📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGEMBANGAN MODEL TAKAFUL HIBRID DENGAN AKUN TABARRU’, AKUN PERUSAHAAN, DAN TABUNGAN BERBASIS TEORI RUIN

Pertumbuhan industri asuransi syariah (Takaful) yang pesat mendorong penerapan model Takaful Hibrid 3-Akun, yang memisahkan kontribusi peserta ke dalam Dana Perusahaan, Dana Tabarru’, dan Dana Tabungan. Namun, pemisahan yang kaku ini menimbulkan fenomena fragmentasi dana yang menyebabkan peluang kebangkrutannya menjadi lebih tinggi dibandingkan asuransi konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model mitigasi risiko lintas-akun (cross-subsidization) yang patuh syariah untuk menurunkan peluang kebangkrutan tersebut. Mekanisme yang diusulkan bekerja dengan mengalokasikan sebagian porsi keuntungan investasi Dana Tabungan ke dalam Qard Hasan (dana pinjaman tanpa bunga) secara periodik melalui nisbah yang disepakati, sehingga tersedia cadangan likuiditas tambahan tanpa melanggar prinsip syariah. Simulasi Monte Carlo yang diuji menggunakan solusi analitik eksak model Cramer- Lundberg. Hasil simulasi menggunakan asumsi peneliti pada skenario deterministik (V1) menunjukkan peluang kebangkrutan model Takaful modifikasi lebih rendah dibandingkan model konvensional, yaitu 7,751% berbanding 8,463% (selisih penurunan risiko ? = 0,712%). Hasil ini tetap konsisten pada skenario stokastik (V2) dengan volatilitas pasar ? = 12%, dengan peluang 7,814% berbanding 8,469% (selisih ? = 0,655%). Analisis sensitivitas terhadap dua belas parameter internal dan eksternal menunjukkan perilaku model yang stabil, dengan porsi Dana Tabarru’ (?2) dan porsi Dana Tabungan (?2) sebagai parameter internal yang paling berpengaruh terhadap peluang kebangkrutan.

2026
👤 Penulis: Naufal Rafidien Khalwani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN COMMUNITY HUB SEBAGAI WADAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KARIMUNJAWA

Masyarakat kepulauan di Indonesia sering menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi meskipun memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Karimunjawa, sebagai gugusan pulau di Laut Jawa, merupakan salah satu kawasan yang terdampak oleh pertumbuhan pariwisata dan rendahnya partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Meskipun sektor pariwisata membuka peluang ekonomi, dominasi pihak luar dalam kepemilikan usaha dan lapangan kerja menyebabkan masyarakat lokal terpinggirkan. Kajian ini mengusulkan perancangan Community Hub di Karimunjawa sebagai wadah pemberdayaan, edukasi, serta kolaborasi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Fasilitas ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui sistem dua alur, yaitu penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai pengelola utama serta penyediaan pengalaman wisata berbasis edukasi, budaya, dan konservasi yang dikelola oleh masyarakat. Dengan menerapkan prinsip desain berkelanjutan, proyek ini mengintegrasikan material lokal, arsitektur vernakular, dan perencanaan partisipatif oleh masyarakat lokal untuk mendukung ketahanan lingkungan dan kesetaraan sosial-ekonomi. Hub ini diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berpusat pada masyarakat, sehingga masyarakat lokal tetap menjadi penerima manfaat utama sekaligus penjaga lingkungan mereka.

2026
👤 Penulis: Auraria Rahma Ageng T
🏷️ Pariwisata Berkelanjutan 🏷️ Desain Berkelanjutan 🏷️ Kepemilikan Usaha Dan Partisipasi Masyarakat

REVITALISASI INTERIOR STASIUN GAMBIR DENGAN PENDEKATAN HUMAN-CENTERED DESIGN

Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun utama di Jakarta yang secara eksklusif melayani kereta api jarak jauh dengan volume penumpang yang tinggi, terutama pada periode libur dan musim mudik. Meskipun telah mengalami beberapa pembaruan, kondisi interior Stasiun Gambir masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan kapasitas ruang tunggu, sirkulasi yang kurang optimal bagi pengguna dengan barang bawaan besar, serta belum terpenuhinya prinsip desain universal bagi penyandang disabilitas. Selain itu, meningkatnya penggunaan sistem pelayanan berbasis teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan perancangan ruang yang mendukung orientasi dan pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep revitalisasi interior Stasiun Gambir berbasis Human-Centered Design guna meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan aksesibilitas pengguna. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur, observasi kondisi eksisting, serta analisis standar dan regulasi terkait fasilitas stasiun. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan konsep perancangan interior yang adaptif terhadap lonjakan penumpang, inklusif terhadap berbagai karakter pengguna, serta mampu meningkatkan kualitas pengalaman ruang pada stasiun kereta api jarak jauh.

