πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

SISTEM NAVIGASI SURVEI NIRAWAK BAWAH AIR UNTUK PEMETAAN PERAIRAN DANGKAL BERBASIS SLAM (SIMULTANEOUS LOCALIZATION AND MAPPING)

Survei bawah air pada perairan dangkal memerlukan sistem navigasi yang mampu menyediakan informasi posisi secara kontinu dan akurat. Sistem navigasi akustik konvensional seperti Long Baseline (LBL), Short Baseline (SBL), dan Ultra-Short Baseline (USBL) memiliki keterbatasan pada lingkungan perairan dangkal akibat kebutuhan infrastruktur tambahan dan biaya operasional yang tinggi. Sebagai alternatif, teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) memungkinkan estimasi posisi menggunakan integrasi sensor visual dan inersial. Capstone Design Project ini mendukung pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM melalui penyusunan Dokumen Prosedural Navigasi Survei Nirawak Bawah Air Berbasis SLAM dan Dokumen Teknis Laporan Pilot Project. Sistem dikembangkan menggunakan kamera monokular GoPro HERO10 Black dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang diintegrasikan dengan algoritma ORB-SLAM3 berbasis Visual-Inersial SLAM. Tahapan pekerjaan meliputi kalibrasi kamera, kalibrasi IMU, kalibrasi ekstrinsik kamera-IMU, akuisisi data, pemrosesan trajektori, transformasi koordinat, dan analisis hasil. Hasil proyek berupa dokumen prosedural dan teknis yang dapat digunakan sebagai acuan implementasi, evaluasi, dan pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM untuk pemetaan perairan dangkal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Dzaky Rakan Syach
🏷️ Hidrologi 🏷️ Simultaneous Localization And Mapping (Slam) 🏷️ Pemetaan Perairan

DESAIN LAYOUT BERDASARKAN PIANC DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PUTAR CRUISE TERMINAL PELABUHAN BENOA

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata kapal pesiar (cruise). Sebagai negara kepulauan dengan lokasi yang strategis, Indonesia dapat menjadi titik transit bagi kapal pesiar. Pelabuhan Benoa sebagai salah satu gerbang utama pariwisata internasional, memiliki pertumbuhan kunjungan kapal pesiar yang tinggi. Ukuran kapal pesiar yang dibangun semakin besar seiring meningkatnya pariwisata kapal pesiar. Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan kapal pesiar, dibutuhkan alur pelayaran dan kolam putar yang memadai. Agar dapat melayani seluruh kapal pesiar dengan baik di Pelabuhan Benoa, digunakan kapal pesiar terbesar saat ini sebagai acuan. Kapal Icon of the Seas memiliki draught sebesar 9.25 meter, breadth sebesar 48.467 meter, dan length over all sebesar 364.754 meter. Dari hasil perancangan berdasarkan PIANC, diperoleh desain layout untuk alur pelayaran dengan kedalaman 11.1 meter, lebar 175 meter, lebar tambahan pada tikungan 21 meter, diameter kolam putar 730 meter, dan kemiringan alur 10Β° dari garis horizontal. Volume pekerjaan pengerukan di Cruise Terminal Pelabuhan Benoa adalah sebesar 4,082,376 m3. Pekerjaan dilakukan menggunakan bantuan 3 unit kapal backhoe dredger dan 3 unit kapal trailing suction hopper dredger (TSHD) dengan durasi total kerja selama 347 hari. Estimasi biaya pekerjaan adalah sebesar Rp 843,404,279,549.99 setara dengan Rp 206,596.42/m3.

2026
πŸ‘€ Penulis: Eduardo Sebastian
🏷️ Desain Layout 🏷️ Pelayaran Kapal Pesiar 🏷️ Pelabuhan Benoa

SISTEM NAVIGASI SURVEI NIRAWAK BAWAH AIR UNTUK PEMETAAN PERAIRAN DANGKAL BERBASIS SLAM (SIMULTANEOUS LOCALIZATION AND MAPPING)

