📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN PUSAT WISATA BAHARI BERBASIS ECO-SNORKELING SEBAGAI SARANA EDUKASI LINGKUNGAN DI PANTAI CAROCOK PAINAN
Kerusakan ekosistem laut dan rendahnya kesadaran wisatawan terhadap etika wisata bahari menjadi permasalahan yang semakin sering dijumpai di kawasan pesisir Indonesia. Pantai Carocok Painan sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi keindahan laut yang besar, namun belum didukung oleh fasilitas wisata yang terintegrasi dengan fungsi edukasi lingkungan dan konservasi ekosistem laut. Tugas Akhir ini bertujuan merancang Pusat Wisata Bahari Berbasis Eco-Snorkeling sebagai sarana edukasi lingkungan yang mengintegrasikan aktivitas rekreasi, pembelajaran, dan konservasi dalam satu kesatuan fasilitas. Fokus perancangan diarahkan pada desain interior yang mampu membentuk pengalaman ruang edukatif melalui alur aktivitas yang terstruktur, mulai dari orientasi, briefing, edukasi dan aktivitas snorkeling. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur terkait ekowisata dan desain interior edukatif, survei pengguna melalui kuesioner daring, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, serta analisis konteks sosial, budaya, dan lingkungan Pantai Carocok Painan. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan program ruang, zoning interior, serta pengembangan konsep desain yang menekankan pendekatan edukasi berbasis pengalaman. Hasil perancangan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap ekosistem laut, mendorong perilaku wisata yang bertanggung jawab, serta mendukung keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan. Dengan demikian, Pusat Wisata Bahari Berbasis Eco-Snorkeling ini dapat menjadi model fasilitas wisata edukatif yang adaptif terhadap konteks lingkungan pesisir Indonesia.
PENANGANAN KONFLIK KORIDOR JALAN ARTERI PERKOTAAN PADA KAWASAN KOMERSIAL KASUS STUDI JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA BANDUNG
Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu koridor arteri sekunder di Kota Bandung yang berfungsi sebagai jalur pergerakan utama sekaligus koridor komersial dengan intensitas aktivitas tinggi. Peran ganda tersebut menimbulkan konflik karena fungsi arteri menuntut kelancaran pergerakan dan pengendalian akses, sementara aktivitas komersial membutuhkan ruang berhenti, parkir, bongkar muat, akses persil, pergerakan pejalan kaki, serta visibilitas usaha. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan penyelesaian konflik pada koridor jalan arteri perkotaan di kawasan komersial, dengan kasus studi Jalan Jenderal Sudirman Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur dan normatif, analisis kinerja lalu lintas, observasi lapangan, analisis spasial, serta analisis kesenjangan. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan tahun 2026, sedangkan data sekunder kinerja lalu lintas menggunakan LHR Dinas Perhubungan Kota Bandung tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Jenderal Sudirman memiliki kapasitas 3.231 SMP/jam dengan VC Ratio rata-rata harian 0,80 atau LOS D. Kondisi paling kritis terjadi pada sore hari dengan VC Ratio 0,97 atau LOS E, sehingga ruas jalan sangat sensitif terhadap hambatan samping. Titik konflik utama berada pada Simpang Jamika dan Simpang Waringin. Konflik yang ditemukan terdiri atas konflik fungsional, konflik teritorial, dan konflik visual. Arahan penyelesaian konflik meliputi relokasi parkir on-street ke parkir offstreet atau parkir komunal, pengaturan bongkar muat, penyediaan akses bersama dan crossaccess, penataan trotoar 4 meter dengan zona plasa/transisi 0,75 meter, zona pejalan kaki 2,05 meter, dan zona perlengkapan/utilitas 1,20 meter, serta pengendalian signage dan reklame. Penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan koridor arteri-komersial tidak cukup dilakukan melalui rekayasa lalu lintas, tetapi memerlukan pendekatan rancang kota yang mengintegrasikan mobilitas, aktivitas komersial, ruang pejalan kaki, dan karakter visual koridor.
