📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN DAN MINAT BELI PADA APLIKASI KESEHATAN BERBASIS MOBILE DI RUMAH SAKIT SWASTA WILAYAH JABODETABEK

Seiring dengan akselerasi transformasi digital pada dunia kesehatan pasca COVID-19, rumah sakit berlomba-lomba menciptakan akses digital menyeluruh yang terintegrasi dengan sistem rumah sakit bagi pasien. Meski begitu, tantangan yang dialami tidak hanya berkutat pada jumlah adopsi, namun juga kepuasan, minat untuk menggunakan aplikasi secara berlanjut, dan tentunya minat beli sebagai tujuan utama bisnis. Akan tetapi, masih sedikit penelitian yang membahas fenomena ini khususnya pada aplikasi rumah sakit. Maka dari itu, penelitian ini dibuat untuk mengeksplor faktor-faktor pengaruh kepuasan dan minat beli pada aplikasi kesehatan rumah sakit menggunakan teori UTAUT dan DeLone & McLean agar dapat menjelaskan dari sisi psikologis dan teknis secara komprehensif. Hasil penelitian dapat digunakan oleh pihak rumah sakit untuk merancang strategi pengembangan aplikasi yang lebih efisien. Penelitian ini menggunakan metode campuran bertahap. Tahap pertama dimulai dengan studi pendahuluan berupa wawancara mendalam terhadap sejumlah pengguna aplikasi MySiloam dan MIKA. Tujuan utama dari tahap studi pendahuluan ini adalah untuk menyelaraskan fenomena empiris di lapangan dengan teori-teori yang ada, sehingga variabel penelitian yang dipilih benar-benar representatif terhadap kondisi aplikasi kesehatan rumah sakitdi Indonesia. Hasil wawancara ini menjadi dasar dalam penyusunan instrumen penelitian tahap utama. Pada tahap kedua, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan survei daring. Data dikumpulkan dari 206 responden yang merupakan pengguna aplikasi rumah sakit Siloam (MySiloam) dan Mitra Keluarga (MIKA) yang berdomisili di Jabodetabek, dengan fokus niat pembelian layanan medical check-up. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria pengguna yang pernah melakukan transaksi atau interaksi minimal satu kali dalam aplikasi. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel laten, termasuk efek mediasi kepuasan terhadap niat pembelian dan niat penggunaan berlanjut. Hasil analisis data diharapkan menunjukkan bahwa integrasi antara aspek teknis (mencakup kualitas informasi dan kualitas pelayanan) dan faktor psikologis (ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan ekspektasi kinerja) berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kepuasan pengguna. Sedangkan faktor kualitas sistem dan kondisi yang memfasilitasi tidak berpengaruh pada kepuasan pasien. Dalam konteks aplikasi rumah sakit, kepuasan diprediksi menjadi jembatan krusial yang mengubah pengalaman pengguna menjadi niat untuk penggunaan berlanjut dan niat melakukan pembelian layanan medical check-up. Niat untuk penggunaan berlanjut juga berpengaruh pada niat melakukan pembelian layanan medical check-up. Temuan ini mengindikasikan bahwa tanpa kepuasan yang didasari oleh keandalan teknis dan kenyamanan psikologis, niat beli pengguna pada layanan medical check-up akan sulit terbentuk. Meskipun ekspektasi kinerja terbukti mempengaruhi kepuasan, faktor tersebut tidak memberikan efek secara tidak langsung pada niat penggunaan berlanjut dan niat pembelian layanan medical check-up. Selanjutnya, hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi pengembangan aplikasi yang lebih efisien dan tepat sasaran. Empat faktor utama yang memberikan pengaruh pada kepuasan serta efek tidak langsung pada niat penggunaan berlanjut dan niat pembelian medical check-up digunakan sebagai basis strategi. Terdapat empat pilar rekomendasi strategi yang mencakup: 1) membangun ekosistem yang tepercaya melalui pengembangan kualitas informasi, 2) pelayanan berbasis proaktif dan empati, 3) membangun alur proses dengan hambatan minimum, 4) kepercayaan berbasis komunitas. Selanjutnya, pilar-pilar ini diturunkan menjadi beberapa program yang dapat ditindaklanjuti oleh manajemen rumah sakit.

