πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN PONDASI DALAM PADA REDESAIN PASAR KIARACONDONG

Pasar yang sukses adalah pasar yang ramai oleh aktivitas sosial dan ekonomi. Hal tersebut dapat ditandai dengan tersedianya ruang ruang yang nyaman, akses yang mudah, dan menjadi wadah aktivitas kegiatan sosiokultural. Redesain Pasar Kiaracondong merupakan pasar tiga lantai dengan elevasi maksimum 11m yang difungsikan sebagai pasar dan juga ruang terbuka publik. Desain pembangunan redesain Pasar Kiaracondong terdiri dari struktur gedung pasar utama. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk merancang sistem pondasi yang dapat memikul beban struktur atas. Perencanaan desain pondasi bertujuan untuk menentukan struktur yang dapat mengalirkan beban dari struktur atas ke tanah. Pondasi yang digunakan untuk gedung pasar adalah spun pile dengan tujuan untuk mengantisipasi gangguan suara, vibrasi, dan kerusakan struktural di area sekitar lokasi proyek. Spun pile dengan diameter 600mm dan panjang 22m meter dianalisis dari segi kekuatan menahan beban struktur atas serta penurunan yang terjadi. Analisis dilakukan dengan perhitungan manual dengan bantuan software ETABS, LPILE, dan Ensoft GROUP. Perancangan tulangan struktur bawah bertujuan untuk memastikan elemen struktur bawah mampu menahan beban dari struktur atas agar dapat mengalirkan beban ke tanah. tulangan yang dirancang diantaranya penulangan pile cap dan pile head treatment. Pile head treatment merupakan proses penyatuan antara spun pile dan pile cap agar menjadi satu komponen struktural yang homogen.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fauzan Rajal Azzami
🏷️ Konstruksi 🏷️ Pondasi 🏷️ Analisis Struktur

DAMPAK SUHU DAN KELEMBAPAN RELATIF UDARA SERTA CURAH HUJAN PADA LUAS SERANGAN PENGGEREK BATANG PADI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Penggerek batang padi (Scirpophaga incertulas) merupakan salah satu hama utama yang dapat menurunkan produktivitas padi dan dipengaruhi oleh kondisi iklim, terutama suhu udara, kelembapan relatif, dan curah hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parameter iklim terhadap luas serangan penggerek batang padi di Kabupaten Lombok Barat, mengidentifikasi hubungan linear dan non-linear, pola temporal dan musiman, serta mengevaluasi kinerja model prediksi. Penelitian menggunakan data bulanan periode Januari 2023–Juli 2025 yang meliputi suhu udara, kelembapan relatif, curah hujan, dan luas serangan penggerek batang padi. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda (Ordinary Least Squares/OLS), Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA), Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (SARIMAX), dan Generalized Additive Model (GAM). Evaluasi model dilakukan melalui perbandingan hasil prediksi dengan data observasi menggunakan indikator Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh signifikan terhadap luas serangan penggerek batang padi dengan hubungan negatif, sedangkan suhu udara dan kelembapan relatif tidak berpengaruh signifikan pada regresi linear berganda. Analisis SARIMA menunjukkan adanya pola musiman tahunan, sementara GAM mengidentifikasi hubungan non-linear yang signifikan antara parameter iklim dan luas serangan. Berdasarkan evaluasi model, SARIMA memberikan performa prediksi terbaik dengan nilai RMSE 3,106 ha, MAE 3,870 ha, dan MAPE 56,850%, diikuti GAM (RMSE 3,626 ha; MAE 3,929 ha; MAPE 86,544%), sedangkan SARIMAX memiliki tingkat kesalahan tertinggi (RMSE 10,940 ha; MAE 14,673 ha; MAPE 278,188%). Dengan demikian, model SARIMA merupakan model yang paling sesuai untuk memprediksi luas serangan penggerek batang padi di Kabupaten Lombok Barat pada periode penelitian.

