πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

OPTIMASI SUHU REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT BERDASARKAN PEROLEHAN BIODIESEL DAN KINETIKA REAKSI MENGGUNAKAN KATALIS CAO CANGKANG TELUR TERAKTIVASI GLISEROL

Seiring meningkatnya kebutuhan energi global, penggunaan bahan bakar diesel berbasis fosil terus meningkat dan berkontribusi terhadap emisi karbon dioksida hingga mencapai 4,45 juta ton per tahun. Kondisi ini mendorong pengembangan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan. Akan tetapi, efisiensi produksi biodiesel masih menjadi tantangan, khususnya katalis homogen yang umum digunakan memiliki keterbatasan dalam proses pemisahan dan regenerasi. Hal ini mendorong pengembangan katalis heterogen. Katalis CaO berbasis cangkang telur merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang murah, mudah diperoleh, dan memiliki aktivitas katalitik yang baik. Modifikasi katalis melalui aktivasi gliserol berpotensi meningkatkan luas permukaan dan stabilitas situs aktif, sehingga dapat meningkatkan performa katalis. Penelitian ini mengkaji pengaruh suhu reaksi sebesar 50oC, 60oC, dan 70oC terhadap perolehan biodiesel (FAME), karakteristik biodiesel kasar, serta kinetika reaksi transesterifikasi minyak kelapa sawit menggunakan katalis CaO cangkang telur teraktivasi gliserol. Reaksi dilakukan dengan catalyst loading 7 %-b/b dan rasio molar metanol minyak 12:1 selama 2 jam reaksi. Parameter yang diukur meliputi perolehan biodiesel, densitas, viskositas kinematik, nilai kalor tinggi biodiesel, konstanta laju reaksi memakai model kinetika orde satu semu, serta parameter kinetika reaksi berupa energi aktivasi dan konstanta Arrhenius reaksi transesterifikasi. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan uji post-hoc Tukey pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh suhu reaksi menimbulkan perbedaan signifikan terhadap perolehan biodiesel (p<0,05), dengan perolehan biodiesel tertinggi berada di suhu reaksi 60oC sebesar 84,6 Β± 0,23 %-b/b. Di samping itu, densitas, viskositas kinematik, dan nilai kalor tinggi biodiesel yang paling mendekati kualitas SNI 7182:2015 berada pada variasi suhu reaksi 60oC sebesar 0,862Β±0,002 g/mL, 5,21Β±1,30 cSt, dan 41,4 MJ/kg secara berturut-turut. Adapun konstanta laju reaksi tertinggi mencapai 0,0071 menit-1 pada suhu 60oC, konstanta Arrhneius dan energi aktivasi, sebesar 3,3 Γ— 108 menit?1 dan 69,7 kJ/mol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa suhu reaksi transesterifikasi minyak kelapa saswit menggunakan katalis CaO berbasis cangkang telur teraktivasi gliserol yang optimal berada di suhu 60oC

2026
πŸ‘€ Penulis: Melvin Valerio
🏷️ Kemurnian Biodiesel 🏷️ Kinetika Reaksi Transesterifikasi 🏷️ Optimasi Suhu Reaksi

PENGEMBANGAN MODEL PENGELOLAAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA: STUDI KASUS PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan pelayanan publik. Seiring dengan perubahan struktur organisasi, sistem kerja, dan penerapan PermenpanRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN, instansi pemerintah dituntut melaksanakan pengelolaan kinerja secara menyeluruh dan berkelanjutan. Namun, evaluasi kinerja ASN selama ini cenderung hanya melihat dari capaian kinerja maupun indikator organisasi, sehingga belum mampu menjelaskan dinamika pengelolaan kinerja secara komprehensif. Kondisi ini menjadi keterbatasan organisasi dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas perbaikan pengelolaan kinerja secara efisien. Oleh karena itu diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan pengelolaan kinerja ASN secara holistik. Model Context, Input, Process, Product (CIPP) adalah kerangka utama yang memastikan adanya 4 komponen pembentuk model. Komponen ini kemudian diisi dengan variabel yang berasal dari Systematic Literatur Review (SLR), divalidasi relevansinya oleh pakar melalui metode Delphi dan diuji secara empiris dengan Structural Equation Modeling (SEM). Pada tahap terakhir dilakukan analisis topik masukan responden dengan menggunakan BERTopic untuk memperkaya hasil penelitian. Hasil dari SLR menghasilkan 12 variabel utama yang kemudian dikelompokkan menjadi 6 konstruk utama, yaitu governance, performance management, work support system, human capital, work attitude, dan performance outcome. Jumlah data yang diolah dalam penelitian ini sebanyak 575 data berasal dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil yang diperoleh, governance berpengaruh signifikan pada work support system, work support system mempengaruhi human capital dan performance management, keduanya kemudian mempengaruhi performance outcome dimediasi oleh work attitude. Temuan ini menunjukkan pengelolaan kinerja ASN adalah proses yang saling terkait antara organisasi, lingkungan kerja, kompetensi, kepemimpinan dan juga engagement serta motivasi pegawai. Penelitian ini menghasilkan model pengelolaan kinerja ASN yang tervalidasi secara konseptual dan empiris serta dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas kinerja ASN secara berkelanjutan