PARADOKS ADOPSI AI AGENTIK: HAMBATAN TERHADAP PENERAPAN PERUSAHAAN UNTUK ADOPSI YANG BERTANGGUNG JAWAB DI INDUSTRI PERANGKAT LUNAK
Munculnya AI Agentik menjanjikan akan adanya kelepasan potensi penuh yang tadinya diharapkan perusahaan dapat realisasikan dengan Generatif AI. Namun, adopsinya masih terbatas dengan tingkat keberhasilan penerapan produksi dan realisasi nilai yang rendah meskipun mendapatkan dukungan eksekutif yang kuat dan investasi yang substansial. Studi ini mengeksplorasi mengapa kesenjangan ini ada di dalam industri perangkat lunak Indonesia. Kami menggabungkan wawancara dari 16 peserta, fokus diskusi kelompok, dan survei terhadap 100 praktisi industri. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun peserta umumnya percaya AI Agentik bermanfaat, mereka memiliki kepercayaan yang sangat rendah dalam mendelegasikan tugas atau membiarkan AI Agentik beroperasi secara otonom tanpa pengawasan manusia. Empat hambatan utama diidentifikasi: Kesenjangan Nilai-Skalabilitas, Perangkap Otoritas, Kesenjangan Pengembalian Investasi (ROI), dan Spiral Kapabilitas-Risiko. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini mengusulkan AegisOps AI, platform tata kelola perusahaan yang dirancang untuk membantu organisasi menggunakan Agentic AI dengan aman dan efektif. Platform ini berfokus pada memastikan bahwa sistem AI tersebut mampu, dapat dipercaya, dan dapat dipertahankan, untuk membantu organisasi untuk menutup paradoks adopsi AI Agentik.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PENGARUH AKSESIBILITAS DAN AMENITAS PARIWISATA TERHADAP PERILAKU WISATAWAN DI KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BANDUNG
Kawasan Alun-Alun Kota Bandung merupakan ruang publik wisata perkotaan dengan intensitas kunjungan tinggi yang didukung oleh berbagai infrastruktur pariwisata. Kualitas infrastruktur berperan penting dalam membentuk perilaku wisatawan dalam memanfaatkan ruang dan fasilitas, namun kajian yang mengintegrasikan pengaruh infrastruktur, pola aktivitas spasial, dan faktor perilaku wisatawan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas dan amenitas terhadap perilaku wisatawan, mengidentifikasi pola pemanfaatan infrastruktur, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perilaku wisatawan di Kawasan Alun-Alun Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap total 258 wisatawan pada periode low season dan peak season, serta observasi lapangan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda, behavioral mapping, dan deskriptif statatistik berbasis Theory of Planned Behavior (TPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan amenitas berpengaruh signifikan terhadap perilaku wisatawan, meskipun pada periode peak season hanya amenitas yang berpengaruh signifikan secara parsial. Model penelitian mampu menjelaskan 80,9% variasi perilaku wisatawan pada periode low season dan 70,4% pada periode peak season. Hasil behavioral mapping menunjukkan bahwa aktivitas wisatawan pada periode low season cenderung terkonsentrasi pada area tertentu, sedangkan pada periode peak season aktivitas menjadi lebih tersebar dan dinamis. Analisis TPB menunjukkan bahwa faktor psikologis, terutama kenyamanan, kebersihan, dan keamanan, lebih dominan dibandingkan faktor sosial dalam memengaruhi pemanfaatan fasilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa amenitas merupakan komponen infrastruktur yang paling konsisten memengaruhi pola pergerakan dan pola aktivitas wisatawan serta menunjukkan pentingnya kualitas pengalaman ruang dalam mendukung pemanfaatan ruang publik wisata. Temuan penelitian ini memberikan landasan bagi perencanaan ruang publik wisata yang lebih responsif terhadap perilaku dan kebutuhan pengguna.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PERANCANGAN PUSAT KOMUNITAS ANIMASI DENGAN PENDEKATAN PARTICIPATORY PLACEMAKING DI KOTA CIMAHI
Perkembangan komunitas animasi di Kota Cimahi menunjukkan adanya kebutuhan akan fasilitas yang mampu mewadahi berbagai aktivitas, mulai dari produksi karya, kolaborasi, hingga edukasi dan apresiasi. Namun, hingga saat ini, ruang yang secara khusus mendukung interaksi dan keterlibatan komunitas animasi secara berkelanjutan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan konsep desain interior serta program ruang dan aktivitas Pusat Komunitas Animasi di Kota Cimahi melalui pendekatan participatory placemaking. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei, wawancara, studi literatur, dan studi referensi desain. Data yang diperoleh dianalisis dan disintesis untuk memahami kebutuhan pengguna, karakter aktivitas, serta prinsip perancangan yang relevan. Hasil penelitian berupa konsep desain interior dengan tema Shared Imagery yang menempatkan ruang sebagai media berbagi gagasan, imajinasi, dan pengalaman melalui interaksi serta kolaborasi. Program ruang dan aktivitas yang dirumuskan diharapkan mampu menjawab permasalahan penelitian dengan menghadirkan lingkungan yang komunikatif, fleksibel, dan partisipatif sebagai pusat komunitas animasi sekaligus ruang apresiasi bagi masyarakat luas.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
