📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN ULANG PARK AND RIDE MRT FATMAWATI DALAM MENDUKUNG FUNGSI KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT FATMAWATI - DKI JAKARTA
Stasiun MRT Fatmawati merupakan simpul transit utama pada koridor selatan Jakarta dengan beban komuter yang tinggi. Fasilitas park and ride eksisting belum berfungsi sebagai titik parkir terpusat, sedangkan aktivitas drop-off, pick-up, dan tunggu layanan ride-hailing masih berlangsung di badan jalan sehingga menimbulkan hambatan samping. Kondisi ini menunjukkan bahwa park and ride belum dioptimalkan sebagai instrumen manajemen permintaan perjalanan atau transportation demand management untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas park and ride dengan fasilitas drop-off dan pick-up dan ruang tunggu penumpang yang terintegrasi dengan MRT Fatmawati. Penelitian menggunakan metode campuran sequential explanatory dengan data dari kuesioner terhadap 206 responden, wawancara, dan observasi. Analisis disusun atas kriteria user-oriented, connected, dan responsiveness pada tujuh elemen rancang kota Shirvani, dengan proyeksi permintaan parkir melalui regresi linear (tahun dasar 2026) dan kebutuhan loket melalui teori antrian M/M/1. Hasil analisis menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan kapasitas, melainkan pada keterpisahan ruang dan konflik aktivitas di badan jalan. Proyeksi tahun 2031 menghasilkan kebutuhan 191 satuan ruang parkir mobil dan 953 satuan ruang parkir motor. Konsep perancangan menyatukan tapak seluas 13.000 meter persegi dengan gedung parkir tiga lantai, sirkulasi satu arah yang dilengkapi underpass, area drop-off dan pick-up yang tertata, serta keterhubungan empat arah menuju MRT, Transjakarta, Jaklingko, dan ride-hailing. Sumbangan utama penelitian terletak pada pengintegrasian ruang tunggu ridehailing sebagai bagian dari sistem transit pada simpul berlahan terbatas yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan park and ride yang efisien dan terintegrasi.
DINAMIKA PERGERAKAN BENDA SILINDER AKIBAT PERGESERAN TITIK BERAT
Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan menentukan pengaruh parameter fisik pendulum terhadap karakteristik gerak menggelinding sasis silinder berongga melalui pendekatan mekanika klasik dan simulasi komputasi. Pemodelan matematika ruang keadaan dibangun menggunakan fungsi Lagrangian untuk mengekstrak persamaan diferensial gerakan non-linear orde dua, yang diselesaikan dengan solver implisit Radau IIA di Python untuk mengatasi kekakuan numerik (stiffness) akibat torsi hambat gelinding. Validasi empiris dilakukan melalui pengujian prototipe mandiri pada lintasan 5 meter di Gedung Oktagon. Hasil analisis spasial dengan metode Kernel Density Estimation (KDE) menunjukkan pemisahan kluster performa secara kontras. Massa pendulum ringan (97,73 gram) mengalami undershoot pada rentang 3,5–4,8 meter akibat keterbatasan torsi pemulih, sedangkan massa berat (126,23 gram) memicu overshoot pada rentang 5,2–7,5 meter. Kurva KDE juga menyingkap distribusi multimodal akibat variasi fase sudut transien pendulum saat aktuasi dinonaktifkan. Hasil komparasi membuktikan konfigurasi optimal dengan rasio momen tertinggi 1,249 (m = 126,23 gram, l = 5,0 cm) mampu mempercepat durasi gerak hingga konvergen pada 10,2 detik, selaras dengan proyeksi simulasi. Reliabilitas model diperkuat nilai galat Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 3,29% dengan sebaran rentang interkuartil serapat 3,76%.
