📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Aldy Rafi Fernaldy
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Muhammad Dzaky Al Faadhilah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Meivany Frisca Manurung
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Naval Ardhi Pradana
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

PENGEMBANGAN KATALIS HIBRIDA BERPORI NANO MFI DAN RFE UNTUK PERENGKAHAN POLIETILENA

Limbah LDPE merupakan sumber karbon melimpah namun sulit terdegradasi sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Limbah ini berpotensi dikonversi menjadi bahan kimia dan bahan bakar bernilai melalui proses perengkahan katalitik. Oleh karena itu, pengembangan katalis yang efektif menjadi aspek penting untuk meningkatkan proses konversi tersebut. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa zeolit merupakan katalis dengan performa katalitik yang baik dalam proses perengkahan hidrokarbon karena memiliki stabilitas termal yang tinggi, luas permukaan yang besar, dan situs asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan katalis zeolit hibrida berbasis zeolit MFI dan RFE dengan struktur hierarki untuk digunakan dalam perengkahan LDPE. Zeolit MFI dan RFE disintesis dengan menggunakan metode hidrotermal. Selain itu, kedua tipe zeolit ini digabungkan menjadi zeolit hibrida MFI@RFE dengan variasi rasio Si/Al pada prekursor zeolit RFE. Modifikasi strukturnya juga dilakukan dengan menggunakan polietilena glikol (PEG) sebagai templat lunak untuk menghasilkan pori hierarki. Karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, SEM, TEM, SAED, adsorpsi–desorpsi N2, dan NH3-TPD menunjukkan bahwa struktur katalis hibrida MFI@RFE berhasil terbentuk tanpa kehadiran fasa lain. Penambahan PEG berhasil meningkatkan luas permukaan eksternal dan indeks hierarki pori, dengan nilai IHF (Indexed Hierarchy Factor) tertinggi diperoleh pada sampel MFI@RFE75-PEG, yaitu sebesar 0,75. Namun, pada sistem katalis hibrida, penambahan mesoporositas ini disertai dengan penurunan volume mikropori dari 0,129 cm3/g menjadi 0,097 cm3/g yang mengindikasikan terjadinya restrukturisasi pori selama proses sintesis dan kalsinasi. Hasil pengujian aktivitas katalitik pada perengkahan LDPE, menunjukkan bahwa katalis MFI@RFE75 memiliki aktivitas katalitik terbaik dengan nilai T50 terendah sebesar 386 °C, yang mengindikasikan efisiensi perengkahan makromolekul LDPE yang unggul. Selain itu, analisis kinetika reaksi dengan menggunakan TGA menunjukkan bahwa katalis ini memiliki energi aktivitasi terendah sebesar 103 kJ/mol. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan mesoporositas akibat penambahan PEG tidak secara langsung meningkatkan aktivitas katalitik. Kinerja katalis lebih dipengaruhi oleh keseimbangan antara keasaman Brønsted dan aksesibilitas pori di mana katalis MFI@RFE75 tanpa PEG menunjukkan performa dan aktivitas katalitik yang lebih optimal. Penelitian ini telah memberikan pemahaman mengenai hubungan struktur dan aktivitas katalis hibrida dalam konversi limbah plastik.

2026
👤 Penulis: St Mardiana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI DI DAERAH SUMBERMANJING WETAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi, zona alterasi dan mineralisasi, serta peran kontrol struktur geologi terhadap distribusi alterasi dan mineralisasi. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan permukaan, analisis petrografi, mineragrafi, Analytical Spectral Device (ASD), dan Assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh batuan hasil proses vulkanisme berumur Oligosen–Miosen yang tersusun atas Satuan Breksi Vulkanik, Andesit Hornblende, Tuf Kristal, Breksi Hidrotermal, dan Batupasir Gampingan dengan tipe alterasi termasuk ke dalam sistem epitermal. Kondisi geologi daerah penelitian dikontrol oleh empat sistem sesar, yaitu sesar geser mengiri berarah Timurlaut – Baratdaya, sesar geser menganan berarah Baratlaut – Tenggara, sesar turun berarah Utara – Selatan, dan sesar turun berarah Timur – Barat. Zona alterasi yang berkembang terdiri dari zona dangkal berupa zona klorit ± smektit ± kuarsa dan zona silisifikasi, serta zona yang lebih dalam meliputi zona klorit ± epidot ± kuarsa, zona ilit ± kaolinit ± kuarsa, zona pirofilit ± alunit ± kuarsa, dan zona dikit ± kaolinit ± kuarsa. Satuan Batupasir Gampingan tidak ditemukan alterasi diduga karena pembentukannya lebih muda dari periode aktif sistem hidrotermal. Mineralisasi yang berkembang berupa pirit, kalkosit, kalkopirit, kovelit, dan enargit dengan tekstur diseminasi, setempat, serta pengisian pada rekahan. Analisis kontrol struktur menunjukkan bahwa alterasi dan mineralisasi dikontrol oleh kombinasi struktur geologi dan litologi. Sesar geser mengiri berarah Timurlaut – Baratdaya, sesar geser menganan berarah Baratlaut – Tenggara, dan sesar turun berarah Utara – Selatan yang membentuk sistem conjugate berperan sebagai sesar syn-mineralisasi, sedangkan sesar turun berarah Timur – Barat yang berumur relatif paling muda merupakan sesar post-mineralisasi.

