πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS STRUKTUR VERTIKAL KLOROFIL-A DAN DEEP CHLOROPHYLL MAXIMUM DI SELATAN SELAT LOMBOK PADA BULAN MARET TAHUN 2021

Selat Lombok memiliki dinamika oseanografi yang kompleks, dengan pencampuran vertikal yang sangat intensif akibat interaksi antara Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), pasang surut, dan topografi selat. Penelitian ini mengkaji variasi struktur vertikal klorofil-a dan karakteristik Deep Chlorophyll Maximum (DCM) di perairan Selatan Selat Lombok menggunakan 94 profil CTD beresolusi temporal 3 jam yang direkam pada 13–25 Maret 2021. Identifikasi DCM dilakukan berdasarkan kriteria Baldry dkk. (2024) yang disesuaikan dengan status kesuburan perairan. Dari 94 profil CTD, sebanyak 73 profil (78%) berhasil mengidentifikasi DCM yang valid. DCM ditemukan secara konsisten pada rentang kedalaman 19 66 m (rata-rata 37,5 m) dengan konsentrasi puncak 0,506–1,013 mg/mΒ³. Analisis posisi vertikal DCM terhadap struktur kolom air menunjukkan distribusi vertikal yang sangat spesifik dan berhimpit: 10% profil berada di dalam Lapisan Pencampuran (Mixed Layer Depth/MLD), mayoritas sebesar 85% terperangkap di zona transisi (antara batas bawah MLD dan batas atas termoklin), dan 5% DCM berada di dalam lapisan termoklin. DCM selalu berada di atas pusat piknoklin dengan jarak rata-rata 62,0 m, dan korelasi Pearson antara keduanya sangat lemah (r = ?0,14). Hal ini menegaskan bahwa variabilitas vertikal DCM dominan diatur oleh kondisi fisis-optik: MLD bertindak sebagai penghalang pergerakan ke lapisan permukaan akibat turbulensi lapisan atas, sementara zona eufotik (1% PAR pada kedalaman 38–43 m) menjadi batas bawah pergerakan vertikal DCM. Analisis spektral Lomb-Scargle menunjukkan ketiadaan sinyal periodik yang signifikan pada deret waktu kedalaman DCM (daya puncak tertinggi 0,15, berada di bawah ambang batas signifikansi FAP 5% sebesar 0,24). Ketiadaan dominasi ini mengindikasikan bahwa pergerakan vertikal DCM tidak diatur oleh periodisitas pasang surut secara tunggal, melainkan akibat dari kompleksitas interaksi hidrodinamika lokal yang terus-menerus menekan batas ruang spasialnya. Perbandingan dengan data model CMEMS sepanjang tahun 2021 menghasilkan Z score sebesar 0,458, mengonfirmasi bahwa kondisi struktural DCM ini adalah representasi tipikal dari dinamika transisi monsun di perairan tersebut.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rafli Yudha Asdana
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN ALAT BANTU JALAN ANAK CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGIA GMFCS II USIA 6-12 TAHUN

