📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EVALUASI SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS AIR ONLINE (SPKA/ONLIMO) DI JAWA BARAT UNTUK INTEGRASI SENSOR LOGAM BERAT

Sistem Pemantauan Kualitas Air (SPKA) atau Onlimo merupakan sistem pemantauan kualitas air otomatis, kontinu, dan online yang telah dikembangkan di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2015. Sistem ini berperan penting dalam mendukung pengelolaan kualitas air melalui penyediaan data secara real-time. Namun, parameter yang dipantau masih terbatas pada pH, dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), total dissolved solids (TDS), total suspended solids (TSS), amonia, dan nitrat, sehingga belum mampu mendeteksi pencemaran logam berat yang merupakan salah satu isu penting pada berbagai badan air. Di sisi lain, kajian mengenai integrasi sensor logam berat ke dalam sistem pemantauan kualitas air online masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem Onlimo di Provinsi Jawa Barat, mengidentifikasi karakteristik logam berat pada berbagai tekanan antropogenik, serta mengembangkan strategi integrasi sensor logam berat ke dalam sistem Onlimo. Evaluasi sistem dilakukan melalui penapisan kondisi operasional stasiun dan pengujian kualitas data menggunakan Gap Test, Null Test, Flatline Test, Extreme Value Test, serta uji konsistensi hubungan BOD–COD pada data periode 2024–2025. Evaluasi juga dilakukan terhadap aspek non-teknis yang meliputi regulasi, kelembagaan, sumber daya manusia, pendanaan, dan tata kelola data. Analisis logam berat dilakukan pada media air dan sedimen melalui pengambilan sampel di tiga wilayah yang merepresentasikan sumber tekanan antropogenik berbeda, yaitu Babelan (aktivitas pembangkit listrik tenaga uap), Cikarang (aktivitas industri), dan Cisarua (aktivitas pertambangan emas). Karakteristik logam berat dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 28 stasiun Onlimo yang terpasang di Provinsi Jawa Barat, hanya 10 stasiun (35,7%) yang beroperasi secara andal dan menghasilkan data. Evaluasi menunjukkan bahwa sistem masih menghadapi berbagai permasalahan teknis, seperti kerusakan sensor, gangguan sistem pengambilan sampel, kehilangan data, serta berbagai anomali kualitas data berupa data gap, null value, flatline, extreme value, dan ketidakkonsistenan hubungan teoritis BOD–COD. Selain itu, evaluasi aspek non-teknis menunjukkan bahwa keberlanjutan sistem juga dipengaruhi oleh tantangan pada aspek pemeliharaan, sumber daya manusia, pendanaan, tata kelola data, dan koordinasi kelembagaan. Analisis logam berat menunjukkan adanya heterogenitas spasial yang tinggi sesuai dengan karakteristik sumber pencemar pada masing-masing lokasi penelitian. Hasil korelasi menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia yang tersedia pada sistem Onlimo hanya memiliki hubungan yang terbatas dengan sebagian besar logam berat, sehingga belum mampu merepresentasikan kondisi pencemaran logam berat secara komprehensif. Analisis korelasi dan PCA juga menunjukkan bahwa karakteristik logam berat pada media air dan sedimen berbeda, dengan hubungan yang relatif lemah antara kedua media tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengambilan sampel sesaat (grab sampling) pada media air belum tentu mampu merepresentasikan akumulasi logam berat pada sedimen maupun dinamika pencemaran dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini mengembangkan strategi integrasi sensor logam berat yang mengadaptasi framework pemantauan kualitas air yang telah dikemukakan dalam berbagai pedoman dan literatur internasional. Strategi yang diusulkan mencakup identifikasi kebutuhan data, penentuan lokasi prioritas, penentuan logam target, pemilihan teknologi sensor, instalasi dan integrasi sistem, penerapan quality assurance/quality control (QA/QC) dan pemeliharaan, serta pengelolaan data dan sistem peringatan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sensor logam berat pada sistem Onlimo layak untuk dikembangkan, namun implementasinya perlu didahului oleh penguatan keandalan sistem melalui peningkatan kualitas data, pemeliharaan infrastruktur, serta penguatan aspek nonteknis yang meliputi tata kelola, sumber daya manusia, pendanaan, dan kelembagaan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghasilkan strategi integrasi sensor logam berat, tetapi juga memberikan dasar ilmiah melalui evaluasi komprehensif sistem Onlimo, karakterisasi logam berat pada media air dan sedimen, serta penyusunan strategi integrasi sensor logam berat yang mendukung pengembangan sistem pemantauan kualitas air yang lebih andal, adaptif, dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Andre Muhammad Iman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS TERMODINAMIKA SIKLUS BRAYTON YANG DIMODIFIKASI DAN PENERAPANNYA PADA REAKTOR CEPAT BERPENDINGIN GAS