Survei bawah air pada perairan dangkal memerlukan sistem navigasi yang mampu menyediakan informasi posisi secara kontinu dan akurat. Sistem navigasi akustik konvensional seperti Long Baseline (LBL), Short Baseline (SBL), dan Ultra-Short Baseline (USBL) memiliki keterbatasan pada lingkungan perairan dangkal akibat kebutuhan infrastruktur tambahan dan biaya operasional yang tinggi. Sebagai alternatif, teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) memungkinkan estimasi posisi menggunakan integrasi sensor visual dan inersial. Capstone Design Project ini mendukung pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM melalui penyusunan Dokumen Prosedural Navigasi Survei Nirawak Bawah Air Berbasis SLAM dan Dokumen Teknis Laporan Pilot Project. Sistem dikembangkan menggunakan kamera monokular GoPro HERO10 Black dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang diintegrasikan dengan algoritma ORB-SLAM3 berbasis Visual-Inersial SLAM. Tahapan pekerjaan meliputi kalibrasi kamera, kalibrasi IMU, kalibrasi ekstrinsik kamera-IMU, akuisisi data, pemrosesan trajektori, transformasi koordinat, dan analisis hasil. Hasil proyek berupa dokumen prosedural dan teknis yang dapat digunakan sebagai acuan implementasi, evaluasi, dan pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM untuk pemetaan perairan dangkal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Maulana Ilham Firdaus
🏷️ Hidrologi 🏷️ Simultaneous Localization And Mapping (Slam) 🏷️ Pemetaan Perairan

SISTEM NAVIGASI SURVEI NIRAWAK BAWAH AIR UNTUK PEMETAAN PERAIRAN DANGKAL BERBASIS SLAM (SIMULTANEOUS LOCALIZATION AND MAPPING)

Survei bawah air pada perairan dangkal memerlukan sistem navigasi yang mampu menyediakan informasi posisi secara kontinu dan akurat. Sistem navigasi akustik konvensional seperti Long Baseline (LBL), Short Baseline (SBL), dan Ultra-Short Baseline (USBL) memiliki keterbatasan pada lingkungan perairan dangkal akibat kebutuhan infrastruktur tambahan dan biaya operasional yang tinggi. Sebagai alternatif, teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) memungkinkan estimasi posisi menggunakan integrasi sensor visual dan inersial. Capstone Design Project ini mendukung pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM melalui penyusunan Dokumen Prosedural Navigasi Survei Nirawak Bawah Air Berbasis SLAM dan Dokumen Teknis Laporan Pilot Project. Sistem dikembangkan menggunakan kamera monokular GoPro HERO10 Black dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang diintegrasikan dengan algoritma ORB-SLAM3 berbasis Visual-Inersial SLAM. Tahapan pekerjaan meliputi kalibrasi kamera, kalibrasi IMU, kalibrasi ekstrinsik kamera-IMU, akuisisi data, pemrosesan trajektori, transformasi koordinat, dan analisis hasil. Hasil proyek berupa dokumen prosedural dan teknis yang dapat digunakan sebagai acuan implementasi, evaluasi, dan pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM untuk pemetaan perairan dangkal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rafsan Abdillah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Simultaneous Localization And Mapping (Slam) 🏷️ Pemetaan Perairan

SISTEM NAVIGASI SURVEI NIRAWAK BAWAH AIR UNTUK PEMETAAN PERAIRAN DANGKAL BERBASIS SLAM (SIMULTANEOUS LOCALIZATION AND MAPPING)

Survei bawah air pada perairan dangkal memerlukan sistem navigasi yang mampu menyediakan informasi posisi secara kontinu dan akurat. Sistem navigasi akustik konvensional seperti Long Baseline (LBL), Short Baseline (SBL), dan Ultra-Short Baseline (USBL) memiliki keterbatasan pada lingkungan perairan dangkal akibat kebutuhan infrastruktur tambahan dan biaya operasional yang tinggi. Sebagai alternatif, teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) memungkinkan estimasi posisi menggunakan integrasi sensor visual dan inersial. Capstone Design Project ini mendukung pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM melalui penyusunan Dokumen Prosedural Navigasi Survei Nirawak Bawah Air Berbasis SLAM dan Dokumen Teknis Laporan Pilot Project. Sistem dikembangkan menggunakan kamera monokular GoPro HERO10 Black dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang diintegrasikan dengan algoritma ORB-SLAM3 berbasis Visual-Inersial SLAM. Tahapan pekerjaan meliputi kalibrasi kamera, kalibrasi IMU, kalibrasi ekstrinsik kamera-IMU, akuisisi data, pemrosesan trajektori, transformasi koordinat, dan analisis hasil. Hasil proyek berupa dokumen prosedural dan teknis yang dapat digunakan sebagai acuan implementasi, evaluasi, dan pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM untuk pemetaan perairan dangkal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Zacki Farhanz
🏷️ Navigasi Bawah Air 🏷️ Pemetaan Perairan Dangkali