Keterbatasan fungsi ekstremitas bawah pada anak dengan cerebral palsy tipe spastik diplegia merupakan tantangan rehabilitasi yang kompleks. Kondisi ini ditandai oleh kerusakan white matter periventricular yang menyebabkan spastisitas, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, dan pola berjalan yang tidak efisien pada kedua tungkai bawah. Di Indonesia, prevalensi cerebral palsy tercatat sekitar 9 per 1.000 anak usia 24-59 bulan, dengan tipe spastik diplegia sebagai subtipe yang paling sering ditemui. Anak dengan klasifikasi kemampuan motorik kasar GMFCS II memiliki potensi berjalan secara mandiri, namun menghadapi keterbatasan pada kondisi tertentu seperti berjalan jauh, menaiki tangga, atau bergerak di permukaan tidak rata. Upaya rehabilitasi di Indonesia masih terkendala oleh keterbatasan akses fasilitas, biaya terapi yang tinggi, cakupan jaminan kesehatan yang belum memadai, serta minimnya produk pendukung latihan yang ramah pengguna muda dan dapat digunakan secara mandiri di luar fasilitas formal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan fisik, psikologis, dan lingkungan yang dialami anak cerebral palsy tipe spastik diplegia GMFCS II usia 6-12 tahun dalam menjalani program rehabilitasi medik, mengkaji kesesuaian produk pendukung latihan berjalan yang tersedia dengan kebutuhan nyata pengguna, serta mengembangkan konsep alat bantu jalan yang adaptif, inklusif, dan kontekstual. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam multi-pihak, dan studi literatur. Pengumpulan data dilakukan di Yayasan Anak Bunda Istimewa (YABI) dengan melibatkan fisioterapis, dokter spesialis rehabilitasi medik, serta orang tua atau pendamping anak sebagai sumber informasi. Proses perancangan menggunakan metode desain yang berpusat pada pengguna (user-centered design), mencakup analisis kebutuhan pengguna, studi ergonomi dan biomekanik, pengembangan konsep, pembuatan studi model, hingga purwa rupa (prototipe) berbasis 3D printing. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesenjangan desain yang signifikan antara produk yang tersedia dengan kebutuhan nyata pengguna, khususnya dalam aspek keterjangkauan ekonomi, adaptabilitas terhadap lingkungan sehari-hari, dan daya tarik visual yang mendukung konsistensi latihan anak. Berbeda dari penelitian sejenis yang umumnya berfokus pada pengukuran efektivitas klinis intervensi, penelitian ini mengintegrasikan perspektif klinis, data lapangan multi sumber, dan pendekatan pengembangan produk dalam satu kerangka analisis yang komprehensif. Hasil penelitian ini berupa konsep alat bantu jalan ortosis pinggul-paha bilateral yang dirancang secara kustom sesuai antropometri pengguna. Produk terdiri dari rangka utama berbahan ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) yang dicetak menggunakan 3D printing, compliant mechanism berbahan TPU 90A yang menghubungkan komponen pinggul dan paha untuk mengakomodasi gerak fleksibel secara berjalan, serta pengikat yang bisa diatur berbahan kain nylon webbing dengan sistem velcro. Desain produk mengutamakan tiga aspek utama: adaptive dalam mengikuti gerak fisiologis pengguna, targeted support pada area gluteus medius, rectus femoris, dan hamstring, serta child-friendly melalui pendekatan visual yang lembut dan tidak mengesankan alat medis. Produk ini diharapkan dapat mendukung latihan berjalan secara mandiri di luar fasilitas formal, meningkatkan motivasi anak, serta berkontribusi pada pengembangan solusi rehabilitasi yang kontekstual terhadap kontribusi pengguna di Indonesia.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rahma Jehan Aleiva
🏷️ Kesehatan Mental Anak 🏷️ Rehabilitasi Medik 🏷️ Desain Produk Pendukung

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK PERHITUNGAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT PENURUNAN PRODUKTIVITASPADI AKIBAT BENCANA BANJIR DAN KEKERINGAN

Sektor pertanian padi di Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan kekeringan, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi yang signifikan. Pekerjaan ini bertujuan mengembangkan Paddy Disaster Information System (PADIS), sebuah platform Web-GIS untuk menghitung dan memvisualisasikan kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas padi secara spasial. Metodologi yang diterapkan mencakup analisis bahaya banjir dan kekeringan, estimasi kehilangan total produksi padi, perhitungan kerugian ekonomi langsung, serta Average Annual Loss (AAL) sebagai indikator risiko tahunan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa PADIS mampu menyajikan analisis risiko banjir, kekeringan, dan multi-hazard pada tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan skenario baseline dan projection serta periode ulang 25, 50, 100, dan 250 tahun. Sistem mampu menghitung kerugian langsung dan AAL secara otomatis serta menyajikannya melalui dashboard interaktif berbasis Web-GIS. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa perhitungan yang dihasilkan sistem konsisten dengan perhitungan manual dengan tingkat kesesuaian sebesar 100%. Selain itu, pengujian kegunaan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor 74,47, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat mendukung mitigasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data pada sektor pertanian, termasuk dalam mendukung program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