2026
👤 Penulis: Marsa Nadira Rahman
🏷️ Desain Manusia 🏷️ Interior Stasiun Kereta Api 🏷️ Kenyamanan Pengguna

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN, RANTING DAN BATANG TUMBUHAN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DENGAN METODE DPPH DAN CUPRAC

An'oksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah penyakit degenera'f dengan cara menetralisir atau mengkap radikal bebas. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan yang masif digunakan oleh masyarakat sebagai bahan masakan dapat menjadi sumber an'oksidan. Peneli'an ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagian tumbuhan kelor yang masih jarang digunakan yakni ran'ng dan batang. Dalam peneli'an ditentukan kadar fenol total, flavonoid total dan ak'vitas an'oksidan dari ekstrak bagian daun, ran'ng, dan batang kelor. Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks menggunakan pelarut dengan polaritas ber'ngkat yaitu n-heksana, e'l asetat dan etanol. Total fenol dan flavonoid dilakukan dengan spektrofotometri UV-sinar tampak. Uji ak'vitas an'oksidan dilakukan dengan metode DPPH dan CUPRAC. Korelasi total fenol, flavonoid terhadap ak'vitas an'oksidan serta korelasi dua metode uji dilakukan dengan Korelasi Pearson. Ak'vitas an'oksidan dengan metode DPPH bernilai antara 2,208 hingga 66,105 mg AEAC/g, sedangkan metode CUPRAC pada rentang 21,995 - 73,808 mg AEAC/g. Secara umum, korelasi antara senyawa golongan fenol dan flavonoid dengan ak'vitas an'oksidan yaitu kuat hingga sangat kuat, sedangkan korelasi antara kedua metode uji ak'vitas an'oksidan yaitu kuat hingga sangat kuat. Ekstrak etanol daun kelor mengandung kuerse'n dengan kadar 1,498 ± 0,378 mg/g. Bagian tumbuhan ran'ng dapat dilakukan ekplorasi karena memiliki ak'vitas yang baik dalam ak'vitas an'oksidan.

2026
👤 Penulis: Miladia Nur Asafiya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN WELLNESS RESORT DENGAN PENDEKATAN SALUTOGENIC DESIGN SEBAGAI MEDIUM RESTORATIF BAGI MASYARAKAT URBAN DI BATAM, KEPULAUAN RIAU

Lingkungan perkotaan dengan kepadatan tinggi, kebisingan, dan ritme hidup yang cepat dapat memicu urban stress dan menurunkan kualitas hidup masyarakat urban. Kebutuhan akan medium ruang yang mendukung pemulihan semakin relevan seiring berkembangnya wisata kesehatan, yang menuntut pengalaman ruang tidak hanya rekreatif tetapi juga terarah. Tugas Akhir ini mengusulkan perancangan interior wellness resort di Kepulauan Seribu sebagai sarana restorasi psikologis bagi masyarakat urban Jakarta. Tujuan perancangan adalah membentuk pengalaman ruang yang memandu pengguna dari kondisi tegang menuju tenang dan pulih melalui rangkaian fasilitas wellness yang terintegrasi. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, studi pembanding, analisis tapak dan karakter pengguna, serta sintesis program ruang dan kriteria perancangan. Konsep “Stillness Between Tides” menerjemahkan ritme pasang–surut sebagai urutan pengalaman ruang. Pendekatan salutogenic diterapkan dengan mengoperasionalkan Sense of Coherence melalui keterbacaan sirkulasi dan wayfinding, kontrol pengguna terhadap privasi serta tingkat stimulus, dan pengalaman bermakna melalui keterhubungan dengan elemen alam. Implementasi desain diwujudkan melalui strategi pencahayaan dan penghawaan alami, pemilihan material alami yang sesuai iklim pesisir, pengendalian akustik, serta pemisahan alur servis. Rancangan ini diharapkan menjadi model lingkungan interior yang berperan sebagai medium dalam mendukung pencapaian well-being, kebugaran, dan kebiasaan hidup sehat.