IKLAN AMBIENT MEDIA PADA RUANG DIGITAL DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA
Ambient media mengalami transformasi mendasar dari media berbasis ruang fisik menjadi praktik komunikasi dalam ekosistem digital yang berbasis jaringan. Perubahan ini tidak hanya menggeser cara penyampaian pesan, tetapi juga mengubah relasi antara produsen, media, dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tersebut serta mengkaji bagaimana karakteristik, proses produksi, dan konstruksi makna ambient media berkembang dalam ruang digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi ke lingkungan digital telah menggeser paradigma komunikasi dari spatial experience ke networked experience, di mana nilai iklan tidak lagi terletak pada lokasi, melainkan pada kemampuan sirkulasi dan reproduksi pesan dalam jaringan digital. Dalam konteks ini, audiens mengalami rekonfigurasi peran menjadi aktif memproduksi, mendistribusikan, dan menginterpretasikan ulang pesan. Selain itu, viralitas muncul bukan sekadar sebagai efek komunikasi, tetapi sebagai mekanisme utama yang menentukan keberhasilan penyebaran pesan melalui logika partisipasi dan replikasi sosial. Lebih lanjut, media sosial berfungsi sebagai arena negosiasi makna yang terbuka, di mana pesan iklan tidak lagi bersifat tunggal, melainkan mengalami afirmasi, resistensi, dan reinterpretasi oleh audiens. Temuan ini juga mengungkap bahwa praktik ambient media di ruang digital mengandung dimensi ideologis yang mencerminkan relasi kuasa serta berperan dalam membentuk identitas sosial. Dengan demikian, ambient media tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai praktik wacana yang berkontribusi dalam produksi makna dan konstruksi budaya digital.
ANALISIS ANOMALI SALINITAS PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN UTARA DAN SELATAN PULAU JAWA SELAMA TRIPLE-DIP LA NIÑA 2020–2023
Triple-Dip La Niña 2020–2023 merupakan fenomena iklim yang meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia dan berpotensi memengaruhi salinitas permukaan laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi spasial dan temporal salinitas permukaan laut serta menganalisis dampak Triple-Dip La Niña terhadap salinitas permukaan laut di perairan utara dan selatan Pulau Jawa. Penelitian menggunakan data salinitas permukaan laut CMEMS periode 1993–2023, data presipitasi ERA5, data observasi RG Argo dan in-situ, serta indeks iklim ONI, DMI, PDO, dan AUSMI. Analisis dilakukan menggunakan metode anomali, korelasi, EOF, dan PSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas permukaan laut di perairan Utara Jawa (31,4–33,0 PSU) secara konsisten lebih rendah dibandingkan di Selatan Jawa (32,7–34,1 PSU). Selama periode Triple-Dip La Niña terjadi perluasan wilayah bersalinitas rendah dan dominasi anomali salinitas negatif, dengan kondisi paling kuat terjadi pada tahun 2022. Dibandingkan periode non-Triple-Dip, rata-rata salinitas menurun sebesar 0,253 PSU di Utara Jawa dan 0,143 PSU di Selatan Jawa. Hasil perbandingan dengan data RG Argo dan in- situ menunjukkan bahwa data CMEMS mampu merepresentasikan pola variabilitas salinitas pada skala regional. Analisis EOF menghasilkan tiga mode utama yang menjelaskan 77,41% total variansi, dengan Mode 1 (58,70%) berkaitan dengan variabilitas iklim antar-tahunan yang dipengaruhi ENSO dan IOD, Mode 2 (12,03%) berkaitan dengan variabilitas dekadal yang dipengaruhi PDO, serta Mode 3 (6,68%) berkaitan dengan variabilitas musiman yang dipengaruhi monsun Australia. Secara keseluruhan, Triple-Dip La Niña menyebabkan penurunan salinitas permukaan laut yang berlangsung secara persisten, memperluas distribusi massa air bersalinitas rendah, dan menunjukkan bahwa salinitas permukaan laut merupakan indikator yang sensitif terhadap variabilitas iklim di perairan sekitar Pulau Jawa.
