๐Ÿ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK EKSPANSI BISNIS RITEL TRADISIONAL: PADA INDUSTRI DISTRIBUSI FMCG INDONESIA: PT SAM

Industri fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia merupakan salah satu sektor yang dinamis di Asia Tenggara, didorong oleh pertumbuhan populasi yang kuat, peningkatan daya beli, serta perubahan perilaku konsumen. PT SAM, sebagai perusahaan distribusi dan logistik yang telah memiliki posisi kuat pada saluran modern trade (MT) dan e-commerce, berupaya melakukan ekspansi ke saluran general trade (GT) guna meningkatkan cakupan pasar dan posisi kompetitif perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka pengambilan keputusan yang terstruktur dalam ekspansi bisnis GT dengan mengevaluasi kelayakan finansial, operasional, dan strategis dari berbagai alternatif strategi ekspansi. Penelitian mengadopsi kerangka Kepnerโ€“Tregoe yang berfokus pada Decision Analysis dan Potential Problem Analysis. Dalam Decision Analysis, pengambil keputusan mendefinisikan kriteria โ€œMustโ€ sebagai persyaratan yang tidak dapat ditawar, serta kriteria โ€œWantโ€ sebagai faktor yang diinginkan dan memengaruhi tingkat daya tarik masing-masing alternatif. Potential Problem Analysis diterapkan untuk mengidentifikasi potensi risiko pada setiap opsi strategis serta merumuskan tindakan pencegahan dan rencana kontingensi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan dan laporan industri, sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan internal utama. Analisis dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, data sekunder digunakan untuk mengevaluasi kondisi dasar dari tiga alternatif strategi, yaitu akuisisi, pendirian perusahaan baru (greenfield), dan joint venture (JV). Kedua, data primer digunakan untuk menentukan kriteria keputusan dan menangkap perspektif para pemangku kepentingan. Ketiga, kerangka Kepner Tregoe Decision Analysis diterapkan untuk menilai dan menentukan peringkat alternatif strategi, yang kemudian dilanjutkan dengan Potential Problem Analysis untuk mengidentifikasi risiko dan strategi mitigasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opsi akuisisi dieliminasi pada tahap kriteria Must akibat adanya kewajiban pajak bawaan sebesar Rp22,7 miliar dan piutang pihak berelasi sebesar Rp58,8 miliar. Opsi JV NewCo memperoleh skor Want tertinggi sebesar 84,1%, menghasilkan Net Profit Before Tax yang positif sejak tahun pertama pada seluruh skenario, serta memberikan Net Present Value (NPV) sebesar Rp97,3 miliar dengan nilai investasi Rp5,25 miliar. Opsi JV memberikan PT SAM kecepatan implementasi seperti akuisisi dengan profil risiko yang lebih mendekati greenfield, sehingga memposisikan perusahaan sebagai distributor multi-channel dengan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Rencana implementasi terdiri atas lima fase, mencakup pendirian perusahaan, pengembangan sistem, serta pemenuhan aspek legal, keuangan, dan perpajakan, dengan pelaksanaan dimulai pada Juni 2026. Dalam jangka panjang, integrasi saluran MT, GT, dan e-commerce ke dalam satu platform terpadu akan memposisikan PT SAM sebagai distributor multi-channel yang mampu menyediakan akses pasar yang komprehensif serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Fran Purnama Wijaya
๐Ÿท๏ธ Ekspansi Bisnis ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan ๐Ÿท๏ธ Analisis Keputusan

PERANCANGAN PUSAT DESAIN OBJEK KEHIDUPAN SEHARI-HARI BANDUNG

Kota Bandung telah resmi dinobatkan sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam kategori City of Design sejak 11 Desember 2015. Predikat internasional ini mencerminkan potensi besar kota dalam mengintegrasikan elemen kreatif ke dalam pembangunan urban. Namun, pada realitasnya, pencapaian tersebut masih menyisakan kesenjangan literasi yang signifikan di ranah domestik. Desain seringkali dipandang secara eksklusif sebagai komoditas estetika atau praktis milik kalangan profesional dan akademisi, sementara masyarakat luas sebagai perancang alami dalam kehidupan mereka sendiri belum merasakan dampak langsung maupun ruang partisipasi yang inklusif untuk berkembang bersama. Sebagai strategi untuk meruntuhkan dinding pembatas tersebut, penelitian perancangan ini menggunakan objek kehidupan sehari-hari sebagai titik masuk interaksi utama. Objek keseharian dipilih karena sifatnya yang familiar, dekat, dan bebas dari intimidasi struktural, sehingga mampu menjadi stimulan yang efektif dalam membumikan konsep desain yang kompleks menjadi lebih fungsional dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Tujuan besar dari perancangan Pusat Desain Objek Kehidupan Sehari-hari ini adalah menyatukan expert dan diffuse design di Kota Bandung ke dalam satu ekosistem yang kolaboratif. Secara spasial, fasilitas ini dirancang menggunakan pendekatan infrastruktur sosial dan desain interior yang partisipatif untuk memfasilitasi terjadinya transfer pengetahuan, lokakarya, hingga kokreasi antara desainer profesional dan komunitas masyarakat.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Ryuta Darma
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan

PENGUKURAN KELIMPAHAN NITROGEN PADA EJECTA NEBULA WOLF-RAYET NGC 6888 DARI DATA SPEKTROSKOPI HERSCHEL PACS

Bintang masif memegang peran vital dalam evolusi kimia galaksi sebagai reaktor nuklir penghasil elemen-elemen berat, yang memperkaya medium antarbintang melalui berbagai mekanisme, seperti angin bintang. Bintang Wolf-Rayet (WR) merupakan tahap evolusi bintang masif kelas O yang memperkaya medium antarbintang melalui angin bintang yang sangat kuat. Transisi menuju fase ini ditandai oleh pelontaran massa besar-besaran dari lapisan luar bintang ke lingkungan sekitarnya. Ejecta nebula merupakan jenis nebula yang materinya berasal dari lontaran bintang Wolf-Rayet tersebut. Namun, penentuan kelimpahan materi yang terlontar (ejecta) sejauh ini masih sangat bergantung pada model evolusi teoretis. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran berdasarkan data empiris (observasi) untuk memvalidasi model. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan pengukuran kelimpahan kimia pada ejecta nebula NGC 6888 dengan fokus pada kelimpahan nitrogen. NGC 6888 merupakan ejecta nebula yang dihasilkan oleh bintang WR136, yang menjadi bukti nyata dari fase evolusi bintang tersebut. Dengan menggunakan data spektroskopi dari Herschel PACS, rasio kelimpahan nitrogen terhadap oksigen di NGC 6888 akan dihitung dan dibandingkan dengan nilai kelimpahan di Matahari dan wilayah H II Galaksi Bimasakti sebagai representasi dari lingkungan Galaktik, Awan Magellan Kecil dan M83 sebagai representasi dari lingkungan ekstragalaktik serta M1-67 yang juga merupakan ejecta nebula Wolf-Rayet sebagai gambaran kuantitatif tingginya kelimpahan nitrogen pada ejecta nebula NGC 6888. Setelah akuisisi data dilakukan dan melewati berbagai proses seperti penjumlahan spektrum, filtering dan trimming, subtraksi kontinum, hingga menghasilkan spektrum terintegrasi dari 25 spektrum terpisah yang siap difitting & dianalisis. Intensitas garis emisi [N III] 57 ?m dan [O III] 88 ?m dihitung untuk menentukan rasio kelimpahan N O dengan asumsi nilai Ionization Correction Factor (ICF) mendekati 1. Faktor koreksi emisivitas diperoleh menggunakan perangkat lunak PyNeb. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa rasio kelimpahan N O di NGC 6888 lebih tinggi dibandingkan rasio kelimpahan N O dari objek pembanding dalam orde 3 hingga 5 kali lipat pada lingkungan Galaktik, orde 11 hingga 27 kali lipat pada lingkungan ekstragalaktik metalisitas rendah, dan 1.4 hingga 2.7 kali lipat pada lingkungan ekstragalaktik metalisitas tinggi. Rasio kelimpahan N O pada NGC 6888 hanya terlampaui oleh sesama ejecta nebula Wolf-Rayet yaitu M1-67 dengan faktor 1.82.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Fajar Trilistin
๐Ÿท๏ธ Ejecta Nebula ๐Ÿท๏ธ Kelimpahan Kimia Bintang ๐Ÿท๏ธ Spectrofotometri Galaksi

EVALUASI KETERBATASAN DYNAMIC AMPLIFICATION FACTOR SEBAGAI REPRESENTASI RESPON DINAMIK PADA ANALISIS KERUNTUHAN PROGRESIF BANGUNAN BETON BERTULANG

Keruntuhan progresif merupakan fenomena kegagalan struktur yang ditandai oleh penyebaran kerusakan lokal menjadi keruntuhan yang tidak proporsional terhadap penyebab awalnya. Dalam evaluasi keruntuhan progresif menggunakan Alternate Path Method (APM), respons struktur akibat kehilangan elemen penopang secara tiba-tiba merupakan fenomena dinamik yang melibatkan efek inersia, redistribusi gaya, plastisitas material serta perubahan geometri struktur. Untuk penyederhanaan analisis, pedoman dari General Services Administration (GSA) memberikan alternatif berupa pendekatan konsep Dynaminc Amplification Factor (DAF) sebagai faktor pengali pada analisis statik guna merepresentasikan respons dinamik. Namun, validitas penggunaan DAF konstan dalam merepresentasikan respons dinamik aktual masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan DAF dalam merepresentasikan respons dinamik aktual pada analisis keruntuhan progresif bangunan beton bertulang. Struktur yang ditinjau berupa portal beton bertulang dua dimensi yang dianalisis menggunakan skenario penghilangan kolom secara tiba-tiba pada lantai dasar. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil dengan analisis Linear Static (LS), Nonlinear Static (NLS), Linear Dynamic (LD), dan Nonlinear Dynamic (NLD). Parameter respons yang ditinjau meliputi simpangan maksimum, momen lentur, gaya aksial dan gaya geser. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan mempertimbangkan nonlinearitas material dan geometri, sedangkan karakteristik sendi plastis diperoleh melalui analisis penampang menggunakan perangkat lunak XTRACT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama struktur masih berada dalam kondisi elastik setelah kehilangan kolom, respons dinamik maksimum yang diperoleh dari analisis dinamik hanya berkisar 1.55 kali respons statik. Nilai ini relatif konsisten pada seluruh variasi kasus yang masih mempertahankan perilaku linear, sehingga DAF sebesar 1.55 dinilai lebih representatif dibandingkan nilai 2 yang direkomendasikan oleh GSA untuk kasus bangunan beton bertulang 10 lantai dengan skenario penghilangan satu kolom pada lantai dasar. Namun, ketika struktur mulai mengalami nonlinearitas material maupun geometri, nilai DAF tidak lagi bersifat konstan dan menunjukkan variasi yang signifikan akibat pengaruh redistribusi plastis, efek P-Delta, large displacement, serta perkembangan catenary action. Pada kondisi tersebut, respons dinamik aktual tidak dapat direpresentasikan secara memadai oleh satu nilai faktor amplifikasi tunggal. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan DAF konstan sebesar 2 cenderung konservatif untuk kondisi respons elastik, sedangkan pada kondisi nonlinear validitas pendekatan tersebut menjadi terbatas. Oleh karena itu, penggunaan analisis nonlinear dinamik tetap diperlukan untuk memperoleh representasi respons struktur yang lebih akurat terhadap keruntuhan progresif.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Verine
๐Ÿท๏ธ Keruntuhan Progresif ๐Ÿท๏ธ Analisis Struktur Beton Bertulang ๐Ÿท๏ธ Amplifikasi Dinamis