SURVEI NIRAWAK BAWAH AIR : PERANCANGAN PROSEDUR PENJAGAAN JALUR SECARA AUTONOM DAN TERKENDALI DALAM PROSES AKUSISI DATA SPASIAL DENGAN TEKNOLOGI ROBOT BAWAH AIR DI LINGKUNGAN PERAIRAN DANGKAL

Survei bawah air pada perairan dangkal memerlukan sistem navigasi yang mampu menyediakan informasi posisi secara kontinu dan akurat. Sistem navigasi akustik konvensional seperti Long Baseline (LBL), Short Baseline (SBL), dan Ultra-Short Baseline (USBL) memiliki keterbatasan pada lingkungan perairan dangkal akibat kebutuhan infrastruktur tambahan dan biaya operasional yang tinggi. Sebagai alternatif, teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) memungkinkan estimasi posisi menggunakan integrasi sensor visual dan inersial. Capstone Design Project ini mendukung pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM melalui penyusunan Dokumen Prosedural Navigasi Survei Nirawak Bawah Air Berbasis SLAM dan Dokumen Teknis Laporan Pilot Project. Sistem dikembangkan menggunakan kamera monokular GoPro HERO10 Black dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang diintegrasikan dengan algoritma ORB-SLAM3 berbasis Visual-Inersial SLAM. Tahapan pekerjaan meliputi kalibrasi kamera, kalibrasi IMU, kalibrasi ekstrinsik kamera-IMU, akuisisi data, pemrosesan trajektori, transformasi koordinat, dan analisis hasil. Hasil proyek berupa dokumen prosedural dan teknis yang dapat digunakan sebagai acuan implementasi, evaluasi, dan pengembangan sistem navigasi survei nirawak bawah air berbasis SLAM untuk pemetaan perairan dangkal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Anggi Dewan Tara
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN ULANG PROGRAM LOYALITAS HANDAI COFFEE

Industri kopi grab-and-go di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya konsumsi kopi dan menjamurnya kedai kopi lokal. Di tengah pertumbuhan tersebut, Handai Coffee meluncurkan program Handai Loyalty Card berbasis kartu stamp fisik untuk mendorong pembelian berulang, namun program ini belum berjalan optimal, ditunjukkan oleh redemption rate yang hanya mencapai 13% (25 dari 190 kartu yang dibagikan). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program loyalitas eksisting, merancang program loyalitas yang lebih sesuai preferensi pelanggan, serta menguji efektivitas rancangan yang diusulkan. Akar permasalahan diidentifikasi menggunakan metode 5 Whys, sedangkan perancangan program dilakukan melalui pendekatan Choice-Based Conjoint (CBC) untuk mengidentifikasi kombinasi atribut program loyalitas yang paling disukai pelanggan, dengan lima atribut dan tiga level pada masing-masing atribut. Model CBC divalidasi menggunakan root likelihood (RLH) dan holdout set. Rancangan yang dihasilkan kemudian dievaluasi melalui validasi kepada 15 pelanggan aktual dan A/B Testing within-subject terhadap 151 calon pelanggan, dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dan Binomial Test. Hasil penelitian menunjukkan akar permasalahan terletak pada desain program loyalitas yang belum mampu mendorong pelanggan menyelesaikan siklus pembelian dan menukarkan reward. Kombinasi atribut terbaik terdiri atas partisipasi melalui kode QR, frekuensi pembelian sepuluh kali, diskon 20%, hadiah produk 250 ml, dan voucher belanja Rp5.000, dengan atribut reward sebagai faktor paling diprioritaskan pelanggan. Model CBC menunjukkan performa prediktif baik (RLH = 0,537) dengan validasi holdout yang kuat. Hasil A/B Testing membuktikan program usulan meningkatkan minat beli secara signifikan, dengan Program B dipilih oleh 68% responden sebagai alternatif yang paling disukai. Estimasi probabilitas pembelian mengindikasikan potensi peningkatan jumlah pelanggan yang menyelesaikan siklus pembelian dari 25 menjadi sekitar 77 pelanggan, melampaui target redemption rate 10–15% yang ditetapkan manajemen. Dari sisi finansial, program usulan meningkatkan profit menjadi Rp71.000 per kartu dan menghasilkan expected profit Rp30.860–Rp33.090 per kartu, atau naik 11,0%–19,0% dibandingkan program eksisting. Dengan demikian, program loyalitas yang diusulkan terbukti valid secara metodologis, efektif dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, serta layak diterapkan pada Handai Coffee.