INTEGRASI MODEL HEC-HMS DAN HEC-RAS UNTUK MENGESTIMASI KERUGIAN EKONOMI BANJIR BERBASIS EXPECTED ANNUAL DAMAGE (EAD) DI KAWASAN BANJIR BALEENDAH, KABUPATEN BANDUNG
Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang sering mengalami banjir akibat posisinya di dataran banjir DAS Citarum Hulu dan karakteristik topografi yang berbentuk cekungan. Pekerjaan ini bertujuan mengintegrasikan model HEC-HMS dan HEC-RAS untuk mengestimasi kerugian ekonomi banjir menggunakan pendekatan Expected Annual Damage (EAD). Pemodelan hidrologi dilakukan menggunakan HEC-HMS dengan pendekatan continuous simulation pada periode 2001 – 2023 untuk menghasilkan debit jangka panjang. Model kemudian dikalibrasi dan divalidasi menggunakan data debit observasi sehingga mampu merepresentasikan respons hidrologi DAS Citarum Hulu. Selanjutnya, analisis debit ekstrem dilakukan menggunakan metode Peak Over Threshold (POT) dengan distribusi Generalized Pareto Distribution (GPD) untuk memperoleh debit rancangan pada periode ulang 1, 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun. Debit rancangan tersebut digunakan sebagai masukan model hidrolika HEC RAS 2D untuk mensimulasikan kedalaman dan luasan genangan banjir. Hasil simulasi genangan kemudian diintegrasikan dengan data keterpaparan bangunan, nilai aset, dan kurva kerentanan (damage factor) untuk menghitung kerugian ekonomi pada setiap periode ulang, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan Expected Annual Damage (EAD). Hasil pekerjaan menunjukkan bahwa debit rancangan meningkat dari 372,38 m³/s pada periode ulang 1 tahun menjadi 444,12 m³/s pada periode ulang 100 tahun. Luas genangan banjir meningkat dari 1.120,30 ha menjadi 1.286,83 ha, sedangkan jumlah bangunan residensial terdampak meningkat dari 27.881 unit menjadi 31.499 unit. Integrasi komponen risiko menghasilkan nilai EAD sebesar 466,69 miliar rupiah per tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan banjir Baleendah memiliki tingkat risiko ekonomi banjir yang sangat tinggi dan memerlukan upaya mitigasi yang berkelanjutan.
PROVISION OF OCEAN WEATHER-INFORMED MARINE TOURISM ACTIVITY IN KEPULAUAN SERIBU TO MAINTAIN SAFETY STANDARDS AND QUALITY OF USER EXPERIENCE
Kepulauan Seribu is a marine tourism destination with high dependence on oceanographic and meteorological conditions, yet no single platform has previously provided integrated tidal, weather, and activity safety information accessible to tourists and tourism operators. This study addresses that gap by developing Searibu, a WebGIS-based marine information system that delivers harmonic tidal predictions using the TPXO10-atlas model, marine weather and ocean condition forecasts from the ECMWF IFS, MFWAM, and SMOC models accessed through the Open-Meteo API, an automated activity safety assessment classifying eleven marine tourism activities as Safe, Caution, or Avoid based on current and forecast metocean conditions, and a water-level data export module producing IHO S-104 Edition 2.0.0-compliant HDF5 files. The system was developed using the Iterative and Incremental Development methodology on a three-tier architecture comprising a PostgreSQL and SQLite data layer, a Flask and Python application logic layer, and a React and TypeScript presentation layer. Quality evaluation against ISO/IEC 25010 assessed seven of eight quality characteristics as Fulfilled. These results confirm that Searibu provides an accessible, interpretable, and standards-compliant approach to supporting safer and better-informed marine tourism activities in Kepulauan Seribu.
PROVISION OF OCEAN WEATHER-INFORMED MARINE TOURISM ACTIVITY IN KEPULAUAN SERIBU TO MAINTAIN SAFETY STANDARDS AND QUALITY OF USER EXPERIENCE
Kepulauan Seribu is a marine tourism destination with high dependence on oceanographic and meteorological conditions, yet no single platform has previously provided integrated tidal, weather, and activity safety information accessible to tourists and tourism operators. This study addresses that gap by developing Searibu, a WebGIS-based marine information system that delivers harmonic tidal predictions using the TPXO10-atlas model, marine weather and ocean condition forecasts from the ECMWF IFS, MFWAM, and SMOC models accessed through the Open-Meteo API, an automated activity safety assessment classifying eleven marine tourism activities as Safe, Caution, or Avoid based on current and forecast metocean conditions, and a water-level data export module producing IHO S-104 Edition 2.0.0-compliant HDF5 files. The system was developed using the Iterative and Incremental Development methodology on a three-tier architecture comprising a PostgreSQL and SQLite data layer, a Flask and Python application logic layer, and a React and TypeScript presentation layer. Quality evaluation against ISO/IEC 25010 assessed seven of eight quality characteristics as Fulfilled. These results confirm that Searibu provides an accessible, interpretable, and standards-compliant approach to supporting safer and better-informed marine tourism activities in Kepulauan Seribu.