PERANCANGAN DESAIN INTERAKSI INKLUSIF APLIKASI AYO TOKO BAGI PENGGUNA DEWASA MADYA DI KOTA BANDUNG

Sampoerna Retail Company (SRC) merupakan sebuah development program yang diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk untuk meningkatkan daya saing toko kelontong melalui praktik bisnis yang berkelanjutan. AYO TOKO menjadi salah satu aplikasi kunci dalam menjaga keberlangsungan ekosistem digital yang dibangun SRC. Meskipun sekitar 90% toko kelontong SRC telah mengadopsi aplikasi AYO TOKO, hanya 5 dari 10 peritel yang menggunakannya secara aktif setiap bulan. Rendahnya angka retensi ini dipengaruhi oleh karakteristik mayoritas pemilik Toko SRC yang berada pada kelompok usia dewasa madya dan masih mengandalkan salesman SRC untuk membantu melakukan pemesanan barang secara manual. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang solusi desain interaksi pada aplikasi AYO TOKO yang lebih aksesibel serta mampu menjawab kendala dan kebutuhan pengguna. Metode User Centered Design (UCD) dipilih karena berorientasi langsung pada kebutuhan, ekspektasi, dan batasan yang dihadapi pengguna akhir. Solusi desain yang diusulkan mencakup simplifikasi menu, fitur, dan alur pemakaian aplikasi AYO TOKO. Evaluasi terhadap solusi desain dilakukan melalui usability testing dengan mengukur empat metrik utama yaitu Task Success Rate, Time on Task, Number of Errors, dan Single Ease Questions (SEQ). Proses evaluasi ini juga diperkuat dengan validasi bersama perwakilan product owner dari PT HM Sampoerna Tbk, baik sebelum maupun sesudah usability testing, guna memastikan keselarasan antara solusi desain dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada aspek visual dan pengalaman pengguna berdasarkan hasil usability testing.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Anthony Bryant Gouw
๐Ÿท๏ธ Desain Interaktif ๐Ÿท๏ธ Digital Transformation Dalam Bisnis Toko Kelontong ๐Ÿท๏ธ User Centered Design (Ucd)