2026
πŸ‘€ Penulis: Patrick Daniel R. Tambunan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

ANALISIS DAYA DUKUNG ENDAPAN ALUVIAL KUARTER UNTUK MENUNJANG RENCANA PEMBANGUNAN DERMAGA GOSPIER DI SURABAYA, JAWA TIMUR

Dermaga Gospier Surabaya mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah sehingga perlu direvitalisasi untuk mendukung distribusi energi di Jawa Timur. Dermaga ini berdiri di atas Endapan Aluvial Kuarter yang belum terlitifikasi sehingga masih dalam proses konsolidasi dan kompaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan mekanik endapan tersebut serta daya dukung fondasi berdasarkan data pengeboran BH-01, BH-02, dan BH-03. Penelitian ini menggunakan Uji Penetrasi Standar (SPT) dan hasil uji mekanika tanah di laboratorium. SPT digunakan untuk menentukan jenis tanahβ€”metode Meyerhof, Reese dan Wright, dan Decourt untuk menghitung daya dukung. Hasil penelitian menunjukkan indeks plastisitas tanah berada pada kisaran 60–90% yang menunjukkan potensi pengembangan tinggi. Aktivitas tanah di BH-01 >1,25 sehingga tergolong lempung aktif, sedangkan BH-02 dan BH-03 berada pada rentang 0,75–1,25 sehingga termasuk lempung normal. Kapasitas daya dukung izin untuk tiang pancang berdiameter 0,7 m pada kedalaman 45 m pada titik bor BH-01, BH-02, dan BH-3 secara berturut-turut adalah 23,84 ton, 43,69 ton, dan 38,17 ton (Meyerhof); 18,68 ton, 37,64 ton, dan 34,63 ton (Reese dan Wright); serta 37,82 ton, 66,32 ton, dan 62,38 ton (Decourt). Kapasitas daya dukung izin untuk tiang pancang berdiameter 0,8 m pada kedalaman 45 m pada titik bor BH-01, BH-02, dan BH-3 secara berturut-turut adalah 28,36 ton, 52,85 ton, dan 45,63 ton (Meyerhof); 21,96 ton, 44,26 ton, dan 40,55 ton (Reese dan Wright); serta 46,01 ton, 79,63 ton, dan 75,28 ton (Decourt). Kapasitas daya dukung izin untuk tiang pancang berdiameter 0,9 m pada kedalaman 45 m pada titik bor BH-01, BH-02, dan BH-3 secara berturut-turut adalah 36,19 ton, 68,87 ton, dan 58,60 ton (Meyerhof); 27,58 ton, 55,63 ton, dan 50,66 ton (Reese dan Wright); serta 60,01 ton, 102,44 ton, dan 96,55 ton (Decourt). Kapasitas daya dukung izin untuk tiang pancang berdiameter 1,0 m pada kedalaman 45 m pada titik bor BH-01, BH-02, dan BH-3 secara berturut-turut adalah 38,41 ton, 73,73 ton, dan 62,36 ton (Meyerhof); 29,08 ton, 58,67 ton, dan 53,30 ton (Reese dan Wright); serta 63,65 ton, 108,48 ton, dan 102,08 ton (Decourt). Pada kedalaman 65 m, terjadi peningkatan nilai daya dukung izin sebesar 160-–180% dibandingkan nilai daya dukung izin pada kedalaman 45 m. Potensi penurunan pada BH-01, adalah sebesar 21,03 cm, sementara BH-02 dan BH-03 lebih kecil dengan total masing-masing 12,63 cm dan 13,11 cm.