2026
πŸ‘€ Penulis: Beni Sulistyarso
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kepemimpinan

PEMODELAN SPASIAL UNTUK ZONA TITIK INJEKSI DAN RENCANA JALUR PIPA DISTRIBUSI PADA PERENCANAAN CARBON CAPTURE AND STORAGE (CCS) ONSHORE

Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan solusi penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan menangkap dan menyimpan karbon dioksida secara aman di bawah permukaan bumi. Penelitian ini mengembangkan pemodelan spasial sebagai alat bantu untuk mendukung prosedur perencanaan CCS Onshore, dengan studi kasus Lapangan X PT Pertamina Hulu Energi. Produk utama yang dihasilkan meliputi model spasial 3D subsurface yang memvisualisasikan lintasan sumur, formasi geologi, dan Zona Titik Injeksi (ZTI), dan peta 2D jalur optimal pengangkutan karbon. Metode yang digunakan adalah metode Multi Criteria Evaluation (MCE) dan Least Cost Path Analysis (LCPA), dan prosedur perencanaan CCS yang mengacu pada regulasi nasional. Pemodelan spasial mengintegrasikan data teknis dan spasial secara komprehensif untuk memaksimalkan efisiensi operasional dan mitigasi risiko dalam implementasi CCS. Prosedur perencanaan yang digunakan telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi MCE dan LCPA pada perencanaan jalur pengangkutan karbon dan penggunaan metode Minimum curvature untuk pemodelan lintasan sumur dapat meningkatkan akurasi dan efektivitas perencanaan CCS Onshore.

2026
πŸ‘€ Penulis: Dipo Damarjati Aditama
🏷️ Karbon Capture And Storage (Ccs) 🏷️ Pemodelan Spasial 🏷️ Analisis Jalur Optimal