TRANSFER KEPERCAYAAN DALAM EKOSISTEM LAYANAN TERINTEGRASI: STUDI KASUS PLATFORM PROPTECH PINHOME DI INDONESIA

Pertumbuhan platform digital yang semakin pesat telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan penyedia layanan, khususnya pada sektor yang melibatkan teknologi, kepercayaan, dan pengambilan keputusan bernilai tinggi. Dalam sektor property technology atau PropTech, perusahaan menghadapi tantangan penting karena sumber pendapatan utama umumnya bergantung pada transaksi properti yang bernilai besar tetapi jarang terjadi. Kondisi ini menimbulkan ketidakstabilan pendapatan dan mendorong platform untuk mengembangkan strategi keterlibatan pelanggan yang lebih berkelanjutan. Pinhome, sebagai salah satu platform PropTech terkemuka di Indonesia, merespons tantangan tersebut dengan memperluas ekosistem bisnisnya dari layanan transaksi properti ke layanan yang lebih sering digunakan dan bernilai transaksi lebih rendah melalui Pinhome Home Service. Diversifikasi ini menciptakan peluang strategis untuk membangun interaksi pelanggan yang berulang, memperkuat familiaritas terhadap platform, serta memungkinkan transfer kepercayaan pengguna dari layanan rumah tangga rutin menuju layanan properti yang memiliki risiko lebih tinggi. Namun, masih belum jelas apakah kepercayaan yang terbentuk melalui layanan bernilai rendah dapat secara efektif memengaruhi kepercayaan dan niat pembelian konsumen terhadap layanan PropTech bernilai tinggi dalam ekosistem merek yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme transfer kepercayaan dalam ekosistem layanan terintegrasi Pinhome. Secara khusus, penelitian ini menganalisis bagaimana kualitas layanan pada Pinhome Home Service memengaruhi kepercayaan terhadap layanan rumah, bagaimana persepsi kesamaan antara layanan rumah dan layanan PropTech membentuk kepercayaan terhadap Pinhome PropTech Service, bagaimana kepercayaan terhadap layanan rumah dapat ditransfer menjadi kepercayaan terhadap layanan PropTech, serta bagaimana kepercayaan terhadap layanan PropTech memengaruhi niat pembelian properti. Hubungan antarvariabel tersebut didasarkan pada Trust Transfer Theory, yang menjelaskan bahwa kepercayaan yang telah terbentuk pada satu entitas dapat ditransfer ke entitas lain yang saling terkait ketika pengguna mempersepsikan adanya hubungan, kesamaan, dan konsistensi yang bermakna di antara keduanya. Penelitian ini juga menggunakan teori perilaku konsumen, teori kualitas layanan, dan literatur platform digital untuk menjelaskan niat pembelian lintas kategori dalam konteks platform multi-layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui survei potong lintang kepada pengguna yang sebelumnya telah menggunakan Pinhome Home Service. Responden tersebut dipilih karena memiliki pengalaman langsung dengan kategori layanan bernilai rendah pada Pinhome, sehingga relevan untuk menilai apakah kepercayaan dan evaluasi layanan yang positif dapat diperluas ke layanan properti. Variabel penelitian meliputi kualitas layanan, persepsi kesamaan, kepercayaan terhadap Pinhome Home Service, kepercayaan terhadap Pinhome PropTech Service, dan niat pembelian properti. Seluruh konstruk diukur menggunakan item kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Data yang diperoleh direncanakan untuk dianalisis menggunakan teknik statistik kuantitatif guna menguji hipotesis yang diajukan serta mengevaluasi hubungan antarvariabel. Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan apakah kualitas layanan dan persepsi kesamaan memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan lintas kategori dalam ekosistem digital Pinhome. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan apakah kepercayaan terhadap Pinhome Home Service dapat menjadi dasar psikologis bagi terbentuknya kepercayaan terhadap Pinhome PropTech Service, dan apakah kepercayaan tersebut selanjutnya meningkatkan niat pengguna untuk menggunakan Pinhome dalam transaksi properti. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan Trust Transfer Theory ke dalam konteks PropTech Indonesia, khususnya pada platform terintegrasi yang menggabungkan layanan rumah tangga rutin dan layanan properti bernilai tinggi. Secara akademis, penelitian ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana kepercayaan berpindah antar kategori layanan dalam satu ekosistem merek digital. Secara praktis, penelitian ini memberikan arahan strategis bagi perusahaan PropTech dalam merancang integrasi layanan, meningkatkan manajemen perjalanan pelanggan, memperkuat customer lifetime value, dan mengurangi ketergantungan pada transaksi properti yang tidak rutin. Dengan memahami kondisi yang memungkinkan transfer kepercayaan antar kategori, platform PropTech dapat mengembangkan strategi diversifikasi yang lebih efektif dengan menghubungkan interaksi layanan yang sering terjadi dengan peluang transaksi properti jangka panjang.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Hasya Afina Sujani P
๐Ÿท๏ธ Trust Transfer Theory ๐Ÿท๏ธ Proptech Indonesia ๐Ÿท๏ธ Manajemen Perjalanan Pelanggan

REDESAIN PADEPOKAN SENI MAYANG SUNDA DENGAN PENDEKATAN ADAPTASI TRANSKULTURAL

Padepokan Seni Mayang Sunda merupakan salah satu pusat kegiatan seni dan budaya yang berlokasi di Kota Bandung. Tempat ini memiliki peran penting sebagai wadah pelestarian, pembelajaran, sekaligus pertunjukan berbagai bentuk kesenian, baik yang berakar dari tradisi Sunda seperti tari, karawitan, dan teater rakyat, maupun bentuk ekspresi seni lintas budaya yang lebih modern. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat urban, fungsi serta karakter ruang di dalam padepokan ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan aktivitas seni yang semakin beragam, dinamis, dan inklusif. Kondisi eksisting yang belum adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern membatasi pengalaman pengguna, baik dari segi kenyamanan, fleksibilitas, hingga daya tarik visual. Situasi tersebut membuka peluang untuk menghadirkan kembali wajah baru padepokan melalui proses perancangan yang lebih responsif terhadap perkembangan budaya serta kebutuhan ruang pertunjukan di masa kini. Upaya redesain padepokan ini berangkat dari kebutuhan untuk menciptakan ruang budaya yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melepaskan akar tradisionalnya. Pendekatan adaptasi transkultural diterapkan sebagai landasan konseptual untuk menjembatani antara tradisi dan modernitas yang menghadirkan komposisi antara nilai-nilai lokal dengan tuntutan estetika serta kebutuhan ruang masa kini. Melalui proses yang berfokus pada penciptaan keseimbangan antara nilai tradisi dan modernitas, nilai-nilai budaya tidak sekadar dihadirkan sebagai ornamen simbolik, melainkan diolah kembali menjadi bagian yang menyatu dalam pengalaman ruang yang hidup dan relevan dengan konteks masa kini. Untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam bentuk ruang, proses perancangan dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi eksisting padepokan, analisis kebutuhan pengguna dan aktivitas ruang, studi literatur mengenai nilai-nilai budaya dan pendekatan adaptasi transkultural, hingga studi pembanding terhadap ruang pertunjukan sejenis. Hasil dari proses analisis tersebut kemudian menjadi dasar dalam merumuskan strategi desain yang menyeimbangkan antara fungsi, identitas, dan pengalaman ruang. Elemen visual dan material khas Sunda diinterpretasikan secara kontekstual dan dipadukan dengan penerapan teknologi modern seperti sistem pencahayaan adaptif, media proyeksi, serta tata akustik interaktif untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang lebih imersif tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. Penerapan layout modular dan pemilihan material alami menjadi pendekatan utama untuk menciptakan ruang yang fleksibel terhadap berbagai bentuk kegiatan seni sekaligus menegaskan karakter budaya sebagai identitas utama padepokan. Melalui perancangan ini, ruang tidak hanya diperbarui secara fungsional dan estetis, tetapi juga dihidupkan kembali sebagai wadah budaya yang relevan, inspiratif, dan mampu menjembatani tradisi dengan dinamika kehidupan modern.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Diva Maulidia Areta
๐Ÿท๏ธ Desain Arsitektur ๐Ÿท๏ธ Pengelolaan Seni Budaya ๐Ÿท๏ธ Adaptasi Transkultural

