaan, telah dikembangkan berbagai senyawa aktif sebagai bahan utama produk kosmetika. Aspek keamanan sediaan topikal tersebut harus dievaluasi secara ketat demi menjamin keamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji profil toksisitas dan keamanan dari 12 senyawa potensial anti-aging, yaitu alfa arbutin, asam askorbat, bisabolol, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, asam maltobionat, niacinamide, pantenol, asam suksinat, feniletil resorsinol, dan asam traneksamat. Penelitian dilakukan melalui prediksi toksisitas secara in silico menggunakan program Toxtree dan pkCSM serta validasi biologis secara in vivo dengan metode Fish Embryo Acute Toxicity (FET) pada embrio zebrafish (Danio rerio) berdasarkan pedoman OECD Guideline Test No. 236. Metode FET dilakukan untuk menentukan LC50 dari senyawa uji dengan pemaparan zat uji pada embrio zabrafish selama 96 jam, mortalitas diamati dengan empat parameter, yaitu koagulasi embrio, kegagalan pembentukan somit, kegagalan pelepasan ekor dari kuning telur, dan tidak adanya detak jantung. Hasil prediksi in silico dengan Toxtree menunjukkan bahwa alfa arbutin, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, dan asam suksinat termasuk dalam Cramer Kelas I (toksisitas rendah), sedangkan tujuh senyawa lainnya termasuk dalam Cramer Kelas III (toksisitas tinggi) karena kompleksitas strukturnya. Toxtree mendeteksi adanya structural alerts sensitisasi kulit pada asam askorbat, asam ferulat, asam traneksamat, dan feniletil resorsinol, sementara pkCSM memprediksi potensi sensitisasi kulit spesifik pada bisabolol dan feniletil resorsinol. Pada pengujian toksisitas akut in vivo melalui limit test (100 bpj), sebanyak 11 dari 12 senyawa menunjukkan LC50 > 100 bpj sehingga dikategorikan sebagai senyawa yang praktis tidak toksik menurut standar OECD. Senyawa feniletil resorsinol menunjukkan profil toksisitas akut yang signifikan dengan mortalitas embrio mencapai 100% pada konsentrasi 100 bpj. Melalui uji definitif (full study test), diperoleh nilai LC50 untuk feniletil resorsinol sebesar 6,882 bpj sehingga termasuk ke dalam kategori senyawa toksik.
PENGEMBANGAN VEGETASI BUATAN TERENDAM DI SALURAN TERBUKA SEBAGAI ALTERNATIF PERLINDUNGAN PERMUKAAN DASAR SALURAN TERHADAP GERUSAN LOKAL
Abstrak dapat dilihat di File
PERANCANGAN GEREJA HKBP DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN SPIRITUALITAS PENGGUNA
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) merupakan sebuah gereja Lutheran Evangelis dengan karakter liturgi yang formal dan terstruktur. Namun, seiring berjalannya waktu, ibadah yang terstruktur ini menjadi kurang relevan di jaman yang semakin modern, terutama bagi para generasi muda. Generasi muda cenderung lebih menyukai ibadah dengan musik kontemporer dan liturgi yang informal. Namun, kedua hal ini berbanding terbalik dengan karakter liturgi Gereja HKBP dan menimbulkan banyak dinamika. Perancangan ini dibuat untuk menarik kembali perasaan keterikatan jemaat ketika beribadah di Gereja HKBP tanpa mengubah karakter liturginya, melainkan melalui perancangan ruang ibadah yang dapat memenuhi kebutuhan jemaat ketika beribadah. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut, dilakukan penyebaran kuesioner mengenai motivasi dan kebiasaan jemaat ketika beribadah. Melalui hasil kuesioner tersebut, disimpulkan bahwa kebutuhan utama jemaat ketika beribadah adalah pemenuhan kebutuhan spiritual serta kedekatan dengan keluarga atau tradisi. Dalam memenuhi kebutuhan jemaat ketika beribadah, perancangan ini mengangkat konsep sakral dan dekat dengan mengintegrasikan identitas budaya Batak Toba ke dalam elemen-elemen interior gereja. Penerapan budaya Batak Toba dilakukan melalui bentuk, material, warna, dan ornamen yang tetap mempertahankan karakter sederhana dan sakral Gereja HKBP. Perancangan ini menghasilkan rancangan Gereja HKBP yang mampu mendukung kebutuhan spiritual jemaat sekaligus menciptakan rasa memiliki dan keterikatan terhadap gereja.