OPTIMASI PROSES HILIRISASI PRODUKSI ASAM LAKTAT DARI LACTOBACILLUS ACIDOPHILLUS

Asam laktat merupakan asam organik yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, dan sebagai bahan baku polimer biodegradable seperti PLA. Produksinya umumnya dilakukan melalui fermentasi menggunakan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus acidophilus, yang bersifat homofermentatif dan mampu menghasilkan asam laktat dalam jumlah tinggi. Namun, proses hilirisasi masih menjadi tantangan akibat tingginya kelarutan asam laktat dalam air serta kompleksitas medium fermentasi. Salah satu metode berpotensi yang digunakan untuk pemulihan asam laktat adalah Aqueous Two-Phase Extraction (ATPE), yang dilakukan dengan proses pengasaman pada supernatan medium terlebih dahulu, penambahan garam amonium sulfat, penambahan pelarut, kemudian pemisahan antara fraksi cair organik dengan fraksi cair yang kaya akan garam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses fermentasi dengan L. acidophilus pada medium MRS selama 48 jam pada suhu 37 Β°C, diikuti dengan pemisahan biomassa melalui sentrifugasi dan mengoptimasi secara bertahap proses ekstraksi asam laktat menggunakan sistem ATPE berbasis etanol dan amonium sulfat. Variabel yang dioptimasi pertama meliputi pH medium (2, 3, dan 4), kemudian konsentrasi amonium sulfat (10–60% w/v), jenis pelarut (etanol dan etil asetat), kemudian konsentrasi pelarut (50–150% v/v), serta terakhir jumlah siklus pemulihan. Konsentrasi asam laktat dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan pH berpengaruh signifikan terhadap perolehan asam laktat dengan perolehan tertinggi sebesar 38,6% pada pH 2. Konsentrasi amonium sulfat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap perolehan, dengan kondisi optimum pada 20% (w/v). Jenis pelarut berpengaruh signifikan, di mana etanol menghasilkan perolehan 21,4% lebih tinggi dibandingkan etil asetat. Konsentrasi pelarut tidak menunjukkan pengaruh signifikan dengan kondisi optimum pada 100% (v/v). Selain itu, peningkatan jumlah siklus pemulihan meningkatkan perolehan asam laktat hingga siklus ke-2 dengan kenaikan sebesar 35,9%, namun tidak memberikan peningkatan signifikan pada siklus berikutnya. Dari keseluruhan hasil variabel yang dioptimasi, kondisi pH 2, amonium sulfat 20% (w/v), penambahan etanol 100% (v/v), dengan 2 siklus pemulihan, mampu mencapai perolehan asam laktat terbesar sebesar 67,29%.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rayner Tanadi Budiharja
🏷️ Optimasi Proses Hilirisasi Asam Laktat 🏷️ Fermentasi Bakteri 🏷️ Ekstraksi Aqueous Two-Phase

KESESUAIAN PRODUK-PASAR DAN NIAT ADOPSI UNTUK LAYANAN BERLANGGANAN: STUDI KASUS GOJEK PLUS DI INDONESIA

Gojek PLUS adalah layanan berlangganan lintas layanan dalam ekosistem super-app Gojek di Indonesia yang menunjukkan tingkat product-market fit rendah dan tingginya angka pelanggan yang berhenti berlangganan. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi niat adopsi dan ketergantungan produk pada Gojek PLUS, serta menilai apakah layanan ini telah mencapai product-market fit di kalangan pengguna Indonesia. Kerangka hibrid yang menggabungkan Value-Based Adoption Model (VAM), Expectation-Confirmation Theory (ECT), Teori Biaya Peralihan, dan Teori Hambatan Kognitif diuji menggunakan PLS-SEM terhadap 110 responden yang memenuhi syarat, dengan tolok ukur 'Sangat Kecewa' dari Sean Ellis sebagai variabel dependen terminal sebagai pengganti niat perilaku yang umum digunakan. Enam dari delapan hipotesis terdukung. Persepsi Pengalaman adalah pendorong utama Persepsi Nilai (? = 0,762), Niat Adopsi (? = 0,613), dan Kecenderungan Retensi (? = 0,654), dengan PEOU ? PE ? RT ? DEP sebagai jalur dominan menuju ketergantungan. Persepsi Nilai tidak memprediksi Niat Adopsi (? = 0,035, p = 0,811), menantang prediksi VAM dalam konteks berlangganan terbundel, dan Niat Adopsi tidak memprediksi Ketergantungan (? = 0,030, p = 0,808), mengonfirmasi adanya kesenjangan niat-perilaku. Skor PMF sebesar 15,4% menempatkan Gojek PLUS di bawah ambang batas product-market fit yang kuat, yaitu 40%. Penelitian ini merekomendasikan perancangan ulang orientasi pengguna dan penumpukan manfaat loyalitas berbasis durasi berlangganan untuk membangun kecenderungan retensi dan menutup kesenjangan PMF, dengan re-engagement berbasis pengalaman bagi pelanggan yang berhenti berlangganan sebagai inisiatif sekunder.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fransiskus Xaverius
🏷️ Gojek 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH WAKTU FERMENTASI SUBSTRAT PADAT DENGAN BACILLUS STEAROTHERMOPHILUS TERHADAP HIDROLISAT PROTEIN DARI LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS L.) BEBAS LEMAK