2026
👤 Penulis: Radina Dyandra Nabila
🏷️ Desain Interior 🏷️ Manajemen Kesehatan Lingkungan 🏷️ Salutogenic Design

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEAMANAN KONSUMEN TERHADAP NIAT PEMBELIAN ONLINE PADA PRODUK HOME APPLIANCES: PERAN MODERASI LITERASI DIGITAL

Teknologi digital telah berkembang pesat di berbagai bidang dan secara khusus telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen melalui platform e commerce. Perkembangan ekosistem digital di Indonesia telah mendorong bisnis untuk menerapkan sistem omnichannel yang menggabungkan saluran pembelian online dan offline. Meskipun pertumbuhan ini jelas terlihat, transaksi offline terus mendominasi pasar peralatan rumah tangga yang menunjukkan bahwa belanja online untuk produk elektronik masih berada pada tahap awal. Produk peralatan rumah tangga diklasifikasikan sebagai produk dengan keterlibatan tinggi karena harga mereka yang relatif tinggi, kompleksitas teknis, dan risiko yang menyertainya dibandingkan dengan barang-barang konsumen sehari-hari. Akibatnya, konsumen sering kali melakukan penilaian yang lebih intensif terhadap perilaku belanja online mereka. Kepercayaan konsumen dan persepsi keamanan oleh karena itu merupakan pendorong kritis dari niat pembelian online dalam konteks ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kepercayaan konsumen dan keamanan terhadap niat pembelian produk peralatan rumah tangga secara online menggunakan platform e-commerce. Selain itu, penelitian ini meneliti literasi digital sebagai perspektif moderasi dalam hubungan kepercayaan dan keamanan dengan preferensi pembelian pada belanja online yang paling umum. Motivasi untuk penelitian ini adalah banyaknya konsumen di bidang elektronik yang memilih untuk membeli produk menggunakan toko offline meskipun saluran pembelian digital kini tersedia. Kualitas produk, keaslian produk, keamanan pembayaran, risiko pengiriman, dan ketidakpastian pasca-penjualan adalah beberapa titik sakit yang terkait dengan konsumen. Selain itu, pengetahuan tentang teknologi digital juga dapat mempengaruhi konsumen dalam memproses dan menilai informasi tentang risiko yang dipersepsikan dalam transaksi online. Dalam penelitian ini, kami memiliki studi kuantitatif menggunakan metode survei. Penelitian ini mengandalkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan dari konsumen yang memiliki pengalaman atau kecenderungan terhadap e-commerce produk peralatan rumah tangga. Teknik pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk mendapatkan 160 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin untuk menilai persepsi kepercayaan, keamanan, literasi digital, dan niat pembelian online di antara responden. Data diproses menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Analisis melibatkan penilaian model luar, di mana validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk diperiksa, serta evaluasi model dalam untuk menguji hubungan struktural dan konstruk moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian online. Konsumen lebih suka membeli fitur produk peralatan rumah tangga secara online ketika mereka merasakan kredibilitas, keandalan, dan transparansi informasi produk dari penjual. Juga terungkap bahwa keamanan dan niat beli online memiliki pengaruh signifikan yang positif. Seseorang dapat lebih percaya diri dalam bertransaksi online, jika mereka percaya bahwa transaksi dan informasi pribadi mereka akan tetap aman, produk pasti melewati jaminan kualitas, dan penjual dapat dipercaya. Literasi digital tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara kepercayaan dan niat untuk melakukan pembelian online, menurut analisis moderasi. Kami menemukan bahwa ketika perdagangan dilakukan dalam lingkungan yang dapat dipercaya, kemampuan digital pelanggan tidak memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keputusan pembelian mereka dibandingkan dengan kepercayaan itu sendiri. Bertentangan dengan prediksi, terdapat efek moderasi positif yang kuat dari literasi digital terhadap hubungan antara keamanan dan niat pembelian online. Pelanggan yang melek digital lebih mampu untuk memeriksa apa yang mereka lihat secara online, mengenali vendor resmi dan prosedur keamanan, serta mengidentifikasi sistem perlindungan transaksi. Karena hal ini, konsumen dengan tingkat literasi digital yang lebih tinggi lebih terpengaruh oleh keamanan saat melakukan pembelian online. Mengingat hal ini, rekomendasi strategis disarankan dalam studi ini dan disusun sesuai dengan 7P Marketing Mix (Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses, dan Bukti Fisik). Strategi yang diusulkan diharapkan dapat memastikan keamanan transaksi, meningkatkan persepsi literasi digital dalam hal keamanan saat melakukan transaksi online, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam penggunaan saluran pembelian online. Inisiatif-inisiatif ini diasumsikan dapat berkontribusi pada peningkatan niat pembelian online dan memperkuat pertumbuhan penjualan online serta mengurangi perbedaan antara hasil pembelian online dan offline dalam kategori peralatan rumah tangga.