2026
👤 Penulis: Angelica Shania Dani Putra
🏷️ Kepuasan Pengguna 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kesehatan Digital 🏷️ Analisis Data Kuantitatif

MEMANFAATKAN AI DAN DATA ANALITIK DI INDUSTRI KEAMANAN UNTUK MENGURANGI PEMICU BIAYA DAN MEAN TIME TO RESPOND (MTTR) DI PT ARA DELVIN

Studi ini meneliti kinerja operasional PT ARA DELVIN di pasar yang semakin menuntut layanan keamanan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis teknologi. Penelitian berfokus pada dua isu bisnis yang saling terkait: pemicu biaya (cost drivers) utama perusahaan dan Mean Time to Respond (MTTR). Meskipun PT ARA DELVIN memiliki posisi pasar yang kuat, operasinya masih sangat bergantung pada tenaga kerja, dan berbagai sistem pemantauan – alarm, CCTV, kontrol akses, dan sensor IoT – bersifat terfragmentasi dan tidak saling terhubung. Akibatnya, biaya operasional tinggi dan respons terhadap insiden lambat. MTTR saat ini rata-rata 32 hingga 37 menit, sedangkan target internal adalah 17 menit. Pemicu biaya utama yang teridentifikasi meliputi ketergantungan pada tenaga kerja, sistem multi-vendor yang terfragmentasi, koordinasi manual antara SROC dan tim lapangan, serta minimnya penggunaan analitik prediktif. Penelitian ini mengkaji bagaimana AI, IoT, dan analitik data dapat mengatasi pemicu biaya tersebut dan mengurangi MTTR. Studi ini merupakan studi kasus kualitatif eksploratif, dilengkapi lapisan kuantitatif menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menilai kesiapan pengguna, karena setiap implementasi sistem di organisasi padat tenaga kerja akan gagal tanpa kesiapan internal. Kerangka DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) digunakan untuk mendiagnosis secara sistematis pemicu biaya dan gap MTTR. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan manajemen dan staf operasional, focus group discussion, observasi lapangan, dan kuesioner terstruktur. Secara paralel, catatan insiden, laporan alarm, catatan MTTR, dan catatan pemeliharaan ditinjau untuk mengidentifikasi inefisiensi biaya. Empat isu utama muncul dari analisis: ketergantungan tinggi pada tenaga kerja yang menjadi pemicu biaya terbesar; sistem multi-vendor yang terfragmentasi sehingga sulit diintegrasikan; koordinasi manual antara SROC dan tim lapangan yang memperpanjang MTTR; dan minimnya penggunaan analitik prediktif sehingga operasi tetap reaktif. Solusi yang diusulkan berpusat pada satu platform terintegrasi yang menghubungkan sistem alarm, CCTV, sensor IoT, dan kontrol akses dalam satu dasbor, dengan pengiriman otomatis, peringatan real-time, dan pelaporan terintegrasi. Analitik prediktif memungkinkan perusahaan bertindak sebelum insiden meningkat. Dampak yang diharapkan bersifat ganda: penurunan pemicu biaya operasional utama (ketergantungan tenaga kerja yang lebih rendah, biaya pemeliharaan sistem terfragmentasi yang berkurang, serta penurunan rework) dan perbaikan signifikan MTTR menuju target internal 17 menit.

2026
👤 Penulis: Aled
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGAMANKAN PASOKAN SAF BERBASIS UCO UNTUK KEPATUHAN MANDAT NASIONAL DI PT PERTAMINA PATRA NIAGA

Dalam studi ini, isu bisnis yang dipertimbangkan melibatkan masalah pengambilan keputusan strategis yang dihadapi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam memperoleh pasokan Minyak Jelantah (Used Cooking Oil/UCO) berkualitas yang memadai dan memenuhi persyaratan untuk produksi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan campuran SAF 1% pada tahun 2027 dan meningkatkannya menjadi 5% pada tahun 2029 sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 113.K/EK.05/MEM.E/2026. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) harus merumuskan strategi yang sesuai dengan aspek komersial dan hukum terkait rantai pasokan. Oleh karena itu, studi ini meneliti empat strategi alternatif: strategi 100% "Make" UCO, strategi 100% "Buy" UCO, strategi 100% "Make" SAF Domestik, dan strategi "Partially Buy” SAF. Penelitian ini menggunakan teknik multi-kriteria yang dikenal sebagai Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan mengumpulkan data utama melalui interview semi-tersetruktur dan kuesioner AHP di antara anggota Dewan Direksi Subholding Downstream PPN. Hasil analisis AHP mengungkapkan bahwa prioritas eksekutif menekankan pada Objektif Bisnis (59.1%) khususnya menyeimbangkan kelayakan Komersial dengan Objective Kepatuhan (40.9%). Sehingga, 100% "Make" SAF Domestik menjadi strategi yang dipilih dalam studi ini (36,2%), didukung dengan strategi 100% "Beli" UCO (31,3%) untuk pengadaan bahan baku. Untuk mencegah potensi inefisiensi rantai pasokan, seperti kekurangan bahan baku atau bahan baku yang tidak tersertifikasi, penelitian ini mengusulkan pendekatan dalam menyediakan bahan baku yang dapat dilacak secara digital: membeli pasokan UCO dalam jumlah besar dari pihak ketiga dengan berkolaborasi dengan jaringan masyarakat dan melibatkan Badan Gizi Nasional dalam kerangka program MBG. Pada akhirnya, studi ini menyediakan alat bantu pengambilan keputusan berbasis AHP yang komprehensif, menghasilkan rekomendasi berbasis fakta untuk menciptakan rantai pasokan UCO yang sesuai dan layak secara biaya dan kepatuhan guna mendukung mandat SAF nasional Indonesia.