Larva lalat tentara hitam (LLTH, Hermetia illucens) merupakan salah satu sumber protein alternatif yang menjanjikan, namun efisiensi ekstraksi protein serta peningkatan bioaktivitas hidrolisatnya masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi padat menggunakan Bacillus stearothermophilus terhadap perolehan protein dan sifat bioaktif hidrolisat protein LLTH. Tepung LLTH difermentasi selama 0–4 hari pada suhu 45Β°C, kemudian dilakukan ekstraksi protein secara alkali, hidrolisis enzimatis menggunakan bromelain, dan pengeringan beku. Parameter yang dianalisis meliputi protein recovery, derajat hidrolisis, komposisi asam amino, aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri, serta distribusi bobot molekul protein menggunakan sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan kadar protein kasar dan protein recovery, dengan nilai tertinggi sebesar 59,64 Β± 8,85%. Peningkatan perolehan kembali protein yang dihasilkan oleh B. stearothermophilus tidak berbeda signifikan pada variasi waktu fermentasi. Derajat hidrolisis mencapai 42,21 Β± 1,0% pada hari kedua fermentasi, kemudian menurun seiring bertambahnya waktu fermentasi, yang menunjukkan bahwa aktivitas proteolitik maksimum terjadi pada fase pertumbuhan eksponensial bakteri. Aktivitas antioksidan juga meningkat, ditunjukkan oleh nilai IC50 terendah sebesar 261,78 + 57 ppm pada hari ketiga fermentasi, meskipun aktivitas tersebut menurun pada hari keempat. Analisis asam amino menunjukkan peningkatan konsentrasi beberapa asam amino bebas setelah fermentasi, yang mengindikasikan terjadinya degradasi matriks protein oleh aktivitas protease. Sebaliknya, hidrolisat protein tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan B. stearothermophilus berpotensi meningkatkan efisiensi ekstraksi protein dan aktivitas antioksidan hidrolisat protein LLTH, meskipun optimasi kondisi fermentasi masih diperlukan untuk memaksimalkan potensi proteolitiknya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Samuel Alexander Harsono
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH WAKTU FERMENTASI SUBSTRAT PADAT DENGAN BACILLUS STEAROTHERMOPHILUS TERHADAP HIDROLISAT PROTEIN DARI LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS L.) BEBAS LEMAK

Larva lalat tentara hitam (LLTH, Hermetia illucens) merupakan salah satu sumber protein alternatif yang menjanjikan, namun efisiensi ekstraksi protein serta peningkatan bioaktivitas hidrolisatnya masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi padat menggunakan Bacillus stearothermophilus terhadap perolehan protein dan sifat bioaktif hidrolisat protein LLTH. Tepung LLTH difermentasi selama 0–4 hari pada suhu 45Β°C, kemudian dilakukan ekstraksi protein secara alkali, hidrolisis enzimatis menggunakan bromelain, dan pengeringan beku. Parameter yang dianalisis meliputi protein recovery, derajat hidrolisis, komposisi asam amino, aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri, serta distribusi bobot molekul protein menggunakan sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan kadar protein kasar dan protein recovery, dengan nilai tertinggi sebesar 59,64 Β± 8,85%. Peningkatan perolehan kembali protein yang dihasilkan oleh B. stearothermophilus tidak berbeda signifikan pada variasi waktu fermentasi. Derajat hidrolisis mencapai 42,21 Β± 1,0% pada hari kedua fermentasi, kemudian menurun seiring bertambahnya waktu fermentasi, yang menunjukkan bahwa aktivitas proteolitik maksimum terjadi pada fase pertumbuhan eksponensial bakteri. Aktivitas antioksidan juga meningkat, ditunjukkan oleh nilai IC?? terendah sebesar 261,78 + 57 ppm pada hari ketiga fermentasi, meskipun aktivitas tersebut menurun pada hari keempat. Analisis asam amino menunjukkan peningkatan konsentrasi beberapa asam amino bebas setelah fermentasi, yang mengindikasikan terjadinya degradasi matriks protein oleh aktivitas protease. Sebaliknya, hidrolisat protein tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan B. stearothermophilus berpotensi meningkatkan efisiensi ekstraksi protein dan aktivitas antioksidan hidrolisat protein LLTH, meskipun optimasi kondisi fermentasi masih diperlukan untuk memaksimalkan potensi proteolitiknya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Samuel Alexander Harsono
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN MODA TRACKLESS MICRO-TRAM SEBAGAI SOLUSI MOBILITAS MIKRO DALAM MENDUKUNG EKOSISTEM TRANSPORTASI KOTA BARU PARAHYANGAN