2026
πŸ‘€ Penulis: Andhika Prasetya Adi Nugroho
🏷️ Analisis Bahaya Banjir Dan Kekeringan 🏷️ Perhitungan Kerugian Ekonomi Padi 🏷️ Sistem Informasi Web-Gis

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK PERHITUNGAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT PENURUNAN PRODUKTIVITASPADI AKIBAT BENCANA BANJIR DAN KEKERINGAN

Sektor pertanian padi di Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan kekeringan, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi yang signifikan. Pekerjaan ini bertujuan mengembangkan Paddy Disaster Information System (PADIS), sebuah platform Web-GIS untuk menghitung dan memvisualisasikan kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas padi secara spasial. Metodologi yang diterapkan mencakup analisis bahaya banjir dan kekeringan, estimasi kehilangan total produksi padi, perhitungan kerugian ekonomi langsung, serta Average Annual Loss (AAL) sebagai indikator risiko tahunan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa PADIS mampu menyajikan analisis risiko banjir, kekeringan, dan multi-hazard pada tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan skenario baseline dan projection serta periode ulang 25, 50, 100, dan 250 tahun. Sistem mampu menghitung kerugian langsung dan AAL secara otomatis serta menyajikannya melalui dashboard interaktif berbasis Web-GIS. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa perhitungan yang dihasilkan sistem konsisten dengan perhitungan manual dengan tingkat kesesuaian sebesar 100%. Selain itu, pengujian kegunaan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor 74,47, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat mendukung mitigasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data pada sektor pertanian, termasuk dalam mendukung program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

2026
πŸ‘€ Penulis: Sonny Okandra Rusman
🏷️ Analisis Bahaya Banjir Dan Kekeringan 🏷️ Perhitungan Kerugian Ekonomi Padi 🏷️ Sistem Informasi Web-Gis

PENGEMBANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENILAIAN KINERJA KESELAMATAN BERKELANJUTAN YANG STRATEGIS PADA INDUSTRI PUSAT PERBELANJAAN

Pusat perbelanjaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas komersial, tetapi juga sebagai ruang publik yang memiliki tanggung jawab ekonomi, sosial, dan keselamatan yang besar. Di Indonesia, pertumbuhan industri pusat perbelanjaan menuntut adanya sistem manajemen keselamatan yang lebih terstruktur, proaktif, dan dapat diterapkan secara konsisten, khususnya bagi operator mal berskala besar dengan kondisi bangunan dan tingkat kematangan operasional yang beragam. Lippo Malls Indonesia (LMI), sebagai pengelola jaringan mal di berbagai wilayah, menghadapi tantangan dalam menjaga standar keselamatan yang seragam di tengah perbedaan ukuran mal, usia bangunan, karakter tenant, jumlah pengunjung, dan kesiapan infrastruktur. Praktik keselamatan yang berjalan selama ini masih cenderung reaktif dan terfragmentasi, sementara pengukuran kinerja keselamatan masih banyak bertumpu pada indikator lagging dan aktivitas kepatuhan. Penelitian ini mengembangkan Strategic Sustainable Safety Balanced Scorecard (SSSBSC) sebagai kerangka pengukuran kinerja keselamatan yang praktis untuk operasional pusat perbelanjaan. Model ini memperluas Balanced Scorecard tradisional dengan menambahkan perspektif kelima, yaitu Safety and Sustainability, agar aspek keselamatan publik, kesiapsiagaan darurat, keandalan sistem, dan ketahanan keselamatan jangka panjang memperoleh perhatian strategis yang lebih jelas. Dalam penelitian ini, keberlanjutan dimaknai terutama sebagai keberlanjutan sosial, yaitu kemampuan operasional mal dalam melindungi pengunjung, tenant, pekerja, kontraktor, dan aset secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods. Tahap pertama dilakukan melalui validasi KPI Dictionary oleh delapan responden Head Office dari fungsi operasional, facility management, engineering, HSE, legal, business process, dan sustainability. Hasil validasi menunjukkan bahwa 20 KPI yang diusulkan dapat diterima secara umum, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,275 dan tingkat kesepakatan sebesar 87,08 persen. Aspek relevansi dan kejelasan memperoleh penilaian yang kuat, sedangkan aspek keterukuran masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada indikator keluhan keselamatan pelanggan, biaya kerugian akibat insiden, pelaporan near-miss, klasifikasi severity, dan pengujian fungsi sistem keselamatan kritis. Tahap kedua menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot setiap perspektif dan KPI. Hasil AHP menunjukkan bahwa perspektif Safety and Sustainability memiliki bobot tertinggi sebesar 40,32 persen, diikuti oleh Internal Process sebesar 21,94 persen, Customer sebesar 13,45 persen, Learning and Growth sebesar 13,11 persen, dan Financial sebesar 11,18 persen. KPI dengan peringkat tertinggi adalah Emergency Readiness Index, TRIR / Recordable Incident Rate, Critical Safety System Function Test Pass Rate, Incident Severity Index, dan Safety Inspection Plan Completion Rate. Selanjutnya, metode Objective Matrix (OMAX) digunakan untuk menunjukkan bagaimana KPI berbobot tersebut dapat dikonversi menjadi Safety Performance Index yang terstandardisasi. Pilot pada Lippo Mall Kemang (LMK) menggunakan data aktual internal HSE audit dan follow-up progress, dengan hasil Safety Performance Index sebesar 8,155 atau kategori Green. Hasil ini menunjukkan bahwa fondasi keselamatan LMK relatif kuat, namun masih terdapat area yang tetap perlu diperkuat, khususnya pelaporan near-miss/hazard, sertifikasi peran kunci, preventive maintenance, dan tindak lanjut fire and life safety. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SSSBSC dapat membantu LMI mengubah pengelolaan keselamatan dari fungsi kepatuhan yang reaktif menjadi sistem manajemen yang strategis, terukur, dan berbasis portofolio. Kerangka ini memungkinkan benchmarking antar-mal secara lebih konsisten, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat akuntabilitas, serta membantu manajemen menentukan prioritas investasi keselamatan berdasarkan tingkat risiko dan kesenjangan kinerja.