2026
👤 Penulis: Muh. Alfan Sakti Hidayat
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Struktur Geologi

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Robi Setiawan
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

DARI DAUN KE EKSTRAK: ANALISIS COST-BENEFIT DAN INPUT-OUTPUT ATAS HILIRISASI KRATOM DI INDONESIA

Indonesia memproduksi sebagian besar kratom (Mitragyna speciosa) dunia, tetapi hanya menangkap sebagian kecil nilai yang dihasilkan di sepanjang rantai nilai kratom global, karena mengekspor daun mentah sementara pengolahan bernilai tinggi terjadi di luar negeri. Pemberlakuan Permendag 20/2024 yang melarang ekspor daun kratom mentah dan olahan kasar, serta Permendag 21/2024 yang mengatur ekspor kratom olahan melalui instrumen eksportir terdaftar, persetujuan ekspor, dan laporan surveyor, telah menciptakan sekaligus kewajiban dan peluang bagi perusahaan domestik untuk bergerak ke hilir menuju ekstraksi berkemurnian tinggi. Penelitian ini mengkaji apakah hilirisasi tersebut layak dilakukan, dengan mengambil kasus PT MIT, produsen ekstrak mitragynine 50% (Mit50) berskala pilot, sebagai unit analisisnya. Permasalahan utama yang dikaji adalah apakah transisi dari perdagangan daun mentah menuju ekstraksi domestik menciptakan nilai baik bagi perusahaan yang berinvestasi maupun bagi perekonomian nasional, serta implikasi strategis dan kebijakan apa yang menyertainya. Penelitian ini mengintegrasikan dua metode yang saling melengkapi. Analisis Biaya-Manfaat pada tingkat perusahaan mengevaluasi kelayakan finansial dari peningkatan kapasitas produksi Mit50 menjadi 100 kilogram per bulan, dan Analisis Input-Output mengukur dampak makroekonomi dari investasi tersebut terhadap perekonomian Indonesia. Model finansial disusun berdasarkan data operasional pilot yang telah tervalidasi, mencakup struktur biaya produksi aktual, catatan belanja modal, dan harga transaksi komersial, bukan berdasarkan asumsi sintetis. Tiga skenario yang dibedakan menurut tingkat utilisasi kapasitas steady state sebesar 75%, 85%, dan 93% dievaluasi pada tingkat diskonto 15% yang diperoleh melalui pendekatan build-up biaya modal. Analisis makroekonomi memetakan ekstraksi kratom ke dalam sektor produk farmasi pada Tabel Input Output Indonesia tahun 2020 dan menghitung pengganda Tipe I untuk output, pendapatan, dan nilai tambah, beserta indeks keterkaitan ke belakang dan ke depan. Hasil finansial menunjukkan bahwa investasi ini layak pada ketiga skenario. Pada skenario dasar, proyek menghasilkan nilai sekarang bersih sekitar Rp 11,80 miliar, tingkat pengembalian internal sebesar 37,59% terhadap tingkat acuan 15%, indeks profitabilitas sebesar 2,31, dan periode pengembalian terdiskonto selama 4,88 tahun. Analisis sensitivitas sembilan parameter mengidentifikasi harga jual sebagai pemicu nilai paling material, diikuti oleh biaya variabel dan volume produksi; meski demikian proyek tetap layak hingga tingkat utilisasi kapasitas 44,74% dan harga jual USD 1.410 per kilogram, yang menunjukkan margin keamanan yang lebar. Hasil makroekonomi menunjukkan bahwa sektor farmasi tempat ekstraksi kratom dipetakan berfungsi sebagai sektor penarik permintaan yang kuat, dengan pengganda output sebesar 1,7433 dan indeks keterkaitan ke belakang sebesar 1,0731. Pada skenario dasar steady-state, investasi ini menghasilkan dampak output perekonomian secara keseluruhan sekitar Rp 48,37 miliar, mendukung sekitar sembilan puluh tiga lapangan kerja, dan menyumbang devisa sekitar USD 1,53 juta per tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hilirisasi kratom menjadi ekstrak berkemurnian tinggi bersifat menguntungkan secara privat sekaligus bermanfaat secara ekonomi, sehingga menyelaraskan insentif tingkat perusahaan dengan agenda hilirisasi nasional. Kontribusi utamanya terletak pada upaya menunjukkan, melalui kerangka analitis terintegrasi yang berbasis bukti empiris, bagaimana pergeseran regulasi menuju persyaratan ekspor olahan dapat diterjemahkan menjadi pengembalian privat dan sosial yang terukur. Temuan ini memberikan panduan praktis bagi perusahaan yang berinvestasi, basis bukti bagi pembuat kebijakan dalam menyusun agenda hilirisasi, serta metodologi yang dapat