2026
πŸ‘€ Penulis: Kaffa Amaravati
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Daya Dukung Endapan Aluvial Kuarter 🏷️ Revisi Rencana Pembangunan Dermaga

OPTIMASI PROSES DELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG SAWIT MENGGUNAKAN DEEP EUTECTIC SOLVENT

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu biomassa lignoselulosa yang melimpah dengan potensi sebagai sumber selulosa untuk berbagai aplikasi bernilai tinggi. Namun, pemanfaatannya terhambat oleh keberadaan lignin yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses delignifikasi TKKS menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES) berbasis kolin klorida (ChCl) dan monoetanolamin (MEA) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Variabel proses yang dioptimalkan meliputi rasio molar HBA:HBD (1:4, 1:6, dan 1:8), waktu delignifikasi (120, 240, dan 360 menit), serta rasio Liquor/Biomassa (4/1, 6/1, dan 8/1). Optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD) yang terdiri dari 20 kali percobaan. Efektivitas delignifikasi dievaluasi melalui derajat delignifikasi serta kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin residual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemasakan merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh rasio L/B dan rasio DES, dengan interaksi DES terhadap waktu sebagai interaksi terkuat. Model polinomial orde dua yang dihasilkan mampu memprediksi derajat delignifikasi dengan baik (RΒ² = 88,12%). Kondisi optimum dicapai pada waktu 360–426 menit, rasio DES 1:7–1:8, dan rasio L/B 3,5:1–4:1, yang menghasilkan derajat delignifikasi 89–94%, kadar selulosa 61–68%, lignin residual 8–10%, dan hemiselulosa 29–34%. Eksperimen validasi pada kondisi prediksi Response Optimizer (426 menit; DES 1:7; L/B 3,5:1) menghasilkan deviasi hanya 0,20% untuk derajat delignifikasi dan 0,89% untuk kadar selulosa terhadap nilai prediksi model. DES ChCl:MEA terbukti mampu memperkaya kadar selulosa dari 40% menjadi 60–68% sambil mempertahankan hemiselulosa tanpa degradasi karbohidrat yang berlebihan, sehingga mendukung pengembangan teknologi biorefinery yang berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Atika Khairunnisa
🏷️ Optimisasi Proses Delignifikasi 🏷️ Deep Eutectic Solvent (Des) 🏷️ Biorefinery

OPTIMASI PROSES DELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG SAWIT MENGGUNAKAN DEEP EUTECTIC SOLVENT

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu biomassa lignoselulosa yang melimpah dengan potensi sebagai sumber selulosa untuk berbagai aplikasi bernilai tinggi. Namun, pemanfaatannya terhambat oleh keberadaan lignin yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses delignifikasi TKKS menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES) berbasis kolin klorida (ChCl) dan monoetanolamin (MEA) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Variabel proses yang dioptimalkan meliputi rasio molar HBA:HBD (1:4, 1:6, dan 1:8), waktu delignifikasi (120, 240, dan 360 menit), serta rasio Liquor/Biomassa (4/1, 6/1, dan 8/1). Optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD) yang terdiri dari 20 kali percobaan. Efektivitas delignifikasi dievaluasi melalui derajat delignifikasi serta kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin residual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemasakan merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh rasio L/B dan rasio DES, dengan interaksi DES terhadap waktu sebagai interaksi terkuat. Model polinomial orde dua yang dihasilkan mampu memprediksi derajat delignifikasi dengan baik (RΒ² = 88,12%). Kondisi optimum dicapai pada waktu 360–426 menit, rasio DES 1:7–1:8, dan rasio L/B 3,5:1–4:1, yang menghasilkan derajat delignifikasi 89–94%, kadar selulosa 61–68%, lignin residual 8–10%, dan hemiselulosa 29–34%. Eksperimen validasi pada kondisi prediksi Response Optimizer (426 menit; DES 1:7; L/B 3,5:1) menghasilkan deviasi hanya 0,20% untuk derajat delignifikasi dan 0,89% untuk kadar selulosa terhadap nilai prediksi model. DES ChCl:MEA terbukti mampu memperkaya kadar selulosa dari 40% menjadi 60–68% sambil mempertahankan hemiselulosa tanpa degradasi karbohidrat yang berlebihan, sehingga mendukung pengembangan teknologi biorefinery yang berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Atika Khairunnisa
🏷️ Optimisasi Proses Delignifikasi 🏷️ Deep Eutectic Solvent (Des) 🏷️ Biorefinery

PENGEMBANGAN MODEL ALOKASI SUBSIDI TIPPING FEE UNTUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT (STUDI KASUS TEMPAT PENGOLAHAN DAN PEMROSESAN AKHIR SAMPAH REGIONAL LEGOK NANGKA)