2026
👤 Penulis: Ahmad Tiko Widodo
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

MASALAH EKSISTENSI MATRIKS MDS (MAXIMUM DISTANCE SEPARABLE) ATAS GELANGGANG KOMUTATIF HINGGA

Matriks MDS (maximum distance separable) adalah matriks yang memiliki bilangan cabang maksimum dan berperan penting dalam perancangan lapisan difusi pada kriptografi blok. Disertasi ini mengkaji eksistensi matriks MDS sirkulan involutori atas lapangan hingga F???? dan gelanggang komutatif hingga, khususnya gelanggang B????,???? dan R2,????, dengan ???? = ???????? , di mana ???? adalah bilangan prima dan ???? bilangan bulat positif. Kajian ini selanjutnya diperluas ke gelanggang lokal hingga dan gelanggang komutatif hingga, serta mencakup matriks MDS ????-sirkulan ortogonal. Dengan menggunakan pendekatan teoretis aljabar melalui analisis dekomposisi polinomial, representasi idempoten, epimorfisma kanonik ke lapangan residu, dan dekomposisi matriks atas gelanggang ke dalam matriks-matriks komponen atas lapangan, diperoleh bahwa konjektur Cauchois dan Loidreau mengenai kecukupan syarat perlu bagi eksistensi matriks MDS sirkulan involutori tidak berlaku secara umum. Meskipun demikian, pada kasus tertentu atas lapangan F????, untuk setiap bilangan prima ganjil ???? > 3, konstruksi matriks tersebut masih dapat dilakukan. Selain itu, dibuktikan bahwa untuk orde genap tertentu tidak terdapat matriks MDS sirkulan involutori pada gelanggang ????????,???? dan ????2,????, sedangkan untuk beberapa orde ganjil berhasil dikonstruksi contohnya, termasuk untuk orde 3. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sifat MDS dari matriks sirkulan ortogonal maupun involutori atas gelanggang lokal hingga ditentukan oleh sifat matriks-matriks komponennya pada lapangan residu. Dengan demikian, hasil-hasil ketidakeksistensian tersebut dapat digeneralisasi ke gelanggang komutatif hingga. Lebih lanjut, dibuktikan bahwa matriks MDS ????-sirkulan ortogonal berorde 2???? tidak ada pada gelanggang komutatif hingga berkarakteristik 2. Hasil-hasil tersebut memperluas teori eksistensi matriks MDS dari lapangan hingga ke kelas gelanggang yang lebih umum, serta menegaskan bahwa struktur aljabar gelanggang dan orde matriks memegang peranan penting dalam menentukan keberadaan matriks MDS yang relevan bagi konstruksi lapisan difusi yang efisien.

2026
👤 Penulis: Defita
🏷️ Aljabar 🏷️ Kriptografi Blok 🏷️ Gelanggang Komutatif

KAJIAN METODE EKSTRAKSI DAN POLARITAS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS)

Binahong merupakan tumbuhan yang banyak digunakan di Indonesia sebagai obat tradisional dan kaya akan kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode ekstraksi dan polaritas pelarut terhadap kapasitas antioksidan ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks dan maserasi dengan tiga jenis pelarut yang memiliki tingkat polaritas berbeda, yaitu n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Kapasitas antioksidan dievaluasi melalui uji penangkapan radikal bebas (DPPH), ferric reducing antioxidant power (FRAP), dan cupric ion reducing antioxidant capacity (CUPRAC), dengan hasil dinyatakan sebagai mg ascorbic acid equivalent antioxidant capacity per gram ekstrak (mg AEAC/g). Penetapan kapasitas antioksidan, kadar fenol total, dan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak. Secara umum, metode refluks meningkatkan ekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid dibandingkan dengan metode maserasi. Ekstrak etil asetat dengan metode refluks menunjukkan kadar fenol dan flavonoid tertinggi. Ekstrak etil asetat dan etanol memberikan performa yang lebih baik pada seluruh metode pengujian. Ekstrak etil asetat paling efektif dalam mereduksi ion Cu2+, sedangkan ekstrak etanol menunjukkan aktivitas penangkapan radikal bebas dan kemampuan reduksi besi (FRAP) yang signifikan. Senyawa golongan fenol dan flavonoid berkontribusi terhadap potensi antioksidan daun binahong. Teknik ekstraksi dan polaritas pelarut berperan penting dalam mengoptimalkan kapasitas antioksidan ekstrak daun Anredera cordifolia.