2026
👤 Penulis: Fadisty Ailsa Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENGUATAN PADA PENGHINDARAN RINTANGAN DALAM SIMULASI PERMAINAN BULLET HELL SEDERHANA

Pada penelitian ini, kita akan mengimplementasikan reinforcement learning pada sebuah agen yang bertugas memainkan game bullet hell yang mampu menyerang musuh serta menghindari rintangan serangan proyektil kecil. Kita ingin mencari tahu bagaimana cara kita membuat bot AI yang dapat memainkan sebuah simulasi game bullet hell dan apa saja optimisasi atau modifikasi lain yang dapat meningkatkan performa bot. Kita akan menggunakan sebuah simulasi yang dibuat daripada menggunakan suatu game yang asli karena pada simulasi, kita bisa menyederhanakan gameplay agar kita dapat melakukan analisis yang lebih dekat. Pada simulasi, kita melakukan beberapa penyederhanaan sehingga game bersifat diskrit pada aksi dan waktunya, namun kontinu pada observasinya. Dari situ, telah diputuskan metode perhitungan model yang akan digunakan adalah metode PPO (Proximal Policy Optimization) karena metode ini cocok dengan lingkungan dengan aksi yang diskrit namun observasi yang kontinu. Ditambahkan juga sebuah wrapper yang meloncati beberapa frame simulasi kedepannya untuk mengambil observasi dan melakukan inferensi aksi yang akan diambil untuk mengurangi perhitungan yang dibutuhkan (frame-skipping). Selanjutnya, kita membandingkan sebuah model awal dan modifikasi-modifikasi dari model tersebut yang memenfaatkan prinsip DeepSets, TCPA & CPA untuk menentukan proyektil-proyektil yang penting, serta informasi observasi proyektil tambahan untuk menentukan apa saja faktor yang memengaruhi performa agen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peloncatan frame, modifikasi model yang mengaplikasikan prinsip DeepSets, CPA dan TCPA, serta penambahan informasi-informasi proyektil penting lebih memberikan performa yang lebih baik daripada model sederhana yang hanya memberikan informasi tentang proyektil terdekat.

2026
👤 Penulis: Dzubyan Ilman Ramadhan
🏷️ Reinforcement Learning 🏷️ Simulasi Permainan 🏷️ Metode Ppo (Proximal Policy Optimization)

KAJIAN ANALISIS KORESPONDENSI PADA DATA FUZZY

Analisis korespondensi (Correspondence Analysis/CA) merupakan metode statistika multivariat yang digunakan untuk mengidentifikasi pola asosiasi antara dua variabel kategorikal melalui representasi geometris dalam ruang berdimensi rendah. Pada perkembangannya, CA klasik diperluas menjadi Analisis Korespondensi pada Data Fuzzy (Correspondence Analysis on Fuzzy Data/CAFD) untuk menangani tabel kontingensi yang elemennya tidak bersifat pasti, melainkan mengandung ketidakpastian intra-sel. Tugas akhir ini mengkaji konsep CAFD secara teoritis, meliputi konstruksi tabel kontingensi fuzzy, formulasi masalah fuzzy, dan prosedur defuzzifikasi untuk memperoleh representasi geometris dan struktur asosiasi data. Pada CAFD, tabel kontingensi crisp diperkaya menjadi tabel kontingensi fuzzy yang elemennya berupa bilangan fuzzy segitiga (Tringular Fuzzy Number/TFN) asimetris, dengan spread ditentukan oleh Coefficient of Variation dari faktor-faktor penjelas pada setiap sel. Masalah eigenvalue fuzzy yang muncul diselesaikan melalui two-step method, kemudian dilanjutkan dengan defuzzifikasi menggunakan metode Arithmetic Mean Output. Sebagai penerapan konsep yang telah dikaji, dilakukan analisis korespondensi pada data tingkat kepuasan hidup global tahun 2019 yang bersumber dari World Happiness Report, dengan variabel wilayah geografis dan tingkat kepuasan hidup sebagai 2 variabel kategorikal yang ditinjau. Penerapan ini sekaligus berfungsi sebagai ilustrasi yang menunjukkan bagaimana CAFD memberikan informasi tambahan dibandingkan dengan CA klasik ketika ketidakpastian intra-sel dipertimbangkan.

2026
👤 Penulis: Cindy Kezia Marcellina
🏷️ Analisis Korespondensi 🏷️ Data Fuzzy 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENINGKATAN AKURASI PERAMALAN UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT LAYANAN PELANGGAN DAN EFISIENSI MODAL KERJA: STUDI KASUS RANTAI PASOKAN SUKU CADANG ALAT BERAT