2026
πŸ‘€ Penulis: Gita Maheswari Salsabilla T
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

OPTIMALISASI PENGENDALIAN BANJIR BERBASIS RISIKO PADA SUNGAI CIMANDIRI SEGMEN CIREUNGHAS KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT

Sungai Cimandiri Segmen Cireunghas di Kabupaten Sukabumi memiliki karakteristik alur yang berkelok (meandering) sehingga berpotensi mengalami pendangkalan, penurunan kapasitas aliran, dan meningkatkan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif pengendalian banjir yang optimum melalui pendekatan berbasis risiko dengan mempertimbangkan aspek hidraulik, stabilitas sungai, kerugian ekonomi, dan biaya. Penelitian dilakukan melalui analisis hidrologi dan pemodelan hidraulik menggunakan HEC-RAS untuk mengevaluasi kondisi banjir eksisting serta berbagai skenario normalisasi sungai. Setiap alternatif dievaluasi menggunakan Regional Hydraulic Geometry untuk memastikan dimensi penampang berada dalam kisaran stabil. Risiko banjir dianalisis menggunakan depth-damage function dan dihitung sebagai Expected Loss (EL) melalui kurva risiko dengan metode trapezoid. Biaya pelaksanaan setiap alternatif dihitung melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dikombinasikan dengan nilai ekspektasi kerugian dalam analisis total biaya untuk menentukan alternatif optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi sungai mampu meningkatkan kapasitas penampang, mengurangi luas genangan, dan menurunkan kerugian ekonomi dibandingkan kondisi eksisting. Berdasarkan hasil optimasi pada periode ulang 20 tahun, diperoleh alternatif optimum berupa normalisasi sungai dengan kedalaman 0,29 m dan total biaya sebesar Rp3,28 miliar. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi analisis hidraulik, stabilitas sungai, risiko banjir, dan biaya dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan alternatif pengendalian banjir yang lebih efektif dan efisien.

2026
πŸ‘€ Penulis: Mohamad Guntur Sutrisno
🏷️ Optimalisasi Pengendalian Banjir 🏷️ Analisis Hidrologi Dan Hidraulik 🏷️ Manajemen Risiko Banjir

RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NON SPASIAL BIDANG TANAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN BIDANG TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (STUDI KASUS DESA MUARA UJUNG, KEC.RANGKASBITUNG, KAB. LEBAK, PROPINSI BANTEN)

Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nur Fadilah Muktiningsih
🏷️ Geodashboard 🏷️ Pendataan Terintegrasi 🏷️ Validasi Data

GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI ENDAPAN TIMAH PRIMER DI DAERAH TANJUNG GUNUNG, KECAMATAN PANGKALAN BARU, KABUPATEN BANGKA TENGAH, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Daerah Tanjung Gunung, Bangka Tengah, termasuk dalam Granit Klabat yang merupakan bagian dari Southeast Asian Tin Belt dan berasosiasi dengan sistem greisen pembawa mineralisasi timah primer. Salah satu aspek penting dalam eksplorasi endapan timah primer adalah kajian alterasi dan mineralisasi. Penelitian ini dilakukan di Daerah Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. Penelitian bertujuan mengidentifikasi geologi, geomorfologi, struktur geologi, alterasi dan mineralisasi, serta asosiasi unsur Sn. Metode penelitian meliputi pemetaan geomorfologi, geologi, dan zona alterasi pada 43 titik pengamatan, pemerian lima titik bor, analisis sayatan tipis dan sayatan poles pada sampel representatif, analisis x-ray fluorescence (XRF) terhadap 29 sampel batuan singkapan untuk menghasilkan interpolasi inverse distance weighting (IDW) dan peta kadar timah, serta analisis inductively coupled plasma-mass spectrometry/optical emission spectrometry (ICP-MS/OES) pada 10 sampel batuan induk untuk analisis korelasi Pearson. Satuan geomorfologi terbagi menjadi empat satuan, yaitu Dataran Aluvial, Dataran Denudasional, Punggungan Sesar, dan Dataran Antropogenik. Daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan, yaitu metabatupasir, batupasir, granit, dan endapan aluvial. Zona alterasi terdiri atas zona greisen (muskovit + kuarsa + serisit + turmalin), zona serisitisasi (serisit + kuarsa Β± mineral lempung), zona silisifikasi (kuarsa + serisit), dan zona argilik (kaolinit + kuarsa + montmorilonit). Peta kadar timah menunjukkan kadar tertinggi pada satuan granit dan metabatupasir dengan arah sebaran NNW–SSE. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa W dan Li memiliki korelasi positif kuat dengan Sn sehingga dapat dijadikan unsur asosiasi dalam eksplorasi timah.