Kota Baru Parahyangan (KBP) sebagai kawasan mandiri dengan visi Sustainable Township menghadapi permasalahan konektivitas internal β€œThe Missing Link”, yakni jarak antar klaster hunian menuju hub transit dan fasilitas komersial (1–3 km) yang belum terlayani moda pengumpan (feeder) kolektif yang inklusif dan rendah emisi. Penelitian ini bertujuan merancang moda Trackless Micro-Tram sebagai solusi micro-transit kolektif yang inklusif, rendah emisi, dan sesuai karakteristik topografi serta demografi kawasan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed-method) dengan pendekatan Human-Centered Design (HCD), melalui observasi lapangan dan survei terhadap 41 responden untuk menganalisis preferensi fitur dan variabel Technology Acceptance Model (TAM). Temuan mengidentifikasi empat kesenjangan desain: (1) konektivitas spasial antar klaster, (2) defisit utilitas angkut harian, (3) hambatan topografi berkontur, dan (4) kebutuhan kepercayaan dan keamanan layanan publik. Sintesis HCD menghasilkan konsep Panoramic Articulated Twin-Car: moda dua gerbong berkapasitas sekitar 36 penumpang dengan boarding ultra-low floor 35 cm, kaca panoramik seamless, kompartemen kargo terintegrasi, serta teknologi zero-emission dan navigasi otonom tanpa rel. Konsep ini diharapkan menjembatani The Missing Link di KBP sekaligus mendorong peralihan dari ketergantungan kendaraan pribadi menuju ekosistem transportasi berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Faaris Muzhaffar
🏷️ Transportasi Mikro 🏷️ Desain Inovatif 🏷️ Sustainable Townships

STUDI KAJIAN PENGARUH PARAMETER NON-LINEAR PADA SISTEM TUNED LIQUID COLUMN DAMPER TERHADAP BEBAN GEMPA PADA STRUKTUR 20 LANTAI

Getaran akibat gempa bumi dapat menurunkan kinerja dan keamanan bangunan bertingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh parameter nonlinier Tuned Liquid Column Damper (TLCD) terhadap respons seismik bangunan baja 20 lantai. Analisis dilakukan menggunakan nonlinear time-history analysis pada MATLAB dengan model TLCD linier dan nonlinier terhadap tujuh rekaman gempa. Studi parametrik dilakukan dengan memvariasikan mass ratio dan length ratio, kemudian dioptimasi menggunakan metode Steepest Descent untuk memperoleh parameter TLCD optimum. Evaluasi dilakukan berdasarkan simpangan puncak atap, percepatan puncak atap, root mean square (RMS), performance index (PI), rasio simpangan antar lantai, rasio redaman efektif, serta tingkat kinerja struktur berdasarkan ASCE 41-17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model TLCD mampu mengurangi respons struktur dibandingkan struktur tanpa kontrol. Namun, TLCD nonlinier hasil optimasi memberikan reduksi simpangan, percepatan, dan simpangan antar lantai yang lebih besar, serta menghasilkan rasio redaman efektif sebesar 13.07%, lebih tinggi dibandingkan TLCD linier sebesar 9.00%. Evaluasi kinerja juga menunjukkan peningkatan kondisi elemen struktur sehingga lebih banyak elemen berada pada tingkat kinerja yang memenuhi kriteria penerimaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Valiant Hartono
🏷️ Getaran Akibat Gempa Bumi 🏷️ Tuned Liquid Column Damper (Tlcd) 🏷️ Optimasi Struktur Bangunan