Reaktor Cepat Berpendingin Gas (Gas-Cooled Fast Reactor/GFR) merupakan salah satu konsep reaktor nuklir Generasi IV yang dikembangkan untuk memenuhi tantangan kebutuhan energi masa depan yang berkelanjutan, aman, dan efisien. GFR beroperasi pada spektrum neutron cepat dan temperatur tinggi. Temperatur keluaran yang tinggi dari reaktor ini berpotensi untuk diintegrasikan secara langsung dengan sistem konversi energi berbasis siklus Brayton tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem konversi energi pada GFR dengan menggunakan siklus Brayton tertutup yang dimodifikasi melalui penerapan IHX, bypass, reheat, dan regenerative. Pendekatan penelitian dilakukan secara analitik, numerik, dan integratif, dimulai dari analisis neutronik teras reaktor hingga evaluasi performa termal sistem konversi energi. Tahap awal penelitian melibatkan perancangan model neutronik reaktor cepat berpendingin gas menggunakan perangkat lunak OpenMC berbasis metode Monte Carlo kontinu-energi pada kondisi operasi tunak (steady-state). Model reaktor yang dikembangkan memiliki daya termal sebesar 75 MWth, dengan konfigurasi bahan bakar Uranium-Plutonium Carbide, pendingin helium, material kelongsong Silicon Carbide (SiC), reflektor timbal, serta material kendali berupa Boron Carbide (B?C). Parameter neutronik yang dianalisis meliputi faktor multiplikasi efektif, distribusi fluks neutron, distribusi densitas daya, power peaking factor, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam analisis termal dan konversi energi. Hasil analisis neutronik menunjukkan bahwa nilai faktor multiplikasi efektif (combined k-effective) sebesar 1,05218 ± 0,00207. Reaktor berada dalam kondisi excess reactivity pada teras awal (fresh core without control). Efektivitas penahanan neutron dalam teras yang baik dengan fraksi kebocoran kurang dari 1%. Distribusi densitas daya pada tingkat pin diperoleh rata-rata sebesar 148 W/cm³ dari total 7.917 pin bahan bakar, dan digunakan sebagai masukan perhitungan temperatur keluaran reaktor rata-rata sebesar 1153,367 K dengan koefisien variasi RSD sebesar 3,58%. Temperatur keluaran ini selanjutnya dikopel ke dalam analisis termodinamika yang mencakup evaluasi IHX dan siklus Brayton yang dimodifikasi berbasis helium. Analisis IHX menunjukkan effectiveness NTU sebesar 67% pada bagian mainheat dengan temperature approach di ujung panas sebesar 204,1 K, sementara segmen reheat menunjukkan effectiveness yang lebih rendah dengan temperature approach ~164,7,4 K. Efisiensi termal sistem pada model ini dengan menggunakan rasio kompresi kompresor A dan B sebesar 2.0 menghasilkan efisiensi 35%. Optimasi rasio kompresi menghasilkan efisiensi termal siklus sebesar 52% pada rasio kompresi kompresor A dan B berturut-turut 4,5 dan 4,3. Penambahan regenerator dan bypass dapat meningkatkan efisiensi, sedangkan penambahan reheat menurunkan efisiensi, namun meningkatkan kerja bersih spesifik siklus.

2026
👤 Penulis: Sulthonniyah Yaumi Saputri
🏷️ Reaktor Cepat Berpendingin Gas 🏷️ Siklus Brayton Tertutup 🏷️ Analisis Termodinamika

FORMULASI SEDIAAN KRIM  NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER  EKSTRAK DAUN KETUL (BIDENS PILOSA L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI  IN VIVO UNTUK MENGOBATI DERMATITIS

Dermatitis adalah kondisi inflamasi kulit yang menyebabkan kemerahan, rasa gatal, dan rasa tidak nyaman. Namun, terapi topikal yang umum digunakan masih memiliki berbagai potensi efek samping untuk penggunaan jangka panjang. Tanaman ketul (Bidens pilosa L.) adalah tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang diketahui dapat digunakan untuk pengobatan inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat krim Nanostructured Lipid Carrier (NLC) yang memuat ekstrak Bidens pilosa (krim NLCBP), mengevaluasi keamanan penggunaan secara topikal, dan mengevaluasi aktivitas antiinflamasinya secara in vivo. NLC-BP dibuat dengan metode high shear homogenization dan ultrasonication yang dioptimasi menggunakan Box-Behnken Design (BBD) berdasarkan variabel konsentrasi ekstrak, konsentrasi total lipid, dan konsentrasi total surfaktan. Pengujian keamanan penggunaan secara topikal dilakukan melalui uji iritasi dermal pada kelinci. Aktivitas antiinflamasi secara in vivo dilakukan pada model hewan dermatitis yang diinduksi 2,4-dinitrofluorobenzene (DNFB). Komposisi formula NLC-BP optimum yaitu ekstrak Bidens pilosa 0,9737% (b/v), kombinasi stearil alkohol dan rice bran oil (6:4) 3% (b/v) konsentrasi TegoâCare dan Tweenâ20 (2:1) 8% (b/v), melalui proses homogenisasi dengan kecepatan 8.000 rpm selama 4 menit dan ultrasonikasi probe 60% selama 6 menit. Basis krim dibuat dengan komposisi fase minyak berupa stearil alkohol 8% (b/b), setomakrogol 1000 2% (b/b), setil alkohol 3% (b/b), white petrolatum 10% (b/b), tokoferol asetat 0,002% (b/b) dan fase air berupa metil paraben 0,18% (b/b) propil paraben 0,2% (b/b), propilen glikol 5% (b/b). Karakteristik formula NLC-BP optimum menunjukkan morfologi sferis dengan ukuran partikel 274,03 ± 13,12 nm, indeks polidispersitas 0,350 ± 0,045, zeta potensial ?10,2 ± 0,153 mV, efisiensi enkapsulasi 82,88 ± 0,75%, dan stabil selama 28 hari pada suhu 4 dan 25°C. Krim NLC-BP memiliki pH 5,31 ± 0,08, viskositas 3172,09 ± 485,61 cPs, daya sebar 5,625 ± 0,25 cm, dan stabil terhadap sentrifugasi serta 3 siklus freeze-thaw. Hasil uji iritasi dermal krim NLC-BP menunjukkan nilai indeks iritasi primer (PII) sebesar 0. Uji aktivitas antiinflamasi krim NLC-BP menunjukkan skor eritema dan ketebalan telinga masing-masing sebesar 0,67 ± 0,82 dan 0,37 ± 0,05 mm. Nilai tersebut lebih rendah secara signifikan (????<0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif pada hari ke-4 setelah pemberian obat. Secara keseluruhan, formulasi krim NLCBP berhasil dikembangkan dengan karakteristik yang baik. Krim NLC-BP menunjukkan aktivitas antiinflamasi pada model mencit yang diinduksi DNFB.