Pengelolaan sampah regional memerlukan skema subsidi tipping fee yang adil, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam skema pengelolaan sampah regional, kewajiban pembayaran tipping fee dapat memengaruhi kemampuan kabupaten/kota untuk berpartisipasi secara berkelanjutan dalam layanan pengolahan dan pemrosesan akhir sampah regional. Perbedaan kemampuan fiskal, beban timbulan sampah, dan kesiapan daerah menyebabkan mekanisme subsidi perlu dirancang secara proporsional agar dukungan pembiayaan yang diberikan tidak bersifat seragam, tetapi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model alokasi subsidi tipping fee untuk kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dengan studi kasus Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka. Model disusun dalam kerangka pengambilan keputusan multi-stage terintegrasi berbasis Cut-Off Point (COP), Best-Worst Method (BWM), Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dan Linear Programming (LP). Kerangka ini diterapkan secara bertahap, di mana output dari satu metode menjadi input bagi metode berikutnya. COP digunakan untuk menyeleksi kriteria, BWM untuk menentukan bobot kriteria, TOPSIS untuk menentukan prioritas kabupaten/kota, dan LP untuk mengoptimalkan proporsi subsidi. Melalui pendekatan ini, proses pengambilan keputusan tidak berhenti pada seleksi kriteria, pembobotan, atau pemeringkatan alternatif, tetapi dapat diterjemahkan menjadi proporsi subsidi yang memenuhi batas anggaran dan kebijakan. Data yang digunakan terdiri atas data primer melalui focus group discussion (FGD), wawancara, dan kuesioner responden ahli, serta data sekunder dari dokumen resmi pemerintah, data kabupaten/kota, dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) TPPAS Regional Legok Nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 7 kriteria dan 11 subkriteria. Kriteria dengan bobot tertinggi adalah timbulan sebesar 0,316, diikuti ekonomi sebesar 0,169 dan regulasi/kebijakan sebesar 0,165. Hasil TOPSIS menunjukkan urutan prioritas subsidi, yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Hasil optimasi LP menghasilkan proporsi subsidi tipping fee yang berbeda antar daerah, yaitu berada pada rentang 30,00% sampai 55,57% dari tipping fee sebesar Rp386.000 per ton. Kota Bandung memperoleh proporsi subsidi tertinggi sebesar 55,57%, diikuti Kota Cimahi sebesar 52,49%, Kabupaten Bandung sebesar 45,10%, Kabupaten Garut sebesar 30,48%, Kabupaten Bandung Barat sebesar 30,00%, dan Kabupaten Sumedang sebesar 30,00%. Total alokasi subsidi harian yang dihasilkan tetap sesuai dengan pagu anggaran sebesar Rp403.057.340 per hari. Model ini menghasilkan alokasi subsidi yang terukur, proporsional, dan tetap memenuhi batas kebijakan serta anggaran.

2026
πŸ‘€ Penulis: Reza Septian Fajri
🏷️ Pengelolaan Sampah Regional 🏷️ Model Alokasi Subsidi Tipping Fee 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

SIMULASI PERTUMBUHAN AWAL DEPOSISI LAPISAN ATOM LOGAM MOLIBDENUM MENGGUNAKAN MOO2CL2 PADA PERMUKAAN MON DENGAN TEORI FUNGSIONAL KERAPATAN DAN MIKROKINETIKA