2026
👤 Penulis: Sandy Akbar Nusantara
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMODELAN RESISTIVITAS 1D-2D UNTUK MENGESTIMASI KARAKTERISTIK AKUIFER DAN SISTEM HIDROGEOLOGI PADA KAWASAN LAHAN BASAH DANAU CASCADE MAHAKAM KALIMANTAN TIMUR

Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya identifikasi tatanan bawah permukaan untuk menentukan potensi hidrogeologi serta zonasi daerah tangkapan dan luapan airtanah yang sering kali mengalami kendala akibat kompleksitas geometri batuan dasar dan heterogenitas sedimentasi Kuarter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geofisika aktif berupa geolistrik tahanan jenis menggunakan konfigurasi Vertical Electrical Sounding (VES). Data utama penelitian bersumber langsung dari hasil pengukuran lapangan yang mencakup nilai resistivitas semu dari 11 stasiun penelitian dengan bentangan elektroda (AB/2) mencapai kedalaman semu hingga 80 meter. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui interpretasi arah tren kurva utama secara makro untuk memetakan variasi litologi serta tingkat kejenuhan air bawah permukaan. Hasil analisis sintesis geologi menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas variasi endapan aluvial Kuarter berupa lempung jenuh air konduktif (9-20 Ohm-meter) pada Stasiun 1, 5, 6, 10, dan material berbutir kasar seperti pasir lempungan hingga lempung pasiran (10-25 Ohm-meter) pada Stasiun 3, 8, 9 yang terendapkan oleh aktivitas fluvial masa lalu. Formasi aluvial ini mengalasi tubuh batuan dasar masif ber-resistivitas tinggi yang bervariasi dari singkapan dangkal di utara (520-1400 Ohm-meter di Stasiun 7 dan 11) hingga batuan dasar terpendam di bagian tengahselatan akibat amblesan cekungan purba. Kesimpulan utama penelitian berhasil mengklasifikasikan wilayah studi menjadi tiga zona fungsional hidrogeologi, yaitu Daerah Luapan Air pada dataran aluvial rendah dengan muka airtanah bebas sangat dangkal, Daerah Tangkapan Air Utama pada zona singkapan batuan dasar atau lapisan berporositas baik, serta Zona Transisi Kompleks yang mengalirkan airtanah menuju sistem akuifer tertekan di bawah kedalaman 60 meter.

2026
👤 Penulis: Mifstah Hanif
🏷️ Geofisika Aktif 🏷️ Analisis Resistivitas 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air Tanah