2026
πŸ‘€ Penulis: David Suryangga Prima Dhasa
🏷️ Manajemen Keselamatan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Strategi Manajemen

ANALISIS PROFIL VERTIKAL KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELATAN JAWA PADA KONDISI INDIAN OCEAN DIPOLE TAHUN 2018, 2019, DAN 2022

Perairan Selatan Jawa memiliki dinamika oseanografi yang kompleks akibat pengaruh angin monsun, Arus Lintas Indonesia (Arlindo), dan Indian Ocean Dipole (IOD), yang secara langsung memengaruhi intensitas upwelling dan distribusi vertikal klorofil-a. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan karakteristik profil vertikal klorofil-a di Perairan Selatan Jawa pada kondisi IOD menggunakan data in-situ CTD dan membandingkannya dengan model CMEMS. Data observasi yang digunakan meliputi 37 profil CTD in-situ yang dikumpulkan pada Oktober 2018 (13 stasiun, IOD positif), November 2019 (13 stasiun, IOD positif), dan Juli 2022 (11 stasiun, IOD cenderung negatif) di perairan Selatan Jawa Barat (Region I), Selatan Jawa Tengah (Region II), hingga Jawa Timur–Bali (Region III). Parameter suhu, salinitas, dan klorofil-a dianalisis dalam bentuk profil vertikal, penentuan parameter termoklin, serta korelasi Pearson terhadap data CMEMS pada kedalaman 5, 10, dan 15 m. Hasil menunjukkan bahwa IOD positif pada tahun 2019 menghasilkan termoklin paling dangkal dengan batas atas 7–40 m dan konsentrasi klorofil-a tertinggi mencapai 3,18 mg/mΒ³ di Region I, sementara IOD positif tahun 2018 menghasilkan produktivitas tertinggi di Region III dengan konsentrasi klorofil-a mencapai 4,04 mg/mΒ³ pada kedalaman 10 m. Sebaliknya, IOD cenderung negatif (2022) menyebabkan stratifikasi kuat dengan batas atas termoklin terdalam dan terpanas (38–65 m; 28–29Β°C), salinitas permukaan sangat rendah (33,1–34,2 PSU), serta konsentrasi klorofil-a terendah (<0,4 mg/mΒ³), kecuali di Region III yang masih menunjukkan produktivitas lokal akibat pengaruh Selat Lombok. Perbandingan dengan model CMEMS menghasilkan korelasi sedang hingga lemah yang menurun seiring bertambahnya kedalaman (r = 0,595 pada 5 m; r = 0,396 pada 10 m; r = 0,301 pada 15 m), mengindikasikan model tidak mampu merepresentasikan struktur vertikal klorofil-a secara memadai, khususnya lapisan puncak klorofil subpermukaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ayasti Tiara Nurachman
🏷️ Oseanografi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Klorofil-A