PT Cakra Harmoni Sentosa, distributor alat berat terbesar di Indonesia, mencatat transaksi suku cadang senilai IDR 1,1 triliun per tahun di Plant Sungai Danau (SDU). Namun demikian, tingkat layanan pelanggan (Customer Service Level atau CSL) hanya mencapai 75%, di bawah target 80%, sementara Days of Inventory (DOI) mencapai 87 hari, melampaui target 75 hari. Kondisi ini mencerminkan masalah kelebihan stok dan kekurangan stok yang terjadi secara bersamaan, yang bersumber dari ketergantungan perusahaan pada metode peramalan Moving Average 12 bulan (MA12). Metode ini tidak mampu mengakomodasi pola permintaan intermittent dan lumpy yang mendominasi 90% portofolio suku cadang. Penelitian ini menerapkan kerangka klasifikasi permintaan Syntetos-Boylan-Croston (2005) untuk mengelompokkan seluruh SKU aktif berdasarkan Average Demand Interval (ADI) dan Squared Coefficient of Variation (CV²), kemudian mengevaluasi 23 variasi model peramalan per kategori pola permintaan menggunakan walk-forward validation. Pemilihan model didasarkan pada weighted average rank yang menggabungkan 75% SPEC dan 25% akurasi berbasis MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pola permintaan secara konsisten mengungguli kebijakan peramalan seragam. Untuk item lumpy (11.51% dari SKU), Ensemble SES, SBA, LSTM, dan N-Beats mencapai performa terbaik. Untuk item smooth (6.67%) dan intermittent (78.66%), Ensemble CatBoost, MLP, dan ARIMA terbukti lebih unggul. Untuk item erratic (3.16%), SES dikombinasikan dengan safety stock buffer yang ditingkatkan untuk mencapai service level 90% direkomendasikan sebagai pendekatan yang paling sesuai. Simulasi Stock Level Maximum menggunakan metode yang diusulkan dan kalibrasi safety stock dinamis per SKU dengan formula SS = Z dikali sigma-demand dikali akar dari LT memproyeksikan peningkatan CSL dari 75% menjadi sekitar 81%, atau satu poin persentase di atas target, serta penurunan DOI dari 87 hari menjadi 74 hari. Penurunan ini setara dengan pelepasan modal kerja senilai IDR 39 miliar. Analisis feature importance pada komponen machine learning mengidentifikasi variabel lag permintaan, rolling mean dan standar deviasi, jumlah alat berat aktif, harga batu bara, serta statistik lead time sebagai pendorong utama akurasi peramalan di seluruh kategori pola permintaan.

2026
👤 Penulis: Like Ati Handayani
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

MELAMPAUI ALGORITMA: ADAPTASI MODEL PERJODOHAN KOREA UNTUK DINAMIKA PENCARIAN PASANGAN DI INDONESIA PADA ERA DIGITAL

Sementara pasar aplikasi kencan digital di Indonesia berkembang pesat karena pertumbuhan ekonomi dan penetrasi ponsel pintar, para lajang profesional berpenghasilan tinggi masih menghadapi tantangan signifikan dalam menemukan pasangan yang andal dan aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi "defisit kepercayaan" (trust deficit) pada platform yang ada saat ini—yang sangat bergantung pada algoritma data—dengan menetapkan strategi lokalisasi dan Go-to-Market (GTM) guna memperkenalkan model biro jodoh premium berbasis manusia (human matchmaking) asal Korea yang telah terbukti ke pasar berpenghasilan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain riset metode campuran (mixed-methods), yang menggabungkan survei kuantitatif terhadap 368 individu lajang atau cerai berusia 24 hingga 45 tahun di seluruh Indonesia, dengan fokus utama di wilayah Jabodetabek, setelah melakukan wawancara mendalam secara kualitatif dengan para pakar dari perusahaan biro jodoh terkemuka di Korea. Analisis kuantitatif yang komprehensif dilakukan untuk mengonfirmasi potensi permintaan yang kuat sebelum mengembangkan strategi Go-to-Market. Secara khusus, Analisis Tabulasi Silang (Cross-Tabulation Analysis) digunakan untuk menyegmentasikan pasar dan mengidentifikasi audiens target yang optimal, yaitu para profesional berusia 30-an dan 40-an yang tinggal di Jabodetabek dengan pendapatan bulanan di atas IDR 15 juta. Hasil analisis empiris menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa dua faktor merupakan prediktor yang signifikan secara statistik terhadap Tingginya Kesediaan untuk Membayar Layanan Premium (High Willingness to Pay Premium Services); kedua faktor tersebut adalah seberapa ketat dokumen diverifikasi dan tingkat keahlian profesional dalam manajemen. Selain itu, statistik deskriptif dan analisis frekuensi digunakan untuk menentukan faktor pembelian utama, menyusun struktur tingkatan harga yang optimal, dan menetapkan persyaratan minimum bagi perusahaan mitra sebagai bagian dari Proposisi Nilai (Value Proposition) perusahaan. Oleh karena itu, berdasarkan temuan empiris dari penelitian ini, sebuah alur kerja operasional dikembangkan berdasarkan business model canvas yang telah dilokalisasi dan bauran pemasaran 4P. Tiga strategi yang memperkuat model bisnis ini meliputi: Pertama, penerapan struktur pembayaran terbagi yang mencakup biaya pendaftaran (joining fee) dan biaya keberhasilan (success fee). Pembagian biaya ini memungkinkan pengurangan hambatan masuk (barrier to entry) yang disesuaikan dengan budaya lokal. Kedua, karena keterbatasan informasi yang tersedia dari basis data publik lokal dan untuk memenuhi tujuan utama dalam menyediakan proses verifikasi terbaik bagi klien, sebuah jaringan verifikasi manual dikembangkan melalui perjanjian kemitraan dengan beberapa firma hukum lokal dan lembaga pemeringkat kredit. Terakhir, berdasarkan basis pengguna yang telah berpengalaman dengan aplikasi kencan dan memiliki niat kuat untuk beralih menjadi pelanggan berbayar, Strategi Saluran Hibrida O2O (O2O Hybrid Channel Strategy) telah diterapkan dengan memanfaatkan aplikasi yang aman serta lounge fisik kelas atas, yang memungkinkan efisiensi sekaligus kepercayaan dalam hal bertemu dengan calon pasangan. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, terlihat jelas bahwa meskipun sekadar mentransfer model bisnis internasional yang mapan dapat efektif dalam hal kesuksesan, pengembangan strategi lokalisasi berbasis data mampu mengatasi kebutuhan yang belum terpenuhi (unmet needs) di pasar baru secara signifikan. Cetak biru bisnis inovatif yang disajikan dalam penelitian ini menciptakan pergeseran paradigma bagi industri biro jodoh di Indonesia, serta berfungsi sebagai landasan teoritis dan praktis yang kokoh untuk ekspansi bisnis di masa depan ke Asia Tenggara.