DESAIN SARANA MITIGASI DAN QUICK RESPONSE KOMUNAL UNTUK MASYARAKAT RENTAN BENCANA DI ZONA MERAH SESAR LEMBANG

Sesar Lembang merupakan salah satu ancaman gempa terbesar di Jawa Barat yang berpotensi menghasilkan gempa magnitudo 6,6–7,0 dan mempengaruhi hingga 2,7 juta penduduk Bandung Raya (BMKG, 2024). Kerentanan masyarakat di wilayah rural sekitar Lembang semakin tinggi akibat kombinasi topografi lereng curam, tanah lunak, bangunan non-engineered, serta keterbatasan akses logistik yang dapat menghambat distribusi bantuan pada periode kritis 72 jam pertama pascabencana. Meskipun sosialisasi kebencanaan telah dilakukan secara rutin, kesiapsiagaan masyarakat masih rendah karena emergency kit tidak terawat, latihan evakuasi jarang dilakukan, dan sarana mitigasi belum terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari maupun ruang komunal warga. Penelitian ini menggunakan pendekatan local co-design dengan Kampung Bukatanah dan Kampung Sukamulya sebagai lokasi studi. Kedua kampung dipilih karena memiliki karakter masyarakat agraris dengan budaya gotong royong dan titik interaksi komunal yang masih kuat, seperti warung kopi, masjid, dan teras rumah, namun belum dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian menghasilkan desain SAJAGAT (Sarana Jaga Gempa Darurat), yaitu fasilitas mitigasi dan quick response komunal yang mengintegrasikan dispenser emergency kit dengan sistem early warning system. Mengadopsi filosofi kebersamaan masyarakat Jawa Barat, SAJAGAT dirancang tidak hanya untuk meningkatkan akses terhadap kebutuhan darurat, tetapi juga untuk membangun sense of ownership dan kesiapsiagaan kolektif masyarakat di kawasan zona merah Sesar Lembang.

2026
πŸ‘€ Penulis: Hans Marchiano
🏷️ Desain Sarana Mitigasi Komunal 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Manajemen Bencana 🏷️ Komunitas Gotong Royong

PENGOLAHAN DATA MAGNETOTELURIK MENGGUNAKAN METODE ROBUST HUBER DAN IMPLEMENTASINYA PADA DATA LAPANGAN

Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang memanfaatkan variasi alami medan elektromagnetik untuk mengestimasi distribusi resistivitas listrik bawah permukaan bumi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kode program pengolahan data magnetotelurik menggunakan Python yang mampu diaplikasikan pada data lapangan, mengevaluasi pengaruh tahapan pre-processing dan robust processing, serta memvalidasi hasil pengolahannya terhadap software referensi. Program yang dikembangkan mengimplementasikan tahapan pre-processing yang meliputi kalibrasi, detrending, penghapusan DC offset, dan notch filter, dilanjutkan dengan decimation, transformasi Fourier (Fourier Transform), estimasi cross-power spectral density, robust processing menggunakan metode Huber, serta perhitungan impedansi, resistivitas semu, dan fasa. Data yang digunakan merupakan hasil akuisisi lapangan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan durasi perekaman selama 17 ???????????? 7 ????????????????????. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pre-processing memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas data, sedangkan robust processing mampu meminimalkan pengaruh beberapa data outlier sehingga menghasilkan estimasi parameter yang lebih stabil. Hasil validasi terhadap software referensi menunjukkan kesesuaian yang baik pada rentang frekuensi tinggi (???????? = 24 ????????????), dengan nilai ???????????????? log10(????) resistivitas semu sebesar 0,0649 untuk komponen ???????? dan 0,0571 untuk komponen ????????. Sedangkan pada frekuensi rendah ( ???????? = 150 ????????) menghasilkan nilai RMSE log10(????) resistivitas semu sebesar 1.8380 untuk komponen ???????? dan 1.1831 untuk komponen ????????.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ihyaudin Hasbillah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO PADA BENDUNGAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

Peningkatan kebutuhan energi listrik di Indonesia mendorong pengembangan sumber energi terbarukan. Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan PLTM. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun desain PLTM pada Bendungan Bener yang memenuhi aspek teknis dan ekonomis. Analisis dilakukan melalui pengolahan data hidrologi, meliputi analisis curah hujan, debit banjir rencana, dan debit andalan. Selanjutnya dilakukan perencanaan komponen utama PLTM yang meliputi pipa pesat (penstock), surge tank, rumah pembangkit (powerhouse), saluran pembuang (tailrace), serta pemilihan jenis. Selain itu, dilakukan analisis hidraulik, penyusunan rencana operasi dan pemeliharaan, estimasi biaya konstruksi, serta analisis kelayakan ekonomi proyek. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa PLTM Bendungan Bener dapat memanfaatkan tiga unit turbin Francis dengan kapasitas operasi rata-rata sebesar 5,55 MW. Total investasi yang dibutuhkan sebesar Rp142.902.263.433,26. Analisis ekonomi menghasilkan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,91%, Net Present Value (NPV) sebesar Rp14.363.371.516,25, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,10, dan Payback Period (PBP) selama 8,92 tahun. Berdasarkan hasil tersebut, proyek PLTM Bendungan Bener dinilai layak untuk dilaksanakan baik dari aspek teknis maupun ekonomi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rayhan Chandra Pramudya
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi Terbarukan