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK PERHITUNGAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT PENURUNAN PRODUKTIVITAS PADI AKIBAT BENCANA BANJIR DAN KEKERINGAN

Sektor pertanian padi di Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan kekeringan, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi yang signifikan. Pekerjaan ini bertujuan mengembangkan Paddy Disaster Information System (PADIS), sebuah platform Web-GIS untuk menghitung dan memvisualisasikan kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas padi secara spasial. Metodologi yang diterapkan mencakup analisis bahaya banjir dan kekeringan, estimasi kehilangan total produksi padi, perhitungan kerugian ekonomi langsung, serta Average Annual Loss (AAL) sebagai indikator risiko tahunan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa PADIS mampu menyajikan analisis risiko banjir, kekeringan, dan multi-hazard pada tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan skenario baseline dan projection serta periode ulang 25, 50, 100, dan 250 tahun. Sistem mampu menghitung kerugian langsung dan AAL secara otomatis serta menyajikannya melalui dashboard interaktif berbasis Web-GIS. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa perhitungan yang dihasilkan sistem konsisten dengan perhitungan manual dengan tingkat kesesuaian sebesar 100%. Selain itu, pengujian kegunaan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor 74,47, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat mendukung mitigasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data pada sektor pertanian, termasuk dalam mendukung program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

2026
πŸ‘€ Penulis: Elicia Hardiyanti
🏷️ Analisis Bahaya Hidrometeorologi 🏷️ Perhitungan Kerugian Ekonomi Padi 🏷️ Sistem Informasi Web-Gis

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK PERHITUNGAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT PENURUNAN PRODUKTIVITASPADI AKIBAT BENCANA BANJIR DAN KEKERINGAN

Sektor pertanian padi di Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan kekeringan, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi yang signifikan. Pekerjaan ini bertujuan mengembangkan Paddy Disaster Information System (PADIS), sebuah platform Web-GIS untuk menghitung dan memvisualisasikan kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas padi secara spasial. Metodologi yang diterapkan mencakup analisis bahaya banjir dan kekeringan, estimasi kehilangan total produksi padi, perhitungan kerugian ekonomi langsung, serta Average Annual Loss (AAL) sebagai indikator risiko tahunan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa PADIS mampu menyajikan analisis risiko banjir, kekeringan, dan multi-hazard pada tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan skenario baseline dan projection serta periode ulang 25, 50, 100, dan 250 tahun. Sistem mampu menghitung kerugian langsung dan AAL secara otomatis serta menyajikannya melalui dashboard interaktif berbasis Web-GIS. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa perhitungan yang dihasilkan sistem konsisten dengan perhitungan manual dengan tingkat kesesuaian sebesar 100%. Selain itu, pengujian kegunaan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor 74,47, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat mendukung mitigasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data pada sektor pertanian, termasuk dalam mendukung program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

2026
πŸ‘€ Penulis: Thezar Rifqi Izaati
🏷️ Analisis Bahaya Banjir Dan Kekeringan 🏷️ Perhitungan Kerugian Ekonomi Padi 🏷️ Sistem Informasi Web-Gis

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK PERHITUNGAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT PENURUNAN PRODUKTIVITASPADI AKIBAT BENCANA BANJIR DAN KEKERINGAN