2026
👤 Penulis: Sellica Priskyla Wijaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI-KRITERIA UNTUK PEMILIHAN STRATEGI PENINGKATAN KEANDALAN AUXILIARY BOILER PADA SISTEM UTILITAS KILANG: STUDI KASUS DI PT PERTAMINA PATRA NIAGA RU IV CILACAP

Permasalahan keandalan auxiliary boiler 151B501 pada sistem utilitas PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap merupakan persoalan pengambilan keputusan strategis, bukan semata-mata persoalan teknis. Sebagai peralatan utilitas kritikal pendukung RFCC, gangguan pada boiler ini dapat memengaruhi stabilitas suplai steam, kontinuitas operasi, risiko keselamatan, dan keandalan kilang. Beberapa strategi penanganan telah tersedia, namun masing-masing memiliki trade-off dari sisi keandalan, keselamatan, implementasi, fleksibilitas operasi, biaya, dan risiko. Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi empat alternatif strategi berdasarkan lima kriteria utama: Operational Reliability, Safety, Operational Flexibility, Ease of Implementation, serta Cost and Risk Implications. Penilaian diperoleh dari stakeholder internal yang mewakili fungsi Engineering, Operation, Maintenance, dan Management, kemudian diolah melalui pairwise comparison, uji konsistensi, agregasi penilaian, dan perhitungan prioritas global. Hasil group AHP menunjukkan bahwa Safety dan Operational Reliability menjadi kriteria paling dominan, dengan kontribusi gabungan sekitar 68,9% dari total bobot. Comprehensive Physical Intervention muncul sebagai strategi yang paling diprioritaskan, diikuti oleh Partial Repair Strategy, Enhanced Monitoring and Decision Support, dan Operational Control and Discipline Strategy. Analisis sensitivitas terhadap perubahan bobot Safety sebesar ±10% menunjukkan ranking tetap stabil dalam skenario pengujian tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa AHP dapat menjadi kerangka pengambilan keputusan yang terstruktur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung pemilihan strategi peningkatan keandalan peralatan kritikal.

2026
👤 Penulis: Arya Bayu Wibisono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keputusan Strategis

PERANCANGAN KENDALI INVERTER FREKUENSI TINGGI BERBASIS PENGUNCI FASA ORDE DUA TERGENERALISASI UNTUK APLIKASI SISTEM TRANSFER DAYA NIRKABEL

Ketergantungan sistem pengisian daya kendaraan listrik konvensional terhadap koneksi fisik menimbulkan permasalahan keandalan dan kenyamanan, khususnya pada kondisi parkir yang tidak seragam di lingkungan nyata. Penelitian ini merancang sistem pengisian daya nirkabel kendaraan listrik berbasis teknologi Wireless Power Transfer (WPT) kelas WPT 3 sesuai standar SAE J2954, dengan kapasitas daya baterai pada mobil Hyundai Ioniq 5 AWD pada frekuensi operasi 85 kHz. Untuk mengatasi tantangan pelacakan fasa pada frekuensi tinggi yang rentan terhadap gangguan harmonisa switching, algoritma Second-Order Generalized Integrator Phase-Locked Loop (SOGI-PLL) diimplementasikan sebagai inti sistem kendali inverter full-bridge. SOGI-PLL dikonfigurasi dalam dua subsistem independen untuk memproses tegangan inverter dan arus koil primer secara terpisah, menghasilkan sinyal ortogonal yang akurat dengan waktu konvergensi sekitar 30 ms. Keluaran SOGI-PLL selanjutnya diproses oleh kontroler arus DQ synchronous dengan referensi arus sumbu-d sebesar 80 A dan referensi arus sumbu-q bernilai 0 A guna mengunci kondisi Zero Phase Angle dan memastikan operasi pada faktor daya unity. Hasil simulasi menggunakan MATLAB Simulink menunjukkan bahwa sistem berhasil menyalurkan daya pengisian konstan sebesar 12,3 kW pada kondisi operasi nominal dengan efisiensi rata-rata 77,83%. Pengujian dinamis membuktikan sistem mampu pulih dari gangguan perubahan beban mendadak dalam waktu 0,1 hingga 0,15 detik, yang mengkonfirmasi ketangguhan skema kendali yang dirancang dalam merespons kondisi operasi yang berubah-ubah.

2026
👤 Penulis: Moses Yohanes Darryl Hutapea
🏷️ Kontrol Inverter 🏷️ Teknologi Wireless Power Transfer (Wpt) 🏷️ Hidrologi Elektrik

ANALISIS PENGARUH POSISI MASUKAN UDARA DAN KECEPATAN UDARA MASUK TERHADAP KINERJA PENDINGINAN UDARA PAKSA PADA MODUL BATERAI SEL SILINDER 18650 MENGGUNAKAN DINAMIKA FLUIDA KOMPUTASIONAL