Perkembangan di bidang sirkuit terpadu telah memperkecil ukuran interkoneksi logam. Miniaturisasi meningkatkan resistivitas bahan sehingga memunculkan waktu tunda yang signifikan. Maka dari itu, bahan interkoneksi baru diajukan untuk mengurangi kenaikan resistivitas. Molibdenum (Mo) unggul karena nilai jarak rerata bebasnya yang lebih pendek dari Tembaga (Cu). Sifat ini membuat logam Mo tidak mengalami kenaikan resistivitas yang sebanding dengan Cu. Pengecilan ukuran interkoneksi juga menuntut penggunaan teknik penumbuhan material yang mutakhir. Deposisi lapisan atom (atomic layer deposition, ALD) dianggap sebagai metode yang dapat digunakan karena keunggulannya dalam kontrol pertumbuhan presisi serta kemampuan pelapisan konformal. Eksperimen penumbuhan lapisan tipis Mo menggunakan ALD telah dilakukan menggunakan prekursor MoO2Cl2. Prekursor ini berhasil mendeposisikan Mo murni, tetapi membutuhkan suhu yang tinggi. Pada penelitian ini, mekanisme reaksi deposisi dari prekursor MoO2Cl2 pada MoN diinvestigasi menggunakan teori fungsional kerapatan (density functional theory, DFT). Simulasi mengindikasikan adanya kemungkinan penyingkiran pengotor melalui mode disosiasi serta mode hidrogenasi prekursor secara langsung. Energetika reaksi menunjukkan bahwa hidrogenasi oksigen (O) ke H2O memiliki energi penghalang 0,75-2,31 eV, lebih besar dibanding klorin (Cl) ke HCl dengan rentang energi 0,75-1,99 eV. Perbedaan energetika membuat pengotor O lebih sulit dihilangkan. Pemodelan mikrokinetika juga dilaksanakan untuk menguak jaringan reaksi yang terlibat. Mikrokinetika menunjukkan bagaimana kedua mode yang ada dapat bekerjasama secara sinergis dalam menghilangkan pengotor. Pemodelan ini juga digunakan untuk menarik hubungan antara kandungan lapisan dengan parameter deposisi. Tekanan gas MoO2Cl2 yang berlaku sebagai koreaktan diidentifikasi sebagai salah satu parameter yang dapat dioptimasi untuk meningkatkan kualitas lapisan terdeposisi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ilham Abdulhakim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMBOBOTAN TINGKAT KEPENTINGAN BERBASIS AHP UNTUK PENENTUAN OBJEKTIF PRIORITAS PADA CUSTOMER SATISFACTION INDEX PERUSAHAAN KONSTRUKSI SWASTA INDONESIA

Suara pelanggan dikumpulkan melalui CSI (Indeks Kepuasan Pelanggan) oleh Departemen Customer Care. Saat ini, setiap pertanyaan diasumsikan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Mengingat pelanggan berulang merupakan pasar sasaran bagi sebuah perusahaan konstruksi swasta di Indonesia, CSI menjadi alat yang sangat menentukan. Hasil CSI digunakan sebagai dasar perencanaan korporat, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga penyusunan balanced scorecard. Studi Kasus Akhir ini menerapkan faktor bobot pada setiap obyek utama guna menyempurnakan CSI. Dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process, nilai strategis dan obyek dapat diurutkan berdasarkan prioritas. Hasil yang lebih akurat akan menjadi landasan yang lebih baik dalam mengarahkan jalur strategi korporat. Dengan memanfaatkan skor yang ada dari hasil CSI sebelumnya, dapat dilanjutkan dan dibentuk matriks Importance Performance Analysis. Matriks tersebut akan mengidentifikasi obyek strategis mana yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan, dan mana yang sudah tercapai atau bahkan melebihi ekspektasi.

2026
πŸ‘€ Penulis: William Suhardjo
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Prioritas Strategis

SIMULASI REAKSI HIDROGENASI ESTER LEMAK MENJADI FATTY ALKOHOL PADA REAKTOR HIDROGENASI BERBASIS KATALIS CUZN

Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia berpotensi sebagai negara industri penghasil olekimia-dasar terbesar. Salah satu jenis oleokimia-dasar yang banyak mendapatkan permintaan adalah alkohol lemak. Alkohol lemak (Fatty alcohol/FAOH) dapat diproduksi melalui hidrogenasi ester lemak (Fatty acid methyl ester/FAME) menggunakan katalis berbasis tembaga (Cu). Tembaga-krom (Cu-Cr) adalah katalis terbaik untuk proses yang diselenggarakan pada tekanan tinggi, yang mana Cu sebagai fasa aktif katalis dan Cr sebagai promotor. Karena Cr bersifat toksik, maka salah satu kandidat untuk pengganti adalah Zink (Zn). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan persamaan kinetika reaksi hidrogenasi FAME menjadi FAOH pada katalis komersial Cu-Zn menggunakan model hukum pangkat. Umpan berupa FAME dengan komponen utama campuran metil-laurat dan metil miristat. Produk utama adalah campuran lauril-alkohol dan miristil-alkohol. Reaksi diselenggarakan di dalam reaktor unggun tetap secara isotermal pada temperatur 200 – 260 oC, tekanan 40 bar, dan LHSV 5 – 12,5 per jam. Penelitian ini dilakukan pada perangkat lunak simulasi proses Aspen HYSYS untuk menganalisis dan memodelkan proses hidrogenasi FAME pada Reaktor Hidrogenasi. Kajian pada Reaktor difokuskan pada optimalisasi konversi FAME 24 dengan variabel percobaan : pengaruh temperatur, rasio molar Hidrogen, Laju alir massa FAME 24 dan pengaruh dimensi reaktor.