2026
πŸ‘€ Penulis: Wenny Yusvicka
🏷️ Geologi 🏷️ Mineralisasi Endapan Timah Primer 🏷️ Analisis Alterasi

RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NON SPASIAL BIDANG TANAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN BIDANG TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (STUDI KASUS DESA MUARA UJUNG, KEC.RANGKASBITUNG, KAB. LEBAK, PROPINSI BANTEN)

Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rasya Salsabila Putri Rahadian
🏷️ Geodashboard 🏷️ Pengelolaan Data Pertanahan 🏷️ Validasi Data

PREDIKSI RETURN SAHAM DAN PEMBENTUKAN PORTOFOLIO INDEKS LQ45 MENGGUNAKAN MODEL LSTM DAN BILSTM BERBASIS INDIKATOR TEKNIKAL DAN SENTIMEN BERITA

Pasar saham yang dinamis memberikan tantangan signifikan dalam memprediksi harga return saham untuk mendukung pembentukan portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi berbasis deep learning, yaitu Long Short-Term Memory (LSTM) dan Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) yang mampu menangkap pola kompleks data deret waktu. Data yang digunakan mencakup harga penutupan harian 44 saham indeks LQ45 periode sebelum, saat, dan pasca-pandemi, di mana saham AADI diekslusi karena keterbatasan data historis. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model univariat tidak dapat bekerja dengan baik karena menghasilkan prediksi serupa dengan ratarata. Perbaikan dilakukan melalui skenario multivariat dengan mengintegrasikan indikator teknikal, serta dilanjutkan dengan integrasi analisis sentimen berita untuk mengatasi ketidaklengkapan informasi pada saham-saham volatil seperti AMMN dan BREN. Model BiLSTM dengan integrasi sentimen terbukti menjadi model terbaik dengan rata-rata ???? 2 sebesar 0.9133 dan directional accuracy sebesar 96.43%. Hasil prediksi dari model terbaik ini berhasil diimplementasikan untuk membentuk rekomendasi portofolio masa depan, di mana diversifikasi terbukti mampu mereduksi volatilitas portofolio seiring dengan peningkatan jumlah aset (????), yaitu dari 0.02951 pada portofolio dengan 2 aset (???? = 2) menjadi 0.01532 pada portofolio dengan 10 aset (???? = 10). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun model prediksi berbasis LSTM dan BiLSTM yang mampu meningkatkan akurasi dalam kondisi pasar yang fluktuatif pasca-pandemi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Joanna Ayulia Benyamin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Pasar Saham 🏷️ Manajemen Portofolio

RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NON SPASIAL BIDANG TANAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN BIDANG TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (STUDI KASUS DESA MUARA UJUNG, KEC.RANGKASBITUNG, KAB. LEBAK, PROPINSI BANTEN)

Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Adi Winarto
🏷️ Geodashboard 🏷️ Pengelolaan Data Pertanahan 🏷️ Validasi Data