Modul baterai berbasis sel silinder 18650 pada perangkat penyimpanan energi portabel memerlukan pengelolaan temperatur karena panas selama pengosongan muatan dapat meningkatkan temperatur sel dan menimbulkan ketidakseragaman temperatur antarsel. Respons termal modul tidak hanya dipengaruhi oleh arus pengosongan, tetapi juga oleh karakteristik resistansi internal tiap sel, posisi sel, jalur perpindahan panas, dan pola aliran udara di dalam casing. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh posisi dan kecepatan udara masuk terhadap kinerja pendinginan udara paksa pada modul baterai sel silinder 18650 menggunakan pendekatan dinamika fluida komputasional. Penelitian diawali dengan karakterisasi dan validasi model termal sel tunggal menggunakan sel Li-ion LG HG2 18650. Resistansi seri ekuivalen setiap sel diperoleh dari pulse discharge test dan direpresentasikan sebagai fungsi state of charge. Sumber kalor dihitung berdasarkan rugi irreversible berbasis resistansi internal pada arus pengosongan 3 A. Model termal sel tunggal divalidasi terhadap data eksperimen pengosongan muatan arus konstan 3 A pada tujuh sel. Hasil validasi menunjukkan nilai RRMSE (%) sebesar 0,68–3,00%, sehingga seluruh hasil validasi memenuhi kriteria galat kurang dari 5%. Model yang telah divalidasi kemudian digunakan sebagai dasar simulasi modul. Simulasi modul dilakukan pada susunan 21 sel dengan konfigurasi 7 × 3, holder PLA, dan domain udara internal. Simulasi pertama dilakukan tanpa pendinginan udara paksa sebagai kondisi baseline. Simulasi berikutnya dilakukan dengan satu masukan udara dan satu keluaran udara berdiameter 28 mm. Posisi masukan udara divariasikan pada 19,5 mm, 33,5 mm, dan 47,5 mm dari dasar domain udara, sedangkan kecepatan udara masuk divariasikan sebesar 0,6 m/s, 0,8 m/s, dan 1,0 m/s. Parameter evaluasi utama meliputi temperatur maksimum modul, selisih temperatur antarsel, energi termal kumulatif yang dibawa udara, dan penurunan tekanan hasil simulasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa modul tanpa pendinginan udara paksa menghasilkan temperatur maksimum 45,43 °C dan selisih temperatur antarsel 0,96 °C. Setelah pendinginan udara paksa diterapkan, temperatur maksimum akhir turun menjadi 33,83–36,85 °C. Peningkatan kecepatan udara dari 0,6 m/s menjadi 1,0 m/s menurunkan temperatur maksimum sebesar 2,94–2,97 °C, sedangkan perubahan posisi masukan udara pada kecepatan yang sama menghasilkan perubahan temperatur maksimum kurang dari 0,1 °C. Namun, selisih temperatur antarsel pada konfigurasi pendinginan udara paksa meningkat menjadi 6,31–8,42 °C, yang menunjukkan bahwa pendinginan antarsel belum merata. Peningkatan kecepatan udara juga meningkatkan energi termal yang dibawa udara dari sekitar 7,6 kJ menjadi sekitar 9,25 kJ, disertai peningkatan penurunan tekanan dari sekitar 13 Pa menjadi sekitar 29 Pa. Berdasarkan evaluasi temperatur maksimum, selisih temperatur antarsel, energi termal udara, dan penurunan tekanan, konfigurasi masukan udara 33,5 mm dengan kecepatan 1,0 m/s dipilih sebagai konfigurasi paling sesuai. Konfigurasi ini menghasilkan temperatur maksimum 33,85 °C, selisih temperatur antarsel 6,31 °C, energi termal kumulatif 9251,29 J, dan penurunan tekanan 28,82 Pa. Hasil penelitian ini memberikan dasar perancangan awal pendinginan udara paksa pada modul baterai silinder dengan menghubungkan respons termal sel, kemampuan udara membawa energi termal, dan kesesuaian hambatan aliran terhadap karakteristik kipas.

2026
👤 Penulis: Muhammad Farhan Rasyidnianto
🏷️ Kinetika Sel Baterai 🏷️ Hidrologi Komputasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Energi Portabel

PENGEMBANGAN PLATFORM PERIZINAN BERBASIS MICROSERVICES DI JAWA BARAT

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengembangkan Jabar Electronic Information Assistance (JELITA) sebagai portal layanan perizinan terintegrasi. Awalnya JELITA dibangun secara monolitik sehingga sulit dikembangkan, terbatas dalam hal skalabilitas, dan belum sepenuhnya mendukung interoperabilitas antar layanan maupun integrasi dengan ekosistem SPBE dan OSS RBA. Penelitian ini berfokus pada pengembangan ulang JELITA dengan pendekatan arsitektur microservices menggunakan metodologi Services Computing Systems Engineering (SCSE) dari fase service requirement, modelling, hingga development. Tahapan tersebut mencakup pemetaan kebutuhan bisnis perizinan, dekomposisi proses menjadi kapabilitas dan layanan bisnis, pemodelan service interface dengan SoaML, sampai implementasi prototipe beberapa layanan inti (manajemen pengguna, pendaftaran, alur kerja, survei, dan arsip) dalam lingkungan Docker. Kualitas rancangan arsitektur dievaluasi menggunakan empat metrik layanan: coupling factor (CopF), cohesion factor (CohF), complexity factor (ComF), dan reusability factor (ResF). Hasil perhitungan menunjukkan CopF=0,00172; CohF=0,8460; ComF=0,00203; dan ResF=3,67. Nilai CopF yang mendekati 0 menunjukkan ketergantungan antarlayanan yang rendah (loose coupling), nilai ComF yang rendah mengindikasikan kompleksitas interaksi yang rendah, sedangkan ResF ? 1 menunjukkan potensi penggunaan ulang layanan yang tinggi. Untuk memasukkan bukti kuantitatif migrasi dari monolith ke microservices, dilakukan uji skalabilitas pada dua environment: (1) single-host untuk perbandingan langsung monolith vs microservices, dan (2) lingkungan terdistribusi dua VM menggunakan Lightweight Kubernetes (K3s) untuk memvalidasi perilaku sistem pada orkestrasi multi-node. Pada pengujian single-host digunakan tiga konfigurasi: monolith, microservices single-host, dan microservices scale-out (replikasi layanan + load balancing) dengan skenario baseline 35 VU dan stress 75 VU. Pada baseline (35 VU), microservices single-host meningkatkan throughput dari 20,03 ± 0,60 req/s (monolith) menjadi 27,58 ± 0,78 req/s, sekaligus menurunkan tail latency dari p95 1026,51 ± 116,05 ms menjadi 610,89 ± 92,30 ms (p99 dari 1258,88 ± 130,50 ms menjadi 837,55 ± 130,73 ms). Pada stress (75 VU), konfigurasi microservices scale-out menjadi yang paling stabil dengan throughput 52,60 ± 1,06 req/s dan p95 839,94 ± 70,76 ms (p99 1268,38 ± 167,55 ms), dibanding monolith throughput 36,08 ± 0,36 req/s dengan p95 1683,78 ± 63,35 ms (p99 2098,29 ± 76,59 ms); seluruh konfigurasi pada tabel komparasi ini menunjukkan error rate 0%. Pada validasi terdistribusi menggunakan K3s dua node (dua VM), pengujian baseline dan stress menunjukkan success rate masing-masing 99,49% dan 99,79% serta p95 waktu respons berada pada kisaran 98,12–99,93 ms. Selanjutnya, evaluasi interoperabilitas dilakukan melalui pengujian prototipe fungsional end-to-end. Seluruh alur utama diuji mulai dari proses masuk pengguna, pengajuan permohonan, pengisian Survei Kepuasan Masyarakat, hingga pengarsipan dengan konsistensi referensi data permohonan di seluruh basis data layanan. Hasil pengujian interoperabilitas menunjukkan contract/conformance 100% dan data exchange 98–100%, sementara verifikasi kesiapan SPBE menghasilkan skor 75,85% (44/58).