PEMETAAN POTENSI BANJIR ROB DI DESA ERETAN KABUPATEN INDRAMAYU

Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, merupakan kawasan pesisir berelevasi rendah 0–2 m di atas muka laut yang rutin mengalami banjir rob akibat kombinasi pasang tinggi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan peta potensi genangan banjir rob berbasis skenario untuk periode 2025–2045 dengan interval lima tahun. Pemodelan dilakukan menggunakan Spatial Bathtub Model yang mengintegrasikan Digital Terrain Model dari LiDAR 2025, parameter muka air laut pasang tertinggi hasil prediksi model dari analisis konstanta harmonik pasang surut, proyeksi kenaikan muka air laut regional, serta laju penurunan muka tanah hasil InSAR yang diinterpolasi dengan Ordinary Kriging dan dikalibrasi menggunakan GNSS. Tujuh skenario disusun untuk membedakan kontribusi faktor penyebab genangan. Hasil validasi lapangan menunjukkan Overall Accuracy 75,71%, Precision 96,57%, Recall 75,78%, F1-Score 84,92%, dan Critical Success Index 73,80%. Produk akhir berupa peta overlay temporal genangan rob dan informasi luas area terdampak per skenario sebagai dasar perencanaan mitigasi banjir rob di pesisir Indramayu.

2026
👤 Penulis: Ira Nazwa Fazzira
🏷️ Geografi 🏷️ Analisis Sistem Informasi Geografis (Sig) 🏷️ Manajemen Risiko Banjir

POTENSI BANJIR ROB DI ERETAN INDRAMAYU

Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, merupakan kawasan pesisir berelevasi rendah 0–2 m di atas muka laut yang rutin mengalami banjir rob akibat kombinasi pasang tinggi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan peta potensi genangan banjir rob berbasis skenario untuk periode 2025–2045 dengan interval lima tahun. Pemodelan dilakukan menggunakan Spatial Bathtub Model yang mengintegrasikan Digital Terrain Model dari LiDAR 2025, parameter muka air laut pasang tertinggi hasil prediksi model dari analisis konstanta harmonik pasang surut, proyeksi kenaikan muka air laut regional, serta laju penurunan muka tanah hasil InSAR yang diinterpolasi dengan Ordinary Kriging dan dikalibrasi menggunakan GNSS. Tujuh skenario disusun untuk membedakan kontribusi faktor penyebab genangan. Hasil validasi lapangan menunjukkan Overall Accuracy 75,71%, Precision 96,57%, Recall 75,78%, F1-Score 84,92%, dan Critical Success Index 73,80%. Produk akhir berupa peta overlay temporal genangan rob dan informasi luas area terdampak per skenario sebagai dasar perencanaan mitigasi banjir rob di pesisir Indramayu.

2026
👤 Penulis: Ali Sufi Lubis
🏷️ Geologi Lingkungan 🏷️ Analisis Pasang Surut 🏷️ Perencanaan Mitigasi Banjir

POTENSI BANJIR ROB DI ERETAN INDRAMAYU

Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, merupakan kawasan pesisir berelevasi rendah 0–2 m di atas muka laut yang rutin mengalami banjir rob akibat kombinasi pasang tinggi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan peta potensi genangan banjir rob berbasis skenario untuk periode 2025–2045 dengan interval lima tahun. Pemodelan dilakukan menggunakan Spatial Bathtub Model yang mengintegrasikan Digital Terrain Model dari LiDAR 2025, parameter muka air laut pasang tertinggi hasil prediksi model dari analisis konstanta harmonik pasang surut, proyeksi kenaikan muka air laut regional, serta laju penurunan muka tanah hasil InSAR yang diinterpolasi dengan Ordinary Kriging dan dikalibrasi menggunakan GNSS. Tujuh skenario disusun untuk membedakan kontribusi faktor penyebab genangan. Hasil validasi lapangan menunjukkan Overall Accuracy 75,71%, Precision 96,57%, Recall 75,78%, F1-Score 84,92%, dan Critical Success Index 73,80%. Produk akhir berupa peta overlay temporal genangan rob dan informasi luas area terdampak per skenario sebagai dasar perencanaan mitigasi banjir rob di pesisir Indramayu.

2026
👤 Penulis: Ahmad Adi Pratomo
🏷️ Geologi Danau Tanah 🏷️ Analisis Pasang Surut 🏷️ Perencanaan Mitigasi Banjir