2026
👤 Penulis: Maria Adriana Widagdo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MODEL DINAMIKA TUMOR-IMUN PADA KANKER PAYUDARA DENGAN INTERVENSI TERAPI

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus yang tinggi, sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pengendaliannya. Tugas akhir ini membahas model dinamika tumor-imun pada kanker payudara dengan intervensi terapi. Model dasar yang digunakan menggambarkan interaksi antara sel tumor MCF-7, natural killer cell (NK cell), cytotoxic T lymphocyte (CTL), white blood cell (WBC), serta pengaruh estrogen terhadap pertumbuhan tumor. Kajian dilakukan melalui analisis titik kesetimbangan, kestabilan lokal, simulasi numerik, dan bifurkasi numerik terhadap parameter efektivitas CTL. Hasil analisis menunjukkan bahwa model dasar memiliki beberapa titik kesetimbangan yang dapat dikaitkan dengan kondisi bebas tumor, dormansi, dan escape. Bifurkasi numerik terhadap parameter p6 menunjukkan perubahan jumlah titik kesetimbangan dari tiga menjadi lima, kemudian kembali menjadi tiga, yang mengindikasikan adanya bifurkasi saddle-node. Selanjutnya, model dikembangkan dengan menambahkan kemoterapi dan imunoterapi berupa TIL dan IL-2 eksternal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa treatment, populasi tumor menuju kondisi escape, sedangkan seluruh skenario treatment yang dikaji mampu menekan tumor menuju kondisi dormansi atau terkendali. Skenario kombinasi simultan menghasilkan waktu masuk dormansi paling cepat, sedangkan skenario kombinasi sekuensial menghasilkan reduksi maksimum tumor terbesar. Hasil ini menunjukkan bahwa model matematika dapat digunakan untuk memahami secara kualitatif pengaruh terapi terhadap dinamika tumor-imun.

2026
👤 Penulis: Kamila Asmi Dewiyanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN WEBSITE BERBASIS DESAIN PARTISIPATORIS UNTUK PRODUK KERAJINAN SOLONG PENIAS

Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser, Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.

2026
👤 Penulis: Shazrie sukur
🏷️ Desain Partisipatoris 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN WEBSITE BERBASIS DESAIN PARTISIPATORIS UNTUK PRODUK KERAJINAN SOLONG PENIAS

Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser, Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.

2026
👤 Penulis: Shazrie sukur
🏷️ Desain Partisipatoris 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS GEOMEKANIKA UNTUK PEREKAHAN HIDROLIK PADA FORMASI TELISA, LAPANGAN TULIP, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Lapangan Tulip merupakan salah satu lapangan produksi minyak dan gas yang dioperasikan oleh PT Medco E&P Indonesia, secara administratif terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan. Lapangan ini berada pada Sub-Cekungan Palembang Selatan, Cekungan Sumatra Selatan, dengan interval reservoir utama pada Formasi Telisa dengan properti reservoir permeabilitas (rata-rata 5,5 mD pada batupasir dan 2,1 mD pada batulempung), porositas efektif berkisar 18,1%, dan heterogenitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan membangun model geomekanika satu dimensi (1D) dan tiga dimensi (3D) untuk menentukan rezim tegasan saat ini, menghitung tegasan rekah untuk keperluan perekahan hidrolik, serta menentukan distribusi rekahan pada interval Formasi Telisa. Pemodelan geomekanika dilakukan menggunakan pendekatan poroelastik (Blanton dan Olson, 1999) untuk estimasi tegasan horizontal, dengan kalibrasi menggunakan data FCP dan ISIP dari laporan perekahan hidrolik. Hasil model 1D menunjukkan rata-rata gradien tegasan: Sv = 0,967 psi/ft, Shmin = 0,728 psi/ft, SHMax = 0,786 psi/ft, dan tekanan pori = 0,44 psi/ft. Pola tegasan ini mengindikasikan rezim sesar normal (Sv > SHMax > Shmin). Interpretasi struktur pada penampang seismik mengidentifikasi negative flower structure dengan tren sesar dominan berarah NNW–SSE (315–345°), yang merupakan hasil strain partitioning dari sesar geser berarah NW–SE sebagai PDZ utama. Lapangan Tulip terletak pada zona transtensional (releasing bend) dari sistem strike-slip tersebut, dibatasi oleh Tinggian Palembang di sisi barat dan Jemakur Graben di bagian timur. Model geomekanika 3D statis dibangun menggunakan properti mekanika batuan yang tersebar secara lateral melalui tren atribut inversi seismik. Hasil distribusi model 3D menunjukkan adanya stress barrier pada lapisan batulempung Telisa, yang berperan sebagai penahan tinggi rekahan. Nilai tekanan rekah minimum pada interval target rata-rata sebesar 1.680 psi. Rekomendasi zona target perekahan hidrolik berada pada daerah N-NNE yang ditentukan berdasarkan penggabungan parameter Brittleness Index (BI) dan tegasan horizontal minimum, dengan kriteria BI > 0,4 dan Shmin < 1.680 psi.