2026
πŸ‘€ Penulis: Randy Rahesa Vallepi
🏷️ Kinetika Reaksi 🏷️ Hidrologi Industri Minyak Sawit 🏷️ Katalisis Cu-Zn

RANCANG BANGUN ALAT PRAKTIKUM KINEMATIKA DENGAN ARDUINO DAN SENSOR ULTRASONIK HC-SR04

Praktikum fisika merupakan salah satu kegiatan penting dalam pembelajaran yang bertujuan membantu peserta didik memahami konsep melalui pengalaman langsung. Namun, keterbatasan alat praktikum serta penggunaan metode pengukuran secara manual sering menyebabkan rendahnya ketelitian hasil pengukuran dan kurang optimalnya pelaksanaan praktikum. Selain itu, sebagian besar alat praktikum yang tersedia umumnya hanya dirancang untuk satu jenis percobaan sehingga kurang fleksibel dalam mendukung berbagai materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kit praktikum mekanika berbasis Arduino Uno dan sensor ultrasonik HC-SR04 yang dapat digunakan pada praktikum gerak jatuh bebas, gerak pada bidang miring, dan gerak harmonik sederhana, serta menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai pendukung pembelajaran IPA SMP dan Fisika SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, dan evaluasi produk. Pengujian dilakukan pada praktikum gerak jatuh bebas dengan variasi lintasan 60 cm dan 100 cm, gerak benda pada bidang miring dengan variasi sudut 30Β°, 45Β°, dan 60Β°, serta gerak harmonik sederhana menggunakan sistem pegas. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan metode regresi linear dan regresi polinomial untuk menentukan nilai percepatan gravitasi dan koefisien gesek kinetik, sedangkan konstanta pegas ditentukan berdasarkan analisis gerak harmonik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kit praktikum yang dikembangkan mampu menghasilkan data yang konsisten dengan nilai koefisien determinasi (???? 2 ) mendekati 1 pada seluruh pengujian. Pada praktikum gerak jatuh bebas, analisis regresi linear menghasilkan nilai percepatan gravitasi rata-rata sebesar 7,85 m/sΒ² dengan galat 20,00% pada lintasan 100 cm dan 4,33 m/sΒ² dengan galat 55,90% pada lintasan 60 cm. Sementara itu, analisis regresi polinomial memberikan hasil yang lebih mendekati nilai teoritis, yaitu 8,21 m/sΒ² dengan galat 16,28% pada lintasan 100 cm dan 6,45 m/sΒ² dengan galat 34,27% pada lintasan 60 cm. Pada praktikum gerak benda pada bidang miring, analisis regresi linear menghasilkan nilai koefisien gesek kinetik rata-rata sebesar 0,306, 0,388, dan 0,717 pada sudut 30Β°, 45Β°, dan 60Β°, sedangkan regresi polinomial menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0,382, 0,457, dan 0,747 pada sudut yang sama. Pada praktikum gerak harmonik sederhana diperoleh nilai konstanta pegas rata-rata sebesar 7,13 N/m dengan persentase kesalahan 1,79% terhadap nilai teoritis. LKPD yang dikembangkan telah mengintegrasikan penggunaan kit praktikum ke dalam pembelajaran IPA SMP dan Fisika SMA sehingga mendukung pelaksanaan praktikum berbasis eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, kit praktikum berbasis Arduino Uno dan sensor ultrasonik HCSR04 layak digunakan sebagai media praktikum karena mampu menghasilkan pengukuran yang konsisten pada berbagai percobaan mekanika. Regresi polinomial direkomendasikan sebagai metode analisis utama karena menghasilkan nilai yang lebih mendekati teori, persentase galat yang lebih rendah, serta koefisien determinasi yang lebih tinggi dibandingkan regresi linear. Pengembangan satu kit yang dapat digunakan untuk tiga jenis praktikum memberikan alternatif media pembelajaran yang lebih efisien, fleksibel, dan ekonomis dibandingkan penggunaan alat praktikum konvensional, sedangkan LKPD yang disusun mendukung pelaksanaan praktikum secara sistematis untuk meningkatkan pemahaman konsep melalui kegiatan eksperimen.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ilma Aprianti Nur'hasanah
🏷️ Arduino Uno 🏷️ Sensor Ultrasonik Hc-Sr04 🏷️ Praktikum Mekanika
Halaman 98 dari 6754
πŸ’¬