STUDI SPEKTROSKOPI PLANETARY NEBULAE: APLIKASI METODE ZANSTRA UNTUK MENENTUKAN TEMPERATUR BINTANG PUSAT

Planetary nebula merupakan tahap akhir evolusi bintang bermassa rendah hingga menengah sebelum berakhir menjadi bintang katai putih. PN terdiri dari sebuah bintang pusat yang merupakan inti bintang progenitor dan awan nebula yang mengelilingi bintang pusat tersebut. Bintang pusat PN memiliki temperatur yang sangat tinggi, merentang dari 25000 K hingga 300000 K yang dapat mengionisasi unsur-unsur yang ada pada awan nebula. Sehingga temperatur bintang pusat PN menjadi salah satu parameter fisis yang penting untuk diketahui karena dapat memberikan informasi tentang proses-proses ionisasi yang terjadi di dalam PN. Dalam studi tugas akhir ini, telah dilakukan perhitungan nilai temperatur Zanstra bintang pusat PN pada IC 2165, IC 4953, NGC 2440, NGC 5882, dan NGC 6629. Nilai temperatur Zanstra ditentukan melalui pengamatan spektroskopi di OB Observatory, Australia menggunakan spektrograf UVEX (R?1000). Hasil perhitungan menggunakan metode Zanstra menghasilkan 2 besaran, yaitu temperatur Zanstra hidrogen, TZ(H) dan temperatur Zanstra helium terionisasi, TZ(HeII). Nilai TZ(H) dan TZ(HeII) untuk masing masing PN adalah : 121228 K dan 140737 K untuk IC 2165, 23352 K dan 47170 K untuk IC 4593, 169981 K dan 190922 K untuk NGC 2440, 78997 K dan 106337 K untuk NGC 2867, 37725 K dan 59599 K untuk NGC 5882, serta 40739 K untuk NGC 6629. Perbedaan antara TZ(H) dan TZ(HeII) dikenal sebagai diskrepansi Zanstra. Secara umum, nilai temperatur Zanstra memiliki kesesuaian dengan nilai temperatur energy balance dengan galat < 20%. Adapun perbedaan kedua nilai temperatur berasal dari masalah ketebalan optis PN.

2026
πŸ‘€ Penulis: Dudih Purwadi
🏷️ Spectrofotomi 🏷️ Ionisasi Fisika Bintang 🏷️ Proses Ionisasi Planetary Nebula

PERANCANGAN ALL-IN-ONE COFFEE MAKER UNTUK TRAVELING

Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, ia adalah ritual harian yang sulit ditinggalkan bahkan saat bepergian. Namun kenyataannya, traveler yang terbiasa menyeduh kopi sendiri kerap dihadapkan pada pilihan yang tidak memuaskan: bergantung pada fasilitas hotel yang tidak selalu tersedia, membeli kopi di luar dengan kualitas yang tidak terjamin, atau membawa beberapa peralatan sekaligus yang justru memberatkan perjalanan. Produk coffee maker portabel yang ada di pasaran pun belum menjawab masalah ini secara tuntas β€” sebagian besar hanya mendukung satu metode seduhan dan tidak dilengkapi pemanas air, sehingga pengguna tetap membutuhkan sumber panas eksternal. Penelitian ini berangkat dari pengalaman nyata tersebut, dengan tujuan merancang sebuah coffee maker kompak yang mampu memanaskan air, menyeduh espresso, dan menyeduh pour over, semuanya dalam satu produk yang cukup kecil untuk masuk ke dalam tas ransel. Proses perancangan menggunakan pendekatan human-centered design, didukung oleh auto-etnografi, wawancara mendalam dengan pengguna dan pakar, konsultasi teknis bersama rekan dari bidang teknik elektro, serta studi terhadap produk-produk sejenis yang sudah ada. Hasil dari penelitian ini adalah Kofiekum, sebuah sistem coffee maker berbentuk silinder nesting dengan dimensi ?90 mm Γ— tinggi ? 350 mm. Produk ini menggunakan material stainless steel 304 dan polipropilena food grade, serta dirancang untuk bekerja dengan dua sumber daya listrik: AC 220V/80W untuk penggunaan di penginapan, dan DC 12V/50W melalui USB-C sebagai opsi darurat. Kofiekum diharapkan menjadi jawaban atas kekosongan kategori produk yang selama ini belum terjawab coffee maker portabel yang benar-benar lengkap, mandiri, dan siap digunakan di mana saja.