2026
👤 Penulis: Angelia Hana Agustina Hutagaol
🏷️ Geomekanika 🏷️ Hidrologi 🏷️ Strain Partitioning

PENCIPTAAN PRODUK MELALUI PERANCANGAN FORMULASI BERBASIS TEKNOLOGI LANJUTAN DAN STRATEGI INOVASI HIJAU UNTUK BASICNEST DALAM MEMASUKI PERSAINGAN INDUSTRI PERAWATAN KULIT

Pesatnya Pertumbuhan industry perawatan kulit dibarengi dengan meningkatannya kekhawatiran konsumen terkait kualitas produk, kredibilitas merek, dan kepercayaan terhadap merek. Secara khusus, konsumen semakin memperhatikan kualitas produk, citra merek, dan kepercayaan merek sebagai penentu utama niat beli. Berbagai masalah seperti klaim produk yang tidak jelas/berlebihan, persepsi kualitas yang tidak konsisten, dan terbatasnya transparansi merek terkait kandungan dan bahan, telah menimbulkan ketidakpastian dalam keputusan pembelian konsumen di pasar perawatan kulit. Penelitian ini membahas tantangan tantangan tersebut dalam konteks PT Cahaya Dhana Nusantara yang bekerja sama dengan PT Cosmax Indonesia, dengan tujuan mengembangkan produk perawatan kulit yang berbasis sains dan memiliki nilai etik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Analisa kuantitatif dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kualitas produk, citra merek, dan kepercayaan merek terhadap niat beli. Data primer didukung oleh sumber sekunder seperti literatur akademis, teori pemasaran, dan praktik terbaik industry guna memastikan validitas serta relevansi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek dan kepercayaan merek berperan signifikan dalam membentuk niat beli konsumen terhadap produk perawatan kulit. Formulasi produk yang transparan, posisi merek yang kuat, dan komunikasi merek yang dapat dipercaya merupakan faktor kunci yang dapat meningkatkan keyakinan serta kesediaan konsumen untuk membeli. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja pengembangan produk bagi Basicnest yang mengintegrasikan desain formulasi mutakhir, strategi merek, dan komunikasi pemasaran berbasis kepercayaan. Kerangka kerja tersebut memposisikan Basicnest sebagai merek perawatan kulit yang kompetitif dan bertanggung jawab, yang selaras dengan harapan konsumen modern serta standar industry.

2026
👤 Penulis: Muhammad Aditya Friandi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENGARUH JENIS DAN KETEBALAN BAHAN PERISAI RADIASI MENGGUNAKAN MONTE CARLO PHITS: STUDI KASUS REAKTOR CANDU DAN RUANG RADIOGRAFI SINAR-X