2026
👤 Penulis: Jinkwon Hong
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

OPTIMASI PENGANGKUTAN BATUBARA YANG BERKELANJUTAN DI BAWAH KETIDAKPASTIAN: PENDEKATAN POHON KEPUTUSAN BERTAHAP UNTUK SUBKONTRAKTOR DI PALEMBANG

Penelitian ini saya rancang untuk membangun model pohon keputusan multi-tahap guna mengoptimalkan operasional pengangkutan batubara di PT Baseline Business Control (PT BBC). Perusahaan saat ini terjepit di antara ketidakpastian cuaca, aturan ESG yang ketat, serta margin keuntungan yang kian menipis. Dalam model ini, saya menyusun urutan empat keputusan strategis: pemilihan rute, komposisi armada, target produktivitas, dan mitigasi risiko cuaca dengan probabilitas hambatan operasional sebesar 30%. Kondisi riil di lapangan menunjukkan PT BBC sedang menghadapi tekanan berat, mulai dari biaya operasional yang menyentuh IDR 2–5 miliar per tahun hingga produktivitas driver yang stagnan di angka 11 trip—jauh di bawah standar industri. Ditambah lagi dengan larangan jalan umum per Januari 2026, profitabilitas perusahaan benar-benar terancam. Melalui wawancara mendalam dan analisis data internal, saya mengevaluasi berbagai skenario menggunakan kalkulasi EMV, NPV, dan BEP. Hasil analisis saya menunjukkan bahwa Skenario 1 adalah jalur terbaik: memprioritaskan rute BSE–EPI PORT dengan kombinasi armada 75% truk baru dan 25% truk lama, serta mengejar target 17 trip melalui program insentif. Strategi ini mampu menghasilkan EMV tertinggi sebesar IDR 3,366 miliar, mencapai BEP dalam 2,68 tahun, dan memangkas emisi CO? hingga 18%. Kerangka keputusan yang saya kembangkan ini tidak hanya menjadi solusi taktis bagi PT BBC, tetapi juga menawarkan metodologi yang bisa direplikasi oleh subkontraktor logistik lainnya di Indonesia dalam menghadapi risiko iklim dan regulasi.

2026
👤 Penulis: Imelda Kurniawan Santoso
🏷️ Optimasi Pengangkutan Batubara 🏷️ Subkontraktor Logistik 🏷️ Regulasi Esg

ANALISA TEKNO-EKONOMI TERHADAP TEKNOLOGI DAPUR BUSUR LISTRIK SEBAGAI JALAN MENUJU PRODUKSI BAJA RENDAH EMISI DI INDONESIA