TOKENISASI ASET SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PUBLIK DI INDONESIA
Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal pembiayaan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Menurut Kementerian Keuangan (2025), kebutuhan investasi infrastruktur nasional periode 2025–2029 diperkirakan mencapai sekitar US$625 miliar. Pemerintah memperkirakan pembiayaan melalui APBN dapat menutup sekitar 23% dari kebutuhan tersebut dan APBD sekitar 17% (total sekitar 40%), dan realisasi financial close skema KPBU masih terbatas sehingga porsi yang signifikan perlu dimobilisasi dari BUMN, sektor swasta, dan sumber pembiayaan inovatif. Pembiayaan jangka panjang dari perbankan belum optimal karena mismatch tenor dan profil risiko, sementara partisipasi masyarakat umum dalam pembiayaan proyek pembangunan masih sangat rendah. Hal ini menciptakan kesenjangan pembiayaan yang signifikan. Tesis ini mengusulkan pendekatan tokenisasi aset publik sebagai inovasi pembiayaan partisipatif. Proyek-proyek pembangunan seperti infrastruktur, energi, perumahan rakyat, dan UMKM dapat direpresentasikan dalam unit digital (token) yang dimiliki secara fraksional, ditransfer, dan dilacak menggunakan smart contract serta infrastruktur pelaporan berbasis distributed ledger. Laporan McKinsey dan BCG menyajikan proyeksi besar pada tokenisasi. Misalnya, BCG (2024) memprediksi aset tertokenisasi mencapai lebih dari $600 miliar pada 2030, didukung tren permintaan investor institusional terhadap instrumen on-chain. McKinsey (2024) memperkirakan kapitalisasi tokenisasi bisa $2–4 triliun (USD) di akhir dekade. PwC Nigeria (2023) secara eksplisit menyebut tokenisasi akan meningkatkan aliran modal ke pasar modal melalui produk baru dan partisipasi ritel yang lebih besar. DTCC (2026) menggarisbawahi manfaat fragmentasi kepemilikan melalui fraksionalisasi, sehingga investor dengan modal kecil dapat ikut berpartisipasi. Sumber-sumber ini tidak hanya menyoroti potensi nilai besar, tapi juga memperkirakan adanya inflow modal ritel/institusi baru akibat akses yang diperluas. DFI dirancang menjadi originator/penerbit, dengan integrasi penuh ke dalam infrastruktur keuangan nasional (BI-FAST/RTGS, KSEI), serta National Token Registry (NTR) sebagai single source of truth. Masalah penelitian ini mencakup: (1) bagaimana merancang tata kelola, kerangka regulasi, dan arsitektur teknologi yang tepat untuk tokenisasi proyek pembangunan publik di Indonesia, (2) sejauh mana tokenisasi dapat memperluas partisipasi publik dan mengurangi kesenjangan pembiayaan tanpa menambah beban fiskal, dan (3) bagaimana mengintegrasikan skema ini dalam ekosistem DFI dan sistem keuangan nasional untuk menjamin transparansi, pelindungan konsumen, dan keberlanjutan. Tujuan penelitian: merumuskan model tata kelola dan regulasi tokenisasi, merancang blueprint infrastruktur (NTR, audit smart contract, sistem kustodian), serta mengevaluasi potensi dampak terhadap inklusi investasi, transparansi fiskal, dan efektivitas pembiayaan publik melalui simulasi dan validasi pakar. Metodologi: pendekatan kualitatif analitis melalui (i) tinjauan pustaka dari literatur primer seperti BIS, OECD, World Bank, MAS, dan IOSCO; (ii) studi banding praktik kebijakan lintas yurisdiksi (Singapura, Hong Kong, Swiss); dan (iii) perancangan dan pemetaan proses solusi tokenisasi berbasis prototipe konseptual. Rencana pelaksanaan (2026–2027): penyusunan kerangka masalah dan teori, desain arsitektur dan tata kelola, dan pengumpulan data dokumen, perancangan model dan skenario piloting, analisis dampak dan validasi ahli, dan penyusunan roadmap pelaksanaan nasional (2026–2031) yang meliputi fase pilot/sandbox, perluasan kelembagaan, hingga integrasi pasar.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
ANALISIS DAMPAK PROYEK STRATEGIS NASIONAL DAN TRANSFORMASI STRUKTUR EKONOMI INDONESIA YANG BERKUALITAS : ANALISIS HULU – HILIR BERBASIS INTER REGIONAL INPUT – OUTPUT (IRIO) DAN MULTI REGIONAL INPUT OUTPUT (MRIO) STUDI KASUS : PROYEK MOBIL NASIONAL