Cobalt-60 dan sinar-X merupakan sumber radiasi pengion yang umum dimanfa- atkan pada fasilitas medis maupun industri, sehingga evaluasi distribusi dosis radiasi di sekitarnya menjadi aspek penting dalam proteksi radiasi. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi laju dosis ekuivalen ambien H ? (10) di sekitar reaktor CANDU (fasilitas produksi Cobalt-60) serta ruang generator sinar-X radiodiagnostik (150 kVp) dan radiografi industri (450 kVp), sekaligus mengevaluasi efektivitas material beton, baja, timbal, dan bismut (termasuk varian Bi-Pb dan Bi2O3) pada berbagai ketebalan. Simulasi menggunakan metode Monte Carlo, dengan OpenMC untuk menentuk- an komposisi produk fisi dominan CANDU sebagai suku sumber gamma, dan PHITS untuk mensimulasikan transportasi foton dan distribusi dosisnya. Metode divalidasi terhadap reaktor TRIGA PRR1-SATER, menghasilkan korelasi Pearson tinggi antara profil dosis simulasi dan referensi (r = 0,898 bidang XY; r = 0,931 bidang XZ). Produk fisi dominan CANDU adalah I-131 (364,5 keV). Tanpa pelindung, laju dosis di sekitar bahan bakar berada pada ordo 108 ?Sv/jam, turun ?3 orde menjadi 105 ?Sv/jam oleh moderator air berat namun masih jauh melampaui NBD pekerja radiasi (20 mSv/tahun). Timbal menunjukkan performa atenuasi terbaik (? = 3,16 cm?1 ; HVL = 0,22 cm), diikuti bismut murni (? = 2,87 cm?1 ; HVL = 0,24 cm) dan Bi-Pb (HVL ? 0,23 cm) yang mendekati performa timbal namun lebih ramah lingkungan, sementara Bi2O3 sedikit lebih rendah (HVL ? 0,29 cm). Baja (HVL = 0,89 cm) dan beton (HVL = 3,55 cm) memerlukan ketebalan jauh lebih besar; beton 100 cm (?6–7 TVL) baru menurunkan dosis ke ordo 100–101 ?Sv/jam.

2026
👤 Penulis: Nadhim Muqsith Robbani
🏷️ Radiasi 🏷️ Analisis Material Pemantul Dan Atenuator Radiasi 🏷️ Simulasi Monte Carlo

PENGEMBANGAN SISTEM OTOMASI ROTARY DISK FEEDER YANG TERINTEGRASI DENGAN KONVEYOR SEBAGAI BAGIAN SISTEM GRADING BIJI KOPI

Inspeksi mutu fisik biji kopi di Indonesia umumnya masih mengandalkan metode organoleptik visual manual per butir yang rentan terhadap human error dan tidak efisien. Otomasi berbasis computer vision hadir sebagai solusi, namun keberhasilannya sangat bergantung pada sistem pra-pemrosesan mekanis yang mampu menyajikan sampel secara konstan dan tanpa tumpang tindih (overlapping). Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem otomasi preparasi sampel biji kopi berbasis lingkar tertutup (closed-loop) yang mengintegrasikan gerbang penampungan awal otomatis, rotary disk feeder, dan sabuk konveyor dengan kendali Arduino UNO. Sistem dilengkapi sensor infrared proximity sebagai unit umpan balik (feedback) untuk mendeteksi ketersediaan material di dalam kompartemen secara real-time. Peningkatan ketangguhan mekanikal dilakukan melalui penambahan ketebalan penampang akrilik menjadi 8 mm, penggunaan material PET-G pada gear rotary disk feeder, serta implementasi seluncuran berbentuk U-shape. Sistem memiliki batasan operasional dimensi material maksimum < 1 cm × 1 cm × 1 cm untuk mencegah kemacetan mekanis (clogging). Guna menyeimbangkan dua parameter respons yang saling bertentangan—memaksimalkan jarak antar-biji kopi (Larger-the-Better) dan meminimalkan durasi total pengujian (Smaller-the-Better)—digunakan eksperimen berbasis matriks ortogonal Taguchi L9 (3 faktor × 3 level, 3 replikasi) yang dipadukan dengan Grey Relational Analysis (GRA) berbobot seimbang (0,5 : 0,5). Berdasarkan nilai Grey Relational Grade (GRG), faktor kendali yang paling dominan secara berturut-turut adalah kecepatan rotary (? = 0,196), kecepatan konveyor (? = 0,133), dan bukaan gerbang penampungan awal (? = 0,090). Kondisi parameter optimal yang terverifikasi langsung oleh eksperimen berada pada kombinasi A2–B1–C2, yaitu bukaan gerbang 75°, interval kecepatan rotary 100, dan interval kecepatan konveyor 7. Kombinasi ini menghasilkan GRG tertinggi kedua (0,673) dan menjadi titik kompromi terbaik antara durasi pengujian yang efisien (33,69 detik per run) dan sebaran citra yang ideal tanpa tumpang tindih, dengan tingkat singulasi ideal (? 3 cm) mencapai 100% pada rentang densitas 5–10 biji per pengamatan. Validasi akhir parameter optimal pada sampel 150 gram biji kopi (setara 1:2 dari sampel uji standar laboratorium 300 gram) menghasilkan durasi total pengujian 7 menit 53 detik 54 milidetik dengan sebaran citra yang tetap memenuhi kriteria singulasi untuk kebutuhan segmentasi computer vision.