Persetujuan Paris mendorong seluruh negara untuk mengurangi emisinya. European Union (EU) meluncurkan program bernama European Green Deal yang mengakibatkan pemberlakuan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) terhadap 6 (enam) jenis barang yang diimpor ke dalam wilayah EU. Baja merupakan salah satu jenis barang yang terkena biaya tambahan berupa CBAM Certificate akibat karbon yang terkandung di dalamnya. Indonesia juga memiliki rencana untuk memberlakukan Pajak Karbon terhadap baja, tetapi tarif per Ton CO2 nya belum setinggi tarif CBAM di EU. Terdapat 3 (tiga) jalur besar produksi baja yang teruji secara komersial, yaitu Rute Blast Furnace – Basic Oxygen Furnace (BF-BOF), Rute Direct Reduced Iron – Electric Arc Furnace (DRI-EAF) berbasis gas, dan Rute Electric Arc Furnace (EAF) berbasis scrap. Setiap rute tersebut memiliki tingkatan emisi yang berbeda dan akan mempengaruhi daya saing terkait dengan pemberlakuan Pajak Karbon di Indonesia dan EU-CBAM. Penelitian ini akan memberikan ulasan dan perbandingan teknologi pada fasilitas di Giga Steel terkait dengan konsumsi spesifik dari bahan baku, bahan bakar, energi, emisi CO2 yang dihasilkan, dan daya saing biaya terhadap setiap rute produksi yang disebutkan di atas. Kemudian akan dilakukan Analisa terhadap dampak dari Pajak Karbon dan CBAM dalam mendorong transisi menuju penggunaan teknologi rendah emisi untuk produksi baja. Berdasarkan Analisa yang dilakukan, rute BF-BOF memiliki biaya produksi yang paling rendah, namun pada saat bersamaan merupakan penghasil CO2 paling tinggi karena penggunaan Batubara yang besar. Biaya produksi dari rute scrap-based EAF lebih tinggi dari rute BF-BOF, tetapi memiliki emisi CO2 paling rendah. Rute DRI-EAF memiliki biaya produksi yang paling tinggi, namun karena penggunaan Gas Alam sebagai pereduksi, level emisi CO2 dari DRI-EAF lebih rendah dibandingkan rute BF-BOF tetapi masih lebih tinggi dibandingkan rute EAF berbasis scrap. Dengan tarif karbon di Indonesia saat ini, rute BF-BOF masih merupakan rute produksi yang paling kompetitif. Situasinya akan berubah ketika tarif karbon menjadi diatas 67 USD/t-CO2. Pada kondisi tersebut, rute EAF berbasis scrap akan menjadi lebih kompetitif dibandingkan rute BF-BOF. Harga karbon di EU lebih dari 80 USD/t-CO2. Untuk pasar ekspor ke EU, rute EAF berbasis scrap akan lebih menjadi pilihan.

2026
👤 Penulis: Gigih Respati Yudistianto
🏷️ Teknologi Dapur Listrik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Baja 🏷️ Hidrologi

TRANSFORMASI PASAR CIHAPIT BANDUNG : KAJIAN JEJARING AKTOR DAN MULTI-LEVEL PERSPECTIVE

Transformasi Pasar Cihapit Bandung dari pasar rakyat yang berfungsi sebagai ruang pemenuhan kebutuhan harian menjadi ruang kuliner, kreatif, dan digital menunjukkan bahwa perubahan pasar perkotaan tidak hanya terjadi melalui revitalisasi fisik, tetapi juga melalui pembentukan citra, pengalaman, dan jejaring aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses transformasi Pasar Cihapit sebagai destinasi wisata kuliner dengan melihat hubungan antara tekanan landscape, sistem regime, inovasi niche, struktur jejaring aktor digital, serta peran aktor human dan non-human dalam membentuk arah perubahan pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif-digital melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumen sekunder, dan data digital publik. Analisis dilakukan secara bertahap menggunakan Multi-Level Perspective untuk melihat dinamika transformasi sistem, Social Network Analysis dengan bantuan Gephi untuk memetakan struktur jejaring aktor digital, serta Actor-Network Theory untuk menafsirkan proses translasi, actant, inscription, dan stabilisasi narasi kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Pasar Cihapit berlangsung melalui pola reconfiguration pathway, yaitu masuknya inovasi kuliner, komunitas kreatif, media sosial, dan platform digital ke dalam sistem pasar rakyat tanpa sepenuhnya menggantikan fungsi lama pasar. Jejaring digital Pasar Cihapit memperlihatkan adanya aktor sentral yang berperan dalam memperluas visibilitas pasar, sekaligus menunjukkan bahwa sebagian pedagang lama tetap berada pada posisi periferal dalam narasi digital. Temuan ANT menunjukkan bahwa actant non-human seperti Google Maps, QRIS, signage, mural, ruang pasar, akses parkir, dan konten digital turut membentuk pengalaman pengunjung, citra pasar, serta pola keterhubungan antar aktor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Pasar Cihapit merupakan proses rekonfigurasi sosio-teknis yang bersifat asimetris, sehingga pengembangan pasar rakyat sebagai destinasi kuliner perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan citra dan kunjungan, tetapi juga pada penguatan kapasitas digital, perlindungan pedagang lama, dan tata kelola kolaboratif yang lebih inklusif.