2026
πŸ‘€ Penulis: Umar Dzaki Mu'aadzah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Teknologi Elektronik

DESAIN DAN IMPLEMENTASI SUBSISTEM PENGUKURAN UTILITAS, PENGIRIMAN DATA, DAN PEMBAHARUAN FIRMWARE PADA SISTEM LISTRIK DAN AIR PRABAYAR

Sistem pengelolaan utilitas air dan listrik pada hunian vertikal membutuhkan perangkat yang dapat membaca konsumsi, mengirimkan data, dan mendukung pengelolaan saldo prabayar pada tingkat unit hunian. Pada studi kasus Rusunami The Jarrdin Cihampelas, pencatatan meter air masih dilakukan melalui foto meter dan pemasukan data secara manual, sedangkan pengisian token listrik masih menggunakan kartu fisik dan loket. Kondisi tersebut menyebabkan proses pencatatan, pemasukan data, dan penerbitan tagihan membutuhkan alokasi waktu kerja bulanan yang besar karena jumlah unit mencapai 2.444 unit. Tugas akhir ini membahas desain dan implementasi subsistem pengukuran utilitas, pengiriman data, dan pembaruan firmware pada sistem listrik dan air prabayar berbasis Internet of Things (IoT). Ruang lingkup tugas akhir ini adalah subsistem perangkat unit. Subsistem tersebut mencakup pengukuran debit dan volume air, pengukuran daya dan energi listrik, pengiriman data hasil pengukuran, penyimpanan data saat koneksi terputus, pengiriman ulang data setelah koneksi tersedia, pengendalian aktuator, dan pembaruan firmware jarak jauh. Dalam rancangan behavioural, Core 0 menangani pembacaan sensor, penghitungan konsumsi, pengurangan saldo, dan pengendalian aktuator. Core 1 menangani komunikasi, pengiriman data, pengiriman batch, penerimaan perintah dari server, dan pembaruan firmware. Subsistem air menggunakan flowmeter YF-S201 dan katup servo dalam satu modul kemasan. Flowmeter dikalibrasi menggunakan model invers kuadratik untuk mengubah frekuensi pulsa menjadi debit air. Subsistem listrik dirancang berbasis CS5463 dan mencakup rangkaian capacitive dropper, resistor divider, resistor shunt, anti-aliasing filter, dan isolator digital SI8641. Selain itu, PZEM-004T digunakan sebagai modul pembacaan listrik fungsional. Pembaruan firmware dilakukan melalui berkas firmware.bin yang diunduh dari URL dan ditulis ke memori flash menggunakan pustaka Update.h. Hasil implementasi menunjukkan bahwa modul flowmeter memiliki dimensi 100 mm Γ— 54,3 mm Γ— 158,5 mm, sedangkan modul kontroler memiliki dimensi 82 mm Γ— 95 mm Γ— 105 mm. Pengujian air menghasilkan galat rata-rata debit sebesar 3,94% dan galat rata-rata volume sebesar 3,25% pada periode pencuplikan 30 detik dengan rasio pengukuran R120. Pada pengukuran listrik, PZEM-004T menghasilkan galat absolut gradien daya sebesar 3,41% dan galat absolut gradien energi sebesar 3,58%. Fungsi sendData dan sendBatch serta mekanisme pembaruan firmware berhasil dijalankan.

2026
πŸ‘€ Penulis: I Made Medika Surya W. M.
🏷️ Desain Subsistem Iot 🏷️ Pengukuranan Utilitas 🏷️ Implementasi Sistem Prabayar
Halaman 77 dari 6754
πŸ’¬