Proyek Strategis Nasional (PSN) Mobil Nasional menjadi instrumen penting dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Proyek ini relevan dengan kelompok sindikat yang berfokus pada strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2029. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana desain dan implementasi PSN Mobil Nasional mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif. Solusi potensial yang diajukan berupa optimalisasi strategi pengadaan domestik dan penguatan keterkaitan industri lintas wilayah, dengan dampak yang diharapkan berupa peningkatan nilai tambah nasional, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pemerataan pertumbuhan regional. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis Inter-Regional Input–Output (IRIO) dan Multi-Regional Input–Output (MRIO) yang dikombinasikan dengan analisis proyek. Belanja proyek ditranslasikan menjadi shock ekonomi untuk mengukur dampak output, pendapatan, tenaga kerja, dan nilai tambah baik di tingkat regional, nasional, maupun global. Rencana penelitian mencakup tahap diagnosis masalah, simulasi skenario sourcing, analisis dampak, serta perumusan rekomendasi kebijakan guna memperkuat peran PSN sebagai instrumen pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PERTUMBUHAN TANPA KEDAULATAN - DIAGNOSIS JEBAKAN STRUKTURAL DAN ARSITEKTURKELEMBAGAAN UNTUK PENDALAMAN EKONOMI INDONESIA
Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten (rata-rata ~5% per tahun, 2000-2023) disertai penurunan kemiskinan secara signifikan hingga 9,03% pada 2024. Namun pertumbuhan ini tidak disertai pendalaman kapabilitas industri: Economic Complexity Index (ECI) stagnan di 0,234 selama dua dekade, rasio Manufacturing Value Added terhadap GDP menurun di bawah 19%, dan intensitas Research and Development tertahan di 0,3% terhadap GDP. Konfigurasi ini, pertumbuhan tanpa pendalaman, belum dijelaskan secara memadai oleh empat pendekatan konvensional (state capability, economic complexity, industrial policy, temporal political economy) yang masing-masing menangkap sebagian fenomena tetapi tidak mengintegrasikan dimensi struktural dan temporal secara simultan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kerangka integratif yang mendiagnosis mekanisme kausal di balik persistensi pertumbuhan tanpa pendalaman, menurunkan arsitektur kelembagaan untuk memutus jebakan tersebut, serta menguji konsistensi kerangka yang diturunkan terhadap realitas kelembagaan Indonesia. Penelitian ini mengajukan Structural-Temporal Capability Trap (STCT) sebagai kerangka integratif. STCT memformalkan interaksi antara Structural Depth (kedalaman kapabilitas produksi) dan Temporal Insulation (kemampuan arsitektur kelembagaan melindungi fungsi akumulasi dari volatilitas siklus politik) dalam hubungan complementarity: efek peningkatan pada satu dimensi bergantung pada tingkat dimensi lainnya. Empat proposisi falsifiable diturunkan. Dari diagnosis STCT, Enabler-Accelerator System Framework (EASF) diderivasi secara deduktif sebagai arsitektur transisi yang mendiferensiasikan dua fungsi pembangunan berdasarkan horizon temporal. Menggunakan metodologi integrative-critical literature review, penelitian ini menguji konsistensi kerangka melalui evaluasi terhadap dua analytical instantiation di Indonesia: transformasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi National Capability Custodian Agency (NCCA) sebagai kandidat Enabler, dan sektor maritim (Maritime.ID) sebagai arena Accelerator. Evaluasi menunjukkan bahwa LPDP memiliki insulasi fiskal parsial (dana abadi tersedia) tetapi insulasi kelembagaan yang rapuh (mandat berbasis Peraturan Pemerintah, bukan undang-undang). Sektor maritim memenuhi ketiga kriteria Accelerator (sectoral depth potential, capability entry feasibility, captive demand) tetapi belum memiliki integrasi vertikal. Pola yang ditemukan konsisten dengan tiga dari empat proposisi STCT. Penelitian ini memberikan tiga kontribusi: (1) formulasi konseptual STCT yang mengintegrasikan dimensi temporal sebagai variabel konstitutif, bukan latar; (2) diferensiasi analitis antara insulasi fiskal dan insulasi kelembagaan; dan (3) derivasi arsitektural EASF yang beroperasi pada level arsitektur kelembagaan, bukan level instrumen kebijakan. Keterbatasan utama terletak pada belum tersedianya pengujian kuantitatif dan generalisasi lintas negara. Enam agenda riset lanjutan diidentifikasi, termasuk konstruksi indeks Temporal Insulation dan perbandingan lintas negara yang sistematis.