2026
👤 Penulis: Jonas Meylan Freddy Banurea
🏷️ Microservices 🏷️ Perizinan Elektronik 🏷️ Interoperabilitas Layanan

REVITALISASI FASILITAS DAN SISTEM BENTOR RODA TIGA SEBAGAI TRANSPORTASI WISATA KOTA DI JAKARTA PUSAT UNTUK TAHUN 2030

Penelitian ini membahas revitalisasi fasilitas dan sistem Bentor sebagai transportasi wisata kota di Jakarta Pusat untuk tahun 2030. Bentor, transportasi ikonik kota Jakarta yang mengaspal sejak 1971, tergeser drastis dan stagnasi akibat munculnya opsi moda yang lebih modern seperti ojol dan Transjakarta, penurunan armada tersisa kurang dari 3.000 unit di tahun 2025 dibanding puncaknya di 14.500. Meskipun upaya revitalisasi seperti Grabajay (2019) dan Bajaj Wisata (2019) belum berkelanjutan, Bentor memiliki potensi sebagai moda transportasi khusus wisata kota berskala mikro di kawasan Jakarta Pusat yang sangat tinggi. Dengan pendekatan Human-Centered Design (HCD), penelitian ini menghasilkan konsep desain Low-Deck Open-Cabin berbasis kendaraan listrik dengan kapasitas 11 orang dengan sistem penggerak motor BLDC Rear-Wheel Drive 5 kW dan baterai LiFePO4 72V 80Ah, dan mengangkat identitas visual Urban, Heritage, dan Futuristic. Mempertahankan identitas ikonik Bentor sekaligus menghadirkan modernisasi menyeluruh pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan sistem layanan untuk wisata koridor mikro di Jakarta Pusat.

2026
👤 Penulis: Farros Fauzi Ananda
🏷️ Transportasi Wisata 🏷️ Revitalisasi Bentor 🏷️ Desain Kendaraan Listrik

SISTEM PEMANTAUAN KEBERHASILAN REKLAMASI AREA TAMBANG MENGGUNAKAN NDVI DAN NDDI

Akuntabilitas dalam reklamasi area tambang merupakan aspek penting dalam memastikan pemulihan fungsi lahan. Namun, beberapa praktik pemantauan yang saat ini mengandalkan survei berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sering kali menghadapi keterbatasan operasional dan skalabilitas yang terbatas, sehingga diperlukan pendekatan alternatif. Penelitian ini mengkaji potensi citra satelit Sentinel-2 yang beresolusi menengah sebagai alternatif untuk memantau reklamasi pada area pertambangan batubara di Kalimantan Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun memiliki resolusi spasial yang lebih kasar, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Sentinel-2 memperlihatkan kesesuaian yang kuat dengan NDVI beresolusi tinggi yang dihasilkan dari UAV, dengan koefisien determinasi (R²) sekitar 0,915 dan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar ±0,088. Temuan ini mengindikasikan tingkat konsistensi yang tinggi dan deviasi yang rendah antara kedua sumber. Selanjutnya, analisis multitemporal dilakukan dengan mengintegrasikan NDVI dan Normalized Difference Drought Index (NDDI), di mana kinerja reklamasi dievaluasi berdasarkan ambang batas referensi yang diturunkan dari kondisi hutan alami di sekitarnya. Meskipun NDVI efektif dalam merepresentasikan tingkat kehijauan vegetasi, keterbatasannya dalam menggambarkan kondisi kelembapan diatasi melalui penggunaan NDDI, yang menyediakan informasi pelengkap terkait stres air pada vegetasi. Dengan demikian, integrasi kedua indeks tersebut memungkinkan evaluasi kemajuan reklamasi yang lebih komprehensif terhadap kondisi dasar ekologis (ecological baseline conditions). Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan berbasis satelit dapat menjadi alternatif yang praktis terhadap pendekatan berbasis UAV tanpa mengurangi tingkat akurasi. Selain itu, kerangka evaluasi yang merujuk pada kondisi hutan alami memberikan dasar penilaian yang lebih objektif dan terstandarisasi dalam mengevaluasi keberhasilan reklamasi antar lokasi maupun antar periode waktu. Di samping itu, integrasi analisis multitemporal NDVI dan NDDI memungkinkan dilakukannya penilaian berbasis trajektori, sehingga dapat memfasilitasi proyeksi mengenai kemungkinan tercapainya target reklamasi dalam kerangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi.