2026
👤 Penulis: Fauzan Isya Duri
🏷️ Transformasi Sosio-Teknis Pasar Rakyat 🏷️ Digitalisasi Ekonomi Lokal 🏷️ Kuliner Sebagai Destinasi Wisata

PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS PRODUK MIX MELALUI COSTING BERBASIS RUTE PRODUKSI: STUDI KASUS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR POLYPROPYLENE

Produsen polypropylene menghadapi tekanan berkelanjutan dari volatilitas biaya bahan baku, pergerakan harga pasar, persaingan impor, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dalam kondisi tersebut, keputusan product mix tidak hanya memerlukan pertimbangan permintaan dan operasional, tetapi juga visibilitas biaya dan margin kontribusi yang lebih rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka costing berbasis route-level untuk mendukung perencanaan bauran produk yang mempertimbangkan margin pada perusahaan manufaktur polypropylene. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif pada PT PRP, berdasarkan data sekunder internal periode 2024, yang mencakup data produksi, pemetaan grade-formula-route, Bill of Materials, konsumsi utilitas, data costing, dan data harga jual. Kerangka yang diusulkan mengombinasikan Bill of Materials dan logika Activity-Based Costing untuk menghitung variable cost dan route-sensitive pada tingkat grade-formula-route. Sebanyak 36 kombinasi grade-formula-route dianalisis dan dibandingkan dengan metode costing saat ini yang berbasis grade-level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan margin kontribusi antara metode costing saat ini dan metode ABC-BOM yang diusulkan berkisar kurang dari USD 1 per ton hingga lebih dari USD 17 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa grade-level costing dapat mengaburkan perbedaan biaya dan margin yang disebabkan oleh variasi formula dan rute produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa route-level costing dapat mendukung pengambilan keputusan manajerial dengan membantu PT PRP menyeimbangkan komitmen permintaan, kelayakan operasional, dan prioritas margin dalam perencanaan product mix.

2026
👤 Penulis: Gabriela Melati Sari
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Biaya

PENILAIAN KELAYAKAN: STUDI PRA-KELAYAKAN UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI BIOSIMILAR DI INDONESIA MENUJU KEMANDIRIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN YANG TERJANGKAU

ndonesia saat ini menghadapi Defisit Struktural Ganda yang berada di persimpangan antara jaminan kesehatan nasional dan stabilitas makroekonomi. Kerentanan negara ini juga terlihat pada sektor farmasi nasional yang sangat bergantung pada impor, yakni sebesar 90 persen untuk obat-obatan biologis. Ketergantungan impor ini menciptakan celah keamanan yang membuat sistem kesehatan rentan terhadap krisis rantai pasokan global. Selain itu, hal ini meningkatkan beban fiskal negara yang tidak berkelanjutan. Pada tahun 2023, pengeluaran untuk penyakit katastropik di bawah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melonjak menjadi Rp 34,7 triliun. Peningkatan pengeluaran ini didorong oleh mahalnya biaya terapi impor. Secara historis, tingginya volume impor turut mendorong terjadinya Defisit Transaksi Berjalan, yang pada gilirannya akan melemahkan stabilitas mata uang kita.Analisis menggunakan Porter's five forces (lima kekuatan Porter) menunjukkan bahwa industri biosimilar menghadapi hambatan yang besar untuk masuk ke pasar. Industri ini membutuhkan pengeluaran modal yang sangat besar dan teknologi yang rumit, sehingga sulit dibiayai dengan persyaratan komersial perbankan. Masalah utamanya adalah belum adanya model industri yang menggabungkan kelayakan teknis dengan pendanaan strategis untuk membantu industri ini mengatasi rintangan pasar. Oleh karena itu, Studi Kelayakan Awal sangat diperlukan untuk mengembangkan model bagi kemajuan industri biosimilar nasional. Studi ini akan meneliti prospek pengembangan tiga molekul biosimilar: Dulaglutide, Trastuzumab, dan Pembrolizumab, untuk tahap produksi awal di Indonesia.Studi tersebut memiliki dua tujuan utama; tujuan pertama adalah menguji Kelayakan Tekno-Ekonomi dari strategi Percepatan Transfer Teknologi (In-Licensing) dibandingkan dengan Penelitian dan Pengembangan (R&D) mandiri. Tujuan kedua adalah menghitung Dampak Makroekonomi, termasuk Dampak Langsung, Tidak Langsung, serta Efek Pengali (Multiplier Effects), untuk membenarkan penggunaan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia sebagai solusi pembiayaan.Apakah Anda ingin saya membantu meringkas teks ini, menjelaskan istilah teknis seperti biosimilar dan In-Licensing dengan lebih sederhana, atau mencari informasi terbaru terkait pengembangan industri biosimilar di Indonesia saat in.

2026
👤 Penulis: Carina Citra Dewi Joe
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 66 dari 6754
💬