PEMBUATAN PETA PEMANTAUAN LINGKUNGAN SPASIO TEMPORAL UAP AIR DI BANDUNG UTARA

Pemetaan sebaran spasio-temporal uap air dilakukan di Bendungan Bantar Awi. Dam Bantar Awi dipilih menjadi area kajian karena memiliki fungsi sebagai penyedia air bagi PDAM dan PLTA setempat. Lokasi dam yang strategis juga memungkinkan analisis turunan untuk menjelaskan kondisi hidrologi dan klimatologi wilayah Kawasan Bandung Utara, serta usaha mitigasi bencana banjir pada hilir Sungai Cikapundung. Nilai Precipitable Water Vapor (PWV) menunjukan ketebalan air jika uap air pada kolom di titik pengamatan mengalami kondensasi. Metode estimasi uap air menggunakan komponen koreksi kesalahan atmosfer/Zenith Total Delay (ZTD) pengolahan data Global Navigation Satellite System (GNSS) metode diferensial statik. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan GNSS di Dam Bantar Awi selama 12 jam dari jam tujuh pagi WIB. Data GNSS diolah dua kali: dengan koreksi troposfer dan tanpa koreksi troposfer. Pengolahan diferensial statik menghilangkan sebagian besar pengaruh kesalahan dengan menyelisihkan persamaan GNSS. Kesalahan yang tersisa ketika pengolahan tidak menggunakan koreksi atmosfer mempengaruhi estimasi tinggi titik pengukuran. Oleh karena itu, selisih tinggi solusi dengan dan tanpa koreksi troposfer menunjukan kesalahan akibat troposfer ke arah zenith. Nilai uap air kemudian dapat diestimasi menggunakan selisih tinggi tersebut. Hasil pengolahan adalah peta sebaran spasial uap air Dam Bantar Awi untuk tiap satu jam interval. Peta menunjukan variasi uap air dan dapat dikaitkan dengan pergerakan matahari dan massa udara. Topografi area Bantar Awi juga berpengaruh terhadap pergerakan uap air. Kondisi topografi menentukan keterbukaan titik-titik pengamatan terhadap matahari serta arah gerak massa udara. Titik-titik pengamatan yang mendapatkan sinar matahari pada suatu jam interval memiliki nilai PWV besar yang menurun pada jam interval setelahnya ketika tertutup dari matahari. Kejadian antropogenik dapat terekam dan ditunjukan melalui peta yang kami buat. Pada pengambilan data GNSS, terjadi pembakaran sampah di sekitar area pengerjaan. Asap pembakaran menambah kesalahan yang memperbesar nilai koreksi ZTD sehingga terjadi over-estimasi PWV. Pembakaran sampah terlihat sebagai nilai ekstrem pada hasil peta yang menunjukan kemampuan produk kami sebagai alat memonitor kondisi lingkungan. Pengujian produk dilakukan dengan membandingkan pola sebaran spasio-temporal dengan hasil dari metode Precise Point Positioning (PPP). Hasil pengujian menunjukan kesamaan pola sebaran uap air untuk jam-jam pengamatan di sore hari.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Emir Fazli Hanif Rachmawan
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan Air

PEMBUATAN PETA PEMANTAUAN LINGKUNGAN SPASIO TEMPORAL UAP AIR DI BANDUNG UTARA

Pemetaan sebaran spasio-temporal uap air dilakukan di Bendungan Bantar Awi. Dam Bantar Awi dipilih menjadi area kajian karena memiliki fungsi sebagai penyedia air bagi PDAM dan PLTA setempat. Lokasi dam yang strategis juga memungkinkan analisis turunan untuk menjelaskan kondisi hidrologi dan klimatologi wilayah Kawasan Bandung Utara, serta usaha mitigasi bencana banjir pada hilir Sungai Cikapundung. Nilai Precipitable Water Vapor (PWV) menunjukan ketebalan air jika uap air pada kolom di titik pengamatan mengalami kondensasi. Metode estimasi uap air menggunakan komponen koreksi kesalahan atmosfer/Zenith Total Delay (ZTD) pengolahan data Global Navigation Satellite System (GNSS) metode diferensial statik. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan GNSS di Dam Bantar Awi selama 12 jam dari jam tujuh pagi WIB. Data GNSS diolah dua kali: dengan koreksi troposfer dan tanpa koreksi troposfer. Pengolahan diferensial statik menghilangkan sebagian besar pengaruh kesalahan dengan menyelisihkan persamaan GNSS. Kesalahan yang tersisa ketika pengolahan tidak menggunakan koreksi atmosfer mempengaruhi estimasi tinggi titik pengukuran. Oleh karena itu, selisih tinggi solusi dengan dan tanpa koreksi troposfer menunjukan kesalahan akibat troposfer ke arah zenith. Nilai uap air kemudian dapat diestimasi menggunakan selisih tinggi tersebut. Hasil pengolahan adalah peta sebaran spasial uap air Dam Bantar Awi untuk tiap satu jam interval. Peta menunjukan variasi uap air dan dapat dikaitkan dengan pergerakan matahari dan massa udara. Topografi area Bantar Awi juga berpengaruh terhadap pergerakan uap air. Kondisi topografi menentukan keterbukaan titik-titik pengamatan terhadap matahari serta arah gerak massa udara. Titik-titik pengamatan yang mendapatkan sinar matahari pada suatu jam interval memiliki nilai PWV besar yang menurun pada jam interval setelahnya ketika tertutup dari matahari. Kejadian antropogenik dapat terekam dan ditunjukan melalui peta yang kami buat. Pada pengambilan data GNSS, terjadi pembakaran sampah di sekitar area pengerjaan. Asap pembakaran menambah kesalahan yang memperbesar nilai koreksi ZTD sehingga terjadi over-estimasi PWV. Pembakaran sampah terlihat sebagai nilai ekstrem pada hasil peta yang menunjukan kemampuan produk kami sebagai alat memonitor kondisi lingkungan. Pengujian produk dilakukan dengan membandingkan pola sebaran spasio-temporal dengan hasil dari metode Precise Point Positioning (PPP). Hasil pengujian menunjukan kesamaan pola sebaran uap air untuk jam-jam pengamatan di sore hari.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Diaz Jeisa Rakhmat
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan Air