2026
👤 Penulis: Siti Triza Fati Maharani
🏷️ Grading Biji Kopi 🏷️ Sistem Otomatis 🏷️ Optimisasi Proses Pengujian

PERPUSTAKAAN DESAIN MULTISENSORI: PUSAT LITERASI DAN SOSIAL DI KAWASAN TRANSIT JAKARTA TIMUR

Perpustakaan inklusif berbasis desain multisensori yang terletak di Jakarta Timur berperan sebagai ruang literasi sekaligus ruang produktif belajar, bekerja, dan bersosialisasi. Topik ini mendukung Sustainable Development Goals 4: Quality Education dan Goals 10: Reduced Inequalities dengan mengurangi ketimpangan akses masyarakat terhadap ruang literasi publik non-komersial yang layak dan inklusif. Ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses dapat meningkatkan minat literasi dan produktivitas dalam belajar maupun bekerja. Tingkat minat literasi yang tinggi juga harus didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana di lokasi yang strategis. Isu utama yang melatarbelakangi topik ini adalah terbatasnya fasilitas belajar dan bekerja dengan akses yang memadai serta minimnya ketersediaan perpustakaan umum, khususnya di Jakarta Timur. Kota tersebut hanya memiliki satu perpustakaan umum tingkat kota dengan lokasi jauh dari transportasi publik. Selain itu, perpustakaan yang ada di Jakarta Timur hanya dapat digunakan orang yang memiliki akses berupa perpustakaan kampus, perusahaan, maupun berbayar. Rancangan perpustakaan ini berlokasi 150 meter dari stasiun LRT Ciracas arah Cibubur yang merupakan titik transportasi penghubung antara Bekasi dengan Jakarta serta terhubung dengan pusat perbelanjaan dan tempat tinggal berupa LRT City Ciracas. Lokasi strategis ini memungkinkan perpustakaan berfungsi sebagai pendukung kebutuhan masyarakat akan ruang literasi. Perpustakaan umum yang terletak pada kawasan Transit Oriented Development (TOD) dapat dijangkau oleh tidak hanya pengguna kendaraan pribadi tetapi juga pejalan kaki, pengguna transportasi umum, dan masyarakat sekitar sehingga mampu menerima pengunjung dari berbagai kalangan termasuk difabel, anak-anak, dan lansia. Metode yang dilibatkan dalam proses perancangan merupakan studi literatur pada konsep perpustakaan yang inklusif di area transit berbasis multisensori. Selain itu dilakukan juga observasi lapangan dan analisis komparatif sebagai pendukung untuk perancangan dengan melihat kondisi nyata lapangan serta untuk membandingkan konsep yang serupa untuk diterapkan di tapak yang berbeda. Tujuan utama perancangan pada topik ini adalah menghasilkan rancangan perpustakaan dengan desain multisensori agar pengunjung tidak hanya melihat informasi baru tetapi juga dapat terlibat dan menciptakan hasil kreativitas sendiri dengan semua indera. Selain itu, ruang yang diciptakan dapat menimbulkan interaksi sosial yang merupakan bagian dari pembelajaran yang menarik. Perpustakaan inklusif tersebut dapat memperluas jangkauan akses literasi dan menjadi ruang publik yang merata bagi seluruh kalangan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

2026
👤 Penulis: Danica Sekar Kirana
🏷️ Desain Multisensori 🏷️ Perpustakaan Inklusif 🏷️ Kawasan Transit Oriented Development (Tod)

SCREENING SUMUR MATI LEPAS PANTAI UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN INTERVENSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MESIN DAN REKAYASA TEKNIK DI LAPANGAN-X