MODEL EVALUASI TRANSFORMASI DIGITAL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN STRUCTURE – CONDUCT – PERFORMANCE (SCP)
Transformasi digital pada sektor pemerintahan menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, kualitas pelayanan publik, efisiensi organisasi, serta kualitas pengambilan keputusan. Namun, evaluasi transformasi digital pada pemerintah daerah masih didominasi oleh pengukuran tingkat kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang belum sepenuhnya mampu menjelaskan hubungan antara kesiapan organisasi, implementasi transformasi digital, dan kinerja organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Evaluasi Transformasi Digital Pemerintah Daerah dengan menggunakan paradigma Structure–Conduct–Performance (SCP) sebagai kerangka evaluasi untuk menganalisis keterkaitan antara kesiapan organisasi (Structure), implementasi transformasi digital (Conduct), dan kinerja organisasi (Performance) pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, serta penilaian menggunakan rubrik evaluasi terhadap sembilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Badan Penghubung. Dimensi Structure dievaluasi melalui tata kelola SPBE, proses bisnis layanan, mindset dan budaya digital, serta kapasitas organisasi digital. Dimensi Conduct dievaluasi melalui pemanfaatan sistem digital, pemanfaatan data dan informasi, serta manajemen pengetahuan. Sementara itu, dimensi Performance dievaluasi melalui efisiensi operasional, keterpaduan proses lintas unit, produktivitas kerja, kualitas pengambilan keputusan, dan kualitas layanan. Hasil evaluasi dianalisis menggunakan paradigma SCP sebagai kerangka analisis, kemudian dipetakan ke dalam kuadran hubungan Structure–Conduct dan Conduct–Performance untuk mengidentifikasi karakteristik implementasi transformasi digital pada masing-masing perangkat daerah. ii Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan organisasi yang lebih baik cenderung diikuti oleh implementasi transformasi digital yang lebih tinggi, sedangkan implementasi transformasi digital yang lebih baik cenderung menghasilkan peningkatan kinerja organisasi. Meskipun demikian, hubungan tersebut tidak selalu berlangsung secara linier. Beberapa perangkat daerah mampu mencapai implementasi transformasi digital yang tinggi meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek kesiapan organisasi, sedangkan perangkat daerah lain menunjukkan bahwa implementasi transformasi digital yang telah berkembang belum sepenuhnya menghasilkan peningkatan kinerja yang optimal. Hasil pemetaan kuadran menunjukkan bahwa DPMPTSP, Dinas Kesehatan, dan Diskominfo berada pada kategori Stable Digital–High Impact Digital, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil berada pada pola Active Transformation–High Impact Digital, Bappeda berada pada pola Active Transformation–Transition Phase, sedangkan Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Badan Penghubung berada pada pola Structural Gap–Low Utilization. Penelitian ini menghasilkan Model Evaluasi Transformasi Digital Pemerintah Daerah yang mengintegrasikan dimensi Structure, Conduct, dan Performance sebagai kerangka evaluasi implementasi transformasi digital. Model evaluasi yang dihasilkan tidak hanya memberikan gambaran mengenai tingkat kesiapan organisasi, implementasi transformasi digital, dan kinerja organisasi secara terpisah, tetapi juga mampu menjelaskan hubungan antardimensi serta menjadi dasar dalam penyusunan prioritas intervensi kebijakan sesuai karakteristik masing-masing perangkat daerah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendekatan evaluasi transformasi digital pada sektor publik yang lebih komprehensif dibandingkan pengukuran yang hanya berfokus pada tingkat kematangan SPBE. Selain memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan kerangka evaluasi transformasi digital berbasis paradigma Structure–Conduct–Performance (SCP), hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi implementasi transformasi digital secara lebih menyeluruh serta menyusun strategi peningkatan transformasi digital yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing perangkat daerah.