Sektor pertanian padi di Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan kekeringan, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi yang signifikan. Pekerjaan ini bertujuan mengembangkan Paddy Disaster Information System (PADIS), sebuah platform Web-GIS untuk menghitung dan memvisualisasikan kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas padi secara spasial. Metodologi yang diterapkan mencakup analisis bahaya banjir dan kekeringan, estimasi kehilangan total produksi padi, perhitungan kerugian ekonomi langsung, serta Average Annual Loss (AAL) sebagai indikator risiko tahunan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa PADIS mampu menyajikan analisis risiko banjir, kekeringan, dan multi-hazard pada tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan skenario baseline dan projection serta periode ulang 25, 50, 100, dan 250 tahun. Sistem mampu menghitung kerugian langsung dan AAL secara otomatis serta menyajikannya melalui dashboard interaktif berbasis Web-GIS. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa perhitungan yang dihasilkan sistem konsisten dengan perhitungan manual dengan tingkat kesesuaian sebesar 100%. Selain itu, pengujian kegunaan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor 74,47, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat mendukung mitigasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data pada sektor pertanian, termasuk dalam mendukung program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

2026
πŸ‘€ Penulis: Aletha Nur Fatimah S. Putri
🏷️ Analisis Bahaya Banjir Dan Kekeringan 🏷️ Perhitungan Kerugian Ekonomi Padi 🏷️ Sistem Informasi Web-Gis

ANALISIS KESENJANGAN SPASIAL LAYANAN PEMADAM KEBAKARAN BERBASIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN DI KOTA BANDUNG

Riwayat kejadian kebakaran, ketersediaan layanan pemadam kebakaran, dan perbedaan karakteristik spasial antarwilayah di Kota Bandung menunjukkan perlunya analisis kesenjangan spasial layanan pemadam kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerataan layanan pemadam kebakaran melalui identifikasi kesenjangan spasial antara ketersediaan dan kebutuhan layanan. Kesenjangan spasial dianalisis menggunakan pendekatan supply-demand oriented dengan metode analisis spasial meliputi network analysis, analisis multikriteria, building-based dasymetric estimation population, MCLP, dan location-allocation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan layanan didominasi oleh kategori sedang (42%), diikuti kategori rendah (37%) dan tinggi (21%). Sementara itu, tingkat kebutuhan berdasarkan kerawanan kebakaran didominasi kategori sedang (52%), diikuti kategori rendah (27%) dan tinggi (21%). Berdasarkan kesesuaian antara tingkat ketersediaan dan kebutuhan, terdapat kesenjangan spasial layanan pemadam kebakaran yang ditunjukkan oleh wilayah berkategori low supply-high demand (2,7%), medium supply-high demand (11,3%), dan low supplymedium demand (15,4%). Wilayah tersebut menjadi prioritas peningkatan layanan, sehingga hasil analisis kebutuhan dan optimasi lokasi fasilitas menghasilkan rekomendasi enam pos baru yang mampu menurunkan persentase wilayah prioritas sebesar 15%. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan pemadam kebakaran di Kota Bandung masih menghadapi tantangan pemerataan, yang ditunjukkan oleh adanya kesenjangan akibat ketidaksesuaian antara ketersediaan layanan dan variasi kebutuhan antarwilayah. Pemerataan layanan tidak hanya ditentukan oleh distribusi fasilitas, tetapi juga oleh kesesuaian antara ketersediaan dan kebutuhan yang dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, karakteristik penduduk, karakteristik fisik kawasan, dan histori kebakaran. Oleh karena itu, peningkatan layanan perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah melalui penambahan dan distribusi fasilitas, peningkatan aksesibilitas, maupun penataan kawasan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ahmalia Firdausa
🏷️ Analisis Kesenjangan Spasial 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Layanan Pemadam Kebakaran 🏷️ Hidrologi Geografis

EVALUASI PENERAPAN ADAPTASI BERBASIS KOMUNITAS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN IKLIM PERKOTAAN PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI KOTA CIREBON