CIRCUIT BREAKER DENGAN ENFORCEMENT DI DATA PATH KERNEL PADA SERVICE MESH MENGGUNAKAN EBPF

Arsitektur microservice rentan terhadap partial failure dan amplifikasi antrean saat beban memuncak. Pada service mesh, pola circuit breaker (CB) lazim dipakai sebagai mekanisme fail-fast, namun sebagian besar pendekatan menempatkan deteksi dan enforcement CB di user space, sehingga keputusan CB baru berdampak setelah traffic menempuh seluruh lintasan pemrosesan proxy dan menambah latency serta overhead. Penelitian ini mengusulkan Kernel-Assisted Circuit Breaker (KA-CB), yaitu filter berbasis extended Berkeley Packet Filter (eBPF) yang memisahkan policy di user space dari enforcement yang dipindahkan ke tingkat kernel melalui hook XDP dan TC, sehingga memproses permintaan lebih dini dan bersifat melengkapi, bukan menggantikan, CB user space. Prototype dievaluasi pada service mesh berbasis Istio mengikuti Design Science Research Methodology (DSRM) melalui controlled experiment yang membandingkan Istio, Linkerd, dan Cilium sebagai baseline dengan Istio yang dipadukan KA-CB, pada skenario transient overload dan noisy neighbors dengan workload Online Boutique di Google Kubernetes Engine, masing-masing sepuluh run dan diuji secara non-parametrik disertai ukuran efek. Istio-kacb-hybrid mencatat latency terendah pada seluruh sel, dengan penurunan p95 sekitar 65-70% terhadap istio-baseline yang signifikan dan berukuran efek besar serta setidaknya setara dengan linkerd-baseline. Penggunaan CPU sidecar dan laju context switch turun sekitar 13-24% secara neto, dengan peningkatan memori kecil sekitar 4-5%. Keunggulan tersebut menyertai satu trade-off, yaitu success rate istio-kacb-hybrid merupakan yang terendah, sekitar 50-51% dibandingkan 65-82% pada ketiga baseline, sehingga perbaikan latency dibaca sebagai pertukaran antara latency dan ketersediaan layanan dan bukan perbaikan tanpa syarat. Kebaruan penelitian terletak pada relokasi enforcement CB ke data path kernel sementara policy tetap di user space, yang memperluas pola eBPF network function ke ranah operasi resiliensi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Aditiya Lityanian Al Nasir
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NONSPASIAL BIDANG TANAH BPN-BAPENDA UNTUK SINKRONISASI NIB-NOP DI DESA MUARA CIUJUNG TIMUR, KABUPATEN LEBAK

Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ratu Aulia Bianca Baihaqi
🏷️ Geodashboard 🏷️ Validasi Data Geografis 🏷️ Pengelolaan Data Pertanahan