2026
👤 Penulis: Emanuel Defaro Putra Christy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MODEL DINAMIKA MUKA AIR TANAH BERBASIS DATA MINING UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN AIR TANAH DI PROVINSI JAWA BARAT (STUDI KASUS CEKUNGAN AIR TANAH BANDUNG-SOREANG)

Air tanah merupakan sumber daya vital yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan domestik dan industri. Pengelolaan air tanah di Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan kompleksnya kondisi hidrogeologi dan pemanfaatan yang cukup intensif oleh pengguna air tanah. Pemodelan konvensional berbasis fisik sulit menangkap dinamika air tanah akibat faktor eksternal seperti perubahan iklim dan aktivitas manusia secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan air tanah dengan menerapkan pendekatan data-driven melalui teknik data mining khususnya pada Cekungan Air Tanah (CAT) Bandung-Soreang. Data yang digunakan mencakup periode Januari 2022 hingga Desember 2025, terdiri atas data Muka Air Tanah (MAT), volume pengambilan air tanah, curah hujan, cuaca/meteorologi dan sungai/runoff. Metode yang digunakan meliputi featurebased clustering dengan Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) untuk mengelompokkan pola dinamika MAT dan Long Short-Term Memory (LSTM) untuk memprediksi dinamika MAT pada masing-masing cluster. Clustering menghasilkan enam cluster dengan karakteristik dinamika air tanah yang berbeda. Evaluasi model prediksi menunjukkan bahwa model LSTM berbasis cluster memiliki performa lebih baik dibandingkan model keseluruhan, ditunjukkan oleh nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang lebih kecil serta nilai Nash- Sutcliffe Efficiency Coefficient (NSE) dan Pearson Correlation Coefficient (PR) yang lebih besar. Rekomendasi tindak lanjut pada Cluster 1 diarahkan pada recovery air tanah dan pembatasan ketat, Cluster 2 pada pengendalian transisi, Cluster 3 pada pengelolaan banjir dan limpasan, Cluster 4 pada pencegahan penurunan MAT wilayah urban, Cluster 5 pada perlindungan daerah resapan dan Cluster 6 pada evaluasi efektivitas intervensi kebijakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data mining dapat digunakan sebagai instrumen pendukung keputusan untuk melengkapi pendekatan hidrogeologi konvensional oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

2026
👤 Penulis: Aziez Mubarak
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Air Tanah 🏷️ Analisis Data Minning

SISTEM PEMANTAUAN KEBERHASILAN REKLAMASI AREA TAMBANG MENGGUNAKAN NDVI DAN NDDI

Akuntabilitas dalam reklamasi area tambang merupakan aspek penting dalam memastikan pemulihan fungsi lahan. Namun, beberapa praktik pemantauan yang saat ini mengandalkan survei berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sering kali menghadapi keterbatasan operasional dan skalabilitas yang terbatas, sehingga diperlukan pendekatan alternatif. Penelitian ini mengkaji potensi citra satelit Sentinel-2 yang beresolusi menengah sebagai alternatif untuk memantau reklamasi pada area pertambangan batubara di Kalimantan Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun memiliki resolusi spasial yang lebih kasar, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Sentinel-2 memperlihatkan kesesuaian yang kuat dengan NDVI beresolusi tinggi yang dihasilkan dari UAV, dengan koefisien determinasi (R²) sekitar 0,915 dan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar ±0,088. Temuan ini mengindikasikan tingkat konsistensi yang tinggi dan deviasi yang rendah antara kedua sumber. Selanjutnya, analisis multitemporal dilakukan dengan mengintegrasikan NDVI dan Normalized Difference Drought Index (NDDI), di mana kinerja reklamasi dievaluasi berdasarkan ambang batas referensi yang diturunkan dari kondisi hutan alami di sekitarnya. Meskipun NDVI efektif dalam merepresentasikan tingkat kehijauan vegetasi, keterbatasannya dalam menggambarkan kondisi kelembapan diatasi melalui penggunaan NDDI, yang menyediakan informasi pelengkap terkait stres air pada vegetasi. Dengan demikian, integrasi kedua indeks tersebut memungkinkan evaluasi kemajuan reklamasi yang lebih komprehensif terhadap kondisi dasar ekologis (ecological baseline conditions). Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan berbasis satelit dapat menjadi alternatif yang praktis terhadap pendekatan berbasis UAV tanpa mengurangi tingkat akurasi. Selain itu, kerangka evaluasi yang merujuk pada kondisi hutan alami memberikan dasar penilaian yang lebih objektif dan terstandarisasi dalam mengevaluasi keberhasilan reklamasi antar lokasi maupun antar periode waktu. Di samping itu, integrasi analisis multitemporal NDVI dan NDDI memungkinkan dilakukannya penilaian berbasis trajektori, sehingga dapat memfasilitasi proyeksi mengenai kemungkinan tercapainya target reklamasi dalam kerangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi.