Perubahan iklim menjadi salah satu isu global yang telah memengaruhi kehidupan di bumi terutama perkotaan seperti halnya di Kota Cirebon sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di Pesisir Utara Jawa Barat. Kota ini tengah mengupayakan penguatan ketahanan iklim perkotaan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Meskipun begitu, ProKlim menghadapi isu terhambatnya keberlanjutan program akibat arahan yang bersifat top-down dibandingkan bottom-up. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi adaptasi berbasis komunitas (Community Based Adaptation/CBA) pada ProKlim di Kota Cirebon dalam mendukung ketahanan iklim perkotaan secara berkelanjutan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder kemudian dianalisis dengan metode analisis konten dan analisis deskriptif kualitatif untuk menilai tiga proses adaptasi, yaitu perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi (monev) berdasarkan enam indikator faktor pendukung dari hasil telaahan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa ProKlim Lestari Kelurahan Larangan telah merepresentasikan implementasi adaptasi berbasis komunitas dengan baik melalui penggerakan faktor pendukung di tiap proses adaptasinya, meskipun masih terdapat beberapa tantangan dalam pengelolaannya. Tingkat implementasi adaptasi berbasis komunitas mencapai penilaian kategori sedang hingga tinggi dengan skor rata-rata sebesar 2,61 dari 3,00. Proses perencanaan mendapatkan rata-rata skor tertinggi (2,83), diikuti oleh implementasi (2,60), dan terakhir monev (2,33). Temuan ini menunjukkan perlunya strategi optimalisasi pada tahap monev melalui peningkatan transparansi dan pertukaran informasi, penguatan koordinasi lintas aktor, integrasi mekanisme kelembagaan, serta penguatan kapasitas dan pembelajaran komunitas berbasis praktik sosial yang telah berkembang di tingkat lokal. Penelitian ini memberikan perspektif menyeluruh melalui kerangka evaluasi terstruktur mengenai pengembangan dan penyelenggaraan ProKlim berbasis komunitas dalam mendukung ketahanan iklim perkotaan, terutama di Kota Cirebon.

2026
πŸ‘€ Penulis: Zeba Liqueiza Shakira Kudus
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Program Lingkungan

PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN

Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Vashti Yumna Mareta
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pengolahan Data Geospasial 🏷️ Manajemen Jalan

PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN

Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: RM. Rizky Agustiansyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pengolahan Data Geospasial 🏷️ Manajemen Jalan

PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN

Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: I Nyoman Rama Ananda Adnyana
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pengolahan Data Geospasial 🏷️ Manajemen Jalan

PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOBILE MAPPING SYSTEM (MMS) UNTUK MENYEDIAKAN DATA GEOSPASIAL 3D DALAM PEMBUATAN LEGER JALAN

Pengelolaanjaringanjalan menuntut ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan terstandarisasi guna mendukung inventarisasi kondisi fisik, pemeliharaan, serta perencanaan infrastruktur secara berkelanjutan. Praktik survei terestris yang masih banyak digunakan dalam penyusunan leger jalan menghadapi keterbatasan dari segi efisiensi waktu, kebutuhan sumber daya manusia, dan gangguan terhadap lalu lintas temtama pada kawasan perkotaan padat seperti Kota Bandung. Tugas akhir capstone ini menerapkan teknologi Mobile Mapping System (MMS) sebagai pendekatan akuisisi data yang modem dan terintegrasi. MMS mengombinasikan sensor GNSS, IMU, SLAM, dan LiDAR yang beroperasi secara simultan untuk menghasilkan data point cloud 3D. Akuisisi data dilaksanakan pada beberapa mas jalan utama di Kota Bandung. Tahapan pelaksanaan mencakup perencanaan, akuisisi data pengukuran, pengolahan data, serta validasi data. Produk akhir yang dihasilkan meliputi profil memanjang dan melintang, kontur, data spasial leger jalan beserta visualisasinya, serta visualisasi model 3D mas jalan. Seluruh produk telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Pedoman Leger Jalan 07/P/BM/2024, membuktikan bahwa MMS mempakan altematif yang efisien, cukup akurat, dan minim gangguan untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan perkotaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Bestari Asmarani Prasasti
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pengolahan Data Geospasial 🏷️ Manajemen Jalan
Halaman 99 dari 6754
πŸ’¬