PROVISION OF OCEAN WEATHER-INFORMED MARINE TOURISM ACTIVITY IN KEPULAUAN SERIBU TO MAINTAIN SAFETY STANDARDS AND QUALITY OF USER EXPERIENCE
Kepulauan Seribu is a marine tourism destination with high dependence on oceanographic and meteorological conditions, yet no single platform has previously provided integrated tidal, weather, and activity safety information accessible to tourists and tourism operators. This study addresses that gap by developing Searibu, a WebGIS-based marine information system that delivers harmonic tidal predictions using the TPXO10-atlas model, marine weather and ocean condition forecasts from the ECMWF IFS, MFWAM, and SMOC models accessed through the Open-Meteo API, an automated activity safety assessment classifying eleven marine tourism activities as Safe, Caution, or Avoid based on current and forecast metocean conditions, and a water-level data export module producing IHO S-104 Edition 2.0.0-compliant HDF5 files. The system was developed using the Iterative and Incremental Development methodology on a three-tier architecture comprising a PostgreSQL and SQLite data layer, a Flask and Python application logic layer, and a React and TypeScript presentation layer. Quality evaluation against ISO/IEC 25010 assessed seven of eight quality characteristics as Fulfilled. These results confirm that Searibu provides an accessible, interpretable, and standards-compliant approach to supporting safer and better-informed marine tourism activities in Kepulauan Seribu.
OPTIMASI PRODUKSI ASAM LAKTAT OLEH LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS PADA MEDIUM M9 TERMODIFIKASI GLISEROL
Asam laktat merupakan senyawa karboksilat dengan aplikasi yang beragam pada berbagai sektor industri, khususnya industri polimer dan pangan. Senyawa ini utamanya dihasilkan melalui proses fermentasi dengan bakteri asam laktat (BAL), salah satunya Lactobacillus acidophilus. Salah satu tantangan terbesar fermentasi asam laktat pada skala industri dengan L. acidophilus adalah biaya medium fermentasi yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan medium alternatif dengan biaya lebih rendah yang tetap mencukupi kebutuhan nutrisi mikroba. Medium M9 merupakan medium minimal terdefinisi yang terdiri dari garam- garam mineral esensial untuk pertumbuhan mikroba dengan biaya yang relatif rendah. Namun, karena komposisinya yang sederhana, medium ini umumnya ditambahkan sumber karbon dan nitrogen untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme fastidious. Salah satu alternatif sumber karbon yang berpotensi digunakan adalah gliserol, yang merupakan limbah dari industri biodiesel. Berdasarkan penelitian sebelumnya, L. acidophilus dibuktikan mampu mengkonversi gliserol menjadi asam laktat dalam medium kaya nutrisi. Pada penelitian ini, dilakukan produksi asam laktat dengan L. acidophilus pada medium minimal M9 termodifikasi gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan: 1) laju & parameter kinetika kenaikan berat kering sel, 2) laju & kinetika pembentukan produk, 3) laju & kinetika konsumsi substrat, dan 4) rentang konsentrasi gliserol optimum dalam medium M9 termodifikasi pada proses fermentasi oleh L. acidophilus. Penelitian ini menggunakan pendekatan OVAT (one variable at a time) untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi gliserol dalam medium terhadap pertumbuhan L. acidophilus dengan konsentrasi yeast extract dibuat tetap. Adapun komposisi dari medium M9 termodifikasi adalah Na2HPO4 6 g/L; KH2PO4 3 g/L; NH4Cl 1 g/L; NaCl 0,5 g/L; MgSO4 1 mL/L; Thiamin . HCl 1 mL/L; CaCl2 . 2 H2O 1 mL/L; yeast extract 11,52 g/L. Konsentrasi gliserol pada medium divariasikan yaitu 8,5 ; 17 ; 34 ; dan 68 g/L. Fermentasi dilakukan pada suhu 37 °C selama 150 jam tanpa agitasi. Konsentrasi inokulum awal 105 CFU/mL dengan volume 2% (v/v). Berdasarkan penelitian ini, laju pembentukan berat kering terbesar diperoleh pada variasi P2 dengan nilai 2 mg/L jam dengan parameter kinetika Ks = 1,23 g/L, Ki = 279,79 g/L, dan rXmax = 2,27 g/L jam. Laju pembentukan produk tertinggi diperoleh pada variasi P2 dengan nilai 0,047 mM/jam dengan parameter kinetika Ks = 5,4 g/L, Ki = 72,2 g/L, dan rPmax = 0,067 mM/jam. Laju konsumsi substrat tertinggi diperoleh pada variasi P4 dengan nilai 0,447 mM/jam dengan parameter kinetika Ks = 8,4 g/L dan rSmax = 0,38 mM/jam. Rentang konsentrasi gliserol optimum dalam medium M9 termodifikasi pada penelitian ini adalah pada 18,55 - 19,75 g/L. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa produksi asam dan pertumbuhan biomassa dari L. acidophilus optimum didapatkan pada konsentrasi gliserol yang relatif rendah dalam medium M9 termodifikasi.