PEMBUATAN PETA PEMANTAUAN LINGKUNGAN SPASIO TEMPORAL UAP AIR DI BANDUNG UTARA

Pemetaan sebaran spasio-temporal uap air dilakukan di Bendungan Bantar Awi. Dam Bantar Awi dipilih menjadi area kajian karena memiliki fungsi sebagai penyedia air bagi PDAM dan PLTA setempat. Lokasi dam yang strategis juga memungkinkan analisis turunan untuk menjelaskan kondisi hidrologi dan klimatologi wilayah Kawasan Bandung Utara, serta usaha mitigasi bencana banjir pada hilir Sungai Cikapundung. Nilai Precipitable Water Vapor (PWV) menunjukan ketebalan air jika uap air pada kolom di titik pengamatan mengalami kondensasi. Metode estimasi uap air menggunakan komponen koreksi kesalahan atmosfer/Zenith Total Delay (ZTD) pengolahan data Global Navigation Satellite System (GNSS) metode diferensial statik. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan GNSS di Dam Bantar Awi selama 12 jam dari jam tujuh pagi WIB. Data GNSS diolah dua kali: dengan koreksi troposfer dan tanpa koreksi troposfer. Pengolahan diferensial statik menghilangkan sebagian besar pengaruh kesalahan dengan menyelisihkan persamaan GNSS. Kesalahan yang tersisa ketika pengolahan tidak menggunakan koreksi atmosfer mempengaruhi estimasi tinggi titik pengukuran. Oleh karena itu, selisih tinggi solusi dengan dan tanpa koreksi troposfer menunjukan kesalahan akibat troposfer ke arah zenith. Nilai uap air kemudian dapat diestimasi menggunakan selisih tinggi tersebut. Hasil pengolahan adalah peta sebaran spasial uap air Dam Bantar Awi untuk tiap satu jam interval. Peta menunjukan variasi uap air dan dapat dikaitkan dengan pergerakan matahari dan massa udara. Topografi area Bantar Awi juga berpengaruh terhadap pergerakan uap air. Kondisi topografi menentukan keterbukaan titik-titik pengamatan terhadap matahari serta arah gerak massa udara. Titik-titik pengamatan yang mendapatkan sinar matahari pada suatu jam interval memiliki nilai PWV besar yang menurun pada jam interval setelahnya ketika tertutup dari matahari. Kejadian antropogenik dapat terekam dan ditunjukan melalui peta yang kami buat. Pada pengambilan data GNSS, terjadi pembakaran sampah di sekitar area pengerjaan. Asap pembakaran menambah kesalahan yang memperbesar nilai koreksi ZTD sehingga terjadi over-estimasi PWV. Pembakaran sampah terlihat sebagai nilai ekstrem pada hasil peta yang menunjukan kemampuan produk kami sebagai alat memonitor kondisi lingkungan. Pengujian produk dilakukan dengan membandingkan pola sebaran spasio-temporal dengan hasil dari metode Precise Point Positioning (PPP). Hasil pengujian menunjukan kesamaan pola sebaran uap air untuk jam-jam pengamatan di sore hari.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Bey Alhafizh Putra Bharata
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan Air

PENERAPAN KONSOLIDASI LAHAN VERTIKAL MELALUI PENDEKATAN U-DEVELOP SEBAGAI UPAYA PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN PEJAGALAN, KECAMATAN PENJARINGAN, JAKARTA UTARA

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan mendorong berkembangnya permukiman padat dan kumuh, khususnya di kota metropolitan seperti Jakarta. Salah satu kawasan yang mengalami permasalahan tersebut adalah RW 15 RT 04 dan RT 05 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang memiliki karakteristik berupa kepadatan bangunan tinggi, keterbatasan infrastruktur dasar, kondisi hunian yang belum layak, serta kerentanan terhadap banjir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan penataan kawasan permukiman kumuh melalui penerapan Konsolidasi Lahan Vertikal (KTV) dengan pendekatan U-Develop. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisis perhitungan konsolidasi lahan vertikal, dan analisis perancangan kawasan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kawasan studi seluas 2,1 hektar memiliki tingkat kekumuhan sedang dengan kepadatan penduduk mencapai 433 jiwa per hektar, sehingga memerlukan penataan kawasan melalui pembangunan hunian vertikal berupa rumah susun. Hasil perhitungan KTV dengan pendekatan U-Develop menghasilkan pembagian kawasan ke dalam tiga zona utama, yaitu Zona A untuk pembangunan rusunawa milik pemerintah, Zona B untuk pembangunan rusunami sebagai kompensasi kepemilikan bagi peserta konsolidasi, dan Zona C sebagai area komersial untuk investasi melalui skema Kemitraan Masyarakat, Pemerintah, dan Badan Usaha (KMPBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KTV dengan pendekatan U-Develop dapat menjadi alternatif penataan kawasan permukiman kumuh melalui optimalisasi pemanfaatan lahan serta peningkatan kualitas hunian dan lingkungan kawasan yang berkelanjutan.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Debby Devira
๐Ÿท๏ธ Konsolidasi Lahan Vertikal ๐Ÿท๏ธ Perencanaan Permukiman ๐Ÿท๏ธ Hidrologi