PENGEMBANGAN WEARABLE BERBASIS FUSI SENSORINERSIA KARDIA UNTUK ANALISIS PERFORMA LARI

Pemantauan performa lari pada pelari rekreasional idealnya mengintegrasikan beban eksternal (external load), yang merepresentasikan usaha mekanik, dan beban internal (internal load), yang mencerminkan respons fisiologis, namun perangkat wearable komersial yang tersedia umumnya terfragmentasi dan bersifat tertutup (black box). Tugas Akhir ini merancang dan mengimplementasikan prototipe wearable berbasis dada (chest-mounted) terbuka yang memfusikan sensor inersia dan elektrokardiografi (EKG) untuk analisis performa dan kelelahan lari. Sistem dibangun pada mikrokontroler XIAO ESP32-C3 dengan sensor inersia LSM6DSO, barometer BMP388, dan modul EKG satu sadapan MAX30003, serta telemetri nirkabel berbasis MQTT menuju dashboard web. Parameter gait diekstraksi dari sinyal IMU, sedangkan running power diestimasi menggunakan model analitik berbasis fisika dengan kalibrasi empiris berbasis komponen aerodinamik, percepatan horizontal, elevasi, dan osilasi vertikal, kemudian difusikan dengan heart rate untuk menghitung efficiency index (EI) dan mengidentifikasi fenomena cardiac drift sebagai indikator relatif penurunan efisiensi fisiologis selama aktivitas lari berkepanjangan. Pengujian melibatkan enam subjek pada skenario indoor (treadmill 6, 8, dan 10 km/jam), outdoor, dan endurance, dengan acuan Stryd, Garmin Forerunner, dan sistem akuisisi BIOPAC. Heart rate dan cadence merupakan parameter paling andal dengan MAPE masing-masing sekitar 5% dan 6%, sedangkan estimasi kecepatan dan running power absolut masih bersifat moderat dengan MAPE masing-masing sekitar 15% dan 17%; validasi terhadap BIOPAC menunjukkan heart rate dan mean RR yang sangat mendekati acuan kelas laboratorium dengan MAPE sekitar 2%. Komponen daya elevasi (Pclimb) bekerja sesuai prinsip fisika, dan cardiac drift terdeteksi pada lima dari enam subjek serta selaras dengan persepsi kelelahan subjektif. Karena validasi terhadap BIOPAC dan Pclimb dilakukan pada satu subjek, kontribusi utama penelitian ini adalah demonstrasi feasibility kerangka sistem pemantauan performa lari yang terintegrasi dan bersifat white box, dengan akurasi parameter biomekanik absolut dan perluasan jumlah subjek validasi sebagai area pengembangan selanjutnya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Kanzha Haiqa Arsytya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NONSPASIAL BIDANG TANAH BPN-BAPENDA UNTUK SINKRONISASI NIB-NOP DI DESA MUARA CIUJUNG TIMUR, KABUPATEN LEBAK

Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rifa Ghania R R
🏷️ Geodashboard 🏷️ Validasi Data Geografis 🏷️ Pengelolaan Data Pertanahan

PENGARUH PERSENTASE PERFORASI KEMASAN KARDUS TERHADAP MUTU FISIK DAN FISIOLOGIS TOMAT SAYUR (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) SELAMA TRANSPORTASI DAN PENYIMPANAN

Penanganan pascapanen tomat (Solanum lycopersicum L.) yang tidak optimal, khususnya pada tahap pengemasan selama transportasi dan penyimpanan, menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan dan memperpendek daya simpannya. Salah satu solusi potensial adalah modifikasi ventilasi kemasan melalui perforasi, yang bertujuan menciptakan mikroklimat internal yang mendukung stabilitas fisiologis buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh persentase perforasi kemasan kardus terhadap mutu fisik dan daya simpan tomat selama transportasi dan penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan persentase perforasi: 0% (tanpa perforasi), 3%, 4%, dan 5% dari luas permukaan aktif kemasan, masing-masing dengan 6 blok kelompok. Perlakuan diterapkan pada kardus berukuran 40 Γ— 30 Γ— 15 cm yang diisi tomat pada tingkat kematangan 60%, diikuti simulasi transportasi sejauh 66 km dan penyimpanan selama 8 hari pada suhu ruang. Parameter yang diamati meliputi kerusakan fisik, kekerasan, susut bobot, perubahan kematangan buah, uji organoleptik, total asam tertitrasi (TAT), total padatan terlarut (TPT), dan warna. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perforasi kemasan berpengaruh nyata terhadap perubahan mutu tomat selama transportasi dan penyimpanan. Di antara seluruh perlakuan, kemasan dengan perforasi 4% menunjukkan kinerja paling optimal, ditandai dengan kemampuan menekan kerusakan fisik, mempertahankan kekerasan buah, mengendalikan susut bobot, serta menjaga mutu sensoris tomat secara lebih stabil. Dibandingkan kemasan tanpa perforasi maupun dengan perforasi yang lebih tinggi, perforasi 4% memberikan keseimbangan terbaik antara ventilasi dan retensi kelembapan. Oleh karena itu, perforasi sebesar 4% dari luas permukaan aktif kemasan direkomendasikan sebagai desain kemasan yang paling efektif untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang daya simpan tomat pada kondisi distribusi tropis tanpa pendingin aktif.