PENGARUH PANJANG RENTANG DATA DAN FITUR SIKLUS MATAHARI TERHADAP PERFORMA PREDIKSI BADAI GEOMAGNETIK MENGGUNAKAN METODE LONG SHORT TERM MEMORY (LSTM)
Badai Matahari dapat memicu Badai geomagnetik yang dapat mengganggu teknologi. Prediksi Badai geomagnetik dapat dilakukan dengan cara memprediksi kenaikan ekstrem indeks Kp atau penurunan ekstrem indeks Dst. Prediksi dilakukan menggunakan model Long Short Term Memory (LSTM). Namun, performa model ini dipengaruhi oleh beberapa paramater, beberapa yang dihipotesiskan adalah panjang rentang data, fitur siklus matahari, dan fitur fase siklus matahari. Penelitian ini memiliki tujuan mencari hubungan ketiga parameter tersebut terhadap performa model LSTM untuk prediksi indeks Kp dan indeks Dst dan mencari dampak hubungan tersebut terhadap banyaknya nilai anomali pada plot indeks Kp vs Indeks Dst untuk data tes dan data prediksi masa depan. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan hasil berupa adanya hubungan atas panjang rentang data (dengan timestep jam), dari sekitar 50000 hingga 270000 titik data, terhadap performa model LSTM, terutama pada data tes, yaitu kenaikan performa nonlinier hingga 0.234 pada R2, 0.5153 pada MAE, dan 0.8388 pada RMSE untuk model indeks Kp. Sementara untuk indeks Dst, kenaikan terjadi lebih linear dengan peningkatan performa hingga 0.0066 pada R2, 0.5326 pada RMSE, 0.3126 pada MAE. Terdapat pula hubungan fitur siklus terhadap prediksi indeks Kp dan indeks Dst, yaitu hubungan kebalikan, dimana pemasukan fitur siklus menyebabkan penurunan performa baik pada indeks Kp (rata-rata penurunan R2 sebesar 0.0018) dan indeks Dst (rata-rata penurunan R2 sebesar 0.0003). Terdapat pula hubungan fitur fase terhadap indeks Kp, yaitu hubungan kebalikan, dimana pemasukan fitur fase menyebabkan penurunan performa (dengan rata-rata sebesar 0.0013), tetapi pada indeks Dst, hubungan ini tidak cukup signifikan karena perbandingannya acak. Sementara itu, terdapat hasil yang berbeda untuk data prediksi depan, model mengalami model collapse yang cukup cepat sehingga hasil yang dihasilkan pada tiap variasi kasus panjang rentang data, fase matahari, dan siklus matahari memiliki hasil yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh faktor amplifikasi galat, pergeseran distribusi, dan galat individu pada tiap variabel kontrol.
PROVISION OF OCEAN WEATHER-INFORMED MARINE TOURISM ACTIVITY IN KEPULAUAN SERIBU TO MAINTAIN SAFETY STANDARDS AND QUALITY OF USER EXPERIENCE
Kepulauan Seribu is a marine tourism destination with high dependence on oceanographic and meteorological conditions, yet no single platform has previously provided integrated tidal, weather, and activity safety information accessible to tourists and tourism operators. This study addresses that gap by developing Searibu, a WebGIS-based marine information system that delivers harmonic tidal predictions using the TPXO10-atlas model, marine weather and ocean condition forecasts from the ECMWF IFS, MFWAM, and SMOC models accessed through the Open-Meteo API, an automated activity safety assessment classifying eleven marine tourism activities as Safe, Caution, or Avoid based on current and forecast metocean conditions, and a water-level data export module producing IHO S-104 Edition 2.0.0-compliant HDF5 files. The system was developed using the Iterative and Incremental Development methodology on a three-tier architecture comprising a PostgreSQL and SQLite data layer, a Flask and Python application logic layer, and a React and TypeScript presentation layer. Quality evaluation against ISO/IEC 25010 assessed seven of eight quality characteristics as Fulfilled. These results confirm that Searibu provides an accessible, interpretable, and standards-compliant approach to supporting safer and better-informed marine tourism activities in Kepulauan Seribu.