2026
👤 Penulis: Juriah Sastra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA LABOR MARKET ANALYTICS BERBASIS LARGE LANGUAGE MODEL (LLM) UNTUK TRANSFORMASI TRAINING NEEDS ANALYSIS (STUDI KASUS: BALAI LATIHAN KERJA PROVINSI JAWA BARAT)

Akselerasi teknologi di era Industri 4.0 memicu kesenjangan kompetensi (skill mismatch) yang signifikan khususnya pada sektor industri manufaktur. Ditinjau dari perspektif Socio-Technical System, fenomena ini merupakan wujud asinkronisasi antara subsistem sosial dan subsistem teknis, di mana laju adaptasi kurikulum pendidikan atau pelatihan kerap tertinggal oleh pesatnya evolusi teknologi industri. Dampak dari ketidakselarasan struktural ini melandasi tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat, yang secara ironis justru didominasi oleh lulusan pendidikan vokasi (SMK) di tengah masifnya konsentrasi kawasan industri. Kondisi tersebut mengonfirmasi adanya ketidakefektifan pada program pendidikan atau pelatihan berjalan. Mengangkat Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Barat sebagai studi kasus, ketidakseimbangan ini berakar pada implementasi metode Training Needs Analysis (TNA) konvensional yang kurang optimal karena keterbatasan ukuran sampel, inefisiensi waktu operasional, risiko bias informasi akibat responden non-teknis, serta tingginya beban anggaran dalam pelaksanaanya. Guna memutus siklus tersebut, penelitian ini mengembangkan kerangka kerja Labor Market Analytics otomatis berbasis data pipeline Large Language Model (LLM) untuk mentransformasi metodologi TNA menjadi sistem pengambilan keputusan yang objektif, efisien, dinamis, dan berbasis data. Metodologi penelitian ini mengoperasikan sebuah kerangka kerja analitik yang dirancang untuk memetakan kesenjangan kompetensi dua arah dan berskala besar dengan menyandingkan parameter kebutuhan (skill demand) dan pasokan (skill supply). Parameter demand diekstraksi melalui proses web scraping iklan lowongan kerja daring (JobStreet Indonesia) yang diintegrasikan dengan direktori Perusahaan Manufaktur Indonesia, menghasilkan 1.188 dataset terstruktur di bawah standardisasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Kategori C (Industri Pengolahan). Fokus analisis dibatasi pada profil pekerjaan operator dan teknisi di 6 sektor industri manufaktur yang menjadi prioritas. Parameter supply diekstraksi dari dokumen kurikulum pelatihan kejuruan manufaktur di BLK Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menawarkan tiga kebaruan untuk ii mengatasi keterbatasan literatur terdahulu yaitu analisis kesenjangan dua arah (supply vs demand), pemetaan kompetensi subsektor manufaktur terintegrasi KBLI, dan efisiensi komputasi lokal (on-premise). Berbasis pendekatan Unsupervised Semantic menggunakan Google Gemma-3-4b dan Sentence Transformer, kerangka kerja ini mengatasi kelemahan NLP tradisional (belum memahami makna kata secara semantik) sekaligus beroperasi sepenuhnya tanpa API berbayar, sehingga sangat adaptif diimplementasikan pada instansi publik Hasil pengujian menunjukkan pipeline analitik ini efektif dijalankan pada infrastruktur standar dengan performa di atas ambang batas kelayakan 80%, mencatatkan F1-Score ekstraksi demand 87,05%, supply 81,76%, akurasi normalisasi semantik 80,18%, serta F1-Score klasifikasi 92,8%. Kerangka kerja ini berhasil menjaring data dari 751 entitas perusahaan unik yang terklasifikasi sektoral nasional KBLI dan mengekstraksi 3.099 entitas kompetensi unik. Skill gap analysis mengindentifikasi 179 kesenjangan kompetensi unik, dimana kurikulum eksisting baru mengakomodasi 19,4% kebutuhan industri. Melalui Analisis Pareto, diisolasi 47 kompetensi utama (vital few) pada kategori hard skills yang didominasi kebutuhan operasional, troubleshooting, dan pemahaman sistem mutu. Pada kategori soft skills, teridentifikasi 14 atribut kesenjangan unik yang didominasi aspek teamwork dan adaptability. Sementara pada pilar software skills, ditemukan kesenjangan mutlak pada penguasaan perangkat lunak administrasi dasar (Microsoft Office) dan rekayasa manufaktur (CAD/CAM). Berdasarkan temuan ini, dirumuskan tiga pilar rekomendasi strategis yakni adopsi pipeline LLM lokal sebagai instrumen utama TNA berkala; intervensi kurikulum terstruktur mencakup modul troubleshooting praktikum, pembelajaran berbasis project (Project-Based Learning), integrasi literasi computer khususnya CAD/CAM; serta tata kelola aspek surplus skills menjadi regulasi SOP dan job sheet wajib bengkel pelatihan.

2026
👤 Penulis: Rubanto Sidi Hambaly
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

SISTEM PEMANTAUAN KEBERHASILAN REKLAMASI AREA TAMBANG MENGGUNAKAN NDVI DAN NDDI

Akuntabilitas dalam reklamasi area tambang merupakan aspek penting dalam memastikan pemulihan fungsi lahan. Namun, beberapa praktik pemantauan yang saat ini mengandalkan survei berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sering kali menghadapi keterbatasan operasional dan skalabilitas yang terbatas, sehingga diperlukan pendekatan alternatif. Penelitian ini mengkaji potensi citra satelit Sentinel-2 yang beresolusi menengah sebagai alternatif untuk memantau reklamasi pada area pertambangan batubara di Kalimantan Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun memiliki resolusi spasial yang lebih kasar, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Sentinel-2 memperlihatkan kesesuaian yang kuat dengan NDVI beresolusi tinggi yang dihasilkan dari UAV, dengan koefisien determinasi (R²) sekitar 0,915 dan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar ±0,088. Temuan ini mengindikasikan tingkat konsistensi yang tinggi dan deviasi yang rendah antara kedua sumber. Selanjutnya, analisis multitemporal dilakukan dengan mengintegrasikan NDVI dan Normalized Difference Drought Index (NDDI), di mana kinerja reklamasi dievaluasi berdasarkan ambang batas referensi yang diturunkan dari kondisi hutan alami di sekitarnya. Meskipun NDVI efektif dalam merepresentasikan tingkat kehijauan vegetasi, keterbatasannya dalam menggambarkan kondisi kelembapan diatasi melalui penggunaan NDDI, yang menyediakan informasi pelengkap terkait stres air pada vegetasi. Dengan demikian, integrasi kedua indeks tersebut memungkinkan evaluasi kemajuan reklamasi yang lebih komprehensif terhadap kondisi dasar ekologis (ecological baseline conditions). Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan berbasis satelit dapat menjadi alternatif yang praktis terhadap pendekatan berbasis UAV tanpa mengurangi tingkat akurasi. Selain itu, kerangka evaluasi yang merujuk pada kondisi hutan alami memberikan dasar penilaian yang lebih objektif dan terstandarisasi dalam mengevaluasi keberhasilan reklamasi antar lokasi maupun antar periode waktu. Di samping itu, integrasi analisis multitemporal NDVI dan NDDI memungkinkan dilakukannya penilaian berbasis trajektori, sehingga dapat memfasilitasi proyeksi mengenai kemungkinan tercapainya target reklamasi dalam kerangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Kahlil Gibran
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SISTEM PEMANTAUAN KEBERHASILAN REKLAMASI AREA TAMBANG MENGGUNAKAN NDVI DAN NDDI