PEMBUATAN PETA PEMANTAUAN LINGKUNGAN SPASIO-TEMPORAL UAP AIR DI BANDUNG UTARA

Pemetaan sebaran spasio-temporal uap air dilakukan di Bendungan Bantar Awi. Dam Bantar Awi dipilih menjadi area kajian karena memiliki fungsi sebagai penyedia air bagi PDAM dan PLTA setempat. Lokasi dam yang strategis juga memungkinkan analisis turunan untuk menjelaskan kondisi hidrologi dan klimatologi wilayah Kawasan Bandung Utara, serta usaha mitigasi bencana banjir pada hilir Sungai Cikapundung. Nilai Precipitable Water Vapor (PWV) menunjukan ketebalan air jika uap air pada kolom di titik pengamatan mengalami kondensasi. Metode estimasi uap air menggunakan komponen koreksi kesalahan atmosfer/Zenith Total Delay (ZTD) pengolahan data Global Navigation Satellite System (GNSS) metode diferensial statik. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan GNSS di Dam Bantar Awi selama 12 jam dari jam tujuh pagi WIB. Data GNSS diolah dua kali: dengan koreksi troposfer dan tanpa koreksi troposfer. Pengolahan diferensial statik menghilangkan sebagian besar pengaruh kesalahan dengan menyelisihkan persamaan GNSS. Kesalahan yang tersisa ketika pengolahan tidak menggunakan koreksi atmosfer mempengaruhi estimasi tinggi titik pengukuran. Oleh karena itu, selisih tinggi solusi dengan dan tanpa koreksi troposfer menunjukan kesalahan akibat troposfer ke arah zenith. Nilai uap air kemudian dapat diestimasi menggunakan selisih tinggi tersebut. Hasil pengolahan adalah peta sebaran spasial uap air Dam Bantar Awi untuk tiap satu jam interval. Peta menunjukan variasi uap air dan dapat dikaitkan dengan pergerakan matahari dan massa udara. Topografi area Bantar Awi juga berpengaruh terhadap pergerakan uap air. Kondisi topografi menentukan keterbukaan titik-titik pengamatan terhadap matahari serta arah gerak massa udara. Titik-titik pengamatan yang mendapatkan sinar matahari pada suatu jam interval memiliki nilai PWV besar yang menurun pada jam interval setelahnya ketika tertutup dari matahari. Kejadian antropogenik dapat terekam dan ditunjukan melalui peta yang kami buat. Pada pengambilan data GNSS, terjadi pembakaran sampah di sekitar area pengerjaan. Asap pembakaran menambah kesalahan yang memperbesar nilai koreksi ZTD sehingga terjadi over-estimasi PWV. Pembakaran sampah terlihat sebagai nilai ekstrem pada hasil peta yang menunjukan kemampuan produk kami sebagai alat memonitor kondisi lingkungan. Pengujian produk dilakukan dengan membandingkan pola sebaran spasio-temporal dengan hasil dari metode Precise Point Positioning (PPP). Hasil pengujian menunjukan kesamaan pola sebaran uap air untuk jam-jam pengamatan di sore hari.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Arsenio Nathaniel Wiliono
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan

โ€œSTUDI PENGARUH VARIASI B0, TE DAN MASKING TERHADAP HASIL CITRA MRI UNWRAPPING MENGGUNAKAN PARAMETER STRUCTURAL SIMILARITY INDEX MEASUREโ€

Salah satu informasi penting pada citra magnetic resonance imaging (MRI) adalah fase, yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi spesifik dari jaringan maupun fenomena fisis tertentu. Namun, citra fase MRI dapat mengalami artefak aliasing akibat nilai fase yang terbatas dalam rentang tertentu, sehingga diperlukan proses unwrap fase. Berbagai metode proses unwrap sebelumnya umumnya memerlukan mask agar proses dapat dilakukan secara efisien. Salah satu algoritma modern, yaitu Rapid Opensource Minimum Spanning Tree (ROMEO), memiliki keunggulan karena dapat proses unwrap tanpa menggunakan mask. Meskipun demikian, pengaruh penggunaan mask terhadap kualitas citra hasil unwrap terutama pada variasi medan magnet utama ????0 dan waktu echo (TE), masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ????0 , TE, dan variasi metode masking terhadap kualitas citra fase MRI kepala manusia yang telah di-unwrap. Data yang digunakan berupa citra MRI multi-echo dalam domain gambar pada ????0 3T dan 7T. Proses unwrap dilakukan menggunakan tiga variasi metode masking, yaitu tanpa mask (no mask), mask yang dibuat secara otomatis (robust mask), dan mask yang dibuat secara manual (pre-mask). Untuk mengetahui kualitas, digunakan metode perbandingan citra Structural Similarity Index Measure (SSIM) untuk menilai kesamaan citra yang telah di-unwrap dengan referensi ground truth. Nilai komponen dari SSIM luminans, kontras, dan struktur juga dianalisis untuk mengetahui pengaruh masking terhadap karakteristik kesamaan citra. Hasil penelitian menunjukkan variasi ????0 memengaruhi nilai SSIM, dengan kecenderungan penurunan nilai SSIM citra pada ????0 yang lebih tinggi. Penggunaan mask memengaruhi kualitas citra yang telah di-unwrap. Hasil juga menunjukkan bahwa variasi TE memengaruhi nilai SSIM dengan pola yang bergantung pada nilai (????0) dan variasi masking yang digunakan. Pada citra 3T, nilai SSIM cenderung lebih tinggi pada TE rendah, sedangkan pada citra 7T nilai SSIM tertinggi diperoleh pada rentang TE rendah hingga menengah, bergantung pada variasi masking. Variasi metode masking memengaruhi nilai SSIM di mana variasi no mask menghasilkan citra yang paling berbeda terhadap ground truth, sedangkan premask memberikan hasil yang mirip dengan ground truth. Analisis komponen SSIM menunjukkan bahwa perbedaan masking memengaruhi apakah bagian luar kepala akan mengganggu nilai dan kesamaan fase hasil citra yang telah di-unwrap.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Bakhtiar Azwani
๐Ÿท๏ธ Mri ๐Ÿท๏ธ Analisis Kualitas Citra ๐Ÿท๏ธ Masking Teknik