Well intervention remains one of the most important production enhancement strategies in mature oil fields, particularly for shut-in wells affected by reservoir depletion and artificial lift performance deterioration. However, intervention activities involve significant operational costs and uncertainties, while candidate selection is often based on engineering judgment and manual data evaluation. The complex interaction between reservoir characteristics, production performance, and Electric Submersible Pump (ESP) operating conditions further complicates the identification of wells with the highest probability of intervention success. Therefore, a more objective and data-driven screening approach is required to support intervention planning and reduce decision uncertainty. This study develops a machine learning-based screening framework for evaluating shut-in offshore well intervention candidates in Field-X by integrating reservoir, production, and ESP-related parameters. Historical intervention records from 2019 to 2025 were collected, resulting in approximately 300 validated intervention cases after data quality filtering. Intervention success was defined using a minimum 5% post intervention oil production increase relative to pre-intervention conditions. Multiple supervised classification algorithms, including Random Forest, XGBoost, Gradient Boosting, Extra Trees, Logistic Regression, LightGBM, and CatBoost, were evaluated using K-Fold cross-validation, hyperparameter tuning, and threshold optimization. To improve prediction robustness, a consensus-based approach using majority voting was implemented to generate the final GO/NO-GO recommendation. The results demonstrate that tree-based ensemble models consistently outperformed Logistic Regression, indicating the presence of complex non-linear relationships among reservoir, production, and ESP parameters. The optimal configuration was obtained using a 15% test split, achieving F1-score and ROC AUC values exceeding 0.85. Furthermore, blind test validation using ten unseen wells showed that the consensus-based framework successfully classified all evaluated intervention cases according to their actual outcomes. Feature importance and SHapley Additive exPlanations (SHAP) analyses identified Oil rate, Pump Efficiency, Pump Intake Pressure (PIP), ESP Current, and Gas-Oil Ratio (GOR) as the most influential parameters affecting intervention feasibility. The engineering interpretation indicates that intervention success is governed by the combined interaction between reservoir deliverability and ESP operating conditions rather than a single controlling parameter. The proposed framework provides a practical decision-support tool for objective well intervention screening while maintaining engineering interpretability through explainable artificial intelligence. In addition, the workflow was implemented within a graphical user interface (GUI) to facilitate practical application by both engineering and data science users.

2026
👤 Penulis: Arief Ramadhan
🏷️ Intervensi Produksi Migas 🏷️ Analisis Mesin Dan Rekayasa Teknik 🏷️ Kecerdasan Buatan

INTERAKSI ANTAR BUDAYA DI TEMPAT KERJA BAGI EKSPATRIAT INDONESIA DI LINGKUNGAN DENGAN BERAGAM BUDAYA DAN BERAGAM BANGSA DI QATAR

Interaksi antar budaya tidak bisa dielakkan bagi seseorang yang bekerja di luar negeri, dan tanpa kecuali bagi Expatriat dari Indonesia yang bekerja di negara – negara Timur Tengah, termasuk Qatar. Interaksi antar budaya dalam pekerjaan bagi Expatriat Indonesia di Qatar memiliki beberapa aspek antar budaya, jadi selain beda budaya, Qatar juga memiliki lingkungan di tempat kerja dengan orang – orang dari berbagai bangsa dari penjuru dunia. Pada studi ini teridentifikasi bahwa ekspatriat Indonesia mengalami culture shock dan tantangan adaptasi pada tahun pertama masa kerja mereka di Qatar. Kesamaan pada dimensi atau intercultural framework Hall High-Context antara ekspatriat Indonesia dan masyarakat local sebagai budaya dominan di Qatar tidak serta-merta menjamin bahwa ekspatriat Indonesia dapat melewati tahun pertama mas kerjanya dengan baik. Perbedaan konteks internal yang terbentuk oleh pengaruh regional dan iklim menimbulkan kesenjangan yang signifikan. Selanjutnya, studi ini juga menemukan indikasi adanya penguatan (pendalaman) dimensi Lewis Reactive ketika ekspatriat Indonesia ketika menghadapi tantangan adaptasi di lingkungan kerja. Selain itu, kekurangan pada faktor-faktor tertentu berpotensi memperlebar kesenjangan, antara lain kemampuan bahasa asing, ketahanan mental, kemampuan komunikasi dan soft skills, serta ketersediaan informasi yang memadai mengenai negara tujuan. Oleh karena itu, studi ini mengusulkan rekomendasi berupa peningkatan dukungan dari KBRI Doha dan atau kelompok diaspora Indonesia di Qatar untuk dapat mengurangi efek Culture Shock terutama pada tahun pertama pada masa kerja expatriate Indonesia di lingkungan kerjanya sehingga tidak berdapat pada kinerja mereka. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan kanal dan touchpoint berbasis media digital, misalnya situs web interaktif yang dapat menjangkau calon ekspatriat maupun ekspatriat Indonesia yang baru tiba di Qatar. Kanal ini diharapkan dapat memberikan panduan yang tepat mengenai Qatar, termasuk kebiasaan dan tradisi setempat, serta budaya kerja di lingkungan organisasi,

2026
👤 Penulis: Sudarmanto
🏷️ Interaksi Budaya 🏷️ Ekspatriat Indonesia 🏷️ Kultur Adaptasi
Halaman 92 dari 6754
💬