PEMODELAN SPASIO-TEMPORAL DEFORESTASI DAN STOK KARBON HUTAN BERDASARKAN SKENARIO KEBIJAKAN PERLINDUNGAN GAMBUT-HUTAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN PANGAN DI KALIMATAN TENGAH (1990-2040)
Provinsi Kalimantan Tengah memiliki ekosistem gambut terluas di Indonesia sekaligus menghadapi tekanan deforestasi yang tinggi, dipengaruhi oleh sejarah Pengembangan Lahan Gambut (PLG) satu juta hektar serta kebijakan baru berupa program ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan dan laju deforestasi secara spasio-temporal; (2) mengestimasi simpanan karbon dan kehilangan karbon (carbon loss) historis periode 1990–2020 berdasarkan variasi kerapatan vegetasi; serta (3) mengevaluasi carbon loss antar skenario kebijakan pada proyeksi tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 serta implikasinya terhadap kebijakan pengelolaan hutan. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan dengan teknik overlay secara wall-to-wall data KLHK tahun 1990, 2000, 2011, dan 2020 untuk memperoleh matriks perubahan, neraca lahan (land account), dan laju deforestasi. Estimasi simpanan karbon menggunakan metode look-up table dengan nilai referensi studi terdahulu, yang dipadukan dengan klasifikasi kerapatan vegetasi berbasis ambang batas NDVI (>0,4 kategori rapat dan <0,4 kategori jarang) pada tutupan hutan, sedangkan carbon loss dihitung dengan pendekatan stock-change. Pemodelan tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 dilakukan menggunakan Land Change Modeler dengan pendekatan Multi-Layer Perceptron dan CA-Markov, seleksi variabel pendorong berdasarkan nilai Cramer’s V (?0,15). Empat skenario kebijakan dikembangkan, yaitu Business as Usual (BAU), Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), Peatland Protection (PLP), dan Protected Forest Area (PFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 1990–2020 Provinsi Kalimantan Tengah kehilangan hutan alam seluas 3,87 juta hektar dengan penurunan terbesar pada hutan rawa sekunder. Laju deforestasi menurun dari 2,08%/tahun (1990–2000) menjadi 1,01%/tahun (2010–2020). Perubahan tersebut menurunkan simpanan karbon dari 2,30 Gt C (1990) menjadi 1,95 Gt C (2020), dengan total carbon loss mencapai 674,29 juta ton C atau setara 2,47 Gt ????????2????. Validasi model menunjukkan nilai Kappa sebesar 0,7574 (kategori kesepakatan kuat). Proyeksi menunjukkan bahwa skenario PFA menghasilkan carbon loss terendah (41% lebih rendah dibandingkan BAU), sedangkan skenario KSPP menghasilkan carbon loss lebih tinggi dibandingkan PFA dan PLP, mengindikasikan potensi konflik antara target ketahanan pangan dan komitmen mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian FOLU Net Sink 2030 di Kalimantan Tengah memerlukan pendekatan kebijakan terpadu yang mengintegrasikan perlindungan hutan, restorasi gambut, dan perencanaan tata ruang berbasis jasa ekosistem karbon.