PERANCANGAN MUSEUM BUSANA INDONESIA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DENGAN LEARNING-EXPERIENTIAL DESIGN (LXD)

Indonesia memiliki kekayaan busana tradisional yang sarat nilai estetika, simbolik, dan sosial yang merupakan hasil manifestasi dari ragam budaya, etnis, dan sejarah panjang bangsa. Namun, masuknya arus globalisasi di Indonesia, menyebabkan berbagai teknik tradisional, motif, dan kerajinan wastra yang diwariskan turun-temurun semakin terancam punah, termasuk keberlangsungan ekonomi para pengrajin dan industri kreatif lokal ((Satyawan, et.al., 2023). Munculnya gerakan berkain oleh Gen Z (Wening, 2021) menunjukkan ketertarikan generasi muda terhadap pelestarian budaya Indonesia terutama pada wastra Indonesia. Situasi ini menimbulkan peluang dan kebutuhan akan ruang publik yang mampu mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda tentang pentingnya pelestarian identitas budaya melalui busana. Museum Busana Indonesia dirancang untuk menampilkan koleksi busana Nusantara secara geografis dan lintas waktu. Museum ini dirancang tidak hanya sebagai pusat edukasi, tetapi juga sebagai ruang rekreasi, kreatif dan interaktif yang dirancang dengan metode Learning Experiential Design (LXD) Pendekatan ini memastikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya sebatas menambah wawasan, tetapi juga melalui kontribusi aktif yang efeknya berkepanjangan. Hasil dari perancangan museum ini diharapkan dapat menjadi sarana publik bagi masyarakat untuk mempelajari dan mengapresiasi nilai-nilai budaya lokal melalui media busana. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi tempat pengelolaan artefak bersejarah, namun juga sebagai ruang interaksi antar ilmu, budaya, dan kreativitas.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Nattaya Saskia Adianty
๐Ÿท๏ธ Museum ๐Ÿท๏ธ Pengelolaan Artefak Bersejarah ๐Ÿท๏ธ Learning Experiential Design (Lxd)

STUDI POTENSI PEMBANGUNAN INDUSTRI MESIN KAPAL SEBAGAI KOMPONENSTRATEGIS MARITIME INDONESIA (MARITIME ID)

Ketergantungan Indonesia pada impor mesin induk kapal menciptakan paradoks pembangunan industri maritim nasional. Negara kepulauan dengan kebutuhan armada yang masif justru belum berhasil membangun kapasitas industri komponen maritim bernilai tambah tinggi di dalam negeri. Estimasi kebocoran devisa akibat ketiadaan industri ini mencapai Rp 20,46 triliun selama periode 2020โ€“2025. Penelitian ini bertujuan menyusun strategi hilirisasi industri maritim yang fokus pada substitusi impor mesin kapal melalui orkestrasi pasar domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data registrasi klas Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) periode 2020โ€“2025. Analisis klasterisasi daya mesin berbasis Prinsip Pareto menunjukkan bahwa 77,8% dari total 5.374 unit mesin induk yang tercatat terkonsentrasi pada segmen daya menengah 500โ€“1.500 HP yang didominasi armada kapal tunda sepanjang tahun 2020โ€“2025. Jumlah ini melampaui ambang batas Minimum Efficient Scale pabrik mesin dan memberikan basis rasional bagi fokus investasi. Dengan CAPEX sebesar USD 110 juta (Rp 1,815 triliun), proyeksi finansial pada horizon 15 tahun menghasilkan NPV Rp 2,04 triliun, IRR 21,8%, ROI 442,7%, dan payback period 7 tahun 5 bulan. Selain itu proyeksi dampak ekonomi menciptakan penyerapan 25.691 tenaga kerja, penghematan devisa Rp 9,07 triliun, total kontribusi PDB Rp 12,42 triliun, dan SROI sebesar 1,88. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi industrialisasi berbasis orkestrasi permintaan (demand-driven) adalah solusi yang paling optimal untuk menginisiasi industri mesin induk kapal dalam negeri. Hal ini layak secara finansial dan berdampak makroekonomi signifikan bagi penguatan kedaulatan industri maritim Indonesia.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Muhdar Tasrief
๐Ÿท๏ธ Industri Mesin Kapal ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok Maritim ๐Ÿท๏ธ Analisis Kecerdasan Buatan
Halaman 74 dari 6754
๐Ÿ’ฌ