POTENSI BANJIR ROB DI ERETAN INDRAMAYU

Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, merupakan kawasan pesisir berelevasi rendah 0–2 m di atas muka laut yang rutin mengalami banjir rob akibat kombinasi pasang tinggi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan peta potensi genangan banjir rob berbasis skenario untuk periode 2025–2045 dengan interval lima tahun. Pemodelan dilakukan menggunakan Spatial Bathtub Model yang mengintegrasikan Digital Terrain Model dari LiDAR 2025, parameter muka air laut pasang tertinggi hasil prediksi model dari analisis konstanta harmonik pasang surut, proyeksi kenaikan muka air laut regional, serta laju penurunan muka tanah hasil InSAR yang diinterpolasi dengan Ordinary Kriging dan dikalibrasi menggunakan GNSS. Tujuh skenario disusun untuk membedakan kontribusi faktor penyebab genangan. Hasil validasi lapangan menunjukkan Overall Accuracy 75,71%, Precision 96,57%, Recall 75,78%, F1-Score 84,92%, dan Critical Success Index 73,80%. Produk akhir berupa peta overlay temporal genangan rob dan informasi luas area terdampak per skenario sebagai dasar perencanaan mitigasi banjir rob di pesisir Indramayu.

2026
👤 Penulis: Muhammad Zhafran Al - Hafizh
🏷️ Geologi Lingkungan 🏷️ Analisis Pasang Surut 🏷️ Perencanaan Mitigasi Banjir

POTENSI BANJIR ROB DI ERETAN INDRAMAYU

Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, merupakan kawasan pesisir berelevasi rendah 0–2 m di atas muka laut yang rutin mengalami banjir rob akibat kombinasi pasang tinggi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan peta potensi genangan banjir rob berbasis skenario untuk periode 2025–2045 dengan interval lima tahun. Pemodelan dilakukan menggunakan Spatial Bathtub Model yang mengintegrasikan Digital Terrain Model dari LiDAR 2025, parameter muka air laut pasang tertinggi hasil prediksi model dari analisis konstanta harmonik pasang surut, proyeksi kenaikan muka air laut regional, serta laju penurunan muka tanah hasil InSAR yang diinterpolasi dengan Ordinary Kriging dan dikalibrasi menggunakan GNSS. Tujuh skenario disusun untuk membedakan kontribusi faktor penyebab genangan. Hasil validasi lapangan menunjukkan Overall Accuracy 75,71%, Precision 96,57%, Recall 75,78%, F1-Score 84,92%, dan Critical Success Index 73,80%. Produk akhir berupa peta overlay temporal genangan rob dan informasi luas area terdampak per skenario sebagai dasar perencanaan mitigasi banjir rob di pesisir Indramayu.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fa'iz Fadhlur Rohman
🏷️ Geologi Lingkungan 🏷️ Analisis Pasang Surut 🏷️ Perencanaan Mitigasi Banjir

SELEKSI EQUIVALENT CIRCUIT MODEL BATERAI LITHIUM COBALT OXIDE PADA DATA ELECTROCHEMICAL IMPEDANCE SPECTROSCOPY MENGGUNAKAN BAYESIAN INFORMATION CRITERION UNTUK ESTIMASI STATE OF CHARGE PADA SISTEM EMBEDDE

Ketepatan pemodelan baterai lithium-ion memiliki peranan penting dalam pengembangan Battery Management System (BMS), khususnya untuk estimasi kondisi baterai secara real-time. Equivalent Circuit Model (ECM) banyak digunakan karena mampu memberikan keseimbangan antara akurasi dan efisiensi komputasi. Namun, penentuan struktur ECM yang optimal masih menjadi tantangan akibat peningkatan kompleksitas model yang dapat menyebabkan overfitting dan beban komputasi yang lebih tinggi. Penelitian ini mengusulkan seleksi model ECM berbasis data Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) dan Bayesian Information Criterion (BIC). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Orde-2 dengan elemen fase konstan dan impedansi Warburg memberikan performa terbaik dengan rentang nilai AIC sebesar ?544 hingga ?489 dan nilai BIC sebesar ?528 hingga ?474. Model tersebut kemudian ditransformasikan ke bentuk state-space diskrit dan diterapkan pada algoritma Extended Kalman Filter (EKF) serta Unscented Kalman Filter (UKF) untuk estimasi State of Charge (SOC). Hasil simulasi menunjukkan bahwa EKF menghasilkan RMSE sebesar 0,0175–0,0235, sedangkan UKF memberikan performa yang lebih baik dengan RMSE sebesar 0,0161–0,0205. Temuan ini menunjukkan bahwa model 2CPE + W mampu mempertahankan akurasi estimasi dengan kompleksitas komputasi yang lebih efisien, sehingga sesuai untuk implementasi BMS berbasis mikrokontroler.

2026
👤 Penulis: Febri Adiatma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Elektrokimia 🏷️ Manajemen Sistem Baterai
Halaman 94 dari 6754
💬