2026
πŸ‘€ Penulis: Natally Agnesia
🏷️ Kondisi Distribusi Tropis 🏷️ Pengemasan Kardus 🏷️ Mutu Fisik Buah

PENGARUH JENIS KEMASAN SEKUNDER PADA TRANSPORTASI DARAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN MUTU TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) SELAMA PENYIMPANAN

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang mudah mengalami kerusakan selama proses transportasi dan penyimpanan akibat sifatnya yang mudah rusak dan sensitif terhadap tekanan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan sekunder pada transportasi darat terhadap karakteristik fisik dan mutu tomat selama penyimpanan suhu ruang, serta menentukan jenis kemasan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas tomat. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan jenis kemasan, yaitu cardboard single wall, cardboard double wall, styrofoam, dan keranjang plastik, dengan enam ulangan. Tomat disimulasikan mengalami transportasi darat, kemudian disimpan pada suhu ruang selama delapan hari. Parameter yang diamati meliputi kekerasan, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, rasio gula asam, susut bobot, warna (L* dan HueΒ°), kerusakan fisik, serta uji organoleptik (warna, tekstur, aroma, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan sekunder berpengaruh terhadap perubahan karakteristik fisik dan mutu tomat selama penyimpanan. Kemasan styrofoam dan cardboard double wall mampu mempertahankan kekerasan buah, menekan susut bobot, serta menurunkan tingkat kerusakan fisik dibandingkan kemasan lainnya. Secara organoleptik, seluruh perlakuan masih berada pada kategori cukup disukai hingga disukai panelis, namun perbedaan kemasan mempengaruhi pola penerimaan panelis selama penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, kemasan styrofoam dan cardboard double wall direkomendasikan sebagai kemasan sekunder yang paling efektif untuk mempertahankan mutu tomat selama transportasi darat dan penyimpanan suhu ruang.

2026
πŸ‘€ Penulis: Panji Lintang Muqitta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMBUATAN DATABASE GRAVIMETRI NASIONAL

GravPORT merupakan sistem informasi yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan integrasi data gravitasi terestris dan airborne di wilayah Jawa-Bali. Sistem ini dikembangkan untuk menyediakan platform distribusi data anomali gayaberat yang terstandar, lengkap, dan mudah diakses oleh berbagai pengguna seperti akademisi, konsultan, dan institusi pemerintah. Produk yang dihasilkan berupa basis data gravimetri berbasis PostgreSQL/PostGIS yang terintegrasi dengan geoportal berbasis web untuk visualisasi dan distribusi data anomali gayaberat. Data yang dikelola mencakup data Level 1 berupa titik anomali gayaberat dengan nilai Free-Air Anomaly (FAA) atau Bouguer Anomaly (BA), serta data Level 2 berupa grid raster hasil interpolasi. Proses pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall yang disesuaikan dengan kebutuhan teknologi geospasial, dengan arsitektur tiga-lapisan (three-tier architecture) mengintegrasikan PostgreSQL/PostGIS sebagai basis data, CodeIgniter 4 dan Node.js sebagai back-end, serta Leaflet.js untuk front-end interaktif. Seluruh metadata dataset disusun mengacu pada SNI ISO 19115:2012 (adopsi identik dari ISO 19115:2003) sebagai standar metadata nasional untuk informasi geospasial, guna menjamin interoperabilitas dan konsistensi dokumentasi data. Sistem yang dikembangkan mampu mengelola lebih dari ratusan ribu titik serta menyediakan layanan OGC (WMS/WFS) untuk akses data yang kompatibel. Geoportal GravPORT diharapkan mampu mendukung pemodelan geoid, analisis geofisika, serta kebijakan nasional Satu Data dan Satu Peta Indonesia, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan dan kolaborasi data gravimetri lintas institusi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Darren Avram P.S.
🏷️ Geospasial 🏷️ Data Geologi 🏷️ Interoperabilitas Geospatial
Halaman 90 dari 6754
πŸ’¬