PENERAPAN STRATEGI GARP (PERTUMBUHAN DENGAN HARGA WAJAR) PADA SAHAM SYARIAH DI INDONESIA: ANALISIS KINERJA PORTOFOLIO DARI 2018 HINGGA 2026
Pertumbuhan pasar keuangan syariah global dan peningkatan jumlah investor saham syariah di Indonesia yang signifikan belum sepenuhnya diikuti oleh kinerja portofolio saham syariah yang kompetitif, khususnya pada reksa dana saham syariah. Tiga reksa dana saham syariah berkinerja terbaik di Indonesia, yaitu Sucorinvest Sharia Equity Fund, TRIM Syariah Saham, dan Simas Syariah Unggulan, hanya mencatatkan CAGR lima tahun masing-masing sebesar 3,87%, 3,51%, dan 2,71%, jauh di bawah tingkat imbal hasil bebas risiko. Ditambah dengan perilaku investor ritel yang masih dipengaruhi tren jangka pendek dan Fear of Missing Out, kondisi ini menegaskan perlunya kerangka investasi berbasis data dan analisis fundamental yang terukur, rasional, dan tetap selaras dengan prinsip syariah. Penelitian ini menerapkan strategi Growth at a Reasonable Price (GARP) pada saham syariah Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), dengan mengombinasikan kriteria pertumbuhan dan valuasi melalui Return on Equity, Earnings Growth, serta rasio PEG dan PEGY. Menggunakan pendekatan backtesting kuantitatif periode Juni 2018 hingga April 2026, yang mencakup fase pra-pandemi, pandemi, dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi, penelitian ini membentuk delapan portofolio Sharia-GARP berdasarkan klasifikasi pertumbuhan saham Peter Lynch (Fast Growers, Stalwarts, dan Slow Growers) beserta kombinasinya. Kinerja portofolio dievaluasi menggunakan Sharpe Ratio, Treynor Ratio, dan Jensen’s Alpha, serta dibandingkan dengan Indeks ISSI dan tiga reksa dana saham syariah berkinerja terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh portofolio kombinasi Sharia-GARP secara konsisten dan signifikan mengungguli semua benchmark selama 95 bulan observasi. Portofolio P6 Balanced GARP (40% Stalwart + 40% Fast Grower + 20% Slow Grower) mencatatkan CAGR tertinggi sebesar 29,61% dan melipatgandakan nilai investasi sebesar 6,79 kali (NAV akhir 7.792 dari basis 1.000), jauh melampaui pertumbuhan Indeks ISSI sebesar 51% (NAV 1.511) dan kerugian Simas Syariah sebesar -41,4% (NAV 586). Jensen’s Alpha positif pada seluruh portofolio kombinasi (P6: 0,296; P7: 0,231; P8: 0,277) mengkonfirmasi generasi alpha sejati di luar kompensasi risiko pasar. Analisis statistik mengidentifikasi rasio PEGY, Dividend Yield, dan rasio PEG sebagai tiga faktor fundamental paling berpengaruh, dengan PEGY menunjukkan korelasi negatif terkuat terhadap return (? = -0,305, p < 0,01) pada level emiten. Portofolio P6 Balanced GARP direkomendasikan sebagai kombinasi optimal bagi investor jangka panjang, sementara P7 High Growth GARP dan P8 Conservative GARP sesuai bagi investor yang memprioritaskan efisiensi Sharpe Ratio dan pendapatan dividen yang stabil. Temuan ini menghasilkan Sharia-GARP Investment Guideline yang tervalidasi secara empiris, praktis, dan dapat direplikasi oleh investor ritel maupun manajer investasi institusional di Indonesia.