Akuntabilitas dalam reklamasi area tambang merupakan aspek penting dalam memastikan pemulihan fungsi lahan. Namun, beberapa praktik pemantauan yang saat ini mengandalkan survei berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sering kali menghadapi keterbatasan operasional dan skalabilitas yang terbatas, sehingga diperlukan pendekatan alternatif. Penelitian ini mengkaji potensi citra satelit Sentinel-2 yang beresolusi menengah sebagai alternatif untuk memantau reklamasi pada area pertambangan batubara di Kalimantan Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun memiliki resolusi spasial yang lebih kasar, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Sentinel-2 memperlihatkan kesesuaian yang kuat dengan NDVI beresolusi tinggi yang dihasilkan dari UAV, dengan koefisien determinasi (R²) sekitar 0,915 dan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar ±0,088. Temuan ini mengindikasikan tingkat konsistensi yang tinggi dan deviasi yang rendah antara kedua sumber. Selanjutnya, analisis multitemporal dilakukan dengan mengintegrasikan NDVI dan Normalized Difference Drought Index (NDDI), di mana kinerja reklamasi dievaluasi berdasarkan ambang batas referensi yang diturunkan dari kondisi hutan alami di sekitarnya. Meskipun NDVI efektif dalam merepresentasikan tingkat kehijauan vegetasi, keterbatasannya dalam menggambarkan kondisi kelembapan diatasi melalui penggunaan NDDI, yang menyediakan informasi pelengkap terkait stres air pada vegetasi. Dengan demikian, integrasi kedua indeks tersebut memungkinkan evaluasi kemajuan reklamasi yang lebih komprehensif terhadap kondisi dasar ekologis (ecological baseline conditions). Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan berbasis satelit dapat menjadi alternatif yang praktis terhadap pendekatan berbasis UAV tanpa mengurangi tingkat akurasi. Selain itu, kerangka evaluasi yang merujuk pada kondisi hutan alami memberikan dasar penilaian yang lebih objektif dan terstandarisasi dalam mengevaluasi keberhasilan reklamasi antar lokasi maupun antar periode waktu. Di samping itu, integrasi analisis multitemporal NDVI dan NDDI memungkinkan dilakukannya penilaian berbasis trajektori, sehingga dapat memfasilitasi proyeksi mengenai kemungkinan tercapainya target reklamasi dalam kerangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi.

2026
👤 Penulis: Nur Fazlie
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Multitemporal 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN SYMBIOTIC CULTURE OF BACTERIA AND YEAST TERHADAP KANDUNGAN DAN BIOAKTIVITAS KOMBUCHA BERBASIS CASCARA DARI KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.)

Cascara kopi arabika (Coffea arabica L.) merupakan produk samping industri pengolahan kopi yang memiliki potensi untuk divalorisasi menjadi minuman fungsional kombucha karena kandungannya yang kaya akan fitokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu fermentasi (0 hingga 6 hari) terhadap profil kimia, kandungan senyawa bioaktif, serta aktivitas biologis kombucha cascara arabika. Fermentasi dilakukan menggunakan kultur simbion bakteri dan khamir (SCOBY) pada suhu ruang (25°C). Analisis kinetika pertumbuhan SCOBY menunjukkan fase lag yang panjang (9,13 hari) diikuti oleh laju pertumbuhan spesifik ( ????) yang tinggi sebesar 4,05 g/L.hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap penurunan pH dari 4,35 menjadi 3,62 dan peningkatan total asam dari 6,24% menjadi 44,56%, yang didominasi oleh pembentukan asam volatil. Kandungan Total Flavonoid Content (TFC) mengalami peningkatan signifikan (p < 0,05) dengan puncak pada hari ke-5. Sebaliknya, parameter Total Phenolic Content (TPC), total asam askorbat, serta aktivitas antioksidan (metode uji 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl dan ferric reducing antioxidant power) menunjukkan profil yang stabil dan tidak berbeda signifikan selama fermentasi (p > 0,05), mengindikasikan adanya mekanisme kesetimbangan dinamis dan proteksi matriks cascara terhadap oksidasi. Aktivitas antiinflamasi juga menunjukkan stabilitas yang inheren. Sementara itu, aktivitas antibakteri menunjukkan pola selektif dan bergantung waktu, di mana penghambatan efektif baru terdeteksi pada hari ke-6 terhadap bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus dengan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) sebesar 250 ?L/mL, namun tidak efektif terhadap bakteri Gram-negatif Escherichia coli. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombucha cascara arabika memiliki potensi sebagai minuman fungsional dengan bioaktivitas yang konsisten pada fermentasi jangka pendek.

2026
👤 Penulis: Muhammad Luthfi Nabeel
🏷️ Kombucha 🏷️ Hidrologi 🏷️ Fermentasi Produk Sampingan
Halaman 95 dari 6754
💬