PEMODELANMULTISKALAPENYAKITALZHEIMERAKIBAT AKUMULASIPROTEINPATOLOGISDENGANPENDEKATANMODELWILSON-COWANDANMODELKURAMOTO
Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia paling umum. Patogenesis dari penyakit ini disebabkan oleh akumulasi progresif protein Amiloid-???? dan Tau pada jaringan otak, menyebar melalui mekanisme prion-like sesuai dengan pola Stadium Braak. Perubahan patologis ini berlangsung bertahun-tahun sebelum gejala kognitif muncul, sehingga pemahaman kuantitatif mengenai dinamika penyebaran menjadi penting untuk deteksi dini penyakit. Penelitian ini membangun model matematika multiskala tiga lapis untuk mensimulasikan progresi penyakit Alzheimer pada jaringan enam regio otak awal yang terdampak sesuai pola Stadium Braak. Lapisan pertama memformulasikan model kinetika protein makroskopik yang diturunkan dari sistem heterodimer empat variabel menjadi sistem dua variabel logistik, disertai mekanisme cross-seeding Amiloid-???? dan Tau, serta umpan balik aktivitas saraf terhadap laju proliferasi protein. Lapisan kedua menggunakan model Wilson-Cowan yang dimodifikasi dengan suku hiperaktivasi berbasis konsentrasi protein Tau untuk menangkap ketidakseimbangan eksitasi-inhibisi. Lapisan ketiga mengintegrasikan model Kuramoto dengan pergeseran frekuensi berbasis aktivitas saraf dan mekanisme penalti kopling berbasis akumulasi protein untuk mengukur degradasi sinkronisasi fungsional antar-regio. Sistem tiga lapis ini didiskretisasi pada jaringan enam simpul berbasis matriks Laplacian dengan titik infeksi awal di regio Transentorhinal, dan diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta orde empat terhadap 30 persamaan diferensial biasa secara simultan. Analisis titik tetap pada lapisan protein menghasilkan tiga kesetimbangan: kondisi sehat yang tidak stabil ????1(0, 0), titik pelana ????2(0, 1), dan kondisi neurodegeneratif total yang stabil asimtotik ????3 (1, 1), yang secara matematis mengkonfirmasi sifat progesi dan ireversibel penyakit. Analisis bifurkasi Hopf pada modelWilson-Cowan menunjukkan bahwa peningkatan faktor sensitivitas hiperaktivasi ???? menggeser titik kritis menuju konsentrasi protein yang lebih rendah, mengkonfirmasi adanya umpan balik positif destruktif antara eksitasi saraf dan proliferasi protein. Simulasi sistem penuh menunjukkan fenomena coherence window, yaitu periode ketika jaringan otak masih mempertahankan sinkronisasi meskipun protein patologis sudah berkembang, yang berkorelasi secara kualitatif dengan fase Mild Cognitive Impairment (MCI) pada Stadium Braak III-IV. Penurunan sinkronisasi yang bermakna secara klinis (R < 0.5) hanya terjadi melalui gabungan antara kerusakan struktural kopling dan gangguan fungsional hiperaktivasi, sementara hiperaktivasi berperan sebagai akselerator temporal yang menyempitkan jendela koherensi tersebut. Model multiskala yang dibangun berhasil menghasilkan karakteristik biologis progresi penyakit Alzheimer secara kualitatif dan menunjukkan bahwa lebar coherence window dapat berperan sebagai penanda kuantitatif potensial untuk deteksi dini sebelum transisi menuju fase demensia akut. Intervensi yang memperlebar jendela koherensi tersebut, baik melalui penguatan kopling struktural maupun penekanan hiperaktivasi neural, secara teoritis paling efektif dalam memperlambat laju progresi penyakit.
PENGARUH IKLAN RETARGETING YANG DIPERSONALISASI TERHADAP MINAT BELI PADA CV TXTURE SHOES
Ekspansi infrastruktur periklanan digital di Indonesia telah mempertegas paradoks struktural yang dihadapi merek-merek niche premium: tingginya jangkauan media sosial dan keterlibatan organik secara konsisten gagal menghasilkan konversi penjualan yang proporsional. Tantangan ini sangat nyata dalam kategori alas kaki premium buatan tangan, di mana konsumen menunjukkan siklus pertimbangan yang panjang, persepsi risiko finansial dan kinerja produk yang tinggi, serta motivasi pembelian yang bersifat ekspresif-identitas—karakteristik yang tidak dapat diatasi oleh pendekatan periklanan berbasis kesadaran merek semata. Bagi CV TXTURE SHOES, merek alas kaki premium buatan tangan berbasis Bandung dengan lebih dari 135.000 pengikut Instagram dan lebih dari 1,6 juta tayangan konten dalam satu periode 30 hari, kesenjangan antara keterlibatan digital dan konversi pembelian merupakan tantangan strategis utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini mengkaji pengaruh iklan retargeting yang dipersonalisasi (PRA) terhadap minat beli (PI), dengan kinerja iklan digital yang dipersepsikan konsumen (DAP) sebagai variabel mediasi. Empat hipotesis diuji: pengaruh PRA terhadap DAP, pengaruh DAP terhadap PI, pengaruh langsung PRA terhadap PI, serta peran mediasi DAP dalam hubungan PRA–PI. Kerangka teoritis mengintegrasikan Theory of Planned Behavior, Elaboration Likelihood Model, dan teori personalisasi untuk menjelaskan mekanisme kognitif dan afektif yang menghubungkan iklan berbasis perilaku dengan niat pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori kuantitatif melalui survei cross- sectional berbasis vignette yang diadministrasikan kepada 200 responden valid yang diambil dari komunitas digital TXTURE melalui purposive sampling. Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) dilakukan menggunakan SmartPLS 4 dengan prosedur evaluasi dua tahap. Mediasi diuji menggunakan metode Variance Accounted For dengan 5.000 resample bootstrapping. Keempat hipotesis didukung secara empiris. Iklan retargeting yang dipersonalisasi memberikan pengaruh positif yang besar terhadap kinerja iklan digital yang dipersepsikan konsumen (? = 0,634, f² = 0,671), yang pada gilirannya berpengaruh signifikan terhadap minat beli (? = 0,387, f² = 0,201). Pengaruh langsung PRA terhadap PI juga terkonfirmasi (? = 0,435, f² = 0,254), dan DAP ditetapkan sebagai mediator parsial dalam hubungan PRA–PI dengan nilai Variance Accounted For sebesar 36,0%. Model keseluruhan menjelaskan 55,3% varians dalam minat beli. Dominasi jalur langsung PRA–PI atas jalur termediasi mengindikasikan bahwa, di antara konsumen yang telah familiar dengan merek, sinyal relevansi subjektif dari iklan yang dipersonalisasi mengaktifkan kesiapan pembelian melalui afek merek yang telah terbentuk sebelumnya, secara independen dari evaluasi kualitas iklan. Temuan ini memiliki implikasi manajerial langsung bagi merek premium: kedalaman personalisasi dan kualitas konten kreatif berfungsi sebagai leverage konversi yang bersifat konkuren dan tidak dapat saling menggantikan, serta strategi retargeting harus membedakan keduanya berdasarkan tingkat niat audiens untuk merealisasikan potensi konversi penuh. Secara akademis, penelitian ini memperluas literatur efektivitas retargeting ke konteks premium high-involvement Indonesia dan memberikan bukti empiris bagi model dual-pathway pembentukan minat beli yang didorong oleh personalisasi.
PEMODELAN RESERVOIR STATIS 3D DAN ESTIMASI SUMBER DAYA HIDROKARBON PADA FORMASI GUMAI, LAPANGAN BORNEO, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Lapangan Borneo merupakan lapangan migas matang (mature field) yang telah memproduksikan hidrokarbon dari reservoir batupasir Formasi Gumai sejak tahun 2004. Seiring dengan lamanya periode produksi, diperlukan pembaruan model reservoir statis (updated static reservoir model) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi potensi hidrokarbon yang masih tersisa. Serta karakterisasi reservoir untuk mengevaluasi distribusi properti reservoir. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan analisis fasies, petrofisika, dan pemodelan reservoir statis 3 dimensi guna mengevaluasi kembali interval batupasir Gumai di Cekungan Sumatra Selatan. Penelitian ini menggunakan data well log, batuan inti (core), dan analisis petrofisika dari 16 sumur. Tahapan penelitian meliputi analisis fasies, interpretasi lingkungan pengendapan, analisis petrofisika, pemodelan reservoir statis, dan perhitungan volumetrik hidrokarbon menggunakan metode Stock Tank Oil Initially in Place (STOIIP). Berdasarkan data batuan inti, daerah penelitian tersusun atas 9 litofasies yang dikelompokkan ke dalam tiga asosiasi fasies, yaitu tidal sand bar, tidal sand flat, dan tidal mixed flat, yang menunjukkan lingkungan pengendapan estuari dengan dominasi pasang surut serta arah sedimentasi dari barat daya ke timur laut. Model reservoir statis menunjukkan bahwa distribusi properti reservoir dikontrol oleh persebaran fasies dan arah sedimentasi. Fasies tidal sand bar memiliki kualitas reservoir terbaik yang ditunjukkan oleh dominasi rock type 1 (RT-1), nilai porositas efektif dan permeabilitas yang relatif lebih tinggi, serta distribusi net reservoir yang paling dominan pada model NTG. Sementara itu, distribusi saturasi air (Sw) tidak menunjukkan tren fasies yang signifikan karena lebih dikontrol oleh Height Above Free Water Level (HFWL) dan tekanan kapiler melalui metode Leverett J-function. Berdasarkan hasil perhitungan volumetrik menggunakan metode STOIIP, estimasi sumber daya hidrokarbon pada daerah penelitian mencapai 41,295 MMSTB atau sekitar 41 juta stock tank barrel (STB) minyak di tempat.